Anda di halaman 1dari 23

STRATIFIED RANDOM

SAMPLING
R
M
/B (STRA)
K
INGKASAN

ATERI AHAN ULIAH


M5-M6 M.K. METODE SAMPLING S2
STATISTIKA SEMESTER GENAP

2015/2016

ISMAINI ZAIN

1.
2.
3.

==========================================
=======================
Learning Outcomes :
Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pengambilan sampel dengan
metode Stratified Random Sampling (STRA)
Mahasiswa mampu membedakan teknik sampling dengan metode SRS
dan STRA
Mahasiswa mampu mengkaji sifat-sifat dari estimator pada STRA
==========================================
======================
A. Pengantar
Perhatikan studi kasus sebagai ilustrasi (1) berikut ini.
Ingin diketahui rata-rata omzet/penjualan dari supermarket di suatu
kota X. Dalam hal ini, Supermarket bisa terdiri dari supermarket kecil,
menengah atau besar. Supermarket yang besar hanya beberapa saja;
tetapi yang supermarket yang sedang dan kecil cukup banyak.
Bahan Diskusi :

a.
b.
c.
d.
e.

Bagaimana metode samplingnya?


Apabila SRS digunakan? Apa yang terjadi? Siapa yang terambil
Apakah populasi bersifat homogen?
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Apa metode SRS cukup representatif?
Perhatikan pula ilustrasi (2) berikut ini. Diberikan 3 buah populasi
buatan dengan data sebagaimana Gambar 1.

ILUSTRASI (2)
Diketahui populasi berikut.
Observasi

Populasi I

Populasi II

Populasi III

y1

10

y2

y3

y4

y5

...

...

...

...

RATA-2 POPULASI

...

TOTAL POPULASI

...

Ambil n = 3,
Hitung taksiran rata-rata dan total
Bahan Diskusi :
Apa yang terjadi? Mengapa demikian? Apa intinya? Selanjutnya
dilakukan alternatif sampling
pada populasi III yaiitu lakukan
pembagian kelompok dengan cara sebagai berikut.

Alternatif SAMPLING pada POPULASI III


Observasi

Populasi I

Populasi II

Populasi III

y1

10

y2

y3

y4

y5

25

25

25

RATA-2 POPULASI
Rata-2 SAMPEL
TOTAL POPULASI
Total Sampel

Ambil kembali n = 3, namun setiap kelompok harus terambil


Hitung taksiran rata-rata dan total

Apa yang terjadi? Mengapa demikian? Terasakah perbedaaannya? Ini


adalah ide dari Stratified Random Sampling. Artinya, gambaran
sampling stratifikasi adalah membuat populasi yang heterogen
3

menjadi homogen dengan cara melalukan stratifikasi

B. Pengertian Stratified Random Sampling


Populasi dengan N unit dibagi menjadi SUB POPULASI (disebut STRATA)
masing- masing dengan ukuran N1, N2, ..., NL yang TIDAK TUMPANG
TINDIH s.d.h N1 + N2 + ...+ NL = N. Apabila STRATA sudah ditentukan,
suatu sampel diambil dari tiap STRATUM dengan Simple Random
Sampling (SRS). Ukuran sampel dalam tiap STRATUM dinyatakan
dengan n1, n2, ..., nL. Ukuran sampel seluruhnya n1+n2+...+nL=n
Prosedur mengambil SRS dari tiap STRATUM disebut
STRATIFIED RANDOM SAMPLING atau disingkat STRA.
Dalam bahasa Indonesia baku, seringkali disebut Sampling Acak
Berlapis atau Sampling Acak Stratifikasi. Dapat dikatakan bahwa Suatu
sampel acak stratifikasi adalah sesuatu yang diperoleh dari pemisahan
anggota/elemen populasi kedalam kelompok-kelompok yang tidak
saling tumpang tindih, yang disebut strata dan kemudian dilakukan
pengambilan sampel secara acak sederhana dari tiap-tiap stratumnya

Perhatikan Gambar 1 tentang visualisasi perbedaan antara SRS dengan


STRA. Dari Gambar 1 (a) terlihat bahwa pada SRS, jelas bahwa
populasi bersifat homogen; ditandai dengan karakteristik dari populasi;
sementara pada Gambar 1 (b) pada STRA, populasi bersifat heterogen.

Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

(a) SRS

(b) STRA

Gambar 1 Visualisasi Perbedaan SRS dan STRA

C. Ide dalam STRA


Ide dasar dari Stratified Random Sampling adalah sebagaimana
Gambar 2 berikut.
D. Mengapa harus STRA?
D

Beberapa alasan mengapa harus melakukan Stratified Random Sampling


adalah sebagai berikut.
a. Dapat memberikan precision / ketelitian untuk sub populasi.
Namun, jika diinginkan perkiraan untuk populasi dapat juga
diperoleh melalui perkiraan gabungan; artinya : Stratifikasi dapat
menghasilkan suatu batas kekeliruan taksiran yang kecil
dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh SRS. Bila
menginginkan precision/ketelitian untuk sub populasi tertentu
b. Biaya Stratified Random Sampling bisa lebih murah, karena
kemudahan administrasi; artinya : Biaya per pengamatan dalam
survei dapat ditekan dengan mengelompokkan elemen-elemen
populasi kedalam strata;
c. Dengan stratifikasi mungkin memberikan precision yang lebih
baik. Populasi yang heterogen menjadi sub populasi yang
homogen (varians lebih kecil); artinya : Taksiran dari parameter
dari populasi dimungkinkan untuk tiap kelompok yang
dinyatakan dalam strata;
d. Persoalan sampling bisa saja berbeda di sebagian populasi;

E. Cara Pengambilan Sampel Random Stratifikasi


5

Perhatikan Gambar berikut!


ILUSTRASI GAMBAR

%#*
@ ##

$@
%
@
#@%

**
*

##
**
*

POPULASI (N)

STRATUM 1
(n1 )

##

STRATUM
STRATUM 11
(N
(N11 ))

$ % ** $
% # #
$

STARTUM 2
(n2 )

STRATUM 1
(N1 )

STARTUM
STARTUM 22
(N
(N22 ))

* * @
%% *#

BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN


SAMPEL ACAK STRATIFIKASI ?
STARTUM 2
(N2 )

@
$$ #
@@

$$$

STRATUM 5
(N5 )

%%

@
$$ #
@@

$$$

STRATUM 5
(N5 )

%%

**

SAS
SRS

@
@

POPULASI
TERSTRATA
(N = N1+N2+N3+N4+N5 )

POPULASI
TERSTRATA
(N = N1+N2+N3+N4+N5 )

STRATUM 5
(n5 )

Sampel aacak stratifikasi


(n = n1+n2+n3+n4+n5 )

F. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI
POPULASI
Stratum 1

y1

y2

y3

Stratum 2 ...

y11

yN

Populasi terstrata
Stratum L

yL1
yL2

y 21

y12

y 22

.
.

.
y1N1

y2N2

.
.
.

yLN L

h 1

Yh

y hi

h 1

SAMPEL ACAK STRATIFIKASI

y11

y 21

y12

y L1

y 22

yL2

.
.

y 1 n1
y1

y 2 n2

y2

nh

h 1

nL

y LnL

yh

y hi

h 1

nh

yL

G. Notasi yang digunakan dalam STRA


Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

F. Sifat-Sifat Estimasi

TEOREMA 5.1

Coba bukti dipelajari!

TEOREMA 5.2

Coba bukti dipelajari!


Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

Catatan : Teorema 5.1 dan 5.2 digunakan untuk Stratified Sampling


umum, tidak dibatasi untuk Stratified Random Sampling.
TEOREMA 5.3

Coba bukti dipelajari!

TEOREMA 5.4

Coba bukti dipelajari!

Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

10

Ingat!

TEOREMA 5.5

Coba bukti dipelajari!

11

G. BATAS KEYAKINAN

H. ALOKASI OPTIMUM dalam STRATITIFIED RANDOM SAMPLING


Inti Permasalahan dalam STRATITIFIED RANDOM SAMPLING adalah
bagaimana pembagian ukuran SAMPEL nh dalam tiap strata sehingga
PRESISI MAKSIMUM.
Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

12

Dalam STRA nh harus ditentukan atau dipilih.


Terdapat dua cara yang bias dipilih, yaitu :
a. MeMINIMUMkan V ( y st ) dengan BIAYA tertentu; atau
b. Memberikan V ( y st ) tertentu dengan BIAYA MINIMUM
h

Biaya/Cost ditentukan dengan COST FUNCTION

C=c 0 + c h nh
i=1

Dimana :
ch = Biaya per unit dalam strata ke h
c0 = Biaya keseluruhan (overhead)
TEOREMA 5.6
h

Dalam STRA, apabila

C=c 0 + c h nh ,
i=1

maka V=V ( y st )
W h Sh
dengan
ch

MINIMUM apabila nh sebanding atau proposional

Bukti : coba dipelajari di halaman 110-111

Dari teorema 5.6 dapat dikatakan bahwa ukuran sampel nh pada


sebuah strata, mengikuti hal sebagai berikut.
13

ch
N h S h /

N h S h / ch

nh W h S h / c h

( W h S h / ch )=

Dalam sebuah strata, sampel diperbesar jika :


1. Banyak unit di dalam strata tersebut besar
2. Bila Sh di dalam strata tersebut besar
3. Biaya pengambilan unit dari strta tersebut lebih murah
Jadi, untuk menentukan ALOKASI SAMPEL digunakan Cost Function
h

C=c 0 + c h nh . Selanjutnya terdapat 2(dua) pilihan yaitu : apabila C


i=1

ditetapkan atau V ditetapkan.


a. Bila C yang ditetapkan
h

(Cc 0) ( N h Sh / c h )
n=

h=1

( N h Sh c h )

b. Bila V yang ditetapkan

n=

( W h S h c h ) W h Sh / c h
V +(

1
) W h S2h
N

dimana : Wh = Nh/N

Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

14

Apabila

ch = c berarti biaya tiap unit sama dalam setiap strata,

maka C=c0+c.n
Artinya :
Alokasi optimum untuk biaya tetap memperkecil Alokasi Optimum
untuk ukuran sampel tetap.

TEOREMA 5.7
Didalam STRA, V ( y st ) adalah MINIMUM untuk TOTAL sampel
berukuran n yang tertentu, apabila
nh=n .

W h Sh

W h Sh

=n .

N h Sh

N h Sh

Alokasi ini disebut ALOKASI NEYMAN


Maka, untuk harga n tertentu :
Varians minimum untuk y st (vmin( y st

adalah :

V min

( W h S h ) W h S 2h
=

Suku yang terkait dengan


KPT

I. KETELITIAN RELATIF DARI STRA TERHADAP SRS


Pada umumnya, STRA menghasilkan varians dari taksiran rata-rata lebih
kecil daripada SRS
Namun tidak selalu benar bahwa STRA memberikan varians yang lebih kecil
daripada SRS
Jika nilai-nilai nh jauh dari optimum. STRA akan mempunyai varians yang
lebih besar.

TEOREMA 5.8
15

Bila

1/Nh
V opt

diabaikan, maka,
V prop V random

Dimana alokasi optimum itu, untuk n tertentu dengan nh

Nh.Sh

BUKTI : Mohon dipelajari!

J. PENAKSIRAN UKURAN SAMPEL


Rumus-rumus untuk varians rata-rata dan total mengandung nh dan Sh
Dalam praktek, untuk mennetukan ukuran sampel tidak dapat ditentukan
sebelum taksiran Sh dan diputuskan berapa alokasi sampelnya.
Misal, ketelitian yang diinginkan dinyatakan dengan d, jadi didapat :
d 2=t 2 . V ( y st )
Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

16

Dimana :
2

d
2
V ( y st ) =V = 2
t
diinginkan.

; adalah variansi dari taksiran rata-rata yang

K. ESTIMASI UNTUK RATA-RATA POPULASI


Andaikan sh adalah taksiran dari Sh dan nh=wh.n, maka nilai varians
adalah :
L

W 2h . s2h

V = V( y st =

i=1

y st

W h s 2h
i=1

nh

N
L

1
.
n

Nh
N

Dengan Wh =

W 2h . s2h
i=1

wh

1
2
. W h sh
N i =1

; jadi didapat

W 2h s 2h /w h
n=

i=1

1
V + W h s2h
N i=1

Apabila KPT diabaikan, sebagai pendekatan pertama adalah sebagai


berikut.
1
n0 =
V

W 2h s2h
w
i=1
h
L

Apabila n 0/N tidak diabaikan, maka n dihitung dengan rumus sebagai


berikut.
n0

n=

1+

1
W h s 2h

NV i=1

HAL-HAL ISTIMEWA
17

W h s 2h /w h
i=1

n=

Rumus Umum :

V+

1
. W h s 2h
N
i=1

*) Alokasi Optimum
nh=n .

Nh
.S
nh
N h
= L
n
N
Nh . Sh
i=1

N h Sh
L

N h Sh
i=1

w h=

W h . Sh
L

W h . Sh
i=1

sh
L

Jadi,

W h 2
i=1

n=

Dengan

W h sh

n0 =

i=1

*) Alokasi Proporsional
wh = Wh = Nh/N
n0 =

1
V

W h s 2h
i=1

dan
n=

n0
n
1+ 0
N

Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

18

*) Taksiran untuk Total Populasi


N 2h s 2h
wh

Umum

n=

i=1

V + N h s2h
i=1

Optimum

( )
1

n=

N h sh

V + N h s2h
1

Proporsional

n=

n0 =

N
N s2
V 1 h h

n0
n
1+ 0
N

L. PENARIKAN SAMPEL UNTUK MENAKSIR PROPORSI


Analog dengan permasalahan pada SRS, apabila pada setiap strata,
observasi dapat diklasifikasikan pada kelas C dan observasi lainnya
diklasifikasikan pada kelas C, maka pada setiap strata diketahui :
P h=

Ah
a
; ph= h
Nh
nh

Jadi, dapat didefiniskan bahwa taksiran proporsi untuk stratified


adalah sebagai berikut.
N p
^
Pst =p st = h h
N
TEOREMA 5.9

Pada stratified, varians dari pst adalah sebagai berikut.

19

N h ( N hn h ) P h Qh
1
V ( pst )= 2
N h1
nh
N
Bukti : Mohon dipelajari!

Kesimpulan 1 :
Jika KPT diabaikan,
V ( pst )= W 2h

Ph Q h
nh

Kesimpulan 2 :
Jika alokasi secara proposional,
N 2h P h Qh
Nn 1
V ( pst )=
N 1
N nN
h
V ( pst )=

1f
n

W h Ph Q h

M. RUMUS untuk menentukan n


Jika Varians Minimum untuk jumlah ukuran sampel tetap adalah sebagai
berikut.
nh=n

N h Ph Q h
N h Ph Q h
h

Sebaliknya, varians minimum untuk Biaya tetap dengan

C=c + c h nh ,
i=1

maka rumus untuk nh adalah sebagai berikut.


Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain

20

nh=n

N h Ph Qh /c h
N h Ph Qh / ch

Rumus n bisa didapat dari rumus sebelumnya.

N. PENENTUAN STRATA DENGAN ATURAN OPTIMAL


Apabila objektifitas dari stratifikasi dianggap akan menghasilkan taksiran / penaksir
dengan varians kecil, maka kriteria terbaik untuk menentukan strata adalah menghimpun
nilai-nilai dimana keterangan unit sampling dapat diambil.
Sebagai contoh : ingin ditaksir rata-rata pendapatan per rumah tangga dalam suatu
komunitas. Selidiki sifat-sifat populasinya. Apakah homogen atau heterogen?
Ide awal dari solusi yang ditawarkan :
Taksiran rata-rata ini akan cukup akurat jika kita dapat meletakkan semua rumah tangga
dengan pendapatan rendah dalam satu stratum dan semua rumah tangga dengan
pendapatan tinggi dalam stratum lainnya sebelum sampling dilakukan.
Masalah yang timbul adalah :
Pengalokasian
ini
seringkali
tidak
mungkin
dapat
dilakukan
karena
pengetahuan/keterangan mendalam tentang pendapatan sebelum melakukan sampling
akan membuat permasalahan statistika tak diperlukan pada penempatan awal.
IDE :
Terkadang ada hubungan antara data frekwensi pada broad categories dari variabel
yang diamati atau dalam beberapa korelasi tinggi dari variabel dalam kasus yang
bersangkutan.
Akar kuadrat kumulatif dari metode (distribusi) frekwensi baik sekali untuk
mengelompokkan/strata data yang digunakan sebagai pentunjuk penentuan masuk
dalam stratum yang mana ?
21

Langkah-Langkah Penentuan Stratum


Tentukan secara pasti dan jelas data populasinya
Tentukan jumlah stratum yang akan dilakukan misal sebanyak L stratum.
Buat tabel distribusi frekuensi dari data point 1 seperti Tabel berikut

No.

Kelas Interval

Frekuensi =

fi

Kumulatip
fi

......

......

k.

...........

fi

h 1

Langkah berikutnya :
a. Batas atas stratum 1 ditentukan berdasarkan nilai
L

fi
Bandingkan dengan nilai pada kolom Kumulatip
, yang paling dekat
(selisih terkecil) maka kelas interval dari nilai tersebut merupakan
batas atas dari stratum 1. Adapun jumlah atau ukuran dari stratum 1
adalah jumlah frekuensi dari kelas terpilih dengan frekuensi kelas-kelas
sebelumnya.
f
L

2*

h 1

b. Batas atas stratum 2 ditentukan berdasarkan nilai


Bandingkan dengan nilai pada kolom Kumulatip fi , yang paling dekat
(selisih terkecil) maka kelas interval dari nilai tersebut merupakan
batas atas dari stratum 2. Adapun jumlah atau ukuran dari stratum 2
adalah jumlah semua frekuensi dari kelas setelah batas stratum 1
sampai dengan kelas terpilih sebagai batas stratum 2.
c. Lakukan rangkaian perhitungan di atas sampai semua stratum telah
teralokasi.
Contoh :
Tabel berikut menggambarkan distribusi frekuensi dari persentase
pinjaman bank yang ditujukan untuk pinjaman industru dalam sebuah
populasi
sebesar
13.435
Bank
di
AS.
Bagaimana
cara
Materi Kuliah Metode Sampling S2/by Ismaini Zain
22

menentukan/mengalokasikan perusahaan-perusahaan ini ke dalam L


= 5 Strata ? Coba Dikerjakan!
Pinjaman Industri
(dalam jutaan)

Frekwensi

Pinjaman Industri
(dalam jutaan)

Frekwensi

05

3.464

50 55

126

5 - 10

2.516

55 - 60

107

10 - 15

2.157

60 - 65

82

15 - 20

1.581

65 - 70

50

20 - 25

1.142

70 - 75

39

25 - 30

746

75 - 80

25

30 -35

512

80 -85

16

35 40

376

85 90

19

40 -45

265

90 -95

45 - 50

207

95 - 100

Selamat Mengerjakan

23