Anda di halaman 1dari 5

Rencana Induk Pelabuhan Gorontalo

Kota Gorontalo

1. Pentahapan Pengembangan Pelabuhan Gorontalo


Pengembangan Pelabuhan Gorontalo terdiri atas 3 (tiga) tahapan, yaitu tahapan
Jangka Pendek (2015-2020), jangka Menengah (2015-2025), dan Jangka Panjang (20152035). Karakteristik kapal yang direncanakan adalah kapal peti kemas dengan bobot
20.000 DWT
2. Pengembangan Jangka Pendek (2015 2020)
Pada jangka pendek diperlukan pembangunan terminal peti kemas di Gorontalo yang
dilengkapi dengan tambatan sepanjang 100 meter di kedalaman 15 meter. Terminal ini
mempunyai kapasitas ___ Juta TEUs per tahun dan alat-alat penanganan kontainer,
termasuk gantry cranes.
3. Pengembangan Jangka Menengah (2015-2025)
Pada jangka menengah dibangun terminal peti kemas di Gorontalo dengan panjang
tambatan 100 meter pada kedalaman 12,5 15,5 meter. Luas area terminal sekitar 87
hektar dengan kapasitas 3,2 juta TEUs per tahun.
4. Pengembangan Jangka Panjang (2015-2035)
Pengembangan jangka panjang dilakukan di Gorontalo. Pada lokasi tersebut dibangun
Terminal Curah Kering dengan panjang tambatan 915 meter di kedalaman 15,5 meter.
Tahapan Pengembangan Pelabuhan Gorontalo
JANGKA
PENDEK

RENCANA KEBUTUHAN FASILITAS

2011-2015
Breakwater

Panjang (m)

Seawalls

Panjang (m)

Revetment

Panjang (m)
Panjang
Dermaga (m)

International Container
Terminal

Draft (m)
Luas area (ha)
Kapasitas
TEUs
annum)

(Juta
per

Panjang
Dermaga (m)

JANGKA
MENENGAH
2011-2020

JANGKA
PANJANG
2011-2030

TOTAL

Petroleum Terminal

Draft (m)
Luas area (ha)
Panjang
Dermaga (m)

Terminal Curah Kering

Draft (m)
Luas area (ha)

Luas Area Daratan (ha)


Jembatan

Panjang (m)

Jalan Akses

Panjang (m)

Alur Pelayaran

Lebar Alur (m)


Draft (m)

Breakwater

Panjang (m)

Seawalls

Panjang (m)

Revetment

Panjang (m)

International Container
Terminal

Panjang
Dermaga (m)
Draft (m)
Luas area (ha)

No

Uraian

Parame
ter

Rumus pendekatan

Kebutuhan area

Alur
Pelayaran

La

(satu jalur,
tidak
berpapasan)

alur (m) Wa

Kolam
Labuh

Alih Muat
Kapal

Kolam Putar

F2

a) Keperluan
Darurat

Wa
=

kapal
=Panjang
terbesar (m)

1'8 L x 1,5 L

Diameter
labuh
per kapal
L + 6D

76.08

Ha

area 404

=
M

Anet

51.30

Ha
Nxpx
R

A
Ha

Anet x F1 x D
580
Diameter kolam
putar = 2 x L A

73.8
7

=
m
=

105.73

Ha
A

Panjang kapal
= terbesar (m)

Ha

Anet x F1 x

sesuai peta

52.83
A

Luas Nett areal

410

=
+ 30m

A
F2

112

Diameter
area
labuh
per kapal
M Anet
L + 6D

Nxpx
R
A
F2

224

Luas Nett areal

Faktor
= broken
space

Luas
A
perairan
=
La
x Wa7 B dimana
B Ha
=
32
m

=
+ 30m

Faktor

Tempat
sandar
kapal
A

=
m

kapal
L Panjang
rata=Kedalaman
rata
(m)
D
laut rata=
(m) rata
Jumlah Kapal
N
=Berlabuh
(unit)
F1
=
Faktor
aksesibilitas
Faktor
F2 = broken
space

Area
Kepentin
gan
Lainnya

Lebar alur (m)

F1
aksesibilitas

Panjang kapal
rata- L
= rata
(m)
Kedalaman
laut
rata- D
= Kapal
rata
(m)
Jumlah
N
=Berlabuh (unit)

Panjang

A
m2

=
9*1,8*290*1,
5*290 sesuai

2043630
204.363
ha

Pentahapan Pengembangan Terminal di Lingkungan Tanjung Priok


Pelabuhan Merauke mempunyai beberapa terminal, yaitu Terminal Konvensional, Terminal
Penumpang, Terminal Curah. Tabel 4.2 menunjukan pengembangan yang terdiri atas 3
(tiga) tahapan, yaitu Jangka Pendek (2011-2015), Jangka Menengah (2011-2020), dan
Jangka Panjang (2011-2030).
FASILITAS

SATUA
N
Dermaga
m
Lapangan Penumpukan m2
Container
Freight m2
Station
Parkir
m2

JANGKA
PENDEK
(2011-

JANGKA
MENENGAH
(2011-

JANGKA
PANJANG
(2011-