Anda di halaman 1dari 17

Stratifikasi Sosial dalam Film

Tenggelamnya Kapal Van Der


Wijck

Kelompok 4

Gurellet
H0512
Alfian Arga
H05130
Danny Ardhika H05130
Nelvansyah S H0513100
Nur Ain Afrilia H0513106
Safuan Noor
H05131
Tri Sutrisno
H05131
Umi Maesaroh H05131

Tenggelamnya Kapal Van Der


Wijck

Novel Karya Buya Hamka


Zainuddin yang berdarah Bugis-Minang
menaruh hati pada seorang gadis jelita
bernama Hayati, namun kuatnya adat istiadat
minang menjadi aral yang menyebabkan
Zainuddin harus merelakan Hayati
dipersunting lelaki lain yang memiliki strata
sosial sepadan menurut adat setempat

stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang


menunjukkan adanya pembedaan dan/atau
pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas)
secara bertingkat.
Kriteria yang digunakan dapat berupa kriteria sosial,
ekonomi, dan politik. Kriteria sosial meliputi:
pendidikan, profesi atau pekerjaan, dan keturunan
atau keanggotaan dalam kasta dan kebangsawanan.
Kriteria ekonomi meliputi pendapatan/penghasilan
dan pemilikan/kekayaan. Kriteria politik meliputi
kekuasaan.

stratifikasi dalam

film
Pernikahan Zainuddin-Hayati ditentang karena
perbedaan status sosial

adat minangkabau

Matrilineal
(garis keturunan dirujuk pada ibu)

Zainuddin

Hayati

Aziz

Ibu
Bugis - Makassar

Ibu
Asli Minangkabau

Ibu
Asli Minangkabau

tatanan masyarakat
Minang

Suku

4 suku

nagari

Setiap suku dalam tradisi minang,


diurutkan dari garis keturunan yang sama
dari pihak ibu, dan diyakini berasal dari
satu keturunan nenek moyang yang sama


Zainuddin
Ibu
Bugis Makassar
Tidak memiliki
suku (dianggap
orang makassar)

Hayati

Aziz

Ibu
Asli Minangkabau

Ibu
Asli Minangkabau

Suku Minang

Suku Minang


stratifika
si

vertikal
keaslian

secara vertikal

Ninik
Mamak

Semua mamak-mamak rumah yang bergelar datuk dan


bertugas sebagai penghulu
Memiliki kuasa untuk mengatur anak kemenakannya
Dianggap setingkat apabila golongan cerdik pandai dan alim
ulama

Golongan yang harus patuh terhadap mamak-mamak mereka


di dalam pengaturan nagari
Merupakan semua anggota keluarga yang tidak menjabat
kemenaka sebagai penghulu atau mamak kepala waris kaum dan mamak
tunangai di rumah tangga
n

secara keaslian

Ur
an
g
as
a
(or
an
Kemenak
g
anas
tali
periuk
al)

Kemenakan tali
budi
Kemenakan tali ameh
Kemenakan bawah lutuik

Urang asa (orang asal)

Keluarga yang mula-mula datang dan


mendirikan desa di Minangkabau

Kamanakan tali periuk


Keturunan langsung dari keluarga urang asa

Kamanakan tali budi


Para pendatang tetapi kedudukan ekonomi
dan sosialnya sudah baik, sehingga sederajat
dengan keluarga urang asa


Kamanakan tali ameh
Pendatang baru yang kemudian mencari
hubungan dengan urang asa melalui
perkawinan, namun kemudian tidak
tergantung lagi dengan urang asa

Kamanakan bawah lutuik

Orang-orang yang hidupnya menghamba


kepada urang asa dan tergantung kepadanya


Zainuddin
Ibu : Bugis

Hayati
Ibu : Minangkabau

Aziz
Ibu : Minangkabau

Tidak berkedudukan Keluarga penghulu


adat

Bangsawan, pejabat
Belanda

Tidak memiliki harta Cukup berharta

Berharta

Tidak bersuku /
anak orang asing

Suku minang

Suku minang

adat
minang

Matrilineal
Kasta (diikat oleh kedudukan yang secara
tradisional ditetapkan)
Perkawinan endogam (sekasta)

Sistem
tertutu
p

(closed sosial stratification)


membatasi perpindahan
lapisan

ditentan
g

Pernikaha
n
Zainuddin
- Hayati

kesimpulan

Stratifikasi sosial dalam sebuah suku kerap kali


menjadi masalah dalam kehidupan
Stratifikasi menyebabkan adanya perbedaan
hak dan kewajiban terhadap seseorang
Namun, di sisi lain adanya stratifikasi untuk
mempertahankan aturan dan hukum-hukum
adat agar tidak berkurang keasliannya
Semuanya dikembalikan kepada penonton
bagaimana mengambil hikmah dari film-film
tersebut


terima kasih