Anda di halaman 1dari 81

STRATEGI PENANGANAN PEMBIAYAAN BERMASALAH

PADA PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KJKS BMT


BAHTERA PEKALONGAN

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Guna


Memperoleh Gelar Ahli Madya dalam Ilmu Perbankan Syariah

Oleh:
Ayu Tifani
092503013

PRODI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS SYARIAH IAIN WALISONGO SEMARANG
2012

M. Fauzi.S.E.,MM.
Jln. Karangrejo Tengah IX/1
Gajahmungkur Semarang

PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp. : 4 (empat ) eks
Hal
: Naskah Tugas Akhir
An. Sdr. Ayu Tifani
Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah saya meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya bersama
ini saya kirim naskah Tugas Akhir saudara :
Nama
: Ayu Tifani
NIM
: 092503013
Judul
: STRATEGI
PENANGANAN
PEMBIAYAAN
BERMASALAH PADA PRODUK PEMBIAYAAN
MURABAHAH DI KJKS BMT BAHTERA
Dengan ini saya mohon kiranya Tugas Akhir saudara tersebut dapat
segera diujikan.
Demikian harap menjadikan maklum.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Pembimbing

M. Fauzi. S.E.,MM
NIP. 19730217 2006 04 1 001

ii

KEMENTERIAN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
FAKULTAS SYARIAH PRODI PERBANKAN SYARIAH
Jl. Prof. DR. Hamka Kampus III Ngaliyan Telp/Fax(024) 7601291
Semarang
PENGESAHAN
Tugas Akhir Saudara
Nama
NIM
Judul

: Ayu Tifani
: 092503013
: STRATEGI PENANGANAN PEMBIAYAAN BERMASALAH
PADA PRODUK PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KJKS BMT
BAHTERA PEKALONGAN

Telah diujikan oleh Dewan Penguji Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah
Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, dan dinyatakan lulus dengan
predikat cumlaude / baik / cukup pada tanggal:
16 Mei 2012
Dan dapat diterima sebagai syarat guna memperoleh gelar Ahli Madya tahun
akademik 2012/2013.
Semarang, 16 Mei 2012
Ketua Sidang,

Sekretaris Sidang,

Johan Arifin, S.Ag.MM


NIP. 19710908 200212 1 001

H.Muchamad. Fauzi, SE.MM


NIP. 19730217 200604 1 001

Penguji I,

Penguji II,

Drs. Ghufron Ajib, M.Ag


NIP. 19660323 199203 1 001

H. Tolkah, MA
NIP. 19690507 199603 1 005

Pembimbing I,

Penguji II,

H. Muchamad Fauzi, SE, MM


NIP. 19730217 200604 1 001

Drs. H. Hasyim Syarbani, MM


NIP. 19570913 198203 1 002

iii

MOTTO
Agama membuat hidup terarah
Ilmu membuat hidup menjadi mudah
Dan seni membuat hidup menjadi indah

iv

PERSEMBAHAN
Dalam perjuangan mengarungi samudra Ilahi tanpa batas, dengan keringat dan air mata Q
persembahkan tugas akhir ini teruntuk orang-orang yang selalu hadir dan yang selalu memberi
dorongan, perhatian, kasih dan sayangnya kepada penulis, dan kepada orang yang selalu setia hadir
dalam kehidupan penulis khususnya buat :
Thank to Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat
seperti ini, serta tidak lupa sholawat serta salam penulis junjungkan kepda Nabi Agung
Muhammad SAW.
Ayahanda dan ibunda tercinta yang telah sabar, penuh kasih sayang serta tulus ikhlas merawat,
mendidik dan mengajarkan segala kebaikan kepadaQ, juga dengan ketulusan doanya yang selalu
menyertaiQ dalam menjalani hidup ini, agar menjadi manusia yang berguna.
Terima kasih ku untuk My Inspiration fauzan yang telah memberikan motivasi, semangat
dalam setiap langkah-langkah menuju gerbang kesuksesan dan perhatian sepenuhnya kepada
penulis dan semoga lekas menjadi orang yang sukses.
Teman-temanku senasib dan seperjuangan dalam pelaksanaan magang di BMT Bahtera
Pekalongan : Dzikri, Lia; Yaya.
Temen-Temen Kost ku : Alfin, Fitri, Ligaya, Nana, Syafaati. bisa penulis sebutkan satu
persatu dan temen-temen D3 Perbankan Syariah' angkatan 2009 yang tidak bisa penulis
sebutkan satu per satu terima kasih atas waktu, semangat dan dukungannya.
Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan yang tidak dapat penulis sebutkan
satu persatu, terima kasih sedalam-dalamnya.

DEKLARASI

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis


menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak berisi materi
yang telah pernah ditulis oleh orang lain atau diterbitkan.
Demikian juga Tugas Akhir ini tidak berisi satu pun
pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat
dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

Semarang,
Deklarator,

Ayu Tifani

vi

Mei 2012

ABSTRAK

Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga


perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.
Secara sederhana, murabahah berarti suatu penjualan barang seharga barang
tersebut ditambah keuntungan yang disepakati. Menurut para Fuqaha, murabahah
didefinisikan sebagai penjualan barang seharga biaya/harga pokok barang tersebut
ditambah mark up atau margin keuntungan yang disepakati. Karakteristik
murabahah adalah bahwa penjual harus memberitahu pembeli mengenai harga
pembelian barang dan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada
keuntungan tersebut.
Transaksi murabahah merupakan salah satu transaksi jual beli yang
mendominasi penyaluran dana di KJKS BMT Bahtera. Begitu juga dengan KJK
BMT BAHTERA yang memiliki berbagai macam produk yang menggunakan
akad murabahah,
Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang tidak lancar yang
diberikan pihak bank kepada nasabah pada saat jatuh tempo. Pembiayaan yang
tidak lancar harus secepatnya diselesaikan agar kerugian yang lebih besar dapat
dihindari.
Prosedur permohonan pembiayaan KJKS BMT BAHTERA dapat
dilakukan dengan cara : menjadi anggota KJKS BAHTERA mengisi formulir
aplikasi dengan melampirkan dokumen persyaratan yang telah ditetapkan oleh
KJKS BMT BAHTERA, kemudian pegawai BMT akan melakukan verifikasi atas
kebenaran data anggota pemohon, dan menentukan apakah permohonan
anggota/calon anggota tersebut disetujui atau tidak.

vii


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur ke hadirat Allah SWT, penguasa alam semesta dan raja
manusia karena segala rahmat, taufiq dan hidayah-Nya. Tak lupa kita panjatkan
shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga penulis dapat
menyelesaikan

penyusunan

PENANGANAN

tugas

akhir

PEMBIAYAAN

yang

berjudul:

BERMASALAH

PADA

"STRATEGI
PRODUK

PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KJKS BMT BAHTERA PEKALONGAN.


Tugas akhir ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat guna
menyelesaikan pendidikan Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah Institut
Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa proses penyusunan tugas akhir ini
dapat selesai berkat bantuan dari berbagai pihak, bimbingan dan dorongan serta
perhatiannya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs.H. Muhibbin, M.Ag, selaku Rektor IAIN Walisongo Semarang
2. Bapak DR. Imam Yahya, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN
Walisongo Semarang
3. Bapak DR. Wahab Zaenuri, MM, selaku Ketua Prodi Perbankan Syariah
Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang.
4. Bapak M. Fauzi, S.E, MM, selaku dosen pembimbing yang telah bersedia
meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan
dalam menyusun tugas akhir ini.
5. Seluruh dosen pengajar Prodi Perbankan Syariah IAIN Walisongo
Semarang.
6. Bapak Budi Hardyansyah selaku Ketua Koperasi KJKS BMT BAHTERA
Pekalongan.

viii

7. Bapak Miftahur Riza selaku pembimbing di KJKS BMT BAHTeRA


Pekalongan.
8. Papah, Mamah, tante, eyang, Kakak, dan saudara maupun kerabat yang
telah membantu memberikan dukunganya, baik moriil maupun materiil.
9. Sobat-sobatku semua di Prodi Perbankan Syariah 09 IAIN Walisongo
Semarang yang telah memberikan semangat dan motivasi.
10. Perpustakaan Institut dan Fakultas yang telah meminjamkan buku-buku
yang diperlukan penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
11. KJKS BMT BAHTERA yang membantu penulis dalam pembuatan tugas
akhir ini.
12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
Penulis percaya bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna,
sehingga penulis akan sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang bersifat
membangun guna penyempurnaan Tugas Akhir ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi
yang membutuhkan.

Semarang,

Mei 2012

Penulis

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.....................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................iii
HALAMAN MOTTO............................................................................................iv
HALAMAN PERSEMBAHAN.............................................................................v
HALAMAN DEKLARASI....................................................................................vi
ABSTRAK.............................................................................................................vii
KATA PENGANTAR..........................................................................................viii
DAFTAR ISI...........................................................................................................x
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................1
B. Perumusan Masalah..................................................................................4
C. Tujuan.......................................................................................................4
D. Manfaat....................................................................................................4
E. Metodologi Penelitian..............................................................................5
F. Sistematika Penulisan...............................................................................8
BAB II : KONDISI UMUM KJKS BMTBAHTERA
PEPEKALONGAN..............................................................................9
A. Sejarah Berdirinya....................................................................................9
B. Visi dan Misi...........................................................................................11
C. Alamat Kantor.........................................................................................12
D. Tujuan dan Fungsi..................................................................................13

E. Struktur Organisasi..................................................................................15
F. Produk yang Ditawarkan.........................................................................28
BAB III : PEMBAHASAN...............................................................................43
A. Pengertian Murabahah...........................................................................43
B. Landasan Hukum Murabahah...............................................................44
1. Landasan Hukum.............................................................................44
2. Landasan Syariah...........................................................................44
C. Rukun dan Syarat Murabahah......................................................46
D. Tujuan Pembiayaan..............................................................................47
E. Prosedur Pembiayaan Murabahah di KJKS BMT BAHTERA
Pekaongan............................................................................................48
F. Faktor Pengertian Pembiayaan Bemasalah......52
G. Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah........54
H. Pencegahan Pembiayaan Bermasalah..................................................60
I.

Analisis................................................................................................62

BAB IV : PENUTUP......................................................................................64
A. Kesimpulan........................................................................................64
B. Saran..................................................................................................65
C. Penutup..............................................................................................65
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xi

BAB I
PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang


Munculnya era globalisasi dan pasar bebas merupakan sunatullah dan
wujud dinamika zaman yaitu masa yang pasti terjadi pada dunia yang
semakin maju. Dengan ciri transparasi di berbagai bidang kehidupan tanpa
mengenal batas teritorial suatu negara dan bangsa. Bagi negara maju telah
mempersiapkan diri sejak lama dengan berbagai kemampuan agar
masyarakatnya mampu menghadapi masa yang penuh kompetitif, tetapi bagi
negara berkembang seakan sulit mengejar ketertinggalannya, terutama dalam
segi perekonomian.
Berkembangnya

Bank-Bank

Syariah

dinegara-negara

Islam

berpengaruh besar terhadap negara Indonesia. Pada awal periode 1980-an


diskusi mengenai Bank Syariah sebagai pilar ekonomi Islam mulai dilakukan.
Para tokoh yang terlibat dalam kajian tersebut adalah Karnaen A Penuata
Atmaja, M.Dawam Raharjo, M.Amien Rais dan lain-lain. Beberapa uji coba
pada sekala yang relatif terbatas telah diwujudkan.
Akan tetapi prakasa lebih khusus untuk mendirikan Bank Islam di
Indonesia baru dilakukan pada tahun 1990. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
pada tanggal 18-20 Agustus 1990 di Cisana Bogor Jawa Barat, berdasarkan
amanat Munas IV MUI dibentuk kelommpok kerja untuk mendirikan Bank

Islam di Indonesia. Dan Bank Islam yang pertama didirikan di Indonesia


Bank Muamalat Indonesia.1
Setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) timbul peluang
untuk mendirikan Bank-Bank yang berprinsip Syariah. Operasianalisasi BMI
kurang menjangkau usaha masyarakat kecil dan menengah maka muncul
usaha untuk mendirikan Bank dan lembaga keuangan mikro seperti BPR
Syariah dan BMT yang bertujuan untuk mengatasi hambatan operasionalisasi
BMI tersebut.2 Disamping itu di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang
hidup serba kecukupan muncul kekhawatiran akan timbulnya pengikisan
akidah. Pengikisan ini bukan hanya dipengaruhi dari aspek syiar Islam tetapi
juga dipengaruhi oleh lemahnya ekonomi masyarakat. Sebagaimana
diriwayatkan Rasulullah SAW kekafiran itu mendekati kekufuran maka
keberadaan BMT diharapkan mampu mengatasi masalah ini lewat
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ekonomi masyarakat.3
Sebagai lembaga keuangan, BMT tentu menjalankan fungsi
menghimpun dana dan menyalurkan dananya.4 Namun dalam penyaluran
dana harus mempertimbangkan secara matang jumlah pembiayaan yang akan
diberikan kepada nasabah serta memilih-milih nasabah yang benar-benar
layak untuk diberi pembiayaan agar tidak menimbulkan pembiayaan
bermasalah. Pembiayaan bermasalah diartikan suatu kondisi dimana terdapat
1

Muhammad, Syafii Antonio. Bank Syariah dari Tori ke Praktek. Cet Ke 1, Jakarta :
Gema Insani. hlm 25
2
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Depkripsi dan Ilustrasi, Cet
Ke-1 jakarta :Ekomosia, hlm 85
3
Ibid, hlm 85
4
Andri Soemitra, M.A, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, cet. Ke-1 Jakarta :
Kencana, 2009, hlm 457

suatu penyimpangan utama dalam pembayaran kembali pembiayaan yang


berakibat terjadi kelambatan dalam pengembalian atau diperlukan tindakan
yuridis dalam pengembalian atau kemungkinan terjadinya kerugian bagi
lembaga.5 Apabila pembiayaan yang diberikan bermasalah, maka dilakukan
penanggulangan pembiayaan bermasalah demi menyelamatkan pembiayaan
yang diberikan kepada anggota.
Pada BMT Bahtera Pekalongan pada tahun 2011 terhitung kurang
lebih 2,59% yang mengalami pembiayaan bermasalah maka salah satu untuk
mengatasi pembiayaan-pembiayaan bermasalah perlu dilakukannya strategi
untuk penanganan pembiayaan bermasalah dengan salah satu penangulangan
pembiayaan bermasalah adalah dengan melakukan perhitungan NPF (Non
Performing Finance).
Pada akad murabahah BMT Bahtera menggunakan sistem jual beli,
dimana penjualan barang kepada anggota/calon anggota dilakukan atas dasar
cost-plus profit. Dalam akad murabahah pihak BMT Bahtera selaku penjual
menyebutkan harga pembelian barang kepada anggota sebagai pihak pembeli
yang kemudian mensyaratkan atas laba dalam jumlah tertentu sesuai
kesepakatan bersama.6
Dari uraian diatas, peneliti tertarik pada produk pembiayaan dengan
akad murabahah yang ada di KJKS BMT BAHTERA Pekalongan, sehingga
penulis

mengambil

judul

tentang

STRATEGI

PENANGANAN

Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah no.
35.2/Per/M.KUKM/2007
6
Wiroso, SE, MBA, Jual Beli Murabahah,Yogyakarta:UII Press, 2005, Hal. 24

PEBIAYAAN

BERMASALAH

PADA

PRODUK

PEMBIAYAAN

MURABAHAH DI KJKS BMT BAHTERA PEKALONGAN

1.2.Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka permasalahannya
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk
pembiayaan murabahah di KJKS BMT BAHTERA Pekalongan?
2. Sejauhmana upaya pihak BMT untuk mengantisipasi nasabah supaya tidak
bermasalah dalam melakukan pembiayaan?

1.3. Tujuan
1. Untuk

mengetahui

bagaimana

strategi

penanganan

pembiayaan

bermasalah di KJKS BMT BAHTERA Pekalongan


2. Untuk mengetahui sistem yang diterapkan BMT untuk mengantisipasi
nasabah agar tidak bermasalah dalam melakukan pembiyaan

1.4. Manfaat
Dengan mengadakan praktek lapangan (Magang) di KJKS BMT
BAHTERA Pekalongan, manfaat yang hendak diambil oleh penulis adalah :
1. Manfaat Praktis

Secara praktis penulis ini mempunyai manfaat besar dalam rangka


mengetahui strategi yang ditarapkan untuk penaganan pembiayaan
bermasalah di KJKS BMT Bahtera Pekalongan.
Harapan penulis hasil penelitian ini menjadi bahan masukan bagi KJKS
BMT Bahtera Pekalongagn dan lembaga keuangan Syariah lainnya.
2. Manfaat Teoritis
a. Pelaksanaan penelitian ini diharapkan mampu memberi masukan bagi
lembaga keuangan Syariah khususnya para praktisi-praktisi perbankan
untuk meningkatkan kualitas profesionalnya.
b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian dalam
pengembangan

teori

untuk

mendalami

konsep

prinsip-prinsip

perbankan.
c. Sebagai bahan masukan untuk lembaga yang bersangkutan agar dapat
mengoreksi dan mengevaluasi kembali apa yang penulis teliti.

1.5. Metodologi Penelitian


Metode penelitian adalah : rumusan tata cara tertentu secara sistematis
untuk membahas sesuatu yang dimaksudkan agar kerja tersebut bisa di capai
sesuai apa yang di harapkan dan benar.7
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mana
penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
7

hlm 24

Prof Drs, Sutrisno hadi, Metodologi Rieseach, Fak Psikologi UGM, Yogyakarta, 182,

fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatau konteks khusus
yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.8
2. Sumber Data
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari
subjek penelitian yang mengenakan alat pengukuran atau alat
pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi
yang dicari.9 Dalam penyusunan tugas akhir ini, data primer adalah
informasi tentang strategi penanganen pembiayaan bermasalah
yang diperoleh dari wawancara dan observasi.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah
lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer
atau oleh pihak lain.10 Data sekunder yang didapat dalam
penyusunan tugas akhir ini adalah lampiran formulir, brosur, dan
modul

tentang

produk-produk

KJKS

BMT

BAHTERA

Pekalongan.

Prof. Dr. Lexy J. Moelong, MA, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, cet ke24, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2007 hlm 6
9
Husain Umar, Research Methods in Finance and Banking, Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka utama, 2000, hlm. 83
10
Ibid, hlm 116

3. Metode Pengumpulan Data


Dilihat dari konsep penelitian yang ada bahwa penelitian tentang
strategi

penanganan

pembiayaan

bermasalah,

ada

tiga

metode

pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Metode


pengumpulan data tersebut adalah:
a. Metode Dokumentasi
Adalah mencari data tentang hal-hal yang berkaitan dalam
pembahasan dalam penelitian ini, yang berupa arsip-arsip dan
pedoman

umum

dalam

melakukan

strategi

penanganan

pembiayaan bermasalah.
b. Metode Observasi
Adalah

pengamatan

terhadap

suatu

objek

dengan

menggunakan indera, baik langsung maupun tidak langsung


(dengan alat bantu).11 Disini pengamatan dilakukan dengan melihat
secara lansung bagaimana proses pengajuan pembiayaan sampe
pencairan pembiayaan dan apa saja persyaratan yang harus
dipenuhi oleh calon nasabah yang mengajukan pembiyaan.
c. Metode Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara
tanya jawab sepihak antara pewawancara dengan koresponden.12
Di sini penulis mewawancarai beberapa karyawan KJKS BMT

11
12

Husein Umar. Op cit.,hlm. 116


Saifiddin Anwar, Metode Penelitian, Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar 2001, hlm. 125

Bahterara Pekalongan mengenai strategi penanganan pembiayaan


bermasalah.
4. Metode Analisis Data
Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis
catatan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi untuk meningkatkan
pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menyajikan sebagai
temuan bagi orang lain.
Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode deskriptif
analisis, yaitu suatu metode penelitian bertujuan untuk memberikan
gambaran umum tentang subjek penelitian berdasarkan data dan variabel
yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti.

1.6. Sistematika Penulisan


Dalam rencana pnelitian ini akan disusun dalam 4 bab. Hal ini
dimaksudkan agar mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai
masalah yang akan diteliti.
BAB I.

PENDAHULUAN
Pada bagian ini, dipaparkan tentang latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan
sistematika penelitian.

BAB II.

GAMBARAN UMUM BMT BAHTERA PEKALONGAN


Dalam bab ini dipaparkan tentang sejarah berdirinya BMT, visi
misi dan tujuan KJKS BMT Bahtera Pekalongan, struktur
organisasi, produk-produk BMT Bahtera Pekalongan dan lokasi.

BAB III. PEMBAHASAN


Dalam bab ini membahas pengertian Murabahah, dasar hukum,
rukun murabahah, mekanisme pembiayaaan murabahah, strategi
penanganan pembiayaan bermasalah dan upaya BMT menghindari
pmbiayaan bermasalah.
BAB IV. PENUTUP
Bab ini terdiri dari kesimpulan, saran, dan penutup.

BAB II
KONDISI UMUM KJKS BMT BAHTERA PEKALONGAN

2.1. Sejarah Berdirinya KJKS BMT Bahtra


KJKS BMT Bahtera berdiri tepatnya pada tangal 1 oktober 1995
pendirinya diprakasai oleh para Cendekiawan, Pengusaha, Ulama dan Tokoh
Masyarakat Kota Pekalongan, yang melihat bahwa realitanya masyarakat
kelas bawah dan pengusaha kecil tidak dapat mengembangkan usahanya,
karena terbatasnya lembaga yang menfasilitasi mereka baik dibidang
permodalan ataupun bidang peningkatan kualitas SDM.
Dalam perkembangannya, KJKS BMT BAHTERA Pekalongan
dapat mengakomodasi semua lapisan masyarakat, dari pengusaha kecil
menengah, bahkan sampai masyarakat ekonomi kelas atas, terutama
dibidang pemupukan dana/modal.
Pendirian KJKS BMT BAHTERA juga dilatar belakangi oleh upaya
yang mmperkenalkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada ekonomi
syariah serta menyedikan sarana mediasi keuangan antara warga muslim
yang memiliki kelebihan likuiditas dengan warga muslim lainnya yang
kekurangan likuiditas, dan untuk memecahkan persoalan kebutuhan akan
permodalan umat islam golongan lemah serta menyediakan sarana
penyimpanan dana yang aman dan dengan sistem bagi hasil.
KJKS BMT BAHTERA Pekalongan yang merupakan lembaga
simpan pinjam syariah sejak tahun 1995 sampai saat ini, mampu

10

menghimpun dana simpanan dan simpanan berjangka dari para anggota dan
calon anggota yang mengalami perkembangan pesat. Hal ini seiring dengan
tumbuhnya kepercayaan masyarakat Pekalongan dan sekitarnya kepada
KJKS BMT BAHTERA Pekalongan. Perkembangan ini didukung pula oleh
keberadaan kantor-kantor cabang di beberapa wilayah sekitar Pekalongan
(Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang).
Untuk

melaksanakan

kegiatan

operasionalnya

pada

awal

pendiiannya, KJKS BMT BAHTERA dikelola oleh 5 orang karyawan dan


dalam perkembangan berikutnya ketita aktivitas KJKS BMT BAHTARA
meningkat dan assetnya bertambah besar pada saat ini memiliki 47 orang
kayawan (38 karyawan tetap, 4 orang Cleaning Service dan 2 orang Satpam,
2 orang Driver). Dari jumlah 47 orang Karyawan tersebut, 2 orang
berpendidikan S2, 18 orang S1, 12 orang berpendidikan D3, dan sisanya
berpendidikan setingakat SLTA.
Komunitas masyarakat pekalongan mempunyai etos kerja tinggi,
dengan pertumbuhan ekonomi berkapita relatif baik dan terus meningkat,
ternyata tidak dibarengi peningkatan tingkat ekonomi kelas bawah (Grass
Root), hal ini karena kurangnya modal dan dukungan bagi pengembangan
usaha.
KJKS BMT BAHTRA dengan badan hukum Koperasi merupan
badan usaha yang berfungsi dan berperan membangun kemampuan ekonomi
para angggota khususnya, dan masyarakat pada umumnya yang selanjutnya

11

untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial, untuk mewujudkan


masyarakat MADANI yang damai, sejahtera dan berkeadilan.
Sebagai badan usaha yang dibentuk oleh anggota yang mempunyai
kepentingan bersama, maka usaha yang dilakukan sudah barang tentu sangat
menyentuh kebutuhan para anggota dan calon anggota serta masyarakat
pada umumnya.9

2.2. Visi dan Misi KJKS BMT BAHTERA


KJKS BMT BAHTERA mempunyai Visi menjadi lembaga
keuangan mikro syariah yang dikelola secara profesional dan amanah,
bermanfaat bagi umat menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,
adil dan diridhoi Allah SWT. Adapun Misi yang diemban KJKS BMT
BAHTERA adalah sebagai berikut :
a. Mewujudkan lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola scara
murni dan konsekuwen.
b. Mewujudkan KJKS BMT BAHTERA Pekalongan sebagai media
dakwah dalam penguatan ekonomi umat.
c. Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mandiri dan tidak
bergantung pada pihak lain.
d. Menumbuhkan budaya kerja yang berprinsip jujur, amanah, adil
profesional, kreatif dan inofatif serta sanggup menghadapi tantangan
yang ada.

Dokumen KJKS BMT Bahtera Pekalongan

12

e. Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang diandalkan masyarakat


muslim di wilayah Jawa Tengah.
f. Menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mengedepankan aspek
kemanfaatan jangka panjang.

2.3 Identitas Dan Lokasi


a. Legalitas Lembaga

: Koperasi Jasa Simpan Pinjam Syari,ah


Baitul Maal Wat Tamwil BAHTERA

b. Legalitas
No. Dan Tgl BH

: 12940/BH/KWK.II/XII/1996 & 31 Des


1996

Akta Perubahan

: 02/PAD/KDK.II/II/2008 Tgl 12 Feb 2008

Akta Perubahan

: 22/PAD/KDK.II/X/2009 Tgl 13Okt 2009

No. SIUP

: 118/11.03/SIUP/X/1998

Diperbaharui pada Thn 2010 : 08/11-03/PB/VI/2010


SISPK

: 23/SISPK/KDK.II/X/2009

NPWP

: 1.620.226.9-502

c. Lokasi
Kantor Pusat

: Jl. Dr. Sutomo Mega Grosir MM Blok A


10 Pekalongan
Telp. (0285) 423134
Fax. (0285) 4416400

Kantor Cabang Buaran

:Jl. Raya Banyurip Alit No. 532 Pekalongan

13

Telp. (0285) 427876


Kantor Cabang Warung Asem: Jl. Raya Warungasem

No. 63

Warungasen Batang
Telp/Fax (0285) 4417684
Kantor Cabang Batang

: Jl. Gajah Mada No. 100 Batang


Telp/Fax (0285) 392399

Kantor Cabang Banjarsari : Kios Pasar Banjarsari Blok C 12-14 Lt.1


Pekalongan
Telp (0285) 434711
Kantor Kas

: Kompleks Masjid Agung Darul Muttaqqien


Telp (0285) 392009
: Kompleks Pasar Banjarsari Lt. 1 B No. 43
Telp (0285) 43471

d. Ketua Koperasi

: Budi Hardyansyah, SE. MM

e. Kegiatan Usaha

: Simpan Pinjam Syari,ah

2.4. Tujuan Dan Fungsi KJKS BMT Bahtera


1.

Tujuan pengembangan KJKS BMT Bahtera


a)

Meningkatkan program peberdayaan ekonomi mikro, khususnya


di kalangan usaha mikro, kecil menengah dan koperasi memalui
sistem syariah.

14

b) Mendorong kehidupan ekonomi syariah dalam kegiatan usaha


mikro, kecil dan menengah khususnya dan ekonomi indonesia
pada umumnya.
c)

Meningkatkan semangat dan peran anggota masyarakat dalam


kegiatan koperasi jasa keuangan syariah.

2.

Fungsi KJKS BMT Bahtera


Sebagai sebuah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari
angggota

masyarakat

dan

menyalurkan

dalam

bentuk

pinjaman/pembiayaan, maka KJKS BMT Bahtera terkait dengan


kaidah-kaidah pengelolaan lembaga keuangan yang sehat dan tepat
sasaran serta menghasilkan.
Selain itu KJKS BMT Bahtera memiliki peran utamanya yang
harus

dilaksanakan,

yakni

sebagai

lembaga

keuangan

mikro

profesional, dan amanah sehingga dapat melayani kebutuhan anggota


khususnya, calon anggota setempat umumnya. Maka KJKS BMT
Bahtera dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan
calon anggota di linkungannya melalui layanan kebutuhan pembiyaan.10

2.5. Struktur Organisasi


Struktur organisasi adalah gambaran hubungan antar individu atau
bagian atau devisi yang menunjukan hirarki dan pola hubungan. Ini juga
diartikan sebagai sutau cara atau sistem dari aktivitas-aktivitas untuk

10

Hasil pengamatan dan dokumen KJKS BMT Bahtera

15

mngurus sesuatu dalam usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Oleh karena
itu daalam melaksanakan aktivitasnya KJKS BMT BAHTERA sesuai
dengan struktur organisasi yang ada agar dapat mencapai tujuannya.
Struktur organisasi yang digunakan oleh KJKS BMT BAHTERA adalah
struktur organisasi garis dimana wewenang dari puncak mengalir langsung
kepimpinan yang berada dibawah nya.
Berikut ini akan digambaran pola susunan dalam struktu organisasi
di KJKS BMT BAHTERA
PENGURUS
KJKS
Pengawas Syariah
Pengawas Manajemen

MANAJER
UMUM

RESEARCH &
DEVELOMENT

INTERNAL
AUDIT

MANAJER
PEMASARAN

LEGAL &
JAMINAN

MANAJE R
OPERASIO
NAL

REMIDIAL
PYD

KEPALA
CABANG

PERSONALI
A & UMUM

BAITUL
MALL

EDP
KABAG
AKUNTING

Kabag
Marketing

Staff
A/O
Staff
F/O
Staff
Adm

Kabag
Opersional

Staff
Akunt
Staff
Teller
Staff
Adm

Staff
Kliring/Inkaso &
Administrasi

16

1. Ketua Pengurus11
a. Menyelenggarakan RAT
b. Menyusun atau merumuskan kebijakan umum untuk mendapat
persetujuan rapat angggota
c. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan KJKS BMT BAHTERA
d. Mensostralisasikan KJKS BMT BAHTERA
e. Menyelenggarakan rapat pengurus untuk :
a) Evaluasi bulanan dan perkmbangan kinerja KJKS BMT
BAHTERA
b) Menentukan dan membuat keijakan strategi KJKS BMT
BAHTERA
f. Menandatangani dokumen dan surat yang berhubungan dengan
KJKS BMT BAHTERA
2. Manajer Umum
a. Menyusun rencana strategis yang mencakup :

11

a)

Prediksi tentang kondisi lingkungan.

b)

Perkiraan posisi perusahaan dalam persaingan.

c)

Rencana-rencana perusahaan.

d)

Visi dan misi prusahaan.

e)

Tujuan dan sasaran.

f)

Strategi yang dipilih.

g)

Laporan keuangan.

Data dari KJKS BMT Bahtera

17

b. Mengusulkan rencana strategis kepada pengurus untuk disahkan


dalam RAT atau diluar RAT.
c. Mengusulkan rancangan anggaran dan rencana kerja manajemen
kepada pengurus yang nanti nya disahkan pada rapat anggota
tahunan (RAT).
d. Memimpin rapat koordinasi dan evaluasi bulanan yang diadakan
pada pekan pertama dengan agenda :
a) Laporan perkembangan dari manajer pemasaran dan
manajer operasional.
b) Laporan perkembangan bisnis secara umum (taget dan
realisasi, analisis ratio, permasalahan).
c) Peluang bisnis yang ada.
d) Pengambilan

keputusan

untuk

perencanaan

perbaikan/mengatasi masalah yang ada.


e. Mengajukan perubahan daftar skala gaji pokok, insentif dan bonus
kepada pengurus minimal 1 tahun sekali (bila ada pubahan dari
peninjauan ulang).
f. Menandatangani

perjanjian

kerjasama

antar

KJKS

BMT

BAHTERA denagan pihak lain.


3. Internal Audit
a. Melakukan asersi tahap siklus pendapatan, pengeluaran dan
investasi antara lain penetapan keputusan (otorisasi keputusan).
b. Wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan tansaksi.

18

c. Melaksanakan pengujian hasil transaksi.


d. Memeriksa kelemahan sistem.
e. Melakukan penilaian kesehatan.
f. Melakukan observasi (pengamatan lansung) tracing (penelusuran
dokumen) dan kepatuhan atas prosedur.
4. Manajer Pemasaran
a. Menyusun rencana yang mencakup :
1) Rencana anggaran pemasaran, pendanaan dan pembiayaan.
2) Rencana anggaran pemasaran, pendanaan dan pembiayaan
berupa :
a) Target lending dan korfirmasi percabang.
b) Pengembangan wilayah berpotensi
c) Rencana pengembangan produk, promosi dan
distribusi (berdasarkan pemetaan segmen dan
potensi pasar).
3) Rencana organisasi tim marketing.
b. Mengusulkan rencana operasional pembiayaan.
c. Memimpin rapat koordiasi dengan devisi-devisi nya.
d. Mengembangan strategi pemasaran.
5. Manajer Operasional
a. Menyusun rencana biaya operasional dan keuangan yang
mencakup rencana anggaran oprasional dan keuangan. Antara lain:

19

a) Anggaran pendapatan dan biaya operasional pusat dan


cabang-cabang.
b) Anggaran biaya pembukaan cabang baru.
c) Anggaran biaya pengembangan produk, promosi, dan
distribusi.
b. Mengusulkan rencana operasional dan keuangan
-

Memimpin rapat kordinasi bersama para staff dalam


divisinya.

c. Menjaga kelancaran operasional perusahaan, yang meliputi :


a) Pengaturan likuiditas dan mengatur arus kas.
b) Pemeliharaan inventory kantor.
c) Pengadaan inventori yang dibutuhkan untuk operasional
perusahaan.
d. Memantau dan mengawasi laporan keuangan kepala bagian
akunting dan keuangan.
Hubungan Lini : Atasan Langsung : Manajer Umum
Bawahan

Langsung

Kepala

Bagian

Akuntansi

dan

keuangan bagian EDP


6. Support Pembiayaan Dan Hukum Legal
a. Melakukan koordinasi terhadap seluruh kegiatan unit kerjanya
dengan memberi konsultan dan rekomendasi kepada unit kerja lain.
b. Melakukan perencanaan kerja yang disesuaikan dan mendukung
kegiatan pemberian pembiayaan.

20

c. Menjalankan tahapan pencapaian target sesuai dengan target


rencana operasional.
d. Menyusun strategi planing alokasi pembiayaan (efektif terarah).
e. Membina nasabah antara lain penagihan pembiayaan yang berada
pada batas wewenangnya.
f. Aktif menyampaikan pendapat dan saran tentang strategi dan
teknik pemasaran pada direksi.
g. Mengadakan evaluasi setiap jangka waktu yang ditentukan.
7. Remidial Pembiayaan
a. Melakukan koordinasi terhadap seluruh kegiatan penagihan dan
penyelesaian pembiayaan yang bermasalah atau macet dengan pola
penyelesaian dan penanganan
b. Mempersiapkan usulan program dan strategi operasionalnya yang
berhubungan dengan pengembngan pengamanan pembiayaan.
c. Melakukan pengadministrasian dan pendokumentasian semua
permasalahan dan perkara.
d. Melakukan koordinasi dengan baik dengan para penasihat hukum
dan pihak ke tiga lainnya untuk setiap penyelesaian perkara
pengadilan.
8. Manajer Personalia Atau Umum
a. Melakukan perencanaan penyelenggaraan program kerja dan
pengembangan dibidang pengawasan.

21

b. Melakukan

pembianaan

dan

pengelolaan

jenjang

karir,

pembayaran gaji, pemberian fasilitas, punishment, fasilitas lain,


pemberdaya gunaan serta kesejahteraan dan pemutusan hubungan
kerja.
c. Memantau personalia karyawan dan kegiatan tugasnya.
d. Mengesahkan daftar hadir dan mengvaluasi tingkat kehadirannya.
e. Mengesahkan

katu

pegawai

untuk

setiap

pegawai

dan

penyelenggaraannya.
f. Membuat tata tertib pegawai dalam kgiatan hariannya.
g. Mengarsip data karyawan : daftar riwayat hidup hail psikotest,
pengajuan kenaikan gilongan surat pengangkatan.
h. Membuat update data karyawan berkaitan dengan kenaikan
golongan.
i. Memantau kinerja dan laporan penilaian karyawan.
j. Mempersiapkan sarana dan prasarana pada acara-acara perusahaan.
k. Membuat administrasi dan inventerisasi aktiva tetap dan inventaris
perusahaan.
l. Mengelola dan memelihara barang persediaan dan inventaris.
m. Membuat penyusunan angaran tahunan pada bidang tugasnya.
n. Memberikan

masukan,

opini

(pendapat),

dan

saran

pemecahannya.
Menangani dan menyelesaikan perselisihan perburuhahan.

serta

22

9. Kepala Cabang
a. Sebagai perpanjangan tangan dari fungsi awal proses pembiayaan
dan penyelsaian pembiayaan.
b. Memberikan dan meningkatkan pelayanan pembiayaan secara
efisien dan efektif sesuai dengan policy manajemen.
c. Melakukan monioring langsung ke UKMK serta evaluasi, review
terhadap kwalitas porto folio pembiayaan yang telah diberikan
dalam rangka pengamanan atas setiap pembiayaan yang diberikan.
d. Menjalankan pencapaian target di wilayahnya sesuai dengan yang
ditetapkan koperasi yang dilaporkan secara periodik.
e. Menyusun strategi planing alokasi pembiayaan secara efektif dan
terarah di wilayahnya.
f. Meminta nasabah, antara lain penagihan pembiayaan yang barada
pada batas wewenangnya yang tergolong lancar, kurang lancar,
maupun diragukan atau macet.
g. Menyampaikan pendapat, saran dan informasi awal kepada
manajer pemasaran dam pembiayaan tentang adanya kejanggalan
pada UKMK yang akan dibiayai.
h. Mengendalikan rencana anggaran biaya dan mengendalikan
operasional kantor cabang.
Hubungan Lini :
Atasan Langsung

: Manajer Umum

23

Bawahan

Kabag

Marketing

Cabang,

Kabag

Operasional Cabang, Staff Cabang.


10. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan
a. Membuat laporan keuangan bulanan pada pertemuan tingkat
manajemen.
b. Membuat analisis rentabilitas, solvabilitas, dan profitabilitas KJKS
BMT Bahtera yang di bahas pada pertemuan bulanan dengan
manajemen.
c. Memberikan masukan yang berkaitan dengan kebijakan dan yang
berkaitan dengan akuntansi dan keuangan.
d. Mengatur manajemen arus kas (cash flow) dengan memantau arus
kas masuk-keluar baik pengaturan penjadwalan pembayaran
hutang, kebijakan uang minimal di KJKS BMT Bahtera,
perhitungan pembiayaan dan penerimaan angsuran pokok dan bagi
hasil yang harus dicapai untuk menentukan pembiayaan baru.
e. Membuat laporan pajak atas hasil usaha.
f. Memeriksa anggaran yang diajukan para manajer sebelum disetujui
oleh manajer umum.
g. Mengadakan evaluasi setiap jangka waktu yang ditentukan.
11. EDP (Electronic Data Procesing)
a. Implementasi sistem informasi akuntansi :
1.

Membuat data-data transaksi dan keuangan secara


elektronis.

24

2.

Pengelolaan

secara

elektronis

data-data

transaksi

keuangan.
3.

Pengelolaan laporan-laporan keuangan secara elektronis


untuk keperluan internal perusahaan.

4.

Pengelolaan laporan-laporan keuangan secara elektronis


untuk keperluan eksternal apabila dipublikasi (pemegang
saham, pemerintah dan pihak-pihak ketiga lainnya).

b. Implementasi sistim informasi nasabah (customer informasi


sistem)
a) Merawat data-data master nasabah dan data-data transaksi
nasabah.
b) Pengelolaan data-data mastr nasabah dan data-data
transaksi nasabah.
c) Penyediaan laporan-laporan yang

berhubungan dengan

nasabah.
c. Implemantasi sistem informasi personalia (personel atau HR
informasi system).
d. Implementasi sistem informasi kekayaan (treasury information
system).
e. Implementasi

sistem

informasi

lainnya

yang

mendukung

operasional perusahaan, yang dipandang perlu oleh perusahaan


sejalan dengan perkembangan perusahaan.

25

f. Menyiapkan dan memelihara infrakstutur teknologi informasi


(hardwere dan network) untuk mendukung operasional seluruh
bagian perusahaan.
Hubungan Lini : Atasan Langsung : Manajer Operasional dan
Keuangan.
12. Kepala Bagian Marketing
a. Meningkatkan pelayanan pendanaan dan pembiayaan secara efisien
dan efektif.
b. Melakukan monitoring, evaluasi, riview terhadap kualitas porto
folio pembiayaan yang telah diberikan dalam rangka pengamanan
atas setiap pembiayaan yang diberikan.
c. Menjalankan tahapan pencapaian target sesuai dengan rencana
operasional.
d. Menyusun strategi planning alokasi pembiayaan (efektif terarah).
e. Membina nasabah antara lain penagihan pembiayaan yang berada
pada batas wewenangnya.
f. Aktif menyampaikan pendapat dan saran tentang strategi dan
teknik pemasaran kepada direksi.
g. Mengadakan evaluasi setiap jangka waktu yang di tentukan.
Hubungan Lini : Atasan Langsung : Manajer Pemasaran
Bawahan : Account Officer, Support Pembiayaan, Administrasi
Pembiayaan, Penyelesaian Pembiayaan.

26

13. Account Officer


a. Memberikan dan meningkatkan pelayanan pembiayaan secara
efektif dan efisien.
b. Melakukan analisis pembiayaan atas proposal yang masuk.
c. Melakukan taksasi jaminan.
d. Melakukan pembinaan nasabah : penagihan pembiayaan yang
berada pada batas wewenangnya yang tergolong lancar, kurang
lancar, diragukan maupun yang macet.
14. Teller
a. Membuat laporan posisi kas ditangan (on hand/vault brangkas) dan
di posisi saldo akhir.
b. Melakukan pengeluaran uang yang telah disetujui oleh manajer
akuntansi, keuangan dan manajer umum.
c. Mengelola kas kecil (petty cash).
d. Bertanggung jawab atas pelayanan kepada nasabah dalam hal
transaksi uang tunai baik menerima uang untuk penyetoran
tabungan, deposito, angsuran pembiayaan, atau pun pengeluaran
uang untuk

penarikan

tabungan, deposito,

pencairan dan

pengeluaranlainnya yang berhubungan dengan kepentingan kantor,


semua transaksi tersebut, dimasukan pada komputer sesuai dengan
sistem dan program.

27

e. Memasukan mutasi kelembaran buku mutasi teller untuk kas


masuk pada penerimaan untuk kas keluar pada pembayaran semua
mutasi disrtai dengan bukti/slip.
f. Memberi tanda redmark untuk setrap slip setoran/penarikan
tabungan.
g. Menerima, menyusun dan menghitung uang secara cermat dan
hati-hati setiap setoran tunai dari nasabah dan penarikan tunai
untuk nasabah.
h. Melakukan penyortiran terhadap uang masuk dan keluar.
i. Mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai untuk
kepentingan dropping dana pembiayaan dan lain-lain yang telah
disetujui oleh bagiannya atau manajer.
j. Membuat laporan pertanggung jawaban kas pada akhir hari.
k. Mencocokan jumlah fisik uang sesuai dengan saldo akhir kas.
l. Mengecek slip setoran maupun penarikan sesuai dengan jumlah
uang dan pada buku mutasi teller.
m. Membuat jurnal (debet/kredit) pada akhir kas.
n. Pada akhir hari dan awal hari laporan pertanggung jawaban kas
oleh teller dimintakan tanda tangan kepada manajer sebagai periksa
sebagai kondisi uang.
o. Teller harus mencocokan tanda tangan pada slip penarikan
tabungan dan deposito dengan kartu tanda tangan yang ada.

28

p. Teller unit mmpunyai wewenang untuk mencairkan tabungan dan


deposito Rp. 5.000.000,00
q. Penarikan dana diatas nominal tersebut harus diketahui dan
dimintakan tanda tangan pada bagian pendanaan atau manajer,
apabila manajer tidak ditempat maka pemberitahuan bisa lewat
telepon.
r. Tiap akhir hari mencetak mutasi kas teller dan laporan pertanggung
jawaban kas dan mengarsipkan.

2.5. Produk- produk KJKS BMT BAHTERA


Adapun produk- produk yang ditawarkan terbagi menjadi 3, yaitu
produk penghimpunan dana (Funding), produk penyaluran dana (Lending),
dan produk jasa.
1.

Produk Penghimpunan Dana (funding)


a) SAMUDRA (Simpanan Mitra Usaha Mudharabah Bahtera)
Yaitu simpanan yang diperuntukan bagi anggota atau calon
anggota yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan
sewaktu-waktu pada jam kerja, dengan prinsip mudhorobah akan
mendapat keuntungan/bagi hasil sesuai dana mengendap dan
keuntungan yang diperoleh dari usaha KJKS BMT Bahtera.
Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)

29

c. Mengisi slip setoran awal simpanan


d. Calon nasabah perorangan/badan hukum
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00 dan setoran selanjutnya
minimal Rp. 10.000,00
Fasilitas tambahan
a. Penyetoran atau pengambilan dapat dilakukan disetiap kantor
cabang BMT Bahtera
b. Fasilitas jemput bola yaitu pengambilan atau penyetoran
ditempat nasabah
Manfaat
a. Memberikan rasa aman bagi nasabah karena dana dikelola
dengan profesional dengan sistem syariah
b. Dapat dijadikan simpanan untuk kebuthan yang mendesak
karena bersifat bebas (dapat ditarik sewaktu-waktu)
c. Mendapatkan bagi hasil
d. Biaya administrasi yang sangat ringan, dikenakan tiap 6 bulan
sekali
b) SAHARA (Simpanan Hari Raya )
Yaitu simpanan kolektif yang jumlah setoran dan saat
penarikannya telah ditentukan, untuk mempersiapkan kebutuhan
hari raya dengan mendapatkan bonus menarik disaat pengambilan.

30

Jenis simpanan ini dimulai pada bulan syawal dan berakhir


menjelang lebaran dan bisa dibagikan berupa uang maupun barang
yang berupa sembako serta setorannya ditetapkan mingguan.
Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah perorangan/badan hukum/kolektor
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00/minggu
Manfaat
a. Membantu para peserta dalam mempersiapkan kebutuhan di
hari raya
b. Menjadikan hari raya anda lbih berarti
c. Meringenkan beban para nasabah di hari raya
d. Mendapatkan bonus menarik pada waktu pembagian simpanan
baik perorangan maupun bagi kolektor
e. Undian hadiah mnarik pada saat pembagian simpanan
c) SAQURA (Simpanan Qurban dan Aqiqoh)
Adalah simpanan untuk mewujudkan kebutuhan qurban
pada Idhul Adhaa atau Aqiqah. Setoran dapat direncanakan sesuai
dengan kebutuhan hewan Qurban. Simpanan ini dibagikan dapat
berupa

hewan

penyembelihan.

qurbn

atau

uang

dengan

bonus

biaya

31

Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah perorangan
e. Setoran awal terdapat 3 pilihan :
1.

Minimal Rp. 10.000,00/minggu selama 2 tahun

2.

Minimal Rp. 25.000,00/minggu selama 1 tahun

3.

Minimal Rp. 175.000,00/minggu selama 1 tahun untuk


7 orang

Manfaat
a. Membantu para nasabah dalam mempersiapkan ibadah Qurban
di hari raya Idul Adha
b. Membantu para peserta dalam memprsiapkan Aqiqah bagi
anak-anak mereka
c. Memeratakan kesejahteraan keseluruhan umat dengan ibadah
Qurban
d. Mendapatkan bonus uang penyembelihan pada saat pembagian
simpanan
e. Undian berupa 4 ekor kambing pada saat pembagian simpanan
d) SAKINAH (Simpanan Kiat Naik Haji)
Adalah simpanan untuk persiapan ibadah haji yang jumlah
setoran dan jangka waktu simpananya dapat ditenukan sesuai

32

rencana tahun keberangkatan. Bekerja sama dengan Bank Syari,ah


terkemuka. Terbuka peluang dana talangan haji sakinah, sehingga
anda tidak harus menunggu sampai total biaya haji terkumpul untuk
mendapatkan quota keberangkatan haji.

Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah adalah perorangan
e. Setoran awal minimal Rp. 1.000.000,00
Manfaat
a. Memberikan rasa aman bagi nasabah karena dana dikelola
dengan profesional dengan sistem syariah
b. Menampung dana dari masyarakat yang berniat naik haji
dengan menabung sedikit deni dedikit
c. Membantu proses pendaftaran haji baji masyarakat
d. Mewujudkan keinginan masyarakat yang ingin naik haji
e) TARBIYAH (Simpanan Pendidikan)
Simpanan yang berfungsi untuk persiapan biaya pendidikan
untuk putra putri menjelang tahun ajaran baru, yang jumlah

33

setorannya dapat direncanakan sesuai kebutuhan pendideikan,


pengelolaan dana dengan prinsip mudhorobah.
Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah adalah perorangan atau kolektor
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00

Manfaat
a. Memberikan rasa aman bagi nasabah karena dana dikelola
dengan profesional dengan sisten syariah
b. Membantu para nasabah dalam memprsiapkan dana pendidikan
bagi para putra-putri mereka
c. Mendapatkan bagi hasil
d. Mendapatkan bonus uang penyembelihan pada saat pembagian
simpananmenarik berupa alat-alat tulis pada setiap akhir masa
simpanan
e. Undian diakhir masa simpanan
f. Biaya administrasi yang ringan, dikenakan tiap 6 bulan sekali
g. Mendidik anak-anak untuk rajin menabung
f) SIWADA (Simpanan Wadiah)

34

Adalah titipan dan murni dari anggota yang dengan seijin


pemilik dana dapat digunakan oleh KJKS BMT BAHTERA untuk
kegiatan operasional diberikan bagi hasil, penyetoran dan penarikan
dapat dilakukan sewaktu-waktu.
Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah adalah perorangan atau kolektor
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00

Manfaat
a. Memberikan rasa aman bagi nasabah karena dana dikelola
dengan profesional dengan sisten syariah
b. Dapat dijadikan simpanan untuk kebutuhan yang mendesak
karena bersifat bebas (dapat ditarik sewaktu-waktu)
g) SAJAAH (Simpanan Berjangka Mudharabah)
Adalah simpanan investasi tidak terkat dari anggota yang
penarikannya hanya dilakukan sesuai jangka waktu yang telah
ditentukan, pengelolaan dan dengan pinsip mudharabah dimana
bagi hasil akan diberikan setiap bulan.
Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening

35

b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)


c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah adalah perorangan atau kolektor
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00
h) MILADIA (Arisan Bulanan BMT BAHTRA)
Simpanan yang berbentuk arisan dengan jumlah setoran
tetap dalam setiap periodenya, pengelolaan dalam prinsip wadiah.
Peserta akan mendapatkan mega bonus, Grandprize, dan ratusan
hadiah hiburan menarik pada setiap bulan dan pada saat
pembukaan serta penutupan arisan.

Syarat-syarat
a. Mengisi dan menandatangani aplikasi pembukaan rekening
b. Menyerahkan foto copy identitas (KTP, SIM, dll)
c. Mengisi slip setoran awal simpanan
d. Calon nasabah adalah perorangan atau kolektor
e. Setoran awal minimal Rp. 10.000,00
Manfaat
a. Memupuk silaturahmi dan rasa persaudaraan diantara peserta
b. Membantu para peserta yang ingin menabung dalam bentuk
lain

36

c. Undian berupa 1 buah sepeda motor dan hadiah menarik


lainnya pada saat penutupan arisan.12
2. Produk Penyaluraan Dana (Lending)
1.

Pembiayaan Mudharabah
Sebagaimana telah diketahui tentang mudharabah dalam
simpanan, diman BMT Bahtera bertindak sebagai mudhorib dan
anggota/nasabah sebagai penyimpan dana. Maka dalam operasi
pembiayaan, perannya menjadi terbalik, BMT Bahtera bertindak
sebagai

shohibul

maal

dan

anggota/nasabah

(penerima

pembiayaan) sebagai mudhorib yang menjalankan usaha dan


manajemennya.
Dalam pembiayaan ini resikonya sangat tinggi karenanya
harus dilakukan secara hati-hatidan dengan penelitian yang benarbenar matang. Hasil keuntungan akan di bagi sesuai dengan
kesepakatan bersama dalam bentuk nisbah tertentu dari keuntungan
pembiayaan. Bagi hasil efektif di dapat BMT Bahtera setelah
nasabah mendapatkan dana pembiayaan dan setelah dinilai bahwa
investasi

tersebut

telah

menghasilkan

kentungan.

Apabila

pengelola mengalami kerugian, BMT Bahtera menaggung semua


kerugian modal usaha.
Syarat-syarat
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera

12

Brosur KJKS BMT Bahtera Pekalongan

37

b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan


c. Menyerahkan foto copy KTP
d. Menyerahkan foto copy Kartu Keluarga
e. Menyerahkan foto copy Surat Nikah
f. Menyerahkan

foto

copy

jaminan

(BPKB,

STNK

atau

SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei
2.

Pembiayaan AL Murabahah
Hubungan akad jual beli (investasi atau pembelian barang)
dengan pembayaran tangguh atau angsuraan. Dalam masyarakat
kita hubungan jual beli ini biasa disebut dengan membeli secara
kredit. Dalam prakteknya BMT Bahtera bertindak sebagai penjual
tetapi dilakukan tidak secara langsung. BMT Bahtera hanya
menalangi (menyediakan dana) untuk pembelian barang modal
yang diajukan oleh nasabah untuk kemudian nasabah membeli
sendiri barang modal yang dikehendakinya. Jumlah kewajiban yang
harus di bayar kepada BMT Bahtera oleh anggota adalah jumlah
harga barang modal dan mark up (keuntungan) yang telah
disepakati. BMT Bahtera mendapat keuntungan dari harga barang
yang dinaikan.

38

Pembiayaan Murabahah di BMT Bahtera dibedakan


menjadi dua :
a. Pembiayaan Murabahah Angsuran
b. Pembiayaan Murabahab Jatuh Tempo
Syarat-syarat :
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera
b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan
c. Menyerahkan foto copy KTP
d. Menyerahkan foto copy kartu keluarga
e. Menyerahkan foto copy surat nikah
f. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei
3.

Pembiayan Al Ijarah
Bentuk pembiayaan dimana BMT memberikan fasilitas
pinjaman kepada anggota sebagai penyewa, dan memberi
kepadanya kesempatan untuk mengambil kemanfaatan dari barang
sewaan untuk jangka waku tertentu dengan imbalan yang besarnya
telah disepakati bersama. Pembiayaan yang diberikan kepada
nasabah untuk sewa barang yang diperlukan untuk pengembangan
usahanya. Nasabah membayar harga pokok barang tersebut secara

39

mengangsur ditambah dengan margin keuntngan/mark up untuk


BMT, dilakukan secara angsuran selama jangka waktu yang
disepaki bersama.
Syarat-syarat
a. Mengisi formulir aplikasi pembiayaan
b. Menyerahkan foto copy KTP
c. Menyerahkan foto copy kartu keluarga
d. Menyerahkan foto copy surat nikah
e. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
f. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
h. Bersedia untuk disurvei

4.

Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan modal investasi atau modal kerja, yang mana
pihak BMT menyediakan sebagian dari modal usaha keseluruhan,
pihak BMT daat dilibatkan dalam proses manajemen. Pembagian
keuntungan berdasarkan kesepakatan sesuai proporsinya dalam
bentuk nisbah. Apabila pengelola usaha mengalami kerugian
masing-masing pihak menanggung kerugian sesuai kesepakatan
perjanjian.

40

Syarat-syarat:
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera
b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan
c. Menyerahkan foto copy KTP
d. Menyerahkan foto copy kartu keluarga
e. Menyerahkan foto copy surat nikah
f. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei
5.

Pembiayaan Al Qordhul Hasan (Pinjaman)


Akad pinjaman yang diberikan BMT kepada mitra dengan
ketentuan bahwa anggota wajib mengembalikan dana yang
diterimanya (jumlah pokok yang diterimanya) kepada BMT pada
waktu yang telah disepakati BMT dan anggota. Pembiayaan jenis
ini adalah produk pinjaman tanpa pengenaan bagi hasil/Margin
sama sekali. Sumber pendanaan yang digunakan untuk memberikan
pinjaman ini berasal dari Baitul Maal.
Syarat-syrat
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera
b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan
c. Menyerahkan foto copy KTP

41

d. Menyerahkan foto copy kartu keluarga


e. Menyerahkan foto copy surat nikah
f. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei
6.

PK-EL Syariah (Pembiayaan Kepemilikan Elektronik)


Kebutuhan Alat Telekomunikasi (Telephone, Rumah, Hand
Phone), kebutuhan Elektronik : TV, Komputer/Laptop, Kulkas,
Mesin Cuci, dan Perabotan Rumah Tangga.
Syarat-syarat
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera
b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan
c. Menyerahkan foto copy KTP
d. Menyerahkan foto copy kartu keluarga
e. Menyerahkan foto copy surat nikah
f. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei

7.

Ijarah Muntahia bitamlik (IMBT)

42

Akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang


dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujroh), yang
diikuti dengan pemindahan barang itu sendiri kepada penyewa atas
kesepakatan awal kedua belah pihak.
Syarat-syarat
a. Menjadi anggota KJKS BMT Bahtera
b. Mengisi aplikasi permohonan pembiayaan
c. Menyerahkan foto copy KTP
d. Menyerahkan foto copy kartu keluarga
e. Menyerahkan foto copy surat nikah
f. Menyerahkan foto copy jaminan (BPKB atau SERTIFIKAT)
g. Menyerahkan rekening listrik dan PBB buln sebelumnya (bagi
jaminan SERTIFIKAT)
h. Menyerahkan foto copy STNK (bagi jaminan BPKB)
i. Bersedia untuk disurvei

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pengertian Murabahah


Murabahah berasal dari kata ribhu yang berarti keuntungan,
pengertian murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan
tambahan keuntungan yang telah disepakati antara bank dengan nasabah.11
Dalam murabahah penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada
pihak pembeli. Sedangkan pembiayaan adalah dimulai dari analisis
kelayakan pembiayaan sampai kepada realisasinya. Namun realisasi
pembiayaan bukanlah tahap akhir dari proses pembiayaan. Setelah realisasi
pembiayaan, maka pejabat BMT perlu melakukan pemantauan dan
pengawasan pembiayaan.
Pembiayaan yang disediakan oleh BMT biasanya berkaitan erat
dengan sektor usaha dan tipe anggota yang ingin dilayani. Contoh dari jenisjenis pembiayaan yang harus dihindari, antara lain : pembiayaan yang tidak
sesuai dengan pembiayaan syariah atau untuk tujuan-tujuan yang dilarang
oleh syariah, pembiayaan yang diberikan tanpa informasi keuangan yang
memadai, pembiayaan yang memerlukan keahlian khusus yang tidak
dimiliki BMT dan pembiayaan yang diberikan kepada pengusaha yang
bermasalah.12

11
12

Op. Cit Muhammad Syafii Antonio, 2003, Cet ke-6, hal.106


Ibid hal.107

43

44

3.2. Landasan Syariah


a. Al quran

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan


harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan
perniagaan yang Berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. dan
janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu.(An-Nisa 29)13
b. Al Hadits
Hadits Riwayat Imam Bukhari, Muslim, dan Nasai

Bahwa Rasulullah SAW pernah membeli bahan makanan dari


seorang Yahudi dengan hutang dan beliau memberikan baju
besinya sebagai jaminan.14

13
14

wib

Alquran dan Terjemahnya, Depag RI, hal.122


Http://www/halalguide.info/content/view/190/54, selasa 24 Aprli 2012 jam 18:12

45

c. Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia


Fatwa MUI tentang sanksi atas anggota yang mampu yang
menunda-nunda pembayaran.
Pertama :
1) Sanksi yang disebut dalam fatwa ini adalah sanksi yang dikenakan
LKS kepada anggota/calon anggota mampu membayar, tetapi
menunda-nunda pembayaran dengan disengaja.
2) Anggota/calon anggota yang tidak atau belum mampu membayar
disebabkan force majeur (bencana yang tidak terduga) tidak boleh
dikenakan sanksi.
3) Anggota/calon anggota yang mampu yang menunda pembayaran
dan atau tidak mempunyai kemauan dan itikad baik untuk
membayar hutangnya boleh dikenakan sanksi.
4) Sanksi didasarkan pada prinsip tazir, yaitu bertujuan agar
anggota/calon

anggota

lebih

disiplin

dalam

melaksanakan

kewajibannya.
5) Sanksi dapat berupa denda sejumlah uang yang

besarnya

ditentukan atas dasar kesepakatan dan dibuat saat akad


ditandatangani.
6) Dana yang berasal dari denda diperuntukkan sebagai dana sosial.
Kedua:
Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika
terjadi perselisihan di antara kedua belah maka penyelesaiannya

46

dilakukan melalui Badan Arbitrase Syariah setelah tidak tercapai


kesepakatan melalui musyawarah.15

3.3. Rukun dan Syarat Murabahah


1. Rukun Murabahah
a. Pihak yang berakad
b. Pembeli (Musytari).
c. Objek jual beli (Mabi).
d. Harga (Tsaman) .
e. Ijab qobul.16
2. Syarat Murabahah
a. Pihak yang berakad
1) Sebagai keabsahan suatu perjanjian (akad) para pihak harus
cakap hukum.
2) Sukarela dan tidak di bawah tekanan (terpaksa/dipaksa).
b. Objek yang diperjualbelikan
1) Barang yang diperjualbelikan tidak termasuk barang yang
dilarang (haram), dan bermanfaat serta tidak menyembunyikan
adanya cacat barang.
2) Merupakan hak milik penuh pihak yang berakad.
3) Sesuai spesifikasinya antara yang diserahkan penjual dan yang

15

Op. Cit, Wiroso, SE, MBA, hlm 21


Dr. Muhammad, Model-Model Akad Pembiayaan Di Bank Syariah, UII Pres,2009, hlm

16

58

47

diterima pembeli.
4) Penyerahan dari penjual ke pembeli dapat dilakukan.
c. Sight
1) harus jelas secara spesifik (siapa) para pihak berakad.
2) Antara ijab qobul harus selaras dan transparan baik dalam
spesifikasi barang (penjelasan fisik barang) maupun harga yang
disepakati (memberitahu biaya modal kepada pembeli).
3) Tidak mengandung klausul yang bersifat menggantungkan
keabsahan transaksi pada kejadian yang akan datang.
d. Ijab Qobul
1) Harus jelas secara spesifik (siapa) para pihak yang berakad.
2) Antara ijab qobul harus selaras dan transparan baik dalam
spesifikasi barang (memberitahu biaya modal kepada pembeli).
3) Tidak mengandung klausal yang bersifat menggantungkan
keabsahan transaksi pada kejadian yang akan datang.

3.4. Tujuan Pembiayaan


Menurut keperluannya, pembiayaan produktif dapat dibagi menjadi
dua hal sebagai berikut:
1. Pembiayaan modal kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan
a. Peningkatan produksi, baik secara kuantitatif, yaitu jumlah hasil
produksi, maupun kualitatif, yaitu peningkatan kualitas atau mutu hasil
produksi.

48

b. Untuk keperluan perdagangan atau peningkatan utility dari suatu


barang.
2. Pembiayaan investasi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan barang barang
modal (capital goods)serta fasilitas yang erat kaitannya dengan itu.
Jika

dalam

aktivitas

pembiayaan

terjadi

ketidaklancaran

pembayaran oleh anggota maka akan terjadi pembiayaan bermasalah.


Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang tidak lancar yang diberikan
pihak BMT kepada anggota/calon anggota pada saat jatuh tempo.
Pembiayaan yang tidak lancar harus secepatnya diselesaikan agar kerugian
yang lebih besar dapat dihindari17.

3.5. Prosedur pembiayaan murabahah di KJKS BMT BAHTERA


Prosedur yang biasanya dilalui nasabah untuk mengajukan
pembiayaan adalah sebagai berikut:
a. Anggota/calon anggota datang ke KJKS BMT BAHTERA
b. Menjadi anggota KJKS BMT BAHTERA
1) Untuk perorangan
a) Fotokopi KTP (Suami Istri).
b) Fotocopy kartu keluarga.
c) Fotocopy surat nikah (bagi yang sudah menikah).
d) Rekening listrik 1 bulan terakhir.
e) Rekening telepon 1 bulan terakhir.

17

Malayu,SP Hasibuan, Dasar dasar Perbankan, Jakarta, Bumi Aksara,hlm 115

49

f) Fotocopy jaminan untuk kendaraan BPKB + STNK


sedangkan untuk tanah fotokopi sertifikat + PBB NPWP.
2) Untuk badan usaha (PT, CV, Koperasi, Yayasan)
a) Fotocopy SIUP dan TDP, NPWP
b) Fotocopy surat keterangan domisili perusahaan.
c) Fotocopy akta/anggaran dasar badan usaha beserta segala
perubahanya.
d) Fotocopy surat pengesahan akta/anggaran dasar akta angaran
dasar dari menteri kehakiman untuk badan usaha CV, PT,
Yayasan dan menteri koperasi

dan PPKM untuk badan

koperasi.
e) Fotocopy KTP pemohon dan pengurus badan usaha(yang
masih berlaku).
f) Surat kuasa atau persetujuan dari pengurus badan usaha
kepada pemohon untuk mengajukan pembiayaan.
g) Fotocopy struktur organsasi dan pengurus badan usaha.
h) Fotocopy surat perintah kerja apabila pengajuan pembiayaan
untuk membayar modal kerja suatu proyek.
i) Fotocopy daftar barang/spesifikasi barang yang akan
diajukan pembeliannya.
j) Laporan keuangan (minimal 3 bulan terakhir)
c.

Anggota/calon anggota mengisi form pembiayaan.

50

d. CS mengecek persyaratan, jika ada yang kurang anggota/calon anggota


diminta untuk melengkapinya.
e. Berkas yang masuk ke administrasi marketing diperiksa kelengkapannya
dan dilakukan pencatatan berkas masuk.
f. Tahap selanjutnya adalah survey lokasi usaha.
g. Selanjutnya pihak BMT akan menganalisis berkas tersebut.
h. Jika pembiayaan sudah melalui proses tersebut dan pembiayaan
disetujui maka akan dikeluarkan surat persetujuan.
1. Prosedur pengikatan pembiayaan
a. Anggota/calon anggota membaca surat pemberitahuan persetujuan
pembiayaan yang berisi akad, ketentuan dan lain lain.
b. Anggota/calon anggota memberikan jaminan sesuai yang tercantum di
surat persetujuan.
c. Kemudian administrasi marketing akan mencatat dalam dokumen
jaminan.
d. Anggota/calon anggota menandatangani nota pencairan.
e. Pihak BMT akan membacakan akad yang berisi pasal pasal terkait
dan disetujui oleh anggota/calon anggota dengan menandatangani tiap
pasal. Selanjutnya pihak bank akan memberikan nota pemindahbukuan
kebagian

pembukuan,

setelah

nota

pemindahbukuan

maka

anggota/calon anggota dapat mencairkan pembiayaan tersebut ke teller.


2. Prosedur Pengeluaran Jaminan.
Jika pembiayaan telah lunas, maka tahap yang selanjutnya adalah

51

pengeluaran jaminan, yaitu:


a. Anggota datang ke KJKS BMT BAHTERA
b. Jika pembiayaan sudah lunas, anggota akan mendapatkan bukti
pelunasan
c. Anggota menyerahkan tanda terima jaminan yang telah disetujui oleh
pihak BMT dan menandatangani tanda terima tersebut.
d. BMT akan memberikan surat kuasa menjual jaminan kepada anggota,
karena telah selesai.
e. Pihak BMT akan menyerahkan kembali jaminan milik Anggota beserta
surat kuasa menjual18.
Skema Pembiayaan

1. Negosiasi & Perstaratan

BMT

2. Akad Jual Beli

Anggota/calo
n anggota

6. Bayar

3. Beli Barang

5. Terima barang &


Dokumen
Supplier
6. Kirim

18

ibid

52

Keterangan :
1. BMT dan Anggota melakukan negosiasi dan persyaratan akad pembiayaan
murabahah.
2. Setelah kedua belah pihak bernegosiasi dan setuju atas persyaratan yang
ada BMT dan anggota melakukan akad jual beli.
3. BMT memesan barang yang telah dipesan anggota kepada pemasok atau
penjual utama.
4. Setelah barang dipesan, supplier mengirimkan barang kepada anggota.
5. Anggota menerima barang pesanan barang dan dokumen yang diperlukan
dari supplier.
6. Anggota membayar pembelian barang dagangan kepada BMT sesuai
kesepakatan, secara tunai atau tangguh, lama pembayaran, dan
sebagainya.19

3.6. Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah KJKS BMT BAHTERA


Dalam realisasi suatu pembiayaan terdapat resiko yang melekat,
yakni pembiayaam bermasalah hingga kondisi terburuk menjadi macet, maka
faktor-faktor yang harus di perhatikan oleh marketing officer yang dapat
mempengaruhi kualitas pembiayaan antara lain :
a.

Faktor internal
1) Peminjam kurang cakap dalam usaha tersebut
2) Manajemen tidak baik atau kurang rapi

19

2005

Wirdayaningsih, SH., MH, Bank Dan Asuransi Indonesia, Jakarta : Kencana, 2005, hlm

53

3) Laporan keuangan tidak jelas


4) Penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perencanaan
5) Perencanaan yang kurang matang
b.

Faktor eksternal
1) Aspek pasar kurang mendukung
2) Kemampuan daya beli masyarakat kurang
3) Kebijakan pemerintah
4) Pengaruh lain diluar usaha
5) Kenakalan peminjam20

3.7. Strategi

Penanganan

Pembiayaan

Bermasalah

di

KJKS

BMT

BAHTERA
Strategi yang diterapkan KJKS BMT BAHTERA dalam penanganan
pembiayaan bermasalah adalah sebagai berikut :
1. Strategi Administratif
a. Peringatan kepada anggota yang dilakukan sampai 3 kali.Dalam
memberikan peringatan pihak BMT melakukan pendekatan
kekeluargaan.
b. Apabila peringatan tidak dihiraukan BMT. BMT akan melakukan
panggilan kepada nasabah dan mendiskusikan kepada nasabah
terkait dengan pembiayaan bermasalah.

20

Muhamad, Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta(UPP) AMPYKPN

54

c. Apabila panggilan tersebut diabaikan juga maka pihak BMT akan


mendatangi ke rumah anggota.21
1. Revitalisasi
Yaitu

upaya

penyehatan

debitur

melalui

struktur

pembiayaan dengan mengutamakan penyelesaian melalui :


Rescheduling, Reconditioning, Restructuring.
Revitalisasi dilakukan apabila berdasarkan evaluasi diketahui
bahwa usaha anggota/calon anggota masih berjalan dan berdasakan
usaha tersebut diperoleh hasil yang jumlahnya masih mampu untuk
membayar kewajiban angsuran kepada KJKS BMT BAHTERA
Tujuan Revitalisasi :
a. Kepastian pembayaran/pelunasan.
b. Meningkatkan

kapabilitas/kemampuan

anggota

dalam

memenuhi kewajiban.
c. Menyempurnakan dan memperkuat aspek hukum.
d. Meningkatkan tingkat kesehatan perusahaan.
e. Memperbesar cover resiko pembiayaan.
Langkah-langkah Revitalisasi :
a. Melakukan evaluasi tentang potensi usaha anggota atau calon
anggota.
b. Membuat

rekomendasi

untuk

diajukan

kepada

pembiayaan.

21

Hasil wawancara dengan Bapak. Miftakhur Riza, SE pada tanggal 23 April 2012

komite

55

c. Melakukan pengikatan-pengikatan.
d. Melakukan proses pegadministrasian lainnya.
Metode Revitalisasi dilakukan dengan cara :
1. Penataan kembali (restructuring)
Penataan

kembali

struktur

fasilitas

pembiayaan

plafondering perubahan maksimum saldo pembiayaan, dll.


Ada tiga bentuk penataan kembali yaitu :
a. Ditambah dana (suplesi)
Anggota/calon anggota boleh mngambil kembali
sisa baki debet selama masih dalam jangka waktu
pembiayaan yang disetujui dalam akad.
b. Novasi
Perjanjian antara KJKS BMT BAHTERA dengan
anggota/calon anggotayang menyebabkan pembiayaan lama
menjadi hangus. Novasi subyektif pasif terjadi apabila
anggota baru ditunjuk untuk menggantikan anggota lama
oleh KJKS BMT BAHTERA dibebaskan dari perikatannya.
Kewajiban anggota lama otomatis berpindah pada nasabah
baru. Nasabah lama tidak dapat dituntut kecuali telah
diperjanjikan

secara

tegas

diawal,

atau

pada

penggantian anggota tersebut dalam keadaan bangkrut.


c. Pembaruan pembiayaan

saat

56

Hal ini bukan merupakan pembaharuan perjanjian


yang mengakibatkan perjanjian lama menjadi hangus
dengan adanya pembiayaan baru, namun merupakan
tindakan terhadap suatu fasilitas yang diberikan dengan
ketentuan :
a) Anggota
pembiayaan

masih
yang

belum

sanggup

diterima

melunasi

sehingga

yang

bersangkutan diberi kesempatan untuk memperoleh


pembiayaan dengan maksimal plafon sama seperti
pembiayaan semula.
b) Anggota tidak boleh mengambil kembali sisa baki
debet dari pembiayaan terdahulu.
Atas kedua hal di atas, KJKS BMT BAHTERA perlu
menilai ulang terhadap kemampuan anggota terutama dalam
penyesuaian dengan saldo pembiayaan yang ada.
2. Penjadualan kembali (rescheduling)
Penjadualan ulang dapat dilakukan dengan mengubah
jangka waktu pembiayaan , jadual pembayaran (penanggalan,
tenggang, waktu), dan jumlah angsuran.
Hal ini dilakukan apabila terjadi ketidakcocokan jadual
angsuran yang dibuat account officer dengan kemampuan dan
kondisi anggota.
3. Persyaratan kembali (reconditioning)

57

Perubahan sebagian atau seluruh ketentuan atau syaratsyaratpembiayaan misalnya margin lebih rendah. KJKS BMT
BAHTERA melakukan tindakan ini terhadap anggota apabia
terdapat :
a. Perubahan kepemilikan usaha.
b. Perubahan jaminan, baik dalam hal bentuk, harga
maupun status. Hal ini akan mempengaruhi collateral
coverange pembiayaan.
c. Perubahan pengurus
d. Perubahan nama dan status perusahaan.
Keempat hal diatas akan menyebabkan perubahan
penanggung jawab pembiayaan dan perubahan status yuridis
perusahaan

yang

mungkin

tidak

tepat

lagi

dengan

menggunakan perjanjian semula.


4. Bantuan manajemen
Apabila dari hasil evaluasi ulang aspek manajemen
yang

menjadi

faktor

penyebeb

terjadinya

pembiayaan

bermasalah. Maka KJKS BMT BAHTERA akan melakukan


asistensi atau bantuan manajemen terhadap usaha anggota.
2. Collection agent
Apabila pejabat KJKS BMT BAHTERA dalam melakukan
penagihan pembiayaan bermasalah hasilnya tidak cukup efektif,
maka boleh menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan

58

penagihan, dengan syarat bahwa personal capable, credible,


amanah dan memahami primsip-prinsip syariah.
3. Penyelesaian melalui jaminan
Penyelesaian melalui jaminan dilakukan denagan cara :
a) Non legalitas
1) Likuiditas usaha
2) Parate eksekusi
3) Ambil alih jaminan
4) Menjual jaminan
4. Write off
a) Klasifikasi write off, dalam menentukan write off ada dua jenis,
yaitu :
1) Hapus buku
Adalah penghapusan seluruh pembiayaan anggota
yang sudah tergolong macet, akan tetapi masih tetap akan
ditagih.
2) Hapus tagih
Penghapusan

dan

penghapus

tagihan

seluruh

pembiayaan anggota yang sudah nyata-nyata macet.


b) Syarat kondisi
1) Penghapusbukuan hanya boleh dilakukan terhadap anggota
yang pembiayaanya sudah tergolong diragukan atau macet
akan tetapi berdasarkan analisis KJKS BMT BAHTERA

59

secara material masih ada sumber walau sangat terbatas


jumlahnya untuk membayar (kategori collaektabilitas 3 dan
4).
2) Penghapusbukuan hanya dilakukan kepada anggota yang
pembiayaannya sudah macet dan berdasarkan analisis
ekonnomi yang dilakukan pihak KJKS BMT BAHTERA,
anggota yang bersangkutan nyata-nyata tidak mempunyai
sumber dan kemampuan untuk membayar.
c) Sumber penghapusan pembiayaan
1) Sumber

pemghapusbukuan

adalah

dana

penyisihan

penghapusan aktiva produktif. Wajib Dibentuk (PPAP WD)


perolehan pembayaran kembali oleh anggota yang telah
dihapuskan akan dimasukan kedalam rekening PPAP.
2) Sumber penghapusan adalah dana zakat yang dikelola oleh
Baitul Maal.
d) Mekanisme pengambilan keputusan
Untuk setiap penghapusan pembiayaan, baik yang berupa
penghapusan dan terlebih penghapustagihan haruslah diajukan
oleh bagian Remidial kepada General Manajer KJKS BMT
BAHTERA kemudian berdasarkan data-data anggota yang
diajukan tersebut, General Manajer akan melakukan penelitian
dam memberikan persetujuan atau penolakan.22

22

Buku pedoman standar operasional dan prosedur pembiayaan KJKS BMT BAHTERA

60

3.8. Pencegahan Terhadap Pembiayaan Bermasalah

di KJKS BMT

BAHTERA
Pencegahan terhadap pembiayaan bermasalah perlu dilakukan
dengan cara:
1. Preventif (pencegahan)
a.

Langkah-langkah pencegahan
a) Analisa pengajuan pembiayaan sesuai dengan persyaratan.
b) Pemahaman dan pelaksanaan proses pembiayaan yang benar,
menyangkut internal (koperasi) dan eksternal (mintra dan
lingkungan).
c) Menguasai aspek bisnis anggota/calon anggota.
d) Melakukan pemantauan dan pembinaan pembiayaan setelah
fasilitas pembiayaan sudah cair.
e) Memahami faktor yang menjadi penyebab dan gejala dini
pembiayaan bermasalah.

2. Metode pencegahan pembiayaan bermasalah


a. Penerapan margin collectibility dan perhitungan tingkat kesehatan
pembiayaan, langkah ini perlu dilakukan, sehingga masing-masing
bagian akan cepat mengetahui dan akan melakukan langkah-langkah
tersebut agar pembiayaan tidak termasuk dalam kategori pembiayaan
bermasalah. Sehingga tingkat kesehatan pembiayaan. KJKS BMT
BAHTERA bisa memberikan kontribusi positif bagi kesehatan
kelembagaan KJKS BMT BAHTERA secara keseluruhan perhitungan

61

tingkat kesehatan dan managing collectibity pembiayaan bermasalah


ini bertujuan supaya setiap bagian dapat mengetahui :
1) Cara penyehatan dan pengelolaan pembiayaan bermasalah.
2) Dapat

membuat

perencanaan

penyelesaian

pembiayaan

bermasalah dan menghitung kesehatan pembiayaan yang


diinginkan.
Collecbility yaitu pengelolaan tingakat kelancaran pembyaran
pembiayaan anggota yang diukur berdasarkan jumlah hari
tunggakan. Dalam cakupan KJKS BMT BAHTERA jumlah
tunggakan dan perhitungan Collecbility diatur dalam permenkop
dan UKM No 35,3/per/M KUKM/X/2007 tentang pedoman
penilaian kesehatan koperasi jasa keuangan syarah (KJKS).
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan bapak
Miftakhur Riza, SE (bagian pembiayaan bermasalah) ada 4 (lima)
golongan pembiayaan yang ada di KJKS BMT BAHTERA
Pekalongan adalah :
I.

Lancar, golongan yang aktif 1-3 bulan bayar pokok dan bagi
hasil tiap bulan

II.

Kurang lancar, golongan yang terlambat bayar 91-180 hari.


Untuk golongan ini, pihak KJKS BMT BAHTERA membuat
surat tagihan 1-3 kali kepada anggota/calon anggota.

III.

Diragukan, golongan yang terlambat 181-270 hari berturutturut tetap dibuatkan surat peringatan 2-3 kalinya.

62

IV.

Macet, golongan yang sudah tidak sanggup membayar, pihak


KJKS BMT BAHTERA akan menjual jaminan atau lelang,
paling tidak hasil dari lelang tersebut harus bisa mencapai
70% dari plafon pembiayaan.23
Untuk golongan I dan II yang menangani pengelolaan
pembiayaan, dan untuk golongan III sampai VI yang
menangani adalah PPK (pengelola pembiayaan khusus) atau
remidial pembiayaan.

3.9. Analisis
Kegiatan KJKS BMT BAHTERA dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat akan memperoleh imbalan berupa pendapatan.bentuk
pendapatan itu sesuai dengan jenis pelayanan yaitu bagi hasil, margin/mark
up, fee dan sewa.
Dalam KJKS BMT BAHTERA, penyaluran dana kepada masyarakat
dalam bentuk pembiayaan sepeti murabahah tentunya tidak akan terlepas dari
resiko-resiko yang akan timbul. Apabila anggsuran mulai bermasalah, maka
pelu ditempuh langkah penyelamatan melelui R3. Mengingat perjanjian
pembiayaan murabahah, fotmat atau bentuknya sudah ditentukan secara
sepihak oleh KJKS BMT BAHTERA maka perlukan pengaturan khusus
mengenai kontrak buku bagi KJKS BMT BAHTERA agar anggota tidak
dalam posisi yang lemah dan tertekan.

23

Hasil wawancara dengan Bapak. Miftakhur Riza, SE pada tanggal 23 April 2012

63

Bagaimanapun baiknya suatu manajemen yang diterapkan KJKS


BMT BAHTERA, tidak akan terlepas dari pembiayaan bermasalah khususnya
murabahah. Meskipun kebijakan R3 sudah baik terapkan, namun untuk
meminimalkan terjadinya pembiayaan murabahah bermasalah di KJKS BMT
BAHTERA.
Dalam tahapan ini berdasarkan persetujuan dari nasabah, KJKS
BMT BAHTERA harus melakukan analisa yang sehat terlbih dahulu, karena
tanpa dilakukan analisa akan membahayakan bagi KJKS BMT BAHTERA.
Nasabah dalam hal ini dapat memberikan data-data fiktif sehingga
pembiayaan tersebut sebenarnya tidak layak untuk diberikan. Pengamanan
pembiayaan sebelum realisasi pembiayaan meliputi :
a. Character (watak/akhlak)
Karakter nasabah memiliki potensi besar mempengaruhi tingkat
pembiayaan bermasalalah di KJKS BMT BAHTERA. Watak atau
karakter anggota mempunyai pengaruh besar terhadap kesediaanya
untuk mengembalikan, mengangsur atau melunasi pembiayaan yang
diberikan oleh KJKS BMT dan memenuhi semua perjanjian
pembiayaan yang telah disepakati sebelumnya.
b. Capital (modal)
Seiring pertumbuhan aset dan usaha perbankan, KJKS BMT
BAHTERA dalam pemberian modal kerja kepada anggota harus
bergerak pada plafond pembiayaan yang besar juga. Karena anggota
yang memiliki modal ataupun aset yang besar cenderung memiliki

64

kemampuan

untuk

mengangsur

atau

mengembalikan

kembali

pembiayaan. Karena jika sampai terlambat mengangsur dan sampai


dikunjungi ketempat usahanya, anggota akan merasa malu sehingga dia
memilih langsung datang kepada KJKS BMT BAHTERA untuk
membyar angsuran.
c. Capacity (kemampuan)
Adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan output
produk (baik kualitas maupun kuantitasnya).
d. Condition (kondisi usaha)
Dalam pembrian pembiayaan, KKS BMT BAHTERA harus
melihat jangka srta usaha yang akan dibiyai memiliki tingkat pertukaran
kas yang tinggi.
e. Collateral (jaminan)
Untuk pembiayaan plafond besar sebaiknya memilih barang
jaminan yang tidak bergerak, seperti sertifikat tanah atau bangunan,
sedangkan umtuk pembiayaaan dengan plafond kecil barang jaminan
lebihkepada barang bergerak.

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah penulis lakukan tentang strategi
penanganan pembiayan bermasalah dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang tidak lancar yang
diberikan pihak BMT kepada anggota pada saat jatuh tempo. Pembiayaan
yang tidak lancar harus secepatnya diselesaikan agar kerugian yang lebih
besar dapat dihindari.
1. Strategi yang diterapkan KJKS BMT BAHTERA dalam penanganan
pembiayaan bermasalah adalah sebagai berikut :
1) Strategi administratif
2) Bantuan manajemen
3) Collection agent
4) Penyelesaian melalui jaminan
5) Write off
2. Pencegahan terhadap pembiayaan bermasalah perlu dilakukan dengan
cara :
1) Analisa pengajuan pembiayaan sesuai dengan persyaratan.

64

65

2) Pemahaman dan pelaksanaan proses pembiayaan yang benar,


menyangkut internal (koperasi) dan eksternal (mintra dan
lingkungan).
3) Menguasai aspek bisnis anggota/calon anggota.
4) Melakukan pemantauan dan pembinaan pembiayaan setelah
fasilitas pembiayaan sudah cair.
5)

Memahami faktor yang menjadi penyebab dan gejala dini


pembiayaan bermasalah.

4.2. Saran
Kepada pihak KJKS BMT BAHTERA Pekalongan berkaitan dengan
produk pembiayaan dengan harapan produk pembiaayaan murabahah
berkembang dengan baik:
1.

Pengenalan produk pembiayaan kepada masyarakat (calon anggota)


luas dalam rangka mensyariahkan (menarik anggota dari bank
konvensional ke BMT).

2.

Perlu adanya peningkatan dalam penanganan pembiayaan murabahah


yaitu dengan lebih mengedepankan hubungan kemitraan antara
karyawan dengan anggota.

3.

Diperlukannya ketelitian dalam menganalisa 5C anggota pengajuan


pembiayaan untuk menghindari pembiayaan bermasalah.

65

4.3. Penutup
Rasa syukur yang tiada terhingga penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT. karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan tugas akhir ini, kendatipun dalam bentuk yang sederhana.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas akhir ini masih
banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan pembaca
memberikan koreksi demi perbaikan, penyempurnaan, dan pemanfaatan
tugas akhir ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyusunan tugas akhir ini.

Daftar pustaka
Alquran dan Terjemahnya, Depag RI.
Antonio Syafii, Muhammad, Bank Syariah dari Tori ke Praktek. Cet Ke 1,
Jakarta : Gema Insani.
Anwar Saifiddin, Metode Penelitian, Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar 2001.
Buku pedoman standar operasional dan prosedur pembiayaan KJKS BMT
BAHTERA.
Data dari KJKS BMT Bahtera Pekalongan.
Hadi Sutrisno, Metodologi Rieseach, Fak Psikologi UGM, Yogyakarta, 182
Hasibuan SP, Malay, Dasar dasar Perbankan, Jakarta, Bumi Aksara.
Hasil wawancara dengan Bapak. Miftakhur Riza, SE pada tanggal 23 April 2012
Http://www/halalguide.info/content/view/190/54, selasa 24 Aprli 2012 jam 18:12
wib
Moelong J, Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, cet ke-24,
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2007.
Muhamad, Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta(UPP) AMPYKPN.
Muhammad, Model-Model Akad Pembiayaan Di Bank Syariah, UII Pres,2009.
Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah no.
35.2/Per/M.KUKM/2007.
Soemitra Andri, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, cet. Ke-1 Jakarta :
Kencana, 2009.
Sudarsono Heri, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Depkripsi dan Ilustrasi,
Cet Ke-1 jakarta :Ekomosia.
Umar Husain, Research Methods in Finance and Banking, Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka utama, 2000.
Wirdayaningsih, Bank Dan Asuransi Indonesia, Jakarta : Kencana, 2005.
Wiroso, Jual Beli Murabahah,Yogyakarta:UII Press, 2005.

Curiculum Vitae
Nama Lengkap

: Ayu Tifani

Jenis Kelamin

: Perempuan

Tempat, Tanggal Lahir

: Pemalang, 30 Agustus 1991

Umur

: 20 Tahun

Agama

: Islam

Alamat Asal

: Desa Loning Rt 09/03 No 15 Petarukan, Pemalang

E-mail

: aiutifani@yahoo.co.id

Phone

: 087733557454

PENDIDIKAN FORMAL
1. SDN 01 Loning lulus tahun ajaran 2003/2004
2. MTS N Pemalang lulus tahun 2006/2007
3. MAN Pemalang lulus tahun 2009/2010
4. IAIN Walisongo Semarang Perbankan Syariah lulus tahun 2012/2013
Demikian Curriculum Vitae ini saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat digunakan
sebagaimana mestinya.

Semarang,

Mei 2012

Hormat Saya

Ayu Tifani
092503013