Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN AKTIVITAS


PADA Tn. M DENGAN DIAGNOSA OSTEOMIELITIS
DI RUANG DAHLIA RSUD BATANG
Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa

Maulana Bayu Dewangga

NIM

22020113130092

Mata Kuliah Manajemen Asuhan Keperawatan Dasar


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2015

ASUHAN KEPERAWATAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN AKTIVITAS
PADA Tn. M DENGAN DIAGNOSA OSTEOMIELITIS
I. PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian

: 06 Oktober 2015

Tanggal masuk

: 04 Oktober 2015

Ruangan

: Dahlia

A. IDENTITAS KLIEN
1. Identitas
Nama
Tempat, Tanggal Lahir
Umur
Jenis Kelamin
Status Pernikahan
Agama
Suku
Pekerjaan
Diagnosis medis
No. RM
Penanggung Jawab
Penanggung Jawab
Nama
Tempat, Tanggal Lahir
Umur
Hubungan dengan Klien
Suku
Agama
Alamat
Nomor Telephon

:
: Tn. M
: Batang, 06 April 1965
: 50 tahun
: Laki-laki
: Menikah
: Islam
: Jawa
: Swasta
: Osteomielitis
: 334756
: Istri
: Ny. N
:: 47 tahun
: Istri
: Jawa
: Islam
: Tulis, Batang
:-

B. KELUHAN UTAMA
Klien mengatakan nyeri.
C. RIWAYAT PENYAKIT (KELUHAN) SEKARANG
Saat klien beristirahat dirumah, tiba-tiba klien merasakan lemas, lalu klien datang ke
poli dalam rumah sakit diantar keluarganya untuk periksa pada tanggal 04 Oktober
2015 jam 08.00 WIB dengan keluhan nyeri. Lalu dari poli dalam klien dipindahkan ke
bangsal bedah dahlia. Klien datang dalam keadaan lemas saat masuk rumah sakit.
1

Klien lalu mendapatkan terapi injeksi RL 20 tpm. Pada saat pengkajian klien,
kesadaran klien komposmentis, klien mengatakan nyeri dengan skala 4 pada
ekstremitas bawah sebelah kiri yang mengalami kekakuan dan tidak dapat digerakkan.
D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Klien mengatakan sebelumnya pernah dirawat dengan patah tulang pada ektremitas
bawah sebelah kiri yang sekarang mengalami kekakuan.
E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA (GENOGRAM)
Keluarga klien tidak memiliki riwayat penyakit yang serupa dengan penyakit yang
sedang dimiliki klien. Keluarga klien juga tidak memiliki penyakit turunan ataupun
menular.

Tn. M
Keterangan:
: laki-laki
: Perempuan
: Klien
: Meninggal

F. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR


1. Kebutuhan Aktivitas dan Latihan
Sebelum Masuk Rumah Sakit

: klien dapat melakukan aktivitas tanpa

bantuan, klien dapat beraktivitas dengan nyaman.


Saat Masuk Rumah Sakit
: klien mengatakan dibantu keluarganya

dalam melakukan beberapa hal, dan lebih sering berbaring diatas tempat tidur
2. Kebutuhan Hygiene Integritas Kulit
2

Sebelum Masuk Rumah Sakit

: klien mandi 2 kali sehari, menggosok

gigi 2 kali sehari.


Saat Masuk Rumah Sakit

: klien mandi 1 kali sehari

dan

menggosok gigi 2 kali sehari dan dibantu oleh keluarga.


3. Kebutuhan Istirahat dan Tidur
Sebelum Masuk Rumah Sakit
: Klien mengatakan dapat istirahat dan
tidur dengan nyenyak ketika malam hari, bahkan ketika kondisi badan lelah.

Sebelum sakit klien tidur 8 jam sehari.


Saat Masuk Rumah Sakit
: Klien mengatakan selama sakit tidak
bisa tidur dengan nyenyak karena nyeri yang sedang klien rasakan. Selama di

RS klien tidur 5 jam sehari.


4. Kebutuhan Nutrisi Cairan
Sebelum Masuk Rumah Sakit

: Klien mengatakan makan 3 kali sehari,

pagi, siang dan malam dengan porsi banyak agar klien tidak lemas. Klien
juga mengonsumsi air putih minimal 8 botol perhari agar tubuhnya tidak

lemas.
Saat Masuk Rumah Sakit

: Klien makan 3 kali sehari dengan porsi

setengah, dan terkadang klien menghabiskan makanan yang diberikan walau


sering merasa mual saat makan. Untuk kebutuhan cairan, klien mengatakan
mengkonsumsi air putih seusai makan dan saat klien merasa haus, kebutuhan
cairan klien lebih bergantung pada cairan infuse.
5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum Masuk Rumah Sakit
: klien tidak menggunakan alat bantu

pernafasan.
Saat Masuk Rumah Sakit

pernafasan.
6. Kebutuhan Eliminasi
BAB :
Sebelum Masuk Rumah Sakit

klien

tidak

menggunakan

alat

bantu

: Klien mengatakan BAB 1 kali sehari

dengan konsistensi lunak, bau khas, dan berwarna kuning.


Saat Masuk Rumah Sakit : Klien mengatakan BAB 3 hari sekali dengan

konsistensi keras, bau menyengat, dan berwarna kuning kecoklatan.


BAK
Sebelum Masuk Rumah Sakit
: Klien mengatakan BAK 4 kali sehari
dengan bau khas dan berwarna kuning.
Saat Masuk Rumah Sakit : Klien mengatakan BAK 3 kali sehari dengan

bau obat-obatan dan berwarna kuning pekat.


7. Kebutuhan Persepsi-Sensori, Kognitif
Sebelum sakit
:
3

Klien dan keluarga mengatakan belum begitu tahu tentang penyakitnya saat
ini. Akan tetapi dalam menjalani aktifitasnya klien dapat menyesuaikan

dengan kemampuannya beraktifitas.


Saat sakit
:
Klien dan keluarga mengatakan menjadi banyak tahu tentang penyakitnya
saat ini. Kesadaran klien komposmentis, akan tetapi masih mengalami
kesulitan dalam hal beraktifitas.

P (Prpvoke) : Nyeri saat bergerak


Q (Quality) : Nyeri tertusuk-tusuk
R (Region) : Nyeri pada ekstremitas bawah bagian kiri.
S (Skala) : Nyeri skala 4
T (Time) : Nyeri terus menerus
8. Kebutuhan Termoregulasi
Sebelum Masuk Rumah Sakit

: Klien mengatakan suhu tubuhnya

normal namun saat saat tertentu klien merasakan suhu tubuhnya meningkat.
Saat Masuk Rumah Sakit
: Suhu tubuh klien naik ketika malam

hari dan turun ketika pagi hari.


9. Kebutuhan Konsep Diri
a. Citra Diri
Klien mengatakan memiliki tubuh yang kurang ideal, berat badan tidak ideal
namun memiliki tinggi badan seperti kebanyakan rekan-rekannya. Akan tetapi
klien terlihat percaya diri dengan penampilannya.
b. Identitas diri
Klien mengatakan dirinya seorang laki-laki. Klien mengatakan saat ini dirinya
adalah seorang ayah. Klien mengatakan dirinya adalah Tn. M, umur 50 tahun
dan beragama Islam. Klien mampu menyebutkan nama, umur dan agamanya
dengan benar.
c. Harga diri
Klien merasa dirinya memiliki harga diri tinggi walau klien merasa berbeda
dengan rekan-rekannya. Klien terlihat percaya diri.
d. Peran diri
Klien mengatakan dapat menjalankan perannya sebagai seorang ayah dengan
baik.
e. Ideal diri
Klien mengatakan ingin melakukan aktivitas yang disukai dan menjalani hariharinya dengan santai.
10. Kebutuhan Stress Koping

Sebelum Masuk Rumah Sakit

rekan-rekannya saat mengalami masalah.


Saat Masuk Rumah Sakit
: Klien bercerita kepada keluarga

: klien bercerita dengan keluarga dan

maupun perawat apabila merasa kesakitan dan tidak nyaman.


11. Kebutuhan Seksual Reproduksi
Tidak ada masalah pada seksual reproduksi klien.
12. Kebutuhan Komunikasi Informasi
Sebelum Masuk Rumah Sakit
: klien dapat berkomunikasi dengan baik

dan mampu mendapatkan informasi secara mandiri.


Saat Masuk Rumah Sakit
: klien kurang dapat berkomunikasi

dengan baik, klien banyak mendapatkan informasi dari keluarganya.


13. Kebutuhan Rekreasi Spiritual
Sebelum Masuk Rumah Sakit
: Klien mengatakan selalu shalat 5

waktu, klien mengatakan dirinya beragama islam. Klien berdoa di setiap hari.
Saat Masuk Rumah Sakit
: Klien mengatakan selalu shalat 5 waktu
dan berdoa mengharapkan kesembuhan penyakitnya.

G. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Klien mengeluh nyeri.
2. Kesadaran
Composmentis (E: 4, M:6, V:5) GCS: 15
3. Vital Sign
TD
: 130/90 mmHg
Nadi
: 96 x/ menit teraba dan teratur
Suhu
: 36oC
Respirasi : 18 x/ menit teratur
4. Kepala
Inspeksi
: Bentuk kepala simetris, kulit kepala berkerak, pertumbuhan
rambut merata, rambut lurus namun terlihat kusut.
Palpasi
5. Mata
Inspeksi
Palpasi

Tidak terdapat benjolan, tidak terdapat nyeri tekan.

: Konjungtiva mata anemis dan sklera ikterik, bentuk simetris,


penglihatan jelas.
: Tidak terdapat benjolan ataupun luka, tidak terdapat nyeri
tekan pada daerah mata klien.

6. Hidung
Inspeksi
Palpasi
7. Mulut
Inspeksi

: Hidung bersih, penyebaran warna kulit merata, tidak ada luka


ataupun lesi. Klien dapat membersihkan hidungnya sendiri.
: Tidak terdapat benjolan atau pun nyeri tekan.
: Mukosa mulut lembab, mulut simestri, lidah klien bersih, gigi
bersih, tidak ada sianosis..
5

Palpasi
8. Telinga
Inspeksi

: Tidak ada nyeri tekan.


: Simestri, penyebaran warna kulit merata, tidak terlihat adanya

lesi, bersih tidak ada kotoran di bawahnya.


Palpasi
: Tidak terdapat benjolan.
9. Leher
Inspeksi
: Penyebaran warna kulit merata, tidak ada lesi.
Palpasi
: Tidak ada benjolan pada vena jugularis dan ada nyeri tekan.
10. Dada
Inspeksi
: Bentuk dada simetris, pergerakan dinding dada teratur.
Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan
11. Paru - Paru
Perkusi
: Sonor
Auskultasi
: Vesikular.
12. Jantung
Inspeksi
: ictus cordis tampak di intercosta ke-4
Palpasi
: ictus cordis teraba di intercosta ke 4
Perkusi
: redup
Auskultasi
: si: lub s2: dub.
13. Abdomen
Inspeksi
: Tidak terdapat bekas luka
Auskultasi
: Peristaltik 12x/ menit
Perkusi
: Tympani
Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan
14. Genitalia
Inspeksi
: Klien mengatakan selalu membersihkan area genitalianya.
15. Ekstremitas Atas
Kedua tangan simetris, penyebaran warna kulit merata, terlihat adanya edema
ataupun lesi pada tangan yang diinfus, namun tidak terdapat nyeri tekan.
16. Ekstremitas Bawah
Kedua kaki tidak simetris, terdapat pembesaran pada kaki sebelah kiri, penyebaran
warna kulit merata, terlihat adanya edema pada kaki sebelah kiri, terdapat nyeri
pada kaki sebelah kiri.

H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Data laboratorium tanggal 06 Oktober 2015

No

Jenis

Hasil

pemeriksaan

pemeriksaan

Harga normal

Satuan

Interpretasi

URINE

Tidak
1

Warna

Coklat

Kuning

Normal

Kejernihan

Jernih

Jernih

Normal

pH

4,6-8

Normal

Nitrit

Negatif

Negatif

Normal

Protein

Negatif

Negatif

Normal

Glukosa

POS 1

Negatif

mg/dl

Normal

Bilirubin

Negatif

Negatif

mg/dl

Normal

Ulobilinogen

Negatif

Normal

mg/dl

Normal

Keton

Negatif

Negatif

mg/dl

Normal

BLOOD

NEG

Epitel Squamus

3-5

/LPK

Normal

11

Epitel
12

Transisional

NEG

/LPK

Normal

13

Epitel Kubuit

NEG

/LPK

Normal

14

Leukosit

1-3

<10

/LPB

Normal

15

Eritrosit

0-2

<5

/LPBl

Normal

I. PROGRAM TERAPI
Asering : 20 t/m
Ringer Laktat : 20 t/m
Cefriaxone : 1 x 2 gr.IV perhari
Pantoprazole 3 x 40 mg perhari
Ketorolac 3 x 30 mg perhari

II. ANALISA DATA


NO
1.

HARI/TGL

DATA

Rabu,

FOKUS
Ds ;

07 Oktober
2015

ETIOLOGI

MASALAH

DIAGNOSA

Gangguan

KEPERAWATAN
Gangguan rasa

P (Provoke):

rasa

nyaman

Klien

nyeri

Fraktur

nyaman

nyeri berhubungan

mengatakan

dengan

nyeri

Diskontinuitas

saat Diskontinuitas

bergerak

Tulang

TTD

Tulang

Q (Quality):
Klien
mengatakan
nyeri

Pergeseran

tertusuk-

fragmen

tusuk

tulang

R (Region):
Klien
mengatakan
nyeri pada

Nyeri

ekstremitas
bawah
sebelah kiri
S (Skala):
Nyeri skala 4

T (Time):
Klien
mengatakan
nyeri terus
menerus

Do :
-Klien
tampak
mengerang
-Skala nyeri
4
-Tampak
pembengkak
an

pada

ekstremitas
2.

Rabu,

bawah kiri.
DS :

07 Oktober

-Klien selalu

2015

mengatakan
aktivitas

Fraktur
Diskontinuitas
tulang

klien dibantu

Hambatan

Hambatan

mobilitas fisik

mobilitas

fisik

berhubungan
dengan
kelemahan

oleh keluarga
DO :

Perubahan

- Klien

jaringan

tampak

sekitar

selalu di
bantu oleh
keluarga dan
perawat
dalam
melakukan

Pergeseran
fragmen
tulang
Deformitas

aktivitas
9

- Kekakuan
Gangguan

pada

fungsi

ekstremitas
kiri bawah

Kelemahan
III. PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN
1.

Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas

2.

jaringan pada tulang / fraktur.


Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan

IV. PERENCANAAN KEPERAWATAN


NO
1.

HARI/TGL
Kamis,

DIAGNOSA

TUJUAN

KEPERAWATAN
Gangguan
rasa

08 Oktober

nyaman

nyeri

2015

berhubungan dengan
kontinuitas jaringan
tulang

fraktur.yang ditandai

selama 2x24 jam


di harapkan
gangguan rasa

Ds :
P (Provoke): Klien
nyeri

saat bergerak
Q (Quality): Klien
mengatakan nyeri
tertusuk-tusuk
R (Region): Klien
mengatakan nyeri
pada ekstremitas
bawah sebelah kiri

RASIONAL

- Pertahankan

-Menghilangkan

imobilisasi

nyeri dan

bagian yang

mencegah

sakit dengan

kesalahan posisi

tirah baring,

tulang atau

gips /

jaringan yang

pembidaian

cedera

nyaman nyeri

dengan :

mengatakan

dilakukan
perawatan

terputusnya
pada

Setelah

INTERVENSI

- Meningkatkan

dapat

- Tinggikan

berkurang / atau

dan dukung

teratasi dengan

eksremitas

criteria hasil :

yang terkena

- Klien mampu

- Evaluasi

mengontrol

keluhan nyeri,

- Mempengaruhi

kecemasan

perhatikan

pilihan /

lokasi,

pengawasan

karakteristik

kefektifan

dan intensitas

intervensi

- Klien mampu
mengontrol
nyeri

aliran balik vena,


menurunkan
edema, dan
menuunkan nyeri

nyeri
10

TTD

S (Skala): Nyeri
- Kualitas

skala 4

istirahat dan
T (Time): Klien

tidur adekuat

mengatakan nyeri
- Klien tidak

terus menerus

mengeluh nyeri

Do :
-Klien

tampak

- Lakukan

- Menurunkan

kompres

edema /

dingin 24-48

pembentukan

jam pertama

hematum,

sesuai

menurunkan

keperluan

sensasi nyeri

- skala 0

mengerang

- Kolaborasi

-Skala nyeri 4

pemberian

- - Untuk
menurunkan
nyeri atau

obat analgetik

-Tampak

spasme otot

pembengkakan pada
ekstremitas

bawah

kiri.
2

Kamis,
08 Oktober
2015

Hambatan mobilitas
fisik

berhubungan

dengan kelemahan
yang

ditandai

selalu

mengatakan aktivitas
klien dibantu oleh

gangguan
mobilitas fisik
dapat teratasi
dengan kriteria

keluarga

hasil :

DO :
- Klien tampak

selalu di bantu oleh


keluarga dan perawat
dalam melakukan

lien
meningk
at dalam

aktivitas

aktivitas

- Kekakuan pada
bawah.

perawatan
diharapkan

DS :

ekstremitas

dilakukan
selama 2x24 jam

dengan :
-Klien

Setelah

kiri

fisik
engerti

Hi

onitorin

pertensi

g vital

pertural

sign

adalah

sebelu

masalah

m/sesu

umum

dah

menyertai

latihan

tirah

dan

baring

lihat

lama dan

respon

dapat

pasien

memerluk

saat

an

latihan
K

intervensi

aji

khusus
Pa

derajat

sien

imobilit

mungkin

as yang

dibatasi
11

tujuan

dihasilk

oleh

dari

an oleh

pandangan

peningka

cedera

diri /

tan

persepsi

mobilitas
M

diri
tentang

emverbal
- Berikan

isasikan

papan

perasaan

kaki,

dalam

bebat

meningk

pergela

atkan

ngan

kekuatan
dan
kemamp
uan
berpinda
h
-

emperag
akan
penggun
aan alat
bantu
mobilisa
si
(walker)

keterbatas
an fisik
aktual,
memerluk
an
informasi

Be

- Berikan /

rguna

bantu

untuk

mobilisasi

memperta

dengan kursi

hankan

roda, kruk,

posisi

tongkat,

fungsional

sesegera

eksremitas

mungkin,

tangan /

intruksikan

kaki,

keamanan

mencegah

dalam

kontraktur

menggunakan
alat mobilisasi

obilisasi
dini
menurunk
an
komplikas
i tirah
12

baring,
meningkat
kan
penyembu
han dan
normalisas
i fungsi
organ
Hipertensi
pertural
adalah
masalah
umum
menyertai
tirah
baring
lama dan
dapat
memerluk
an
intervensi
khusus

13

V.

NO
1

IMPLEMENTASI

Hari,
Tgl
Kamis,08
Oktober

NO
DX

IMPLEMENTASI

RESPON
TTD

-mengevaluasi
1

2015
15.00
WIB

keluhan nyeri

S: Nyeri p[ada eksremitas bawah

lokasi,karakteristik dan

sebelah kiri (tibia-fibula) Nyeri

intensitasnya

nyilu skala 4
O: Klien terlihat lemas

17.30

1,2

17.45

Mengukur TD pasien

Memberikan

posisi

yang

nyaman kepada klien

S : TD : 150/90 mmHg

S : Klien mengatakan bersedia


untuk mengubah ke posisi yang
nyaman
O :Klien terlihat kooperatif

berbaring di tempat

Mempertahankan mobilisasi
2

S: Nyeri berkurang
O : Klien telihat lemas, dan
tidurnya.

bagian yang sakit dengan


tirah baring dan spalk

-meninggikan dan
mendukung ekstrimitas yang
terkena

S: Nyeri berkurang tapi

masih edema
O : Klien terlihat menahan
kesakitan.

14

Pukul
18.00

WIB

Pukul

Mengkolaborasikan

:Klien

bersedia

untuk

pemberian obat analgetik

diberikan obat melalui injeksi

sesuai indikasi yaitu:keterolac

intravena
O:klien terlihat kooperatif

membantu mobilisasi S: Klien mengatakan mengerti

19.30

dengan kruk dan

apa yang diminta perawat dan

WIB

mengintruksikan keamanan

akan melakukannya klien


O:Klien terlihat kooperatif

dalam menggunakan alat


mobilitas
2.

Jumat,09
Oktober

S: Nyeri p[ada eksremitas bawah

2015
09.00

sebelah kiri (tibia-fibula) Nyeri

-mengevaluasi

nyilu skala 3

keluhan nyeri

WIB

O: Klien terlihat lemas

lokasi,karakteristik dan
intensitasnya
11.30

1,2

11.45

Mengukur TD pasien

Memberikan

posisi

yang

nyaman kepada klien

S : TD : 130/80 mmHg

S : Klien mengatakan bersedia


untuk mengubah ke posisi yang
nyaman
O :Klien terlihat kooperatif

S: Nyeri berkurang
O : Klien telihat lemas, dan
berbaring di tempat

Mempertahankan mobilisasi

tidurnya.

bagian yang sakit dengan


tirah baring dan spalk

-meninggikan dan
mendukung ekstrimitas yang

S: Nyeri berkurang tapi

masih edema
O : Klien terlihat menahan
kesakitan.
15

terkena

Pukul
12.00

WIB

Pukul

Mengkolaborasikan

:Klien

untuk

bersedia

pemberian obat analgetik

diberikan obat melalui injeksi

sesuai indikasi yaitu:keterolac

intravena
O:klien terlihat kooperatif

membantu mobilisasi S: Klien mengatakan mengerti

13.30

dengan kruk dan

apa yang diminta perawat dan

WIB

mengintruksikan keamanan

akan melakukannya klien


O:Klien terlihat kooperatif

dalam menggunakan alat


mobilitas

VI.

EVALUASI
NO

HARI,
TGL

Jumat, 09

NO

EVALUASI

TTD

DX
1
S

Oktober

Klien

mengatakan

nyerinya

sudah

berkurang

2015
O : skala nyeri:4
klien masih tampak lemah

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
2
S : Keluarga klien mengatakan aktivitas klien masih dibantu oleh

16

keluarga

O : Klien masih tampak dibantu oleh keluarga dalam beraktivitas

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan intervensi
2

Sabtu, 10

1
S

Oktober

Klien

mengatakan

nyerinya

sudah

berkurang

2015
O : skala nyeri:3
klien masih tampak lemah

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
2
S : Keluarga klien mengatakan aktivitas klien sudah bisa dijalankan
secara mandiri

O : Klien masih sudah tidak dibantu oleh keluarga dalam beraktivitas

A : Masalah teratasi

17

P:-

18