Anda di halaman 1dari 264

KOMPENDIUMBIDANGHUKUMINVESTASI

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL KEMENTERIAN


HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI JAKARTA, 2011

KOMPENDIUMBIDANGHUKUMINVESTASI

KompendiumBidangHukumInvestasi

DikerjakanOlehTimKompendiumDibawah
Pimpinan

Prof.Dr.I.B.R.Supancana,S.H.,M.H.

Editor

TanaMantiri,S.H.,M.H.

TerbitTahun2011

DiterbitkanOleh

BadanPembinaanHukumNasional

KementerianHukumdanHakAsasiManusiaRI
JalanMayjenSutoyoCililitan

Telepon(021)8091908,8002192Faksimile(021)
80871742

JakartaTimur1360

KATAPENGANTAR

Keterbukaanekonominegaraterhadaparusinvestasiasingkesuatu
negarabukanhanyamerupakankebutuhansuatunegarauntukikut
berpartisipasidalamekonomiglobal,tetapijugamenjadikeharusansuatu
negarauntukberpartisipasidalamekonomiglobal,dalamrangka
menumbuhkembangkansumbersumberekonominyadarisumberdaya
asing.

MenarikinvestasiasingkeIndonesiatentunyaharusdibarengidengan
prakondisiikliminvestasiyangproterhadapinvestorsehinggamerasa
nyamandanyakinbahwainvestasiyangmerekatanamakan
menguntungkan.Ikliminvestasiyangbaikakanmemberikankepastian
daninsentifkepadaduniausahauntukmelakukaninvestasiyang
produktif,menciptakanlapangankerjadanmemperluaskegiatanusaha.

Salahsatusisiyangharusdibenahidalamupayauntukmenarikinvestasi
langsungkeIndonesiaadalahperubahandanharmonisasiperaturan
perundangundangandibidanginvestasibaikpusatdandaerah.Undang
UndangNomor25Tahun2007tentangPenanamanModal,yangsaatini
berlakudalampelaksanaannyabanyakdihambatolehperaturandaerah
dankarenanyaperaturanpusatdenganperaturandaerahharus
diselaraskandenganisuisuyangberkaitandenganperkembangan
investasidiIndonesia.Berdasarkanhaltersebutdiatas,Badan

PembinaanHukumNasionalmelakukankegiatanPenyusunan
KompediumBidangInvestasiyangmembuatsuatudoktrinberdasarkan
hasilhasilpendapatdaripraktisiataulembagayangkompetendibidang
masalahinvestasimenjadipeganganbagiregulatoruntukmembuat
regulasidankebijakan,memadupraktisidalamhalpenyelesaian
persengketaaninvestasi.

Penerbitankompediuminiselainuntukmenambahkhazanahinformasi
hukuminvestasijugauntukmendapatumpanbalikdarimasyarakat
berupapemikiranpemikiranyangbergunadalampembinaanhukum
investasidiIndonesia.

Akhirnyakamiucapkanterimakasihkepadatimyangdipimpinoleh
Prof.Dr.I.B.R.Supancana,S.H.,M.H.,yangtelahdengantulusikhlas
memberikanwaktu,tenagadanpemikirannyasehinggabukuinibisa
diterbitkan.

Jakarta,Juli2011

KepalaBadanPembinaanHukumNasional

Dr.WiciptoSetiadi,S.H.,M.H.

vi

DAFTARISI

Halaman

KATAPENGANTAR v

DAFTARISI vii

BABIPENDAHULUAN

A.LatarBelakang

B.TujuandanKegunaan

11

BABIITERMINOLOGI,BATASANDANRUANGLINGKUP

PENANAMANMODAL

13

A.TerminologidanDefinisi

13

B.KegiatanInvestasiLangsung 14

C.KegiatanPenanamanModalTidakLangsung 24

D.KegiatanInvestasiLangsungYangBerasalDari

KegiatanInvestasiTidakLangsung

26

E.FaktorFaktorYangMenjadiPertimbanganUntuk

MelakukanKegiatanInvestasi 27

F.InvestasiOlehNegara.

34

G.InvestasiOlehSubjekHukumBukanNegara

H.InvestasiAsing.

36

I.InvestasiDalamNegeri

39

36

BABIIIPERMASALAHANDALAMKEGIATANINVESTASI
41

A.FaktorFaktorYangMenghambatKegiatanInvestasi 41

B.FaktorFaktorYangMemperkuatKegiatanInvestasi 47

C.JaminandanPerlindunganInvestasi 50

D.InsentifBagiKegiatanInvestasi

E.PerjanjianInvestasi 53

F.KontrakInvestasi

56

G.RisikoInvestasi

57

H.PerlindunganHAKI 64

vii

52

I.Birokrasi

71

J.Ketenagakerjaan

73

K.KepastianHukum

74

L.Perizinan

75

M.Pertanahan 76

N.PenyelesaianSengketaInvestasi(Vertikal/Horizontal

Nasioanal/Transnasional)

77

BABIVREGULASIINVESTASI

85

A.RegulasiNasionalYangKhususMengaturKegiatan

Investasi

85

B.RegulasiNasionalLainYangTerkaitDenganKegiatan

Investasi

86

C.PerjanjianMultilateraldiBidangInvestasi

92

D.PerjanjianRegionaldiBidangInvestasi

200

E.PerjanjianBilateraldiBidangInvestasi

200

PerjanjianInternasionalLainnyaYangTerkaitDengan

MasalahInvestasi

202

H.KetentuanKetentuanSoftLawsYangTerkaitDengan

Investasi

204

I.ReformasiRegulasiGunaPerbaikanIklimInvestasi206

RegulasiInvestasiYangMampuMengakomodir

KebutuhanSekarangdanMasaMendatang

BABVPENUTUP.

209

A.Kesimpulan 209

B.Rekomendasi

210

DAFTARPUSTAKA 211

viii

208

BABI

PENDAHULUAN

A.

LatarBelakang

Investasibagisuatunegaramerupakansuatukeharusanataukeniscayaan,
karenainvestasimerupakansalahsatumotorpenggerakrodaperekonomian
agarsuatunegaradapatmendorongpertumbuhanekonominyaselarasdengan
tuntutanperkembanganmasyarakatnya.Investasidisuatunegaraakandapat
berlangsungdenganbaikdanbermanfaatbaginegaradanrakyatnya,
manakalanegaramampumenetapkankebijakaninvestasisesuaidengan
amanahkonstitusinya.Secarakonsep,investasimerupakankegiatan
mengalokasikanataumenanamkansumberdayasaatini(sekarang,present)
denganharapanmendapatkanmanfaatataukeuntungandikemudianhari
(future).Investasiadalahpadanandaripenanamanmodalyangmerupakan
terjemahandariistilahinvestment.1Investasidiartikansebagaikegiatan
pemanfaatandanayangdimilikidenganmenanamkannyakeusaha/proyek
yangproduktifbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung,denganharapan
selainmendapatkanpengembalianmodaldikemudianhari,tentunyapemilik
modaljugaakanmendapatkansejumlahkeuntungandaripenanamanmodal
dimaksud.

UUNo.25Tahun2007tentangPenanamanModalmemberikan
pengertianPenanamanModalsebagai:

Kegiatanmenanammodal,baikolehpenanammodaldalamnegeri
maupunpenanammodalasinguntukmelakukankegiatanusahadi
wilayahRepublikIndonesia.2

Investasiyangberjalanbaikakanmemberikannilaitambahbagi
kehidupannegaradanrakyatIndonesia.Pertumbuhanekonomiakan

Lihat : John M. Echols & Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia Pustaka

Utama, Jakarta 1996 , hlm, 330.


Lihat : UU No. 25 Tahun 2007, Pasal 1 angka 1.

tumbuhsesuaidenganekspektasibersamajikaditopangdenganinvestasi
yangkuat.Tanpaadainvestasiyangsignifikanbaikinvestasilangsung
(directinvestment)maupuninvestasitidaklangsung(indirectinvest
ment),makapertumbuhanekonomiyangoptimalhanyalahutopiabelaka.
Indonesiamemerlukanmodalasingkarena:

a.Untukmenyediakanlapangankerja;

b.

Melaksanakansubstitusiimportuntukmeningkatkandevisa;

c.Mendorongeksporuntukmendapatkandevisa;

d.

Membangundaerahdaerahtertinggaldansaranaprasarana;

e.Untukindustrialisasiataualihteknologi.

Adapunsyaratsyaratuntukmenarikmodalasingadalah:

a.Syaratkeuntunganekonomi(economicopportunity)

Yaituadanyakesempatanekonomibagiinvestor,sepertidekatdengan
sumberdayaalam,tersedianyabahanbaku,tersedianyalokasiuntuk
mendirikanpabrik,tersedianyatenagakerjadanpasaryangprospektif.

SyaratKepastianHukum(legalcertainity)

Pemerintahharusmampumenegakkanhukumdanmemberikanjaminan
keamanan.Penerapanperaturandankebijakan,terutamakonsistensi
penegakanhukumdankeamanansertamemperbaikisistemperadilandan
hukummerupakansuatusyaratyangsangatpentingdalamrangka
menarikinvestor.

c.Syaratstabilitaspolitik(politicalstability)

Penanamanmodalasingpadasuatunegarasangatdipengaruhiolehfaktor
stabilitaspolitik(politicalstability).Konflikyangterjadidiantaraelit
politikataudalammasyaratkatakanberpengaruhterhadapiklim
penanamanmodal.Selainitu,belummantapnyakondisisosialpolitik
mempunyaipengaruhyangsangatsignifikanterhadaparuspenanaman
modal.

NegaraIndonesiamemilikisumberdayaalamyangmelimpahnamunoleh
parapembuatkebijakandibidanginvestasidipandangbahwapelakuusaha
nasionalbelummemilikikapasitasyangcukupdalammengelola

kekayaanalamyangmasihberbentukpotensidanterpendamdibumi
Indonesiasecaramaksimal,olehkarenanyapemerintahmemberikan
kesempatankepadaperusahaanperusahaanasinguntukikutserta
mengeloladanberinvestasidiIndonesia.BagiIndonesia,kegiatan
investasilangsung,baikyangberbentukinvestasilangsungasing(foreign
directinvestment)maupuninvestasilangsungdalamnegeri(penanaman
modaldalamnegeri)mempunyaikontribusisecaralangsungbagi
pembangunan.Investasilangsungterutamainvestasiasingakansemakin
mendorongpertumbuhanekonomi,alihteknologidanpengetahuan,serta
penciptaanlapangankerjabaruuntukmengurangiangkapengangguran
sertamampumeningkatkandayabelimasyarakat.

Dimasaekonomiglobalsaatini,keterbukaanekonomisuatunegaraadalahsuatu
keharusan.Keterbukaanekonominegaraterhadaparusinvestasiasingkesuatu
negarabukanhanyamerupakankebutuhansuatunegarauntukikutberpartisipasi
dalamekonomiglobal,tapijugamenjadikeharusansuatunegaradalamrangka
memenuhikelangkaansumbersumberekonomidinegaranyaagardapatsegera
terpenuhidenganadanyaperandarisumberdayaasing.Kebutuhaninvestasi
Indonesiaselepas2010diperkirakanmencapaiRp2.900triliunpertahun.Untuk
memenuhikebutuhaninvestasitersebut,Rp400triliundiantaranyabisaberasal
dariperbankandanRp500triliunharusdidatangkandariluarnegeri.Dan,untuk
mendorongpertumbuhanekonomidibutuhkaninvestasilangsung.Palingtidak
dibutuhkanUS$10miliarinvestasilangsung.3Daritargetinvestasitahun2010
sebesarRp2.900triliun17%akanditopangolehAnggaranPendapatanBelanja
Negara(APBN)2010.SelainitudiharapkanpulaBUMNBUMNdapat
memberikankontribusinyamelaluibelanjamodal(capitalexpenditure)untuk
menopanginvestasiditahun2010.4Apabiladibandingkandenganduatahun
yanglalu,padatahun2007pemerintahmemerlukaninvestasiRp958triliun.
Tapi,hanyaRp120triliunyangmampudisediakanpemerintah,baikpusat
maupundaerah.Melihatkenyataanyangada,tenturasawaswasmasih
menyelimutikita.Berbagaiupayayangdilakukanpemerintahterasabelum
maksimal.Ruangnyamanyangdisediakanpemerintahuntukinvestasiterasa
belum

Lihat : Faisal Basri (Ekonom Universitas Indonesia) dalam Kontan Online, Kamis, 10
Desember 2009, Diakses dari http://www.kontan.co.id/

Lihat: Hatta Radjasa dalam Harian Sinar Indonesia Baru, 17 Desember 2009, diakses dari
http://hariansib.com/

banyakdiminatiparainvestor.Peraturanyangdibuatsebagaijalantengah
bertemunyaantaragairahuntukberinvestasidariasingmaupundalamnegeri
denganhasratpemerintahterhadapmasuknyainvestasiterasamasihlengang.

Untukmengundanginvestasiasingyangpotensialkesuatunegaratentunya
harusdibarengidengansuasanadanikliminvestasiyangproterhadap
investoratauyangmenariksehinggainvestormerasaamandanyakinbahwa
investasiyangmerekatanamakanmenguntungkan.5Olehkarenaituupaya
untukmendoronginvestasilangsungdiIndonesiamerupakansuatu
keharusan.Denganterusmeningkatnyainvestasipertumbuhanekonomi
dapatterusmeningkatdandiharapkanakandapatmenciptakanlapangan
kerja,mengurangipenganggurandanmampumengentaskankemiskinan.
Investasilangsunghanyaakanmeningkatapabilaterciptaikliminvestasi
langsungyangkondusifdansehatsertameningkatnyadayasaingIndonesia
sebagaitujuaninvestasilangsung.Ikliminvestasiyangbaikakan
memberikankesempatandaninsentifkepadaduniausahauntukmelakukan
investasiyangproduktif,menciptakanlapangankerjadanmemperluas
kegiatanusaha.Hinggasaatinimemperbaikiikliminvestasiadalahmasalah
kritikalyangdihadapipemerintahdinegaraberkembang.Ikliminvestasi
yangbaikmembutuhkandukunganberbagaisektor.Beberapamasalahyang
dihadapipemerintahdalammenciptakanikliminvestasiyangbaikadalah
kemungkinanterjadinyabenturanantarakepentinganduniausahadan
kepentinganmasyarakat.Duniausahaadalahpenciptautamakemakmuran,
olehsebabituikliminvestasiharusdiciptakansesuaidengankepentingan
mereka.Disisilainikliminvestasiyangbaikseharusnyaditujukanuntuk
kepentinganmasyarakatsecarakeseluruhanbukanhanyakepentingandunia
usaha.Kepentinganduniausahadankepentinganmasyarakatiniseringkali
berbeda.Seringjugayangterjadiadalahperbedaanpreferensidanprioritas
antaraduniausahadanmasyarakat,jugadiantarasesamaduniausaha.Dalam
halinilahpemerintahdiharapkandapatmengatasibenturankepentingan
tersebut.

Para investor tentunya mau menanamkan investasinya di negeri ini bukan secara cumacuma. Orang barat bilang there is no such thing as free lunch. Maka harus ada
tegenprestatie (prestasi balik) yang diberikan oleh negeri ini kepada para inves-tor tersebut.
Salah satu hal penting yang menjadi ukuran dari para investor untuk terstimulus
menanamkan investasinya di negeri ini adalah adanya regulasi yang sistematik terhadap
bidang investasi serta terdapatnya kepastian hukum bagi mereka.

Untukmemenuhikebutuhanpengusahasertadalamrangkamenciptakan
ikliminvestasiyangkondusifdanmenarikparainvestorasingpemerintah
sudahmemberikanberagamfasilitasyangdiberikanmelaluiUUPenanaman
ModalAsing(PMA),antaralain(i)fasilitaspengesampinganbeamasukbagi
barangmodalyangsesuaidenganusulankegiataninvestasi,(ii)taxholiday
dalampajakpenghasilanselamabelumtibamasaproduksikomersial,(iii)
kepastianrepatriasisegalakeuntunganataudevidenkenegaraasalnyasetiap
saat.Namunselainpemberianfasilitas,adapulakebijakanpembatasanusaha
bagipelakuusahaasingmisalnya(i)adanyaDaftarNegatifInvestasi(DNI) 6
yangsecaraberkaladireview,(ii)kewajibandivestasi,7(iii)kewajibanuntuk
membangunkemitraandenganusahakecil&menengah(KemitraanUKM), 8
(iv)kewajibanmemprioritaskanlocalcontent(prioritasLocalcontent).
Kebijakanmengenaiaturanaturandiatassudahdiselenggarakansejaklama,
akantetapimasihmenjadiaturandiataskertasdapatsajadansering
menyimpangpadaimplementasinya,atautidakberfungsisebagaimanatelah
didisainsejakawal.

Bebanuntukmenciptakanikliminvestasiyangkondusifdansehat
kiranyabukanhanyamenjadibebanpemerintah,tetapiseluruhkomponen
bangsa,termasukkalanganduniausahadanmasyarakatumum.
Sebagaimanatergambardiatasbahwaikliminvestasiyangkondusif
sangatmempengaruhiinvestor,terutamaasingdalam

Daftar negatif investasi (DNI) adalah suatu daftar yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) tentang bidang usaha apa saja yang terbuka sepenuhnya bagi
investor asing, terbuka dengan persyaratan persentase saham tertentu dikuasai oleh mitra
lokal, atau tertutup sama sekali. DNI berfungsi sebagai kran tutup, setengah buka atau
terbuka penuh untuk memastikan adanya keseimbangan tertentu yang hendak dipelihara
oleh BKPM, yaitu disatu sisi kepentingan swasta nasional akan pemerataan ekonomi dan di
pihak lain kepentingan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Divestasi adalah kewajiban untuk mengurangi persentasi kepemilikan investor asing di PT


PMA setelah kurun waktu tertentu, dan sekaligus meningkatkan persentasi kepemilikan
investor lokal di PT PMA tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perlahan-

lahan pemegang saham lokal dapat berangsur-angsur memiliki peran dan kewenangan
serta tanggung jawab yang membesar sejalan dengan waktu, serta juga supaya ada proses
alih teknologi dari investor asing ke investor lokal.

Kemitraan dengan UKM dimaksudkan agar pihak PT PMA dapat membagi peran dalam
kegiatn usahanya dengan pengusaha kecil dan menengah dan pada saat yang sama
pengusaha UKM memiliki kesempatan untuk membangun jaringan kemitraan dan belajar
menjalankan usaha secara mandiri dengan pihak asing, sehingga semangat kewirausahaan
pengusaha lokal dapat dibangun.

menanamkanmodalnya,namunhinggasaatinimasihbanyak
penghambatnya.Salahsatuyangmengemukanadalahmasalahregulasi,
masalahkepastiandanpenegakanhukum,masihbanyakperaturanyang
bersifatabuabudantidakkonsisten,peraturanyangberlakuhariinibisa
berbedauntukhariberikutnyatergantungkepadasiapayangmelayani,
sehinggaterkesanbahwaperaturanyangberlakuadalahoknumyang
melayani.

SemenjakotonomidaerahdicanangkandenganUndangUndangNomor
22Tahun1999tentangPemerintahDaerahdanUndangUndangNomor
25Tahun1999tentangPerimbangankeuanganantaraPusatdanDaerah
yangkemudiandiubahdenganUndangUndangNomor32Tahun2004,
danUndangUndangNo.33Tahun2004.IklimregulasidiIndonesia
mengalamiperubahanbesardimanapemerintahpusatmemberikan
kewenanganyangluaskepadakabupatendankotauntukmengaturdan
mengadministrasikanperdagangandanindustri.KarenaituPemdaberhak
mengenakanregulasidanperizinanusaha.Haltersebutbagusuntuk
mengembangkanprakarsasertakreativitasdanpemberdayaanmasyarakat
daerahasalkandiberengidenganpengelolaanyangoptimaldanbukan
hanyabertujuanuntukmenambahpemasukankasdaerahsemata.Karena
terkesanmalahterjadiinvestasibiayatinggiapabilainvestorharus
dibebaniuntukmembayarpajakatauperizinanditingkatpusatdan
daerah.Tumpangtindihperaturanpusatdandaerah,yangtidakhanya
menghambatarusbarangdanjasatapijugamenciptakaniklimbisnis
yangtidaksehat,perludieliminasi.Prioritasperludiberikanpada
sinkronisasidanharmonisasiberbagaiperaturandaerahdanpusat. 9

Karena itu, untuk segera menciptakan kondisi kondusif bagi investasi, diperlukan langkah
seperti mempercepat waktu yang diperlukan untuk mengurus izin. Seperti diketahui, kita
menempati urutan terbawah untuk kategori waktu yang diperlukan mengurus perizinan bagi
para calon investor. Sementara negara-negara di ASEAN berusaha memperpendek waktu
yang diperlukan untuk keperluan yang sama. Di sini ternyata komitmen pemerintah untuk
memberikan ruang dan suasana lebih nyaman untuk investor belum dibarengi perubahan

perilaku para pengambil kebijakan. Karena itu, korupsi, kolusi, nepotisme, tampaknya masih
tumbuh subur. Tidak jarang pungli berbaju peraturan dan restribusi masih dipelihara
beberapa pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda). Hal yang disebut terakhir itu
tercium oleh pemerintah pusat sehingga ribuan peraturan daerah terpaksa dibatalkan,
karena ditengarai penuh aroma untuk mengisap para investor.

Faktoryangutamabagihukumuntukdapatberperandalampembangunan
ekonomiadalahapakahhukummampumenciptakanstability,predict
abilitydanfairness.Duahalyangpertamaadalahprasyaratbagi
berfungsinyasistemekonomi.Termasukdalamfungsistabilitas(stability)adalah
potensihukummenyeimbangkandanmengakomodasikepentingankepentingan
yangsalingbersaing.Kebutuhanfungsihukumuntukdapatmeramalkan
(predictability)akibatdarisuatulangkahlangkahyangdiambil.Aspekkeadilan
(fairness),seperti,perlakuanyangsamadanstandarpolatingkahlaku
Pemerintahadalahperluuntukmenjagamekanismepasardanmencegah
birokrasiyangberlebihan.Sehinggamelaluisistemhukumdanperaturanhukum
yangdapatmemberikanperlindungan,akanterciptakepastian(predictability),
keadilan(fairness)danefisiensi(efficiency)bagiparainvestoruntuk
menanamkanmodalnya.10Tantanganatasperkembangankebijakanhukum
investasisecarauniversaladalahkebijakanhukuminvestasinasionalharus
mampumenjagadanmelindungikepentingannasional(domestik)dalamera
kompetitifyangterbukaantarnegaraberkembangdalamperebutaninvestasi
asing.Dalamerakompetisiyangterbuka,suatupengecualianatasberbagai
prinsipdanhukuminternasionaldimungkinkankalausuatuhostcountrymampu
memberikanargumentasiyangrasionaldankuatmengapasuatunegaradiberikan
perkecualianterhadapketentuanketentuanhukumyangberlakusecarauniversal.

Harapankedepanyangmasihdapatdilakukanadalah:

Supayayangsungguhsungguhuntukmenyempurnakanhukuminvestasi
denganmenyempurnakanberbagaiaturanyangterkaitdanaturanaturan
pelaksananya,khususnyadengandikeluarkannyaundangundangnomor
25tahun2007tentangpenanamanmodalyangtelahberupaya
mengadopsiberbagaiprinsipinternasionaldalambidanghukuminvestasi,

beberapaperkecualianpenerapanatasprinsipworldtradeorganization
(WTO)dalambidanginvestasidimungkinkanbagiIndonesiaasalkan

Indonesiasungguhsungguhberusahamemberikanargumentasiyangrasional
dankuatsesuaidengankepentingannasional,

Indonesiamasihmempunyaipeluangcukupmenjadipertimbangan

10

Erman Radjagukguk, Hukum Investasi di Indonesia, FH Univ Al Azhar Indonesia, cetakan

pertama, Jakarta, 2007, hlm. 27-31

sebagainegaratujuaninvestasidarisegipertimbangansumberdayaalam
dansumberdayamanusiasertaletakstrategiswilayahIndonesiasebagai
lokasiinvestasidanluasnyapasarproduk.

Paradigmabarukebijakanhukuminvestasisecarainternasionaladalah
bersifatliberalterbukadanadil.Keterbukaaninididasarkanpadaprinsip
yangdisepakatidalamWorldTradeOrganization(WTO)yangmenetapkan
adanyakeleluasaan/kebebasanyangdinamisantarnegarauntukmelakukan
investasi.Masingmasingnegarasalingmenghormatikedaulatannegara
masingmasinguntukmenetapkankebijakanhukuminvestasinya,namun
masingmasingnegaraharussalingmelindungidanmemperlakukankegiatan
investasidinegaranyatanpaadadiskriminasiantarainvestorasingdengan
investordomestik,demikianjugaantarsesamainvestorasing.Prinsipini
menekankanpadadasarpikiranprinsipperlindungankeseimbangan
kepentinganantarmasingmasingpihakdengansalingmenghormatidan
memberikanperlakuantanpadiskriminasi.11

Apabiladilihatdariparadigmabaruyangliberaldanterbuka,kebijakan
hukuminvestasidiIndonesiasaatiniberdasarkanUndangundangNomor25
Tahun2007tentangPenanamanModalsecarasubstansialtelahmemenuhi,
karenabeberapaprinsiphukuminternasionaltelahdiakomodasidanprinsip
perlindungankepentinganinternasionaljugatelahterakomodasi.Namun
yangperludijagaadalahkonsistensidaripadaaturanpelaksanaanundang
undangtersebutyangdalamsejarahpengaturaninvestasidiIndonesia
seringkalimenyimpang.Selainitu,undangundangpenanamanmodal
tersebutsejakawalpembahasansampaiditetapkansebagaiundangundang
masihmemperolehresponyangnegatif,karenadianggapterlalupropasar
danproinvestor(asing).Akarperdebatannyajustruberawalpadamasalah
yangsubstansialyaituketentuanPasal33UndangundangDasar1945.Bagi
yangkeberatanatasarahkebijakaninvestasidalamundangundangini
menganggapundangundanginiberideologiliberalatauneoliberal.
Walaupunperdebatansaatinitidakterlalusengit,

Lihat: Muchammad Zaidun, Prinsip-prinsip Hukum Internasional Penanaman Modal

Asing di Indonesia, (Ringkasan Disertasi), Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga,


2005, h.17-20. Prinsip-prinsip penanaman modal asing yang meliputi non discrimi-natory
principle, yang berintikan The Most Favoured Nation (MFN) Treatment

Principle dan National Treatment Principle, juga tentang Perkecualian terhadap MFN dan
National Treatment serta Transparency Principle.

namundapatdikategorikanadaduapandanganyangsecararelatifmewakili
pandanganmoderatatasduapandanganyangberbedatersebut.12

Perbedaanpandangantersebuttidaklahterlaludiametral,keduaduanya
sebenarnyamemahamibahwadalamkonteksinternasionalliberalisasitelah
berjalanjauhdanmempengaruhiseluruhaspekkehidupan,namunkeduanya
merasaperluuntukmenegaskanpemberianperlindunganbagikepentingan
nasional.Dalamupayapentingnyaperlindungankepentingannasional,kedua
pandangantersebutmenghendakiperanpemerintahuntukmenjadipengatur
danpengendali.Walaupunperanpemerintahdalamsektorekonomimasih
dikehendakinamuntetapdiingatkanbahwapemerintahjangansampaiterlalu
overregulatedsebagaimanapernahdialamiolehnegaranegarayang
menganutfahamwelfarestateyangberlebihandimasalalu.Karenaitu
langkahlangkahkebijakanhukuminvestasiperlupenyesuaianpenyesuaian
dengankepentinganekonomibaiknasionalataupuninternasional.Dan,hal
palingpentingadalahdalamperumusanberbagaikebijakanhukuminvestasi
telahbenarbenarmemperolehdasarpemikiranteoritikdanlandasanhukum
yangkuatbaikdalamkonteksnasionalataupuninternasionalsehingga
paradigmakebijakanhukumyangdikembangkanbetulbetultelah
memperolehpertimbangandariberbagaisegisehinggatidakhanyamerupakan
suatureaksitemporalyangkurangbersifatstrategis.

Bilakitamelihatdaritujuanhukumyangdimaksudkanuntukmendapatkan
kepastian,keadilandankemanfaatan,tentunyapersoalanhukuminvestasimenjadi
penting.Hukuminvestasimerupakannormanormahukummengenai
kemungkinankemungkinandilakukannyainvestasi,syaratsyaratmaupun
perlindunganhukum,danyangterpentingmengarahkanagarinvestasidapat
mensejahterakanrakyat.13Selainitu,adapersoalanlainyangtak

Satu sisi misalnya pandangan yang dikemukakan oleh para ekonom dari ISEI yang
menyebutkan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang terkendali, yang
berarti masih dalam faham liberalistik yang moderat, pada sisi lain diwakili oleh sebagian

para ahli yang menyebutkan bahwa sistem ekonomi yang dianut oleh konstitusi Indonesia
adalah bersumber pada faham kenegaraanwelfare state (negara kesejahteraan) yang dalam
sejarahnya merupakan reaksi untuk penyempurnaan faham liberalistik yang kolot.

Objek hukum investasi meliputi objek materiil berupa bahan yang dijadikan sasaran dalam
pengkajiannya, dan objek formal berupa sudut pandang tertentu terhadap objek materiilnya.
Objek formal hukum investasi adalah mengatur: hubungan antara investor dengan negara
penerima modal; bidang-bidang usaha yang terbuka untuk investasi; prosedur dan syaratsyarat dalam melakukan investasi dalam suatu negara.

kalahpentingnyaselainhukum,yaitumasalahperpajakan,kepabeanan,
infrastruktur,ketenagakerjaandanperizinan.Haltersebutmasihmenjadi
kendalautamadalammelakukankegiataninvestasidiIndonesia.Olehkarena
itudalamtataranimplementasinyakebijakanhukumdibidanginvestasi
sesungguhnyatidaklepasdaripengaruhaspekaspeknonhukumkhususnya
dariaspekekonomidanpolitik.Setidaknyaterdapattigahalyangdiinginkan
investordanpengusahaketikamemutuskanuntukmenanamkaninvestasi
merekayaitupenyederhanaansistemdanperizinan,penurunanberbagai
pungutanyangtumpangtindih,dantransparansibiayaperizinan.

Berbagaisurveidanpenelitianmenunjukkanbahwaiklimberusaha(business
climate)diIndonesiarelatifmasihkurangmenarik.Misalnya,barubaruiniIFC
yangbekerjasamadenganWorldBankmempublikasikanhasilsurveiDoing
Business2009tentangkemudahanberusahadi181negarayangmenunjukkan
bahwaperingkatIndonesiamengalamikemerosotandari127padatahun2007
menjadi129padatahun2008.Sebelumnya,WorldEconomicForumjuga
menempatkanposisidayasainglingkunganbisnisnegeriinijauhdibawah
lingkunganbisnisbeberapanegarakompetitor,sepertiMalaysia,Thailand,India,
danChina.Pemerintahsebagairegulatordanfasilitatorpembangunanekonomi
bertanggungjawabterhadapmenarikatautidaknyaiklimberusahadiIndonesia.
Iniberartibahwakurangmenariknyaiklimberusahamengindikasikanlemahnya
kapasitaspemerintahdalammendorongdayasaingnegeriini.Dalamkontekini,
studiyangdilakukanSambodoetal.(2007)menggarisbawahiakankelemahan
tersebut,sebagaimanaterindikasidaribeberapahal,yaitu,pertama,
ketidakmampuanpemerintahuntukmembendungimporprodukillegal.Kedua,
kurangnyakoordinasiantarinstansipemerintahbaikdilevelpusat,daerahdan
antardaerah.Kondisiinikiandiperumitolehlemahnyakepemimpinanataupun
profesionalismekerjabirokratsertamasihkentalnyaintervensikepentingan
kelompokdalampengambilankebijakanekonomi.Ketiga,kurangnyainisiatif
pemerintahuntukmelibatkanpartisipasikelompokasosiasiataupunprofesional
secaranyatadalamperumusankebijakanekonomisertadalammemonitor
implementasikebijakan,danjugadalammenindaklanjuti/memecahkan
penyimpangankebijakan.Keempat,komitmenyangrendahdalam
mengimplementasikangranddesign/strategidanroadmappembangunan
ekonominasional.14

Hadi Subhan, mengutip Latif Adam, Prioritas Pengembangan Hukum Di Bidang Investasi,
makalah pada harmonisasi dan sinkronisasi, BPHN, Oktober 2008.

10

Berkaitandenganbidanginvestasi,makaperaturanperundangundangan
hendaknyadiselaraskandenganisuisuyangberkaitandengan
perkembanganinvestasidiIndonesia.Isuisudasaryangseringdikaitkan
denganbidanginvestasiadalahmasalah:

Kepastianketentuanhukum;

Regulasiyangkomprehensif;

Masalahkemudahandankeringananperpajakan;

Masalahpembangunaninfrastruktur;

Masalahperburuhan;

MasalahPemerintahandidaerah.

Berdasarkanuraiandiatas,kiranyaperludilakukanpembahasansecara
khususmasalahHukumdiBidangInvestasi.OlehkarenaituBadan
PembinaanHukumNasionalpadatahun2009melakukankegiatan
penyusunanKompendiumbidanginvestasi.Maksuddisusunnya
kompendiuminiadalahuntukmembuatsuatudoktrinberdasarkanhasil
hasilpendapatdaripraktisiataulembagayangberkompetenuntuk
masalahInvestasidengantujuanagaradapeganganataupedomanbagi

praktisiuntukmembuatregulasidankebijakan,membuatputusandalam
haladapesengketaanberkaitandenganmasalahinvestasi.

B.TujuandanKegunaan

TimKompendiuminimelaksanakantugasmenginventarisirseluruh
lingkupyangmenjadipersoalandibidanginvestasiyangdisusundalam
bentukpandangandanpendapatdaripakardibidanginvestasisehingga
dapatdigunakansebagaipedomandanpanduanbagipraktisidalam
melaksanakantugasberkaitandenganpembuatanregulasidankebijakan,
sertapembuatanputusandalamhalterdapatsengketamengenaikasus
kasusberkaitandenganmasalahinvestasi.

11

12

BABII

TERMINOLOGI,BATASAN,DANRUANG
LINGKUPPENANAMANMODAL

A.

TerminologidanDefinisi

Untuklebihmemahamiterminologidandefinisidaripenanamanmodal
makaperludiberikanbatasanyangjelasterhadappengertianpenanaman
modal.Haltersebutbertujuanagarpersepsidanpemahamankita
mengenaipenanamanmodalmenjadijernihdanjelasgunamenghindari
adanyaartinegatifterhadappenanamanmodalkhususnyaPenanaman
ModalAsing(PMA),sepertiyangdinyatakandalamPasal1Undang
UndangNomor25Tahun2007tentangPenanamanModal(UUPM).
Dalampasal1UUPMdisebutkanbahwa:15

1.
Penanamanmodaladalahsegalabentukkegiatanmenanam
modal,baikolehpenanammodaldalamnegerimaupunpenanammodal
asinguntukmelakukanusahadiwilayahnegaraRepublikIndonesia.

Penanamanmodaldalamnegeriadalahkegiatanmenanammodaluntuk
melakukanusahadiwilayahnegaraRepublikIndonesiayangdilakukan
olehpenanammodaldalamnegeridenganmenggunakanmodaldalam
negeri.

Penanamanmodalasingadalahkegiatanmenanammodaluntuk
melakukanusahadiwilayahnegaraRepublikIndonesiayangdilakukan
olehpenanammodalasing,baikyangmenggunakanmodalasing
sepenuhnyamaupunyangberpatungandenganpenanammodaldalam
negeri.

DariperumusanpenanamanmodaldalamPasal1tersebut,baikdefinisi
PenanamanModalDalamNegeri(PMDN)maupunPenanamanModal
Asing(PMA),tidakdiketahuibentukpenanamanmodalseperti

15

Pasal 1, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

13

apayangdiperkenankanolehUUtersebutdiIndonesia.Halinibaru
diketahuijikamelihatpadamemoripenjelasanUUPMkhususnyapada
penjelasanpasal2yangmenyebutkanbahwa:16

Yangdimaksuddenganpenanamanmodaldisemuasektordiwilayah
negaraRepublikIndonesiaadalahpenanamanmodallangsungdantidak
termasukpenanamanmodaltidaklangsungatauportofolio.

Dengandemikianpengertianpenanamanmodal,khususnyadalamhal
PMA,diIndonesiahanyamencakuppenanamanmodalyang
dilaksanakansecaralangsung(directinvestment)danbukanpenanaman
secaratidaklangsung(portofolioinvestment)dimanapemilikmodal
hanyamemilikisejumlahsahamdalamsuatuperusahaantanpaikutserta
ataumempunyaikekuasaanlangsungdalampengelolaanmanajemen
perusahaantersebut.17

Pengertianlaindaripenanamanmodalasingjugakitadapatkanpada
perjanjianperjanjianpeningkatandanperlindunganpenanamanmodal,
baikditingkatbilateralmaupunregional,yangdilakukanoleh
PemerintahIndonesiadengannegaraasalpenanamanmodalasing,seperti
denganRusia,Denmark,Finlandia,Libya,ASEAN,danlainlain. 18

B.KegiatanInvestasiLangsung

MenurutOrganizationforEconomicCoopertaionandDevelopment
(OECD),terminologipenanamanmodallangsungtercerminpada
keinginankuatdaripenanammodaluntukmenanamkanmodalnyayang
berpengaruhkepadahubunganjangkapanjangantarapenanammodal

denganperusahaantempatiamenanamkanmodalnyadanpadaderajat
pengaruhyangsignifikanpadamanajemenperusahaan. 19Halinisejalan

Penjelasan Pasal 2, Ibid.

Aminudin Ilmar, Hukum Penanaman Modal di Indonesia, (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2007), hlm. 43.

Ibid., hlm. 44.

19

Foreign direct investment reects the objective of obtaining a lasting interest by a

resident entity in one economy (direct penanam modal) in an entity resident in an


economy other than that of the penanam modal (direct investment enterprise).

The lasting interest implies the existence of a long-term relationship between the direct
penanam modal and the enterprise and a signicant degree of inuence on the
management of the enterprise. Direct investment involves both the initial trans-action
between the two entities and all subsequent capital transactions between

14

denganpengertianpenanamanmodallangsungyangdiberikanolehOr
ganizationEuropeanEconomicCooperation(OEEC)yaitu:

acquisitionofsufficientinterestinanundertakingtoinsureitscontrole
bythepenanammodal.

Kesimpulanyangdapatdiambildarikeduarumusantersebutadalahbahwa
penanamanmodaldiberikeleluasaanpengusahaandanpenyelenggaraan
pimpinandalamperusahaandimanamodalnyaditanamkan,dalamartibahwa
penanamanmodalmemilikipenguasaanatasmodal.20

Berikutmerupakankegiatankegiatanyangterkaitdenganpenanaman
modallangsung:

1.Pendirianperusahaan

UUPMmenetapkanbahwaPenanamanModaldalamnegeridapat
dilakukandalambentukbadanusahayangberbentukbadanhukum,tidak
berbadanhukumatauusahaperseorangan.21Bentukbadanusahayang
mempunyaistatusbadanhukumadalahPerseroanTerbatasdanKoperasi.
Sedangkanfirma,CV,ataupunPerusahaanDagang(PD)adalahbadan
usahayangtidakmempunyaistatushukum.Sementaraitu,pasal5ayat2
menetapkanbahwapenanammodalasingharusdalambentukPerseroan
TerbatasberdasarkanhukumIndonesiadanberkedudukandiIndonesia,
kecualiditentukanlainolehUndangUndang.Pasal5ayat2membuka
kemungkinanpenanammodalasingdiIndonesiatidakberbentuk
PerseroanTerbatas,misalnyadibidangminyakdangasbumi,dimana

perusahaanasingyangberasaldariluarnegeridapatmenandatangani
ProductionSharingContractdenganPemerintahIndonesia.

Pasal5ayat3menyatakanpenanammodaldalamnegeridanasingyang
melakukanpenanamanmodaldalambentukPerseroanTerbatasdilakukan
dengan:

them and among afliated enterprises, both incorporated and unincorporated .

Dikutip dari OECD, Benchmark Definition of Foreign Direct Investment Third Edition,

<http://www.oecd.org/dataoecd/10/16/2090148.pdf>, diunduh pada tanggal 28 Oktober

2007.
Op. cit.

Pasal 5 ayat 1, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

15

a.mengambilbagiansahampadasaatpendirianperseroanterbatas;

Artinya,parapemegangsahamtentuharusmenyetormodal.Menurut
UndangUndangNomor40Tahun2007tentangPerseroanTerbatas,
modalyangdisetorkanbisadalambentukuangtunaiataudalambentuk
lainnya.22

membelisaham;

Artinya,PerseroanTerbatasyangsudahberdiritersebutdapat
memperbesarmodalnyaterlebihdahulu.Untukpenambahanmodal
tersebutperseroanmengeluarkansahamsahambaru,dandengan
demikiandananyamasukkedalamperseroantersebut.

c.melakukancaralainsesuaidenganketentuanperaturanperundang
undangan.

2.Pendirianperusahaanjointventure

Dalammendirikansuatuperusahaanpenanamanmodalpatungan(joint
venture)diperlukansuatuperjanjianJointVentureAgreement(JVA)sebagai
landasanhukumpembentukanperusahaantersebut.PerjanjianJVAsendiri,
bersumberkepadapasal12ayat4UUPM,yaituadanyabidangusahayang
terbukauntukmodalasingdenganpersyaratanpembatasanpemilikansaham.
Sedangkanpadapasal12ayat5,bahwa:

Pemerintahmenetapkanbidangusahayangterbukadengan
persyaratanberdasarkankriteriakepentingannasional,yaitu......
partisipasimodaldalamnegeri,sertakerjasamadenganbadanusaha
yangditunjukPemerintah.

Untukmemenuhipersyaratantersebut,pengusahaasing,danpengusaha
lokal,membentuksuatuperusahaanbaruyangdisebutperusahaanjoint
venturedimanamerekamenjadipemegangsahamyangbesarnyasesuai
dengankesepakatanbersama.Umumnyapihakasingmenjadipemegang
saham

22

Pasal 34, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

16

mayoritasdanpihaklokalmenjadipemegangsahamminoritas.
Perjanjianantarakeduabelahpihakuntukmembentuk
perusahaanjointventure.Perjanjianjoinventureinisifatnya
internasionalkarenaparapihakdalamperjanjianini.

Disampingkarenaundangundangmengharuskanjointventure
untukbidangusahatertentusepertiyangdisebutkandiatas,pada
bidangusahayangtidakdiwajibkanadanyajointventurepara
pengusahaasingjugamemilihjointventuredalampenanaman
modalasingdisuatunegarakarenaalasanalasanekonomi,
politik,dansosial.Dalamhalterdapatunsurasingbaiksebagian
ataupunseluruhnya,makaPTtersebutharusberbentukPTPMA
(PenanamanModalAsing).Olehkarenaadanyaunsurasing
dalamhaljointventure,makadalampermohonanSurat
PersetujuanBKPM,Perusahaanjointventuredigolongkan
sebagaiPTPMA.SuatuPTbiasayangdalamperkembangannya
memasukkanpemodalbaruyangberstatusasing(baikitu
peroranganmaupunbadanhukum)makaPTtersebutharus
merubahstatusnyamenjadiPTPMA.Secaraumum,syarat
syaratdantahapantahapanuntukmendirikanPTPMAadalah
sebagaiberikut:

a.PengajuanIzinSementarauntukpendirianPTPMAmelalui
BPKM

Identitasperusahaanyangakandidirikan,yangmeliputi:

NamaPerusahaan

Kotasebagaitempatdomisiliusaha

JumlahModal

Namapemegangsahamdanprosentasemodal

SusunanDireksidanKomisaris

Pengajuanpermohonantersebutharusmengisisurat
permohonan(aplikasimodelII/PMA)denganmelampirkan
dokumen2sebagaiberikut:

Pendiri(PemegangSaham)asing

AnggarandasarPerusahaandalambahasaIndonesiaataubahasa
Inggrisberikutseluruh

17

perubahanperubahannya,pengesahannyaataupun
pelaporan/pemberitahuannya;atau

Fotokopipasporyangmasihberlakudaripemegangsahamindividual.

DariPerusahaanPMA

AnggarandasarPerusahaandalambahasaIndonesiaataubahasaInggris
berikutseluruhperubahanperubahannya,pengesahannyaataupun
pelaporan/pemberitahuannya;

NPWPPerusahaan.

Pendiri(PemegangSaham)Indonesia

AnggarandasarPerusahaandalambahasaIndonesiaataubahasaInggris
berikutseluruhperubahanperubahannya,pengesahannyaataupun
pelaporan/pemberitahuannyaatauKTPuntukindividual;

NPWPpribadi.

LampiranData

Flowchartprosesproduksidanbahanbaku(rawmaterials)yang
dibutuhkanuntukprosesindustritersebut;

Deskripsi/penjelasanuntukproseskelangsunganbisnis.

SuratKuasaasli(dalamhalpendiridiwakiliolehorang/pihaklain)

Kelengkapanlain23

KelengkapandatalainyangdibutuhkanolehDepartementerkait(bila
ada)dandinyatakandalamTechnicalguidancesbookoninvestment
implementation.

Untuk persyaratan Nomor 6 poin a dan b akan dikoordinasikan oleh BKPM dengan
institusi/departemen teknis terkait.

18

Untuksektortertentu,contohnyasektorpertambanganyang
melakukankegiatanekstraksi,sektorenergi,perkebunankelapa
sawitdanperikanan,membutuhkanSuratRekomendasidari
Departementeknisterkait.

Dalamsektorbisnisyangdiperlukandalamhalkerjasama

Perjanjiankerjasama(bisaberupaJointVenture,JointOperation,
MOU,dll)antarapengusahakecildanpengusahamenengah/besar
yangmenyebutkanpihakpihaknya,sistemkerjasamanya,hakdan
kewajibannya;

SuratPernyataandariperusahaankecilyangmemenuhikriteria
sebagaiPerusahaanKecilberdasarkanPeraturanNo.9/1995.

Setelahberkaslengkap,izinbarudapatdiprosesdiBKPM.
Menurutaturanyangberlaku,sejakdokumendinyatakan
lengkap,makapersetujuandariKepalaBKPMbisadiperoleh
dalamjangkawaktu12harikerja.Namun,untukmemperoleh
kepastianbahwaberkaspermohonanyangdinyatakanlengkap,
perlumengalamiproseskoreksiyangberulangkali.Sehingga,
adabaiknyajikasebelumberkasdimasukkan,dilakukan
konsultasiterlebihdahuludenganpejabatBKPMyangada.Izin
BKPMtersebutberlakusebagaimanahalnyaSuratIzinUsaha
Perdagangan(SIUP)padaPTbiasa

PembuatanaktaPendirianPTPMA

SetelahIzindariBKPMkeluar,makadapatmulaiuntukproses
pendirianPTPMA(dengancatatan,namaPTsudahbisa
digunakan/memperolehpersetujuanMenteri.

SalinanAktaakanselesaidalamjangkawaktumaksimal2
minggukerjasejakpenandatangananakta.

19

c.PengurusanDomisilidanNPWPatasnamaPTyangbersangkutan
NPWPyangdibuatuntukPTPMAharusNPWPkhususPTPMA.
Waktunyasekitar10harikerja.24

PembukaanrekeningatasnamaPerseroandanmenyetorkanmodalsaham
dalambentukuangtunaikekasPerseroan.Buktisetornyadiserahkankepada
NotarisuntukkelengkapanpermohonanpengesahanpadaDepartemen
HukumdanHAM.

e.PengajuanpengesahankeDepartemenHukumdanHAMdalamUU
No.40Tahun2009disebutkanadalah14harikerjaterhitungsejak
diperolehnyaTidakkeberatanMenteri(TKM). 25Namundenganmasih
belumstabilnyaSistemAdministrasiBadanHukum(sebagaipengganti
dariSisminbakum),makawaktunyabisamencapai2,5bulan.

SetelahkeluarpengesahandariDepartemenHukumdanHAM,dapat
diurusTandaDaftarPerusahaan(TDP)danWajibDaftarPerusahaan
(WDP)nya.Waktunyakuranglebih2minggu.

3.Pembentukanjointoperation(JO)scheme

KemitraanoperasibersamaatauJointOperationmerupakansalahsatu
alternatifkerjasamaantaraduaataulebihkontraktoruntukmengatasi
berbagaikendalaoperasipelaksanaanpekerjaankonstruksi,seperti
misalnyaketerbatasansumberdaya.Polakerjasamainilazimditemui
padaproyekproyekberskalabesar,termasukpadaproyekpembangunan
jalan,dimanamasingmasingpihakyangbekerjasamamempunyai
keterbatasandalammenyediakansumberdayayangmemadai.

Sayangnya,dalampengelolaansumberdayakemitraanJOiniternyata
tidakmudah,dimanasetiapmitramempunyaimekanismepengelolaan
sendiridanseringkalisulituntukmemadukannya.

Pada saat ini bisa sekaligus mengurus Surat PKP (Pengusaha Kena Pajak). Waktunya
kurang lebih 4 hari kerja, karena ada survei dari Kantor Pajak setempat lokasi usaha.

Pasal 30, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

20

4.Konversipinjamanmenjadipenyertaanmayoritasdalam
perusahaanlokal

Konversipinjamanmerupakansalahsatubentukpenyelesaianpinjamanoleh
perusahaan.26Konversipinjamanseringkalidijadikanalternatifoleh
perusahaanuntukmenyelesaikankewajibanuntukmembayarutangutangnya
yangtidakmampudipenuhiolehperusahaantersebut.Dalamtransaksi
konversiutangmenjadimodal(debttoequityswap)terdapatduamacam
transaksiyangdilakukansecarabersamaan,yaitu:

Transaksipelunasanutang,

Transaksipenyertaanmodal,sehinggameniadakantransaksikas.

Atastransaksiperubahanutangmenjadimodal(debttoequityswap),
sepanjangdilakukandengannilaiyangsamaantarapelunasanutangdan
penyertaanmodal,yaknisebesarnilaibukuutangterakhir,makatidak
terdapatkonsekuensiperpajakanseketika.Dalamhalutang(sebesarnilai
bukuterakhir)dilunasimelaluiperubahanbentukmenjadipenyertaan
modalyangjumlahnyalebihkecil,makaselisihnyamerupakan
keuntungankarenapembebasanutangbagidebiturdanpenghapusan
piutangbagikrediturberdasarkansuatuperjanjian.

Sebaliknyaapabilajumlahpenyertaanmodallebihbesardarinilaibuku
terakhirutangyangdilunasi,makaselisihnyamerupakanpenghasilan
bungabagikrediturdanbiayabungabagidebitur.Agioataudisagio
sahamyangtimbulkarenatransaksipenyertaanmodalyang

menggunakanhargapasar,bukanmerupakanpenghasilanataupun
kerugianbagidebitur.

5.Memberikanbantuanteknisdanmanajerial(technicaland
manajerialassistance)

Bantuanteknisdanmanajerialmerupakansalahbentukkerjasamadibidang
penanamanmodalyangdalamkenyataannya

26

Pasal 8 Ayat 1, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007.

21

ataudalampraktikdilakukanolehpemodalkhususnyapemodal
asing.Bentukkerjasamainidiharapkandapatmemberikannilaiplus
bagikeduabelahpihakyangterlibatdalamkerjasamatersebut,
khususnyaterkaitdenganpeningkatankeuntungandaripenanaman
modalyangdilakukan.

BantuanTeknis(TechnicalAssistance)

Suatubentukkerjasamayangdilakukanantarapihakmodalasing
denganmodalnasionalsepanjangyangbersangkutpautdengan
kemampuan(skill)ataucarakerja(method).Misalnya,dalamhal
suatuperusahaanmodalnasionalyanginginmemajukanatau
meningkatkanproduksinya.Membutuhkansuatuperalatanbaru
disertaicarakerjaataumetodekerja.Dalamhaldemikian,maka
dibutuhkanbantuanteknisdariperusahaanmodalasingdiluarnegeri
dengancarapembayarandalambentukroyaltiyaknipembayaran
sejumlahuangtertentuyangdapatdiambilkandaripenjualan
produksiperusahaanyangbersangkutan.

b.

BantuanManajerial(ManagementAssistance)

Suatubentukusahakerjasamaantarapihakmodalasingdengan
modalnasionalmenyangkutpengelolaansuatuperusahaan
khususnyadalamhalpengelolaanmanajemenolehpihakmodal
asingterhadapsuatuperusahaannasional.Misalanyayanglazim
dipergunakandalampembuatanmaupunpengelolaanhotelyang
bertarafinternasionalolehpihakIndonesiadiserahkankepadaswasta
luarnegeriseperti;MandarinInternationalHotel,HyattInternational
Hotel,dll.

6.Pemberianlisensi

Padadasarnyalisensiadalahsuatubentukpemberianizin
pemanfaatandaripenggunaanHakKekayaanIntelektualyang
dimilikipemiliklisensikepadapenerimalisensi,dalamjangkawaktu
tertentuyangpadaumumnyadisertaidenganpemberian

22

imbalanberuparoyalti.PemberianLisensimerupakansuatubentukusaha
kerjasamayangdigunakanapabilasuatuperusahaannasionalataudalam
negerihendakmemproduksisuatubarangyangtelahmemilikimerk
maupunreputasiterkenal,sepertiCocaCola,Vanhouten,dan
sebagainya.

Sementarapraktikpemberianlisensi(licensing)adalahpraktik
perusahaanatauseseorang(licensor)yangmemberihakkepadapihak
tertentu(licensee)untukmemakaimerek/hakcipta/paten(Hakmilik
kekayaanintelektual)untukmemproduksiataumenyalurkanproduk/jasa
pihaklicensor.Imbalannyalicenseemembayarfee.Selainitu,licensor
tidakmencampuriurusanmanajemendanpemasaranpihaklicensee.

Padasaatperusahaanmenemukanbahwaeksportidaklagiefektif,tetapi
perusahaantersebutmasihraguraguuntukmenanamkanmodalsecara
langsungdiluarnegeri,pemberianlisensidapatmenjadisuatusolusi
yangmasukakal.

7.Pengakhirankegiatanpenanamanmodal

Padadasarnya,kegiatanpenanamanmodaldapatberakhirapabila
penanammodaltidakmelaksanakankewajibanyangterdapatdidalam
pasal1527Setiappenanammodalberkewajiban:

a.menerapkanprinsiptatakelolaperusahaanyangbaik;

melaksanakantanggungjawabsosialperusahaan;

c.membuatlaporantentangkegiatanpenanamanmodaldan
menyampaikannyakepadaBadanKoordinasiPenanamanModal;

Setiap penanam modal berkewajiban:

menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik;

melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan;

membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal dan menyampaikannya kepada


Badan Koordinasi Penanaman Modal;
menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal;
dan

mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan.

23

danketentuanmengenaisanksidalampasal3328UUPMmengenaisanksi.
Adapunbentuksanksiterhadappelanggaranadministratifyangdapat
dikenakanterhadappenanammodaladalah:29

a.peringatantertulis;

pembatasankegiatanusaha;

c.pembekuankegiatanusahadan/ataupenanamanmodal;atau

pencabutankegiatanusahadan/ataupenanamanmodal.

KegiatanPenanamanModalTidakLangsung

UUPMbesertaperaturanpelaksanaannyatermasukNegativeList

(PeraturanPresidenNomor111Tahun2007)yangmengaturbatasan
modalasingberpenanamanmodallangsungdiIndonesiatidakmencakup
pengaturanpenanamanmodaltidaklangsungatauportofolio.Jadi
walaupunsebuahbidangusahamasukdaftarNegativeListdimana
pemodalasingtidakbolehataudibatasiuntukbidangusahatertentu,
namunapabilabidangusahatersebutdigerakkanolehsebuahPerusahaan
Terbuka,makaasingdapatmasukkedalamPerusahaanTerbukasampai
menjadipemegangsahammayoritas.Namun,sebagaipenanammodal
tidaklangsung,makaiatidakakanmendapatkanperlindunganBKPM

sertafasilitaspenanamanmodalsepertibebasbiayaimporbarangmodal,
dll.Adapunbentukkegiatanpenanamanmodaltidaklangsungadalah
sebagaiberikut:

(1) Penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing yang melakukan penanaman
modal dalam bentuk perseoran terbatas dilarang membuat perjanjian dan/atau pernyataan
yang menegaskan bahwa kepemilikan saham dalam perseroan terbatas untuk dan atas
nama orang lain.

Dalam hal penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing membuat perjanjian
dan/atau pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), perjanjian dan/atau pernyataan
itu dinyatakan batal demi hukum.

Dalam hal penanam modal yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan perjanjian
atau kontrak kerja sama dengan Pemerintah melakukan kejahatan korporasi berupa tindak
pidana perpajakan, penggelembungan biaya pemulihan, dan bentuk penggelembungan
biaya lainnya untuk memperkecil keuntungan yang mengakibatkan kerugian negara
berdasarkan temuan atau pemeriksaan oleh pihak pejabat yang berwenang dan telah
mendapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, Pemerintah mengakhiri
perjanjian atau kontrak kerja sama dengan penanam modal yang bersangkutan.
Pasal 34, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007.

Media Indonesia, Investor Jepang Masih ragu-ragu, 20 Maret 2000.

24

1.Transaksidipasarmodaldandipasaruang

Dalamsistemkeuangan,pasaruang(moneymarket)danpasarmodal
(capitalmarket)merupakanbagiandaripasarkeuangan(financial
market).Pasaruangdanpasarmodalmerupakansaranapenanaman
modaldanmobilisasidanabagipenanammodal.Pasaruangsaatini
mencaripenanamanmodalyangmenawarkanexpectedreturnyang
palingtinggiuntuktingkatrisikotertentusejalandenganperkembangan
perdagangandunia.

Pasaruangadalahpasaryangmenyediakansaranapengalokasiandan
pinjamandanajangkapendek,karenaitupasaruangmerupakanpasar
likuiditasprimer.Sedangkanpasarmodalberkaitandengansuratsurat
berhargayangberjangkapanjang.Danayangdiperjualbelikandalam
pasarmodalberupadanapermanenatausemipermanen.Selainitu
perbedaanpasarmodaldenganpasaruangadapadatempatpelaksanaan
transaksi.Pasarmodalmemilikitempattransaksitertentuyangdisebut
bursaefek.Transaksidalampasaruangdilakukanmelaluisarana
telekomunikasi,sehinggapasariniseringpuladisebutsebagaipasar
abstrakkarenapelaksanaantransaksitidakdilakukanditempattertentu
sepertihalnyapadapasarmodalyangmelaluibursaefek.Pasaruangjuga
merupakansuatubentukpasaryangtakterorganisasi(unorganized
market).

2.Jualbelisaham

Kepemilikansahammenyatakansatuunitkepemilikandariperusahaan.
Bilapenanammodalmembelisaham,makapenanammodaltersebut
menjadibagiandaripemilikperusahaan.Olehkarenaitu,penanammodal

tersebutakanmendapatkankeuntungandaripertumbuhanyangdialami
perusahaan.Dantentunya,penanammodaltersebutmendapatkan
kerugianbilaperusahaanrugi.

SahamdiperjualbelikanmelaluisaranapasaryangdiIndonesiadisebutBursa
Efek.Bursatersebuttidakmembeliataumenjualsahamsahamyangada,
melainkanbursahanyamerupakantempatatausaranabagiparapenanam
modaluntukbertransaksididalamnya.Keberadaanbursasahammenjadi
sangatpentingbagipertumbuhanekonomisecaramenyeluruh.Adapundaya
tarikpasarmodaladalah:

25

Bagiperusahaanyangmencaridanasegar,pasarmodalmemberikan
peluanguntukmencaridanayangmurahselaindarisektorperbankan,
sepertiyangkitakanalselamaini.Perusahaandapatmenjualsaham
kepemilikannyamelaluimekanismeInitialPublicOffering(IPO),dan
mendapatkandanadaripenjualantersebut.Atau,perusahaanbisajuga
mengeluarkansuratutangatauyangbiasadisebutobligasikepada
masyarakatluasdanmembayarbungayanglebihrendahdaribunga
pinjamanperbankan.

Pasarmodaljugamemberikanpeluangkepadaparapenanammodal
untukmemilihpenanamanmodalyangsesuaidengantingkattoleransinya
terhadaprisiko.Seandainyatidakadapasarmodal,makaparapemodal
mungkinhanyabisamengpenanamanmodalkandanamerekadalam
sektorperbankanselainalternatifpenanamanmodalpadarealassets.
Selaindarihaldiatas,masihadalagidayatarikberpenanamanmodaldi
pasarmodal,yaitutingkatlikuiditasyangtinggi.

KegiatanInvestasiLangsungYangBerasalDariKegiatanInvestasi
TidakLangsung

Pembiayaandarisebuahperusahaandiperolehdariduasumberyaitu

sumberdaridalamperusahaan(internal)berupalabadandariluar
perusahaan(eksternal)berupautangdanpenerbitansekuritasoleh
perusahaan.Jikautangmelebihibatasmaksimumyangdiindikasikandengan
tingginyadebttoequityratio(perbandinganantarautangdanmodalsendiri),
makabiayamodalperusahaantidaklagiminimum.Akibatnyautangmenjadi
tidakefektiflagisebagaisumberpembiayaanperusahaan.Alternatiflain
yangdapatdilakukanperusahaanuntukmendapatkansumberpembiayaan

adalahmenerbitkansekuritasyangberupasurattandautang(obligasi)dan
surattandakepemilikan(saham)melaluipasarmodal.Sumberpendanaan
melaluisahamdianggappalingmurahsebagaisumberdanakarena
mempunyairisikopalingkecildibandingkansumberlainnya.

1.KepemilikanSahamMelaluiPasarModal

Investasitidaklangsungpadaumumnyamerupakanpenanamanmodal
jangkapendekyangmencakupkegiatantransaksidipasar

26

modaldandipasaruang.Penanamanmodalinidisebutsebagai
penanamanmodaljangkapendek,karenapadaumumnyainvestor
melakukanjualbelisahamdalamjangkawakturelatifsingkattergantung
padafluktuasinilaisahamdanataumatauangyanghendakmereka
perjualbelikan.

2.KepemilikanSahamPenuhdiPasarModalatasPerusahaanyang
MelakukanKegiatanInvestasiLangsung.

Adapunapabiladaritransaksidipasarmodalataudipasaruangternyata
seoranginvestormemilikisahamsecarapenuhpadasuatuperusahaan
yangmelakukankegiataninvestasisecaralangsung,makaberdasarkan
ketentuanperaturanperundangundangandibidangperseroanterbatas,
investortersebutdapatmenjadipengendali,danolehkarenanyamemiliki
kewenangansecarapenuhterhadapoperasionalisasiperusahaanyang
dibelinya.Dengandemikian,kegiataninvestasitidaklangsungdapat
menjadi/dikategorikansebagaikegiataninvestasilangsung,karena
undangundangmengenaiperusahaanmemungkinkanhaltersebut.

FaktorFaktorYangMenjadiPertimbanganUntukMelakukan
KegitanInvestasi

Dalammelakukankegiataninvestasi,adabeberapahalyangmenjadi
pertimbanganbagiinvestorsebelummenanamkanmodalnya,yaitu:

1.Risikopenanamanmodal(countryrisk)

CountryRiskmerupakanrisikotambahanyangberasaldarikarakteristik
negaratujuanpenanamanmodal.Parapakardanpraktisipadaumumnya
menggolongkancountryriskkedalamempatsumberrisiko:risikopolitis,
risikokeuangan,risikotransaksi,danrisikosistem.Risikopolitis
berkaitandengansuksesikepemimpinanyangtakmulus,instabilitasdan
kerusuhan,regulasi(sepertinasionalisasiperusahaan),dansemacamitu.

Risikopolitis,walaupunacapkalibukanrisikoyangterbesar,merupakan
komponencountryriskyangpalingditakuti.Halinidikarenakan,risiko
politis(termasukdidalamnyaunsurstabilitas

27

politikdankeamanan)seringkalimenjadipertimbanganutamapenanam
modaldalammenetapkancountryrisk.Kalaufaktorfaktoriniyang
memburuk,makasulitbagipemerintahuntukmemperbaikicitratersebut.

Secarateknis,paraahli(ekonom)umumnyamengukurcountryrisk
denganmenghitungstandardevisasikeuntungandaripenanamanmodal
dipasarmodaldalammatauangasing.Penyimpanganstandaritu,secara
statistik,sebagianbesarbersumberdarifluktuasihargasaham.Sebagai
ilustrasi,pada1992Nomuradenganmenggunakandata19881991
pernahmenyatakanIndonesiasebagaipasarmodalyangmemilikirisiko
tertinggi(themostvolatilemarketintheword).

Padasisilain,dalamhalpenerapanAFTA,Indonesiasaatinimenghadapi
tantangansebagainegaratujuaninvestasi.DenganpasartunggalASEAN,
makaprodusenproduseninternasionalcukupmemilihsatunegaradi
kawasaniniuntukdijadikanbasisproduksinyadalammensuplai
produknyakenegaranegaraASEAN.Parainvestorhanyaakanmemilih
sebagaibasisproduknyaadalahnegarayangdianggappalingefisien.
Indonesiatampaknyamasihtertinggaldalammenciptakandayatarik
untukdijadikanpusatproduksidibandingkanbeberapanegaraASEAN
lainnya.

2.Rentangbirokrasi

HambatanpenanammodalmenanamkanmodalnyadiIndonesiaadalah
birokrasiyangberbelitdanmemakanwaktulama.Untukmengatasihaltersebut
pemerintahdimintamemperbaikiiklimpenanamanmodalyangpropenanam
modal.MenurutInstituteforDevelopmentofEconomicsandFinance,hambatan
penanamanmodaldiIndonesiaadalahtumpangtindihnyaperaturanpemerintah
pusatdandaerah.Pemerintahsendirisebenarnyasecaraformaltelahberupaya

meresponkeluhankeluhanparapenanammodaltersebutdenganmelakukan
restrukturisasidanreorganisasipadajalurbirokrasiyangberkaitandengan
penanamanmodal.Pengurusanizinusaha,misalnya,diupayakandipersingkat
hinggacukupbeberapaharisaja.Pengurusaneksporimporjugatelah
dipermudahpemerintahdenganmerestrukturisasiorganisasibirokrasidiDitjen
BeadanCukaiDepartemenKeuangan.

28

3.Transparansidankepastianhukum

Masalahtransparansidankepastianhukumadalahmodalutamauntuk
menarikparapenanammodalmasukkesuatunegaraataudaerah.Pada
umumnyaparapenanammodalnegaraasingselalumenanyakantentang
iklimpolitikdiIndonesiaataupunfaktorfaktornonekonomi,seperti
Padaumumnyaparapenanammodalnegaraasingselalumenanyakan
tentangiklimpolitikdiIndonesiaataufaktorfaktornonekonomi,seperti
jaminankepastianhukum.Halinipentingmengingatpenanammodal
tentunyamemerlukanperlindunganberupapayunghukumuntuk
penanamanmodalyangdilakukannya.

4.Alihteknologi

Umumnyaaspekalihteknologimenjadisalahsatufaktoryang
menyebabkanpenanammodalengganmenanamkanmodalnyadinegara
negaraberkembangsepertiIndonesia.Halinidikarenakan,olehnegara
berkembangalihteknologiseringkalidijadikansebagaisuatukewajiban
sekaliguspersyaratanbagipenanammodaljikainginmenanamkan
modalnya.DiIndonesia,persyaratanalihteknologidiaturdidalampasal
10ayat4yangberbunyi:

Perusahaanpenanamanmodalyangmempekerjakantenagakerjaasing
diwajibkanmenyelenggarakanpelatihandanmelakukanalihteknologi
kepadatenagakerjawarganegaraIndonesiasesuaidenganketentuan
peraturanperundangundangan.

5.Jaminandanperlindunganinvestasi

Sejarahperkembanganperlindungankegiatanpenanamanmodaltelah
berlangsungsejakperiodekolonialisme,hinggasaatini,dimanabentuk
perlindungankegiatanpenanamanmodaltelahberkembang,darimenggunakan
kekuatanhinggasekarangmenggunakanaturanyangdibuatuntukmelindungi
kegiatanpenanamanmodal.Dalamhukuminternasional,sebuahsengketa
penanamanmodaldapatmunculdenganpengambilalihanpropertisecara
langsung,atautindakantidaklangsungyangmenyebabkanhilangnyafungsi
kontroldanmanajemenataspropertitersebut,yangdilakukanolehnegara
penerima.Hukuminternasionalyangmengaturmasalahpenanamanmodal,pada
saatinikebanyakan

29

diaturolehsoftlaw,yangtidakmemilikikekuatanmengikat
dibandingkanhukuminternasionallainnya.

Olehkarenaitu,PemerintahIndonesiadidalampenjelasanPasal14huruf
aUUPMdijelaskansecarategasbahwakepastianperlindunganadalah
jaminanPemerintahbagipenanammodaluntukmemperoleh
perlindungandalammelaksanakankegiatanpenanamanmodal.Halini
dilakukanuntukmemperlihatkankomitmenpemerintahuntuk
memberikanperlindunganterhadappenanamanmodalpenanammodal.
Selainitu,PemerintahIndonesiajugamelakukankerjasamadengan
negaralaindenganmembentukperjanjianperjanjianpeningkatandan
perlindunganpenanamanmodalditingkatbilateraldanmultilateral.

6.Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaanmenjadisalahsatufaktorpertimbanganbagipenanam
modaldalammelakukanpenanamanmodaldisuatunegaradikarenakan
haltersebutberkaitanlangsungterhadapprosesmanajerialdankegiatan
produksiperusahaannya.MengenaihaliniUUPMmengaturmasalahini
didalamsatupasaltersendiri,yaitupasal10,yangisinyaantaralain
mengaturmengenaikeutamaanpenggunaantenagakerjaIndonesiadan
kebolehanuntukmenggunakantenagakerjaasing.

7.Ketersediaaninfrastruktur

Ketersediaaninfrastrukturdirasakansangatpentinguntukkegiatanusaha.
Beberapadaerahtelahmemahamipentingnyapenanamanmodalbagi
pembangunanperekonomiandaerah.Secaraumumpenanamanmodalakan

masukkesuatudaerahtergantungdaridayatarikdaerahtersebutterhadap
penanamanmodaldanadanyaiklimpenanamanmodalyangkondusif.
Keberhasilandaerahuntukmeningkatkandayatariknyaterhadappenanaman
modalsalahsatunyatergantungdarikemampuandaerahdalammerumuskan
pengembanganinfrastruktur.Sebagaisalahsatucontohadalahpentingnya
jalan.Jalanmerupakanprasaranapengangkutdaratyangpentinguntuk
memperlancarkegiatanperekonomian.Tersedianyajalanyangmemadai
akanmeningkatkanusahapembangunankhususnyadalammemudahkan

30

mobilitaspendudukdanmemperlancarlalulintasbarangdarisatudaerah
kedaerahlain.Denganinfrastrukturyangmemadai,efisiensiyang
dicapaiolehduniausahaakanmakinbesardaninvestasiyangdidapat
semakinmeningkat.

Infrastrukturfisikmerupakanfaktorpendukungbagikelancarankegiatan
usaha.Ketersediaandankualitasinfrastrukturfisikinisangatberpengaruh
bagikelancarankegiatanusahayangterjadididaerah.Semakinbesar
skalausaha,makakebutuhanakaninfrastrukturfisikjugasemakinbesar.
Infrastrukturmerupakandasarutamadalammemasarkandaerah.Slogan
danimagepositioningtidakadaartinyatanpadiikutiolehtersedianya
prasaranadansaranayangmampumenarikorang,penanamanmodaldan
modal.Dalammempromosikaninfrastrukturperluditekankanpada:

Aksesbilitas

Kemudahanuntukdidatangi,mencakupjalan,keretaapi,bandara,
pelabuhan,transportasiumumdantelekomunikasi.

Kualitasinfrastruktur

Seberapajauhsumberdayamodal,fisikdanprasaranayangmendukung
aktivitasekonomitelahtersedia.

8.Keberadaansumberdayaalam(SDA)

Tingkatoutputdalampertumbuhanekonomiyangdipergunakanuntuk
meningkatkanpendapatanperkapitamenurutAdamSmithsangat
dipengaruhiolehkomponen:

AdanyapersediaanSDA

Adanyajumlahpenduduk

Adanyapersediaanbarangdanmodal

Berdasarkanteoritersebut,telahjelaskiranyajikaketersediaanSDA
menjadisalahsatupertimbanganbagiparapenanammodaldalam
menanamkanmodalnya.HalinidikarenakanSDAmerupakansalahsatu
komponenpentingdalamhaljalannyarodausahapenanammodal,
khususnyapadatahapanproduksi.

31

9.Aksespasar

Perananpenanamanmodaldalampembangunanekonomisangatpenting
karenasebangianbesaranggotamasyarakatdinegaranegaramiskindan
negaranegarasedangberkembangmenggantungkanhidupnyapada
penanamanmodal.Haliniberarti,jikaparapengambilkebijakanakan
berupayameningkatkankesejahteraansebagianbesarmasyarakatdengan
dukunganaksespasaryangterbukadenganmengupayakanpasarluarnegeri
yangseluasluasnya.Jikahalinidapatdijalankandengankonsistenoleh
PemerintahIndonesia,makaaruspenanamanmodalakandatangdengan
sendirinya.Aksespasarmerupakanfaktorpentingbagikegiatanusaha
penanammodaldalammemasarkanhasilproduksinya.

10.Insentifpajakdannonpajak

Insentifpajakpenghasilankepadapihakpenanammodaluntuk
berpenanamanmodaldibidangusahatertentudanataudidaerahdaerah
tertentuinidiaturdalampasal31Aayat1UndangUndangNomor7tahun
1983tentangPajakPenghasilansebagaimanatelahdiubahterakhirdengan
UndangUndangnomor17tahun2000.Perlakuaninsentifpajakpenghasilan
inidiaturlebihlanjutdalamPeraturanPemerintahNo.20Tahun2000
sebagaimanadiubahmelaluiPeraturanPemerintahNo.147Tahun2000
tentangPerlakuanPerpajakandiKawasanPengembanganEkonomiTerpadu.
Kepadawajibpajakyangmelakukanpenanamanmodaldibidangbidang
usahatertentudanataudidaerahdaerahtertentudapatdiberikanfasilitas
perpajakandalambentuk:Penguranganpenghasilannetopalingtinggi30%
(tigapuluhpersen)darijumlahpenanamanyangdilakukan,Penyusutandan
amortisasiyangdipercepat,Kompensasikerugianyanglebihlamatetapi
tidaklebihdari10(sepuluh)tahun,danPengenaanpajakpenghasilanalas
dividensebagaimanadimaksuddalamPasal26sebesar10%(sepuluh
persen),kecualiapabilatarifmenurutperjanjianperpajakanyangberlaku
menetapkanlebihrendah.Mengingatperananpajakyangsangatpentingdan

strategisbagipenerimaannegara,makakebijakanpemberikaninsentifpajak
penghasilanharusdilakukansecarahatihati,karenapemberianinsentifpajak
yangtidaktepathanyamengurangipenerimaanpajaktanpaadalahkenaikan
penanamanmodalyangberarti.

32

Namundemikian,pemberikaninsentifpajakpenghasilantidak
mempunyaipengaruhyangsignifikanterhadappenanamanmodalasing.
Dengankatalain,insentifpajakpenghasilanbukanmerupakanfaktor
utamadalamkeputusanpenanamanmodal.Adafaktorfaktorlainyang
menjadipertimbanganpenanammodaldalampengambilankeputusan
penanamanmodal,sepertikemudahanperizinan,besarnyapasar
domestik,aksespasarinternasional,infrastruktur,kondisisosialdan
keamanan,danketersediaansumberdayamanusia.

11.Mekanismepenyelesaiansengketa

Dalamhalterjadisengketadibidangpenanamanmodalantara
PemerintahIndonesiadenganpenanammodal,mekanismepenyelesaian
sengketadiaturdidalamPasal32UndangUndangNomor25Tahun2007
tentangPenanamanModal.Dalampasaltersebutdisebutkanbeberapa
alternatifpenyelesaiansengketa,antaralainmusyawarahdanarbitrase
(ataskesepakatanparapihak).

Selainitu,sejaktahun1999,Indonesiajugatelahmemilikiperaturan
perundangundanganyangmengaturmengenaipenyelesaiansengketa
melaluiarbitrasemaupunalternatifpenyelesaiansengketalainnyayaitu
UndangUndangNomor30Tahun1999.DalamPasal3undangundang
inidinyatakansecarategasbahwaPengadilanNegeritidakberwenang
untukmengadilisengketaparapihakyangtelahterikatdalamperjanjian
arbitrase.HaltersebutmenunjukkankomitmenPemerintahIndonesia
dalammenjunjungprosespenyelesaiansengketadiluarprosesperadilan
yangtelahadasebelumnya.

Indonesiajugamemilikibeberapalembagaarbitraseyangbiasa
menanganisengketasengketaarbitrase.Salahsatulembagaarbitrase
yangdikenaldiIndonesiaadalahBadanArbitraseNasionalIndonesia
(BANI).PemerintahIndonesiajugatelahmeratifikasibeberapakonvensi
internasionalyangterkaitdenganalternatifpenyelesaiansengketa,yaitu
ConventionontheRecognitionandEnforcementofForeignArbitral
Awards1958danConventionontheSettlementofInvestmentDisputes
BetweenStatesandNationalof

OtherStates1965.

33

InvestasiOlehNegara

Penanamanmodaladalahasetyangdimaksudkanuntukmemperolehmanfaat
ekonomiksepertibunga,dividen,danroyaltiataumanfaatsosial,sehinggadapat
meningkatkankemampuanpemerintahdalamrangkapelayanankepada
masyarakat.MenurutPSAP(StandarAkuntansiPemerintahan)Nomor06,
penanamanmodalpemerintahterbagimenjadipenanamanmodaljangkapendek
danpenanamanmodaljangkapanjang.Penanamanmodaljangkapanjangsendiri
terdiridaripenanamanmodalnonpermanendanpenanamanmodalpermanen.
Bentukpenanamanmodaldapatbervariasi,sepertipenanamanmodaldalam
saham,obligasi,dandeposito.Sebagaimanaasetlainnya,penanamanmodalakan
diukursesuaidenganhargaperolehannya.Dalamhalmerupakanpenanaman
modaljangkapendeknonsaham(misalnyadeposito),penanamanmodaltersebut
diukurberdasarkannilainominalnya.Namundemikian,penilaianterhadapakun
inidiperlukandalambeberapakondisi,yaituapabilapenanamanmodaldiperoleh
tanpanilaiperolehanatauketikapenanamanmodaltersebuttidakmempunyai
pasaraktifyangdapatmembentuknilaipasarnya.Dalamkeadaanyangterakhir
ini,selainmenggunakannilaiwajar,pengukuranpenanamanmodaldapatjuga
menggunakannilainominalataunilaitercatat(bookvalue).

1.Investasisuratberharga

Merupakanbentukpenyertaansementaraataupenanamanmodaljangka
pendeknegaradalamrangkamemanfaatkandanayangmenganggur(idle
fund).Penanamanmodalsuratberhargadapatdilakukandengancara:

a.InvestasiDenganCaraPembelianSaham

BerdasarkanPPNomor8Tahun2007diketahuibahwaPusatPenanaman
modalPemerintah(PIP)sebagailembagapenanamanmodalmilik
pemerintah,dapatmelakukanpembeliansaham.Dengandemikianhalini
memungkinkanpemerintahuntukdapatmelakukanpembeliansahamdan
mendapatkankeuntunganataspembeliantersebut.

InvestasiDenganCaraPembelianSuratUtang

Penanamanmodaldengancarainiumumnyadilakukanpemerintahdengan
bentukpembeliankembaliobligasinegara.Haliniditujukan

34

untukmeringankanbebanpembayaranutangpadatahuntahun
mendatang.Pembeliankembalikaliinidengancaramenukarkansurat
utanglamadengansuratutangbaru,sehinggajangkawaktunyabisalebih
panjang.

2.Investasilangsung

Penanamanmodallangsungadalahpenyertaanmodaldan/atau,
pemberianpinjamanolehbadanpenanamanmodalpemerintahuntuk
membiayaikegiatanusaha.Penanamanmodallangsungdapatdilakukan
dengancara:

a.PenyertaanModal

PenyertaanmodalmerupakanbentukPenanamanmodalPemerintahpada
BadanUsahadenganmendapathakkepemilikan,termasukpendirian
PerseroanTerbatasdan/ataupengambilalihanPerseroanTerbatas.Salahsatu
tujuannegarayanghendakdiwujudkanolehnegaraadalahmeningkatkan
kesejahteraanumum.DalamupayamewujudkanupayatersebutPemerintah
berkewajibanuntukmenciptakanperkembanganperekonomiannegara
melaluiBadanUsahaMilikNegaradenganmelakukanPenyertaanModal
NegarapadaBUMN.BUMNterdiriPerumdanPersero.PenyertaanModal
NegarapadaBUMNPerserodilakukanolehPemerintahdengan
mengeluarkandanadariAPBNmerupakankekayaannegarayang
dipisahkan,selanjutnyadidasarkanpadamekanismeketentuanyangberlaku
dalamhukumkorporasi.Penyertaanmodalnegaramerupakankonsekuensi
kepemilikanmodalpemerintahpadaBUMN.

PemberianPinjaman

PemberianPinjamanadalahbentukPenanamanmodalPemerintahpada
BadanUsaha,BadanLayananUmum(BLU),Pemerintah
Provinsi/Kabupaten/Kota,danBadanLayananUmumDaerah(BLUD)
denganhakmemperolehpengembalianberupapokokpinjaman,bunga,
dan/ataubiayalainnya.Selainitu,dalamhalBadanPenanamanmodal
Pemerintahmemerlukanlikuiditas,penjualankepemilikanatasPemberian
Pinjamandapatdilaksanakansetelahdilakukananalisiskelayakan.

35

G.

InvestasiOlehSubjekHukumBukanNegara

Penanamanmodaldalamnegeripadadasarnyadapatdilakukandalambentuk
badanusahayangberbentukbadanhukum,tidakberbadanhukumatauusaha
perseorangan,sesuaidenganketentuanperaturanperundangundangan,
terkecualiuntukpenanamanmodalasingwajibdalambentukperseroan
terbatasberdasarkanhukumdanberkedudukandiIndonesia.

1.Orangperorangan

Setiaporangyangmempunyaikedudukanyangsamaselakupendukung
hakdankewajiban.Padaprinsipnyaorangsebagaisubjekhukumdimulai
sejaklahirhinggameninggaldunia.Namunadapengecualianmenurut
Pasal2KUHPerdata,bahwabayiyangmasihadadidalamkandungan
ibunyadianggaptelahlahirdanmenjadisubjekhukumjika
kepentingannyamenghendaki,sepertidalamhalkewarisan.Namun,
apabiladilahirkandalamkeadaanmeninggaldunia,makamenuruthukum
iadianggaptidakpernahada,sehinggaiabukantermasuksubjekhukum.

2.Badanhukum

Adalahsuatuperkumpulanataulembagayangdibuatolehhukumdan
mempunyaitujuantertentu.Sebagaisubjekhukum,badanhukum
mempunyaisyaratsyaratyangtelahditentukanolehhukum(Teori
Kekayaanbertujuan)yaitu:

Memilikikekayaanygterpisahdarikekayaananggotanya.

HakdanKewajibanbadanhukumterpisahdarihakdankewajibanpara
anggotanya.

BadanHukumterbagiatasduamacam,yaitubadanhukumprivatdan
badanhukumpublik.

H.InvestasiAsing

1.Bentukbadanusaha

SesuaikebijakanpenanamanmodalyangtertuangdalamPasal5UUPM,
dimanapenanamanmodalasingmelaksanakanaplikasipenanaman
modalnyadiIndonesia,terlebihdahuluharus

36

membentukbadanhukumsepertiyangdipersyaratkandalam
ketentuanPasal5tersebutyangpadaprinsipnyamenetapkanbahwa
penanamanmodalasingwajibdalambentukperseroanterbatas
berdasarkanhukumIndonesiadanberkedudukandidalamwilayah
negaraRepublikIndonesia.

2.Bidangusahayangtertutup

Agarmemenuhiprinsipdemokrasiekonomi,UUPMmengamanatkan
penyusunanperaturanperundangundanganmengenaibidangusaha
yangtertutupdanyangterbukadenganpersyaratan,termasukbidang
usahayangharusdimitrakanataudicadangkanbagiusahamikro,kecil,
menengah,dankoperasi.Namunpadadasarnyasemuabidangusaha
terbukauntukpenanamanmodal,pengecualianuntukpenanamanmodal
asingterdapatbidangusahayangdinyatakantertutup,yaituuntuk
produksisenjata,mesiu,alatpeledak,danperalatanperangdanbidang
usahayangsecaraeksplisitdinyatakantertutupberdasarkanundang
undang.HalinidiaturdalamketentuanPasal12UUPM.

3.Fasilitaspenanamanmodal

Pentingnyakepastianfasilitaspenanamanmodalinimendorong
pengaturansecaralebihdetailterhadapbentukfasilitasfiskal,
fasilitashakatastanah,imigrasi,danfasilitasperizinanimpor.
Meskipundemikian,pemberianfasilitaspenanamanmodaltersebut
jugadiberikansebagaiupayamendorongpenyerapantenagakerja,
keterkaitanpembangunanekonomidenganpelakuekonomi
kerakyatan,orientasiekspordaninsentifyanglebihmenguntungkan
kepadapenanammodalyangmenggunakanbarangmodalataumesin
atauperalatanproduksidalamnegeri,sertafasilitasterkaitdengan

lokasipenanamanmodaldidaerahtertinggaldandidaerahdengan
infrastrukturterbatasyangakandiaturlebihterperincidalam
ketentuanperaturanperundangundangan.Namundemikian,terdapat
pengecualianterhadappemberianfasilitaskepadapenanamanmodal
asingdimanafasilitassebagaimanadisebutkandiatastidakberlaku
bagipenanamanmodalasingyangtidakberbentukperseroan
terbatas.HalinidinyatakansecarategasdalamPasal19UUPM.

37

4.Perlakuanyangsama

Perlakuanyangsamamerupakansalahsatuasasyangdianutdalam
UUPMdalamhalpenyelenggaraankegiatanpenanamanmodal.
DalamUUPM,yangdimaksuddenganasasperlakuanyangsama
dantidakmembedakanasalnegaraadalahasasperlakuanpelayanan
nondiskriminasiberdasarkanketentuanperaturanperundang
undangan,baikantarapenanammodaldalamnegeridanpenanam
modalasingmaupunantarapenanammodaldarisatunegaraasing
danpenanammodaldarinegaraasinglainnya.Halinidinyatakandi
dalampenjelasanPasal3ayat1hurufd.

5.Jangkawaktuperizinan

Pelayananpenanamanmodalterdiridaripelayananpermohonan
persetujuanpenanamanmodal,permohonanperizinanpenanaman
modal,danpermohonanfasilitaspenanamanmodal.Untuk
meningkatkanstandarpelayananpenanamanmodal,BKPMmenerapkan
mekanismebarupelayananperizinanpenanamanmodalyangtujuan
utamanyaadalahuntukpenyederhanaanprosedurdanmempercepat
waktupenyelesaianprosespenerbitanperizinanpenanamanmodal
denganrinciansebagaiberikut:

a.Pendaftaranpenanamanmodalbaikuntukrencanapenanaman
modalasingmaupunpenanamanmodaldalamnegeri,dengan
layanan1harikerjaatauonedayservice;

PelayananIzinPrinsipPenanamanModalbaikbagiperusahaan
penanamanmodalasingdanpenanamanmodaldalamnegeridari
semulalayanandalam10harikerjamenjadi2harikerja(80%lebih
cepat);

c.PelayananIzinUsahaPenanamanModaldarisemula10harikerja
menjadi7harikerja(30%lebihcepat);

Pelayananperizinanpelaksanaanpenanamanmodaldari5harikerja
menjadi4harikerja(20%lebihcepat).

6.Divestasi

Divestasimerupakankewajibanbagiperusahaanpenanamanmodal
asinguntukmenjualbeberapajenisasetdalambentuk

38

finansial(saham).Divestasimerupakankebalikandaripenanamanmodal
padaasetyangbaru.Mengenaikewajibandivestasiitusendiriumumnya
terjadidisektorpertambangan,halinidiaturdalamUndangUndangNomor
4Tahun2009tentangMineraldanBatubarapadaPasal112ayat1yang
menyebutkanbahwasetelahlimatahunberproduksi,badanusahapemegang
IUPdanIUPKyangsahamnyadimilikiolehasingwajibmelakukandivestasi
sahamnyapadapemerintahpusat,pemda,BUMN,BUMDatauBadanusaha
swastanasional.

7.Hakatastanah

Untukkepemilikanhakatastanah,penanamanmodalasingdimungkinkanuntuk
memilikihakatastanahberdasarkanketentuanUndangUndangNomor5Tahun
1960tentangPeraturanDasarPokokPokokAgraria.BerdasarkanUUtersebut,
penanamanmodalasingdiperkenankanuntukmemilikihakatastanahberupa
hakgunabangunandanhakgunausaha,sesuaidenganbidangusahayang
dijalankannya.Kepemilikanhakatastanahtersebut,dapatpuladiperpanjang
sesuaikebutuhandanpermintaanpenanammodal.

InvestasiDalamNegeri1.Bentukbadanusaha

SesuaikebijakanpenanamanmodalyangtertuangdalamPasal5UUPM,
dimanapenanamanmodalasingmelaksanakanaplikasipenanaman
modalnyadiIndonesia,terlebihdahuluharusmembentukbadanhukum
sepertiyangdipersyaratkandalamketentuanPasal5tersebutyangpada
prinsipnyamenetapkanbahwapenanamanmodaldalamnegeridapat
dilakukandalambentukbadanusahayangberbentukbadanhukum,tidak
berbadanhukumatauusahaperseorangan,sesuaidenganketentuan
peraturanperundangundangan.

2.Perlindunganterhadapusahamikrokecilmenengahdankoperasi
(UMKMK)

DidalamUUPM,negarasecararincidaneksplisitmengaturmengenai
bentukperlindunganterhadapUMKMK.Haliniterdapat

39

dalamPasal13UUPMyangmenyatakanbahwaPemerintahwajib
menetapkanbidangusahayangdicadangkanuntukusahamikro,
kecil,menengah,dankoperasisertabidangusahayangterbukauntuk
usahabesardengansyaratkhusus.Selainitu,didalampenjelasan
pasalyangsama,dinyatakanpulabahwayangdimaksuddengan
bidangusahayangdicadangkanadalahbidangusahayangkhusus
diperuntukkanbagiusahamikro,kecil,menengah,dankoperasiagar
mampudansejajardenganpelakuekonomilainnya.

3.Fasilitaspenanamanmodal

Fasilitaspenanamanmodaldiberikankepadapenanamanmodal
asingdenganmempertimbangkantingkatdayasaingperekonomian
dankondisikeuangannegaradanharuspromotifdibandingkan
denganfasilitasyangdiberikannegaralain.Pentingnyakepastian
fasilitaspenanamanmodalinimendorongpengaturansecaralebih
detailterhadapbentukfasilitasfiskal,fasilitashakatastanah,
imigrasi,danfasilitasperizinanimpor.

40

BABIII

PERMASALAHANDALAM

KEGIATANINVESTASI

A.

FaktorFaktorYangMenghambatKegiatanInvestasi

Terdapatbeberapafaktorpenentuuntukdilakukannyapenanamanmodal,
yaitupenanamanmodalmemberikanrevenuetambahankepada
perusahaanmelaluipenjualanproduknyasecaralebihbesar,sukubunga
merupakanhargaataubiayayangharusdibayardalammeminjamkan
uanguntuksuatuperiodetertentudanekspekstasikeuntungan.Dengan
demikianparapenanammodalmelakukanpenanamanmodaluntuk
mendapatkankeuntunganataspenanamanmodalyangdilakukan.
Pertimbangantersebutadalahsepenuhnyamerupakanpertimbangan
pertimbanganpenanamanmodalyangterkaitsecaralangsungdengan
faktorfaktorekonomi.Perlujugadiperhatikanbahwaikliminvestasidi
Indonesiaakanmenjadikurangmenarikapabilalayanankepadapelaku
usahatidakdiperbaiki.Termasukdalamlayanankepadapublikadalah

birokrasiyangefektif.Denganpenerapangoodgovernancemaka
prasyaratiniakanmendorongikliminvestasi.

Agardapatmengakomodirkepentinganparapenanammodal,maka
pemerintahperlumenghilangkanataupunmeminimalisirhambatan
hambatankegiatanpenanamanmodal.Berikutmerupakanbeberapa
hambatandalamkegiatanpenanamanmodal:

1.Masalahkeamanandankepastianhukum

IklimpenanamanmodaldiIndonesiasaatinidinilaitakkunjungmembaik
secarasignifikan,terutamayangterkaitmasalahkeamanan,kepastianhukum,
danaturanyangtumpangtindih.Itusemuamembuatrisikopenanaman
modaldanberbisnismenjaditinggi.Penanamanmodalsangatpentinguntuk
menggerakkanperekonomiannasionalsekaligusdaerahyangpadagilirannya
akanmampumenciptakan

41

kesejahteraanbangsa.Otonomidaerahmenjadimomentumberharga
untukmembuktikandiribahwadaerahmemilikikemampuantangguh
dalammengelolapotensiekonominya.Kuncikeberhasilandalam
menarikpenanammodaladalahadanyakepastianhukum.Namun
sayangnya,kepastianhukumhinggasekarangmasihbelumterbenahi
denganbaik.Halinimengakibatkanadanyaketidakpastianhukumdi
daerah,danpadaakhirnyajustrusangatmenghambatmasuknya
penanamanmodaldidaerah.Selainitu,konsepsiKetahananNasional
denganmengutamakankeseimbanganantarapengaturandan
penyelenggaraankeamanandisatupihakdankesejahteraanmasyarakat
dilainpihakjugamasihterabaikan.

2.Masalahketidakpastiandalaminterpretasidanimplementasi
otonomidaerah

Otonomidaerahpadahakikatnyapenyerahanhak,wewenang,dan
kewajibandaerahuntukmengaturdanmengurusrumahtangganyasendiri
sesuaidenganperaturanperundangundangan.Tujuanutamakebijakan
otonomidaerahialahmendekatkanpelayananpemerintahkepada
masyarakatagardapatlebihcepat,efektif,danefisiendalammelakukan
aktivitasekonominya.

Namun,pelaksanaanotonomidaerahtelahbanyakmenimbulkanekses
negatif.Kecenderunganorientasipemerintahdaerahuntukmemperoleh
keuntunganjangkapendekdansikapyangmelihatpenanammodal
sebagaisumberpenghasilandaerahmenyulitkanperkembangan
penanamanmodal.Dalambeberapakasusdiberbagaidaerah,ada
kecenderunganuntukmeningkatkanpungutansecaraberlebihan.Secara
umum,kondisiinisedikitbanyakmembawaimplikasipadaiklim
penanamanmodaldidaerah.Kalanganpengusahamenilaipungutandi

daerahsemakintinggiseiringdenganpelaksanaanotonomidaerah
sehinggamengurangiminatpenanamanmodaldidaerahyangberdampak
padapenyebaranpenanamanmodalyangtidakmerata.

3.Masalahketenagakerjaan

Dalamsituasiekonomisaatini,untukmasalahketenagakerjaan,peran
pemerintahsebagairegulatorbelumdapatmenciptakansolusi

42

yangbersifatwinwinsolution.Masalahketenagakerjaanterjebakdalam
situasikeberpihakan,antarapekerjadenganpengusaha.Sehinggatercipta
kesanseolaholahkepentinganantarapekerjadanpengusahasaling
bertolakbelakang,padahalyangseharusnyadiciptakanolehpemerintah
adalahsituasiyangbersifatsimbiosis.Pekerjabutuhpenghasilanyang
mencukupidalammemenuhikebutuhanhidupnya,danpengusahabutuh
penghasilanuntukmenjagaeksistensinyaataupertumbuhanusahanya.
Olehkarenaitu,UndangUndangKetenagakerjaansebaiknyadirevisi
untukmerangsangpenanamanmodalasingdiIndonesia.

Tidaktersedianyasumberdayamanusiayangmemadaibaiksecara
kualitatifmaupunkuantitatifuntukmemenuhikebutuhanindustrijuga
turutberperandalammengurangidayatarikkitauntukberpenanaman
modal.Akumulasidariberbagaifaktordiatastelahmenyebabkan
semakinmerosotdanrendahnyaperingkatdayatarikpenanamanmodal
Indonesiadibandingkandengannegaranegaralainnya.

4.Masalahbirokrasi

Pemerintahyangsejakawalsudahmenyadaripenurunanpertumbuhan
ekonomiini,mencobamelakukanberbagaiupayauntukmeningkatkan
aliranpenanamanmodaluntukmenghindaripembusukanekonomi.
Upayaupayaitutidakhanyadilakukanuntukmerangsangpenanaman
modaldariluarnegeri,tetapijugapenanamanmodaldaridalamnegeri.

RendahnyadayasaingIndonesiadalammenarikpenanamanmodalasing,
diukurdariberbagaifaktor.KomponenkomponenyangdisurveiBank
DuniadanIFCtersebut,diantaranyapengurusaneksporimpor,izin
usaha,penyelesaianperkara,biayaPHK,indekstransparansikebijakan

pemerintah,indeksintensitaskompetisilokal,danbebanpajak.Indikator
darikeseluruhankomponeninimenunjukkaniklimberpenanamanmodal
diIndonesiayangburuk.Parapenanammodalselalumengeluhkan
pengurusaneksporimporyangsangatlama.Pengurusanizinusahaoleh
parapenanammodaljugasangatlama,berbelitbelit,danmahal.

43

5.Masihtingginyakorupsikolusinepotisme(KKN)

KendalautamaadalahKKN.BudayaKKNaparatpemerintahdiIndonesia
sungguhsangatmengganggujalannyalangkahparapenanammodalasing.
Wajar,karenaIndonesiamemangtidakpernahkeluardaripredikatnegara
negaraterkorupdidunia.Bukanceritaasinglagi,kalauperusahaan
perusahaanasingyangberaktivitasdiIndonesia,harussiapdikenakan
pungutanliarpremanpremanaparatpemerintahdarilevelbawahsampai
pejabatpejabatberdasi.Danmerekahanyabisapasrahsertamulutharus
dikunciterkecuali,sudahpunyakomitmenuntukgulungtikar.Halini
menunjukkanbetapacarutmarutnyapraktikkorupsidiIndonesiaini.

6.Rendahnyajaminandanperlindunganpenanamanmodal

MeskipunIndonesiatelahmenandatanganisertameratifikasiberbagai
perjanjianinternasional,baikmultilateralmaupunbilateral,mengenai
perlindungandanpromosipenanamanmodal,namundengansituasiyang
berkembangsepertisaatinitetapsajaparapenanammodalmerasatidak
secured,karenadalamkenyataannyamasihsajaterjaditindakantindakan
sepertipenjarahan,pengambilalihansecaramelawanhukumterhadap
asetasetpenanammodaltanpadapatdicegaholehPemerintah.

7.Masalahkoordinasikelembagaan

Selamainimasalahkoordinasiantardepartementeknismaupunsektoral
masihsangatlemah.Halitu,dikhawatirkanakanmengurangiupaya
pemerintahmeningkatkanpenanamanmodal.Duniausahamenilai
koordinasiantardepartemendaninstansimasihsangatlambatuntuk

melaksanakansetiapketentuanbarudibidangpenanamanmodal.Padahal,
TimnasPEPItidakbisamelaksanakansendirisetiapkebijakanyang
dibuatnya,tanpadukungandepartemendaninstansiterkait.Kurangnya
koordinasijugaterlihattidakhanyadiantarasesamainstansiPemerintah
Pusat,tetapijugaantaraPemerintahPusatdenganpemerintahdaerahserta
antarpemerintahdaerah.

Dalampraktiknya,Investorseringkalidibebaniolehurusanbirokrasiyang
berbelitbelit,membutuhkanwaktucukuplamadandisertai

44

denganbiayatambahantidakresmiyangcukupbesar.Persoalanini
munculakibattidakadanyakoordinasiyangbaikantarapemerintahpusat
dandaerah.Keadaaninidisebabkantidakadanyapenjelasanlebihlanjut
secarateknisdalamperaturantentangPemerintahanDaerah,termasuk
soalpelaksanaanpenanamanmodaldaerahyangberakibattidak
efisiennyapengurusanperizinanusaha.Tanpasuatupanduanyangjelas,
pemerintahdaerahdapatmenafsirkanberbedadenganpemerintahpusat
mengenaiwewenangdalampengurusanpenanamanmodaldidaerah.

Sebelumpelaksanaanotonomidaerah,pengurusanizinusahadilakukan
olehBKPM(pemerintahpusat)danBKPMD(pemerintahdaerah).
Namunsetelahberlakunyaotonomidaerah,terjadiketidakjelasan
mengenaipengurusanizinusaha/investasidanbukanhanyaitusaja,juga
terdapattarikmenarikantarakegiatanBKPMDdenganBKPMserta
instansiinstansipemerintahdaerahlainnyayangmenanganikegiatan
investasi.

8.Masalahpertanahan

Selamaini,yangmenjadiganjalanbagipenanammodaluntukmelakukan
penanamanmodaldisektorinfrastrukturadalahmasalahpertanahan.Dia
menyebut,masalahpertanahaniniterkaitdengantataruangdaerahyang
masihberbenturandenganpusat.Seiringdenganperkembanganzaman,
kondisimasyarakatnegarakitasemakinlamasemakinjauhdaribasis
produksinya.Adanyapolitikpenanamanmodalsecarabesarbesaran,
makadibutuhkanlahanyangluas.Kondisiinilahyangmemicuterjadinya
pergolakanpergolakansertamasalahmasalahyangmenyangkutdengan
pertanahan.Tidakjarangkitatemukanmasyarakatselaluberkonflik
denganperusahaanperusahaanataudenganinstansipemerintahlainnya
dalamperkarapenguasaantanah.

9.Masalahinfrastrukturyangkurangmemadai

Keterbatasaninfrastrukturmasihmenjadihambatanbagimasuknya
penanamanmodalkedaerah.HasilsurveiKomitePemantauanPelaksanaan
OtonomiDaerahmenunjukkansebagianbesarpelakuusahamengeluhkan
terbatasnyainfrastruktur,terutamajalanraya

45

danpasokanlistrik,bagipengembanganusahamerekadidaerah.
Pemerintahdaerahbersamasamapemerintahpusatperlusegera
membenahipermasalahantersebutjikainginmengundangpenanaman
modalyangdigadanggadangbakalmenjadipenopangpembangunan.
Khususmasalahinfrastruktur,Agungmenilaipemerintahperlumencari
carauntukmenuntaskanmasalahtataruang,pembiayaan,dantatakelola
pemerintahandaerah.

Sebagianbesarpemerintahdaerahsaatinibelummemilikiketentuantata
ruangsehinggabanyakrencanaproyekpembangunanyangterhambat
prosespembebasanlahan.Koordinasiantarapemerintahpusat,daerah,
dansumberpembiayaanjugadinilaimasihkurang.Jikahalitutidak
dibenahipembangunaninfrastrukturmasihakansulitdilakukan.

10.Masalahperizinan

MenurutRustiani(2008),beberapamasalahdalamperizinandiIndonesia
dapatdikelompokkansebagaiberikut.Pertama,kebijakanyangtumpang
tindihdankurangkonsistenmenyebabkanketidakpastianberusaha.Peraturan
yangterlalubanyakdaninkonsistensiyangterjadiseringkalimenimbulkan
tidakadanyakepastianhukum,selainbebanbiaya,sehinggatindakandan
prediksirasionalyangsangatmenentukankeuntunganmelakukansuatu
bisnismenjadisulituntukdilakukan.Kedua,kelembagaan,terlalubanyak
lembagayangterlibattanpadisertaidengankoordinasiyangmemadaiyang
akhirnyamenyebabkanbirokrasiyangtidakefisien.Ketiga,korupsiyang
secaralangsungmenyebabkanekonomibiayatinggi.

MenurunnyaiklimpenanamanmodaldiIndonesiamembuatpemerintah
perlumelakukanrenovasisistemperizinan.Penanamanmodalyang
masihbersifatdesentralisasi.Saatiniuntukmasalahyangterkaitdengan

perizinanpenanamanmodalmasihditanganipusat.Gunamemangkas
proseduralagarpenanamanmodallebihmudahmengurusmasalah
perizinan,pemerintahpusatperlumengalihkankewenangannyakepada
pemerintahdaerah.Halinimerupakanupayamempermudah
kepengurusanmasalahperizinanpenanamanmodal.

46

B.FaktorFaktorYangMemperkuatKegiatanInvestasi

Untukmenarikmodalasingdibutuhkanadanyakesempatanekonomibagi
investor,sepertidekatdengansumberdayaalam,tersediabahanbaku,
tersedialokasinyauntukmendirikanpabrikyangcukup,tersedianya
tenagakerjayangmurahdantersedianyapasaryangprospektif.Ditinjau
dariaspekekonomi,Indonesiasecaraumummasihmemilikikeunggulan
alamiahdankomparatif,seperti,pertama,negeriyangsangatluasdengan
diberkahikelimpahankekayaanalam.SumberdayaalamIndonesiamasih
cukupbanyak.Kedua,jumlahpenduduksangatbesaryangmembentuk
pasardanpotensitenagakerjayangmurah.

Berikutdiuraikansecaralebihspesifikbeberapafaktoryangdapat
meningkatkandayasaingIndonesiasebagaiNegaratujuaninvestasi:

1.Sumberdayaalamyangmelimpah

Ditengahkrisisglobalyangmasihmenyelimutidunia,prospek
penanamanmodaldiIndonesiadinilaimasihcukupbaik,meskidemikian
beberapalangkahinovatifdiperlukanuntukdapatmempertahankan
sekaligusmeningkatkanperingkatdayasaingtersebut.Indonesia
memilikikelebihandankekurangandanuntukmenutupikekurangan
tersebutpemerintahIndonesiadisarankanagarmeningkatkanpenciptaan
lapangankerja,mengurangieksporhasilsumberdayaalamyangbelum
diolah(rawmaterial)danpenanamanmodaltidakhanyadalambentuk
uangdapatpuladalambentuklainseperti,teknologidaninovasi
teknologi.

2.Letakgeografisyangstrategis

Indonesiamerupakannegarakepulauanterbesardidunia.Negarainijuga
memilikiposisigeografisyanguniksekaligusmenjadikannyastrategis.Hal
inidapatdilihatdariletakIndonesiayangberadadiantaraduasamuderadan
duabenuasekaligusmemilikiperairanyangmenjadisalahsatuuratnadi
perdaganganinternasional.PosisiinimenempatkanIndonesiaberbatasanlaut
dandaratsecaralangsungdengansepuluhnegaradikawasan.Sebagainegara
kepulauan,Indonesiamemilikikarakteristikgeopolitikyangkhasdengan
bentangluasdanletakgeografisyangstrategisdariSabangsampaiMerauke.

47

Dengankondisigeografiyangdemikian,Indonesiaseharusnyabisa
memanfaatkanpotensigeografisyangada.

3.Pasaryangpotensial(jumlahpendudukbesar)

Indonesiamerupakanpasarpotensialdenganjumlahpenduduk270jutayang
akanterusmajusetelahIndia.Krisisfinansialglobalbeberapawaktulalu
dinilaitidakterlalumempengaruhiprospekpenanamanmodaldantidak
menyurutkanproduktivitaspertumbuhanekonomidiIndonesia.Krisisglobal
yangberdampaklangsungdiAmerikaSerikat(AS)tidakterlaluberdampak
bagiIndonesia.Halinikarenaterdapatperbedaansecarapotensiekonomi.
Indonesiamengandalkanaktivitasperekonomiandomestikyanglebihbesar.

StabilitasmakroekonomiIndonesiamemangtergolongcukupmapan.
Ancamaninflasitinggimemangmasihmenjadipersoalan,tetapikarena
fenomenainiberlakuuniversalmakapenanammodalasingtidakterlalu
khawatirdenganproyeksitingkatinflasiIndonesiayangakanmencapai2
digittahunini.Berdasarkanfaktatersebutdiatas,IndonesiaMasihmenjadi
pasarpotensialbagipenanammodalasingkarenagainyangbesarjika
dibandingkanpasarAsialainnya.Selainitu,memangdiduniaberedar
anjurandariberbagaiinstitusiinternasionalbahwaakanlebihbaikbagipara
penanammodalmenaruhdananyadisuratutangpemerintahatausuratutang
negara(SUN).

4.Jumlahtenagakerjayangbanyak

TerkaitdengankondisisumberdayamanusiaIndonesiayaituadanya
ketimpanganantarajumlahkesempatankerjadanangkatankerja.Jumlah
angkatankerjanasionalpadakrisisekonomitahunpertama(1998)sekitar

92,73jutaorang,sementarajumlahkesempatankerjayangadahanya
sekitar87,67jutaorangdanadasekitar5,06jutaorangpenganggur
terbuka(openunemployment).Angkainimeningkatterusselamakrisis
ekonomiyangkiniberjumlahsekitar8juta.Denganmelimpahnyajumlah
SDMyangadadiIndonesia,diharapkanmasuknyaaruspenanaman
modaldapatmemberikankesempatankerjabagiangkatankerjadi
Indonesia.Disisilain,penanammodaltidakdipusingkanuntuk
mendapatkantenagakerjadenganupahmurah.

48

BerkaitandengankeungulankomparatifIndonesiadibidangtenagakerja
diakuiparainvestorJepang.InvestorJepangcenderungmelakukanalih
teknologidanpelatihansumberdayamanusia(SDM)dibandingkan
membukaproyekbarudiIndonesia.Jepangmemilikikomitmenuntuk
membantuIndonesiauntukkeluardarikrisismelaluialihteknologipada
industriyangsudahada,karenaIndonesiamemilikikeunggulankomparatif
dibidangtenagakerja.30InvestorJepangmenilaikrisisekonomiyang
menimpaIndonesiajustrumemberikanpeluanguntukinvestasi.Negarayang
sedangdilandakrisis,dipastikanakanmemberikemudahankemudahan
kepadainvestoruntukmenanamkanmodalnyadanmembangunproyekbaru.
InvestorJepangakanmemfokuskanpadakegiatanalihteknologidan
pelatihanSDM.Sesuatuyangwajarjikainvestormenuntutjaminan
keamanan,kemudahan,daninfrastruktur.31

5.Kondisicuacayangramah

KondisiiklimcuacadiIndonesiayangramah,menjadisalahsatufaktor
penarikbagipenanammodaluntukmenanamkanmodalnyadiIndonesia.
Sepertidiketahui,Indonesiaadalahnegaradenganiklimtropisyanghanya
memiliki2(dua)musim,yaitumusimkemaraudanmusimhujan.Dengan
kondisiiklimyangsepertiini,tentunyatidakakanbanyakmenghambat
penanammodaldalamkegiatanusahanya.

6.Sistemdevisaterbuka

Saatkondisistabilitaspolitikdankeamanankurangterjagadankepastian
berusahadanhukumyangkurangbaiksekarangini,sistemdevisabebas
tidakbegituterasamanfaatnyabagipeningkatankesejahteraanbangsa.
Sisteminijustrumengakibatkanvolatilitasnilaitukarrupiah,arusmodal
masukdankeluaryangbersifatspekulatifdanmerugikansertakerentanan

pasarkarenafaktorfaktorsentimenyangmengganggukepastianberusaha
danhargaharga.Namundemikian,halinijugamenguntungkanpara
penanammodaldalamberusahakhususnyadalamhalpasarmodal,
karenavolatilitasnilaitukarmatauangdapatmenjadilebihfleksibelyang
dapatmenjadikeuntungantersendiribagipenanammodal.

Ibid.

IBR. Supancana, Perlindungan Terhadap Investasi di Bidang Pengangkutan dalam Era

Globalisasi, Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2006.

49

C.

JaminandanPerlindunganInvestasi

Investorasingakanmempercayakanpenanamanmodalnyadisuatu
negaraapabilaterdapatperlindungandanjaminanpenanamanmodaloleh
tuanrumahnya.Darisisikebijakan,hukumdanperaturanyangberlaku,
bentukjaminandanperlindunganpenanamanmodalsudahcukup
memadai.Haliniditunjukkanolehadanyabentukjaminandan
perlindunganyangbersumberpadaperjanjianbaikbilateralmaupun
multilateraltentangpromosidanperlinduanganpenanamanmodal.

1.Jaminanpemerintahataskerugianyangmungkintimbul

Salahsatukebijakankonkretterkaitinvestasidibidanginfrastruktur,
pemerintahmenempatkandanapenjaminandalamsuaturekeningkhusus
yangakanmenampungdanadanayangterkaitdenganpengembangan
infrastruktur.RekeninginiakandikelolaolehDitjenPerbendaharaan
Negara.Padatahun2006KepalaBadanPengkajianEkonomi,Keuangan
danKerjasamaInternasional(Bapekki)DepartemenKeuangantelah
merekomendasikantujuhproyekjalantolyangdapatmemperoleh
penjaminankepadaMenteriKeuangan.Danayangtersimpandalam
rekeningtersebutterpisahdarialokasianggaraninfrastrukturyang
ditetapkanuntukkementriandanlembaga.Kondisiitudisebabkankarena
rekeningtersebutakandifungsikanjugasebagaipenampungdanapihak
ketigayangbekerjasamadenganpemerintahdalammembangunproyek
infrastruktur.Penggunaandanaitubisabersifatbelanjaataupenyertaan. 32

Salahsatubentukjaminandanperlindunganyangtelahditetapkanoleh
pemerintahdalamUUPenanamanModaladalahdimanaPemerintahakan
memberikankompensasiyangjumlahnyaditetapkanberdasarkanhargapasar

dalamhalPemerintahmelakukantindakannasionalisasiatau
pengambilalihanhakkepemilikaninvestor.33

2.Jaminandalampengadaantanah

Salahsatupermasalahandalamtahapanimplementasipenanamanmodal
adalahmasalahpertanahan.Terkaitkegiataninvestasi,kebijakandibidang
pertanahankurangmemberikankemudahankepadainves

33

50

Pasal 7 ayat (2) UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

tor,namunberdasarkanUUPenanamanModalyangbarutelahditetapkan
bahwapelayanandan/atauperizinanhakatastanahdapatdiberikandan
diperpanjangdimukasekaligusdandapatdiperbaruikembaliatas
permohonaninvestor.34

3.Jaminanpercepatanpelayananadministratif(pasal26)

Sebagaiupayauntukmeminimalkanhighcosteconomyyangselamaini
dikeluhkanolehinvestor,pemerintahtelahmenetapkankebijakan
pelayananterpadusatupintubagikegiataninvestasibaikditingkatpusat
maupundaerah.KebijakaninitertuangdalamUUNo.25Tahun2007
tentangPenanamanModal.35

4.Jaminankepastianhukum

Isukepastianhukumyangsangatbesarpengaruhnyaterhadapikliminvestasi
diIndonesia,telahmenjadibagianperhatiandarikebijakanyangditetapkan
olehpemerintah.Sebagaijaminankepastianhukumbagikegiataninvestasi,
dalamUUNo.25Tahun2007,secarakhususpadaBabIXditetapkan
mengenaihak,kewajibandantanggungjawabinvestordalammelaksanakan
kegiataninvestasidiIndonesia.36

5.Jaminanataskerusuhan,pengambilanaset,nasionalisasi,
repatriasimodal,danpenarikankeuntungan

Maraknyakerusuhansertaberbagaitindakanlainnyaterhadapasetinvestor
yangterjadipadabeberapatahunyanglalu,telahdijadikan

Untuk uraian selengkapnya, baca Pasal 22 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang
Penanaman Modal, pemerintah memberiakan kemudahan pelayanan kepada investor terkait
perijzinan Hak Atas tanah diantaranya HGU, HGB dan Hak Pakai, termasuk perpanjangan
jangka waktu terhadap kegiatan investasi dengan kriteria-kriteria tertentu.

Ibid, Pasal 26, Pelayanan terpadu satu pintu bertujuan membantu penanam modal dalam
memperoleh kemudahan pelayanan, fasilitas fiskal, dan informasi mengenai penanaman
modal.

Bab ini menguraikan secara lengkap tentang hak investor diantaranya menyangkut
perlindungan, kepastian hak, hukum, pelayanan, informasi yang terbuka serta fasilitas yang
dapat diperoleh. Disamping itu, terhadap investor diwajibkan untuk menerapkan prinsip tata
kelola perusahaan yang baik, melaksanakan CSR, membuat laporan kepada BKPM,
menghormati tradisi budaya masyarakat setempat dan mematuhi aturan yang berlaku.
Adapun tanggung jawab investor adalah menjamin ketersediaan modal, menanggung
segala kerugian apabila dilakukan penghentian kegiatan investasi, menjaga kelestarian
lingkungan hidup,....dll

51

acuanbagipemerintahuntukmenerapkankebijakankhususnya
menyangkutjaminandanperlindunganterhadapasetdanpemenuhan
hakhakinvestoryangmelakukankegiataninvestasidiIndonesia.
KabijakantersebuttercermindalamUUNo.25Tahun2007diantaranya
menyangkut:

a.Jaminanpemerintahuntuktidakmelakukantindakannasionalisasi.37

Hakpengalihanasetolehinvestor.38

c.Hakuntukmelakukantransferdanrepatriasidalamvalutaasing.39

D.

InsentifBagiKegiatanInvestasi

Padaprinsipnya,fasilitasdaninsentifdiberikankepadapenanammodal
yangpenanamanmodalnyasudahberjalandanmelakukanperluasan,
selainpenanammodalbaru.Adapunbentukpemberianinsentifyangada
adalah:

1.Insentifdibidangperpajakan

PemerintahsaatinitelahmenerbitkanPeraturanPemerintah(PP)62/2008
untukmenggantikanPP1/2007tentangFasilitasPajakPenghasilanuntuk
PenanamanModaldiBidangbidangUsahaTertentudan/ataudiDaerah
daerahTertentu.DenganterbitnyaPPtersebut,jumlahbidangusahadan

daerahlokasipenanamanmodalyangdapatmemperolehfasilitaspajak
penghasilanbertambah.Darisemula,15bidangusahadan9bidangusahadi
daerahtertentupadaPP1/2007menjadi23bidangusahadan15bidang
usahadidaerahtertentu.

FasilitasPajakPenghasilanyangdiberikanadalahdalambentukpengurangan
penghasilannetosebesar30persendarijumlahPenanamanModal,dibebankan
selama6tahunmasingmasingsebesar5persenpertahun.Kemudian,
penyusutandanamortisasiyangdipercepat,PengenaanPajakPenghasilanatas
dividenyangdibayarkankepadaSubjekPajakLuarNegerisebesar10persen,
Kompensasikerugian

ibid, Pasal 7

ibid, Pasal 8 ayat (1)

ibid, Pasal 8 ayat (3), transfer dan repatriasi dapat dilakukan terhadap modal, keuntungan,
bunga bank, dividen, penambahan dana untuk investasi, kompensasi atas kerugian,
kompensasi atas pengambilalihan, hasil penjualan aset, dll

52

yanglebihlamadari5tahuntetapitidaklebihdari10tahun.Peraturanini
akandievaluasidalamwaktupalinglamaduatahun.

Peraturanitujugamenetapkanbahwawajibpajakyangmelakukan
kegiatanusahadibidangusahaindustrisemenyangmelakukan
rekonstruksiakibatbencanatsunamidapatmemperolehfasilitassejak
tanggal1Januari2005.Selainitu,penerbitanPP62/2008itumerupakan
salahsatudarirangkaiankebijakanyangtertuangdalamInpres5tahun
2008tentangFokusProgramEkonomitahun20082009untuk
memperbaikiiklimpenanamanmodaldanmeningkatkandayasaing
nasional.

2.Insentifnonpajak

Selaininsentifdalambidangpajak,insentiflainyangdapatdiberikanoleh
pemerintahyaitudalambentukinsentifnonpajaksepertiperizinan,
kepastianhukum,keamanan,stabilitasmoneter,inflasiyangstabil,
adanyasumberdayaalamyangmemadai,pelayananperbankandan
keuanganyangkondusif.Faktorfaktorinisebenarnyayanglebihmenjadi
perangsang.Selainitujugamasalahpertanahan,hakgunausahaatauhak
pakai,hakusaha,keluarmasukdevisayangtidakterlaluketat,perizinan
tenagakerjaasing,pembebasanbeamasukbarangmodal,danfaktor
faktornonpajaklainnya.

Faktorfaktornonpajaksepertiyangdisebutkandiatasmerupakanjenis
insentifyangjugadapatmenarikpenanammodaluntukmenanamkan
modalnya.Terlebihlagiapabilainsentifyangdiberikanyaituberupa
paketinsentifsehinggamanfaatyangdirasakanolehpenanammodalakan
semakinbertambah.

E.

PerjanjianInvestasi

Adapunbentukbentukperjanjianpenanamanmodalantaralain:

1.Perjanjianmultilateral

Perjanjianmultilateralpertamayangberhasildibuatadalahthe
ConventionontheEstablishmentofanInternational

CentrefortheSettlementofInvestmentDisputesbetween

StatesandNationalsofOtherStates(ICSID).Konvensiini

53

berlakupadatanggal14Oktober1966.ICSIDmengaturprosedur
penyelesaiansengketapenanamanmodal.ICSIDjugamemilikisuatu
daftarnamanamaorangyangberkualitassebagaikonsiliatoratau
arbitratoryangdapatdipiliholehparapihakyangbersengketa.
PerjanjianmultilateralkeduayangdibuatolehBankDuniaadalahthe
ConventionEstablishingtheMultilateralInvestment

GuaranteeAgency(MIGA).Konvensiiniberlakupadatanggal12
April1988.TujuanutamadarilembagaMIGAiniadalahuntuk
memberikanjaminankepadapenanammodalterhadaprisikonon
ekonomiskhususnyadinegarasedangberkembang.Disampingitu,
MIGAberperandalammenggalakkanaliranpenanamanmodaluntuk
tujuantujuanproduktifkenegaranegarasedangberkembang.

PadapokoknyaKonvensiMIGAtidakmengaturhalhalpokok
mengenaistandarperlakuandarisuatuPMA.Iahanyamenyatakan
bahwadidalammenjaminpenanamanmodal,MIGAharus
berkeyakinanbahwakondisikondisipenanamanmodaldinegara
tuanrumahtelahtersedia,termasuktersedianyaperlakuanyangfair
danequitablesertaperlindunganhukumbagipenanamanmodal.

2.Perjanjianregional

Saatiniterdapatberbagaiorganisasiregionaldenganberbagaibentuk
perjanjianregionaldibidangpenanamanmodal.Organisasiorganisasi
iniberupayamembentuksuatuhukumperjanjiandibidangini.Upaya
upayatersebutmenyebabkandanmenunjukkanbahwaadanya
persamaanpandangandarinegaranegarayangberadadisuatukawasan
mengenaitingkatpertumbuhanekonomidankeadaankeadaankhususdi
setiapnegara.

Integrasiekonomiregionalmelaluiperjanjianperjanjianyangada
memberikanbanyakpeluangdantantanganbagibisnisinternasional.
Dalamhaliniterjadipeningkatanpenguatanblokblokperdagangan.
Negaranegaraberupayamengintegrasikanperekonomiannyasecara
kolektifgunamembukapasarbarubagiperusahaanmereka.

54

3.Perjanjianbilateral

Dalamsuatupengamatannya,UNCTADberpendapatbahwapadawaktu
tahuntahunpermulaanPerangDuniaII,negaranegarasebenarnya
belumsiapuntukmengadopsiaturanaturanhukuminternasionaluntuk
mengaturkebijakanpenanamanmodalnya.Karenaitupulanegara
negara,terutamanegaramaju,mengambilkebijakanuntukmengadakan
perjanjianbilateraldengannegaralainnyadibidangpenanamanmodal
ini.WaktuituperjanjiandemikiandikenalsebagaitheFriendship,
Commerceand

Navigation(FCN)treaties.Perjanjiansepertiinibiasanyamengatur
halhalyangcukupluas.Termasukdidalamnyaadalahhakwarga
negaradarimasingmasingnegaradanperlindunganhartamiliknya
diluarnegeri.

Prinsiplainnyayangterkaitadalahperlakuannasionaldanperlakuan
MFN,pelayarandanmasalahjurisdiksimasingmasingnegara.
KetentuanyangluasinisebagaimanatermuatdalamperjanjianFCN
ternyatatidakmemuaskanparapenanammodaldannegarapenerima.
Merekaberpendapatbahwaperluadanyaperaturanyangkhusus
untukmengaturmasalahpenanamanmodal.Pandangansepertiini
kemudianmelahirkansuatubentukperjanjianbaruyangkhususdi
bidangpenanamanmodalyaituperjanjianpenanamanmodalbilateral
(thebilateralinvestmenttreatyatauBIT).Dalamperkembangannya
kemudian,negaranegaratelahmenggunakanperjanjiansepertiBIT
inisebagaisalahsatuupayauntukmengadakanperjanjiandengan
negaralainnya.

Tujuanutamadariperjanjianbilateralsepertiituadalahuntuk
memastikanbahwahartamilikparapenanammodaltidakakan
diambilalihtanpaadanyagantirugiyangsifatnya

Prompt,AdequateandEffective.Perjanjiansepertiinijuga
mengandungketentuanmengenaiperlakuannondiskriminatif,
peralihandana,danprosedurpenyelesaiansengketanyamanakala
sengketatimbulantarapenanammodaldengannegaratuanrumah.

55

KontrakInvestasi

1.Letterofintent

Naskah/suratpernyataanbersama(letterofintent)adalahsuratdarisuatu
pihakkepadapihaklainnyayangmemuatmengenaikeinginandan
kemampuanuntukmelakukanbisnis.Suatuletterofintentumumnya
memuatpengakuanatasfaktabahwasuatumergerantarperusahaanatau
suatuakuisisiakandilakukansecaraserius.

2.Memorandumofunderstanding

NotaKesepahamanmerupakandokumenyangmengekspresikan
persetujuanbersamamengenaisuatuisuantaraduaataulebihpihak.Nota
kesepahamanumumnyadianggapmengikat,walaupuntidakadaklaim
hukumyangdapatdidasarkanpadahakhakdankewajibankewajiban
yangterdapatdidalamnya.

3.Basiccooperationagreement

Perjanjiandasaryangbersifatumumantaraduapihakataulebih
mengenaisuatubentukkerjasamausahaataubisnis.

4.Jointoperationagreement

Merupakansalahsatualternatifkerjasamaantaraduaataulebih
kontraktoruntukmengatasiberbagaikendalaoperasipelaksanaan
pekerjaan.

5.Jointventureagreement

Suatuperjanjianusahakerjasamayangdilakukanantarapenanammodal
asingdenganpenanammodalnasionalsematamataberdasarkansuatu
perjanjianataukontrak(kontraktual),dimanatidakterjadipembentukan
suatubadanhukumbaru.

6.Shareholdersagreement

Perjanjianantarapemiliksahamdarisuatuperusahaanyangmemuat
mengenaikewajiban,keistimewaan,perlindungan,danhakhak,serta
umumnyajugaberisikananggarandasaratauanggaranrumahtangga
perusahaan.

56

7.Agencyagreement

Perjanjianterbatas(meliputibarang,jasa,pasardanwilayah)antarapihak
utama(dalamperjanjian)denganagendalamsuatuasosiasidimanatiap
pihaktidakdiperkenankanuntukmembentukkesepakatansejenisdengan
kompetitorlain(untukjangkawaktutertentu).

8.Loanagreement

Dokumenformalyangmembuktikanadanyasuatuutang.Haltersebut
jugatermasukpersetujuanpositifmaupunnegatif,tipedannilai
perjanjianjaminan,garansi,persyaratanpelaporankeuangan,tingkat
bungayangaplikatifdanbiayabiaya,danbagaimanapinjaman
dibayarkandanjangkawaktunya.

9.Technicalassistanceagreement

Suatubentukkerjasamayangdilakukanantarapihakmodalasingdengan
modalnasionalsepanjangyangberkaitandenganskillataucarakerja
(method).

Managementassistanceagreement

Suatubentukusahakerjasamaantarapihakmodalasingdenganmodal
nasionalmenyangkutpengelolaansuatuperusahaankhususnyadalamhal

pengelolaanmanajemenolehpihakmodalasingterhadapsuatu
perusahaannasional.

Productionsharingcontract

Perjanjiankerjayangdilakukanantarapemilikusahasebagaisalahsatu
pihaknyadenganpengelolausahadipihakyanglainnyayangmemuathak
dankewajibanmasingmasingpihaksertapembagiankeuntungandari
usahayangdijalankan.

G.RisikoInvestasi

.Stabilitaspolitikdankeamanan

Investormaudatangkesuatunegarasangatdipengaruhiolehfaktor
politicalstability(stabilitaspolitik).Terjadinyakonflikelitpolitikatau
konflikmasyarakatakanberpengaruhterhadapikliminvestasi.Penanam
modalasingakandatangdan

57

mengembangkanusahanyajikanegarayangbersangkutanterbangunproses
stabilitaspolitikdanprosesdemokrasiyangkonstitusional.

Memburuknyaikliminvestasi,meningkatnyacountryriskdanbelum
mantapnyakondisisosialpolitikmempunyaipengaruhyangsignifikan
terhaduparusmodal.Kondisisemacaminilahyangterjadidalam
perkembanganpolitikdiIndonesia.Akibatnyaterjadilahpelarianarusmodal
yangsempatmemuncakdandisebutkanpernahmencapai40miliardollarAS
dalambeberapabulansetelahkrisisfinansialtahun1997.40akibatlain,
sampaisaatiniIndonesiatidaktermasuknegarafavorituntukberinvestasi.41
DarihasilpemeringkatanyangdisusunolehperusahaanATKearneytahun
2001.Indonesiatidaktermasukdalam25negarafavorittujuaninvestasi,
sementaraChinamendudukiperingkatkeduasetelahAmerikaSerikat.

Banyakbuktiyangmenunjukkanadanyakorelasiyangeratantara
stabilitaskeamanandenganmeningkatnyainvestasi.Misalnya,Jepang
merupakansalahsatunegaradenganinvestasiterbesardiIndonesia.Saat
iniinvestasiJepangdiIndonesiasekitar11miliardollarASdengan
sekitar900perusahaandanmenyeraptenagakerja282ribuorang.Tetapi
limatahunterakhirperusahaanperusahaanJepangtidaklagimelakukan
investasibarukarenaberbagaialasan,salahsatunyaadalahkondisi
keamananIndonesiayangseringbergejolak.Bahkan,maraknyakasus
sweepingyangdilakukanolehbeberapaorganisasimasyarakatdan
organisasikeagamananbeberapawaktubelakanganini,semakin
mencitrakanIndonesiasebagainegaradenganstabilitaskeamanandan
ketertibanyangrapuh.Semakinmenurunnyaminatinvestorasinguntuk
menanamkanmodalnyadiIndonesiapascaterjadinyakasuspeledakan
bomdanaksianarkismassadibeberapadaerah,semakinmenyadarkan
kitabahwabetapakuatnyakaitanantarafaktorkeamanandanpenegakan
hukumdengankegiataninvestasi.

Adig Suwandi, Pelarian Modal, Mengapa Terjadi?, Artikel Kompas, Rabu 26 Desember

2001, hlm. 4-5.


Ibid.

58

2.Kebijakanpemerintah

Tingginyaangkadefisitdalamanggaranpemerintahdisebabkankarenatotal
penerimaanpemerintahtidakdapatmemenuhikebutuhantotalbelanja
negara.Untukdapatmencapaitingkatpetumbuhanekonomiyangdinginkan
makakebijakanpemerintahuntukmenstimulasiperekonomiannasional
melaluialokasianggaranpemerintahuntukmeningkatnyapengeluaran
pembangunannyasebagaimanifestasidariinvestasiyangdilakukan
pemerintah.Dalamkonteksinimakakebutuhaninvestasiyangakan
dilakukanolehpemerintahternyatatidakdapatdipenuhidarijumlah
tabunganpemerintahyangmerupakanselisihdaripenerimaandalamnegeri
denganpengeluaranrutinpemerintah.Selisih(gap)antarakebutuhan
investasipemerintahdengantabunganyangdimilikinyainilahyang
kemudianditutupmelaluipembiayaanyangberasaldariluarnegeridalam
bentukutangluarnegeri.

Dalamkonteksawalpembangunan,komponenutangluarnegeri
diposisikansebagaipelengkapyangdiharapkandapatmenambah
energipemerintahuntukmenstimulasiperekonomiannasional
melaluiAPBN.Tetapidalamperjalanannyakomponenutangluar
negerijustrumendominasihampirseluruhpengeluaran
pembangunanpemerintahsehinggamenimbulkantingkat
ketergantunganyangtinggipadautangluarnegeri.Tidakadatahun
anggaranyangterlewatkantanpautangluarnegeri.Implikasinya,
sebagianbesarpengeluaranrutinpemerintahtersedotuntuk
pembayaranbungadancicilanutangluarnegerisehingga
mengurangikemampuanpemerintahuntukberinvestasi.Penurunan
investasipemerintahtersebutakanberdampakpadamenurunnya
totalinvestasinasionalsehinggasecarasimultanjugaakan
mengurangitabunganmasyarakatmelaluipenurunanoutputnasional
(POB).

3.Ekonomi

Untukmenarikmodalasingdibutuhkanadanyakesempatanekonomi
bagiinvestor,sepertidekatdengansumberdayaalam,tersediabahan
baku,tersedialokasinyauntukmendirikanpabrikyangcukup,
tersedianyatenagakerjayangmurahdantersedianya

59

pasaryangprospektif.Denganmelihatbeberapapotensisebagaimana
telahdiuraidiatas,sebenarnyaIndonesiamasihmenjaditempattujuan
penanamanmodalyangmenarikbagiinvestorasingmeskipunpenegakan
keamanandankepastianhukummasihdipertanyakanbanyakpihak. 42

Selainpotensipotensiini,InternationalMoneterFund(IMF)memperkirakan
ekonomiIndonesiabakalmengalamiboomingsepertinegaraAsialainnya.
Syaratnya,pemerintahharusseriusdalammelanjutkanreformasidanbisa
meyakinkanpasar.43DeputiDirekturIMFAnoopSinghmenyatakan,dengan
dilaksanakannyakebijaksanaansecarakonsisten,kepercayaanpasarakan
pulihdanIndonesiapastiakanmemenuhisasaranpertumbuhan.Langkah
langkahuntukmempercepatpertumbuhanekonomiadalahdengan
melaksanakanreformasistrukturalyangmeliputireformasiperbankan,
restrukturisasiperusahaan,sertareformasihukum.44

Namunpotensipotensitersebutpadasaatinibelummampudiberdayakan
secaramaksimaldanIndonesiajustruterpurukdalamkrisisekonomiyang
menyebabkanmeningkatnyaangkakemiskinan.BerdasarkankajianBank
Dunia,kemiskinanIndonesiabukansekedar1020%pendudukyang
hidupdibawahgariskemiskinan,tetapi60%penduduksudahhidup
denganpendapatandibawahUS$2perhari,sehinggasangatrentan
terhadapkemiskinanpendapatandansosial.

AdanyarekomendasiIMFkepadaCGIuntukmeneruskandukungankepada
pemerintahIndonesiamerupakansalahsatufaktorlainyangturutmendukung
datangnyaparainvestor.45Dukungantersebutmempunyaipersyaratanagar
pemerintahbersungguhsungguhmenjalankanprogramekonomidan
reformasistruktural.LaporanIMFkepadaanggotaCGImenetapkanlima
kebijakanutamayangdibutuhkanuntukmengembalikan

Media Indonesia, Indonesia masih menarik Investor Asing, 7 Oktober 2000.

Media Indonesia, Ekonomi Indonesia Bisa Booming Jika Pemerintah Serius Lakukan
Reformasi, 2000.

Ibid

Kompas, TIMTENG dan ASEAN Dukung Investasi di RI, 31 Juli 2000, hlm. 14

60

perekonomiankejalurnya,yaitu:pertama,membuatkemajuan
signifikandalamkeberlanjutanfiskaldenganmengurangibeban
utangpemerintah;kedua,membuatkemajuandalamprivatisasidan
restrukturisasiasetBPPN;ketiga,menerapkankebijakanmoneter
untukmembawakembalilajuinflasisatudigittahundepan;keempat,
memperkuatupayauntukmengurangikerentanansistemperbankan
danmemulihkanberfungsinyamekanismekredit;kelima,
mempercepatupayaperbaikanikliminvestasimelaluireformasi
hukumdanpemerintahan.

Dalamrangkatujuanpembangunanyangluas,kebijakanmakroekonomi
danproyekinvestasipemerintahcenderungkurangmemilikikosestesi
interendanrasionalitasekonomidibandingkandenganyang
diungkapkandalambeberapabukupelajaranmengenaimodelmodel
perencanaanyangkitapercayai.Keterbatasansumberdayafisik,
manusia,danadministrasidibagianbesarnegaraberkembang
menyebabkanpembuatanrencanayangkomprehensiftidaklebihdari
suatulatihan,walaupunhalinidapatmenghasilkanpandangantentang
pentingnyamengetahuifungsiekonomidankendalakendala
pertumbuhanyangpokok.

4.Neracapembayarandanutangluarnegeri

Terbatasnyatabungandomestikdanadanyapeluanguntuk
memanfaatkansumberdanadariluarnegerimenyebabkanpemerintah
maupuninvestorswastaterlalumengandalkanpinjamanluarnegeri
dalamrangkamembiayaiinvestasinya.Dalamjangkapendek,
pemanfaatantabunganluarnegeritersebuttidakmenimbulkandampak
inflasi,tetapidalamjangkapanjangakanmenimbulkanmasalahyang
seriusdalamsuplaiuangdomestik.InvestasiPemerintahumumnya
dilakukanuntukmembanguninfrastukturuntukmendukunginvestasi

swasta,tetapijikainvestasitersebuttidakmenghasilkantingkat
pengembalianyanglayak,sementaratingkatbungautangluarnegeri
tetapharusdibayarakanmemberitekananuntukmeningkatkansuplai
uang.

5.Jaminankepastianhukumdanpenegakkanhukum

Salahsatufaktoryangsangatpentingdalammenciptakaniklim
penanamanmodalyangsehatyangselamainiterabaikan

61

adalahtegaknyasupremasihukum.Kelemahandalampenegakansupremasi
hukuminimerupakansalahsatukeprihatinandikalanganinvestor.
Lemahnyapelaksanaanpenegakanhukum(lawenforcement)terutama
menyangkutputusanlembagalembagaperadilanmaupunlembagalembaga
arbitrase,baikasingmaupunlokaltelahmenyebabkankurangnya
kepercayaaninvestormenyangkuttatacaradanprosespenyelesaiansengketa
danpenegakanhukumdiIndonesia.Halitudapatdipahamimengingatdalam
kenyataannyamemangpelaksanaanterhadapputusanbaikolehlembaga
peradilanmaupunarbitrasemasihmenghadapikendala,meskipun
sebenarnyaperaturanperundangundanganyangterkaittelahcukup
memadai.Keadaaninitentusajatidakkondusifkarenadianggaptidak
memperhatikankepentinganinvestor.OlehkarenaituPemerintahhendaknya
secarasungguhsungguhmenempuhberbagailangkahyangdiperlukanke
arahtegaknyasupremasihukum,termasukdidalamnyamenciptakansistem
peradilanyangbenarbenarmampumenciptakankeadilanbagisetiappencari
keadilan.

Untukmewujudkansistemhukumyangmampumendukungiklim
investasidiperlukanaturanyangjelasmulaidariizinuntukusahasampai
denganbiayabiayayangharusdikeluarkanuntukmengoperasikan
perusahaan.Katakunciuntukmencapaikondisiiniadalahadanya
penegakansupremasihukum(ruleoflaw).

PresidenDirekturGrantThormtonIndonesia(GTI)JamesKallman
menyatakan,insentifyangpalingefektifuntukmenarikkegiataninvestasi
asingadalahpemerintahharusmampumenegakkanhukumdanmemberikan
jaminankeamanan.Ketegasanpemerintahdalammenerapkanperaturandan
kebijakan,terutamakonsistensipenegakanhukumdankeamanan.46Banyak
investorasingmasihtertarikuntukmenanamkanmodalnyadiIndonesia,
karenaIndonesiamasihmemilikikeunggulankomparatifdibandingdengan
negaranegaratujuaninvestasiyanglainnya.Investortidakakanmelihat
insentifpajaksepertitaxholiday

46

Media Indonesia, Investor Butuh Jaminan Keamanan, Mei 2001.

62

sebagaidayatarikinvestasi,melainkanapakahadajaminankeamanan
maupunpenegakanhukum.

ManagingDirectorBayer(SouthEastAsia)PtePeterGlaessel,47
menilai,Indonesiamerupakannegarautamatujuaninvestasidan
pengembanganbisnisdikawasanAsiaTenggara.Alasannya,luas
wilayahdanjumlahpenduduknyadiatas200jutamerupakaninsentif
yangmenarikparainvestor.Untukmeresponpeluangini,pemerintah
perlumengurangisektorusahayangtermasukdalamdaftarnegatif
investasiyangselamainitertutupbagiinvestorasing.HasilsurveiUnited
NationsConferenceonTradeandDevelopment(UNCTAD)
menempatkanIndonesiapadaurutankeduaterakhirdari153negarayang
masukdalamdaftarindeksForeignDirectInvestment(FDI).Faktor
accountabilitydenganmelakukanreformasisecarakonstitusionalserta
memperbaikisistemperadilandanhukummerupakansuatusyaratyang
sangatpentingdalamrangkamenarikinvestor.

Pembahasantentanghubunganhukumdenganinvestasipadaerareformasi
iniberkisarsebagaimanamenciptakanhukumyangmampumemulihkan
kepercayaaninvestorasinguntukkembalimenanamkanmodalnyadi
Indonesiadenganmenciptakan

certainty(kepastian),fairness(keadilan),danefficiancy

(efisien).

DanielS.Lev.48menyatakanbahwanegarahukummerupakansinequanon,
karenatanpaproseshukumyangefektif,tidakmungkindiharapkan
perbaikanekonomi,politik,kehidupan,sosial,dankeadilan,sejak
pertengahantahun1998,tidakadapembaharuankelembagaanhukum,karena

elitpolitiktidakmampumenjalankannya.Ketidakmampuannyaberakar
padakepentingan,kalauproseshukummakinkuat,pimpinanpolitikmakin
terbataskekuasaannya.Selama40tahunsejaktahun1959,pimpinanpolitik
menikmatikeleluasaanbertindakmenurutkemauansendiri

Ibid.

Daniel S.Lev. Pemulihan Negara Hukum, Tempo 6 Januari 2002.

63

tanpadikurungitindakannyaolehpengadilan,kejaksaan,polisi,pers,atau
organisasidalammasyarakat.Akibatnyaparajaksa,hakim,danpolisi
kehilanganorientasinyapadahukumdantidaklagimengelakkorupsi.

Untukmemulihkanperekonomian,BangsaIndonesiamemerlukan
investasi.Investasibisaberjalankalauadastrategidalamhukum. 49
Strategiakangoyahjika,umpamanya,pemerintahtidakmenghormati
kontrakkontrakkaryayangsudahada.Akibatnya,investorenggan
datangkeIndonesiakarenatidakadakepastianhukum.

H.PerlindunganHAKI

DiberlakukannyaperjanjianTRIPs(TradeRelatedAspectsofIntellectual
PropertyRights)padatanggal1Januari2000memberikanharapan
adanyaperlindunganbagiberbagaiprodukintelektualdariupaya
pelanggaranhakatasprodukyangdihasilkanbaikolehindividumaupun
suatukorporasidalambidangindustridanperdagangandalamupaya
menjagapelanggaranhakataskeasliankaryaciptayangmenyangkutHak
Cipta,Merek,Paten,DesainProduk,RahasiaDagangdanDesainTata
LetakSirkuitTerpadu.Indonesiasebagaisalahsatunegarayangtelah
meratifikasiTRIPssebenarnyatelahmemberikanlandasanhukumbagi
perlindunganHaKImelalui3(tiga)UndangundangdibidangHaKIyang
dikeluarkanpadatahunl997,yaitu:

UndangUndangNomor19Tahun2002tentangHakCipta;

UndangUndangnomor14Tahun2001tentangPaten;

UndangUndangnomor15Tahun2001tentangMerek.

Danada3(tiga)UndangUndanglagiyangdikeluarkanpadaakhirTahun
2000,yaitu:

UndangUndangNomor30Tahun2000tentangRahasiaDagang;

UndangUndangNomor31Tahun2000tentangDesainProduk;

Suara Pembaruan Indonesia Takkan Ubah Kontrak Karya dengan PT Freeport, 5 Maret
2000.

64

UndangUndangNomor32Tahun2000tentangDesainTataLetak
SirkuitTerpadu.

UndangUndangtersebutdimaksudkanuntukmemberikanrasaamanbagi
kalanganindustridanperdagangan,namunhinggasaatiniberbagai
masalahdibidangHaKImasihsajaterjadi.

1.HakCipta

PerkataanHakCiptaterdiridari2(dua)kata,yaituhakdancipta,katahak
seringdikaitkandengankewajibanyangmerupakansuatukewenanganyang
diberikankepadapihaktertentuyangsifatnyabebasuntukdigunakanatau
tidak,sedangkankataciptadiartikansebagaihasilkreasimanusiadengan
menggunakansumberdayayangadapadanyaberupapikiran,perasaan,
pengetahuandanpengalaman.HakCiptamemberikanperlindunganterhadap
karyakaryaciptadibidangSeni,SastradanIlmuPengetahuandan
pemberianhakciptaitudidasarkanpadakriteriakeasliansehinggayang
pentingadalahbahwaciptaanituharusbenarbenarberasaldaripencipta
yangbersangkutan,bukanmerupakanjiplakanmaupuntiruankaryapihak
lain.DitentukanpulaolehUndangUndangHakCipta,bahwaHakCipta
adalahhakeksklusifbagiPenciptaataupenerimahakuntukmengumumkan
ataumemperbanyakCiptaannyaataumemberikanizinuntukitudengantidak
mengurangipembatasanpembatasanmenurutperaturanperundangundangan
yangberlaku.

Dariketentuantersebutterlihatbahwahakciptadiberikansecarakhusus
kepadapencipta,olehkarenaitupenciptamemilikihakmonopoli
terhadapciptaannya.DidalamPasal12UndangUndangHakCiptatelah
ditentukanciptaanapasajayangdilindungiyangsemuanyaberadadalam
ruanglingkupciptaandibidangilmupengetahuan,senidansastra.Hak

Ciptainidiberikanterhadapciptaanyangberwujudatauberupaekspresi
yangdapatdilihat,dibaca,didengarkandansebagainya.HakCiptatidak
melindungiciptaanyangmasihberupaide.Olehkarenaituagarsuatu
ciptaandapatdilindungi,makaciptaanituharusdiekspresikanterlebih
dahuludansetelahdiekspresikandalambentukyangkhasdanbersifat
pribadi,sejaksaatitupulaciptaanitusudahdilindungi.

65

2.Paten

Objekpengaturanpatenadalahsuatupenemuanbarudibidangteknologi
yangdapatditerapkandibidangindustri,sebagaiilmupengetahuanyang
diterapkandalamprosesindustri,teknologilahirdarikegiatanpenelitian
danpengembangan.Kegiatantersebutberlangsungdalamberbagai
bentuk,adayangsecarasederhanatetapiadapulayangdilakukandengan
carayangsulitdanmemakanwaktuyanglamamelaluilembaga
PenelitiandanPengembangan(ResearchandDevelopment)Pasal1butir
1UndangUndangPatenmenentukanPatenadalahhakeksklusifyang
diberikanolehnegarakepadainventoratashasilInvensinyadibidang
teknologi,yanguntukselamawaktutertentumelaksanakansendiri
invensinyatersebutataumemberikanpersetujuannyakepadapihaklain
untukmelaksanakannya.Hakeksklusifadalahhakkhususyaituhak
untukmelaksanakanpatenyangdimilikinyadanmelarangoranglain
yangtanpapersetujuannyamembuat,memakai,menyediakanuntuk
dijualataudisewakanataudiserahkanhasilproduksiyangdiberipaten.

Untukmendapatkanhakkhusustersebutpenemuataupemegangpatenharus
mendaftarkanpenemuannyatersebutpadakantorpatenSetelahpenemuatau
pemegangpatenmemperolehhakkhusus,makapenemuataupemegang
patenmemperolehhakmonopoliataspenemuannyatersebutuntukjangka
waktu20tahunsejakpenerimaanpermintaanpaten,setelahitupatenakan
menjalankanfungsisosialnyadanmenjadimilikumum.Haliniberartisetiap
orang(masyarakat)bebasuntukmenggunakanpatentersebuttanpameminta
izindaripemilikpatendalamhalinitidakdianggappelanggaranhakpaten.
Dengankatalainbilajangkawaktupatenberakhir,makahapuslahhakpaten
tersebut.Pasal1butir3menjelaskanmengenaiapayangdimaksuddengan
inventor/penemu,adalahseorangyangsecarasendiriataubeberapaorang
yangsecarabersamasamamelaksanakanideyangdituangkankedalam
kegiatanyangmenghasilkaninvensi.

Ketentuaninimerupakanperubahandanpenyempurnaandariketentuan
lamadenganmenghapuskatabadanhukumsebagaipenemu,karena
yangdapatmelakukanpenelitiandanmenghasilkanpenemuanadalah
manusia,badanhukumtidakdapat.Sedangkan

66

yangdimaksuddenganpenemuanmenurutpasal1butir2UUPaten
adalahideinventoryangdituangkankedalamsuatukegiatanpemecahan
masalahyangspesifikdibidangteknologidapatberupaprodukatau
proses,ataupenyempurnaandanpengembanganprodukatauproses.
Dalampengertianiniyangdimaksuddenganinvensi/penemuanadalah
kegiatanpemecahanmasalahatauide,sehinggabukanbarangatau
bendanya.Penemuandibidangteknologibaikyangberupaprosesatau
hasilproduksiyangdapatdiberipatenharusmemenuhisyaratsyarat:
baru,mengandunglangkahinventifdandapatditerapkandalamindustri.

3.Merek

Merekadalahtandayangberupagambar,nama,kata,hurufhuruf,angka
angka,susunanwarna,ataukombinasidariunsurunsurtersebutyang
memilikidayapembedadandigunakandalamkegiatanperdagangan
barangataujasa(Pasal1butirlUUMerek)Daripengertiantersebut
secaraumumdiartikanbahwamerekadalahsuatutandauntuk
membedakanbarangbarangyangdihasilkanataudiperdagangkan
seseorangatausekelompokorangataubadanhukumyangmemilikidaya
pembedayangdigunakandalamkegiatanperdaganganbarangataujasa,
sehinggatandatersebutmampumemberikesanpadasaatseseorang
melihatmerektersebut.

UndangUndangmembedakanmerekmenjadi2(dua),yaitumerek
dagangdanmerekjasa.MerekDagangadalahtandayangdigunakanpada
barangyangdiperdagangkanuntukmembedakandenganbarangbarang
sejenislainnya,sedangkanmerekjasaadalahmerekyangdigunakanpada
jasayangdiperdagangkanuntukmembedakandenganjasasejenis
lainnya.

MenurutUndangundangMerekagarsuatumerekmemperolehhakatas
merek,makapemilikmerekharusmendaftarkanmereknyatersebutpada
kantormerek,dengandemikianagarsuatumerekdapatditerima
pendaftarannya,makaharusmemenuhisyaratsyaratyangditentukandalam
UndangUndangMerekdantimbulnyahakatasmerektersebutapabilamerek
yangdidaftarkantersebutditerimapendaftarannyaolehkantormerek.Pasal3
UndangUndangMerekmenentukanbahwahakatasmerekadalahhak
eksklusifyangdiberikan

67

olehNegarakepadapemilikMerekyangterdaftardalamdaftarUmum
Merekuntukjangkawaktutertentudenganmenggunakansendirimerek
tersebutataumemberikanizinkepadapihaklainuntukmenggunakannya.
Hakkhususyangdiberikantersebutberfungsiuntukmemonopoli,
sehinggahaktersebutmutlakpadapemilikmerekdandapat
dipertahankanterhadapsiapapun,selainituhakatasmerekinihanya
diberikankepadapemilikmerekyangberitikadbaik,sehinggaorang
lain/badanhukumlaintidakbolehmenggunakanmerektersebuttanpa
izin.Suatumerekdapatdisebutmerekapabilamemenuhisyaratsyarat
yangditentukandalamUndangUndangMerekdanpermintaan
pendaftaranmerekhanyadapatdilakukanolehpemilikmerekyang
beritikadbaik.

Penggunaanmerekmilikoranglainbanyakdilakukanorangataubadan
hukum,merekamenggunakanmerektersebuttanpaizinpemiliknya,halini
tentuakanmerugikanpemilikmerekyangterdaftar.Biasanyamerekyang
digunakansecaramelawanhukuminiadalahmerekterkenal.MenurutInsan
BudiMaulana,merekdapatdianggapsebagairohbagisuatuproduk
barangataujasaMenurutPenjelasanUmumUndangUndangMerek,
perlindunganterhadapmerekterkenaldidasarkanpertimbanganbahwa
peniruanmerekterkenalmilikoranglainpadadasarnyadilandasiitikadtidak
baik,karenamencariketenaranmerekoranglain,sehinggaseharusnyamerek
tersebuttidakmendapatkanperlindunganhukum,sehinggauntukini,
permintaanpendaftaranmerekterkenalmilikoranglainharusditolak.

Perlindunganterhadapmerekterkenaldapatpuladilakukanmelalui
gugatanpembatalanpendaftaranmerekyangdilakukantanpahak,
gugatanitudiajukankePengadilanNegeriJakartaPusat.Terhadap
putusanPengadilanNegeriyangmemutuskanpembatalantidakdapat
diajukanpermohonanBanding,tetapilangsungmengajukanpermohonan
KasasiatauPeninjauanKembali.

4.Rahasiadagang

DalamUUNo.30Tahun2000tentangRahasiaDagang,Pasal1bahwa:

RahasiaDagangadalahinformasiyangtidakdiketahuiolehumum

68

dibidangteknologidan/ataubisnis,mempuyainilaiekonomikarena
berguandalamkegiatanusahadandijagakerahasiaannyaoleh
pemilikrahasiadagang.

Dilihatdaridefinisitersebutterdapatunsurunsur,sebagaiberikut:

informasiyangtidakdiketahuiumumdibidangteknologiataubisnis;

mempunyainilaiekonomikarenabergunadalamkegiatanusaha;dan

dijagakerahasiaannyaolehpemilikrahasiadagang.

Dalampasal2UUNo.30Tahun2000,bahwaruanglingkupdari
rahasiadagangadalah:

Lingkupperlindunganrahasiadagangmeliputimetodeproduksi,
metodepengolahan,metodepenjualanatauinformasilaindibidang
teknologidanataubisnisyangmemilikinilaiekonomidantidak
diketahuiolehmasyarakatumum.

Informasitersebutharusmemilikinilaiekonomis,bersifataktualdan
potensial,tidakdiketahuiumumsertatidakdapatdipergunakanoleh
oranglainyangtidaksecaradetailmengetahuiinformasitersebut.
Informasiinipunharussecarakonsistendijagakerahasiaannya(dengan
langkahlangkahtertentumenurutukuranwajar),sehinggatidakdapat
dipergunakanolehoranglain,karenadenganinformasitersebut

seseorangdapatmemperolehkeunggulankompetitifuntukbersaing
dengankompetitornyayangtidakmengetahuiinformasitersebut.
Kelalaianpemilikinformasiatashalinidapatmenggugurkaneksistensi
rahasiadagangitusebagaiHakMilikIntelektual.

Perlindunganrahasiadagangmemilikikedudukanyangsangatpenting
dalamduniainvestasidanperdagangankarenamelaluisistem
perlindunganmakainformasibisnisyangsifatnyasangatstrategisdan
kompetitifyangtidakterlindungidengansistemhukumhakmilik
intelektuallainnya(sepertipatendanhakcipta)dapatdilindungi.

Berbedadenganhakciptaataupaten,perlindunganterhadaprahasia
dagangtidakmemilikijangkawaktuyangterbatas.Oleh

69

karenanyabanyakinventoryangmerasaperlindunganyangdiberikanoleh
rahasiadaganglebihmenguntungkandibandingkandenganperlindunganhak
milikintelektuallainnya.Sepertipatendimanauntukmendapatkan
perlindungannyaseoranginventorharusbenarbenarmenemukansesuatu
yangsifatnyabaru(novelty),adanyalangkahinventif,sertaharusmemenuhi
syaratsyaratyangsangatkompleksyangditetapkanKantorPaten.Selainitu
memilikijangkawaktuselama20tahunterhitungsejaktanggalpenerimaan
danjangkawaktutersebuttidakdapatdiperpanjang.Setelahtercapainya
jangkawaktutersebuthakpatentersebutakandiumumkankepublik.

5.Desainindustri

PerlindunganhukumterhadapHKI,termasukdesainindustri,memiliki
hubunganeratdenganpembangunanekonomiIndonesia,terutamabila
dikaitkandenganmasuknyainvestasiasingdaneksistensidesainindustri
Indonesia.Desainindustrisendirimerupakansuatukreasiyangberasal
darihasilperwujudanideatauinspirasiyangberbedadengankreasiyang
adasebelumnya.

SesuaidenganpersetujuanTRIPsWTOtentangdesainindustri,Indonesia
mengimplementasikannyamelaluiUndangUndang(UU)Nomor31Tahun
2000.PenegakanUUiniterhambatfaktorbudayamasyarakatyang
cenderungmenganggapHKIsebagaipublicrightdanbukanmerupakan
suatuprivaterightyangmembutuhkanperlindunganhukumoptimal.Salah
satukasusmenimpaSuartiCollectionyangdigugatLoisHillCollection
karenadinilaimemalsukandesain.

Sebagailangkahproaktif,perludilakukansosialisasi,baikuntukproduk
hukumnasionalmaupunketentuaninternasionaldibidangHKIseperti
TRIPsWTO.Sosialisasihukuminternasionalpentinguntukmemberikan

pemahamankomprehensifkepadamasyarakatbahwapelanggarandesain
industrimerugikankepentingannasionalsecarakeseluruhan.

6.Desaintataletaksirkuitterpadu

DesaintataletaksirkuitterpadudiaturdalamUndangundangNo.32
Tahun2000tentangDesainTataLetakSirkuitTerpadu(UUDTLST),
danmulaiberlakusejaktanggal20Desember2000.Untuk

70

memudahkanpengertiannyasecaragarisbesaristilahdesaintataletak
sirkuitterpadudibagiduayaitu:desaintataletakdansirkuitterpaduyang
masingmasingpengertiannyaadalahsebagaiberikut:

a.Sirkuitterpadu(circuitlayouts)

Adalahsuatuprodukdalambentukjadiatausetengahjadi,yang
didalamnyaterdapatberbagaielemendansekurangkurangnyasatudari
elementersebutadalahelemenaktif,yangsebagianatauseluruhnya
salingberkaitansertadibentuksecaraterpadudidalamsebuahbahan
semikonduktoryangdimaksudkanuntukmenghasilkanfungsielektronik;

Desaintataletak

Adalahkreasiberuparancanganpeletakantigadimensidariberbagai
elemen,sekurangkurangnyasatudarielementersebutadalahelemen
aktif,sertasebagianatausemuainterkoneksidalamsuatusirkuitterpadu
danpeletakantigadimensitersebutdimaksudkanuntukpersiapan
pembuatansirkuitterpadu.

Pendesainadalahseorangataubeberapaorangyangmenghasilkandesain
tataletaksirkuitterpadu.Hakdesaintataletaksirkuitterpaduadalahhak
eksklusifyangdiberikanolehNegaraRepublikIndonesiakepada
pendesainatashasilkreasinya,untukselamawaktutertentu
melaksanakansendiri,ataumemberikanpersetujuannyakepadapihaklain
untukmelaksanakanhaktersebut.

Birokrasi

Birokrasimerupakanmasalahtersendiridalamupayapengembangan
ikliminvestasiyangkondusif.Buruknyabirokrasi,dapatmenghambat
datangnyaarusinvestasipadasuatunegara.Berikutmerupakanmasalah
masalahyangterdapatdidalamsistembirokrasidiIndonesia:

1.Koordinasiantarlembaga

Koordinasidalamsistembirokrasikitamerupakanbaranglangka,
sebagaimanadihasilkandalamagendasinkronisasidanharmonisasiprogram
pengembangansistemhukumnasionalyangpernahdiselenggarakanoleh
BadanPembinaanHukumNasionalyangantaralainmengikutsertakan
berbagaiinstansiyangterkaitsecaralangsung

71

dengankegiataninvestasi,diantaranyadepartemenyangmembidangi
pertanahan,pertambangan,kehutanansertalingkunganhidup.
Disimpulkanbahwasalahsatupenyebabsulitnyakoordinasiantara
berbagailembaganegaraadalahadanyakesalahanpemahamantentang
Undangundangansektoralhanyakarenausulanprakarsanyadarisektor
sehinggamengesampingkankepentingannasionaldalampraktiknya. 50

Tidaksedikitbahwaburuknyakoordinasiantaralembagapemerintah
telahmenyebabkankonflikbaikyangbersifathorizontal(sengketaantar
InstansiPemerintahPusat)maupunvertikal(sengketayangterjadikarena
adanyasilangkewenanganantaraPemerintahPusatdanPemerintah
Daerah).51HalinikerapterjadimeskipuntelahperintahkandalamUU
No.25Tahun2007tentangPenanamanModal,bahwaterkaitkegiatan
investasipemerintahmenunjukBadanKoordinasiPenanamanModal
(BKPM)sebagaikoordinatorbagipelaksanaanpenanamanmodaldi
Indonesia.

Menjadijelas,bahwadalamhalterjadinyasengketabaikyangbersifat
vertikalmaupunhorizontaldalamkonteksinvestasi,pihakyangakan
sangatdirugikanadalahinvestor.Permasalahansepertiinisecara
langsungakanmempengaruhiIndonesiasebagainegaratujuaninvestasi.
Olehkarenanyaperludilakukanterobosanuntukmeminimalisasi
problemakoordinasiantarlembagaagardapatmendukungpenciptaan
ikliminvestasiyangkondusif.

Disampingitu,lemahnyakoordinasikelembagaanditimbulkankarena
ketidakjelasantupoksidarimasingmasinginstansi,yangantaralain
disebabkanolehadanyapertimbangansubjektifyangberlatarbelakang
politismaupunekonomi.

2.Masalahotonomidaerah

Kebijakanotonomidaerahyangmemberikankewenanganpenuhkepada
daerahuntukmengelolapotensiyangadapada

Laporan Akhir, Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Pengembangan Sistem Hukum

Nasional, Badan Peminaan Hukum Nasional, Depkumham RI, 2008.

Laporan Penelitian tentang Penyelesaian sengketa di bidang Pertambangan, Badan


Pembinaan Hukum Nasional, Depkumham, 2007.

72

daerahbersangkutan,telahmenyebabkanmunculnyaberbagaiPeraturan
Daerah(Perda)baikdibidangpajakmaupunretribusiyang
dilatarbelakangiolehkeinginanuntukmeningkatkanPendapatanAsli
Daerah(PAD),namundilainhalpemerintahpusattidakmemberikan
guidelinesyangjelassebagaipanduanbagiPemdauntukmencegah
disusunnyaPerdayangbermasalah.Melihatsituasiyangdemikian,dalam
kontekskegiataninvestasiisuhighcosteconomymenjadibagiandari
permasalahaninvestasiyangpengaruhnyaakansangatburukterhadap
minatinvestoruntukberinvestasidiIndonesia.

3.Pungutanliar

Salahsatupermasalahanyangseringkalidialamiolehinvestordalam
melakukankegiataninvestasidiIndonesiaadalahmasihmaraknya
pungutanliar.Timbulnyapungutanliarmaupunpraktekkorupsiyang
cenderungsistemikmerupakanakibatdaripengaturanyangtidakjelas
sehinggadapatdenganmudahdimanfaatkanolehoknumoknumtertentu
untukmemperkayadiridengandalihmelaksanakanaturanyangadatanpa
memperhatikanimplikasiyangdapatditimbulkandaritindakanyang
telahdilakukan.

Situasidemikian,secaratidaklangsungakanberakibatburukterhadap
keberlanjutankegiataninvestasipadadaerahbersangkutan.Olehkarenanya
perludilakukanupayaupayayangsecarasistematisdapatmemberikan
pemahamanbaikpadaperumuskebijakanmaupunpelaksanadilapangan
tentangpentingnyainvestasibagikeberlangsunganekonomisuatudaerah.

J.Ketenagakerjaan

Masalahketenagakerjaanmerupakanfaktoryangsangatbesarpengaruhnya
terhadapkegiataninvestasidiIndonesia.Sebagaisalahsatucontoh,beberapa
tahunyanglalu,SonnyhengkangdariIndonesiakarenaterganjalmasalah
ketenagakerjaan.Perlujugadiperhatikanbahwamasalahketenagakerjaan
yangadasaatinijugadisebabkanolehkondisitenagakerjayangkurang
produktif,tidakterampil,etoskerjayanglemah,kenaikanUMRyangterlalu
cepatsertamaraknya

73

demodankasuskasusperburuhan.Disampingitu,penerapanketentuan
ketentuandibidangketenagakerjaanyangtidaktransparanmerupakansalah
satupenyebabkompleksnyamasalahketenagakerjaan.

Darihasilinventarisasiterhadappermasalahanketenagakerjaanpada
kegiataninvestasi,tergambarkanbeberapapermasalahanyaitu:

Prosespengalihanteknologidanketerampilanyangberjalanlambat.

PelanggaranterhadapizinkerjaTKA.

RendahnyaketerampilandanprodukstivitasTKI.

UpahTKIyangrendahdanseringdisalahgunakanolehpihakasing.

JumlahTKIyangbesar,tidaksesuaidenganlapanganyangtersedia.

Penyelesaiansengketaperburuhan.

K.KepastianHukum

1.InvestasiyangPredictable

Agarsuatukegiataninvestasidapatdiperkirakanpredictable,seharusnya
prosesdantatacarapenanamanmodaldapatdilakukansecaratransparan.
Transaparansidalamkegiataninvestasidisampingmenjadikankegiatan
investasimudahdiramalkanjugaakanmemberikankepastianhukumbagi
investor.52

2.Ekonomibiayatinggi

Kepastianhukummenjadipentingdalamkaitannyadenganmotif
investasiyangdilakukanolehinvestor.Tidakdapatdipungiribahwa
kegiataninvestasiyangdilakukanolehinvestorsematamatauntuk
memperolehkeuntungan,dengandemikianapabiladalampraktiknya
harusmengeluarkanbiayayangcukuptinggisebelummemperoleh
keuntungan,dapatdipastikanbahwaminatinvestasiakansemakin
menurunpadamasamasamendatang.

IBR. Supancana, Kerangka Hukum dan Kebijakan Investasi Langsung di Indonesia, Ghalia
Indonesia, 2006.

74

3.Inkonsistensiregulasi

Berbagaibentukinkonsistensiregulasikhususnyayangterkaitlangsungdengan
kegiataninvestasiantaralainmenyangkutdaftarskalaprioritasdandaftarnegatif
investasiyangseringkaliberubahubah,menjadikankegiataninvestasidi
Indonesiaterkesantidakpasti.

4.Peradilanyangfairdanimpartial

Terhadapberbagaisengketayangmelibatkaninvestoryang
melaksanakankegiataninvestasi,dalamupayapenyelesaiannyaharus
didukungolehsistemhukumyangefektifsertaperadilanyangfairdan
impartial.HalinisejalandengansemangatyangtercermindalamUUNo.
25Tahun2007yangtidakmembedabedakanantaraPenanamanModal
DalamNegeridenganPenanamanModalAsing.

5.Penegakanhukum

Demikianpulaterkaitpelaksanaandariputusanyangdihasilkandariproses
penyelesaianmelaluilembagayangditunjukuntukitu,agarmemberikan
kepastianhukumharusdapatdilaksanakansecaraefektifdansesuaidengan
proseduryangdiaturolehlembagaperadilan.

Perizinan

1.Prosedurperizinan

MeskipunpemerintahmelaluiUUNo.25Tahun2007telahmengamanatkan
untukdibentuknyapelayananterpadusatupintuyangbertujuanuntuk
membantuinvestordalammemperolehkemudahanpelayanan,fasilitas
fiskal,daninformasimengenaipenanamanmodalbaikditingkatpusat
maupundaerah,namundalampelaksanaannyamasihadadaerahdaerahyang
sampaidengansaatbelummemilikipelayanansepertiini.Prosesperizinan
tetapdilaksanakanolehsatuankerjaterkaityangpadaakhirnyamenimbulkan
ekonomibiayatinggipadatahapperizinan.

2.Waktuperizinan

MeskipunDepartemenDalamNegeritelahmenerbitkanaturanstandar
bagipemerintahdaerahdalammemberikanpelayanan

75

perizinanagarwaktuyangdibutuhkanmenjadilebihsingkat,apabila
padadaerahdaerahtertentutidakmelaksanakanketentuandimaksud,
makatetapjangkawaktuperizinanmenjadisuatuketidakpastian.Oleh
karenanyapemerintahharussecaraproaktifmelakukanmonitoringdan
evaluasiagarberbagairegulasibenarbenardilaksanakanolehdaerah.

Biayaperizinan

Diharapkandengandilaksanakannyapelayananterpadusatupintuataulebih
dikenaldenganBadanPelayananPerizinanTerpadu(BPPT),makabiaya
perizinanyangselamainimembengkakdapatditekan.Akantetapidalam
implementasinyadidaerahdaerahpraktikKKNkhususnyaterkaitperizinan
masihmarakterjadi.Halinilahyangmenjadikanbiayaperizinanmenjadi
besar.

M.Pertanahan

DalamUUNo.25Tahun2007,pemerintahmemberikaninsentifdi
bidangpertanahandenganpersyaratan.Adapuninsentifdimaksud
meliputi:

1.HakGunaBangunan

HakGunaBangunandapatdiberikandenganjumlah80(delapanpuluh)
tahundengancaradapatdiberikandandiperpanjangdimukasekaligus
selama50(limapuluh)tahundandapatdiperbaruiselama30(tigapuluh)
tahun;

2.HakPakai

HakPakaidapatdiberikandenganjumlah70(tujuhpuluh)tahundengan
caradapatdiberikandandiperpanjangdimukasekaligusselama45
(empatpuluhlima)tahundandapatdiperbaruiselama25(duapuluh
lima)tahun.

3.HakGunaUsaha

HakGunaUsahadapatdiberikandenganjumlah95(sembilanpuluh
lima)tahundengancaradapatdiberikandandiperpanjangdimuka
sekaligusselama60(enampuluh)tahundandapatdiperbaruiselama35
(tigapuluhlima)tahun

76

Hakatastanahsebagaimanadimaksuddiatasdiberikandandiperpanjang
dimukasekaligusuntukkegiatanpenanamanmodal,denganpersyaratan
antaralain:

a.penanamanmodalyangdilakukandalamjangkapanjangdanterkait
denganperubahanstrukturperekenomianIndonesiayanglebihberdaya
saing;

penanamanmodaldengantingkatrisikopenanamanmodalyangmemerlukan
pengembalianmodaldalamjangkapanjangsesuaidenganjeniskegiatan
penanamanmodalyangdilakukan;

c.penanamanmodalyangtidakmemerlukanareayangluas;

penanamanmodaldenganmenggunakanhakatastanahnegara;dan

e.penanamanmodalyangtidakmengganggurasakeadilanmasyarakat
dantidakmerugikankepentinganumum.

Hakatastanahdapatdiperbaruisetelahdilakukanevaluasibahwa
tanahnyamasihdigunakandandiusahakandenganbaiksesuaidengan
keadaan,sifat,dantujuanpemberianhak.Akantetapipemberian
dimaksuddapatdihentikanataudibatalkanolehPemerintahjika
perusahaanpenanamanmodalmenelantarkantanah,merugikan
kepentinganumum,menggunakanataumemanfaatkantanahtidaksesuai
denganmaksuddantujuanpemberianhakatastanahnya,sertamelanggar
ketentuanperaturanperundangundangandibidangpertanahan.

Dalampelaksanaannyaapakahfasilitassebagaimanadimaksuddiatas
dapatsecaramudahdiperolehinvestorpadasaatmerealisasikan
usahanya,olehkarenanyaPeranpemerintahakantetapdibutuhkandalam
tataranimplementasinya.

PenyelesaianSengketaInvestasi(Vertikal/HorizontalNasional/
Transnasional)

1.Sengketaverikal/horizontalnasional

Dalamkegiatanpenanamanmodal,karenamenyangkutkewenangannegara,
makaadabeberapapihak(stakeholder)yangmemilikiperandidalamnya.
DiantaranyaPemerintahPusat(instansiterkait),PemerintahDaerah,serta
investordanmasyarakat.

77

Dalamkontekssengketakewenangan,setidaknyadapatdibagi
dalamduabentuk,yaitusengketakewenanganVertikaldan
Horizontal.

SengketaVertikaladalahsengketayangterjadikarenaadanya
silangkewenanganantaraPemerintahPusatdanPemerintah
Daerah,haliniberhubungandenganketentuantentangOtonomi
Daerah.Sengketainiberkaitandengankekuasaanyangdimiliki
olehmasingmasingpihak,biasanyamenyangkutPerizinan,
PengelolaanatauKepemilikanusaha.Salahsatucontohbentuk
sengketaVertikal,dapatdilihatdarikasusDivestasiKaltim
PrimaCoal.

Bentuksengketakewenanganlainnyaadalahsengketahorizon
tal,yaknisengketakewenanganyangterjadiantarInstansi
PemerintahPusat,dalamhaliniDepartemenyangmembawahi
bidangyangterkaitsecaralangsungdengankegiataninvestasi
yangsedangdilakukan.

Padapraktiknya,baiksengketaVertikalmaupunHorizontal
sangatbesarpengaruhnyaterhadapkegiatanpenanamanmodal
dibidangpertambangan.

Adapunlangkahyangdapatdilakukanolehparapihakdalam
upayamenyelesaikansengketasengketadimaksud,dapat
dilakukanmelalui:

a.PenyelesaianmelaluiPengadilan

Upayapenyelesaianmelaluipengadilannasional,akanmengacu
pada:

ReglemenIndonesiayangdiperbarui(HIR),Staatsblad1941
Nomor44;

ReglemenHukumAcarauntukdaerahluarJawadanMadura,
Staatsblad1927Nomor227;

KitabUndangUndangHukumPerdata(KUHPer);

ReglemenIndonesia(ER);

KitabUndangUndangHukumAcaraPerdata(Reglemenopde
Rechtvordering),Staatsblad1847Nomor52;

78

UndangUndangNomor4Tahun2004tentangKekuasaanKehakiman;

UndangUndangNomor14Tahun1985tanggal30Desember1985tentang
MahkamahAgungsebagaimanadiubahdenganUndangUndangNomor5
Tahun2004;

UndangUndangNomor2Tahun1986tentangSistemPeradilanUmum
sebagaimanadiubahdenganUndangUndangNomor8Tahun2004.

PenyelesaianmelaluiArbitrase

MeskipundalamUUNomor25Tahun2007tentangPenanamanModal
dijelaskantentangkemungkinanarbitrasesebagaimediabagipenyelesaian
sengketaantarapemerintahdenganinvestor,akantetapibelummengatur
secaradetailmekanismeyangditerapkan.Olehkarenanyaterkaitketentuan
tentangberarbitrasemengacupadaUUNo.30Tahun1999tentangArbitrase
danAlternatifPenyelesaianSengketa.

UndangUndanginisecaracukupkomprehensifmengaturpenyelesaian
sengketamelaluiarbitrase,sementarapenyelesaiansengketamelalui
alternatifpenyelesaiansengketahanyadiaturdalamsatupasal,itupun
denganfokuspadapenyelesaiansengketamelaluimediasi. 53

Tatacarapenyelesaiansengketamelaluiarbitrasediatursecaracukup
rincidalamUUini,yangmeliputi:

syaratarbitrase,pengangkatanarbiterdanhakingkar; 54acarayang
berlakudihadapanmajelisarbitrase;55

pendapatdanputusanarbitrase;56pelaksanaanarbitrase;57

pembatalanputusanarbitrase;58

Lihat ketentuan Pasal 6 UU Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif
Penyelesaian Sengketa, dimana ADR lebih dititikberatkan pada penyelesaian melalui
mediasi sementara cara-cara ADR lainnya tidak dikembangkan secara tuntas.

Ibid, ketentuan Bab III, Pasal 7 -26.

Ibid, ketentuan Bab IV, Pasal 27-51.

Ibid, ketentuan Bab V, Pasal 52-58.

Ibid, ketentuan Bab VI, Pasal 59-69.

79

berakhirnyatugasarbiter;59dan

biayaarbitrase.60

c.PenyelesaianmelaluiADR

Negosiasi

Negosiasidapatdiupayakandenganhadirnyaparapihakuntukdudukbersama
dengantujuanmenyelesaikansengketasecaradamaibaikdibuatsecaratertulis
maupunverbal.

Mediasi

Mediasidicirikandenganterlibatnyapihakketigauntukmembantupara
pihakdalampenyelesaiansengketa.Mediatorinibertindaksecaranetral,
tidakmemihak(impartial)dantidakadabenturankepentinganserta
hanyamemfasilitasiparapihakuntukmenegosiasikandanmenyepakati
penyelesaiansengketa.Mediatortidakbertindaksebagaihakimdalam
penyelesaiansengketa

Inguiries

Inguiriesmerupakanpenyelesaiansengketamelaluipembentukansuatu
komisiterhadapsengketayangterjadiantaraparapihak,dapatditerapkan
sepanjangparapihakmenyetujuimekanismetersebut.Komisiyangdibentuk
bertugasmencarifaktadanbuktibuktidaridokumendokumendan
informasiyangterkaitdengansengketadimaksuduntukkemudian
dilaporkankepadaparapihak.

Konsiliasi

Konsiliasimerupakangabunganantaramediasidenganenquiries.
Konsiliasidapatdibedakandari3(tiga)ciri,yaitu:Pertamaprosedurnya
berlangsungdidepansuatukomisipermanenatausementarayang
dibentukolehparapihak;Keduaprosedurmencakuppencarianfakta

yangdipersengketakan;danKetigaprosedurkonsultasiterkaitdengan
laporandarikomisipencarifakta

Ibid, ketentuan Bab VII, Pasal 70-72.

Ibid, ketentuan Bab VIII, Pasal 73-75.

80

(commissionofenquiries)termasukrekomendasibagipenyelesaian
sengketa,meskipunrekomendasitersebutbersifattidakmengikat.

GoodOffices

GoodOffices(jasabaik)merupakancarapenyelesaiansengketadi
manapihakketigamembantumempertemukanparapihakyang
bersengketauntukmenegosiasikansengketadiantaramerekasendiri
ataumelaluisemacamroundtablemeeting.

Ombudsman

Ombudsmanmerupakanalternatifpenyelesaiansengketadimana
pihakyangmerasadirugikandapatmenyampaikanlaporanterkait
pelayananpublikyangdiberikanolehaparaturnegara.Ketentuan
mengenaihalinitelahdiaturdalamUndangUndangOmbudsman.

Sengketayangbersifattransnasional

Terhadapsengketayangbersifattransnasional,berdasarkanpihaknya
terdapat3(tiga)jenissengketayaitu:sengketaantarnegara;sengketa
negaratuanrumahdenganinvestorasing;sertasengketaantara
investorasingdenganmitralokalnya.Parapihakdapatmenggunakan
berbagaiskemapenyelesaiansengketayangadabaikdalambentuk
Alternativedisputeresolutionmaupunarbitrasesebagaimanatelah
diuraikandiatas.Adapuninstrumenhukuminternasionalyangdapat
digunakansebagaiacuandalamupayapenyelesaiansengketa

investasiyangbersifattransnasionaladalahInternationalCenterfor
Settlementof

InvestmentDisputes(ICSID).ICSIDmemberikankemudahanbagi
pelaksanaankonsiliasidanarbitrase.Pihakpihakyangdapat
mengajukankonsiliasidanarbitraseadalah:

setiapwarganegaraataubadanpribadi(naturalpersons)darinegara
anggotakonvensiyangbukanwarganegaradarinegarayangdigugat
(hostcountry)mengenaipermasalahaninvestasitersebut.

81

setiapbadanhukumdarinegaraanggotakonvensiyangbukanbadanhukum
ataudianggapbadanhukumhostcountry.

Sebagaigambaran,berikutadalahmekanismepenyelesaianyangdiatur
olehICSID:

a.Konsiliasi

Ketentuanpenyelesaiansengketapenanamanmodalyangdiaturdalam
konvensiiniantaralainmenyangkut:permohonankonsiliasi(requestfor
conciliation);61pembentukankomisikonsiliasi(constitutionofthe
conciliationcommission);62sertaacarakonsiliasi(conciliation
proceedings).63

Penyelesaiandengancarainidilakukandenganconciliationcommission,
yangbertugasmencarisumberpokokpermasalahandan
menyelesaikannyadalamsuaturumusanperjanjianataukesepakatanyang
dapatditerimaolehparapihaksecarabaik.Apabilacarainitidakefektif,
makadibuatlaporanmengenaikegagalansebelummelanjutkanupaya
penyelesaianlainnya.

Arbitrase

Ketentuanketentuanpokokyangdiaturmeliputi,antaralain:permohonan
arbitrase(requestforarbitration);pembentukanmajelis(constitutionof
tribunal);kewenangandanfungsimajelis(powerandfunctionsof
tribunal);keputusan(award);interpretasi,revisidanpembatalanputusan

(interpretation,revisionandannulmentoftheaward);sertapengakuan
danpenegakanputusan

(recognitionandenforcementoftheaward).

KetentuanyangsangatmenarikuntukdikajidariArbitrationRulesadalah
menyangkutinterpretasi,revisidanpembatalanputusan.Apabilahendak
mengajukaninterpretasi,maka

Ibid, ketentuan Bab IX, Pasal 76-77.

Convention on the Settlement of Investment Disputes between States and Nationals of other
States, Pasal 28.

Ibid, Pasal 29-31.

82

harusdinyatakansecarajelasbutirbutiryangdipersengketakan. 64Dalam
halmengajukanpermohonanrevisi,makaterhadapputusanyangdibuat
harusdiajukanfaktafaktayangkarenasifatnyadapatmempengaruhi
putusansertabuktibuktiyangtidakdiketahuiketikaputusantersebut
dibuat,tidakdiketahuiolehmajelismaupunolehpemohon.65Jikahendak
mengajukanpembatalanterhadapputusan,makapihakyang
mengajukannyaharusmengajukandasardasar,seperti: 66

majelistidakdibentuksecaralayak;

majelistelahmelampauiwewenangnya;

terdapatkorupsipadaanggotamajelis;

terdapatpenyimpanganyangseriusdariaturanyangberlaku;

bahwaputusantersebuttelahgagalmenyampaikanpertimbangan
pertimbanganyangmenjadidasardariputusannya.

Apabilasalahsatupihakmengajukanpermohonanpembatalanatasputusan
yangdibuatolehmajelisarbiterpadatingkatpertama,makasekretaris
jenderalakanmenyampaikanhalitukepadaketuadewanadministrasiuntuk
menunjukAdHocCommittee.67SelanjutnyajikaAdHocCommittee
membatalkansebagianmaupunseluruhputusansebelumnya,makapihak
yangtidaksetujudapatmenyampaikankembali(resubmission)kasus
tersebutkepadasuatumajelisbaru(newtribunal)68.Penyampaiankembali

kasustersebutharusdilakukansecaratertuliskepadasekretarisjenderal.Oleh
sekretarisjenderalkemudiandidaftarkanpadaregisterarbitrase,
memberitahuparapihaktentangregistrasitersebut,menyampaikansalinan
kepadapihaklainnya,sertamengundangparapihakuntuksegeramembentuk
majelisbaru.69Keputusandari

Ibid Pasal 32-35.

Ibid, Pasal 50 ayat (1) (c) (i).

Ibid, Pasal 50 (1) (c) (ii).

Ibid, Pasal 50 (1) (c) (iii). Lihat juga Pasal 52 (1) ICSID Convention.

ICSID Arbitration Rules, op. cit, Pasal 52 (1)

Lihat, ibid, Pasal 55 (1)

Ibid. Pasal 55 (2)

83

majelisyangbarutidakbolehmenyentuhputusanlamayangtidak
dimintakanpembatalannya.70

PadapenyelesaiansengketadiICSIDmelaluiarbitrase,meskipun
idealnyapenyelesaianmelaluiarbitraseberlangsungcepatdandengan
biayayangmurah,namundalamkenyataannyaberlangsunglamadan
mahal,halitudisebabkanolehdimungkinkannyapembatalan(annul
ment)sebanyak2(dua)kalidenganmembentukAdHocCommittee
denganmajelisarbiteryangbaru.71

Ibid, Pasal 55 (3).

Hal ini dialami oleh Indonesia pada kasus Republik Indonesia versus Amco Asia yang
penyelesaiannya memakan waktu lebih dari 10 tahun.

84

BABIV

REGULASIINVESTASI

A.

RegulasiNasionalYangKhususMengaturKegiatanInvestasi

1.Peraturanperundangundangandibidangpenanamanmodal

UndangUndangNomor25Tahun2007tentangPenanamanModaldapat
dikatakansudahmencakupsemuaaspekpentingyangterkaitdengan
peningkataninvestasidarisisipemerintahdankepastianberinvestasidari
sisipengusaha/investor.Terdapatduadiantaraaspekaspektersebutyang
selamainimerupakanmasalahseriusyangdihadapipengusahayaitu
pertama,BabIPasal1No.10mengenaiketentuanumumyang
menjabarkantentangpelayananterpadusatupintu.

Sistempelayanansatuatapdiharapkandapatmengakomodasikeinginan
investoruntukmemperolehpelayananyanglebihefisien,mudah,dancepat.
Membangunsistempelayanansatuataptidakmudah,karenasangat
memerlukanvisiyangsamadankoordinasiyangbaikantaralembaga
lembagapemerintahyangberkepentingandalampenanamanmodal
(Tambunan,2007).Kedua,BabIIIPasal4Nomor2bmengenaikebijakan
dasarpenanamanmodalyangmenyatakanmenjaminkepastianhukum,
kepastianberusaha,dankeamananberusahabagipenanammodalsejak

prosespengurusanperizinansampaidenganberakhirnyakegiatanpenanaman
modalsesuaidenganketentuanperaturanperundangundangan.Kepastian
hukumyangtidakadaseringdianggapsebagaisalahsatupenghambat
investasi,khususnyainvestorasingdidalamnegeri.NamunUUPenanaman
Modaltersebutterdapatsatutitikpentingyangperludiperhatikanyaitu
investorasingmendapatkanperlakuanyangsama(equaltreatment)dengan
investordomestik.UUtersebutmembukapintulebarlebarbagipemodal
mancanegara.Berbagaifasilitasistimewakepadapemodalasingitu,mulai
darikemudahanperpajakan,pembebasanlahan,

85

kemudahanmemindahkanmodalkapanpundandimanapun,sampaitak
perlukhawatirdengannasionalisasi.

2.Peraturandaerahdibidangpenanamanmodal

Padabeberapahasilpenelitianyangtelahdilakukan,hampirpada
umumnyaPemerintahdaerahmenerbitkanperaturandaerahyangterkait
secaralangsungdengankegiataninvestasi,misalnyaperizinan,pajakdan
retribusidilatarbelakangiuntukmemperolehPendapatanAsliDaerah
yangsebesarbesarnyatanpamempertimbangkanapakahperdayang
disusuntelahmengakomodasikanaspirasipelakuusahaatautidak.Perda
yangdihasilkancenderungmemberatkaninvestor,karenadalam
implementasinyadiorientasikanbagipeningkatanpendapatandaerah.

B.RegulasiNasionalLainYangTerkaitDenganKegiatanInvestasi

1.Peraturanperundangundangandibidangperusahaan

Undangundangmengenaiperusahaanyangterkaitsecaralangsung
dengankegiataninvestasiadalahUndangUndangNo.40Tahun2007
tentangPerseroanTerbatas(UUPT).

UUinitelahsecarateknismengaturbeberapahalyangterkaitsecara
langsungdengankegiataninvestasisebagaimanadiaturdalamUUNo.25
Tahun2007tentangPenanamanModal,diantaranyamenyangkut
pembentukanbadanusahadankedudukan,

CorporateSocialResponsibility(CSR),dll.Terkaitpembentukanbadan
usahadalamUUPTsecaradetaildiaturmengenai:Pendirian;anggaran
dasardanperubahananggarandasar;daftarperseroandanpengumuman.
DemikianpulahalnyadenganCSR,dalamUUPT,diatursecarategas
bahwaCSRmerupakankewajibanyangharusdilaksanakanoleh
Perseroanyangmenjalankankegiatanusahadibidangsumberdayaalam.

Namundemikian,adabeberapahalyangdiaturdalamUUPTyang
dianggapkontraproduktifbagipengembangankegiataninvestasidi
Indonesia,yaituterkait:

86

a.KetentuanmodaldasarminimaldalampendirianPerseroan
Terbatas.LimitModaldasardengannilainominalRp50.000.000,
yangterlalubesarsebagaimanaditentukanolehundangundang
dianggapmemberatkanpelakuusahayangakanmendirikanbadan
hukum.Seharusnyaketentuanmodaldasardiaturdalamketentuan
yanglebihteknisdanbersifatfleksibel,sehinggafaktorekonomi
biayatinggiyangselamainimenjadihambatandalamkegiatan
investasidapatdikurangipadasaatinvestorhendakmemulai
kegiatanusahamelaluipendirianbadanusaha.

KewajibanCorporateSocialResponsibility.Ketentuanmengenai
CSRtampaknyahanyadibebankanterhadapbadanusahayang
berbentukperseroan.Bagaimanaterhadapbadanusahayangtidak
berbentukperseroanyangjugamelakukankegiatanusahadibidang
pengolahansumberdayaalam,karenanyaketentuaninidianggap
diskriminatif.Dalampraktiknya,ketentuanmengenaiCSRmenjadi
bebantambahanbagiinvestor,karenaharusmencadangkanbiaya
secarakhusus.

2.Peraturanperundangundangandibidangpertanahan

Bidangpertanahanyangterkaitsecaralangsungdengankegiatan
investasidiaturdalamUUNo.5Tahun1960tentangAgrariadan
Pertanahan.

DalamUUPenanamanModalterkaitkemudahanpelayanan
perizinanhakatastanahditentukanbahwa:

a.HakGunaUsahadapatdiberikanselama95tahundandapat
diperpanjangdimukasekaligusselama60tahundandapat
diperbaruiselama35tahun;

HakGunaBangunandapatdiberikanselama80tahundandapat
diperpanjangdimukasekaligusselama50tahundandapat
diperbaruiselama30Tahun.

c.HakPakaidapatdiberikanselama70tahundandapatdiperpanjang
dimukasekaligusselama45tahundandapatdiperbaruiselama25
tahun.

87

Dalampenerapannya,apakahpemberianinsentifyangdiamanatkan
dalamUUPenanamanModaldapatdilaksanakanmanakalaadaprosedur
proseduryangsecarakhususharusmengacupadaUUAgrariadan
peraturanpelaksanaannya.Olehkarenanyaperanlembagayangsecara
khususmelaksanakanfungsikoordinasiharusmemilikikewenangan
secarajelasuntukmelaksanakanketentuanketentuantersebut.

3.Peraturanperundangundangandibidangketenagakerjaan

Bidangketenagakerjaanyangterkaitsecaralangsungdengankegiatan
investasidiaturdalamUUNo.13Tahun2003tentangKetenagakerjaan.
DalamUUPenanamanModal,ditentukanbahwaperusahaanpenanaman
modalharusmengutamakantenagakerjalokaldanwajibuntuk
meningkatkankompetensitenagakerjamelaluipelatihansertakewajiban
untukmenyelenggarakanalihteknologikepadatenagakerjalokal. 72
DalamUUPenanamanModaljugadiaturmengenaipenyelesaian
perselisihanhubunganindustrial.

Namundemikianadabeberapaisuterkaitketenagakerjaanyangjuga
dapatmempengaruhikegiataninvestasi,diantaranya:

a.PerlindunganyangdiberikanolehUUhanyaterhadappekerjadisektor
formal.

Ketentuanmengenaioutsourcingyangmemungkinkanuntukdilaksanakannya
pemborongandanpenyediaanjasapekerja,seharusnyapengaturanhanyapada
penyediaanjasapekerjasaja.

c.MasalahUpahMinimumRegionalyangseringmenimbulkan
pemogokandantindakantindakanlainnyayangmerugikaninvestor,
seharusnyakebijakanmengenaihaliniditetapkansecaratransparan.

4.PeraturanperundangundangandibidangESDM

Bidangenergidansumberdayamineralyangterkaitsecaralangsung
dengankegiataninvestasidiaturdalamUUNo.4Tahun2007tentang
PertambanganMineraldanBatubara.

72

88

Pasal 10 UU No. 25 tentang Penanaman Modal

Dalamketentuannya,UUMineraldanBatubaratelahmemberikan
kepastianberusahabagikegiataninvestasi.Haliniterlihatpada
ketentuanmengenaipemberianIUP,pembinaan,penyelesaian
konflikmasyarakat,danpengawasanusahapertambanganyang
dilakukanpadawilayahwilayahtertentu,pengaturanmengenai
kewenanganpemerintahpusatdandaerah,pengaturanmengenai
wilayahpertambangan,dll.

Namundemikiandalampelaksanaannyadilapangan,resistensi
terhadapkegiataninvestasikhususnyayangbergerakdibidang
pertambanganmasihseringkaliterjadi,resistensidimaksuddapat
berasaldaridepartemen/instansiyangmembawahibidangkehutanan,
pertanahan,lingkunganhidup,dll.

5.Peraturanperundangundangandibidangkehutanan

Bidangkehutananyangterkaitsecaralangsungdengankegiatan
investasi,diaturdalamUUNo.41Tahun1999tentangKehutanan.

UUinitelahsecararincimengaturtentangaspekaspekterkait
kehutanan,seperti:penguasaanhutan,statusdanfungsihutan,klasifikasi
hutan,pengurusanhutan,perencanaankehutanan,pengukuhankawasan
hutan,pembentukanwilayahpengelolaanhutan,Rehabilitasidan
reklamasihutan,Perlindunganhutandankonservasialam,dll.Dari
berbagaipengaturandiatas,tidakadasatupunketentuanyangkontra
produktifdengankegiataninvestasi.

Terkaitpelaksanaankegiataninvestasi,sinkronisasidanharmonisasi
sertakoordinasikelembagaanmenjadisangatpentingmanakalakegiatan
investasiharusdilakukanpadawilayahhutan.

6.Peraturanperundangundangandibidanglingkunganhidup

Bidanglingkunganhidupyangterkaitsecaralangsungdengan
kegiataninvestasi,diaturdalamUUNo.32Tahun2009tentang
PerlindungandanPengelolaanLingkunganHidup.

SebagaimanaditegaskandalamPasal16UUPenanamanModal,bahwa
setiappenanammodalharusmenjagaKelestarianlingkunganhidup.Terkait
halini,UUNo.32Tahun2009menetapkanbahwasetiapusaha/pelaku
usahayangmelakukankegiatanyang

89

berdampakpentingterhadaplingkunganhidupwajibmemiliki
Analisismengenaidampaklingkungan(Amdal)untukmenghindari
pencemaranataukerusakanlingkunganhidup.

7.Peraturanperundangundangandibidangperdagangan

8.Peraturanperundangundangandibidangperindustrian

Bidangperindustrianyangterkaitsecaralangsungdengankegiatan
investasidiaturdalamUUNo.5Tahun1984tentangperindustrian.

UUinimengatursecaragarisbesarmengaturtentangperizinan
industri;teknologiindustri,desainindustri,rencanabangundan
perekayasaanindustridanstandardisasi;wilayahindustri;dan
penyerahankewenangandanurusanindustripadadaerah.Dari
berbagaipengaturanyangditetapkan,tampakbahwaterhadapUUini
perludilakukanperubahan/revisi,mengingatpengaturandibidang
industrisaatinisemakindinamisdanharusmampumemenuhi
kebutuhanhukum.

9.Peraturanperundangundangandibidanghakkekayaan
intelektual

Bidanghakkekayaanintelektualyangterkaitlangsungdengan
kegiataninvestasidiaturdalambeberapaundangundang,yaitu:

a.UndangUndangNomor19Tahun2002tentangHakCipta;

b.

UndangUndangNomor14Tahun2001tentangPaten;

c.UndangUndangNomor15Tahun2001tentangMerek;

UndangUndangNomor30Tahun2000tentangRahasiaDagang;

e.UndangUndangNomor31Tahun2000tentangDesainProduk;

UndangUndangNomor32Tahun2000tentangDesainTataLetak
SirkuitTerpadu.

Peraturandaerahterkaitretribusidanperizinan

Peraturanperundangundanganlainterkaitpenyelesaian
sengketainvestasi

90

a.UndangUndangNomor25Tahun2007tentangPenanaman
Modal.Pasal32yangmengaturtentangpenyelesaiansengketa.
Ketentuantentangpenyelesaiansengketatersebutboleh
dikatakansangatumumsertahanyamencakupsengketaantara
Pemerintah(RI)denganinvestor,baikinvestordalamnegeri
maupuninvestorasing.

UndangUndangNomor30Tahun1999tentangArbitrasedan
AlternatifPenyelesaianSengketa.Undangundangmengatur
penyelesaiansengketamelaluiarbitrasedanpenyelesaian
sengketamelaluialternatifpenyelesaiansengketa(mediasi).
DalamUUinidiaturmengenaitatacara,hukumacarayang
berlakudiarbitrase,pendapatdanputusan,pelaksanaanputusan,
dll.

c.UndangUndangNomor7Tahun1994tentangPengesahanWTO
Agreement1994,termasukAnnexnyayangberkaitandengantata
carapenyelesaiansengketa.MelaluipengesahanterhadapWTO
Agreementtahun1994makaberartiIndonesiajugaterikatdengan
ketentuanketentuantentangtatacarapenyelesaiansengketadalam
kerangkaDisputeSettlementUnderstanding,termasukdalamhal
timbulnyasengketainvestasiyangterkaitdengankegiatan
perdagangan.

UndangUndangNomor5Tahun1968tentangPersetujuanatas
KonvensitentangPenyelesaianPerselisihanantaraNegaradan
WargaNegaraAsingmengenaiPenanamanModal(Convention
ofSettlementofDisputesbetweenStatesandNationalsofOther
States)

e.KeputusanPresidenNomor34Tahun1981tentang
PengesahanConventionontheRecognitionandEnforcement
ofForeignArbitralAwardyangditandatanganipadatanggal10
Juni1958dantelahmulaiberlakupadatanggal7Juni1959.

PeraturanMahkamahAgungNomor1Tahun1990tentangTata
CaraPelaksanaanPutusanArbitraseAsing,MahkamahAgung
RepublikIndonesiatanggal1Maret1990.

91

C.

PerjanjianMultilateraldiBidangInvestasi

1.Draftmultilateralagreementoninvestment

Upayauntukmerumuskanperjanjianmultilateralyangbersifatglobaldi
bidanginvestasidimulaisejaktahun1992ketikasekelompokahliBank
Duna(theWorldBank)mengkajikemungkinanditetapkannyasuatu
persetujuanmultilateraltentanginvestasi.73Karenasaatitubelum
memungkinkan,makadirumuskandalambentukguidelines,yaitu
TheWorldBank

GuidelinesonForeignInvestment.Beberapatahunkemudian,yaitu
padatahun1995OECD(OrganizationofEconomic

CooperationandDevelopment)berupayauntukmenyusun

draftMultilateralAgreementonInvestment.Draftinidalam
perumusannyahanyamelibatkannegaranegaramaju,danterutama
dimaksudkanuntukmelindungikepentingannegaranegaramajuyang
melakukaninvestasi.Meskipundemikiannegaranegaraberkembang
diperbolehkanuntukmelakukanaksesiterhadapperjanjiantersebut,jika
disetujui.Padasaatitudirancangagarjikadisetujui,makaperjanjianini
dapatdiambilaliholehWTO.Ketikadrafttersebutdiketahuisecarameluas,
kemudiansegeramenjaditargetserangandarienvironmentalistdanaktivis
HAMkarenakeberatanmerekabahwakegiatanMNCakancenderung
merusaklingkungandanrentanterhadappelanggaranHAM.

Karenabanyaknyatentanganterhadapdrafttersebut,ditambahlagidengan
adanyaisuyangtakterpecahkanantarakepentinganASdanUniEropa,
makaupayamenggolkandraftMAI(MultilateralAgreementon
Investment)semakinmeredup.Apalagibeberapakalangandarinegara
negaraberkembangmenilaidraftMAIlebihmenguntungkankepentingan
negaranegaramaju,khususnyayangberkaitandenganketentuanketentuan
mengenaiperlindungandanperlakuanterhadapinvestor.Ketentuan
ketentuanyangbanyakmenimbulkankeberatandarinegaranegara
berkembangdaridrafttersebutyangdianggapmencerminkan

Lihat M Sornarajah, The International Law on Foreign Investment, Cambridge Univer-sity


Press, Cambridge, 2

92

nd

Edition, 2004, halaman 291-297.

konsepliberalisasiyangberlebihandarikegiataninvestasimencakupisuisu,
seperti:therightofestablishment;theprovisiononnationaltreatmentyang
berlakupadafasepreentrymaupun

postentry;prohibitiononperformancerequirement;prohibitionof
exportrequirement,thedomesticcontentrequirement,thetyingof
importstovalueofexports,requirementrelatingtotransferof
technology,territorialexclusivityinexport,thecompulsorylocationof
researchanddevelopmentactivities,theentryofinvestmentthrough
jointventures,andarequirementtohirelocalpersonnel. 74Semua
persyaratandanlarangantersebutdisatupihaksangatmenguntungkan
investor(yangpadaumumnyadarinegaramaju),sebaliknyamembatasi
kedaulatannegaranegaraberkembangdalammembuataturanmengenai
investasi.

KetentuanmengenaipenyelesaiansengketapadadraftMAIsangatlah
ekstensifdibandingkandenganketentuanserupapadaperjanjian
perjanjianbilateraldibidanginvestasi,yangmeliputitidakhanya
sengketaantarnegara,namunjugasengketaantaranegaradenganbadan
usaha(investor).

KegagalanmenjadikandraftMAImenjadiMAIdisebabkanolehbanyak
hal,antaralain:kuatnyaperanoposisidariNGO;aturannyayangkurang
kuat/tegassehinggadukungandarikalanganduniausahabersifat
setengahhati;tidakadanyakesepakatandiantaranegaranegaramaju
sendirimengenainormanormaperlindunganinvestasi. 75

KetentuanperlindunganinvestasidalamkerangkaWTO

JikakitamengacupadaPiagamHavana(TheHavanaCharter)pada
tahun1948yangmengarahkepadapembentukantheInternationalTrade
Organization,dapatkitatemukan

ketentuanketentuanyangterkaitdenganinvestasi. 76KetentuanPasal11
berkaitandenganperlindungandanperlakuaninvestasi

Lihat, Ibid, halaman 294-295.

Ibid, halaman 297.

Ketentuan pasal 11 dan 12 dari Havana Charter.

93

yangadil,sementaraketentuanPasal12berkaitandengankewajiban
hostcountryuntukmengambillangkahlangkahyangdiperlukan
secaralayakuntukmelindungi(safeguard)investasiasing.Dalam
perkembanganselanjutnyaGATTlebihdifokuskankepadaperdagangan
danupayamenghilangkanhambatandalamperdagangan,sehinggaisu
investasikurangmendapatkanporsiyangmemadai.Padaputaran
Uruguaymulaiterdapatupayayangsungguhsungguhuntuk
mengintrodusirlangkahlangkahtertentuyangberkaitandenganinvestasi
kedalamisuisuperdaganganinternasional.InstrumentWTOyang
berpengaruhsecaralangsungkepadainvestasidanmemberikan
kewenangankepadaWTOuntukmengurusimasalahinvestasiterdapat
padaagreementtentangTRIPS,TRIMs,GATS.Misalnyaketentuan
ketentuanyangberkaitandengangovernmentprocurementyang
menerapkanprinsipnondiskriminasimenyangkutsumberbahan
materialnya.77

TRIMs(theTradeRelatedInnvestmentMeasures)yangterkaitsecara
langsungdenganinvestasibukanlahmerupakandokumenyang
komprehensif,karenahanyaberkaitandenganlaranganpenggunaan
performancerequirements.

SejakputaranDoha(Doharound),terutamasejakMinisterialMeetingdi
Singaporepadatahun1996,telahdibentuksuatukelompokkerja(working
group)untukmelakukankajianterhadapketerkaitanantaraperdagangan
daninvestasi.KajiantsbmelibatkanUNCTADyangbanyakmempunyai
pangalamandalamperdebatanmenyangkutpenyusunaninstrumen
perjanjianperjanjianinternasional.Isuisupokokyangdibahasmeliputi: 78

ThedefinitionofInvestment;

Definitionandthepreservationofregulatorycontrol;

Definitionofinvestor;

Treatmentstandard;

Mostfavourednationtreatment;

Ibid, halaman 299.

Untuk uraian selengkapnya, lihat, Ibid, halaman 304-311.

94

Expropriation;

Balanceofpaymentsafeguard;

Disputeresolution.

3.Conventiononmultilateralinvestmentguaranteeagency
(MIGA)tahun1985

MIGAyangdidirikanolehBankDuniadirancangsebagaisuatu
subjekHukumInternasionalyangberfungsidisatusisi
mendoronginvestasisertapadasisilainmelindungikepentingan
investoratasnoncommercialriskyangditimbulkandari
kegiataninvestasi.NoncommercialRisktersebutmeliputi
persoalanpersoalanseperti:

Currencytransfer;

Expropriationandsimilarmeasures;

Breachofcontract;

Warandcivildisturbances.

Diluarkeempatkategoridiatas,parapihakjugadapatmemperluas
cakupannoncommercialriskataskesepakatanbersama.

KegiatanlainyangdilakukanolehMIGAmeliputi:riset,
promiseinvestasi,informasikesempataninvestasi,memberikan
technicaladviceandassistance.MIGAjugamendorongnegara
negaraanggotanyauntukmengadakanperjanjiantentang
perlindungandanjaminaninvestasi.KonvensiMIGAjuga
mengatur(dalamAnnexII)tentangmekanismepenyelesaian
sengketa,baikmelaluinegosiasi,konsiliasi,maupunarbitrase.
Dalamhalcaracarapenyelesaiantersebuttidakberhasilmaka
penyelesaiansengketadapatdiserahkankepadaICSID
(InternationalCenterforSettlementofInternationalDisputes).

4.Conventiononthesettlementofinvestmentdisputesbetween
statesandnationalsofotherstatesof1966

KonvensitentangPenyelesaianSengketaInvestasiantaraNegara
denganBadanHukumBukanNegaraditetapkanolehpara
DirekturEksekutifdariInternationalBankforReconstruction
andDevelopment(theWorldBank)padatanggal18

95

Maret1965.Konvensiinimulaiberlakupadatanggal14
Oktober1966,yaitupadasaattelahdiratifikasioleh20negara.
SampaidenganDesember2002Konvensiinitelahdiratifikasi
oleh136negara.

MelaluiKonvensimakadibentuklahtheInternationalCenterfor
SettlementofInvestmentDisputesatauyangdikenaldengan
singkatanICSID.SesuaidenganketentuanketentuanKonvensi,
ICSIDmenyediakanberbagaifasilitas/kemudahanbagi
KonsiliasidanArbitrasemenyangkutsengketainvestasiantara
negara(hostcountry)denganbadanhukum/warganegaralain.
Ketentuanketentuankonvensidilengkapidenganperaturan
(regulations)dankaidah(rules)yangditetapkanoleh
AdministrativeCouncildariICSID.

ICSIDRegulationsandRulesterdiridari:

AdministrativeandFinancialregulations;

RulesofProcedurefortheInstutionofConciliation

andArbitrationProceedings(InstitutionRules);

RulesofProcedureforConciliationProceeedings(Con
ciliationRules);

RulesofProcedureforArbitrationProceedings(Arbitration
Rules).

Padatanggal29September2002,AdministrativeCouncildari
ICSIDmenyetujuiperubahanatasICSIDRegulationsandRules.
Perubahantersebutberlakusecaraefektifpadatanggal1Januari
2003.

Konvensiterdiridari10Babdan75pasal,yaitu:

BabItentangICSID,berisiketentuanmenyangkut

pembentukannya,organisasi,pembiayaan,status,kekebalandan
hakhakistimewa(Pasal124);

BabIItentangYurisdiksiICSID(Pasal2527);

BabIIItentangKonsiliasi(conciliation),(Pasal2835);

BabIVtentangArbitrase(Pasal35sampaidengan55);

BabVtentangPenggantiandanDiskualifikasiConciliators

96

andArbitrators(Pasal5658);

BabVItentangBiayapenyelenggaraan(Pasal5961);

BabVIITempatpenyelanggaraan(Pasal6263);

BabVIIItentangSengketaantaranegaraanggota(Pasal64);

BabIXtentangAmandemen(Pasal6566);

BabXtentangKetentuanpenutupdantandatangan(Pasal6765).

BeberapaketentuanpentingdariKonvensi,antaralain:

ICSIDterdiridariAdministrativeCouncilsertaSekretariatyangterdiri
dariPanelofConciliatorsandArbitrators;79

ICSIDmempunyaikedudukanpenuhsebagaisubjekhukuminternasional
(internationallegalpersonality)dankarenanyamemilikikapasitas
untuk:membuatkontrak;memperolehataumelepaskekayaanbaik
bergerakmaupuntidakbergerak;menjalankanproseshukumserta
menikmatiimunitasdanmemilikihakhakprivileges; 80

YurisdiksiICSIDmeliputisengketahukumyangsecaralangsungtimbul
darikegiataninvestasiyangmelibatkanhostcountrydenganwarga/badan
hukumnegaralainyangmerupakaninvestordimanapihakyang
bersengketamemberikanpersetujuantertulisbagipenyelesaian
sengketanyamelaluiICSID;81

SengketainvestasiyangmenjadiyurisdiksiICSIDdapatdiselesaikan
melaluicarakonsiliasi82dan/atauarbitrase;83

Dalamhalpenyelesaianmelaluiarbitrase,makapihakyangdikalahkan
dapatmengajukanpembatalan(annulment),apabiladiajukan
pembatalanmakaharusdibentukAdHoc

Untuk selengkapnya, baca: Convention on the Settlement of Disputes between

States and Nationals of Other States of 1965 Pasal 1-16.


Lihat ibid, Pasal 18-24.

Ibid, Pasal 25.

Mengenai tata cara penyelesaian sengketa melalui cara Konsiliasi, periksa Rules of

Procedure for Conciliation Proceedings (Conciliation Rules).


Mengenai tata cara penyelesaian sengketa melalui cara Arbitrase, periksa Rules of

Procedure for Arbitration Proceedings (Arbitration Rules).

97

CommitteedanMajelisArbiterbaru;ataskeputusanmajelisarbiteryang
barujugadapatdimintakanpembatalan(annulment)kembali;yang
selanjutnyadibentukAdHocCommitteebarulagiyangharusmemutus
padatingkatakhir;84

Pengajuanpembatalan(annulment)sebagaimanadimaksuddiatas
dapatdilakukandenganalasanalasansah,yaitu; 85

Majelisarbiterdibentuksecaratidakwajar/layak;

Majelistelahbertindakmelebihikewenangannya;

Telahterjadikorupsiyangdilakukanolehsalahseorang/lebihanggota
majelis;

Telahterjadipenyimpanganyangseriusterhadapkaidahatauprosedur
fundamentalyangberlaku.

Keputusan(award)ICSIDbersifatmengikatbagiparapihakyang
bersengketadanbersifatfinalsertatidakadaupayahukumlain(remedy)
yangbisaditempuhataskeputusantersebutkecualisebagaimanayang
ditetapkanolehketentuankonvensi.Setiapnegaraanggotawajibmengakui
danmelaksanakanputusanICSID.86

5.NewYorkconventiononrecognitionandenforcementofforeign
arbitralawardsof1958

KonvensiyangditetapkandiNewYorkpadatanggal10Juni1958ini
terdiridari16(enambelas)pasal.Adapunbeberapaketentuanyang
pentingdariKonvensitentangPengakuandanPelaksanaanKeputusan
ArbitraseAsingini,antaralain:87

Ibid, Pasal 50 dan 51.

Ibid, Pasal 52.

Untuk uraian selengkapnya, lihat ibid, Pasal 53-55.

Bagi analisis selengkapnya tentang Konvensi ini, baca: Tineke Louise Tuegeh Londong,

Asas ketertiban Umum dan Konvensi New York 1958, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1998.
Baca juga: Tony Budidjaja, Public Policy as Grounds Refusal of Recognition and
Enforcement of Foreign Arbitral Awards in Indonesia, PT Tata Nusa, Jakarta, 2002.

98

Konvensiberlakuuntukkeputusanarbitraseasingyangdibuatoleh
arbitrasediluarNegaratempatkeputusantersebutakandiakuidan
dilaksanakan;

Keputusanarbitrasetersebutdibuat,baikoleharbitrasepermanen
maupunarbitraseuntuksuatukasuskhusus;

Negarayangmeratifikasidapatmenetapkanbahwakeputusanyang
diakuiadalahkeputusanyangberkaitandenganpersoalanhukumyang
termasukdalamlapanganhukumkomersialdinegaratersebut;

Negaraanggotakonvensimengakuibahwakeputusanarbitraseyangsudah
memenuhisyaratsyarattertentubersifatmengikatdandapatdilaksanakan
sesuaidengankaidahdanaturandarinegaradimanakeputusantersebutakan
dilaksanakan;

Pengakuandanpelaksanaanarbitraseasingdapatditolakataspermintaan
salahsatupihakjikadipenuhipersyaratan,seperti:perjanjianarbitrasetidak
sah,tidakadapemberitahuanyangmemadaitentangpenunjukanarbiter,
keputusantersebutmelampauiapayangdimintauntukdiputuskan,komposisi
arbitertidaksesuaidengankesepakatanparapihak,keputusantersebutbelum
mengikatataudikesampingkanatauditangguhkanolehpihakyang
berwenang.

Disampingperjanjianperjanjianinternasionalyangbersifatmultilateral
sebagaimanatersebutdiatas,dapatdicatatbeberapadokumenyangpentingyang
mencerminkanupayapengaturaninternasionalmasalahinvestasilangsung,
antaralain:

a.TheInternationalChamberofCommerce(ICCs)DraftGuidelinesfor
InternationalInvestment;88

b.TheUnitedNationsCommissiononTransnationalCorporation
(UNCTCs)DraftCodeofConductonMultinationalCorporation;89

Untuk uraian selengkapnya, lihat M Sornarajah, op. cit, halaman 270.

Beberapa isu yang dicakup dalam draft code of conduct tersebut, antara lain: preamble,
definition, respect for national sovereignty, renegotiations of contract, non-interference on
domestic affairs, economic and other control, disclosure of informa-tion, treatment of
transnational orporation, dll.

99

c.WorldBanksGuidelinesonForeignInvestmentof1992;d.NAFTAs
ProvisiononInvestment.90

6.Theinternationalchamberofcommerce(ICCs)draftguidelinesfor
internationalinvestment

PerjanjianRegionaldiBidangInvestasi

TheASEANagreementonpromotionandprotectionofinvestmentof
1987asamendedin1996

Merupakansuatuagreementyangcukupberartiyangmenciptakansistem
perlindungandalamlingkupASEAN.Ketentuandalamagreementinijuga
mengikatanggotabaruASEANdanberlakuterhadapkegiataninvestasinya
apabilapersetujuanyangbersifattertulisuntukmaksudtersebuttelah
diberikan.Salahsatucirikhususdaripersetujuaniniadalahitcontemplates
hakunilateraldarihoststateuntukmencabutketentuantentangpenyelesaian
sengketadaripersetujuaninibagiinvestorasing.

TheframeworkagreementfortheASEANinvestmentagreement1998as
amendedin2001(theframeworkagreement)

Ketentuandalamagreementinimencakuphakhakinvestorsejakpre
establishment,termasukfasilitasi,promosidanliberalisasiinvestasiasing
langsung(foreigndirectinvestment).Dalamagreementtersebutjuga
dinyatakanbahwaprinsipnationaltreatmentdisetujuidansemua

industriakanterbukabagiinvestorASEANpadatahun2010dankepada
semuainvestorpadatahun2020.91

NAFTASprovisiononinvestment

PerjanjianBilateraldiBidangInvestasi

SaatiniIndonesiatelahmenandatanganilebihdari50perjanjian

Dokumen ini telah dijadikan model bagi OECDs Draft on Multilateral Agreement on

Investment 1994.

Bagi uraian selengkapnya mengenai ASEAN Framework Agreement 1998, baca Rajenthran
Arumugam, An Overview of Foreign Direct Investment Legal Rudiments in ASEAN, dalam
buku Regional Outlook, South East Asia 2006-2007, ISEAS, Singapore, 2006, halaman 8184.

200

bilateralmengenaipromotionandprotectiononInvestment.Secara
umumperjanjianperjanjianbilateraltermaksudmemuatketentuan
ketentuanpokok,sebagaiberikut:92

Batasanbatasanyangterkait,sepertiinvestasi,investor,kebangsaan,
perseroan,wilayah;

Kewajibanmasingmasingpihakuntukmendorongdanmenciptakan
situasiyangfavourablebagiinvestasisesuaidenganhukumdan
perundangundanganyangberlaku;

Lingkuppersetujuan,yangbiasanyamengacukepadaketentuanhukum
nasionalmasingmasingmengenaiinvestasi;

Kewajibanuntukmemberikangantirugiyangdideritaolehinvestor
asingkarenakeadaankeadaantertentusepertiperang,konflikbersenjata,
negaradalamkeadaandarurat,revolusi,pemberontakan,kerusuhandan
lainlaindimanagantirugiyangdiberikansamaperlakuannyadengan
perlakuanterhadapbadanhukumdarinegaratuanrumah;

Laranganuntukmelakukantindakannasionalisasidanpengambilalihan
kecualiuntukkepentinganpublicdarinegaratuanrumahsesuaidengan
ketentuanhukumyangberlaku.Dalamhalterpaksadilakukantindakan
tersebut,makaharusdisertaidengangantirugisesuaidengannilaipasar
padasaatitu.Gantirugitersebutharusdiberikantanpaditundatunda;

Hakrepatriasimodal,termasuktransferkeuntungankenegaraasalyang
diberikansecaratimbalbalik;

Penyelesaiansengketaantarainvestordengannegaratuanrumahsejauh
mungkindiselesaikandengancaracaradamai.Jikacaradamaitidak
dimungkinkan,makapenyelesaiannyadapatdilakukanbaikmelalui
forumperadilannegarayangmemilikiyurisdiksitersebutataumelalui
InternationalCenterforSettlementofInvestmentDisputessesuai
denganperjanjianinternasionalyangberlaku;

92

Bagi analisis selengkapnya, lihat I.B.R Supancana, Kerangka Hukum dan Kebijakan

Investasi Langsung di Indonesia, Mitra Karya-Jakarta, 2005, Halaman 154-156.

201

Sengketaantarnegarayangmenyangkutinterpretasidanimplementasi
perjanjian,padainstansipertamadiselesaikanmelaluinegosiasi
diplomatik,jikagagalmakadapatdibentukmahkamaharbitraseatau
mahkamahinternasional.

Dariketentuanketentuanpokokyangterdapatpadaperjanjianperjanjian
bilateralmengenaiPromotionandProtectionofInvesment
sebagaimanatersebutdiatas,tampaklahbahwatidaksajaterdapatarah
standardisasidalamperjanjianbilateraldibidanginvestasi,namunjuga
terutamabentukbentukjaminandanperlindunganinvestasiyang
diberlakukansecarareciprocal(timbalbalik).Dalamrealisasinya,
sikapdankepatuhandarinegaranegaratuanrumah(hostcountry)
terhadapperjanjianperjanjiandibidanginvestasiakanmempunyai
dampakyangcukupsignifikanterhadapikliminvestasinegaratersebut.

PerjanjianInternasionalLainnyaYangTerkaitDenganMasalah
Investasi

.WTOagreementof1994,(traderelatedaspectsofintelectualproperty
rights(TRIPs),traderelatedinvestmentmeasures

(TRIMs),dangeneralagreementsontradeinservices(GATS)

ApabilamengacupadaPiagamHavana(TheHavanaCharter)padatahun
1948yangmengarahkepadapembentukantheInternationalTrade
Organization,dapatkitatemukanketentuanketentuanyangterkaitdengan
investasi.93KetentuanPasal11berkaitandenganperlindungandanperlakuan
investasiyangadil,sementaraketentuanPasal12berkaitandengan

kewajibanhostcountryuntukmengambillangkahlangkahyang
diperlukansecaralayakuntukmelindungi(safeguard)investasiasing.
DalamperkembanganselanjutnyaGATTlebihdifokuskankepada
perdagangandanupayamenghilangkanhambatandalamperdagangan,
sehinggaisuinvestasikurangmendapatkanporsiyangmemadai.Pada
putaranUruguaymulaiterdapatupayayangsungguhsungguhuntuk
mengintrodusir

93

Ketentuan Pasal 11 dan 12 dari Havana Charter.

202

langkahlangkahtertentuyangberkaitandenganinvestasikedalamisu
isuperdaganganinternasional.InstrumentWTOyangberpengaruhsecara
langsungkepadainvestasidanmemberikankewenangankepadaWTO
untukmengurusimasalahinvestasiterdapatpadaagreementtentang
TRIPs,TRIMs,GATS.Misalnyaketentuanketentuanyangberkaitan
dengangovernmentprocurementyangmenerapkanprinsipnon
diskriminasimenyangkutsumberbahanmaterialnya.94

TRIMs(theTradeRelatedInnvestmentMeasures)yangterkaitsecara
langsungdenganinvestasibukanlahmerupakandokumenyang
komprehensif,karenahanyaberkaitandenganlaranganpenggunaan
performancerequirements.

Sejak

putaranDoha(Doharound),terutamasejak

MinisterialMeetingdiSingaporepadatahun1996,telahdibentuksuatu
kelompokkerja(workinggroup)untukmelakukankajianterhadap
keterkaitanantaraperdagangandaninvestasi.Kajiantsersebutmelibatkan
UNCTADyangbanyakmempunyaipangalamandalamperdebatan
menyangkutpenyusunaninstrumentperjanjianperjanjianinternasional.
Isuisupokokyangdibahasmeliputi:95

ThedefinitionofInvestment;

Definitionandthepreservationofregulatorycontrol;

Definitionofinvestor;

Treatmentstandard;

Mostfavourednationtreatment;

Expropriation;

Balanceofpaymentsafeguard;

Disputeresolution

2.TheASEANtreatyontheprotectionandpromotionofforeign
investmentof1987

Ibid, halaman 299.

Untuk uraian selengkapnya, lihat, Ibid, halaman 304-311.

203

KetentuanKetentuanSoftLawsYangTerkaitDenganInvestasi

1.TheHavanaCharterof1948.

2.TheInternationalChamberofCommerce(ICCs)DraftGuidelines
forInternationalInvestment.

3.TheUnitedNationsCommissiononTransnationalCorporation
(UNCTCs)DraftcodeofConductsonMultinational

Corporation.

4.TheOECDsStudyandDraftonMultilateralAgreementon

Investmentof1994.

5.WorldBanksGuidelinesonForeignInvestmentof1992.

6.UNCodeofConductforTransnationalCorporations.

H.KebutuhanHarmonisasidanSinkronisasi

1.Regulasiterkaitinvestasi

Salahsatupermasalahanmendasardalammenjalankankegiataninvestasi
diIndonesiaadalahadanyatumpangtindihperaturanbaikpadatingkat
pusatmaupuntingkatdaerahyangterkaitsecaralangsung.Tumpang
tindihperaturandalampraktiknyatelahmenghambatproseskegiatan
investasi,perludiketahuibahwaimplikasidaritidaksinkronnyaperaturan
terkaitmenyebabkanpulapolapikiryangsektoralolehaparaturnya.
Bahwatidaksedikitpelakuusaha/investoryangmenjadibingungdengan
adanyadualismepengaturanterkaitkegiatanyangmerekalakukan,
bahkantidakjarangbahwainvestorharusmenanggungbiayayangbesar
karenaadanyapengaturanpadainstansiyangberbedapadahalobjek
pengaturannyasama.

Untukmenghindaripermasalahanregulasisebagaimanadimaksuddiatas,perlu
kiranyadilakukanlangkahlangkahkomprehensifterkaitpembentukanperaturan
baikyangsecaralangsungmaupuntidaklangsungterkaitdengankegiatan
investasimelaluipengawalanregulasidimulaidariprosesperumusan,
penyusunan,penetapan,implementasi,sosialisasisampaipadatahapmonitoring
danevaluasidenganmenitikberatkanpadaaspekharmonisasidansinkronisasi

204

sertatetapmemperhatikanaspeksubstansialperaturan,agar
permasalahantumpangtindihregulasisecarasignifikandapatsegera
teratasi.

2.Kewenanganantarlembagapemerintah

Pentingnyasinkronisasidanharmonisasiterkaitkewenanganantar
lembagapemerintahdilatarbelakangiolehintensnyasengketayang
bersifathorizontal,yaitusengketayangditimbulkankarenaadanya
fungsidankewenangansuatuinstansipemerintahatasobjekyang
sedangdikeloladanadanyaintervensidariinstansiinstansi
pemerintahlainnyayangterkait(biasanyamenyangkutperizinan),
sehinggamenimbulkantarikmenarikkepentingandidalamnya.
Dalamhalterjadinyasengketakewenanganantarlembaga
pemerintahini,investoradalahpihakyangsangatdirugikan,karena
operasionalisasiperusahaanakanterhentisampaidengan
terselesaikannyamasalahantarinstansiterkait.

Dalamkonteksharmonisasidansinkronisasiantarlembaga
pemerintah,langkahlangkahyangdapatdilakukanadalahdengan
memperjelastupoksisetiaplembagadalamregulasiyangakan
ditetapkan,tentunyadenganmelakukansosialisasiterlebihdahulu
kepadadepartemen/instansiyangsecaralangsungakan
bersinggungandenganobjekyangmenjadipengaturan.

3.Kewenanganantarpemerintahdaerah

KewenanganantarPemerintahDaerahbiasanyaterkaitdengan
masalahkewilayahan,pihaknyadapatterdiriatasduapemdaatau
lebih.Padaumumnya,sengketayangtimbulterkaitkewenangan
antarpemerintahdaerahterjadipadasaatinvestormelaksanakan
kegiataninvestasipadawilayahsuatupemdadandalam
operasionalisasinyaadapemdalainyangmerasakeberatandengan
kegiatandimaksudkarenadianggapmerugikanataumemanfaatkan
wilayahnyatanpaizin.Pihakyangsangatdirugikandenganadanya
sengketainiadalahinvestor,karenakegiataninvestasiakanterhenti
sampaidenganterselesaikannyasengketaantarapemerintahdaerah
dimaksud.

205

Kewenanganantarapemerintahpusatdenganpemerintahdaerah

Kebijakanotonomidaerah,seringkaliditafsirkansebagaipelimpahan
seluruhkewenanganpusatkepadadaerah,sehinggatidaksedikitakibat
daripemahamaninitelahmenimbulkansengketavertikalyaitusengketa
yangterjadikarenaadanyasilangkewenanganantaraPemerintahPusat
danPemerintahDaerah,sengketainibiasanyamenyangkutperizinan,
pengelolaanataukepemilikanusahadalamkegiataninvestasi.

Olehkarenanyasebelumpemerintahdaerahmenetapkanregulasiatau
kebijakanterkaitinvestasi,perlukiranyadilakukansinkronisasidan
harmonisasiterlebihdahuludenganperaturanditingkatpusat,sehingga
dalampelaksanaannyatidakterbenturdenganketentuanyangtelahdiatur.

I.ReformasiRegulasiGunaPerbaikanIklimInvestasi

.Kepastiandanpenegakanhukum

Kepastiandanpenegakanhukummerupakanfaktoryangtidakdapat
ditawardalamupayaperbaikanikliminvestasi.Kegiataninvestasi
sebagaimanatelahdiuraikandiatas,menjadilebihmudahuntuk
diprediksiapabiladitunjangdenganregulasidanpenegakanhukumyang
konsisten,termasukmelaksanakaninstrumenhukuminternasionalyang
telahdiratifikasikarenaakanmemberikankepercayaankepadadunia
internasionalbahwasistemhukumdiIndonesiatelahberjalanyangsecara
otomatisakanmeningkatkanminatinvestasi.

Agarkepastiandanpenegakanhukumdapatterwujudsesuaiharapan,perlu
dilakukanlangkahlangkahkonkretbaikdarisisiperumusankebijakanyang
memperhatikandanmenerapkanasasasaspembentukanperaturanyangbaik
sampaidenganperbaikankualitassumberdayamanusiayangadadimulai
dariaparaturpemerintah,penegakhukum,sampaidenganlegislatornya.

2.Birokrasidanpelayananpublik

Buruknyabirokrasidanpelayananpubliktelahmenimbulkanekonomi
biayatinggibagisetiappelakuusahayanghendak

206

melakukankegiatanpenanamanmodal.Berbagaiisuterkaitbirokrasi
danpelayananpublikmisalnya:korupsi,kolusi,nepotismesampai
denganpungutanliartelahmemposisikanIndonesiasebagaisalah
satunegaradengantingkatkorupsiyangtinggi.Langkahlangkah
konkretyangdapatdilakukanuntukmenekanburuknyabirokrasidan
pelayananpublikadalahmelaluipembentukanregulasiyang
mengutamakankemudahanbagikegiataninvestasi.Kebijakanini
telahtertuangdalamUUNo.25Tahun2007,khususnyamengenai
sistempelayanansatuatapyangdiharapkandapatmengakomodasi
keinginaninvestoruntukmemperolehpelayananyanglebihefisien,
mudah,dancepat.Namundalamimplementasinyahalinitidak
mudahuntukdilaksanakan,karenasangatmemerlukanvisiyang
samadankoordinasiyangbaikantaralembagalembagapemerintah
yangberkepentingandalampenanamanmodal.

Dengandemikian,peningkatankualitasSDMkembalimenjadi
agendapentingdalamupayapembenahanbirokrasidanpelayanan
publik.Langkahlangkahyangdapatdilakukanadalahreformasi
terhadapaparaturnegaramelaluiperbaikanintegritasmoralnya,
kemampuanprofesionalnya,kematanganintelektualnyadan
wisdomnya.

3.Kewenanganantarlembaga

Koordinasiyangharmonisdiantaraberbagaiinstitusiyangberkaitan
denganefektivitassistemhukum,merupakanhalpentingdalammenata
hukumdibidanginvestasi.Kejelasantugaspokokdanfungsiserta
kewenangandarimasingmasinginstitusiakanmeniadakanduplikasi
dankonflikatarlembaganegara.

Untukitu,diperlukanmekanismekoordinasiyangdipahamidan
mengikatbagiinstansiinstansiterkait,misalnyamenyangkutmasalah
promosiinvestasi,perizinan,fasilitasinvestasi,dll.Adapunpenertiban
koordinasikelembagaanmencakup:sinkronisasiwewenangdan
peningkatankerjasamaantarlembaga.

Diharapkandengantertibnyakoordinasiantarainstansiterkait,akan
memberikankejelasandankepastiandalampemenuhankewajiban
merekadanmenciptakanefisiensidalamberusaha

207

yangsecaralangsungakanmemberikandampakpositifbagikegiatan
investasi.

J.RegulasiInvestasiYangMampuMengakomodirKebutuhan
SekarangdanMasaMendatang

Memaknaiberbagaipermasalahankegiataninvestasidiantaranya
menyangkutregulasi,kebijakan,kualitasSDM,sistempemerintahan,
ketersediaanfasilitas,dll,perlukiranyadilakukanupayaupayayang
secarasignifikandapatmemperbaikiikliminvestasidiIndonesia,
langkahlangkahdimaksuddiantaranyaadalah:96

Menjaminkonsistensidalamperumusankebijakandanimplementasinya
dibidanginvestasilangsung.

Memperbaikibirokrasiperizinan.

Meningkatkansinkronisasidankoordinasikelembagaan,baikditingkat
pusatmaupundaerah.

Penyediaaninfrastrukturyangmemadai.

Memeliharastabilitaspolitikdankeamananyangkondusifbagiiklim
investasi.

Menawarkanbentukinsentifinvestasiyangproporsional,baikpajak
maupunnonpajak.

Meningkatkanimplementasijaminandanperlindunganinvestasi.

Reformasiaparaturnegaradanpelayananpubliksertameningkatkan
peransertamasyarakat.

Melindungihakhaknormatiftenagakerjasertamendorongproduktivitas
danetoskerjayangtinggi.

Mendorongterciptanyakepastiandanpenegakanhukumyang
bersendikankeadilan,termasukmekanismepenyelesaiansengketayang
efektif.

Mendorongkesempatandanpartisipasiusahakecil,menengahdan
koperasi.

Memanfaatkanhasilhasilpembangunandaninvestasiuntuk
kesejahteraanmasyarakat,terutamaorangorangmiskin.

IBR. Supancana, Kerangka Hukum dan Kebijakan Investasi Langsung di Indonesia, Mitra
Karya-Jakarta, 2005,

208

BABV

PENUTUP

A.

Kesimpulan

Masuknyainvestasi(terutamaasing)kedalamsuatunegara(berkembang
khususnya)memberikankontribusiyangcukupsignifikandalammemacu
pembangunanekonominya,mengingatkebutuhanakanmodal
pembangunanmasihmerupakanmasalahutamabagimereka.Terdapat
tigahalutamayangdiinginkanolehinvestordanpengusahadalamrangka
memanamkaninvestasinyayaitu:penyederhanaansistemdanperizinan,
penurunanberbagaipungutanyangtumpangtindihkaitannyadengan
tidaksinkrondanharmonisnyaperaturanperundangundangandan
stabilitaspolitik.

Terdapat3(tiga)polapendekatandibidanginvestasiyangbiasa
diterapkanolehberbagainegara,yaitupendekatanpragmatis,pendekatan
integratifdanpendekatandiferensiasi.Pendekatanpragmatismengatur
berbagaibidanginvestasisecaraterpisah,misalnyasektorriil,sektor
finansial,sektorpertambanganumumdansebagainya.Pendekatan
integratifmenerapkankebijakandenganmenyatukanseluruhbidang
dalamsatubidangtunggal.Pendekataninitidaklagimembedakanantara
penanammodalasingdenganpenanammodaldalamnegeri.Semua
penanammodaldiberiperlakuandankesempatanyangsama.Sedangkan

pendekatandiferensiasi,ciripragmatisdalampengaturanberbagaibidang
investasitetapdipertahankandisampingmelakukanberbagaiupaya
untukmenyatukanataumenyederhanakanberbagaiperaturandalam
masingmasingbidangpenanammodalasingyangada.

Hukuminvestasisebagaibagiandarihukumekonomiharusmempunyai
fungsistability,yaitubagaimanahukumdapatmenyeimbangkandan
mengakomodasiberbagaikepentingandalammasyarakat.Perlunyawibawa
hukumagardapatditaatidanmenjadipegangandalammenjalankanrelasi
dalamlalulintasbisnis.WalaupuansudahdiaturdenganUUPM,dalam
tatarannormatifmasihdiperlukan

209

peraturanpelaksanaanlainnyayangsekaligusmencabutperaturan
peraturanyangbertentangandanbersifatkontradiktif.Pengaturan
mengenaipenguatankelembagaanyangmendukungpelaksanaanhukum
investasijugaharusmendapatperhatianutama.

B.Rekomendasi

Pemerintahharusberupayakerasuntukmerebuildpersepsiinvestor
terutamainvestorasingterhadapiklimberusahadiIndonesia.

Mengingatregulasimasihdipandangsebagaikendalaterbesardalam
menjalankanbisnisataupenghambatdalampengembanganinvestasi,
terutamainvestasiasing,makapemerintahperlumeningkatkansinkronisasi
danharmonisasiperaturanperundangandibidanghukuminvestasimaupun
yangterkaitdenganinvestasi.

Pembenahanketerpaduandankoordinasidariaspekaparaturpenegak
hukumpendukunginvestasi.Pemerintahpusatharusmengaturkejelasan
pembagianwewenangdanukuraninvestasiyangberhakdikelolaoleh
pemerintahdaerahdanpemerintahpusat.

210

DAFTARPUSTAKA

Araga,Pandji,PerusahaanMultinasional,PenanamanModalAsing.
PustakaJaya,Jakarta,1995.

Arumugam,Rajenthran,AnOverviewofForeignDirectInvestment
LegalRudimentsinASEAN,dalambukuRegionalOutlook,

SouthEastAsia20062007,ISEAS,Singapore,2006.

ASEANFrameworkAgreement1998.

BadanPenelitiandanPengembanganPerdaganganDepartemen
Perdagangan,KompendiumPerdagangan,Jakarta,1994.

Black,HenryCampbell,BlacksLawDictionary,FifthEdition,West
PublishingCompany,1979.

Budidjaja,Tony,PublicPolicyasGroundsRefusalofRecognitionand
EnforcementofForeignArbitralAwardsinIndonesia,PTTataNusa,
Jakarta,2002.

CiambellaandDavidson,InvestmentinSouthEastAsia,Singapore,

1987.

Dolzer,RandStevens,M,BilateralInvestmentTreaties,Martinus
NijhoffPublishers,TheHague,1995.

EkonomiIndonesiaBisaBoomingJikaPemerintahSeriusLakukan
Reformasi,MediaIndonesia,20Maret2000.

Hartono,Sunaryati,BeberapaPermasalahanTransnasionalpada

PenanamanModalAsingdiIndonesia,BinaCipta,Bandung,1971.

Himawan,Charles,TheForeignInvestmentProcessinIndonesia,
GunungAgung,Singapura,1980.

ICSID(InternationalCenterforSettlementofInternationalDispute),

RulesofProcedurefortheInstitutionofConciliationand

ArbitrationProceedings(InstitutionRules),2003.

211

ICSID,AdministrativeandFinancialRegulations,2003.

ICSID,RulesofProceduresforArbitrationProceedings(Arbitration

Rules),2003.

Ilmar,Aminuddin,HukumPenanamanModaldiIndonesia,Prenada
Media,Jakarta,2004.

IndonesiaMasihMenarikInvestorAsing,MediaIndonesia,7Oktober

2000.

IndonesiaTakkanUbahKontrakKaryadenganPTFreeport,Suara
Pembaharuan,5Maret2000.

InternationalChamberofCommerce(ICC),DisputeBoardRules,with

StandardICCDisputeBoardClauses&ModelDispute

BoardMemberAgreement,2004.

InvestorButuhJaminanKeamanan,MediaIndonesia,Mei2001.

InvestorJepangMasihraguragu,MediaIndonesia,20Maret2000.

Kanumoyoso,Bondan,NasionalisasiPerusahaanBelandadiIndonesia,
PustakaSumurHarapan,Jakarta,2001.

Kartasapoetra,G,RGKartasapoetra,AGKartasapoetra,ASetijadi,

ManajemenPenanamanModalAsing,BinaAksara,Jakarta,1985.

LaporanAkhir,SinkronisasidanHarmonisasiProgramPengembangan
SistemHukumNasional,BadanPembinaanHukumNasional,
DepkumhamRI,2008.

LaporanPenelitiantentangPenyelesaiansengketadibidangPertambangan,
BadanPembinaanHukumNasional,Depkumham,2007.

Londong,TinekeLouise,Tuegeh,AsasketertibanUmumdanKonvensi
NewYork1958,CitraAdityaBakti,Bandung,1998.

Modjo,MIkhsan,ImplementasiPaketKebijakanInvestasi,JawaPos,
13Maret2006.

Moran,TheodoreH(ed),InternationalPoliticalRiskManagement,
ExploringNewFrontiers,TheWorldBakGroup,Washington;

OECD,BenchmarkDefinitionofForeignDirectInvestmentThird

Edition,http://www.oecd.org/dataoecd/10/16/2090148.pdf.

OECDsDraftonMultilateralAgreementonInvestment1994.

212

Qi,ChengWei,InvestinginChina,LegalPerspectives,Butterworth,
Hongkong,2003.

Ranuhandoko,I.P.M,TerminologiHukum,InggrisIndonesia,Penerbit
SinarGrafika,cetakanketiga,2003.

RulesofProcedureforArbitrationProceedings(ArbitrationRules).

RulesofProcedureforConciliationProceedings(ConciliationRules).

S.Lev.,Daniel,PemulihanNegaraHukum,Tempo6Januari2002.

Schrever,C,ICSIDConventionACommentary,CambridgeUniversity
Press,Cambridge,2001.

Sornarajah,M,TheInternationalLawonForeignInvestment,Second
Edition,CambridgeUniversityPress,Cambridge,2004.

Sornarajah,M.TheInternationalLawonForeignInvestment,Cam
bridgeUniversityPress,Cambridge,2ndEdition,2004,halaman291297.

Sumantoro,PerananPerusahaanMultinasionaldalamPembangunan

NegarayangsedangBerkembangdanImplikasinyadiIndonesia.
Alumni,Bandung,1983.

Supancana,I.B.R,AspekAspekKontraktualpadaPembangunandan
PengoperasianProyekProyekInfrastrukturdengan

PolaBOOT(Build,Own,OperateandTransfer),CenterforRegulatory
Research,2002.

Supancana,I.B.R,JaminandanPerlindunganInvestasidalam
PembangunanInfrastrukturBidangTransportasi,BadanPembinaan
HukumNasional,Jakarta,2006.

Supancana,I.B.R,KerangkaHukumdanKebijakanInvestasiLangsung
diIndonesia,PenerbitGhaliaIndonesia,Jakarta,2006.

Suwandi,Adig,PelarianModal,MengapaTerjadi?,ArtikelKompas,
Rabu26Desember2001.

Tambunan,Tulus,IklimInvestasidiIndonesia:Masalah,Tantangan
danPotensi,KadinIndonesiaJetro,2006.

TIMTENGdanASEANDukungInvestasidiRI,Kompas,31Juli
2000.

213

UNCITRAL,ModelLawonInternationalCommercialConciliationwith
GuidetoEnactment,2002.

,UNCITRALArbitrationRules,UNGAResolution31/98.

,UNCITRALConciliationRules,1980.

,UNCITRALModelLawonInternationalCommercial

Arbitration,1985.

,UNCITRALtesonOrganizingArbitralProceedings,1996.

UNCTAD,DisputeSettlement:InvestorState,UNCTADSerieson
IssuesinInternationalInvestmentAgreements,Geneva,2003.

,DisputeSettlement:StateState,UNCTADSeriesonIssues
inInternationalInvestmentAgreements,NewYork,2003.

UndangUndangNomor25Tahun2007tentangPenanamanModal.

UndangUndangNomor40Tahun2007tentangPerseroanTerbatas.

UndangUndangNomor30Tahun1999tentangArbitrasedanAlternatif
PenyelesaianSengketa.

UNECOSOC,UNECOSOCProposedTextoftheDraftCodeofConduct
forTransnationalCorporation,1991.

Yasin,HNazarkhan,MengenalKontrakKonstruksidiIndonesia,
GramediaPustakaUtama,Jakarta,2003.

214

PERSONALIATIM

Ketua
:
Prof.Dr.I.B.R.Supancana,S.H.,M.H.
Sekretaris
:
Purwanto,S.H.,M.H.
Anggota
:
1.
Prof.Dr.JeaneNeltjeSaly,S.H.,M.H.

2.
Dr.Riyatno,S.H.,LL.M.

3.
Widodo,S.H.

4.
MiftahulHakim,S.H.

5.
SumiyatiSahala,S.H.,M.Hum.

6.
SriSedjati,S.H.,M.H.

7.
Drs.UlangMangunSosiawan,M.H.

8.

TyasDianAnggraeni,S.H.,M.H.

215

216