Anda di halaman 1dari 24

BUKU PENUNTUN PRAKTIKUM

PATOLOGI KLINIK
Blok Hematoimunologi

Nama

Npm

Kelompok

DITERBITKAN OLEH :

BAGIAN PATOLOGI KLINIK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

PRAKATA
DARI KEPALA BAGIAN PATOLOGI KLINIK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya Buku
Praktikum Patologi Klinik I ini yang merupakan buku tambahan yang sangat berharga bagi
pendidikan Ilmu Patologi Klinik khususnya, serta Ilmu Kedokteran pada umumnya.
Dalam rangka melengkapi kegiatan praktikum Patologi Klinik I, buku ini sangat berguna,
karena banyak mengurangi kegiatan tulis menulis selama praktikum, sehingga mahasiswa
mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan percobaan maupun pengamatan.
Akhirnya, saya sampaikan penghargaan dan selamat kepada Tim Penyusun buku ini, dan
ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penerbitan buku ini.

Bandar Lampung, Maret 2016


Kepala Bag. Patologi Klinik
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Dr. Agustyas Tjiptaningrum, Sp.PK


NIP. 197208292002122001

KATA PENGANTAR
Kita sama-sama menyadari, bahwa untuk melaksanakan kegiatan praktikum diperlukan
buku panduan, yang sifatnya praktis dan selalu mengikuti perkembangan ilmu yang
bersangkutan.
Buku Praktikum Patologi Klinik ini dibuat melalui perbaikan-perbaikan dan perubahan
dari diktat Penuntun Praktikum Patologi Klinik yang terdahulu. Kalau pada diktat terdahulu
masih banyak muatan-muatan teoritisnya, maka pada buku Praktikum Patologi Klinik ini, isi
lebih ditekankan pada pelaksanaan praktis dari praktikum tersebut. Selain itu, mahasiswa tidak
lagi memerlukan Buku Laporan Praktikum tersendiri, karena laporan praktikum langsung
dikerjakan pada buku ini.
Buku Praktikum Patologi Klinik

ini memuat tentang pemeriksaan laboratorium

sederhana, meliputi pemeriksaan urine, hematologi, dan cairan tubuh lainnya.


Kami sadari bahwa buku ini jauh dari sempurna, karena itu kami sangat mengharapkan
kritik dan saran guna menyempurnakan buku ini di kemudian hari.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu
penerbitan buku ini.

Bandar lampung, Maret 2016


Tim Penyusun

Dr. Agustyas Tjiptaningrum, Sp.,PK.


Dr. Putu Ristyaning Ayu. S, Sp.,PK
Dr. Oktafani
Dr. Fidha Rahmayani

PERATURAN DAN TATA TERTIB


PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK

1. Mahasiswa harus hadir 100 % dalam kegiatan praktikum sebagai prasyarat mengikuti ujian
praktikum. Kecuali sakit sampai dirawat yang dibuktikan dengan surat sakit dari RS yang
merawat atau alasan force majeur. Ketidakhadiran dilaporkan langsung ke Kepala
Laboratorium Patologi Klinik.
2. Mahasiswa harus hadir 10 menit sebelum praktikum dimulai, dan tidak dapat meninggalkan
ruangan waktu yang ditetapkan, kecuali atas izin asisten yang bertugas.
3. Sebelum praktikum akan diberikan tugas pendahuluan yang dikerjaan setiap anak dan
dikumpulkan paling lambat satu hari sebelum praktikum sebagai prasyarat mengikuti
4.
5.
6.
7.

praktikum.
Selama praktikum, mahasiswa diharuskan memakai jas praktikum yang bersih dan rapih.
Selama praktikum dilarang makan/minum, ribut-ribut dan merokok.
Setelah praktikum akan diadakan ujian tulis (posttest).
Bagi yang melanggar, tata tertib ini akan dikenakan sanksi.

Pokok bahasan

:1. Pemeriksaan kadar hemoglobin


2. Pemeriksaan hematokrit
3. Pemeriksaan laju endap darah

Tugas :

Tugas ini harus dikerjakan di selembar kertas folio bergaris, dengan tulisan tangan, dan
diserahkan sebelum praktikum.

Bagi mahasiswa yang tidak menyerahkan tugasnya, tidak diizinkan mengikuti praktikum

1. Sebutkan dan Jelaskan metode pemeriksaan kadar hemoglobin !


2. Sebutkan nilai normal dari pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan hematokrit, dan
pemeriksaan laju endap darah!
3. Jelaskan sumber kesalahn dari masing-masing pemeriksaan diatas!
2. Pemeriksaan kadar hemoglobin
Kadar hemoglobin dapat ditentukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Metoda Kolorimetri:
Metoda Tallqvist
Metoda Sahli
2. Metoda Fotometris (Sianmethemoglobin).
Pemeriksaan hemoglobin metoda Tallqvist.
Prinsip : membandingkan warna darah dengan warna standar pada buku skala.
Behan pemeriksaan : darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan EDTA
Alat-alat:
1. Buku skala Tallqvist
2. Blood lancet*
3. Kapas alkohol*
* : Bila bahan pemeriksaannya darah kapiler.
Cara kerja :
1. Teteskan darah pada kertas saring.
2. Bandingkan segera warna pada kertas dengan warna yang terdapat pada buku skala
Tallqvist.
3. Pembacaan pada skala yang sesuai menunjukkan persentase kadar hemoglobin.
4. Kadar 100% pada skala Tallqvist sesuai dengan 15.8 g Oksihemoglobin dalam 100 ml darah.

Keterangan:
1. Pemeriksaan hemoglobin dengan metoda Tallqvist ini hasilnya sangat kasar.
2. Keuntungannya:
mudah dilakukan, sehingga memungkinkan pemeriksaan Hb rutin di praktek sehari-hari.
3. Kerugiannya :
warna-warna pada buku skala tidak tahan lama (tidak stabil).
Pemeriksaan hemoglobin metoda Sahli
Prinsip :
Darah tambah asam (HCI 0,1 N) akan membentuk asam hematin yang berwarna coklat. Warna
coklat yang terbentuk dibandingkan dengan warna standar.
Bahan pemeriksaan :
Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan EDTA
Alat & reagens :
1. Hemoalobinometer Sahli.
2. HCI 0,1 N
3. Aqua dest.
Cara kerja:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Masukkan 5 tetes HCI 0.1 N ke dalam Tabung Sahli.


Isap 20 ul darah dengan Pipet Sahli, bersihkan darah yang menempel pada bagian luar pipet.
Masukkan darah tsb. dengan hati-hati ke dalam tabung Sahli yang sudah berisi HCI 0.1 N.
Bilas darah dalam pipet dengan menghisap dan mengeluarkan HCL 0,1 N beberapa kali.
Biarkan 4 menit agar hemoglobin berubah menjadi asam hematin.
Encerkan larutan dengan aqua dest tetes demi tetes, sambil dikocok tiap kali
menambahkan aquadest, sampai warna larutan sama dengan warna standar (pembanding).
7. Hasil harus dibaca dalam waktu 5 menit.
8. Tinggi bagian bawah meniskus menunjukkan kadar hemoglobin (g/dl).
Kerugian metoda ini :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kurang teliti, kesalahannya basar.


Warna asam hematin yang terbentuk tidak stabil
Warna standar dapat berubah dalam beberapa bulan.
Tabung yang dipakai tidak selalu sama isinya.
Kalibrasi pada tabung sangat rapat.
Jumlah darah yang dipakai sedikit sekali, sehingga kelebihan/kekurangan sedikit saja, sudah
menyebabkan kesalahan besar.

Syarat-syarat
1. Pada waktu menghisap darah dengan pipet Sahli. kolom darah tidak boleh berisi gelembunggelembung udara.
2. Pemeriksaan dilakukan dalam kamar yang terang/cahaya siang hari.

Pemeriksaan hemoglobin metoda Sianmethemoglobin.


Prinsip:
1. Hemoglobin (Fe ++) Akan dioksidasi oleh Kalium feri Sianida (Kalium Heksa Sianoferat)
menjadi methemoglobin (hemoglobin/Fe+++).
2. Hemiglobin dengan Kalium Sianida akan membentuk pigmen warna yang
stabil (Hemiglobin sianida), yang memberikan absorbansi maksimum pada panjang
gelombang 540 nm. Absorbansi ini sebanding dengan kadar hemoglobin yang diperiksa
(bahan pemeriksaan).
Bahan pemeriksaan:
Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan EDTA, Oksalat atau Sitrat.
Alat-alat:
1. Tabung Sahli berukuran 13 X 100 mm
2. Pipet Sahli/Pipet otomatis berukuran 20 ul.
3. Fotometer dengan absorbansi maksimal 540 nm. filter Hg 546 nm.
Reagensia :
Reagens Drabkins yang terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.

Kalium Sianida 0.1 mMol/I


Kalium Feri Sianida 0.6 mMol/I
Buffer fosfat (pH 7.2) 0.5 mMol/I
Natrium Chlorida 1.5 mMol/l
Detergent 0,05%

Semua bahan ini sudah dicampur dengan aquadest.


Reagens Drabkin stabil selama 4 bulan bila disimpan dalam botol coklat pada suhu kamar.
Reagens harus dibuang bila menjadi tidak Berwarna atau keruh.
Cara kerja :
1. Masukkan 5 ml larutan Drabkin ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan 20 ul darah, bilas pipet beberapa kali dengan larutan Drabkin sampai bersih,
kocok sampai kedua bahan tercampur homogen (bisa juga dengan menggunakan vortex
mixer).
3. Biarkan pada suhu kamar selama 3 menit.
4. Baca absorbansinya pada fotometer dengan panjang gelombang 540 nm, bandingkan
terhadap blanko reagens (reagens Drabkin 5 ml).
Perhitungan:
Kadar Hb (g/dl) =

Metoda

Absorbansi sampel
absorbansi blankoreagens

x 35,8

Kadar Hb (g/dl)

1. Tallqvist
Hb=.......g/dl

2. Sahli

Hb=.......g/dl

3. Sianmethemoglobin

Hb=.......g/dl

2A. Pemeriksaan hematokrit (Metoda Mikro)


Penetapan hematokrit (Packed Cell Volume = PCV) merupakan salah satu pemeriksaan
hematologi untuk mengetahui volume eritrosit dalam 100 ml darah, yang dinyatakan dalam %.
Nilai hematokrit ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya anemia, dan digunakan juga
untuk menghitung nilai eritrosit rata-rata. Penetapan nilai hematokrit dapat dilakukan dengan
cara makro atau cara mikro.
Pada cara makro, digunakan tabung Wintrobe yang mempunyai diameter dalam 2,5-3 mm,
panjang 110 mm, dengan Skala interyal I mm sepanjang 100 mm. Volume tabung ini adalah 1
ml.
Pada cara mikro digunakan tabung kapiler yang panjangnya 75 mm dan diameter dalam 1 mm.
Kapiler ini ada 2 jenis, ada yang dilapisi antikoagulan Na2EDTA- atau heparin di bagian
dalamnya dan ada yang tanpa antikoagulan. Tabung kapiler dengan antikoagulan dipakai apabila
menggunakan darah tanpa antikogulan, misalnya darah kapiler, sedangkan tabung tanpa
antikoagulan digunakan bila darahnya sudah diberi antikoagulan.
Bahan pemeriksaan:

Darah vena dengan antikoagulan EDTA atau heparin.


Cara mikro :
1. Isilah tabung kapiler dengan darah yang langsung mengalir, sampai kira-kira dua pertiga
tabung.
2. Salah satu ujung kapiler disumbat dengan creatoseal.
3. Letakkan tabung dalam lekukan radier sentrifus mikrohematokrit, dengan ujung yang
tertutup creatoseal jauh dari pusat sentrifus.
4. Sentrifus dengan kecepatan antara 11.000-15.000 rpm selama 5 menit.
5. Keluarkan tabung, kemudian baca dengan reading device.
6. Bila nilai hematokrit melebihi 50%, pemusingan ditambah 5 menit lagi.
Kesalahan yang mungkin terjadi :
1. Bila memakai darah kapiler, maka tetesan pertama harus dibuang, karena mengandung
cairan jaringan.
2. Penggunaan antikoagulan Na2EDTA > 1,5 mg/ml darah akan menyebabkan eritrosit
mengkerut, sehingga nilai hematokrit akan rendah.
3. Pemeriksaan ditunda lebih dari 6 jam, akan meningkatkan nilai hematokrit.
4. Bahan pemeriksaan tidak tercampur homogen, atau mengandung bekuan.
5. Tabung kapiler rusak karena suhu panas (tabung ini harus disimpan di lemari es).
6. Kecepatan dan lama pemusingan tidak sesuai.
7. Alat mikrosentrifus yang panas, karena terlalu lama dipakai, sehingga darah hemolisis.
8. Lapisan buffy coat turut terbaca, atau paralaks.
9. Bila tabung kapiler yang sudah diisi tidak segera diperiksa, terjadi penguapan plasma.
10. Salah baca.

Hasil Praktikum :

Nilai Hermatokrit =%
Kesimpulan :

2B. Pemeriksaan hematokrit (Metoda Makro)


Bahan pemeriksaan : 2 ml darah vena dengan antikoagulan EDTA.
Alat-alat :
1. Tabung Wintrobe
2. Pipet Pasteur
3. Sentrifus
Cara kerja :
1. Darah dicampur dengan antikoagulan sampai homogen.

2. Dengan menggunakan Pipet Pasteur darah dimasukkan ke dalam Tabung Wintrobe, hingga
mencapai garis, tanda 100, dimulai dari dasar tabung, dan hindari terjadinya gelembung
udara di dalam tabung.
3. Tabung yang telah berisi darah diputar selama 30 menit dengan kecepatan 3000 rpm.
4. Nilai hematokrit adalah tinggi kolom eritrosit yang dinyatakan dalam %
Hasil praktikum :

Nilai hematokrit =%
Kesimpulan

3. Pemeriksaan Laju Endapan Darah


Laju Endap Darah mengukur kecepatan pengendapan sel darah merah di dalam plasma.
Satuannya adalah mm/Jam. Cara pemeriksaan yang dianjurkan oleh International Committee for
Standardization in Hematology (ICSH) adalah Cara Westergren.
Bahan pemeriksaan : Darah vena
Alat

: 1. Pipet Westergren
2. Rak untuk pipet Westergren

Reagens
Cara kerja :

: Natrium Sitrat 1,109 M (antikoagulan)

Camper 1,6 ml darah vena dengan 0,4 ml Natrium sitrat 1,109 M (darah: antikoagulan =

4:1).
Isi pipet Westergren dengan campuran darah-antikoagulan, sampai tanda 0. Pipet harus

bersih dan kering.


Letakkan pipet pada rak. Perhatikan supaya posisinya betul-betul tegak lurus. Jauhkan dari

getaran dan cahaya matahari langsung. Diamkan pada suhu kamar selama 1 jam.
Setelah tepat 1 jam, baca hasilnya (batas plasma dan sel darah merah).

Hasil praktikum :
-

LED darah demonstrasi =..mm/jam


LED percobaan =..mm/jam

Kesimpulan :
-

LED darah demonstrasi : normal/meningkat.


LED darah percobaan : normal/meningkat.

Pokok bahasan

: 1. Waktu pendarahan
2. Waktu pembekuan

Tugas :

Tugas ini harus dikerjakan di selembar kertas folio bergaris, dengan tulisan tangan, dan

diserahkan sebelum praktikum.


Bagi mahasiswa yang tidak menyerahkan tugasnya, tidak diizinkan mengikuti praktikum.

1. Sebutkan 2 metoda pemeriksaan waktu perdarahan yang saudara ketahui.


2. Sebutkan 1 kelainan (penyakit) yang menyebabkan waktu perdarahan memanjang.
3. Apa tujuan pemeriksaan waktu pembekuan ?
1. Waktu perdarahan (Metoda Duke)

Tujuan :
Untuk menilai trombosit dan reaksi pembuluh darah terhadap luka, yaitu menilai kemampuan
dari pembuluh darah untuk membentuk sumbat trombosit yang efektjjf.
Alat-alat :
1.
2.
3.
4.

Blood lancet
Kapas alcohol
Kertas saring bulat
Stop watch

Cara kerja :
1. Bersihkan cuping (daun) telinga dengan kapas alkohol, biarkan kering.
2. Tusuk dengan blood lancet.
3. Tiga puluh detik kemudian sentuhkan darah yang menetes pada kertas saring bulat, lalu
kertas saring segera disingkirkan.
4. Demikian dilakukan setiap 30 detik sampai perdarahan berhenti.
Interpratasi :
Hitung jumlah tetesan yang ada di kertas saring dan dikalikan 30 detik.
Misalkan jumlah tetesan 5, maka waktu perdarahan adalah 5 X 30 detik = 2,5 menit.
Nilai normal : 1-3 me
Hasil praktikum

Jumlah tetesan darah =


Waktu perdarahan

Kesimpulan

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

2. Waktu pembekuan (metoda lee & white)


Prinsip :

Bila darah dikeluarkan dari pembuluh darah dan ditempatkan dalam tabung reaksi, maka akan
timbul pembekuan karena adanya kontak terhadap dinding gelas yang diikuti dengan reaksi
pembekuan biasa.
Tujuan :
Untuk mengetahui keadaan sistem pembekuan darah.
Bahan pemeriksaan : Darah vena () 4 ml
Alat-alat:
1.
2.
3.
4.
5.

Semprit plastik sekali pakai ukuran 5 ml.


Kapas alcohol
3 buah tabung reaksi
Rak tabung terendam dalam penangas air
Penangas air 37C

Cara kerja :
1. Dengan semprit plastik sekali pakai ukuran 5 ml, ambil darah vena sekitar 3,5 - 4 ml,
kemudian lepaskan jarum perlahan-lahan.
2. Masukkan darah sebanyak 1 ml ke dalam masing-masing tabung reaksi (Tabung 1, 2 dan 3),
dan catat waktu/nyalakan stop watch pada saat darah pertama kali menyentuh kaca tabung
reaksi 1.
3. Setelah 30 detik, angkat Tabung 1, miringkan dan lihat apakah darah masih bisa mengalir
(belum membeku). Demikian dilakukan setiap 30 detik sampai darah dalam tabung 1 tidak
dapat mengalir lagi (membeku).
4. Bila darah dalam tabung 1 sudah membeku, maka 30 detik berikutnya yang diangkat adalah
tabung 2, dan dilakukan hal yang sama setiap 30 detik, sampai darah dalam tabung 2
membeku.
5. Bila darah dalam tabung 2 sudah membeku, maka 30 detik berikutnya yang diangkat adalah
tabung 3, dan dilakukan hal yang sama setiap 30 detik, sampai darah dalam tabung 3
membeku.
Interpretasi :
Waktu pembekuan adalah waktu sejak darah pertama kali masuk ke Tabung 1 sampai dengan
darah pada Tabung 3 membeku.

Nilai normal

Hasil praktikum

Darah masuk tabung 1 jam .......................


Darah dalam tabung 3 membeku jam.......................
Waktu perdarahan .............menit
Kesimpulan

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

Pokok bahasan

: hitung sel-sel darah :


1. Hitung jumlah leukosit
2. Hitung jumlah eritrosit
3. Hitung jumlah trombosit

Tugas :

Tugas ini harus dikerjakan di selembar kertas folio bergaris, dengan tulisan tangan, dan
diserahkan sebelum praktikum.

Bagi mahasiswa yang tidak menyerahkan tugasnya, tidak diizinkan mengikuti praktikum.
1. Larutan pengencer apa yang dipakai untuk menghitung jumlah

leukosit ?

eritrosit ?

trombosit ?

2. Pipet apa yang dipakai untuk menghitung jumlah :

leukosit ?

eritrosit ?

3. Apa yang terjadi bila pada saat menghisap darah terdapat gelembung
udara ?
Pemeriksaan hitung sel darah, terutama leukosit dan trombosit banyak diminta di klinik. Hal ini
disebabkan oleh makin meningkatnya kebutuhan akan data tersebut dalam upaya membantu
membuat diagnosa.
Dengan meningkatnya permintaan pemeriksaan hitung sel darah, maka pemeriksaan hitung sel
cara manual tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan tersebut.Oleh karena itu dibuatlah alat hitung
sel otomatis. Dengan alat hitung sel otomatis, maka penghitungan sel menjadi lebih mudah, cepat
dan teliti, dibandingkan dengan cara, manual. Walaupun demikian, hitung sel cara manual masih
dipertahankan. Hal ini disebabkan hitung sel darah cara manual masih merupakan metoda
rujukan. Keuntungan lain ialah hitung sel cara manual dapat dilakukan di laboratoriumlaboratorium yang tidak ada aliran listrik. Disamping itu harga sebuah alat hitung sel otomatis
cukup mahal.
Pada tahun 1980 WHO menganjurkan hitung sel darah cara manual untuk hitung leukosit dan
trombosit saja, tidak dianjurkan lagi untuk hitung eritrosit. Pemeriksaan hitung sel darah yang
akan dilakukan pada praktikum kali ini adalah pemeriksaan dengan metoda manual.
Prinsip :
Darah diencerkan dengan suatu larutan tertentu. Jumlah sel darah dalam volume pengenceran
tersebut dihitung dengan menggunakan kamar hitung.

Peralatan :
1. Satu set Hemositometer , yang terdiri dari

Pipet Thoma leukosit : untuk hitung leukosit

Pipet Thoma eritrosit : untuk hitung eritrosit dan trombosit

Bilik Hitung Improved Neubauer.

2. Mikroskop cahaya
Reagens :
1. Untuk hitung leukosit :sebagai larutan pengencer adalah Larutan Turk (encer), yaitu larutan
asam asetat 2% ditambah gentian violet 1% sebanyak 1 ml, sehingga warnanya ungu muda.
Penambahan gentian violet bertujuan memberi warna pada inti dan granula leukosit. Larutan
ini memecah eritrosit dan trombosit, tetapi tidak memecah leukosit dan eritrosit muda
(berinti).

2. Untuk hitung eritrosit : sebagai larutan pengencer digunakan Larutan Hayem (Natrium
Sulfat 2,05 gram + Natrium Chlorida 0,50 gram + Mercuri Chlorida 0,25 gram + akuades 100
ml). Larutan ini bersifat isotonik terhadap eritrosit.
3. Untuk hitung trombosit : larutan pengencer yang dipakai adalah Larutan Ammonium Oksalat
1%. Larutan ini bersifat melisiskan eritrosit.
Bahan pemeriksaan: - darah kapiler, atau
- darah vena dengan antikogulan EDTA.
Cara kerja :
A. Membuat pengenceran
Untuk hitung leukosit :

Dengan mempergunakan Pipet Thoma Leukosit, isap darah sampai tanda 0,5, bersihkan sisa
darah pada bagian pinggir pipet dengan kertas tissue.

Kemudian isap larutan Turk secara perlahan-lahan sampai tanda 11.

Lepaskan karet penghisap, dan pegang pipet dengan jari telunjuk dan ibu jari (lihat gambar).

Kocok campuran darah-larutan Turk dalam pipet tersebut perlahan-lahan, dengan gerakan
membuat angka delapan, sebanyak 3 kali.

Pengenceran : jumlah seluruh cairan yang turut mengencerkan darah dibagi jumlah darah
yang dihisap, yaitu : 10: 0,5 = 20 kali

Untuk hitung eritrosit :

Dengan mempergunakan Pipet Thoma Eritrosit, isap darah sampai tanda 0,5, bersihkan sisa
darah pada bagian pinggir pipet dengan kertas tissue.

Kemudian isap larutan Hayem secara perlahan-lahan sampai tanda 101.

Lepaskan karet penghisap, dan pegang pipet dengan jari telunjuk dan ibu jari (Iihat gambar).

Kocok campuran darah-larutan Hayem dalam pipet tersebut perlahan-lahan, dengan gerakan
membuat angka delapan, sebanyak 3 kali.

Pengenceran : jumlah seluruh cairan yang turut mengencerkan darah dibagi jumlah darah
yang dihisap, yaitu : 100 : 0,5 = 200 kali

Untuk hitung trombosit

Dengan mempergunakan Pipet Thoma Eritrosit, isap darah sampai tanda 1,0, bersihkan sisa
darah pada bagian pinggir pipet dengan kertas tissue.

Kemudian isap larutan Ammonium Oksalat 1% secara perlahan-lahan sampai tanda 101.

Lepaskan karet penghisap, dan pegang pipet dengan jari tengah dan ibu jari (lihat gambar).

Kocok campuran darah-larutan Ammonium Oksalat dalam pipet tersebut perlahan-lahan,


dengan gerakan membuat angka delapan, sebanyak 3 menit

Pengenceran : jumlah seluruh cairan yang turut mengencerkan darah dibagi jumlah darah
yang dihisap, yaitu : 100 : 1 = 100 kali

B. Mengisi kamar hitung


1. Kamar hitung harus benar-benar dalam keadaan bersih dan kering.
2. Letakkan kaca penutup kamar hitung pada tempatnya (lihat gambar).
3. Buang 4 tetes pertama.
4. Isi kamar hitung, dengan menyentuhkan ujung pipet ke pinggir kaca penutup, sampai terlihat
cairan menutup seluruh sisi sebelah dalam bilik hitung. Pengisian kamar hitung harus diulang
bila terdapat hal-hal berikut

terlalu banyak cairan yang masuk, sehingga mengisi parit kamar hitung.

kamar hitung tidak sepenuhnya terisi

terdapat gelembung udara di dalam kamar hitung.

5. Untuk hitung leukosit, kamar hitung setelah diisi dibiarkan selama 3 menit, sedangkan
untuk hitung eritrosit kamar hitung dibiarkan selama 2 menit agar eritrosit mengendap,
tetapi tidak lebih lama dari 2 menit, sebab mengeringnya larutan pada tepi kamar hitung akan
menimbulkan arus yang dapat menyebabkan pergerakan eritrosit yang telah mengendap. Bila
penghitungan jumlah sel di dalam kamar hitung ditunda, sebaiknya kamar hitung dimasukkan
ke dalam cawan Petri yang berisi kapas atau kertas saring basah. Untuk hitung trombosit,
kamar hitung yang telah diisi, dimasukkan ke dalam cawan Petri tertutup yang telah berisi
kapas atau kertas saring basah dan dibiarkan selama 20 menit agar trombosit dalam kamar
hitung mengendap.
C. Menghitung jumlah sel
Kamar hitung Improved Neubauer :
Bidang hitungnya berukuran 3 mm X 3 mm, yang terbagi atas 9 Bidang Besar yang masingmasing berukuran 1 mm X 1 mm.
4 Bidang besar yang berada di sudut-sudut (Bidang 1, 2, 3, 4) masing-masing terbagi lagi atas 16
Bidang Sedang dengan ukuran masing-masing adalah 0,25 mm X 0,25 mm.

Bidang besar yang berada di tengah terbagi atas 25 bidang dengan ukuran masing-masing 0,2
mm X 0,2 mm (Bidang A, B, C, D dan E), dan bidang ini masing-masing terbagi lagi atas 16
Bidang kecil, yang masing-masing berukuran 0,05 mm X 0,05 mm.

Kamar hitung improved Neubaur


1. Letakkan kamar hitung dengan hati-hati di bawah mikroskop dalam keadaan rata air.
Turunkan kondensor atau kecilkan diafragma. Gunakanlah pembesaran kecil untuk mencari
daerah yang akan dihitung. Setelah itu penghitungan sel dilakukan dengan menggunakan sel
dilakukan dengan menggunakan lensa objektif 10 X dan lensa okuler 10 X untuk hitung
leukosit. Untuk hitung eritrosit dan trombosit digunakan pembesaran 10 X 40.
2. Untuk hitung leukosit : hitung semua leukosit yang ada pada ke 4 Bidang Besar , yang
masing-masing luasnya 1 mm2, yaitu bidang 1, bidang 2, bidang 3 dan bidang 4 (lihat
gambar), atau 4 X 16 = 64 Bidang sedang. Sehingga volume yang dihitung adalah luas bilik
yang dihitung X tinggi kamar hitung = 4 X 1 mm2 X 0,1 mm = 0,4 mm3 = 0,4 ul.
Untuk hitung eritrosit : hitung semua eritrosit yang ada pada bidang A, B, C, D dan E (sama
dengan 80 bidang kecil). Sehingga volume yang dihitung adalah luas bilik yang dihitung X
tinggi kamar hitung = 5 X 0,2 mm X 0,2 mm X 0,1 mm 0,02 mm3 = 0,02 ul.
3. Untuk hitung trombosit hitung semua trombosit yang ada pada bidang Besar yang di tengah
(sama dengan 25 bidang ukuran 0,2 mm X 0,2 mm. Sehingga volume yang dihitung adalah
luas bilik yang dihitung X tinggi kamar hitung = 1 mm2 X 0,1 mm = 0,01 mm3 = 0,01 ul.
Cara menghitung sel di dalam kamar hitung dapat dilihat pada gambar berikut.

Arah gerakan menghitung harus tetap, misalnya dimulai dari kotak kiri paling atas, kemudian ke
bawah, setelah paling bawah pindah ke sebelah kanan, terus ke atas, sampai kotak teratas pindah
ke kiri. Demikian seterusnya sampai seluruh kotak yang harus dihitung selesai dihitung.
Demikian juga dengan letak sel dalam kotak yang menyinggung garis. Sel yang menyinggung
garis batas sebelah kiri dan atas, harus dihitung, sedangkan sel yang menyinggung garis batas
sebelah bawah dan kanan tidak turut dihitung.

Cara menghitung sel di dalam bilik hitung

D. Penghitungan

Untuk leukosit
jml. leuko. dihitung
vol . yg . dihitung (ul) x faktor pengenceran

Jumlah leukosit yang dihitung

Jumlah leukosit yang dihitung misalkan

=N

Volume yang dihitung

= 0,4 ul

Faktor pengenceran

= perbandingan jumlah seluruh cairan dalam pipet Thoma leukosit

yang mengencerkan darah, dengan jumlah darah yang dihisap, yaitu 10:0,5=20.
Sehingga jumlah leukosit / ul =

N
0,4

x20

Jumlah leukosit/ul = 50 N

Untuk eritrosit
Jumlah eritrosit yang dihitung =

jml. eritro . dihitung


vol . yg . dihitung (ul)

Jumlah eritrosit yang dihitung misalkan

=N

Volume yang dihitung

= 0,02 ul

Faktor pengenceran

x faktor pengenceran

= perbandingan jumlah seluruh cairan dalam pipet Thoma eritrosit

yang mengencerkan darah, dengan jumlah darah yang dihisap, yaitu 100:0,5=200.

Sehingga jumlah eritrosit / ul =

N
0,02

x200

Jumlah eritrosit/ul = 10.000 N

Untuk trombosit

Jumlah trombosit yang dihitung =

jml. trombo . dihitung


vol. yg . dihitung (ul)

x faktor pengenceran

Jumlah trombosit yang dihitung misalkan

=N

Volume yang dihitung

= 0,01 ul

Faktor pengenceran

= perbandingan jumlah seluruh cairan dalam pipet Thoma

trombosit yang mengencerkan darah, dengan jumlah darah yang dihisap, yaitu 100:1=100.
Sehingga jumlah trombosit / ul =

N
0,1

x100

Jumlah trombosit/ul = 1000 N


Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Koreksi terhadap eritrosit berinti : bila di dalam sediaan hapus darah tepi terdapat eritrosit
berinti (normoblast) yang melebihi 10 dalam 100 leukosit, maka harus dilakukan koreksi
terhadap hitung leukosit. Hal ini disebabkan eritrosit berinti tidak hancur oleh larutan Turk
dan akan ikut terhitung sebagai leukosit.
Contoh : bila dalam sediaan hapus darah tepi terdapat 25 normoblast/100 leukosit, dan jumlah
leukosit 12.500/ul, maka :

jumlah leukosit yang sebenarnya adalah :

100
125

x 12.500 = 10.000/ul

2. Faktor pengenceran : bila jumlah sel sangat banyak, maka faktor pengenceran ditingkatkan,
sedang bila jumlah sel sangat sedikit, faktor pengenceran dikurangi.

Sumber kesalahan :
1. Alat : kesalahan pada alat yang digunakan dapat berasal dari :
volume yang tidak tepat karena pipet tidak dikaliberasi.
penggunaan kamar hitung yang kotor, basah dan tidak menggunakan kaca penutup
khusus.
2. Teknik : kesalahan teknik dapat berasal dari
Volume darah tidak tepat. Hal ini dapat disebabkan karena tidak menghapus kelebihan
darah yang ada di luar pipet atau sebagian darah ikut terhisap waktu menghapus

kelebihan darah di luar pipet, mungkin disebabkan karena tidak membilas bagian dalam

pipet.
Tidak terjadi pencampuran yang homogen waktu darah diencerkan dengan larutan

pengencer.
Mengisi kamar hitung secara tidak benar
3. Kesalahan inherent : disebabkan jumlah sel yang dihitung di dalam kamar hitung terlalu
sedikit. Sebaiknya jumlah sel yang dihitung minimal 100 untuk hitung leukosit dan 200
untuk hitung eritrosit.
Hasil praktikum
Hitung leukosit :

N=N-1 + N-2 + N-3 + N-4 + N-5


=.......+.......+........+........+......
Jumlah eritrosit/ul = 10.000 N
=...............
Kesimpulan :
............................................................................................................................................................
.............................................................................................
Hitung trombosit

Jumlah trombosit/ul = 1.000 N


= ............

Kesimpulan :
............................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................

Bandar lampung,..............................................2016
Tanda tangan & nama jelas
Asisten yang bertugas

(...................................)