Anda di halaman 1dari 2

FARINGITIS AKUT

UPTD PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

NO. DOKUMEN:
79/SOP/KLKI/2012
TANGGAL TERBIT:

REVISI:
00

HALAMAN:
1/1

DITETAPKAN OLEH
KEPALA UPTD PUSKESMAS KLK..I

5 MARET 2012
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Drg.I.B PUTRA DWIPAYANA


NIP.197504272003121005
Radang akut mengenai mukosa faring dan jaringan limfoid dinding faring.
Etiologi
Penyebab tersering adalah virus. Dapat juga oleh kuman S.Pyogenes.
Patofisiologi
Penularan secara droplet infection, atau melalui makanan dan minuman.
Dapat sebagai gejala permulaan dari penyakit lain misalnya: morbili,
influenza, pneumoni, parotitis, dsb. Seringkali bersama-sama dengan
penyakiut saluran nafas atas lainnya yakni:
Rhinitis akut, nasofaringitis, laryngitis, dsb.
Diagnosis banding
Tonsilitis akut
Penyulit
Bila daya tahan tubuh baik, jarang terjadi penyulit. Dapat terjadi penyebaran
ke bawah, misalnya: laryngitis, trakeitis, bronchitis, pnemoni, atau ke atas
melewati tuba Eustakhius menimbulkan otitis media akut.
Bila penyebabnya S.Pyogenes,dapat terjadi komplikasi seperti pada tonsilitis
akut.
Sebagai acuan/pedoman faringitis akut di UPTD Puskesmas Klungkung I
Pelayanan medis dilakukan oleh dokter umum
Diagnosis
1. Anamnesis:
- Tenggorok rasa kering dan panas, kemudian timbul nyeri menelan di
bagian tengah tenggorok;
- Demam, sakit kepala, malaise
2. Pemeriksaan:
- Mukosa faring tampak merah dan udim, terutama di daerah lateral
band.;
- Granula tampak lebih besar dan merah;
- Kadang-kadang didapati pembesaran kelenjar regional yang nyeri
tekan.
Terapi
- Istirahat;
- Analgesik/antipiretik;
- Tidak diperlukan antibiotik

UNIT TERKAIT

Dokter dan perawat di unit pengobatan