Anda di halaman 1dari 22

REKLAMASI

PERTAMBANGAN
PT.TIMAH, TBK.
-Ferdiyansen A.P / 10
-Geraldo Richard Wilson / 14
-Indriana Tamali Sianturi/ 17
-Kevin Apriyandi / 21
-Sitty Nur Haliza / 36
-Vannya Purnamasari / 41

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Indonesia relatif kaya dengan berbagai SDA yang diperlukan
saat pembangunan. Salah satunya adalah bijih timah dengan
kandungan stanium. Kasiterit adalah mineral utama pembentuk
timah dengan batuan pembawanya yaitu granit. Kegunaan timah
antara lain untuk bahan pencampur dalam pembuatan alat-alat
musik seperti gong gamelan, dan lonceng, bahan pembuat
kemasan kaleng, bahan solder, senjata (peluru), fire retardant,
bahan pelapis anti karat, dan kerajinan cindera mata.
Jalur timah di Indonesia meliputi pulau-pulau Karimun, Kundur,
Singkep, Bangka Belitung, Beling, dan daerah Bangkinang serta
Kepulauan
Anambas,
Natuna
dan
Karimata.
Kegiatan
penambangan timah di pulau-pulau ini telah berlangsung sejak
zaman kolonial Belanda hingga sekaran dan Pulau Bangka
merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia.
Penambangan timah lepas pantai dilakukan dengan teknologi
kapal, sedangkan penambangan timah di darat dilakukan dengan

Tahapan utama penambangan timah dengan sistem terbuka


(open pit) meliputi pembukaan permukaan lahan dari penutupan
vegetasi (land clearing), pengupasan tanah bagian atas (stripping),
penggalian, pembuatan dam, pencucian, dan pembuangan bahan
padat sisa hasil pencucian timah (tailing).Dampak kegiatan operasi
tambang ini adalah perubahan drastis atas sifat fisik dan kimia
tanah dan termasuk gangguan terhadap vegetasi, hewan dan tanah
yang ada. Dampak kehilangan vegetasi dan degradasi lahan secara
potensial dapat menyebabkan erosi tanah, kehilangan biodiversitas,
berkurangnya habitat hewan liar, dan degradasi daerah
penampung air.
Pertambangan merupakan kegiatan dengan penggunaan lahan
yang bersifat sementara, oleh karena itu lahan pasca tambang
dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif lain. Untuk
memanfaatkan lahan pasca tambang maka harus ada upaya untuk
memulihkan kembali lahan yang telah rusak akibat dari kegiatan

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang seharusnya dilakukan oleh PT. Timah, Tbk.
Dalam kontribusi pelestarian lingkungan?
1.2.2 Apa pengaruh dari Reklamasi yang dilakukan bagi PT.
Timah, Tbk.?
1.2.3 Apa pengaruh dari reklamasi yang dilakukan bagi
Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian


Penelitian ini dilakukan untuk :
1. Mengetahui bagaimana kontribusi PT. Timah, Tbk. Dalam
pelestarian lingkungan
2. Mengetahui bagaimana pengaruh dari reklamasi
terhadap PT.
Timah, Tbk.
3. Mengetahui bagaimana pengaruh dari reklamasi
terhadap
Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Manfaat bagi Peneliti
1.4.1.1 Peneliti mengetahui kontribusi dari PT.
Timah, Tbk. Dalam pelestarian lingkungan
1.4.1.2 Peneliti mengetahui langkah-langkah yang
harus dilakukan dalam pelestarian lingkungan.
1.4.2 Manfaat bagi Ilmu Pengetahuan
1.4.2.1 Menjadi sumber referensi dalam pelestarian
lingkungan
1.4.2.2 Menjadi materi pelajaran untuk
menumbuhkan minat siswa/i untuk perduli
lingkungan
1.4.3 Manfaat bagi masyarakat
1.4.3.1 Menjadi contoh untuk memulai gerakan
pelestarian lingkungan.
1.4.3.2 Menumbuhkan minat masyarakat.

BAB 2
PEmbahasan

PT. Timah, TBK. merupakan perusahaan perseroan


didirikan tanggal 02 Agustus 1976, dan merupakan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang
pertambangan timah. PT TIMAH merupakan produsen dan
eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha
penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan
eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.
Dampak proses penambangan adalah kegiatan
penambangan di darat berpengaruh terutama pada sifat fisik
dan kimia tanah. Pembuatan dam telah mengubah topografi
dan komposisi tanah permukaan akibat digunakannya tanah
overburden sebagai sarana penimbun. Sejalan dengan
waktu, timbunan tailing akan membentuk hamparan tailing
yang semakin luas. Kolong yang terbentuk pada proses
penambangan skala besar umumnya tidak memunginkan

Sejauh ini pemanfaatan kolong timah di Pulau Bangka belum


optimal. Secara ekologis kolong tersebut berfungsi sebagai
kolam retensi dan water catchment area untuk menampung
hujan yang mengalir melalui aliran permukaan. Secara ekonomi,
potensi kolong untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku,
budidaya perairan, atau tempat rekreasi air. Pemanfaatan lahan
tailing yang semakin luas sampai saat ini hanya sebatas
di-hijau-kan dengan tanaman-tanaman serbaguna, terutama
akasia.
Yang seharusnya dilakukan oleh PT. Timah, Tbk. dalam
kontribusi pelestarian lingkungan adalah dengan melakukan
reklamasi yang bertujuan untuk memberikan dampak dan efek
yang positif untuk lahan dan masyarakat sekitar pertambangan.
Banyak kegiatan keberlanjutan yang dilakukan PT.Timah, Tbk.,
antara lain :

1. Program sosial
Program Bina Lingkungan (BL) adalah program pemberdayaan kondisi
sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana BUMN yang di
bebankan langsung menjadi biaya operasional perusahan.
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah program tanggung jawab
sosial dan lingkungan atas kegiatan operasi perseroan untuk
membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan para
pihak yang terkait.
Kegiatan Program Bina Lingkungan & CSR meliputi:
Bantuan Pengembangan Prasarana dan/atau sarana umum.
Bantuan Pendidikan dan Pelatihan & Olah Raga.
Program Lingkungan (Pariwisata, Budaya, Pelestarian alam dan
Bencana alam)

Program Bina Lingkungan (BL) pada umumnya dilakukan dalam


bentuk pemberian donasi/sumbangan yang pendanaannya berasal
dari penyisihan laba perseroan. Pemberian bantuan yang dimaksud
adalah bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan
pelatihan, bantuan pelestarian alam, dan bantuan lainnya.
Contohnya, perusahaan secara aktif memberikan bantuan kepada
korban bencana alam seperti yang terjadi di Cianjur dan Padang.
Di bidang keagamaan, program dilaksanakan dalam bentuk
pembangunan sarana ibadah seperti pembangunan masjid dengan
tujuan bisa membantu kelancaran serta kemudahan warga dalam
beribadah.
Di sektor pendidikan, perusahaan membantu pembangunan 2
unit gedung baru Universitas Bangka Belitung dan penyerahan
Politeknik Manufaktur (Polman) Timah ke Pemerintah Propinsi
Bangka Belitung.

2. Program kemitraan
Program Kemitraan (PK) adalah program yang
diberikan dalam bentuk pinjaman (dana bergulir) untuk
membiayai modal kerja dan atau pembelian aktiva tetap
dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan.
Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil
dan koperasi agar menjadi tangguh dan mandiri.
Dalam menjalankan PK, PT. TIMAH berperan aktif
menciptakan peluang kerja, pelatihan dan memberikan
bantuan modal usaha dengan bunga rendah. Mereka
yang menerima bantuan modal usaha adalah para
pengusaha kecil yang memiliki lokasi usaha di sekitar
lokasi Perseroan berada, dan selanjutnya disebut sebagai
mitra binaan. Strategi dan kebijakan pembinaan
berdasarkan "3S", yaitu sukses penyaluran, sukses

3. Pengelolaan lingkungan
Dalam upaya membangun kepedulian terhadap
lingkungan adalah dengan cara pemberlakuan ketentuan
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Para pelaku usaha dituntut untuk memenuhi ketentuan
perundang-undangan dan standar di bidang lingkungan.
Untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang dijalankan
benar-benar berlangsung efektif maka disusunlah tindakan
pengawasan secara internal maupun pengawasan dengan
melibatkan pihak independen.
Kegiatan menambang berpotensi mengubah bentang
alam dan mengganggu ekosistem. Oleh sebab itu, sejak
kegiatan operasi penambangan direncanakan, PT. Timah
memberikan perhatian khusus bagi perbaikan kembali
kualitas lingkungan terutama pada masa pasca tambang.

PT.Timah juga mengembangkan konsep hutan tanaman


industri (HTI) dengan memilih jenis tanaman produktif seperti
karet unggul untuk ditanam masyarakat. Jenis dari
tanamannya adalah tanaman unggul yang dapat dinikmati
hasilnya dalam kurun waktu tidak terlalu lama, antara 5-6
tahun setelah tanam.Bagi PT. Timah (Persero) Tbk,
lingkungan merupakan aspek penting yang harus
diperhatikan dalam menentukan kinerja operasional
perusahaan. Karena itu, perusahaan mengidentifikasi yang
dapat berdampak bagi keberlangsungan lingkungan hidup.
SDA yang tidak dapat diperbarui dan SDA lainnya yang
dimanfaatkan oleh Perusahaan, pada hakekatnya dapat
habis. Menyadari hal tersebut, Perusahaan sedapat mungkin
berupaya untuk memanfaatkan segala SDA secara efektif
dan efisien serta bertanggung jawab, sehingga manfaatnya

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memanfaatkan


tailing timah. Penanaman dengan tanaman hortikultura dan
tanaman pangan telah berhasil. Sejumlah area digunakan
untuk pemukiman, sementara areal lain dikonversi menjadi
taman rekreasi.
Sekitar 80 % dari tailing timah merupakan sand dan
sisanya slime dan sandy slime. Sand tailing sangat tidak
subur dan tidak cocok untuk budidaya tanaman, berbeda
dengan slime tailing. Hanya sebagian kecil dari lahan tidak
subur tersebut yang dimanfaatkan untuk peternakan,
penanaman sayuran, dan buah. Pembudidayaan itu
contohnya di Pulau Bangka, Belitung dan Singkep. Budidaya
tanaman tersebut dikombinasikan dengan usaha peternakan

PT. Timah mulai melakukan penelitian secara


sistematis dan ilmiah untuk revegetasi lahan pasca
tambang timah pada tahun 1982. Selanjutnya
revegetasi dilakukan dengan menggunakan tanaman
akasia (A. mangium dan A. auriculiformis), gamal dan
sengon dan setelah 6 tahun, A. mangium di lahan
pasca tambang PT. Timah Tbk dikategorikan berhasil.
Sejak tahun 2001, perusahaan ini untuk sementara
menghentikan program reklamasinya karena lahanlahan yang telah direklamasi ditambang kembali secara
illegal oleh masyarakat setempat. Program tersebut
baru dilaksanakan kembali pada tahun 2007 melalui
pencanangan program Green Babel.

Pengaruh dari Reklamasi yang dilakukan bagi PT. Timah adalah :


Pemanfaatan lahan bekas tambang yang digunakan sebagai
wisata agrowisata yang dijadikan tempat wisata masyarakat
sekitar lahan bekas tambang
Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang
pentingnya kegiatan pertambangan bagi masyarakat
Menambah wawasan masyarakat dalam pertambangan
Membantu ekonomi rakyat dengan kegiatan kewirausahaan
Menambah wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya
merawat lingkungan sekitar

Pengaruh dari reklamasi bagi Indonesia adalah :


Menjadi contoh bagi perusahaan tambang lain yang ingin
melakukan reklamasi
Menjadi salah satu sarana penghijauan lahan bekas tambang
Memajukan perekonomian daerah dengan kegiatan wirausaha
Menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
segala bidang khususnya pertambangan
Menjadi salah satu program merawat dan melestarikan
lingkungan alam
Memajukan pariwisata di lahan bekas tambang

BAB 3
Kesimpulan & saran

3.1 kesimpulan
1.Lahan pasca tambang timah merupakan lahan marjinal yang
mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia serta iklim mikro yang jelek,
sehingga untuk memanfaatkannya kembali diperlukan upaya reklamasi
dan revegetasi lahan.
2.Reklamasi lahan pasca tambang timah secara hukum wajib
dilaksanakan oleh perusahaan tambang timah sebagai wujud tanggung
jawabnya untuk memulihkan kembali lahan yang telah mengalami
degradasi akibat operasional tambang.
3.Kegiatan revegetasi lahan tailing timah telah dilakukan dengan
menggunakan spesies asli setempat (native species), spesies pohon
multiguna (multipurpose tree species), dan tanaman budidaya.
4.Sejumlah bidang penelitian mempunyai prospek untuk diteliti lebih
lanjut untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi, baik secara teknis,

saran
Timah merupakan SDA yang tidak dapat diperbaharui, jika
dilakukan pengambilan biji timah secara terus menerus,
nantinya kandungan biji timah di dalam perut bumi akan sangat
cepat habis. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu peraturan yang
tegas terhadap eksploitasi biji timah secara besar-besaran. Perlu
ditanamkan kesadaran kepada masyarakat terutama kepada
para penambang akan pentingnya pembangunan yang
berkelanjutan untuk daerah yang memiliki potensi SDA guna
kelangsungan hidup generasi berikutnya. Jika hal ini ditanamkan
kepada masyarakat, tentunya tidak akan terjadi eksploitasi
besar-besaran dalam pemanfaatan biji timah. Adanya tindakan
tegas di lapangan juga menjadi pengikat bagi masyarakat,
khususnya masyarakat penambang untuk tidak melakukan
kegiatan penambangan secara ilegal (tidak memiliki izin dan
dilakukan di wilayah yang tidak diperbolehkan pemerintah
daerah).

Reklamasi lahan bekas tambang tidak harus menjadi


tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga harus menjadi
tanggung jawab masyarakat terutama pihak yang terlibat
langsung dengan kegiatan penambangan. Pihak pengusaha
hendaknya ikut mendukung pelaksanaan pengembangan
wilayah baik berupa sumbangan pemikiran maupun teknis
operasional di lapangan. Akhirnya untuk semua jenis kebijakankebijakan yang telah ada perlu diterapkan secara konsisten
karena kekonsistenan menjadi tonggak sebuah tujuan dapat
tercapai. Proses untuk mencapai tujuan berjalan dengan lambat
disebabkan karena kegiatan penambangan timah telah
berlangsung sangat lama, sehingga kerusakan yang ditimbulkan
pun bukan lagi kerusakan kecil. Pemerintah daerah telah
memfasilitasi dengan dibuatnya kebijakan-kebijakan yang ada
dan hal ini perlu didukung penuh oleh pihak-pihak lainnya