Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAKSI

Yunica Riana Mangowal. Program Studi Akuntansi. Dibimbing oleh Bapak Herry C.
Hutabarat, SE., M.Si., Ak
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penyusunan dan pelaksanaan,
serta bagaimana memaksimalkan penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi untuk
tahun yang akan datang. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena penyerapan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Bekasi yang selalu menumpuk
diakhir tahun.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada Proses Penyusunan APBD Tahun 2013
dan 2014 Kota Bekasi mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan
terhadap prosedur yang ditentukan dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 dan
Permendagri Nomor 59 tahun 2007.
Namun, dilihat dari realisasi anggaran Kota Bekasi tahun 2013 dan 2014 secara
keseluruhan dapat dikatakan cukup baik. Pada tahun 2013 penyerapan anggaran pendapatan
tercapai 99.54% sebesar Rp2,962,609,186,288.21 dan tahun 2014 tercapai 97.51% sebesar
Rp3,480,363,127,728.55. Pada tahun 2013 penyerapan anggaran belanja tercapai 87.69%
sebesar

Rp

2,959,889,954,879.00

dan

tahun

2014

tercapai

78.97%

sebesar

Rp3,107,838,415,647.00.
Untuk memaksimalkan penyerapan anggaran Pemerintah Kota Bekasi perlu melakukan
perencanaan yang lebih baik dengan menggunakan instrumen penganggaran seperti analisis
standar belanja, dan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan yang terlibat dalam
penyusunan dan pelaksanaan anggaran.
Kata Kunci : Penyusunan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, Laporan Keuangan