Anda di halaman 1dari 4

Vaksin BCG

Imunisasi BCG : -.imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan


kekebalan aktif terhadap
penyakit TBC atau semacam serbuk kering
yang mengandung bakteri, yang sangat serupa
dengan
organismeyangmenyebabkanTB, tetapi sudah diubah sedemikian rupa
sehingga menimbulkan infeksi ringan hanya di tempat vaksinasi.
Frekuensi pemberian imunisasi BCG adalah 1 kali dan tidak perlu di ulang
(boster), karena vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang
dihasilkan tinggi terus
Tanda keberhasilan, adalah timbulnya indurasi (benjolan) kecil dan
eritema (merah) didaerah beks suntikan setelah 1 atau 2 minggu
kemudian yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi ulkus
(luka). tidak menimbulkan nyeri dan panas. luka ini akan sembuh sendiri
dan meninggalkan tanda parut.
Efek samping akibat pemberian imunisasi ini adalah timbulnya indurasi
dan kemerahan ditempat suntikan( setelah 1-2 minggu pemberian ) yang
berubah menjadi pustula kemudian pecah menjadi luka.Luka tersebut
tidak memerlukan pengobatan karena akan sembuh dengan sendirinya
dan meninggalkan parut. Terkadang juga ditemui pembesaran kelenjar
regional diketiak atau leher, terasa padat, tidak sakit dan tidak
menimbulkan demam.
Kontra indikasi imunisasi BCG : imunisasi BCG tidak dapat diberikan pada
anak yang berpenyakit TB atau menunjukan uji Mantoux positif.
imunisasi BCG pada bayi optimal diberikan pada umur 2 sampai 3 bulan.
Apabila vaksin ini diberikan setelah umur 3 bukan, maka perlu dilakukan
uji tuberculin. Jika tuberculin pra-BCG tidak dimungkinkan, maka BCG bisa
diberikan, akan tetapi harus dilakukan observasi dalam 7 hari. Jika ada
reaksi lokal cepat di tempat suntikan (accelerated local), maka perlu
dilakukan evaluasi lebih lanjut (diagnostic TB).
Tujuan atau manfaat imunisasi BCG (Basil Calmette Guerin) yaitu untuk
mencegah bayi atau anak terserang dari penyakit TBC yang berat,
seperti: meningitis TBC dan TBC milier. Ini dikarenakan bayi atau anak
masih rentan terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis penyebab penyakit
TBC, akibat adanya kontak dengan penderita TBC yang ada di sekitarnya,
seperti: orang tua, keluarga, pengasuh, dan lain sebagainya.
Cara pemberian dan dosis vaksin BCG adalah sebagai berikut :

Larutkan vaksin BCG dengan menggunakan alat suntik steril (ADS 5 ml)
sebelum digunakan.
Cara melarutkannya : untuk mencegah terhembusnya serbuk, maka
masukkan sediaan kedalam plastik khusus kemudian patahkan leher
ampul, lalu plastiknya di lepaskan secara perlahan.Tambahkan pelarut
kedalam ampul dengan spuit 5cc yg steril dan kering ( pelarut NaCl),
goyang perlahan hingga homogen.
Dosis yang digunakan pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun
adalah 0,05 ml, sedangkan untuk anak yang berusia diatas 1 tahun adalah
0,1 ml.
Penyuntikan dilakukan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas
( insertion musculus deltoideus) dengan menggunakan ADS 0,05 ml.
Penyuntikan dilakukan perlahan-lahan kearah permukaan ( sangat
superficial ) sehingga terbentuk lepuh
( wheal ) dengan diameter 8-10
mm.
Efek samping akibat pemberian imunisasi ini adalah timbulnya indurasi
dan kemerahan ditempat suntikan ( setelah 1-2 minggu pemberian ) yang
berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi luka. Luka tersebut
tidak memerlukan pengobatan karena akan sembuh dengan sendirinya
dan meninggalkan parut. Terkadang juga ditemui pembesaran kelenjar
regional diketiak atau leher, terasa padat, tidak sakit dan tidak
menimbulkan demam. Reaksi ini normal dann tidak perlu pengobatan

N
a
m
a
:
J
e
n
n
TUGA
y D
S
. I
BIOLO
T S
U
N GI
o S

: U
1 N
8
K
e
l
a

Oleh :

TA :
2015/
2016