Anda di halaman 1dari 9

PRODUKTIVITAS

By: KELOMPOK 4

AYU ANNISA PUTRI


GIVARO IGFAR
RANDI NOVINDRA
USWATUL KHATIMAH

Dosen: Ir. Amri, M.T

PRODUKTIVITAS
Sodomo, 1991 mengatakan bahwa produktivitas pada dasarnya merupakan
sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan
hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari ini dikerjakan untuk
kebaikan hari esok. Konsep umum dari produktivitas adalah suatu
perbandingan antara pengeluaran (output ) dan masukan ( input ) per
satuan waktu.
Produktivitas dikatakan meningkat apabila :
1.

Jumlah produksi/ keluaran meningkat dengan jumlah masukan/ sumber


daya yang sama.

2.

Jumlah produksi/ keluaran sama atau meningkat dengan jumlah


masukan/ sumber daya lebih kecil.

3.

Produksi/ keluaran menigkat diperoleh dengan penambahan sumber daya


yang lelatif kecil.

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS
Pengukuran Produktivitas
menjadi dua macam, yaitu:

dapat

dibedakan

1.

Produksi Total: adalah perbandingan antara total


keluaran dengan total masukan per satuan waktu.
Dalam perhitungan produktivitas total, semua faktor
masukan ( tenaga kerja, kapital, bahan, energi )
terhadap total keluaran harus diperhitungkan.

2.

Produktivitas Parsial: adalah perbandingan dari


keluaran dengan satu jenis masukan atau input per
satuan waktu , sperti upah tenaga kerja, kapital, bahan,
energi, beban kerja, dll.

Soedirman (1986) mengitung parsial tenaga kerja dengan


rumus sbb:
1.

Produktivitas Tenaga Kerja =

2.

Rasio Produktivitas Tenaga Kerja

*sebelum perbaikan : Pk = K/M


*setelah perbaikan : Pk = K/M dimana:
Pk : Produktivitas tenaga kerja sebelum perbaikan
M : Masukan per orang per satuan waktu
K : Keluaran ( rerata hasil kerja ) per orang pr satuan waktu
Pk : Produktivitas tenaga kerja setlah perbaikan
M : Masukan per orang per satuan waktu setalah perbaikan (M+Y), dimana
Y biaya perbaikan.
K : Keluaran ( rerata hasil kerja ) per orang per satuan waktu (K+ X),
dimana X adalah kenaikan atau penurunan hasil kerja rerata per orang per
satuan waktu.
Produktivitas dikatakan meningkat apabila Pk > Pk, jika Pk = Pk maka
produktivitas setelah perbaikan adalah sama dengan produktivitas
sebelum perbaikan.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PRODUKTIVITASi KERJA
Soedirman (1986) dan Tarwaka (1991) merinci faktor faktor yang mempengaruhi
Produktivitas kerja secara umum:

Motivasi : Kekuatan atau motor pendorong kegiatan seseorang ke arah tujuan tertentu dan
melibatkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapainya.

Kedisiplinan : Sikap mental yang tercermin dalam perorangan , kelompok atau masyarakat
berupa kepatuhan terhadap peraturan, ketentuan, etika norma dan kaidah yang berlaku.

Etos Kerja : Pandangan untuk memnilai sajauh mana kita melakukan suatu pekerjaan dan
terus berupaya untuk mencapai hasil yang terbaik di setiap pekerjaan.

Keterampilan : Faktor yang sangat menentukan tingkat pencapapian produktivitas.

Pendidikan : Tingkat pendidikan harus selalu di kembangkan baik melalui jalur pendidikan
formal ataupun informal.

Dipengaruhi faktor pendidikan,


keterampilan, motivasi, kedisiplinan,
etos kerja, jaminan sosial, dll.
Tugas-tigas dalam
pekerjaan (task)
termasuk alat, bahan
dan teknologi.

Organisasi Kerja

Lingkungan kerja

Kapasitas
meliputi:
-

c
Beban Kerja
Ketidaknyamanan Kerja
Stress Akibat Kerja
Kelelahan Objektif dan Subjektif
Penyakit Akibta Kerja (Kronis maupun
Akut)
Cedera dan Kecelakaaan Akibat kerja

c
Performansi Kerja

c
Produktivitas Kerja

pekerjaan

Karakteristik
Individu (umur, jenis
kelamin,
antropometri,
pendidikan,
pengalaman, agama,
kesehatan, kebugaran,
dll)
Kemampuan Fisiologi
(kemampuan
dan
daya
tahan
kardiovaskuler, dll)
Kemampuan
Psikologi
(kemampuan mental,
adpatasi,
stabilitas,
emosi, dll)
Kemampuan
Biomekanik
(kemampuan
dan
tahan
sendi dan
persendian
tendon
tulang, dll)

ASAS MANFAAT
Disamping menghitung tingkat produktivitas kerja, kita juga harus
mempertimbangkan asa manfaat yang diperoleh serta biaya yang
dikeluarkan untuk perbaikan kondisi kerja. Dalam hal ini dapat
dihitung break-event point atau titik pulang pokok, sehingga manfaat
yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dapat
diperhitungkan secara pasti. Untuk menganalisis suatu break-event
point dapat dilakukan beberapa cara:
1.

Menghitung seluruh biaya perbaikan kondisi kerja.

2.

Menghitung peningkatan atau selisih antara hasil kerja sebelum dan


setelah perbaikan kondisi kerja.

3.

Break-event point akan dicapai apabila antara biaya perbaikan


kondisi kerja dan manfaat atau keuntungan yang diperoleh setelah
perbaikan kondisi kerja tersebut adalah sama.

THANKS
FOR
YOUR ATTENTION