Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu elemen dalam perusahan yang sangat penting adalah Sumber Daya Manusia
(SDM). Pengelolaan SDM dari suatu perusahaan sangat mempengaruhi banyak aspek penentu
keberhasilan kerja dari perusahaan tersebut. Jika SDM dapat diorganisir dengan baik, maka
diharapkan perusahaan dapat menjalankan semua proses usahanya dengan baik. Perencanaan
diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan
proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan
diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan
dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi
tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
Pengambilan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan
peranan penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan
menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang yang dapat dibuat manajer.
Dalam proses perencanaan, manajer memutuskan tujuan-tujuan organisasi yang akan dicapai,
sumber daya-sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakna setiap tugas
yang dibutuhkan. Seluruh proses peerenacanaan itu melibatkan manajer dalam serangkaian
situasi pembuatan keputusan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan
efektifitas rencana yang disusun.

Kelompok 1

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka kita dapat menyimpulkan beberapa rumusan masalah. Sebagai
berikut :
1. Apa pengertian dari perencanaan ?
2. Apa saja macam-macam perencanaan dan bagaimana proses pembuatan perencanaan ?
3. Apa pengertian dari pengambilan keputusan ?
4. Bagaimana proses pengambilan keputusan ?
C. Tujuan
1. Untuk mempelajari pengertian dari perencanaan dan pengambilan keputusan.
2. Untuk mempelajari tentang macam-macam perencanaan dan proses pembuatan rencana
yang baik.
3. Untuk mempelajari tentang proses pengambilan keputusan.

Kelompok 1

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perencanaan
Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan
organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh,
serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan
mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins
dan Coulter ,2002). Proses perencanaan atau planning adalah bagian dari daur kegiatan
manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making) untuk
masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan:
apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang
dimanajemeni maupun usaha-usahanya.
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaanpertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan
bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaankebijaksanaan serta program-program yang dilakukan. Rencana dapat berupa rencana informal
atau secara formal.Pada intinya, perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang
sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu
yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan
tertentu. Perencanaan yang baik adalah ketika apa yang dirumuskan ternyata dapat direalisasikan
dan mencapai tujuan.

Kelompok 1

B. Macam-Macam Perencanaan Dan Proses Pembuatan Perencanaan.


1.1.

Perencanaan mengandung beberapa arti antara lain:

Proses : Yaitu suatu konsep dasar yang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan akan
berjalan sesuai dengan tahap-tahap yang di tentukan.dalam hal ini kegiatan dalam
perencanaan dilakukan menurut proses yang berlaku.

Penetapan tujuan dan sasaran : Yaitu kegiatan merencanakan ke arah mana organisasi
dapat menetapkan tujuan nya secara khusus ataupun umum,tujuan jangka panjang
maupun tujuan jangka pendek.

Pemilihan tindakan : Yaitu organisasi harus mengoptimalkan pada beberapa tindakan


yang efektif ketimbang harus menggunakan semua tindakan yang kadang kala tidak
efektif

Mengakaji cara terbaik : Walaupun pilihan tindakan itu sudah dianggap baik namun bisa
saja tetap tidak efektif kalau dilakukan dengan cara kurang baik.sebaliknya,sesuatu yang
baik apabila dilakukan dengan cara yang baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang
efektif.

Tujuan : Hal ini menyangkut hasil akhir atau sasaran khusus yang diinginkan oleh
organisasi.keinginan itu bisa dinyatakan dalam suatu standar-standar yang berlaku baik
kualitatif maupun kuantitatif.

1.2.

Macam-Macam Perencanaan.
Macam-macam perencanaan dalam pengantar manajemen dibagi menjadi 2 yaitu :

Perencanaan organisasi.
Perencanaan ini terdiri dari:
1. Perencanaan strategis
Rencana strategis yaitu rencana yang dikembangkan untuk mencapai tujuan strategis.
Kelompok 1

Tepatnya, rencana strategis adalah rencana umum yang mendasari keputusan alokasi
sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan strategis.
2. Perencanaan taktis
Adalah rencana ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, dikembangkan untuk
mengimplementasikan bagian tertentu dari rencana strategis. Rencana strategis pada
umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan menegah dan jika dibandingkan
dengan rencana strategis, memiliki jangka waktu yang lebih singkat dan suatu fokus yang
lebih spesifik dan nyata.
3. Perencanaan operasional
Adalah rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana taktis untuk
mencapai tujuan operasional. Dikembangkan oleh manajer tingkat menegah dan tingkat
bawah, rencana operasional memiliki fokus jangka pendek dn lingkup yang relatif lebih
sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil
aktivitas. Kami menjelaskan perencanaan dengan lebih mendekati pada bagian
selanjutnya. Perencanaan operasional dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Rencana sekali pakai :
Dikembangkan untuk melaksanakan serangkaian tindakan yang mungkin tidak
berulang di masa mendatang.
- Program :
Rencana sekali pakai untuk seragkaian aktivitas yang besar
- Proyek :
Pencana sekali pakai untuk lingkup yang lebih sempit dan lebih tidak kompleks
b.

dibandingkan dengan program.


Rencana tetap :
Dikembangkan untuk aktivitas yang berulang secara teratur selama suatu periode
waktu tertentu
- Kebijakan :
Rencana tetap yang merinci respons umum organisasi terhadap suatu masalah atau
situasi tertentu.
- Prosedur operasi standar :
Rencana tetap yang menguraikan langkah-langkah yang harus diikuti dalam

Kelompok 1

c. situasi tertentu
- Aturan dan peraturan :
Rencana tetap yang mendeskripsikan dengan tepat bagaimana aktivitas tertentu
dilaksanakan

Kerangka Waktu Perencanaan


1. Rencana Jangka Panjang
Suatu rencana jangka panjang (long-range plan) rencna yang mempunyai jangka
waktu lebih dari 3 tahun.
2. Rencana jangka Pendek
Seorang manajer juga mengembangkan suatu rencana jangka pendek, yang memiliki
kerangka waktu satu tahun atau kurang. Rencana jangka pendek (short-range plan)
sangat mempengaruhi aktivitas seharihari manajer. Terdapat dua jenis rencana jangka
pendek. Rencana tindakan (action plan) merealisasikan semua jenis rencana. Ketika
sebuah pabrik Nissan siap untuk mengganti teknologinya, manajernya memusatkan
perhatian mereka pada penggantian peralatan yang ada dengan peralatan baru secepat
mungkin dan seefisien mungkin untuk meminimalkan hilangnya waktu produksi.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan rencana baik jangka pendek atau
menengah dan jangka panjang, antara lain:
Prediksi atau meramalkan kejadian yang mungkin akan terjadi.
Langkah kerja baik berupa menentukan tujuan ataupun mengumpulkan data-data statistik,

menyusun rencana alternatif dsb.


Langkah operasional yang akan ditempuh.
Aturan instruksional yang berfungsi sebagai guidance dan pengendali.
Perencanaan anggaran.
Program kerja dan time schedule.
Alat bantu dalam perencanaan

1.3.

Proses pembuatan rencana yang baik

Kelompok 1

Sebelum para manajer dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih


dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi.
Pada tahap perencanaan para manajer menentukan apa yang akan dikerjakan, kapan akan
mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan siapa yang akan mengerjakannya.
Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang tergantung pada
ukuran dan tujuan organisasi dan pada fungsi atau kegiatan khusus manajer. Organisasi yang
besar dan berskala internasional lebih menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang
daripada perusahaan lokal. Akan tetapi pada umumnya organisasi perlu mempertimbangkan
keseimbangan antara perencanaan jangka panjang maupun perencnaan jangka pendek. Karena
itu penting bagi para mnajer untuk mengerti peranan perencanaan secara keseluruhan.

Rencana yang baik harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang
menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan.

Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila
ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan
penyesuaian-penyesuaian saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun
keadaan lain dari yang direncanakan.

Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga
stabilitasnya setiap rencana harus ada dalam perimbangan.

Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan factor-faktor produksi
kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.

Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam
organisasi.

Kelompok 1

Proses pembuatan rencana meliputi:


1. Menetapkan tugas dan tujuan

Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa
ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai apa
yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.
2. Observasi dan analisa
Menentukan faktor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi)
bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana
yang digunakan.
2. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam
pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu,
misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain
sebagainya.
4. Membuat sintesa
Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara
mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang
ada mempunyai kelemahan-kelemahan.

Alasan Perlunya Perencanaan


Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang dipergunakan

untuk meningkatkan kemungkinan pencapain tujuantujuan di waktu yang akan datang, sehingga
dapat meningkatkan pengambilan keputusn yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan
Kelompok 1

organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya
bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan :
1. Untuk mencapai protective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.
2. Untuk mencapai positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan
organisasi
C. Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan
peran penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan
menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang yang dapat dibuat manajer.
Dalam proses perencanaan, manajer memutuskan tujuan-tujuan organisasi yang akan dicapai,
sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang
dibutuhkan. Seluruh proses perencanaan itu melibatkan manajer dalam serangkaian situasi
pembuatan keputusan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektifitas
rencana yang disusun.
Menurut para ahli :
-

G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan

yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh
kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk

pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.


Horold dan Cyril ODonnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan
adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari
perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan,

suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu
masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan
tindakan.

Kelompok 1

Secara umum pengambilan keputusan (decision making) menggambarkan proses melalui


bagaimana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu.
Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi.
Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau
kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyakanya alternatif yang tersedia. Semakin
banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan
yang diambil memiliki tingkat yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh
terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi.
Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana.
D. Proses Pengambilan Keputusan

Pemahaman dan perumusan masalah

Hal pertama yang harus dilakukan oleh manajer dalam pengambilan keputusan adalah
memahami masalah yang sedang dihadapi, dan peka terhadap masalah-masalah. Setelah masalah
telah dipahami dengan baik, selanjutnya menentukan bagian-bagian masalah yang harus
dipecahkan. Para manajer dapat mempermudah identifikasi masalah dengan cara sistematik
menguji hubungan sebab-akibat.

Pengumpulan dan analisa data yang relevan

Setelah manajer menentukan dan merumuskan masalah mereka harus mulai memutuskan
langkah-langkah selanjutnya. Manajer pertama kali harus menentukan data-data apa yang
dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat, dan kemudian mendapatkan informasi
tersebut.

Pengembangan alternatif-alternatif

Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kecendrungan untuk


membuat keputusan terlalu cepat dan membuat lebih mungkin pencapaian keputusan yang
efektif.

Evaluasi alternatif-alternatif

Setelah manajer mengembangkan alternatif-alternatif, mereka harus mengevaluasinya untuk


menilai efektifitas setiap alternatif. Efektifitas dapat diukur dengan dua kriteria : apakah

Kelompok 1

10

alternatif

tersebut

realistik

bila

dihubungkan

dengan

tujuan

dan

sumber

daya

organisasi/perusahaan, dan seberapa baik alternatif akan membantu pemecahan masalah.

Pemilihan alternatif terbaik

Tahap kelima pengambilan keputusan merupakan hasil evaluasi berbagai alternatif. Alternatif
terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi yang tesedia bagi manajer dan ketidak
sempurnaan kebijakan manajer.

Implementasi keputusan

Setelah alternatif terbaik dipilih, para manajer harus membuat rencana-rencana untuk mengatasi
berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan.
Implementasi keputusan menyangkut lebih dari sekedar pemberian perintah. Manajer harus
menetapkan anggaran atau jadwal rencana kegiatan, mengadakan dan mengalokasikan sumber
daya-sumber daya yang diperlukan, serta menugaskan tanggung jawab dan wewenang
pelaksanaan tugas-tugas tertentu.

Evaluasi hasil-hasil keputusan

Implementasi keputusan harus dimonitor terus menerus. Manajer harus mengevaluasi apakah
implementasi dilakukan dengan lancar dan keputusan memberikan hasil-hasil yang diinginkan.

Tipe-Tipe Keputusan
Pengambilan keputusan dapat disefinisikan sebagai penetuan serangkaian kegiatan untuk

mencapai hasil yang diinginkan. Pembuatan keputusan ini tidak hanya dilakukan oleh para
manajer puncak, tetapi juga para manajer menengah dan lini pertama. Setiap jabatan seseorang
dalam organisasi menyangkut berbagai derajat pembuatan keputusan, bahkan untuk pekerjaan
rutin sekalipun dan dalam macam organisasi apapun.
Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan situasi
yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan yaitu:
1. Keputusan terprogram (programmed decision)
Keputusan terprorgram adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau
prosedur. Keputusan ini rutin dan berulang-ulang. Setiap organisasi mepunyai kebijaksanaankebijaksanaan tertulis atau tidak tertulis yang memudahkan pembuatan keputusan dalam situasi
yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif. Sebagai contoh,
Kelompok 1

11

manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan baru, karena organisasi/perusahaan
pada umumnya sudah mempunyai skala gaji pada setiap posisi dalam perusahaan/organisasi.
Manajer juga tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena
prosedur-prosedur untuk menangani masalah-masalah rutin telah tersedia.
2. Keputusan tidak terprogram (non-programmed decision)
Keputusan tidak terprogram adalah keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah
khusus, khas atau tidak biasa dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi
penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis,
karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks. Bila
suatu masalah yang timbul tidak hanya cukup diliput oleh kebijaksanaan atau sangat penting dan
perlu penanganan khusus, maka harus diselesaikan dengan keputusan tidak terprogram.
Contohnya penanganan produk yang jatuh dipasaran, cara perbaika hubungan masyarakat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan


1. Komposisi kelompok.
Ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun komposisi kelompok.
-

Penerimaan tujuan umum; mempengaruhi kerjasama dan tukar informasi


Pembagian (divisibilitas) tugas kelompok; tidak semua tugas dapat dibagi
Komunikasi dan status struktur; biasanya yang osisinya tertinggi paling

mendominasi dalam kelompok


Ukuran kelompok; semakin besar kelompok semakin menyebar opini,

konsekuensinya adalah semakin lemah partisipasi individu dalam kelompok tersebut


2. Kesamaan anggota kelompok Keputusan kelompok akan cepat dan mudah dibuat bila
anggota kelompok sama satu dengan yang lain.
3. Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok. Seringkali keputusan yang dibuat
kelompok lebih ekstrim dibandingkan keputusan individu. Hal itu disebabkan karena
adanya perbadingan sosial. Tidak semua orang berada di atas rata-rata. Oleh karena itu
untuk mengimbanginya perlu dibuat keputusan yang jauh dari pendapat orang tersebut.

Model Pengambilan Keputusan


Kelompok 1

12

1. Model Pengambilan Keputusan dalam Keadaan Kepastian (Certainty).


Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) hanya mempunyai satu
hasil (pay off tunggal). Model ini disebut juga Model Kepastian/ Deterministik.
2. Model Pengambilan Keputusan dalam kondisi Berisiko (Risk). Menggambarkan
bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah kemungkinan
hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya dapat diperhitungakan
atau dapat diketahui. Model Keputusan dengan Risiko ini disebut juga Model
Stokastik.
3. Model Pengambilan Keputusan dengan Ketidakpastian (Uncertainty).
Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah
kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya tidak
dapat diketahui/ditentukan. Model Keputusan dengan kondisi seperti ini adalah situasi
yang paling sulit untuk pengambilan keputusan.

BAB III
PENUTUP

Kelompok 1

13

A. Kesimpulan
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa
( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang
berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuantujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan. Macam-macam
perencanaan dalam pengantar manajemen dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Perencanaan organisasi. Perencanaan ini terdiri dari:
Perencanaan strategis, Perencanaan taktis dan Perencanaan operasional
2. Kerangka Waktu Perencanaan. Perencanaan ini terdiri dari : Rencana Jangka Panjang dan
Rencana jangka Pendek

Rencana yang baik harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang
menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan.

Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila
ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan
penyesuaian-penyesuaian saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun
keadaan lain dari yang direncanakan.

Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga
stabilitasnya setiap rencana harus ada dalam perimbangan.

Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan factor-faktor produksi
kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.

Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam
organisasi.

Kelompok 1

14

Proses pembuatan rencana meliputi:


1. Menetapkan tugas dan tujuan
2. Observasi dan analisa
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
4. Membuat sintesa
Alasan Perlunya Perencanaan
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan :
Untuk mencapai protective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan. Untuk mencapai positive benefits dalam
bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi
Pengambilan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan

peran penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Secara umum
pengambilan keputusan (decision making) menggambarkan proses melalui bagaimana
serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Pengambilan
keputusan merupakan hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil
keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan
mengambil keputusan tergantung pada banyakanya alternatif yang tersedia. Semakin banyak
alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang
diambil memiliki tingkat yang berbeda-beda.

Proses Pengambilan Keputusan


Pemahaman dan perumusan masalah
Pengumpulan dan analisa data yang relevan
Pengembangan alternatif-alternatif
Evaluasi alternatif-alternatif
Pemilihan alternatif terbaik
Implementasi keputusan
Evaluasi hasil-hasil keputusan

Tipe-Tipe Keputusan
Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan
situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan
yaitu: Keputusan terprogram (programmed decision) dan Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)

Kelompok 1

15

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan


Komposisi kelompok.
Kesamaan anggota kelompok Keputusan kelompok akan cepat dan mudah dibuat bila

anggota kelompok sama satu dengan yang lain.


Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok.

Model Pengambilan Keputusan


1. Model Pengambilan Keputusan dalam Keadaan Kepastian (Certainty). Model ini disebut
juga Model Kepastian/ Deterministik.
2. Model Pengambilan Keputusan dalam kondisi Berisiko (Risk). Model Keputusan dengan
Risiko ini disebut juga Model Stokastik.
3. Model Pengambilan Keputusan dengan Ketidakpastian (Uncertainty). Model Keputusan
dengan kondisi seperti ini adalah situasi yang paling sulit untuk pengambilan keputusan.

B. Saran
Dengan adanya proses perencanaan dan pengambilan keputusan dan kita juga cara yang
baik dalam proses pembuatan perencanaan dan juga pengambilan keputusan seharusnya kita
bisa lebih baik dalam bertindak sehingga kita bisa mencapai hasil yang maksimal dan bisa
lebih terarah dan terorganisasi dengan baik dalam berbagai hal. Oleh karena itu peran
perancanaan dalam proses pengambilan keputusan sangat diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA
https://agilbox.wordpress.com/2015/01/16/proses-perencanaan-dan-pembuatankeputusan/
http://hasnah921.blogspot.co.id/2015/09/pembuatan-keputusan-manajemen.html?
m=1

http://killuaredha.heck.in/perencanaan-dan-pengambilan-keputusan.xhtml
Kelompok 1

16

Kelompok 1

17