Anda di halaman 1dari 2

4.1.

Hydrocracking Complex (HCC)


Hydrocracking Complex adalah bagian proses sekunder berlangsung, unit utama dalam
kompleks ini adalah Unit Hydrocracker, dimana dalam unit ini terjadi reaksi perengkahan
dari produk destilasi vakum dengan bantuan gas hidrogen. Gas hidrogen dihasilkan dari
Hydrogen Plant. Hydrocracking Complex terdiri atas beberapa bagian yaitu :

4.1.1.1 High Vacuum Unit (HVU) II - Plant 2


High Vacuum Unit (HVU) II mengambil residu dari CDU IV sebagai umpan. Proses
yang tejadi dalam unit ini kurang lebih sama dengan unit distilasi pada CDU IV hanya
saja karena umpan berupa residu yang memiliki selang titik didih tinggi maka
pemisahan secara distilasi dilakukan pada kondisi vakum untuk menghindari terjadinya
reaksi perengkahan (cracking) selama distilasi berlangsung.
1. Spesifikasi Umpan dan Produk
Kapasitas pengolahan Plant ini berdasarkan desain adalah 81.000 BPSD dengan
umpan make-up yang terdiri 81,5 % long residue dari CDU IV, dengan temperatur
2780C, dan CDU-V, dengan temepatur 1370C. Produk yang dihasilkan dari unit HVU
II ini adalah Light Vacuum Gas Oil (LVGO), Heavy Vacuum Gas Oil (HVGO), Slop
Wax (Parafinic Oil Destillate) dan short residue. LVGO dicampur dengan LGO dan
HGO, produk CDU-IV menghasilkan diesel oil sedangkan HVGO diumpankan pada
unit hydrocracker. Slop Wax diumpankan pada wax plant di kilang Balikpapan I
sedangkan short residue dipakai sebagai bahan bakar (fuel oil) di Kilang
PERTAMINA.
2. Sistem Proses
Long residu yang berasal dari CDU IV dan CDU V dirasakan masih memiliki nilai
ekonomis, oleh karena itu residu dari kedua unit tersebut kembali mengalami proses
pemisahan secara distilasi pada tekanan vakum untuk menghindari terjadinya
perengkahan selama proses pemisahan berlangsung. Umpan yang akan diolah di
HVU II ini terlebih dahulu melalui sistem pemanas awal (preheat menggunakan
steam dan produk bawah HVU II sendiri, lalu setelah itu masuk ke dalam sistem
pemanas di tungku furnace.

Minyak mentah yang akan diolah dimasukkan dalam surge drum untuk mencegah
minyak mentah terangkat ke atas akibat keadaan vakum. Di dalam kolom HVU II
terdapat 3 buah tray dan 2 buah kolom packing untuk proses pemisahan.
Kondisi vakum didalam kolom dipertahankan dengan menggunakan steam ejector
tiga tahap. Bagian atas kolom dihubungkan dengan ejector tahap pertama, kemudian
campuran steam dan uap hidrokarbon yang tidak terkondensasikan, sebagian uap
hidrokarbon yang tidak terkondensasikan terhubung lagi dengan sistem ejector
kedua, campuran steam dan uap hidrokarbon yang belum terkondensasikan ini
dikondensasikan

lagi

dengan

sedangkan

uap

hidrokarbon

yang

belum

terkondensasikan dihubungkan lagi dengan sistem ejector ketiga. Kondensat dari


tiap-tiap ejector dialirkan kedalam suatu drum penampung. Campuran air dan
sebagian minyak dialirkan ke sour water stripper sedangkan gas-gas yang tidak
terkondensasikan dialirkan ke System Flare.
LVGO diambil dari Chimney tray dibawah packing bed pertama, kemudian
didinginkan dan ditampung dalam tangki penyimpanan minyak diesel. HVGO
diambil dari Chimney tray dibawah packing bed kedua. Setelah didinginkan HVGO
dialirkan ke Hydrocracker sebagai umpan segar. Slop wax diambil dari Chimney tray
paling bawah dan dikrim sebagai campuran fuel oil. Sedangkan vacuum
residue/short residue dikeluarkan dari bagian bawah kolom, setelah didinginkan
short residue digunakan untuk campuran fuel oil.