Anda di halaman 1dari 7

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS)

DI RUANG SEJAHTERA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

DISUSUN OLEH
Kelompok 1 C dan ID
Listiyanto Yoga Utama
Luluk Anggarani
Grandis Dwi Kardiansyah
Stefania Hendrice Ramda
Yan Laras Malahayati Mahqfiroh

Buyung Tegar Aribowo


Astrid Dyah Febri Diane
Ni Nyoman Muni Hrisudani
Zun Nurainy
C. Ketut Subiyanto

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain
(Gail W. Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik
diri, yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993).
Dimana individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka peningkatan
sosialisasi lebih mudah dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyai mekanisme
koping maladaptif (skizofrenia), bila tidak segera mendapatkan terapi atau penanganan
yang baik akan menimbulkan masalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk.
(Keliat dan Akemat, 2005) menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada klien
skizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian Terapi Aktifitas Kelompok sosialisasi.
Namun kenyatannya pada saat ini di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya pengaruh TAK
sosialisasi masih diragukan, hal ini disebabkan karena jumlah klien dengan riwayat
menarik diri masih relatif banyak meskipun TAK sosialisasi sudah dilakukan.
Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orang yang mengalami
skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasil survey Kesehatan Mental Rumah
Tangga di Indonesia menyatakan bahwa 185 orang per 1000 penduduk di Indonesia
mengalami skizofrenia (ringan sampai berat). Berdasarkan survey di rumah sakit jiwa,
masalah keperawatan yang paling banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91 %),
halusinasi (26,37 %), perilaku kekerasan (17,41 %), dan harga diri rendah (16,92 %)
(Pikiran Rakyat Bandung, 2007).
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia adalah ; 1)
Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3)
Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien
menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri
maupun orang lain (Budi Anna Kelliat, 2006).
Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah satunya
dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang merupakan
salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam
rangka pencapaian penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasi optimal
pasien.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.
2. Tujuan khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri
b. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
C. Waktu dan Tempat
Hari/ tanggal

: Kamis, 12 Mei 2016

Jam

: 10.00 WIB

Tempat

: Ruangan olahraga Ruang Sejahtera RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

D. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
E. Media/ Alat
1. Kelereng
2. Sendok makan
3. Buku catatan dan pulpen
4. Papan nama
5. Kartu bergambar (Bebek, sapi, kucing, kambing)
F. Setting Tempat
G. Susunan Pelaksana
1. Susunan perwat pelaksana TAKS sebagai berikut:
a. Leader

: Buyung Tegar A

b. Co. Leader

: Zun Nurainy

c. Fasilitator

: Astrid Dyah FD, Ni Nyoman Muni H, L. Yoga Utama, Luluk

A, Grandis DK, Stefania HR, Yan Laras.


d. Observer : C. Ketut Subiyanto

2. Klien peserta TAKS sebagai berikut:

a. Tn.
b. Tn
c. Tn.
d. Tn.
e. Tn.
f. Tn.
g. Tn.
H. Pembagian Tugas
1. Leader:

Tugas:

Menyiapkan proposal kegiatan TAKS

Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok


sebelum kegiatan dimulai.

Menjelaskan permainan.

Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan


memperkenalkan dirinya.

Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib

Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

2. Co-leader

Tugas:

Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien.

Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.3. Fasilitator :

3. Fasilitator

Tugas:

Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.

Memotivasi klien yang kurang aktif.

Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan


memfasilitasi anggota kelompok

4. Observer :

Tugas :

Mengobservasi jalannya proses kegiatan

Mencatat prilaku Verbal dan Non- verbal klien selama kegiatan berlangsung

I. Langkah Kegiatan
Sesi 1 : Klien mampu memperkenalkan dirinya
1. Persiapan
1) Memilih klien yang sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial.
2) Membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi ( waktu 5 menit )
Pada tahap ini terapis melakukan:
1) Memberi salam teraupetik: salam dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini
3) Kontrak
a. Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri
b. Menjelaskan aturan main yaitu jika ada klien yang akan meninggalkan
kelompok harus minta ijin kepada terapis
c. Lama kegiatan 45 menit
d. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja ( waktu 15 menit )
1) Jelaskan kegiatan, yaitu masing-masing klien memegang 1 sendok makan dan
diletakkan dimulut (seperti lomba 17 Agustus).
2) Kelereng diletakkan di salah satu sendok makan klien.
3) Klien melakukan estafet kelereng searah jarum jam. Anggota kelompok yang
menjatuhkan kelereng saat estafet mendapat giliran untuk menyebutkan : salam,
nama lengkap, nama panggilan, hobi dan asal dimulai oleh fasilitator sebagai
contoh.
4) Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama kemudian ditempel/ dipakai yang
dibantu fasilitator.
5) Ulangi langkah 2,3, dan 4 sampai semua anggota mendapat giliran.
6) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan

4. Tahap terminasi ( waktu 10 menit )


1) Evaluasi
a.Menanyakan perasaan masing-masing klien setelah mengikuti TAK
b.Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut
a. Menganjurkan tiap kelompok melatih memperkenalkan diri kepada orang lain
di kehidupan sehari-hari
b. Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian
pasien
c. Kontrak yang akan datang:

Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan degan anggota kelompok

Menyepakati waktu dan tempat

Sesi 2 : Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok


1. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 1 TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi ( waktu 5 menit )
Pada tahap ini terapis melakukan:
1) Memberi salam teraupetik
2) Salam dari terapis
3) Peserta dan terapis memakai papan nama
3. Evaluasi / validasi
1)Menanyakan perasaan pasien saat ini
2)Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada orang lain.
4. Kontrak
1)menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota kelompok
2)menjelaskan aturan main yaitu jika ada peserta yang akan meninggalkan
kelompok harus meminta ijin kepada terapis.
3)Lama kegiatan 30 menit
4)Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja ( waktu 15 menit )

a. Siapkan 4 pasang kartu bergambar di tengah lingkaran


b. Klien satu per satu dipersilahkan mengambil 1 kartu kemudian disimpan.
c. Setelah semua klien mendapatkan kartu, kartu dibuka secara bersama-sama sambil
menyuarakan bunyi hewan yang ada di kartu yang didapatkan.
d. Klien yang mendapatkan kartu dengan gambar yang sama, saling berhadapan satu sama lain.
e. Klien dengan kartu yang sama saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri dengan bantuan
fasilitator:
1. Memberi salam
2. Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi.
3. Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi lawan bicara.
4. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
5.Salah satu klien ditunjuk untuk memperkenalkan temannya
f.Ulangi langkah e sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
.f. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi (10 menit )
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2. Memberi pujian atas keberhasilan klien
b. Rencana tindak lanjut
1. Menganjurkan tiap anggota kelompok latihan berkenalan
2. Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang
1. Menyepakati kegiatan berikut, yaitu dengan bercakap-cakap tentang kehidupan pribadi.
2. Menyepakati waktu dan tempat.