Anda di halaman 1dari 44

Makalah Manajemen Kesehatan

Tentang
SUBSISTEM MANAJEMEN DAN
INFORMASI KESEHATAN

OLEH :
Denny Yoand Afrizal

(02141003053)

(02141003012)
(02141003008)
(02141003001)
(02141003015)
(02141003036)
(02141003014)
(02141003032)
(02141003017)

Louis Destama
Anggraini
Febri Tri Andini
Lanny Tria Damayanti
Muflihatun Hasanah
Novi Dwi Candra Sari
Rini Diana Sari
Yunita

PROGRAM STUDI ILMU


KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2013

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, yang senantiasa
rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah dengan
judul Cara Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional.
Dalam menyelesaikan makalah ini kami telah berusaha untuk mencapai
hasil yang maksimum, tetapi dengan keterbatasan wawasan, pengetahuan,
pengalaman dan kemampuan yang kami miliki, kami menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari sempurna.
Terselesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,oleh
karena itu pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1. Dosen Manajemen Kesehatan Unsri selaku dosen pembimbing dan
pengajar yang telah memberi pengetahuan
2.

Teman-teman kelompok kami yang telah banyak membantu dalam

terselesainya makalah ini


3.

Literatur yang ada di internet dan perpustakaan umum yang menambah

wawasan.
Selanjutnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Apabila banyak
kesalahan dan kekurangan dalam penulisan dan keterbatasan materi kami mohon
maaf sebesar- besarnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi yang
membacanya.

Indralaya, Maret 2013

(Penulis)

Daftar isi

Kata Pengantar........................................................................................ i
Daftar isi................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
I.

Latar belakang.............................................................................. 1

II.

Rumusan masalah........................................................................2

III.

Tujuan........................................................................................ 2

IV.

Manfaat..................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2
1.

Jenjang Sistem.............................................................................. 2

2. Penjelasan Berbagai subsistem Dalam SKN 2009...........................4


2.1 Pengertian SKN 2009................................................................4
2.2 Landasan SKN............................................................................ 4
2.3 Dasar SKN.................................................................................. 5
2.4 Tujuan SKN................................................................................. 7
3.

Sistem dan Subsistem Manajemen...............................................8


3.1

Sistem Manajemen.................................................................8

3.2 Subsistem Manajemen...............................................................8


3.3 Contoh Sistem Manajemen dalam Bidang Kesehatan..............12
4.

Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan........................14


4.1. Pengertian............................................................................... 14
4.2. Tujuan..................................................................................... 15
4.3. Unsur-unsur............................................................................ 15
4.4. Prinsip..................................................................................... 16

5. Bentuk Pokok Subsistem Manajemen Kesehatan.........................18


5.1Administrasi Kesehatan............................................................18
5.2 Informasi Kesehatan................................................................20
5.3 IPTEK Kesehatan.....................................................................21
5.4 Hukum Kesehatan...................................................................21

6. Sistem Informasi Manajemen Kesehatan......................................22


6.1

Pengertian Subsistem Manajemen Kesehatan......................22

6.2

Tujuandan manfaat...............................................................24

6.3
Masalah-Masalah dalam Pengembangan SIKNAS dan SIKDA
...................................................................................................... 25
7. Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional. . .27
BAB III PENUTUP................................................................................... 32
1.

Kesimpulan................................................................................. 32

2.

Saran.......................................................................................... 33

BAB IV DAFTAR PUSTAKA......................................................................34

BAB I
PENDAHULUAN

I.

Latar belakang
Pengelolaan kesehatan mencakup kegiatan perencanaan, pengaturan,

pembinaan dan pengawasan serta evaluasi penyelenggaraan upaya kesehatan


dan sumber dayanya secara serasi dan seimbang dengan melibatkan masyarakat.
Penyelenggaraan upaya kesehatan meliputi upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Adanya sumber daya dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan ditujukan untuk keberhasilan
penyelenggaraan upaya kesehatan. Sumber daya dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan meliputi terutama tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan,
perbekalan kesehatan, dan teknologi serta produk teknologi.
Pengelolaan dan penyelenggaraan pembangunan kesehatan dilakukan dengan
memperhatikan nilai-nilai:
a.

prorakyat;

b.

inklusif;

c.

responsif;

d.

efektif;

e.

bersih.
P enyelenggaraan SKN dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat pusat
sampai daerah. Pemerintah membuat kebijakan yang dapat dilaksanakan di
tingkat provinsi dan kabupaten/kota.Penyelenggaraan SKN
mempertimbangkan komitmen global dan komponennya yang relevan dan
berpengaruh secara mendasar dan bermakna terhadap peningkatan derajat
kesehatan masyarakat.

II.

Rumusan masalah

III.

Tujuan

IV.

Manfaat
1.

Terciptanya pengorganisasian dan tata kerja

pengelolaan data/informasi dan atau tersedianya tenaga


fungsional pengelola data/ informasi yang terampil di
seluruh tingkat administrasi
2.
Dihasilkannya berbagai informasi kesehatan di
seluruh tingkat administrasi secara teratur, tepat waktu
dan sesuai dengan kebutuhan atas permintaan dari
pengguna data/ informasi
3.
Agar tersedia dukungan teknis dan sumber daya
yang memadai dalam pengembangan otomasi
pengolahan data di seluruh tingkat administrasi
4.
Agar jaringan komunikasi komputer dan informasi
dapat berkembang

BAB II
PEMBAHASAN

1. Jenjang Sistem
Telah disebutkan bahwa sistem, meskipun satu kesatuan
yang terpadu, tetapi sistem tersebut tidak dapat melepaskan
diri dari lingkungan. Tergantung dari jenisnya, maka yang
dimaksud dengan lingkungan tersebut amat beraneka ragam.
Selanjutnya peranan dan kedudukan sistem terhadap
lingkungan berbeda pula.
Untuk memudahkan pemahaman, peranan dan
kedudukan sistem tehadap lingkungan yang beraneka ragam
ini sering digambarkan dalam bentuk penjenjangan sistem.
Batasan tentang penjenjangan sistem banyak macamnya.
Secara sederhana yang dimaksud dengan penjenjangan
sistem adalah pembagian sistem ditinjau dari sudut peranan
dan kedudukannya terhadap lingkungan. Untuk ini
penjenjangan sistem tersebut dapat dibedakan atas tiga
macam yakni:
a. Suprasistem
Suprasistem adalah lingkungan dimana sistem tersebut
berada.Lingkungan yang dimaksud di sini juga
berbentuk suatu sistem tersendiri, yang kedudukan dan
peranannya lebih luas.Sistem yang lebih luas ini
mempengaruhi sistem tetapi tidak dikelola oleh
sistem.Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem
yang lebih yang luas.
b. Sistem
Sistem adalah sesuatu yang sedang diamati yang
menjadi objek dan subjek pengamatan.
c. Subsistem

Subsistem adalah bagian dari sistem yang secara


mandiri membentuk sistem pula.Sistem yang mandiri ini
kedudukan dan peranannya lebih kecil dari pada sistem.
Tergantung dari kedudukan dan peranan yang sedang
diamati, maka sesuatu dapat berperan sebagai suprasistem,
sistem atau subsistem.Jika yang diamati adalah rumah sakit,
maka rumah sakit adalah sistem.Suprasistemnya ialah Sistem
Kesehatan Nasional sedangkan subsistemnya ialah berbagai
unit fungsional yang terdapat di rumah sakit.

2. Penjelasan Berbagai subsistem Dalam SKN 2009

2.1 Pengertian SKN 2009


SKN (Sistem Kesehatan Nasional) adalah bentuk dan cara
penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna menjamin
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. SKN 2009
merupakan suatu program pelaksanaan untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehatan dalam rangka mewujudkan
kesejahteraan rakyat. Penyusunan SKN 2009 ini dimaksudkan
untuk menyesuaikan SKN 2004 dengan berbagai perubahan,
agar dapat dipergunakan sebagai pedoman tentang bentuk dan
cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

2.2 Landasan SKN


1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila.
2. Landasan Konstitusional, yaitu UUD
1945, khususnya: Pasal 28 A, setiap orang
berhak untuk hidup serta berhak
mempertahankan hidup dan
kehidupannya; Pasal 28 H ayat (1), setiap

orang berhak hidup sejahtera lahir dan


batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik
dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan dan ayat (3), setiap
orang berhak atas jaminan sosial yang
memungkinkan pengembangan dirinya
secara utuh sebagai manusia yang
bermartabat; serta Pasal 34 ayat (2),
Negara mengembangkan sistem jaminan
sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah
dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan dan ayat (3), Negara
bertanggung-jawab atas penyediaan
fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak; Pasal 28 B
ayat (2), setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang; Pasal 28 C ayat (1), setiap
orang berhak mengembangkan diri
melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhak mendapat pendidikan dan
memperoleh manfaat dari ilmu
pengetahuan dan teknologi, seni dan
budaya, demi meningkatkan kualitas
hidupnya dan demi kesejahteraan umat
manusia.
3. Landasan Operasional meliputi seluruh
ketentuan peraturan perundangan yang
berkaitan dengan penyelenggaraan SKN

dan pembangunan kesehatan. Beberapa


peraturan perundangan tersebut terdapat
dalam Lampiran-1 dari RPJP-K Tahun 20052025.

2.3 Dasar SKN


Dalam penyelenggaraan, SKN perlu mengacu pada dasardasar sebagai berikut:
1. Hak Asasi Manusia (HAM)
Sesuai dengan tujuan pembangunan nasional
dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu
untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan kesejahteraan
rakyat, maka setiap penyelenggaraan SKN berdasarkan
pada prinsip hak asasi manusia. Undang-undang Dasar
1945 pasal 28 H ayat 1 antara lain menggariskan bahwa
setiap rakyat berhak atas pelayanan kesehatan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya tanpa membedakan suku, golongan,
agama, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi. Setiap
anak dan perempuan berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
2. Sinergisme dan Kemitraan yang Dinamis
Sistem Kesehatan Nasional akan berfungsi balk untuk
mencapai tujuannya apabila terjadi Koordinasi, Integrasi,
Sinkronisasi, dan Sinergisme (KISS), baik antar pelaku,
antar subsistem SKN, maupun dengan sistem serta
subsistem lain di luar SKN. Dengan tatanan ini, maka
sistem atau seluruh sektor terkait, seperti pembangunan
prasarana, keuangan dan pendidikan perlu berperan

bersama dengan sektor kesehatan untuk mencapai tujuan


nasional.
Pembangunan kesehatan harus diselenggarakan dengan
menggalang kemitraan yang dinamis dan harmonis antara
pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta dengan
mendayagunakan potensi yang dimiliki masing-masing.
Kemitraan tersebut diwujudkan dengan mengembangkan
jejaring yang berhasil guna dan berdaya guna, agar
diperoleh sinergisme yang lebih mantap dalam rangka
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya
3. Komitmen dan Tata Pemerintahan yang Baik (Good
Governance)
Agar SKN berfungsi baik, diperlukan komitmen yang
tinggi, dukungan, dan kerjasama yang baik dari para
pelaku untuk menghasilkan tata penyelenggaraan
pembangunan kesehatan yang baik (good governance).
Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara
demokratis, berkepastian hukum, terbuka (transparan),
rasional, profesional, serta bertanggung-jawab dan
bertanggung-gugat (akuntabel).
4. Dukungan Regulasi
Dalam menyelenggarakan SKN, diperlukan
dukungan regulasi berupa adanya berbagai peraturan
perundangan yang mendukung penyelenggaraan SKN dan
penerapannya (law enforcement).
5. Antisipatif dan Pro Aktif
Setiap pelaku pembangunan kesehatan harus mampu
melakukan antisipasi atas perubahan yang akan terjadi,
yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu atau

pengalaman yang terjadi di negara lain. Dengan mengacu


pada antisipasi tersebut, pelaku pembangunan
kesehatan perlu lebih proaktif terhadap perubahan
lingkungan strategis balk yang bersifat internal maupun
eksternal.
6.

Responsif Gender
Dalam penyelenggaraan SKN, setiap penyusunan
rencana kebijakan dan program serta dalam
pelaksanaan program kesehatan harus menerapkan
kesetaraan dan keadilan gender. Kesetaraan gender
dalam pembangunan kesehatan adalah kesamaan kondisi
bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh
kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, agar
mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan
pembangunan kesehatan serta kesamaan dalam
memperoleh manfaat pembangunan kesehatan. Keadilan
gender adalah suatu proses untuk menjadi adil terhadap
laki-laki dan perempuan dalam pembangunan kesehatan.

7.

Kearifan Lokal
Penyelenggaraan SKN di daerah harus
memperhatikan dan menggunakan potensi daerah yang
secara positif dapat meningkatkan hasil guna dan daya
guna pembangunan kesehatan, yang dapat diukur secara
kuantitatif dari meningkatnya peran serta masyarakat dan
secara kualitatif dari meningkatnya kualitas hidup
jasmani dan rohani. Dengan demikian kebijakan
pembangunan daerah di bidang kesehatan harus sejalan
dengan SKN, walaupun dalam prakteknya, dapat
disesuaikan dengan potensi dan kondisi serta kebutuhan

masyarakat di daerah terutama dalam penyediaan


pelayanan kesehatan dasar bagi rakyat.

2.4 Tujuan SKN


Tujuan SKN adalah terselenggaranya
pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa,
baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara
sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, sehingga
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya.
Dalam Sistem Kesehatan Nasional 2009, terdapat enam
subsistem yang mendasari terwujudnya pembangunan
kesehatan yang baik, dan berkesinambungan. Ke-Enam
subsistem tersebut antara lain :
A. SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN
B. SUBSISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN
C. SUBSISTEM SUMBERDAYA MANUSIAKESEHATAN
D. SEDIAAN FARMASI, ALAT KESEHATANDAN MAKANAN
E. SUBSISTEM MANAJEMEN DAN INFORMASIKESEHATAN
F. SUBSISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

3. Sistem dan Subsistem Manajemen


3.1

Sistem Manajemen
Menurut Terry (1960) pengertian manajemen adalah :
The accomplishing of a predetermined objectives
through the effort other people
Menurut Johnson et al, (1993) pengertian sistem adalah

A system is an organized or complex whole: an


assemblage or combination of things or parts forming a
complex or unitary whole.
Sistem manajemen diartikan sebagai suatu sistem yang
diterapkan pada suatu perusahaan oleh seorang manajer
untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki dengan
mengolah sumber daya yang ada. Penerapan sistem ini
bergantung pada karakter dari seorang manajer itu sendiri
dan perusahaan yang dipimpinnya. Adapun bagian utama
pada manajemen sistem adalah input, process, output.

3.2 Subsistem Manajemen


Subsistem adalah bagian dari sistem yang secara
mandiri membentuk sistem pula. Sistem adalah
gabungan dari beberapa elemen (sub sistem) didalam
suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu
kesatuan organisasi. Dalam subsistem juga terjadi suatu
proses yang berfungsi sebagai suatu kesatuan sendiri
sebagai bagian dari subsistem. Sistem terbentuk dari
elemen atau bagian yang saling berhubungan dan
saling mempengaruhi. Apabila salah satu bagian atau
sub sistem tidak berjalan dengan baik maka akan
mempengaruhi bagian yang lain. Subsistem dalam
manajemen meliputi:
1) Input

10

Yang dimaksud dengan masukan (input) adalah


kumpulan bagian atau elemen yang terdapat
dalam sistem dan yang diperlukan untuk dapat
berfungsinya sistem tersebut. Input merupakan
bagian awal dari sistem yang menyediakan
kebutuhan operasi bagi sistem. Input ini akan
berbeda-beda sesuai dengan sasaran operasi dari
suatu sistem, misalnya bahan baku untuk
digunakan dalam proses produksi, bahan kuliah
untuk digunakan dalam pembelajaran. Namun
demikian, adakalanya untuk operasional dari
sistem dibutuhkan berbagai input yang berbeda
satu sama lainnya.
Input dalam manajemen mempunyai beberapa
element seperti man, money, machine, method,
material, market, technologi, time, information.
b.

Man :
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia)
adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan
peranan tenaga kerja secara efisien dan efektif
sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan,

c.

karyawan dan masyarakat.


Money :
Uang merupakan sumber daya yang terbatas,
oleh karena itu harus dapat dikelola dengan
sebaik mungkin.Dalam perencanaan diri
ataupun organisasi dibutuhkan pengelolaan
uang yang meliputi pemasukan dan
pengeluaran.
1. Pemasukan: dari mana uang berasal, harus
berasal dari sumber yang sah dan halal.

11

2. Pengeluaran: ke mana uang akan


dibelanjakan, digunakan untuk kepentingankepentingan yang sesuai dengan tujuan
kegiatan, baik diri pribadi maupun organisasi.
d.

Material:
Hal yang berhubungan dengan material
manajemen (manajemen logistik) ini lebih
memperhatikan pada penyediaan, inventaris,
tingkat produksi, pola penentuan staff, jadwal,
dan distribusi.

e.

Methods:
Adalah suatu cara dalam menunjukkan
perusahaan menjadi biaya rendah, kualitas
tinggi, bertanggung jawab terhadap
lingkungan, keselamatan pemimpin sadar
dalam industri mereka.

f.

Machines:
Machine adalah penciptaan atau penambahan
fungsi, bentuk, waktu dan tempat untuk
pemenuhan kebutuhan manusia. Produk adalah
hasil dari kegiatan produksi yang berwujud
barang dan jasa. Produsen adalah orang atau
badan ataupun lembaga lain yang
menghasilkanproduk. Tujuan manajemen
produksi adalah memproduksi atau mengatur
produksi barang dan jasa dalam jumlah,
kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu
sesuai dengan kebutuhan.

g.

Market:

12

Pemasaran adalah analisis perencanaan,


implementasi dan pengendalian atas program
yang dirancang untuk menciptakan,
membangun dan menjaga pertukaran yang
menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk
mencapai tujuan organisasional.
h.

Technology:
Teknologi dapat didefinisikan sebagai
kemampuan untuk mengenali masalah teknis,
konsep, dan hal lain yang sifatnya tangible
yang dikembangkan untuk mengatasi masalah
teknis dan kemampuan untuk mengeksploitasi

i.

konsep dalam cara yang efektif .


Time:
Manajemen waktu merupakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan produktivitas waktu. Manajemen
waktu bertujuan kepada produktifitas yang
berarti rasio output dengan
input.Merencanakan terlebih dahulu
penggunaan waktu bukanlah suatu
pemborosan melainkan memberikan pedoman

j.

dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.


Information:
Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu
kesimpulan yang didapatkan dari analisis suatu
data yang behubungan dalam mengoperasikan
atau menjalankan suatu organisasi.

2) Process
Yang dimaksud dengan proses (process) adalah
kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam
sistem dan yang berfungsi untuk mengubah

13

masukan menjadi keluaran yang direncanakan.


Proses merupakan cara atau metode untuk
merubah input menjadi suatu output. Misalnya yang
dilakukan mesin, tugas yang dilakukan oleh
anggota dari organisasi, dan lainnya.Dalam situasi
tertentu, proses tidak dapat diketahui secara detail
karena transformasi yang dilakukan terlalu
kompleks.Kombinasi input yang berbeda, atau
urutan pemakaiannya yang berbeda mungkin akan
menghasilkan output yang berbeda. Misalnya,
banyak pimpinan organisasi tidak dapat
menentukan hubungan antara berbagai komponen
dari sistem sehingga faktor mana yang dominan
dalam mencapai sasaran perusahaan tidak dapat di
ketahui.
3) Output
Yang dimaksud dengan keluaran (output)
adalah kumpulan bagian atau elemen yang
dihasilkan dari berlangsungnya proses dalam
sistem. Output mungkin dapat berbentuk fisik
maupun non fisik. Misalnya produk, informasi, dan
lainnya. Output adalah hasil suatu proses, sasaran
dimana sistem berada. Namun perlu ditambahkan
bahwa kadang output ini akan menjadi input bagi
sistem yang lain, misalnya informasi output yang
dihasilkan dari proses data yang selanjutnya dapat
digunakan oleh pengambil keputusan atau orang
sebagai input untuk melakukan sesuatu.
4) Feed back

14

Umpan balik (feed back) adalah kumpulan


bagian atau elemen yang merupakan keluaran dari
sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem
tersebut.
5) Lingkungan
Lingkungan (environment) adalah dunia di luar
sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi
mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.

3.3 Contoh Sistem Manajemen dalam Bidang Kesehatan


Dalam bidang kesehatan pun perlu
terselenggaranya sistem untuk mencapai derajat
kesehatan yang lebih tinggi. Contoh sistem dalam
bidang kesehatan yang akan kami paparkan adalah
Sistem Pelayanan Kesehatan Terpadu.
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN TERPADU
PROSES
OUTPUT
OUTCOME
INPUT
EFFECT
Program
PokokPuskesmas
ProdukProgram
Yandu
Naiknya status kesehatan
6M
Perilaku sehat

Gambar 1. Sistem Pelayanan Kesehatan Terpadu


(A.A Gde Muninjaya, 2004)
Pelayanan Kesehatan Terpadu adalah suatu bentuk
keterpaduan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di
suatu wilayah kerja Puskesmas, yaitu sebagai berikut:
1)

Input
Dapat berupakan sumber daya suatu sistem yaitu:
a) Man
: petugas medis, staf puskesmas, dan kelompok
penduduk

sasaran
15

b) Money : dana yang dapat digali dari swadaya


masyarakat dan subsidi
daerah
c) Material
:obat-obatan, alat kontrasepsi,
vaksin,KMS (Kartu menuju

Sehat), oralit,

dan lain-lain
d) Method :
cara pengisian KMS, cara menggunakan
alat kontrasepsi

yang benar,dan lain-

lain
e) Market: berbagai faktor yang mempengaruhi program,
yaitu lokasi,
2)

transport,dan lain-lain.

Proccess
Semua kegiatan sistem yang merubah input menjadi
output. Proses dari sistem pelayanan terpadu adalah
semua kegiatan Pelayanan Kesehatan Terpadu mulai dari
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,
pelaksanaan program, dan pemantauan. Beberapa
Pelayanan Kesehatan Terpadu adalah Pengobatan, Lab, KIA
(Kesehatan Ibu dan anak), KB, PKM (Pelayanan Kesehatan
Masyarakat) , Usaha peningkatan gizi masyarakat, dan lainlain.

3)

Output
Merupakan hasil langsung suatu sistem. Yang menjadi
output dalam sistem yandu adalah produk program yandu.
Contoh produk program yandu adalah jumlah anak yang
ditimbang, jumlah bayi dan bumil yang diimunisasi, jumlah
PUS (Pasangan Usia Subur) yang mendapat pelayanan KB.

4)

Effect
Yaitu hasil tidak langsung yang pertama dari suatu
sistem .Efek dapat dikaji melalui perubahan yang
diakibatkan oleh adanya program.Contoh efek dalam

16

sistem yandu adalah perubahan seperti perilaku sehat


produk yandu.
5)

Dampak
Yaitu hasil tidak langsung dari proses suatu sistem.
Contoh outcome pada sistem yandu adalah turunnya IMR,
turunnya MMR, penurunan fertilitas PUS, yang secara
spesifik dapat meningkatkan status kesehatan.

4. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan


4.1. Pengertian
Subsistem manajemen dan informasi kesehatan
adalah bentuk dan cara penyelenggaraan yang
menghimpun berbagai upaya kebijakan kesehatan,
administrasi kesehatan, pengaturan hukum kesehatan,
pengelolaan data dan informasi kesehatan yang
mendukung subsistem lainnya dari SKN guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya.

4.2. Tujuan
Tujuan subsistem manajemen dan informasi
kesehatan adalah terwujudnya kebijakan kesehatan yang
sesuai dengan kebutuhan, berbasis bukti dan operasional,
terselenggaranya beberapa fungsi administrasi kesehatan
yang berhasil guna, berdaya guna, dan akuntabel, serta
didukung oleh hukum kesehatan dan sistem informasi
kesehatan untuk menjamin terselenggaranya

17

pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat


kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

4.3. Unsur-unsur
a. Kebijakan Kesehatan
Kebijakan kesehatan merupakan pedoman yang
menjadi acuan bagi semua pelaku pembangunan
kesehatan, balk pemerintah, swasta, dan masyarakat
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan
dengan memperhatikan kerangka desentralisasi dan
otonomi daerah.
b. Administrasi Kesehatan
Administrasi kesehatan merupakan kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian serta
pengawasan dan pertanggung-jawaban penyelenggaraan
pembangunan kesehatan.

c. Hukum Kesehatan
Hukum kesehatan merupakan keseluruhan peraturan
perundangan di bidang kesehatan dan segala tindakan
penyebarluasan, penerapan, dan penegakan aturan
tersebut dalam rangka memberikan perlindungan,
terutama kepada individu dan masyarakat dan sebagai
sarana untuk memfasilitasi penyelenggaraan
pembangunan kesehatan.
d. Informasi Kesehatan
Informasi kesehatan merupakan hasil pengumpulan
dan pengolahan data sebagai masukan bagi pengambilan
keputusan di bidang kesehatan.

18

e. Sumber daya Manajemen Kesehatan dan Informasi


Kesehatan
Sumber daya manajemen kesehatan dan informasi
kesehatan, meliputi: SDM, dana, sarana prasarana,
standar, dan kelembagaan yang digunakan secara
berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya
mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan.

4.4. Prinsip
a. Inovasi atau Kreativitas
Penyelenggaraan manajemen dan informasi kesehatan
harus mampu menciptakan daya tahan dan
kesinambungan kinerja sistem melalui inovasi/kreatifitas
dalam menghadapi perubahan dan tantangan
pembangunan kesehatan dengan lebih balk.
b. Kepemimpinan yang Visioner Bidang Kesehatan
Kepemimpinan yang visioner bidang kesehatan
adalah kepemimpinan yang mempunyai visi,
keteladanan, dan bertekad dalam pembangunan
kesehatan.
c. Sinergisme yang Dinamis
Pendekatan manajemen kesehatan merupakan
kombinasi dari pendekatan sistem, kontingensi, dan
sinergi yang dinamis.Dalam manajemen ini penting
adanya interaksi, transparansi, interelasi dan
interdependensi yang dinamis di antara para pelaku
pembangunan kesehatan.Dalam manajemen kesehatan
ini prinsip efisiensi, efektifitas, dan transparansi sangat
penting.Perencanaan kebijakan, program, dan anggaran
perlu disusun secara terpadu.

19

d. Kesesuaian dengan Sistem Pemerintahan Negara


Kesatuan Republik Indonesia
Manajemen dan informasi kesehatan menjadi
pendukung utama dalam pelaksanaan desentralisasi
dengan mempertimbangkan komitmen global dalam
pembangunan kesehatan.
Penyelenggaraan Dalam rangka mencapai Tujuan
Nasional, pembangunan kesehatan menjadi salah satu dari arus
utama pembangunan nasional. Untuk itu, subsistem manajemen
dan informasi kesehatan diselenggarakan dengan mensinergikan
unsur kebijakan, administrasi, hukum, dan informasi kesehatan.
Kebijakan Kesehatan

Penyelenggaraan proses kebijakan kesehatan dilakukan


secara optimal dengan mengacu kepada Norma, Standar,
Prosedur, dan Kriteria (NSPK) kebijakan pembangunan kesehatan
nasional; penetapan skala prioritas berbasis bukti dari berbagai
sumber yang tersedia; melalui proses pengkajian dan perumusan
kebijakan yang melibatkan masyarakat dan berbagai
stakeholder terkait; berorientasi pada kepentingan masyarakat;
didukung dengan SDM yang kompeten; untuk dilaksanakan
secara bersama oleh seluruh pelaku pembangunan kesehatan
secara sinergi dan dinamis.
Administrasi Kesehatan
Penyelenggaraan administrasi kesehatan meliputi
perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, serta pengawasan
dan pertanggung-jawaban didasarkan atas urusan wajib bidang

20

kesehatan yang dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil


guna, terpadu berlandaskan pada arah kebijakan pembangunan
nasional dengan memperhatikan NSPK dan prioritas
pembangunan kesehatan, berorientasi pada kepentingan
masyarakat, responsif gender, memanfaatkan teknologi
informasi, didukung SDM yang kompeten, dan pembiayaan yang
mencukupi; dilaksanakan secara sinergi yang dinamis antara
sektor kesehatan dengan sektor lain, Pusat dan Daerah dengan
mempertimbangkan desentralisasi dan memperhatikan
peraturan perundangan yang berlaku; dilaksanakan dengan
menjunjung tinggi penyelenggaraan tata pemerintahan yang
baik
(good governance).
Hukum Kesehatan
Penyelenggaraan hukum kesehatan meliputi penyusunan
peraturan/regulasi dan harmonisasi di tingkat pusat dan daerah,
pelayanan advokasi hukum, peningkatan kesadaran hukum bagi
aparatur kesehatan dan masyarakat, serta pembinaan dan
pengawasan; dilaksanakan dengan mempertimbangkan
perlindungan bagi masyarakat dan pemberi pelayanan, keadilan,
kesetaraan, serta sesuai dengan kebutuhan; peraturan,
sosialisasi, penerapan, dan penegakan hukum perlu dilengkapi
dan ditata dengan memperhatikan perkembangan dan
perubahan lingkungan internal dan eksternal, termasuk regulasi
kesehatan internasional. Informasi Kesehatan
Informasi Kesehatan
Penyelenggaraan informasi kesehatan meliputi
pengumpulan, pengolahan dan analisis data, manajemen

21

informasi kesehatan, pengembangan dan penelitian kesehatan,


serta penerapan pengetahuan dan teknologi kesehatan;
dilakukan melalui koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi informasi
kesehatan secara sinergi yang dinamis dalam rangka penyediaan
data dan informasi terkini, akurat, valid, cepat, transparan, serta
berhasil guna dan berdaya guna sebagai bahan pengambilan
keputusan dengan mempertimbangkan desentralisasi; dengan
memperhatikan kecukupan data termasuk data terpilah yang
responsif gender, serta aspek kerahasiaan yang berlaku di
bidang kesehatan; dengan dukungan pendayagunaan teknologi,
data dari fasilitas kesehatan dan masyarakat (seperti Riset
Kesehatan Dasar dan surveilans), serta pengembangan sistem
informasi kesehatan terpadu.

5. Bentuk Pokok Subsistem Manajemen Kesehatan


5.1Administrasi Kesehatan
a) Penanggung jawab administrasi kesehatan menurut jenjang
administrasi pemerintah adalah Departemen Kesehatan di
pusat, Dinas Kesehatan Propinsi di propinsi dan Dinas
Kabupaten/Kota di Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan
adalah instansi tertinggi dalam satu wilayah administrasi
pemerintahan.
b) Departemen Kesehatan berhubungan secara teknis fungsional
dengan Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan sebaliknya.
c) Fungsi Departemen Kesehatan adalah mengembangkan
kebijakan nasional dalam bidang kesehatan, pembinaan
dan bantuan teknis serta pengendalian pelaksanaan
pembangunan kesehatan.

22

d) Dinas Kesehatan propinsi melaksanankan kewenangan


desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang kesehatan
dengan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang
kesehatan, pemberian perizinan dan pelaksanaan
pelayanan dan kesehatan. Serta pembinaan dan bantuan
teknis terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
e) Dinas Kesehatan kabupaten/kota melaksanakan kewenangan
desentralisasi di bidang kesehatan, dengan fungsi
perumusan kebijakan teknis kesehatan, serta pembinaan
terhadap UPTD kesehatan.
f) Perencanaan nasional diselenggarakan dengan menetapkan
kebijakan dan program pembangunan kesehatan nasional
yang menjadi acuan perencanaan daerah.
g) Pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kesehatan
dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman dan
standar nasional.
h) Perencanaan serta pelaksanaan dan pengendalian
pembangunan kesehatan di daerah didasarkan atas
kewenangan wajib dan standar pelayanan minimal di
biadang kesehatan.
i) Pengawasan dan pertanggung jawaban pembangunan
kesehatan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman,
standar dan indikator nasional.
j) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib membuat dan
mengirimkan laporan pelaksanaan dan hasil
pembangunan kesehatan kepada Departemen Kesehatan
dan dinas Kesehatan Propinsi.

23

k) Dinas kesehatan Propinsi wajib membuat dan mengirimkan


laporan pelaksanaan dan hasil pembangunan keehatan
kepada Departemen Kesehatan.
l) Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan dengan prisip
desentralisasi dan otonomi daerah, pemerintah pusat
melakukan asistensi, advokasi (pemberian nformasi
kepada lintas sektoral atau pembuat kebijakan) dan
fasilitasi.
m)Dalam keadaan tertentu untuk kepentingan nasional, misalnya
dalam penanggulangan wabah dan bencana, pelaksanaan
dan pengendalian, serta pengawasandan pertanggung
jawabanprogram pembangunan kesehatan
diselenggarakan langsung oleh pemerintah pusat.
5.2 Informasi Kesehatan
a) Sistem informasi keehatan nasional dikembangkan
dengan memadukan sistem informasi kesehatan daerah
dengan sistem informasi lai yang terkait.
b) Sumber data sistem informasi kesehatan adalah dari
sarana kesehatan melalui pencatatan dan pelaporan yang
teratur dan berjenjang serta dari masyarakat yang
diperoleh dari survei, surveilans dan sensus,
c) Data pokok sistem informasi kesehatan mencakup derajat
kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumberdaya manusia
kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan,
pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, serta
manajemen kesehatan.

24

d) Pengolahan dan analisis data serta pengemasan informasi


diselenggarakan secara berjenjang, terpadu,
multidisiplioner, dan komprehensif.
e) Penyajian data dan informasi dilakukan secara multi
media guna diketahui masyarakat secara luas untuk
pengambilan keputusan di bidang kesehatan.
5.3 IPTEK Kesehatan
a) IPTEK kesehatan dihasilkan dari penelitian dan
pengembangan kesehatan yang diselenggarakan oleh
pusat-pusat penelitian dan pengembangan milik
masyarakat, swasta dan pemerintah.
b) Pemanfaatan IPTEK kesehatan didahului oleh penapisan
yang diselenggarakan oleh lembaga khusus yang
berwenang.
c) Untuk kepentingan dan global, dibentuk pusat-pusat
penelitian dan pengembangan unggulan.
d) Penyebar luasan dalam rangka pemanfaatan hasil-hasil
penelitian dan pengembangan kesehatan dilakukan
melalui pembentukan jaringan informasi dan dokumentasi
IPTEK.
5.4 Hukum Kesehatan
a) Hukum kesehatan dikembangkan secara nasional dan
dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan peraturan
perundang-undangan kesehatan daerah.
b) Ruang lingkup hukum kesehatan mencakup penyusunan
peraturan perundang-undangan, pelayanan advokasi
hukum, dan peningkatan kesadaran hukum di kalangan
masyarakat.
25

c) Penyelenggaraan hukum kesehatan didukung oleh


pembentukan dan pengembangan informasi dan
dokumentasi hukum kesehatan, serta pengembangan
satuan unit organisasi hukum kesehatan di Departemen
kesehatan.

6. Sistem Informasi Manajemen Kesehatan


6.1

Pengertian Subsistem Manajemen Kesehatan


Pengertian secara Terminologis

Subsistem adalah bagian dari sistem yang secara mandiri


membentuk sistem pula. Subsistem yang mandiri ini kedudukan
dan peranannya lebih kecil daripada sistem.
Manajemen adalah ilmu atau seni tentang bagaimana
menggunakan sumber daya secara efisien, efektif, dan rasional
unuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Pengertian secara Umum
Subsistem manajemen kesehatan adalah tatanan yang
menghimpun berbagai upaya administrasi kesehatan yang
ditopang oleh pengelolaan data dan informasi, pengembangan
dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling
mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya.
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah integrasi
antara perangkat, prosedur dan kebijakan yang digunakan untuk
mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung
pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan

26

menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada


masyarakat.
Dalam literature lain menyebutkan bahwa SIK adalah suatu
sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan di semua
tingkt pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk
mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Informasi kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan
program kesehatan mulai dari analisis situasi, penentuan
prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program,
pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi terhadap
pelaksanaan program-program kesehatan.
Kadang disebut juga sistem informasi kesehatan (SIK) atau
health information system (HIS). Dalam bahasan tentang
administrasi atau manajemen secara umum, materi tentang
sistem informasi manajemen jarang dibahas tersendiri secara
khusus, karena pada umumnya unsur-unsurnya dianggap sudah
terintegrasi (build-in) di dalam hampir semua fungsi, unsur atau
komponen dari sistem manajemen organisasi secara
keseluruhan, karena dalam setiap tahap pengambilan keputusan
dalam proses manajemen hampir selalu memerlukan dukungan
data informasi.
Sistem informasi manajemen kesehatan sebagai sub
sistem dalam sistem administrasi kesehatan merupakan
kesatuan/rangkaian kegiatan-kegiatan yang mencakup seluruh
jajaran upaya kesehatan diseluruh jenjang administrasi yang
mampu memberikan informasi kepada :

27

1pengelola, yaitu para administrator atau manajer kesehatan


untuk dasar pertimbangan menentukan kebijakan dan
pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi
administrasinya.
2masyarakat, dalam upaya untuk meningkatkan
kemampuannya untuk menolong dirinya sendiri dalam
memenuhi kebutuhan kesehatannya.
Sumber daya organisasi antara lain man, money, macine,
method, material, dan juga data/informasi. Peran utama dari
data/informasi pada hakekatnya adalah pada dukungannya
terhadap fungsi-fungsi administrasi/manajemen dalam
pengelolaan program kesehatan.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita rasakan bagaimana
sulitnya menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan
yang baik bila data/informasi yang akan dipakai untuk
mendasarinya kurang atau tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan
data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang
tepat atau keliru.
6.2

Tujuandan manfaat
Upaya pemantapan dan pengembangan sistem informasi

kesehatan ditujukan ke arah terbentuknya suatu sistem informasi


kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang mampu
memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan dalam
bentuk yang sesuai dengan kebutuhan untuk:
1 Pengambilan keputusan di seluruh tingkat administrasi dalam
rangka perencanaan, penggerakan pelaksanaan,
pengawasan, pengendalian dan penilaian
2 Mengatasi masalah-masalah kesehatan melalui isyarat dini
dan upaya penanggulangannya
28

3 Meningkatkan peran serta masyarakat dan meningkatkan


kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri
4 Meningkatkan penggunaan dan penyebarluasan ilmu
pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan

Sasaran dalam upaya pemantapan dan pengembangan


sistem informasi kesehatan meliputi:
1 Terciptanya pengorganisasian dan tata kerja pengelolaan
data/informasi dan atau tersedianya tenaga fungsional
pengelola data/ informasi yang terampil di seluruh tingkat
administrasi
2 Ditetapkannya kebutuhan esensial data/ informasi di tiap
tingkat dan pengembangan instrumen pengumpulan dan
pelaporan data
3 Dihasilkannya berbagai informasi kesehatan di seluruh
tingkat administrasi secara teratur, tepat waktu dan sesuai
dengan kebutuhan dan atau atas permintaan dari pengguna
data/ informasi
4 Tersedianya dukungan teknis dan sumber daya yang
memadai dalam rangka pemantapan dan pengembangan
otomasi pengolahan data di seluruh tingkat administrasi
5 Pengembangan bank data kesehatan, pengembangan
jaringan komunikasi komputer dan informasi
6.3
Masalah-Masalah dalam Pengembangan SIKNAS
dan SIKDA
Untuk mewujudkan SIKNAS yang diharapkan, sampai saat
ini masih dijumpai sejumlah kelemahan yang bersifat klasik,
antara lain:

29

1 Sistem informasi kesehatan masih terintegrasi


Depkes RI memilki berbagai sistem informasi kesehatan,
tetapi belum terintegrasi. Sistem informasi kesehatan itu
antara lain:
a Sistem informasi puskesmas
b Sistem informasi rumah sakit
c Sistem informasi kewaspadaan pangan dan gizi
d Sistem informasi obat
e Sistem informasi sumber daya manusia kesehatan,
yang mencakup:
1

Sistem informasi kepegawaian kesehatan


2 Sistem informasi pendidikan tenaga kesehatan

Sistem informasi diklat kesehatan

Sistem informasi tenaga kesehatan


f

Sistem informasi IPTEK kesehatan/ jaringan litbang


kesehatan

2 Sebagian besar daerah belum memiliki kemampuan


memadai
Daerah masih memerlukan fasilitasi. Adanya proyek ADB,
HP5 dan lain-lain mendorong daerah mengembangkan SIK.
Akan tetapi setiap proyek cenderung menciptakan sistem
informasi kesehatan sendiri dan kurang memperhatikan
kelangsungan sistem.
3 Pemanfaatan data dan informasi oleh manajemen belum
optimal
Era sentralisasi menyebabkan segala sesuatunya serba
dari atas menyebabkan para manajer tidak pernah
memikirkan perlunya memanfaatkan data untuk
mendukung pengambilan keputusannya

30

4 Pemanfaatan data dan informasi oleh masyarakat kurang


dikembangkan
Minat masyarakat memanfaatkan data dan informasi
semakin meningkat dengan makin meluasnya
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Namun
demikikian tuntutan masyarakat yang meningkat ini kurang
berkembang di bidang kesehatan karena kurangnya
respon.
5 Pemanfaatan teknologi telematika belum optimal
Masalah nomor 5 bersumber dari masalah pada nomor 4.
Biaya untuk teknologi telematika memang besar, ditambah
lagi dengan apresiasi terhadap penggunaan teknologi
telematika yang masih kurang, akibat pengaruh budaya
(kultur). Apresiasi yang rendah ini dikarenakan oleh alasan
rasio manfaat biaya, yang kurang memadai. Investasi
untuk teknologi telematika yang besar belum dapat
menjamin akan menghasilkan manfaat yang sepadan
6 Dana untuk pengembangan sistem informasi kesehatan
terbatas
Kelemahan ini berkaitan dengan masalah rasio biaya
manfaat yang maasih sangat rendah. Selain investasi,
sistem informasi kesehatan juga memerlukan biaya yang
tidak sedikit untuk pemeliharaannya.
7 Kurangnya tenaga purna waktu untuk sistem informasi
kesehatan
Selama ini di daerah, pengelola data dan informasi
umumnya adalah tenaga yang merangkap tugas atau
jabatan lain. Dibeberapa tempat memang dijumpai adanya
tenaga purna waktu. Akan tetapi mereka tidak dapat

31

sepenuhnya bekerja mengelola data dan informasi karena


imbalan yang kurang memadai. Belum lagi ditambah
dengan rendahnya keterampilan dan pengetahuan mereka
di bidang informasi, khususnya teknologi informasi dan
manfaatnya.Jabatan fungsional untuk para pengelola data
dan informasi yaitu Pranata Komputer dan Statistisi,
memberikan tunjangan jabatan sebagai imbalan, namun
demikian untuk dapat memangku jabatan-jabatan tersebut
diperlukan persyaratan tertentu yang sulit dipenuhi oleh
para pengelola data dan informasi.

7. Strategi Pengembangan Sistem Informasi


Kesehatan Nasional
Berdasarkan kepada analisis situasi dan kebijakan yang telah
ditetapkan maka strategi pengembangan SIKNAS adalah:
1. Integrasi sistem informasi kesehatan yang ada
Pengertian terintegrasi tidak bermaksud mematikan/
menyatukan semua sistem informasi yang ada. Sistem-sistem
informasi yang lebih efisien bila digabungkan akan disatukan.
Sistem-sistem informasi lainnya, pengintegrasian lebih
berupa pengembangan: pembagian tugas, tanggung jawab
dan otoritas-otoritas dan mekanisme saling hubung. Dengan
integrasi ini diharapkan semua sistem informasi yang ada
akan bekerja secara terpadu dan sinergis membentuk
SIKNAS. Pembagian tugas dan tanggung jawab akan
memungkinkan data yang dikumpulkan memiliki kualitas dan
validitas yang baik. Otaritas akan menyebabkan tidak adanya
duplikasi dalam pengumpulan data, sehingga tidak akan
terdapat informasi yang berbeda-beda mengenai suatu hal.
Mekanisme saling hubung, khususnya dengan Pusat Data dan
32

Informasi Departemen Kesehatan akan menjamin dapat


dilakukannya pengolahan dan analisis data secara
komprehensif.
2. Penyelenggaraan pengumpulan dan pemanfaatan bersama
(sharing) data dan informasi terintegrasi
Pertimbangan akan perlunya mengkoordinasikan lima jenis
pengumpulan data yang masing-masing memiliki kekhasan
dan kepentingan yang sangat signifikan, yaitu:
a Surveilans, yang meliputi surveilans penyakit, gizi,
kesehatan lingkungan dan pemantauan ketersediaan obat
b Pencatatan dan pelaporan data rutin dari UPT kabupaten/
kota ke Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, dari UPT provinsi
dan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota ke Dinas Kesehatan
Provinsi ke Departemen Kesehatan (kegiatan-kegiatan ini
memerlukan suatu sistem pencatatan dan pelaporan yang
terintegrasi dan terkoordinasi.
c Pencatatan dan pelaporan program-program kesehatan
khusus yang ada, seperti program pemberantasan malaria
d Pencatatan dan pelaporan sumber daya dan administrasi
kesehatan yang sudah berjalan seperti ketenaga kesehatan
(Sinakes, Sidiklat, dan lain-lain)
e Survei dan penelitian untuk melengkapi data dan informasi
dari pengumpulan data rutin, yang meliputi baik yang
berskala nasional (seperti Survei Kesehatan Nasional),
maupun yang berskala provinsi dan Kabupaten/ Kota (SI
IPTEK Kesehatan / Jaringan Litbang Kesehatan)
3. Fasilitasi pengembangan sistem informasi kesehatan daerah
Sistem Informasi Kesehatan Daerah mencakup SIK yang
dikembangkan di unit-unit pelayanan kesehatan (khususnya
puskesmas dan rumah sakit), SIK kabupaten/ kota, dan SIK
33

provinsi. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Puskesmas


memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan kegiatankegiatan:
a Mencatat dan mengumpulkan data baik kegiatan dalam
gedung maupun luar gedung
b Mengolah data
c Membuat laporan berkala ke Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota
d Memelihara bank data
e Mengupayakan penggunaan data dan informasi untuk
manajemen pasien dan manajemen unit puskesmas
f

Memberikan pelayanan data dan informasi kepada


masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan lainnya di
wilayah kerjanya.

Sistem Informasi Kesehatan di rumah sakit memiliki


tanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan:
a Memantau indikator kegiatan-kegiatan penting rumah sakit
(penerimaan pasien, lama rawat, pemakaian tempat tidur,
mortalitas, waktu tunggu dan lain-lain)
b Memantau kondisi finansial rumah sakit (cost recovery)
c Memantau pelaksanaan sistem rujukan
d Mengolah data
e Mengirim laporan berkala ke Dinas Kesehatan/ Pemerintah
setempat
f

Memelihara bank data

g Mengupayakan penggunaan data dan informasi untuk


manajemen pasien dan manajemen unit rumah sakit
h Memberikan pelayanan data dan informasi kepada
masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan lainnya di
wilayah kerjanya
34

Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/ Kota memiliki


tanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan:
a Mengolah data dari unit-unit pelayanan kesehatan dan
sumber-sumber lain
b Menyelenggarakan survei/ penelitian bilamana diperlukan
c Membuat profil kesehatan kabupaten/ kota untuk
memantau dan mengevaluasi pencapaian Kabupaten/ kota
untuk memantau dan mengevaluasi pencapaian
Kabupaten/ Kota sehat
d Mengirim laporan berkala/ profil kesehatan kabupaten/ kota
ke dinas kesehatan provinsi setempat dan pemerintah
pusat
e Memelihara bank data
f

Mengupayakan penggunaan data dan informasi untuk


manajemen klien, manajemen unit dan manajemen sistem
kesehatan kabupaten/ kota

g Memberikan pelayanan data dan informasi kepada


masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan lainnya di
wilayah kerjanya
Sistem Informasi Kesehatan propinsi memiliki tanggungjawab
untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan:
a Mengolah data dari DKK, unit-unit pelayanan kesehatan
milik daerah propinsi dan sumber-sumber lain
b Menyelenggarakan survei/ penelitian bilamana diperlukan
c Membuat profil kesehatan propinsi untuk memantau dan
mengevaluasi pencapaian propinsi sehat
d Mengirim laporan berkala/ profil kesehatan propinsi ke
pemerintah pusat
e Memelihara bank data

35

Mengupayakan penggunaan data dan informasi untuk


manajemen klien, manajemen unit dan manajemen sistem
kesehatan kabupaten/ kota

g Memberikan pelayanan data dan informasi kepada


masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan lainnya di
wilayah kerjanya
Fasilitasi pengembangan SIK daerah dilaksanakan dengan
terlebih dahulu membantu menata sistem kesehatannya,
membantu pengadaan perangkat keras, perangkat lunak,
rekruitmen dan pelatihan tenaga kesehatan.
4. Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk
manajemen
Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk
manajemen diawali dengan mengidentifikasi peluang-peluang
yang dapat dimanfaatkan untuk menyajikan data dan
informasi kesehatan. Misalnya dalam rapat dengar pendapat
dengan DPRD harus dapat disajikan, kemasan-kemasan data
dan informasi yang menggambarkan kecenderungan
masalah-masalah kesehatan rakyat dan kerugian yang
diakibatkannya. Pembahasan rancangan anggaran harus
disajikan kemasan data dan informasi tentang cost benefit
dari kegiatan-kegiatan yang diusulkan. Selain itu
dikembangkan pula publikasi berkala cetak atau elektronik
atau akses online
5. Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk
masyarakat
Pemanfaatan fasilitas intranet dan internet karena
penggunaannya sudah meluas di masyarakat. Depkes
menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga-tenaga fungsional
pengelola data dan informasi kesehatan.
36

6. Pengembangan teknologi dan sumber daya informasi


Pengembangan teknologi dan sumber daya informasi
berlangsung paralel dengan kegiatan 3,4 dan 5. Depkes
menyusun Rencana Induk Penataan Kerangka Teknologi
Informasi (Information Technology Framework
Rearrangement Master Plan) dan Rencana Induk
Pengembangan Sumber Daya Manusia Informasi (Information
Human Resource Development Master Plan). Depkes juga
menerbitkan standar dan pedoman, serta advokasi agar
terpenuhi sesuai rencana induk.

37

BAB III
PENUTUP

1.

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan

bahwaSubsistem manajemen dan informasi kesehatan adalah


bentuk dan cara penyelenggaraan yang menghimpun berbagai
upaya kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, pengaturan
hukum kesehatan, pengelolaan data dan informasi kesehatan
yang mendukung subsistem lainnya dari SKN guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Dimana Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah
bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan
yang memadukan berbagai upaya bangsa Indonesia dalam satu
derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan pembangunan
kesehatan dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan rakyat
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945.
Tujuan subsistem manajemen dan informasi kesehatan
adalah terwujudnya kebijakan kesehatan yang sesuai dengan
kebutuhan, berbasis bukti dan operasional, terselenggaranya
fungsi-fungsi administrasi kesehatan yang berhasil guna, berdaya
guna, dan akuntabel, serta didukung oleh hukum kesehatan dan
sistem informasi kesehatan untuk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.

38

Sedangkan Prinsipnya yaitu inovasi atau kreativitas,


Kepemimpinan yang visioner Bidang Kesehatan, Sinergisme yang
dinamis, Kesesuaian dengan Sistem Pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Manajemen Kesehatan : Meliputi: kebijakan kesehatan,
administrasi kesehatan, hukum kesehatan, dan informasi
kesehatan dan didukung Sumber daya manajemen kesehatan
dan informasi kesehatan. Dimana unsur-unsur tersebut saling
berhubungan dalam mendukung adanya pembangunan
kesehatan. Jika tidak tersedianya hal ini maka bisa jadi proses
manajemen akan terhambat/ bahkan tidak berjalan.

2.

Saran
Berdasarkan pembahasan tersebut diharapkan kita semua

dapat memahami dan mengenal apa saja yang ada dalam


subsistem manajemen dan informasi kesehatan yang tercantum
dalam sub-subsistem SKN .Manajemen kesehatan sangatlah
berpengaruh dalam pelaksanaan sistem kesehatan nasional
karena Untuk menggerakkan pembangunan kesehatan secara
berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan manajemen
kesehatan. Serta kita harus mendukung kebijakan-kebijakan dan
informasi-informasi yang bermanfaat dalam menciptakan proses
manajemen kesehatan yang benar-benar berhasil.

39

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

40