Anda di halaman 1dari 83

TUGAS

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM MESIN LISTRIK I

DOSEN :
Ainur Rofiq Nansur, ST. MT.
OLEH :
Aditia Rangganata Prajono
1310141018
2 D4 Elektro Industri A

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA


2015

TUGAS
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM MESIN LISTRIK I

DOSEN :
Ainur Rofiq Nansur, ST. MT.
OLEH :
2 D4 Elektro Industri A

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA


2015

PERCOBAAN 1
MENETUKAN POLARITAS TRANSFORMATOR SATU FASA

A. TUJUAN
- Untuk memahami fungsi polaritas transformator 1 fasa
- Mengerti tentang faktor penjumlahan dan pengurangan pada polaritas trafo
- Mampu memahami cara menentukan polaritas tranformator 1 fasa
- Mengetahui metode cara menentukan polaritasa transformator 1 fasa
B. DASAR TEORI
Masing maing ujung primer dari suato transformator satu fasa polaritasnya selalu
bergantian pada waktu bekerja. Hal ini sama juga terjadi pada kumparan
sekunderpolaritas perlu diketahui untuk mengetahui sambungan pada trafo . polaritas dari
suatu trafo ditentukan oleh arah lilitannya . dalam trafo terdapat 2 kemungkinan
polaritasnya yaitu saling menjumlahkan dan saling mengurangkan. Pada dua
kemungkinan tersebut terjadi karena adanya perbedaan antara V1 dan V yang terdapat
pada rangkaian. Pada rangkaian terebut bsa dikatakan bahwa polaritas trafo saling
mengurangi karena V<V1 sebaliknya pada trafo akan aling menjumlahkan karena V>V1
pada gambar berikut dapat dilihat bahwa
1. Kumparan primer merupakan beban bagi sumber dan mengambil arus dari terminal
sisi input dan kembali ke sisi neutral
2. Kumparan skunder dapat bertindak sebagai sumber dan memberikan arus pada beban
dan sisi output trafo mengalirkan dari fasanya dan kembali ke saluran nol

C. PERALATAN
1. Auto trafo
2. Volt meter AC (range 150)
3. Volt meter AC (range 300)
4. Volt meter AC (range 750)
5. Trafo rating 1000VA
6. Kabel konektor
D. RANGKAIAN PRCOBAAN

E. LANGKAH PERCOBAAN
Rangkaian Percobaan 1a

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Menyiapkan peralatan yang diuji, alat ukur dan kabel


Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan percobaan 1a
Pastikan bahwa sumber AC 220 volt dalam keadaan siap digunakan
Pastikan bahwa ketika buah alat ukur voltmeter digunakan pada range yang sesuai
dengan yang diukur
Melapor kepada dosen pengampu praktikum untuk mengecek rangkaian yang telah
dirangkai
Setelah dosen pengampu praktikum lakukan percobaan step by step seperti yang
ditunjukkan dalam table percobaan dan penunjukkan alat ukur voltmeter
Catat hasil pegukuran voltmeter dan hasil percobaan dimasuk kedalam table yang sudah
disediakan
Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut dan lanjutkan
percobaan 1 b
Pastikan bahwa sumber AC 220 volt dalam keadaan off (mati)

Rangkaian Percobaan 1b

1.
2.
3.
4.

Menyiapkan peralatan yang diuji, alat ukur dan kabel


Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan percobaan 1b
Pastikan bahwa sumber AC 220 volt dalam keadaan siap digunakan
Pastikan bahwa ketika buah alat ukur voltmeter digunakan pada range yang sesuai
dengan yang diukur
5. Melapor kepada dosen pengampu praktikum untuk mengecek rangkaian yang telah
dirangkai
6. Setelah dosen pengampu praktikum lakukan percobaan step by step seperti yang
ditunjukkan dalam table percobaan dan penunjukkan alat ukur voltmeter
7. Catat hasil pegukuran voltmeter dan hasil percobaan dimasuk kedalam table yang sudah
disediakan
8. Percobaan selesai dan pastikan bahwa sumber AC 220 volt dalam keadaan off (mati)
9. Lepas rangkaian percobaan 1 b
10. Semua peralatan yang diuji, alat ukur dan kabel yang digunakan dikembalikan ketempat
asalnya
11. Buat laporan sementara dan minta tanda tangan ke Dosen Pengampu Praktikum
12. Praktikum selesai
F. FOTO RANGKAIAN
Gambar Percobaan 1

Gambar Percobaan 2

G. DATA PERCOBAAN
Data Pecobaan 1
No
.
1.
2.
3.
4.
5.

V1 (Volt)

V2 (Volt)

V3 (Volt)

Keterangan

180
190
200
210
220

84
90
94
98
102

180
190
200
210
220

0.467
0.473
0.47
0.467
0.464

Pengurangan
Pengurangan
Pengurangan
Pengurangan
Pengurangan

V1 (Volt)

V2 (Volt)

V3 (Volt)

Keterangan

180
190
200
210
220

84
90
92
98
102

270
280
295
310
320

0.467
0.473
0.46
0.467
0.464

Penjumlahan
Penjumlahan
Penjumlahan
Penjumlahan
Penjumlahan

Data Pecobaan 2
No
.
1.
2.
3.
4.
5.

H. ANALISA PERHITUNGAN
Percobaan 1a :
1. V3 teori = V1 V2 = 180 84= 96 Volt
V 3 teori V 3 praktek
x 100
% error =
V 3 teori

|96 96 180|x 100 =87,5

a=

V 2 84
=
=0.46
V 1 180

2. V3 teori = V1 V2 = 190 90 = 100Volt


V 3 teori V 3 praktek
100 190

x 100 =90
x 100
% error =
100
V 3 teori

a=

V 2 90
=
=0.47
V 1 190

3. V3 teori = V1 V2 = 200 94 = 106 Volt


V 3 teori V 3 praktek
106 200

x 100 =88
x 100
% error =
106
V 3 teori

a=

V 2 94
=
=0.47
V 1 200

4. V3 teori = V1 V2 = 210 98 = 112 Volt


V 3 teori V 3 praktek
112210

x 100 =87,5
x 100
% error =
112
V 3 teori

a=

V 2 98
=
=0.467
V 1 210

5. V3 teori = V1 V2 = 220 102 = 118 Volt


V 3 teori V 3 praktek
118 220

x 100 =86,4
x 100
% error =
118
V 3 teori

a=

V 2 102
=
=0.464
V 1 220

Percobaan 1b :
1. V3 teori = V1 + V2 = 180 + 84 = 264 Volt
V 3 teori V 3 praktek
264 270

x 100 =2,72
x 100
% error =
264
V 3 teori

a=

V 2 84
=
=0.467
V 1 180

2. V3 teori = V1 + V2 = 190 + 90 = 280 Volt


V 3 teori V 3 praktek
280 280

x 100 =0
x 100
% error =
280
V 3 teori

a=

V 2 90
=
=0.473
V 1 190

3. V3 teori = V1 + V2 = 200 + 92 = 292 Volt


V 3 teori V 3 praktek
292 295

x 100 =1,02
x 100
% error =
292
V 3 teori

a=

V 2 92
=
=0.46
V 1 200

4. V3 teori = V1 + V2 = 210 + 98= 308 Volt


V 3 teori V 3 praktek
308 310

x 100 =0.64
x 100
% error =
308
V 3 teori

a=

V 2 98
=
=0.467
V 1 210

5. V3 teori = V1 + V2 = 220 + 102 = 322 Volt


V 3 teori V 3 praktek
322 320

x 100 =0.62
x 100
% error =
322
V 3 teori

a=

V 2 102
=
=0.464
V 1 220

I. ANALISA DATA
Pada percobaan kali ini dilakukan untuk mengetahui hubungan trafo dan menentukan
polaritasnya. Dimana pada sisi primer kumparan trafo dipasang volt meter 1, pada sisi
kumparan kunder dipasang volt meter 2 dan pada sisi fasa antara kumparan primer dan
skunder dipasang voltmeter 3.
Pada percobaan yang pertama voltmeter 3 dipasang pada sisi fasa antara kumparan
primer dan kumparan skunder. Dan pada sisi 0 antara kumparan primer dan kumparan
skunder di short.

Maka bila dianalisa V3 akan mengukur tegangan antar fasa yang ada di trafo yaitu
200V dan 100V. Sedangkan sisi netralnya di short ini berarti sama dengan analogi batrai
kalo dipasang terbalik dan diukur menggunakan voltmeter, maka nilai dari pembacaannya
merypakan selisih antara kedua baterai seperti berikut

Maka hasil pembacaan dari V3 mrupakan selisih antara V1 dan V2, karena nilai V1 lebih
besar dari V2 maka V3=V1-V2. Dengan artian bahwa V3 disini mengukur selisih tegangan
antara input dan output, karna fasa antara input dan output dirangkai seri dan sisi netral input
bertemu dengan sisi netral output.
Sebaliknya pada percobaan yang kedua voltmeter 3 dipasang pada sisi fasa
kumparan primer 200V dan sisi netral 0 kumparan skunder. Dan pada sisi 0 pada kumparan
primer dihubungkan dengan sisi fasa 100V kumparan skunder.

Maka bila dianalisa V3 akan mengukur tegangan yang ada di trafo yaitu 200V pada
kumparan primer dan 0V pada kumparan sekunder. Sedangkan sisi 0V dari kumparan primer
dihubungkan dengan sisi 100V pada kumparan kunder. Ini berarti sama dengan analogi 2
batrai kalo dipasang seri dan diukur menggunakan voltmeter, maka nilai dari pembacaannya
merypakan penjumlahan antara kedua baterai seperti berikut

Maka hasil pembacaan dari V3 mrupakan penjumlahan antara V1 dan V2,


V3=V1+V2. Dengan artian bahwa V3 disini mengukur jumlah tegangan antara input dan
output, karna fasa input dihubungakn dengan netral pada sisi output sedangkan netral pada
sisi input dihubungkan dengan fasa pada sisi output.
J. KESIMPULAN
1. Penghubungan antara fasa trafo dengan fasa trafo dan netral trafo dengan netral trafo
mengakibatkan pengurangan tegangan pada V3 atau V3=V1-V2
2. Penghubungan antara fasa trafo dengan netral trafo mengakibatkan penambahan
tegangan pada V3 atau V3=V1+V2

FOTO KELOMPOK

PERCOBAAN 2
PENGUJIAN RESISTANSI DAN INDUKTANSI TRANSFORMATOR

A. TUJUAN
- Mahasiswa memahami cara menguji resistansi belitan primer dan sekunder
transformator
- Mahasiswa memahami cara menguji reaktansi belitan primer dan sekunder
transformator
- Mahasiswa mampu menghitung nilai parameter parameter rangkaian ekivalen
transformator
B. DASAR TEORI
Untuk mengetahui besarnya tahanan pada belitan primer dan tahanan belitan
skunder dengan cara memberikan tegangan dc pada transformator dan dipasang ampere
meter dc penunjukan ampere meter dan voltmeter dc akan diperoleh dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut.
R belitan = Vdc / I dc
Sedangkan untuk mendapatkan nilai induktor belitan primer dan skunder di ukur langung
menggunakan LCR meter. Setelah mendapatkan nilai induktor di hitung nilai reaktansi
dengan peramaan sebagai berikut.
X = 6,28 f L
Sedangakn besarnya impedansi isi primer dan sisi skunder ditunjukkan pada persamaa
berikut.
Z1= R1 + jX1
Z2= R2 + jX2

C. PERALATAN
Peralatan yang digunakan
- Power supply dc
- Ampere meter dc
- Voltmeter dc
- Kabel / konektor
- LCR meter

D. RANGKAIAN PERCOBAAN

E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan peralatan siap untuk
dipakai
2. Pastikan sumber listrik dalam keadaan off
3. Rangkailah sesuai dengan yang ada pada gambar yaitu pada sisi primer
4. Kalau sudah laporkan ke dosen pengampu praktikum untuk dilakukan pengecekan
5. Jika sudah benar maka masukan teker power supply ke jala jala PLN
6. Naikan tegangan dc sampai 1 V kemudian catat bear arus yang terbaca pada ampere
meter dan catat pada tabel
7. Ulangi dengan tegangan dc 2 v, 3 v , 3,5 v dan 4 v kemudian masukan pada tabel
percobaan
8. Ulangi langkah 6 untuk belitan sisi skunder
9. Praktikum telah selesai maka off kan switch dc power supply
10. Lakukan pengukuran besar induktansi diri dengan LCR meter pada belitan primer dan
skunder dan catat hasil pada tabel percobaan
F. FOTO RANGKAIAN
Pengukuran Pada Belitan Primer

Pengukuran Pada Belitan Sekunder

Pengukuran dengan LCR Meter

G. DATA PERCOBAAN
Mengukur resistansi pada kumparan Primer 0-200 V
A. Perhitungan Resistansi
R belitan = Vdc / Idc
Vdc (V)

Idc (A)

R=Vdc/Idc

1
2

1,04
1,04

1/1,04=0,96
2/1,04=1,92

1,03

3/1,03=2,91

1,03

4/1,03=3,88

1,03

5/1,03=4,85

B. Perhitungan Reaktansi
X= 2fL
L= 302 mH
f=50 Hz maka :
X= 2fL
= 2 x 50 x 302 x 10-3
= 94,88
C. Perhitungan Impedansi
Z1=R1+jX1

= 0,96 + j94,88
Z1=R1+jX1

= 1,92+ j94,88
Z1=R1+jX1

= 2,91+ j94,88
Z1=R1+jX1

= 3,88+ j94,88
Z1=R1+jX1

= 4,85+ j94,88
Mengukur resistansi pada kumparan Sekunder
a. Perhitungan Resistansi
R belitan = Vdc / Idc
Vdc (V)

Idc (A)

R=Vdc/Idc

1,04

1/1,04 = 0,96

1,02

2/1,02 = 1,96

1,02

3/1,02 = 2,94

1,02

4/1,02 = 3,92

1,02

5/1,02 = 4,9

a. Perhitungan Reaktansi
X= 2fL
L= 81 mH
f=50 Hz maka :
X= 2fL
= 2 x 50 x 81 x 10-3
= 25,45
b. Perhitungan Impedansi
Z1=R1+jX1

= 0,96+ j25,45
Z1=R1+jX1

= 1,96+ j25,45
Z1=R1+jX1

= 2,94+ j25,45
Z1=R1+jX1

= 3,92+ j25,45
Z1=R1+jX1

= 4,9+ j25,45
Mengukur induktansi pada kumparan
Belitan
Primer
Sekunder

f (Hz)
50 Hz
50 Hz

L (mH)
302
81

XL()
94,88
25,45

H. ANALISA DATA
Pada praktikum kali ini dilakukan untuk mengukur nila resistansi dan induktansi pada
kedua kumparan pada trafo yaitu kumparan primer dan kumparan skunder. Dimana secara
teori bahwa di dalam kumparan trafo hanya berupa lilitan sehingga hanya berupa induktansi
namun apabila diperhatikan di dalam setiap lilitan apapun pasti memiliki nilai reistansi pula
dan hal inilah yang dimiliki oleh lilitan pada trafo baik pada lilitan primer maupun skunder.
Sehingga rangkaian ekivalen dari sebuah trafo adalah berupa resistansi dan nduktansi yang
diseri satu sama lain.

Rangkaian Ekivalen Trafo

Untuk mengukur nilai resistansi pada kumparan maka perlu dilakukan dengan mesupply
kumparan dengan tegangan DC dan memasang amper meter. Sehingga nilai resistansi dari
kumparan akan diketahui yaitu melalui rumus R=V/I. Disini supply menggunakan Vdc karena
bila di supply dengan Vdc maka induktansi akan tetap menjadi induktani dan resistansi akan
tetap menjadi resistansi sehingga arus yang mengalir pada kumparan merupakan murni arus
karena dibebani dengan resistansi pada kumparan trafo, karna induktor disini hanya berfungsi
untuk melewatkan arus saja tanpa membebani rangkaian.
Lain kalo disupply dengan Vac maka induktor akan berubah menjadi reaktansi induktif
sehingga arus yang diukur bukan karena dibebani oleh resistor murni namun karna dibebani
oleh resistansi ditambah dengan reaktansi induktif. Atau bisa ditulis dengan I=Vac / R+JXc.
Itulah mengapa dalam praktikum ini untuk mengukur resistansi kumparan harus disupply
dengan sumber dc bukan sumber ac.
Sedangkan untuk mengukur induktansi pada praktikum kali ini menggunakan LCR
meter.Dari hasil percobaan ini, bisa dilihat bahwa besar nilai resitansi dan induktansi pada
kumparan primer lebih besar dibanding dengan kumparan sekunder. Ini terjadi karena lilitan
pada kumpran primer lebih banyak dari pada lilitan pada kumparan skunder hal ini bisa dilihat
dari besar tegangan input yang lebih besar yaitu 0-200 V dibanding tegangan pada output
yaitu 0-100 V. Perbandingan ini bisa dilihat dari angka transformasi pada trafo yaitu
a=

N1 V1 I2
=
=
N2 V2 I1

I. KESIMPULAN
1. Terdapat resistansi dan induktansi pada kumparan trafo
2. Kumparan yang memiliki jumlah lilitan (N) paling banyak memiliki nilai induktansi yang
lebih besar dibandingkan dengan kumparan yang memiliki jumlah lilitan (N) kecil

FOTO KELOMPOK

PERCOBAAN 3A
PENGUJIAN HUBUNG SINGKAT TRANSFORMATOR SATU PHASA

A. TUJUAN
- Untuk memahami cara pengujian tes hubung singkat transformator satu phasa
- Untuk mengetahui besarnya rugi tembaga transformator satu phasa
- Mampu mengetahui cara menentukan parameter-parameter hubung singkat
transformator satu phasa
- Mengetahui metode pengukuran rugi tembaga transformator satu phasa
B. DASAR TEORI
Prinsip Kerja Trafo satu fasa
Apabila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan (sumber), maka akan
mengalir arus bolak balik I1 pada kumparan tersebut. Oleh karena kumparan
menpunyai inti, arus I1, menimbulkan fluks magnet yang juga berubah ubah,
pada intinya.Akibat adanya fluks magnet yang berubah ubah, pada kumparan
primer akan timbul GGL induksi ep.
Untuk mencari GGL yang dibangkitkan maka persamaan yang digunakan:

flux maksimum dalam besaran maxwell dan flux maksimum dalam weber,
hubungannya akan mengikuti persamaan berikut,
Dimana :
Bm

= kerapatan flux max

= Luas penampang dari inti (m2)

Short Circuit (Arus hubungan Singkat) Transformator


Short Circuit (Arus hubungan Singkat) Pada Transformator - Besarnya
Arus hubungan singkat (Short Circuit Current) pada sebuah jaringan listrik
dipengaruhi oleh jenis peralatan listik yang dipasang pada jaringan tersebut,
seperti : generator, transformator, motor dan lain-lain. Untuk menetukan besarnya
arus hubungan singkat (short circuit current) pada sebuah transformator, terlebih
dahulu kita harus mengetahui besarnya tegangan terminal pada saat short circuit
tersebut timbul.
Uji Hubung Singkat
Hubung singkat berarti impedansi beban ZL diperkecil menjadi nol.
Sehingga hanya impedansi Zek = Rek + jXek yang membatasi arus. Karena harga
Rek dan Xek yang relatif kecil maka harus dijaga agar tegangan masuk (VHS)
cukup sehingga arus yang dihasilkan tidak melebihi arus nominal. Harga Io akan
relatif kecil bila dibandingkan dengan arus nominal sehingga pengukurannya
dapat diabaikan.
Rangkaian pengganti :

Gambar Rangkaian ekuivalen transformator


Oleh karenanya, tegangan yang didapat merupakan tegangan di Zeq. Dapat
dijelaskan melalui rangkaian saat hubung singkat sebagai berikut :

Gambar Rangkaian percobaan hubung singkat


Pada pengujian hubung singkat transformator ini, medan magnet yang
terbentuk karena adanya induksi eletromagnet dari lilitan pada transformator, akan
berubah menjadi medan listrik. Perubahan ini memerlukan faktor transformasi.
Karena faktor transformasi tersebut rangkaian pengganti dapat digabungkan
sebagai berikut :

Gambar Rangkaian engganti hubung singkat


Pertama-tama kita hitung terlebih dahulu Zeq dan PF.
Zeq = Vsc / Isc
PF = cos = Psc / (Vsc . Isc)
Dimana,
Zeq = Req + j Xeq
= Zeq cos + j Zeq sin
Sehingga didapat,
Req = Zeq cos
Xeq = Zeq sin

Perlu diperhatikan bahwa pada pengujian ini, harus benar-benar diperhatikan


batas arus yang mengalir pada rangkaian tidak boleh melebihi arus nominalnya.
Oleh karena yang membatasi arus hanya impedansi yang ada pada transformator itu
sendiri, maka tegangan sumber yang diberikan pada rangkaian primer harus kecil
dan sering disebut dengan tegangan hubung sibgkat atau tegangan hubung
langsung. Pada umunnya tegangan sumber disupply dari auto transformator
sehingga besarnya tegangan supply ke transformator yang diuji dapat diatur. Dalam
pengujian hubung singkat ini pada umumnya yang dihubung singkat adalah sisi
tegangan rendah sedangkan sisi tegangan tingginya
dihubungkan dengan sumber. Dari pengujian ini akan didapatkan :

C. PERALATAN
No.

Nama Alat

Jumlah (Unit)

1.

Auto transformator

2.

Trafo daya rating 1000 VA

3.

Ampermeter AC (range 5 V)

4.

Voltmeter AC (range 15 V)

5.

Wattmeter

6.

Kabel-kabel konektor

D. RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar Rangkaian hubung singkat


Diagram Vektor test hubung singkat

Vsc=Isc . Z sc

Isc . Xsc

0 sc
Isc . Rsc

Gambar Rangkaian percobaan tetshubung singkat transformator satu phasa


E. LANGKAH PERCOBAAN :
a. Sebelum melakukan praktikum lihat alat dan bahan yang akan digunakan dalam
praktikum
b. Persiapkan alat yang di gunakan yang sesuai dengan apa yang akan di butuhkan
c. Lakukan percobaan dengan merangkai sesuai rangkaian percobaan yang ada di atas dan
cek kembali rangkaian yang sudah terpasang
d. Beri tegangan sumber pada rangkaian yang sudah terpasang mulai dan atur arus sampai
menuju 1A , 2A ,3A, 4A, 5A
e. Baca tegangan yang terukur pada V1 dan daya yang terukur pada W1 kemudian catat
pada tabel yang ada
f. Buat analisa perhitungan dan analalisa percobaan serta kesimpulannya
F. FOTO RANGKAIAN
Test hubung singkat primer

Test hubung singkat sekunder

PERCOBAAN 3B
PENGUJIAN TEST BEBAN NOL TRANSFORMATOR 1 PHASA

A.
-

TUJUAN
Untuk memahami cara pengujian tes beban nol transformator satu phasa
Untuk mengetahui besarnya rugi inti besi transformator satu phasa
Mampu mengetahui cara menentukan parameter-parameter beban nol transformator satu
phasa
Mengetahui metode pengukuran rugi inti besi transformator satu phasa

B. DASAR TEORI
Transformator adalah alat yang digenakan untuk memindahkanenergi listrik arus
bolak balik dari satu rangkaian ke rangkaian yang lain dengan prinsip kopel magnetik.
Tegangan yang dihasilkan dapat lebih besar atau lebih kecil dengan frekuensi yang sama.
1. Prinsip Induksi.
Hukum utama dalam transformator adalah hukum induksi faraday. Menurut hukum
ini suatu gaya listrik melalui garis lengkung yang tertutup, adalah berbanding lurus dengan
perubahan persatuan waktu dari pada arus induksi atau flux yang dilingkari oleh garis
lengkung itu (Lihat gambar 1.1 Dan 2.2)

Gambar Arus magnitisasisecara grafis tanpa memperhitungkan rugi-rugi besi

Gambar Arus magnitisasi secara grafis dengan memperhitungkan rugi-rugi besi.


Selain hukum Faraday, transformator menggunakan hukum Lorenz seperti terlihat
pada gambar 3.3. berikut ini :

Gambar Hukum Lorenz


Dasar dari teori transformator adalah sebagai berikut :
Apabila ada arus listrik bolakbalik yang mengalir mengelilingi suatu inti besi maka inti
besi itu akan berubah menjadi magnit (seperti gambar 3.4.) dan apabila magnit tersebut
dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung belitan tersebut akan terjadi beda
tegangan mengelilingi magnit, maka akan timbul gaya gerak listrik (GGL).

Gambar Prinsip Dasar dari Transformator


Dari prinsip induksi elektromangetik yang didapatkan tersebut maka dapat dituliskan
suatu perbandingan transformasi, bahwa nilai tegangan yang dikeluarkan tergantung dari
jumlah belitan yang berada diteras transformator. Perbandingan transformasi dapat
disimbolkan sebagai A dengan persamaan sebagai berikut ;
A = Perbandingan Transformasi
Np = Kumparan Primer
Ns = Kumparan Sekunder
E1= GGL Primer (V)
E2= GGL Sekunder (V)
I1= Arus Kumparan Primer (A)
I2= Arus Kumparan Sekunder (A)
Jika A < 1 maka transfomator tersebut jenis step up dan A > 1 maka transformator jenis
step down
4. Pengujian Transformator
a. Pengujian Transformator Tanpa Beban
b. Pengujian Transformator hubung singkat
c. Pengujian polaritas Transformator
d. Pengujian Transformator Tanpa Beban
Pada saat sisi sekuder dari transformator tidak diberi beban (Gambar 1.6), tegangan
sisi primer hanya akan mengalirkan arus pada rangkaian primer yang terdiri dari impedansi
bocor primer Z1 = R1 + JX1 Karena umumnya Z1 jauh lebih kecil dari Zm , maka Z1 biasa
diabaikan tanpa menimbulkan suatu kesalahan yang berarti, rangkaian ekuivalennya
(Gambar 1.7).
Pada umumnya percobaan beban nol dilakukan dengan alat ukur diletakkan di sisi
tegangan rendah dengan besarnya tegangan yang diberikan sama dengan tegangan
nominalnya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :
-

Bekerja pada sisi tegangan tinggi lebih berbahaya ;


Alat-lat ukur tegangan rendah lebih mudah didapat.
Dari hasil penunjukkan alat alat ukur didapat nilai sebagai berikut :
Cos = P / V. I

Iw = I . cos
Im = I sin
Xm =V/ Im
Rw = V / Iw
Z= Rw //Xm
I = Iw+jlm = Iw + Im

Maka diagram vector beban nolnya dapat dilukiskan sebagai berikut

C. PERALATAN
No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Alat
Auto transformator
Trafo daya rating 1000 VA
Ampermeter AC (range 5 V)
Voltmeter AC (range 15 V)
Wattmeter
Kabel-kabel konektor

Jumlah (Unit)
1
1
2
2
1
1

D. RANGKAIAN PERCOBAAN

E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Sebelum melakukan praktikum lihat alat dan bahan yang akan digunakan dalam
praktikum
2. Persiapkan alat yang di gunakan yang sesuai dengan apa yang akan di butuhkan
3. Lakukan percobaan dengan merangkai sesuai rangkaian percobaan yang ada di atas dan
cek kembali rangkaian yang sudah terpasang
4. Beri tegangan sumber pada rangkaian yang sudah terpasang mulai dari 180V-220V
dengan step 10V
5. Baca arus yang terukur pada I1 dan daya yang terukur pada W1 kemudian catat pada tabel
yang ada
6. Buat analisa perhitungan dan analalisa percobaan serta kesimpulannya

F. FOTO RANGKAIAN

G. DATA PERCOBAAN

a. Test beban nol


V (Volt)

I (A)

Po (Watt)

180

0,05

10

190

0,05

12

200

0,05

12

210

0,1

13

220

0,15

14

b. Test hubung singkat


Isc (A)

Vsc (V)

Po (Watt)

4,5

7,5

30

6,6

25,5

15

3,1

10

1,5

H. ANALISA PERHITUNGAN

Rangkaian pengganti trafo beban nol dan hubung singkat


0,15

3442,2

2658,4

1,8

I. ANALISA DATA
Pada percobaan pertama yaitu tes beban nol digunakan untuk mengetahui arus
bocor yang ada pada sisi primer. Hal ini membuktikan bahwa adanya rugi rugi pada saat
beban nol. Penyebab dari hal ini adalah karna rugi inti besi dari trafo yang digunakan.
Setiap trafo memiliki rugi inti bei yang berbeda. Adapun di dalam rugi inti besi ini dibagi
menjadi rugi arus eddy dan rugi histerisis. Dari percobaan test beban nol inilah nantinya
akan didapatkan beberapa parameter seperti cos phi saat beban nol, reaktansi Xm,
resistansi Rw, impedansi total Zo. Secara teori saat beban nol ini trafo ini seakan akan
memiliki resistansi dan reaktansi yang diparalel satu sama lain dan diparalel dengan
kumparan primer. Hal inilah yang menyebabkan adanya arus bocor saat beban nol pada
kumparan primer, dengan adanya arus ini maka akan muncul rugi rugi tegangan pada inti
besi. Besar rugi rugi tegangan ini dipengaruhi oleh besarnya arus dan tegangan trafo yang
secara otomatis nilainya bisa berubah-ubah. Inilah gambar rangkaian ekivalen trafo saat
beban nol

Pada percobaan kedua yaitu test hubung singkat dilakukan untuk mengetahui rugi
rugi tembaga total. Rugi tembaga total dibagi menjadi rugi tembaga primer dan rugi
tembaga skunder. Rugi tembaga ini diakibatkan adanya impedansi pada belitan tmbaga
baik resistansi maupun reaktani induktif. Dimana pada test ini dilakukukan dengan
menghubung singkat dengan isi skunder trafo. Hal yang perlu diperhatikan dari test ini
adalah arus nominal maksimum, pada saat test ini arus yang terbaca pada sisi primer trafo
tidak boleh melebihi dari arus nominal trafo, besar aru nominal trafo bisa dihitung
menggunakan rumus I=S/V.
Rating trafo yang digunakan pada percobaan ini adalah sebear 1000 VA dan
tegangan input 200 V sehingga besar arus nominal yang tidak boleh terlampaui adalah
sebesar V=1000/200 = 5A. Itulah mengapa pada percobaan kedua ini arus yang maksimal
yang digunakan adalah 4,5 A.
Dari praktikum yang dilakukan maka akan dapat menegetahui beberapa parameter
berupa Isc, Rsc, Xsc dan Zsc. Dimana Rsc=R1+R2 dan Xsc=X1+X2. R1 adalah tahanan
pada belitan primer, R2 adalah tahanan pada belitan skunder, tanda aksen disini
mengartikan bahwa R2 dianalisa dalam referensi primer. Begitu pula untuk X1 dan X2.
Secara teori resistansi dan reaktansi dari belitan primer m aupun skunder terangkai
secara seri satu sama lain.

J. KESIMPULAN
1. Terdapat rugi rugi daya pada trafo
2. Pada test beban nol bertujuan untuk mengetahui besar rugi inti besi dengan parameter
Rw, Xm
3. Pada test hubung singkat bertujuan untuk mengetahui besar rugi tembaga total baik
kumparan primer maupun sekunder, dengan parameter Rsc dan Xsc
4. Test hubung singkat perlu memperhatikan nilai arus nominal trafo
5. Rugi inti besi dibagi menjadi rugi histerisis dan arus edy
6. Rugi inti besi dan rugi tembaga besarnya dipengaruhi oleh tegangan dan arus pada
trafo

FOTO KELOMPOK

PERCOBAN 4
PENGUJIAN IMPEDANSI BEBAN TANSFORMATOR

A. TUJUAN

Mahasiswa memahami cara menguji impedansi bebean transformator secara benar

Mahasiswa memahami cara menguji arus beban dan sudut fasanya

Mahasiswa mampu menghitung nilai parameter resistansi dan reaktansi beban

B. DASAR TEORI

Zl

Dilakukan transformasi kesisi primer, semua parameter sekunder dibawa ke primer

Z1 = R1 + jX1
Z2 = R2 + jX2
= R2/a2 + jX2 / a2
V2 = V2/a2
I2 = aI2
Zo = Rw // jXm
I1 = Io + I2
Zl = Z1/a2
Power factor input
Pf = arc tan Xin/Rin
Arus input

Iin = Vin/Rin
Daya semu
Sin = Vin.Iin
Daya aktif input
Pin = Vin x Iin x cos
Daya reaktif input
Pin = Vin x Iin x sin

C. PERALATAN
Peralatan yang digunakan antara lain :
Variac satu fasa

Voltmeter AC
Amperemeter AC
Cosphimeter

Transformator

Kabel / konektor

Beban neon, lampu pijar dan capasitor

D. RANGKAIAN PERCOBAAN

Cos

E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan semua peralatan yang
dibutuhkan dalam keadaan siap pakai
2. Pastikan semua sumber listrik yang digunakan dalam kondisi off
3. Laporkan hasil rangkaian ke dosen pengampu praktikum
4. Setelah dicek oleh dosen pengampu dan yakinilah bahwa rangkaian tersebut sudah benar,
maukkan steker variac ke stop kontak dan gunakan beban lampu neon
5. Naikkan tegangan AC sampai voltmeter pada sisi sekunder menunjukkan 180 volt
selnjutnya catat yang ditunjukkan pada amperemeter AC dan cosphi. Masukkan kedalam
table yang sudah tersedia
6. Ulangi dengan step by step menaikkan tegangan 180 190 volt, 200 volt, 210 volt dan 220
volt
7. Lakukan langkah 6 dan 7 dengan mengganti beban lampu neon + capasitor dan masukkan
datanya pada tabel 2
8. Lakukan langkah 6 dan 7 dengan mengganti beban lampu neon + capasitor dan masukkan
datanya pada tabel 3

F. FOTO RANGKAIAN

G. DATA PERCOBAAN
Beban Lampu Pijar
V
(vout)

I (Ampere)

Cos

RL ()

180
190
200
210
220

0,3
0,311
0,315
0,32
0,33

1
1
1
1
1

600
610,93
634,9
656,25
666,67

Beban Lampu Neon


V
(vout)
180
190
200
210
220

I (Ampere)
0,515
0,56
0,6
0,645
0,7

Cos

RL ()

XL ()

0,42 (lag)
0,4 (lag)
0,39 (lag)
0,38 (lag)
0,3 (lag)

146,79
135,8
132,57
124
113,14

317,18
311
306,8
301
293,2

Cos

RL ()

XL ()

0,71 (lag)
0,67 (lag)
0,64 (lag)
0,61 (lag)
0,56 (lag)

426
391,2
360,5
550,14
289,4

422
434,4
432,7
437,8
430

Beban Lampu Neon + Capasitor


V
(vout)
180
190
200
210
220

I (Ampere)
0,3
0,325
0,355
0,38
0,425

Beban Lampu Neon + 2 buah Capasitor


V
(vout)
180
190
200
210
220

I (Ampere)
0,24
0,25
0,255
0,265
0,275

Cos

RL ()

XL ()

0,97 (lag)
0,98 (lag)
1
1
1

727,7
744,7
784,3
792,15
800

111,14
151,15
0
0
0

H. ANALISA DATA
Pada praktikum ini kami melakukan percobaan pengujian impedansi beban transformator
yang pada prinsipnya sama dengan pengujian trafo hubung singkat, namun pada pengujian
beban ini digunakan suatu beban yang nantinya akan dicari nilai impedansinya melalui
pengujian transformator satu phasa. Jika dilihat dari dasar teori, analisa rangkaiannya
menggunakan referensi sisi primer. Analisa rangkaian ini menghendaki penganalisaan pada
sisi trafo primer artinya parameter-parameter pada sisi sekunder diubah ke dalam variable
parameter sisi primer menggunakan bantuan angka transformasi transformator. Perubahan
variable tersebut dimisalkan menggunakan tanda petik () sebagai pembeda dari variable
sebenarnya pada sisi sekunder. Cara ini bisa juga digunakan pada penganalisaan referensi sisi
sekunder, namun karena saat ini melakukan pengukuran akan lebih baik jika menggunakan
referensi pada sisi primer.
Untuk mencari resistansi pada pengujian beban lampu pijar yang dibutuhkan yaitu
tegangan yang dignakan dan arus yang mengalir pada pengujian. Persamaan yang digunakan
adalah Rin = Vin/Iin. Hasil perhitungan dari percobaan kami dapat ditunjukkan pada
perhitungan dibawah ini :
a. Rin = Vin/Iin
= 180/0,3 = 600
b. Rin = Vin/Iin
= 190/0,311 = 610,93
c. Rin = Vin/Iin
= 200/0,315 = 634,9
d. Rin = Vin/Iin
= 210/0,32 = 656,25
e. Rin = Vin/Iin
= 220/0,33 = 666,67
Pada pengujian beban lampu neon ini mengandung induktansi sehingga cosphinya tidak
lagi 1, oleh karena itu persamaan yang digunakan akan menjadi sbb :
ZL = Vin/Iin , RL = ZL x cos , XL = ZL x sin
Perhitungan untuk pengujian beban lampu neon ini adalah sabagai berikut :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u.
v.
w.
x.
y.
z.
aa.
ab.
ac.
ad.
ae.
I.

ZL = Vin/Iin
= 180/0,515 = 349,5
RL = ZL x cos
= 349,5 x 0,42 = 146,79
XL = ZL x sin
= 349,5 x 0,91 = 317,18
ZL = Vin/Iin
= 190/0,56 = 339,29
RL = ZL x cos
= 339,29 x 0,4 = 135,8
XL = ZL x sin
= 339,29 x 0,92 = 311
ZL = Vin/Iin
= 200/0,6 = 333,33
RL = ZL x cos
= 333,33 x 0,39 = 132,57
XL = ZL x sin
= 333,33 x 0,92 = 306,8
ZL = Vin/Iin
= 210/0,645 = 325,58
RL = ZL x cos
= 325,58 x 0,38 = 124
XL = ZL x sin
= 325,58 x 0,925 = 301
ZL = Vin/Iin
= 220/0,7 = 314,29
RL = ZL x cos
= 349,5 x 0,3 = 113,14
XL = ZL x sin
= 349,5 x 0,95 = 293,2
KESIMPULAN
Pengujian impedansi beban transformator menggunakan analisa referensi sisi tegangan
primer
Resistansi dan reaktansi dicari dari nilai impedansi beban
Pengujian impedansi beban transformator prinsipnya hamper sama dengan uji hubung
singkat transformator

af.
ag. FOTO KELOPMOK
ah.

ai. PERCOBAAN 5
aj. PENGUJIAN EFISIENSI BEBAN TRANSFORMATOR SATU PHASA
ak.
A. TUJUAN
Mahasiswa memahami cara menguji efisiensi Transformator secara benar
Mahasiswa memahami cara menguji efisiensi pada transformator dan efisiensi DC
pada transformator
Mahasiswa mampu menghitung efisiensi transformator berbeban
al.
B. DASAR TEORI
am.Efisiensi Transformator
an. Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran
dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada transformator ideal efisiensinya
100%, tetapi pada kenyatannya efisiensi transformator selalu kurang dari 100%. Hal ini
karena sebagian energy terbuang menjadi panas atau energy bunyi.
Pout
ao. Eff = Pin X 100%
Plosses = Pin Pout watt
ap.

Pout
( Pout + Plosses)

X 100%

aq. Note :
ar. Makin tinggi efisiensi transformator tersebut, maka makin baik pula kualitas
transformator dan sebaliknya.
as.
C. PERALATAN
1. Sumber satu phasa
2. Variac satu phasa
3. Voltmeter AC
4. Ampere meter AC
5. Cosphimeter
6. Transformator
7. Kabel/Konektor
8. Beban lampu pijar
9. Beban motor DC modul rangkaian penyearah

at.
au.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
av.
aw.
ax.
ay.
az.
ba.
bb.
E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan semua perlatan
yang dibutuhkan dalam keadaan siap dipakai
2. Pastikan semua sumber listrik yang digunakan dalam keadaan off
3. Lakukan merangkai rangkaian yang ditunjukkan pada rangkaian percobaan yang
akan kita lakukan
4. Kalau sudah selesai, rangkailah dan laporkan ke Dosen pebgampu praktium untuk
memeriksa rangkaian anda
5. Setelah selesai di cek, yakinlah bahwa rangkaian tersebut sudah benar lalu
masukkan stiker Variac ke stop kontak dan gunakan beban lampu neon
6. Naikkan tegangan AC sampai volt meter pada sisi sekunder menunjukkan 220 volt
selanjutnya catat yang ditunjukkan Amper meter AC dan cosphi maskkan kedalam
table yang sudah tersedia dengan beban
7. Ulangi dengan step by step turunkan tegangan 210 volt, 200 volt, 190 volt dan 180
volt masukkan kedalam table 1 yang sudah tersedia
8. Lakukan langkah 6 dan langkah 7 dengan mengganti beban lampu neon dan
masukkan datanya kedalam table 2
9. Lakukan langkah 6 dan langkah 7 dengan mengganti beban lampu neon dan
capasitor lalu masukkan datanya kedalam table 3
10. Praktikum telah selesai dan lepaskan stiker yang terhubung ke stop kontak
selanjutnya lepas semua konektor yang menghubungkan rangkaian percobaan
anda
11. Kembalikan semua modul dan peralatan yang anda gunakan percobaan pada
tempatnya
12. Buat laporan sementara dan selanjutnya mintakan tanda tangan ke Dosen
Pengampu
13. Praktikum telah selesai dan bias meninggalkan ruang praktikum
bc.
F. FOTO RANGKAIAN
bd.
be.
bf.
bg.
bh.
bi.

bj.
bk.
G. DATA PERCOBAAN
1. Beban lampu pijar + kapasitor
bl.
No
.
bv.
1.
cf.
2.
cp.
3.
cz.
4.
dj.
5.

bm.
V1

bn.
I1

bo.
P1

bp.
V2

bq.
I2

br.
P2

bw.
104
cg.
99
cq.
91
da.
90
dk.
84

bx.
1,5
ch.
1,45
cr.
1,4
db.
1,36
dl.
1,32

by.
150
ci.
140
cs.
130
dc.
120
dm.
115

bz.
220
cj.
210
ct.
200
dd.
190
dn.
180

ca.
0,57
ck.
0,56
cu.
0,55
de.
0,56
do.
0,55

cb.
132,5
cl.
125
cv.
115
df.
107,5
dp.
97,5

dz.
I2

ea.
P2

ej.
0,74
et.
0,68
fd.
0,625
fn.
0,58
fx.
0,54

ek.
60
eu.
55
fe.
55
fo.
45
fy.
42,5

bs.
Cos
1
cc.
0,96
cm.
0,97
cw.
1
dg.
0,98
dq.
1

bt.
Cos
2
cd.
1
cn.
1
cx.
1
dh.
1
dr.
0,98

bu.

(%)
ce.
88,3
co.
89,28
cy.
88,46
di.
89,58
ds.
84,78

eb.
Cos
1
el.
0,38
ev.
0,4
ff.
0,43
fp.
0,46
fz.
0,47

ec.
Cos
2
em.
0,36
ew.
0,38
fg.
0,44
fq.
0,4
ga.
0,43

ed.

(%)
en.
80
ex.
78,5
fh.
84,6
fr.
75
gb.
77,27

gk.
Cos
1
gu.
0,48
he.
0,58
ho.
0,63
hy.
0,67
ii.
0,69

gl.
Cos
2
gv.
0,59
hf.
0,62
hp.
0,64
hz.
0,62
ij.
0,69

gm.
(%
)
gw.
75
hg.
78,5
hq.
76,9
ia.
75
ik.
77,2

dt.
2. Beban lampu pijar non kapasitor
du. dv.
dw.
dx.
dy.
No
V1
I1
P1
V2
.
ee. ef.
eg.
eh.
ei.
1.
102
1,9
75
220
eo. ep.
eq.
er.
es.
2.
99
1,75 70
210
ey. ez.
fa.
fb.
fc.
3.
93
1,62 65
200
fi.
fj.
fk.
fl.
fm.
4.
88
1,48 60
190
fs. ft.
fu.
fv.
fw.
5.
84
1,38 55
180
gc.
3. Beban Lampu Neon + kapasitor
gd.
No
.
gn.
1.
gx.
2.
hh.
3.
hr.
4.
ib.
5.
il.

ge.
V1

gf.
I1

gg.
P1

gh.
V2

gi.
I2

gj.
P2

go.
125
gy.
99
hi.
94
hs.
89
ic.
84

gp.
1,33
gz.
1,2
hj.
1,1
ht.
1
id.
0,94

gq.
80
ha.
70
hk.
65
hu.
60
ie.
55

gr.
220
hb.
210
hl.
200
hv.
190
if.
180

gs.
046
hc.
0,42
hm.
0,39
hw.
0,38
ig.
0,34

gt.
60
hd.
55
hn.
50
hx.
45
ih.
42,5

H. ANALISA PERHITUNGAN
BEBAN 2 LAMPU PIJAR
im.
in. Pada V 2 = 220 volt
io.
ip.

Plosses = P1 - P2 = 155 130 = 25 Watt


P2
=
P1 x 100 % = 130/155 x 100% =83,87%

iq. Pada V 2 = 210 volt


ir. Plosses = P1 - P2 = 140 120 = 20 Watt
P2
is. = P1 x 100 % = 120/140 x 100 % = 85,7%
it.
Pada V 2 = 200 volt
iu. Plosses = P1 - P2 = 135 110 = 20 Watt
P2
iv. = P1 x 100 % = 110/135 x 100 % = 81,48%
iw.

ix. Pada V 2 = 190 volt


iy. Plosses = P1 - P2 = 125 100 = 25 Watt
P2
iz. = P1 x 100 % = 100/125 x 100% = 80%
ja. Pada V 2 = 180 volt
jb. Plosses = P1 - P2 = 115 90 = 25 Watt
P2
jc. = P1 x 100 % = 90/115 x 100% = 78,26%
jd.
BEBAN 2 LAMPU NEON
je.
jf. Pada V 2 = 220 volt
jg.
jh.

Plosses = P1 - P2 = 80 50 = 30 Watt
P2
=
P1 x 100 % = 50/80 x 100% = 62,5%

ji. Pada V 2 = 210 volt


jj. Plosses = P1 - P2 = 75 45 = 30 Watt
P2
jk. = P1 x 100 % = 45/75 x 100% = 60%

jl.
Pada V 2 = 200 volt
jm. Plosses = P1 - P2 = 65 40 = 25 Watt
P2

jn.
= P1 x 100 % =40/65 x 100% = 61,54%
jo.

jp. Pada V 2 = 190 volt


jq. Plosses = P1 - P2 = 60 38 = 22 Watt
P2

jr.
= P1 x 100 % = 38/60 x 100% = 63,33%
js. Pada V 2 = 180 volt
jt. Plosses = P1 - P2 = 55 37 = 18 Watt
P2

ju.
= P1 x 100 % = 37/55 x 100% = 67,27%
jv.
MULTI BEBAN
jw.
jx. Pada V 2 = 220 volt
jy.
jz.

Plosses = P1 - P2 = 265 240 = 25 Watt


P2
=
P1 x 100 % = 240/265 x 100% = 90,57%

ka. Pada V 2 = 210 volt


kb. Plosses = P1 - P2 = 235 210 = 25 Watt
P2
kc. = P1 x 100 % = 210/235 x 100% = 89,36%
kd.
Pada V 2 = 200 volt
ke. Plosses = P1 - P2 = 210 180 = 30 Watt
P2
kf. = P1 x 100 % =180/210 x 100% = 85,7%
kg.

kh. Pada V 2 = 190 volt


ki. Plosses = P1 - P2 = 190 170 = 20 Watt
P2
kj. = P1 x 100 % = 170/190 x 100% = 89,47%
kk. Pada V 2 = 180 volt

Plosses =

kl.
km.

P1 - P2 = 165 150 = 15 Watt


P2
=
P1 x 100 % = 150/165 x 100% = 90,9%

kn.
I. ANALISA DATA
ko.
Pada percobaan kali ini kami melakukan praktikum tentang pengujian
efisiensi beban transformator satu phasa. Pada praktikum ini menggunakan transformator
step up. Pada praktikum ini menggunakan dua jenis beban. Beban pertama yaitu lampu
pijar dan yang kedua adalah lampu neon. Pada saat pengujian efisiensi dengan beban
pertama yaitu beban lampu pijar tidak menggunakan kapasitor didapatkan hasil/ nilai
efisiensi yang berkisar Antara 75 84 % saja. Akan tetapi saat pengujian efisiensi beban
lampu pijar dan ditambahkan dengan kapasitor pada rangkaiannya maka nilai efisiensi
yang didapatkan meningkat yaitu Antara 84 89 %.
kp.
Pengujian efisiensi yang kedua yaitu dengan menggunakan beban lampu
neon dan dirangkai dengan kapasitor, nilai efisiensi yang didapatkan berkisar Antara 75
78 %. Dapat dilihat bahwa nilai efisiensi pada saat menggunakan beban lampu pijar dan
kapasitor lebih tinggi dibandingkan beban lampu neon dan kapasitor. Bahkan dengan
menggunakan beban lampu pijar dan kapasitor nilai power faktornya mencapai nilai 1 .
kq.
Akan tetapi dari serangkaian percobaan yang telah dilakukan nilai efisiensi
dari masing-masing beban tidak ada yang mencapai nilai 100 % hal itu disebabkan karena
adanya sebagian energy yang terbuang.
J. KESIMPULAN
1. Nilai efisiensi beban lampu pijar dengan kapasitor lebih tinggi dibandingkan beban lampu
neon dan kapasitor
2. Nilai efisiensi beban lampu pijar dengan kapasitor lebih tinggi dibandingkan beban lampu
pijar tanpa kapasitor
3. Makin tinggi nilai efisiensi transformator maka kualitasnya semakin baik
kr.

ks.
kt. FOTO KELOMPOK

ku.

PERCOBAAN 6

kv.PENGUJIAN EFISIENSI BEBAN DC TRANSFORMATOR


kw.

A. TUJUAN
Mahasiswa memahami cara menguji efisiensi transformator beban DC secara benar
Mahasiswa memahami menguji efisiensi DC pada transformator satu phasa
Mahasiswa mampu menghitung efisiensi transformator karena pengaruh beban DC
Mahasiswa memahami cara mengetahui rugi yang disebabkan rangkaian penyearah
setengah dan full gelombang transformator beban DC secara benar
kx.
B. DASAR TEORI
ky.
Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara
daya listrik keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada
transformator ideal efisiensinya 100%, tetapi pada kenyataannya efisiensi transformator
selalu kurang dari 100%. Hal ini karena sebagaian energi terbuang menjadi energi panas
atau energi bunyi.
kz.

= Pdc / Ps x 100%

la.

Dimana,

lb.

= efisiesi (%)

lc.

Pdc = daya DC (watt)

ld.

Ps = daya sisi sekunder transformator (watt)

le.

Note:

lf.
Semakin tinggi efisiensi transformator tersebut maka semakin baik kualitas
transformator dan sebaliknya.

C. PERALATAN
Sumber satu phasa
Variac satu phasa
Voltmeter AC
Amperemeter AC
Wattmeter
Cosphimeter
Transformator
Voltmeter DC
Amperemeter DC
Kabel/Konektor
Beban lampu pijar
Beban motor DC
Modul rangkaian penyearah
lg.
lh.
li.
lj.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
lk.

Dengan penyearah setengah gelombang

ll.

W
L
O
A
D

lm.

Dengan Rangkaian Penyearah Model Jembatan

ln.
D1

D3

lo.
lp.

Idc

lq.

Vdc

lr.
ls.

D2

L
O
A
D

D4

lt.
E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan semua peralatan yang
dibutuhkan dalam keadaan siap dipakai.
2. Pastikan semua sumber listrik yang digunakan dalam keadaan off
3. Lakukan merangkai rangkaian yang ditunjukkan pada rangkaian percobaan penyearah
setengah gelombang yang akan kita lakukan.
4. Kalau sudah merangkai laporkan ke dosen pengampu praktikum untuk memeriksa
rangkaian saudara
5. Setelah selesai dicek oleh dosen pengampu dan yakinlah bahwa rangkaian tersebut
sudah benar, masukkan stiker variac pada setiap kontak dan gunakan beban lampu pijar
sebagai beban DC
6. Naikkan tegangan AC sampai voltmeter pada sisi sekunder menunjukkan 110 volt
selanjutnya catat yang ditunjukkan pada amperemeter dc, wattmeter dc, wattmeter sisi
sekunder, cosphimeter, amperemeter ac dan voltmeter pada sisi sekunder masukkan pada
tabel yang sudah tersedia.
7. Ulangi dengan step by step menurunkan tegangan 100 volt, 90 volt dan 80 volt
masukkan pada tabel 1 yang sudah tersedia
8. Lakukan langkah 6 dan langkah 7 dengan megganti beban motor DC dan masukkan
datanya pada tabel 2
9. Gantikan rangkaian penyearah setengah gelombang dengan penyearah gelombang penuh
model jembatan
10. Naikkan tegangan ac sampai voltmeter pada sisi sekunder menunjukkan 110 volt
selanjutnya catat yang ditunjukkan pada amperemeter dc, wattmeter dc, wattmeter sisi
sekunder, cosphimeter, amperemeter ac dan voltmeter pada sisi sekunder masukkan pada
tabel yang sudah tersedia.
11. Ulangi dengan step by step menurunkan tegangan 100 volt, 90 volt dan 80 volt
masukkan pada tabel 3 yang sudah tersedia
12. Lakukan langkah 10 dan langkah 11 dengan megganti beban motor DC dan masukkan
datanya pada tabel 4

13. Praktikum telah selesai dan lepaskan stiker yang terhubung pada stopkontak selajutnya
lepas semua konektor yang menghubungkan rangkaian saudara
14. Kembalika semua modul dan peralatan yang saudara gunakan percobaan pada
tempatnya
15. Buat laporan sementara dan selanjutnya mintakan tanda tangan pada dosen pengampu
16. Bersihkan tempat praktikum dan pastikan bahwa tempat praktikum memang sudah
bersih
17. Praktikum telah selesai dan bisa meninggalkan ruangan
lu.
lv.
F. FOTO RANGKAIAN

lw.
G. DATA PERCOBAAN
lx.
N

ly.

mh. mi.
1
11

lz. I
2

ma.
P2

mb.
Cosph
i
ml. 1

mc.
Idc

md.
Pd

me.
V

mf.Beban

mm.
0,

mn.
25

mo.
5

mp.

mj. 0
,
3
5
mt. 0
,
3

mk.
29

mu.
24

mv.1

mw.
0,

mx.
22

my.
4

mz.Lampu
pijar

L
ampu
pijar

mr.
2

ms.
10

nb.
3

nc.
90

nd. 0
,
2
8

ne.
20

nf. 1

ng.
0,

nh.
18

ni.
4

nj. Lampu
pijar

nl.
4

nm.
80

nn. 0
,
2
5

no.
17

np. 1

nq.
0,

nr.
15

ns.
3

nt. Lampu
pijar

nv.

mg.

mq.
91
%
na. 9
1
,
6
%
nk. 9
0
,
2
%
nu. 9
1
,
2
%

nw.
N

nx.

ny. I

nz.
P2

oa. Co
sp
hi
ok. 1

ob.
Idc

oc.
Pd

od.
V

oe. Beban

of.

ol.
0,

om.
43

on.
9

oo. Lampu
pijar

op. 9
4
,
6
%
oz. 9
2
,
5
%
pj. 9
4
,
0
3
%
pt. 9
4
,
6
%

og.
1

oh.
11

oi. 0
,
5

oj.
46

oq.
2

or.
10

os. 0
,
4
5

ot.
40

ou. 1

ov.
0,

ow.
37

ox.
9

oy. Lampu
pijar

pa.
3

pb.
90

pc. 0
,
4

pd.
33

pe. 1

pf.
0,

pg.
31

ph.
8

pi. Lampu
pijar

pk.
4

pl.
80

pm.
0,3

pn.
28

po. 1

pp.
0,

pq.
26

pr.
7

ps. Lampu
pijar

pu.
pv.
pw.
px. H. ANALISA PERHITUNGAN
py.1. Percobaan 1

= 25,5 / 29 x 100% = 95%


= 22 / 24 x 100% = 97,05%
= 18,5 / 20,5 x 100% = 95%
= 15,5 / 17 x 100% = 96%
pz.2. Percobaan 2

= 43,5 / 46 x 100% = 94,56%


= 37 / 40 x 100% = 92,5%
= 31,5 / 33,5 x 100% = 94,03%
= 26,5 / 28 x 100% = 94,64%
qa.
H. ANALISA DATA
qb.

Pada praktikum ini dilakukan percobaan "Pengujian Efisiensi Beban DC


Transformator" yang bertukuan untuk mengetahui dan memahami cara menguji efisiensi
transformator beban DC secara benar, serta untuk mengetahui rugi yang disebabkan
rangkaian penyearah setengah dan full gelombang transformator beban DC secara benar.
Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dua kali percobaan dengan rangkaian

penyearah gelombang penuh dan penyearah setengah gelombang. Beban yang digunakan
pada rangkaian merupakan lampu pijar.
qc.
Dari percobaan tersebut dilakukan pengamatan besarnya arus, tegangan,
dan daya pada rangkaian dengan tegangan sebagai variabel yang diubah. Dari data pada
laporan sementara, diketahui bahwa tegangan dan daya yang dihasilkan pada
transformator dengan rangkaian penyearah gelombang penuh lebih baik daripada nilai
tegangan dan daya yang dihasilkan pada transformator dengan rangkaian penyearah
setengah gelombang. Hal tersebut karena pada transformator penyearah setengah
gelombang hanya menghasilkan tegangan AC pada fase positif rangkaian, sehingga
tegangan pada fase negatif diabaikan, tetapi pada transformator penyearah gelombang
penuh seluruh tegangan AC fase baik positif atau negatif diubah menjadi tegangan DC.
qd. J. KESIMPULAN
qe.
1. Efisiensi DC pada transformator satu phasa lebih baik pada rangkaian
transformator menggunakan penyearah gelombang penuh.
qf.2. Penyearah gelombang mempengaruhi nilai efisiensi beban DC transformator
qg.
3. Penyearah setengah gelombang tidak menghasilkan efisiensi yang lebih baik
dari penyearah gelombang penuh pada transformator

qh.
qi. FOTO KELOMPOK
qj. PERCOBAAN 7A

qk.

TEST BEBAN NOL TRANSFORMATOR TIGA PHASA


HUBUNGAN

ql.

A. TUJUAN
Untuk memahami cara menguji beban nol transformator tiga phasa hubungan
Untuk mengetahui besarnya rugi inti besi transformator tiga phasa hubungan
Mampu memahami cara menentukan parameter beban nol trafo tiga phasa hubungan

Mengetahui metode pengukuran rugi inti besi trafo tiga phasa hubungan
qm.
B. DASAR TEORI
qn. Test beban nol trafo tiga phasa hubungan dilakukan untuk mengetahui rugi
inti besi yang terdiri dari rugi histerisis dan rugi arus pusar tiga phasa :
qo. Test beban nol trafo tiga phasa hubungan

qp.

POC = POC3 3

qq.

VOC = VOCL-L

qr.

IOC = IOC1 / 3
qs.
Menentukan parameter test beban nol trafo tiga phasa dimana besarnya inti
besi trafo tiga phasa = Ph + Pe

qt.

Cos0 = POC3 3 VOCL-L IOC

qu.

IW = IOC1 3

cos 0

qv.

Im = IOC1 3

sin 0

qw.

RW = VOC / IW

qx.

Xm = VOC / Im

qy.

C. PERALATAN
Sumber tiga phasa
Auto Trafo
Voltmeter AC
Trafo tiga phasa
Ammeter AC
Wattmeter tiga phasa
Cosphi meter
Kabel konektor
qz.
ra.
rb.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
rc.
rd.
re.
rf.
rg.
rh.
ri.
E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan semua peralatan
yang dibutuhkan dalam keadaan siap pakai.
2. Pastikan semua sumber listrik yang digunakan dalam keadaan off.
3. Lakukan merangkai rangkaian yang ditunjukkan pada rangkaian percobaan yang
akan dilakukan.
4. Laporkan ke Dosen pengampu untuk memeriksa rangkaian anda.
5. Pastikan Variac pada posisi minimum 0 Volt.

6. Naikkan pelan pelan sambil mengecek apakah voltmeter menunjukkan tegangan


sesuai dengan variac, lalu atur tegangan Vo pada 380 Volt, catat I 0 dan Cos0,
masukkan data pada table.
7. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan Vo 360 Volt.
8. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan Vo 340 Volt.
9. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan Vo 320 Volt.
10. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan Vo 300 Volt.
11. Turunkan variac sampai tegangan 0 Volt lalu lepas semua konektor.
12. Kembalikan semua modul dan peralatan ke tempat semula.
13. Buat laporan sementara dan mintakan tanda tangan ke Dosen pengampu.
rj.
F. FOTO RANGKAIAN
rk.

rl.
rm.
rn.
ro.
rp.
G. DATA PERCOBAAN
rq.
rr.
N

rs. V(Volt)

rt. I(Ampere)

ru. Cos

rv. Sifat

rw.
1

rx. 380

ry. 1,15

rz. 0,8

sa. Lagging

sb.
2

sc. 360

sd. 1

se. 0,88

sf. Lagging

sg.
3

sh. 340

si. 0,9

sj. 0,92

sk. Lagging

sl.
4

sm.320

sn. 0,8

so. 0,94

sp. Lagging

sq.
5

sr. 300

ss. 0,75

st. 0,96

su. Lagging

sv.

H. ANALISA DATA
sw.
Dari hasil laporan yang telah kita lakukan mengenai test beban nol
transformator tiga phasa hubungan - dapat kita ketahui bahwa pada jenis ini ujung fasa
dihubungkan dengan ujung netral kumparan lain yang secara keseluruhan akan terbentuk
hubungan delta/ segitiga. Hubungan ini umumnya digunakan pada sistem yang
menyalurkan arus besar pada tegangan rendah dan yang paling utama saat keberlangsungan
dari pelayanan harus dipelihara meskipun salah satu fasa mengalami kegagalan.Serta jenis
hubungan belitan ini memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan jenis
hubungan belitan yang lain. Hubungan belitan ini biasa dipergunakan untuk melayani
beban lampu satu fasa yang kecil dan beban daya tiga fasa yang bekerja secara terus
menerus.Transformator ini tidak bermasalah dengan tegangan lebih akibat harmonisa ketiga
atau interferensi saluran telekomunikasi. Akan tetapi, perputaran arus akan menyebabkan
seluruh belitan transformator ini harus dihubungkan pada tap pengatur yang sama dan
memiliki rasio tegangan yang sama. Rating transformator akan berkurang kecuali seluruh
hubungan belitannya memiliki nilai impedansi yang identik.
sx.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan beban yang seimbang pada
transformator, syarat-syarat berikut harus dipenuhi :
1.
2.
3.

Seluruh transformator harus memiliki rasio tegangan yang identik.


Seluruh transformator harus memiliki nilai impedansi yang identik.
Seluruh transformator harus dihubungkan dengan tap yang identik.
sy.
Akan tetapi jika dua buah belitannya memiliki nilai impedansi yang identik
dan belitan ketiga memiliki nilai impedansi kira-kira, plus atau minus, 25 % dari nilai
impedansi transformator yang lainnya, masih ada kemungkinan untuk mengoperasikan
hubungan , dengan sedikit pembebanan tiga fasa yang tidak seimbang, dan
berkurangnya kapasitas output transformator. Karena pembebanan yang tidak seimbang,
nilai beban harus dicek dan disesuaikan dengan kemampuan belitan transformator sehingga
tidak ada belitan yang kelebihan beban.
sz.
Hubungan ini pada transformator tiga phasa
ditunjukkan pada Gambar 3.9 berikut :

ta.
tb. Gambar Transformator hubungan
tc.
Salah satu keuntungan pemakaian transformator tiga
fasa hubungan adalah perbedaan phasa pada hubungan ini tidak ada dan stabil terhadap
beban tidak seimbang dan harmonisa. Selain itu keuntungan lain yang dapat diambil adalah
apabila transformator ini mengalami gangguan pada salah satu belitannya maka

transformator ini dapat terus bekerja melayani beban walaupun hanya menggunakan dua
buah belitan saja.
td.
Pada hubungan ini tegangan kawat ke kawat dan
tegangan phasa sama untuk primer dan sekunder transformator VAB = VBC = VAC = VLN.
Maka hubungan tegangan primer dan sekunder transformator adalah sebagai berikut :
te. VL-L = VL-N (volt)..................................( 3.14 )
tf.
VAC (volt).........................( 3.15 )
tg.

VAB = VBC =

Dimana : VL-L = Tegangan line to line

th.

VL-N = Tegangan line to netral

ti.
Sedangkan arus pada transformator tiga fasa hubungan delta dapat
dituliskan sebagai berikut :
tj.
(ampere)......................( 3.16 )
tk.

IL-N

Dimana : IL-L = Arus line to line

tl.

IL-N = Arus line to netral

tm.
tn.

IL-L =

Daya pada transformator tiga fasa dapat dituliskan sebagai :

P = V.I.Cos

(watt)..........................( 3.17 )

to.

Dimana : P

= Daya pada transformator

tp.

= Tegangan

tq.

= Arus

tr.

Cos = Faktor kerja

ts.
tt.
tu. Jadi yang digunakan dalam menganalisa karakteristik beban nol transformator tiga
fasa, terutama adalah rugi-rugi inti transformator tiga fasa tesebut.Sehingga didapat
karkteristik rugi-rugi beban nol terhadap kenaikan tegangan. Sedangkan arus beban nol
yang mengalir ada dua komponen, yaitu :
1.

Arus rugi-rugi inti atau arus penguat yaitu arus yang aktif yang dapat menimbulkan rugirugi inti ( Ic = Io Cos ).
2. Arus yang timbul karena adanya fluks yang menimbulkan arus eddy dan arus hysteresis
yang dikenal dengan arus magnetisasi. ( Im = Io Sin ).
tv.
Pada keadaan beban nol, Io sangat kecil maka rugi-rugi tembaga pada sisi
primer dapat diabaikan, jadi rugi-rugi yang ada praktis hanya rugi-rugi besi.
tw.Daya beban nol dapat dihitung dengan persamaan

tx. Po = V1 Io Cos ..........................................( 4.1 )


ty. Dimana,

Po = Daya pada beban nol ( rugi-rugi inti ) (watt)

tz.

V1 = Tegangan input pada sisi primer (volt)

ua.

Io = Arus beban nol (ampere)

ub.Untuk menghitung faktor daya beban nol pada transformator tiga fasa dapat
dihitung sebagai berikut :
Cos o =

uc.

P0
V1 I 0

.................................................( 4.2 )

ud.Untuk mencari besar tahanan pada inti besi adalah :


V1
V1
=
Ic
I o Cos o

Rc =

ue.

......................................( 4.3 )

uf. Untuk mencari reaktansi magnetisasi adalah :


Xm =

ug.

V1
V1
=
I m I 0 Sin 0

......................................( 4.4 )

Cos 0.8

uh.Faktor Daya Transformator


ui.
uj. Arus rugi-rugi besi

Ic = I1Cos = 1,15 x 0.8= 0.92 A

uk.Arus rugi-rugi magnetisasi

Im = I1Sin = 1.15 x 0.6= 0.69 A


Rc

ul. Tahanan inti besi

V1 380

413.04
I c 0.92

Xm

um.

Reaktansi magnetisasi

V1
380

550.72
I m 0.69

un.Dengan cara yang sama, data selanjutnya dapat ditentukan sehingga didapat tabel
analisa data sebagai berikut :

uo.
N

ux.
1

up.
V

uq. I
o

ur. Po

ut. R
us. Cos

uy.
3

uz. 1
.
1

va. 34
9.

vb. 0.8

uu. X

vc. 4
1
3

vd. 5
5
0

uv. I
c

(
A
)
ve. 0
.
9

uw.I
m

(
A
)
vf. 0
.
6

vh.
3

vi. 1

vg.
2

vq.
3
vp.
3

vz.
3
vy.
4

wi.
3
wh.
5

vj. 31
6.
8

vr. 0
.
9

vs. 28
1.
5

wa.0
.
8

wb.24
0.
6

wj. 0
.
7
5

wk.21
6

.
0
4

.
7
2

vk. 0.8
8

vl. 4
0
9
.
0
9

vm.
757.
9
4

vn. 0
.
8
8

vo. 0
.
4
8

vt. 0.9
2

vu. 4
0
9
.
6
4

vv. 8
6
7
.
5
3

vw.0
.
8
3

vx. 0
.
3
9

wc.0.9
4

wd.4
2
6
.
6
7

we.9
3
7
.
9
4

wf. 0
.
7
5

wg.0
.
3
4

wm.
416.
6
7

wn.1
0
7
1
.
4
3

wo.0
.
7
2

wp.0
.
2
8

wl. 0.9
6

wq.
wr.Tabel 4.2 Analisa Data Percobaan Beban Nol Hubungan Delta
ws.
Maka dari percobaan beban nol tersebut terlihat bahwa transformator tiga
fasa hubungan Delta -Delta memiliki rugi-rugi beban nol. Dari tabel diatas terlihat bahwa
rugi-rugi beban nol semakin besar jika tegangan input semakin tinggi serta nilai arus
semakin tinggi jika nilai tegangan juga ikut tinggi namun berkebalikan dengan nilai cos
semakin kecil nilainya maka semakin besar nilai tegangannya.
I. KESIMPULAN
wt. Dari analisa serta pembahasan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1. Pada percobaan beban nol, hubungan Delta-Delta semakin besar harga V0 maka akan
semakin besar juga harga I0 dan rugi-rugi inti serta Po.
2. Pada percobaan nol, hubungan Delta-Delta semakin kecil harga cos maka akan semakin
besar juga harga V0
3. Trafo jenis hubungan Delta-Delta ini berfungsi sebagai trafo step down
wu.
wv.

ww.
wx.
wy.
wz.
xa.
xb.
xc.
xd.
xe.
xf.
xg.
xh.
xi.
xj.
xk.
xl.
xm.
xn.

xo.

xp.
xq.

PERCOBAAN 7B

TEST HUBUNG SINGKAT TRANSFORMATOR TIGA PHASA


HUBUNGAN

xr.

I.

II.

III.

TUJUAN
Untuk memahami cara menguji hubung singkat transformator tiga phasa hubungan

Untuk mengetahui besarnya rugi tembaga primer dan sekunder transformator tiga
phasa hubungan
Mampu memahami cara menentukan parameter hubung singkat trafo tiga phasa
hubungan
Mengetahui metode pengukuran rugi tembaga total trafo tiga phasa hubungan
xs.
TEORI DASAR
xt. Test hubung singkat trafo tiga phasa hubungan dilakukan untuk mengetahui
rugi tembaga yang terdiri dari rugi tembaga primer dan rugi tembaga sekunder :
xu. Test hubung singkat trafo tiga phasa hubungan
xv.
PSC = PSC3 3
xw.
VSC = VSC3L-L
ISC = ISC3 / 3
xx.
xy. Dimana besarnya rugi tembaga trafo tiga phasa = Pcu1 + Pcu2
ZSC = VSC / ISC
xz.
RSC = PSC / ISC2
ya.
yb.
XSC = Z SC2 RSC2
yc.
PERALATAN
Sumber tiga phasa
Auto Trafo
Voltmeter AC
Trafo tiga phasa

IV.

Ammeter AC
Wattmeter tiga phasa
Cosphi meter
Kabel konektor
yd.
LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan percobaan ini dan pastikan semua peralatan
yang dibutuhkan dalam keadaan siap pakai.
2. Pastikan semua sumber listrik yang digunakan dalam keadaan off.
3. Lakukan merangkai rangkaian yang ditunjukkan pada rangkaian percobaan yang
akan dilakukan.
4. Laporkan ke Dosen pengampu untuk memeriksa rangkaian anda.
5. Pastikan Variac pada posisi minimum 0 Volt.
6. Naikkan pelan pelan sambil mengecek apakah Ammeter menunjukkan arus
nominal
( 8,5 A ) dan turunkan variac hingga 0 V, selanjutnya atur
tegangan sampai Ammeter menunjukkan arus nominal = 8,5 A catat VSC dan PSC ,
masukkan data pada tabel
7. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan ISC = 8 A.
8. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan ISC = 6 A.
9. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan ISC = 4 A.
10. Ulangi langkah 6 dengan cara menurunkan tegangan ISC = 2 A.
11. Turunkan variac sampai tegangan 0 Volt lalu lepas semua konektor.
12. Kembalikan semua modul dan peralatan ke tempat semula.
13. Buat laporan sementara dan mintakan tanda tangan ke Dosen pengampu.

ye.
V.

RANGKAIAN PERCOBAAN

yf.
yg.
yh.
yi.
yj.
yk.
yl.
VI.

DATA PERCOBAAN
VII.

No
.

ym.

Vsc
(volt )

yn. Isc
(Ampe
re)

yo. Psc
(watt)

yq. 1

yr. 18

ys. 8,5

yt. 600

yp. Ket
era
nga
n
yu.

yv. 2

yw.17

yx. 8

yy. 550

yz.

za. 3

zb. 16

zc. 6

zd. 300

ze.

zf. 4

zg. 9

zh. 4

zi. 50

zj.

zk. 5

zl. 4

zm.

zn. 20

zo.

zp.
zq. VII. ANALISA PERCOBAAN
zr. Transformator tiga fasa hubungan - merupakan transformator yang ujung fasa
dihubungkan dengan ujung netral kumparan lain yang secara keseluruhan akan terbentuk
hubungan delta/segitiga .
zs. Pada percobaan ini yaitu tes hubung singkat transformator tiga fasa hubungan -
dimana tes hubung singkat transformator tiga fasa dilakukan untuk mengetahui rugi tembaga
baik primer maupun sekunder . sedangkan parameter-parameter tes hubung singkat adalah
Zsc, Rsc dan Xsc .
zt. Untuk mencari Zsc , Rsc dan Xsc adalah sebagai berikut :
Zsc = Vsc / Isc
Rsc = Psc / Isc2
Xsc = Zsc2 Rsc2
zu.Contoh perhitungannya adalah
Zsc = Vsc / Isc
= 18 / 8,5
= 2,18
zv.Rsc = Psc / Isc2
= 600 / (8,5)2
= 8,3
zw.

|Xsc | = (Zsc)2 (Rsc)2


= (2,18)2 (8,3)2
= 8,01

zx.Pada percobaan ini ditentukan arusnya (Isc) adalah 8,5 ; 8 ; 6 ; 4 ; 2 dan dicari
besarnya tegangan dan daya nya, dari data yang ada diketahui bahwa semakin kecil arusnya
(Isc) tegangannya (Vsc) dan dayanya (Psc) juga semakin kecil .
VIII.

KESIMPULAN

zy.
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tes hubung
singkat trafo 3 fasa ini dilakukan untuk mengetahui rugi tembaga baik primer maupun
sekunder serta parameter-parameter tes hubung singkat yaitu Zsc, Rsc, dan Xsc . dari sini juga
diketahui bahwa semakin kecil nilai arus (Isc) maka tegangan dan dayanya juga semakin
kecil .

zz.
aaa.

FOTOKELOMPOK

aab.

aac.
aad.
aae.
aaf.
aag.
aah.

aaj.
aak.

aai.
PERCOBAAN 8
TEST PEMBEBANAN TRANSFORMATOR TIGA PHASA

A. TUJUAN
aal.
Untuk mengetahui rugi total yang di timbulkan oleh transformator tiga fasa
aam. Untuk mengetahui nilai angka transformasi transformator tiga fasa yang dihubung
delta
aan. Untuk mengetahui efisiensi transformator tiga fasa yang diuji
aao. Mampu merangkai rangkaian pengujian transformator tiga phasa dengan
benar
aap.
B. DASAR TEORI
aaq. Membutuhkan sumber tiga fasa dan sering dikatakan sebagai trafo tenaga dan
tegangan output yang dihasilkan juga tiga fasa, sedangkan belitannya terdiri dari tiga buah
belitan primer (jumlah,ukuran,bentuk yang sama) dan pada belitan terdiri dari tiga buah
belitan sekunder (jumlah,ukuran,bentuk yang sama),apabila terdapat belitan tersier terdiri dari
tiga buah belitan tersier (jumlah,ukuran,bentuk yang sama). Untuk transformator tiga fasa
analisa rangkaiannya menggunakan analisa satu fasa karena bebannya dianggap seimbang.
Pada transformator transformator tiga fasa terdapat tegangan fasa nol dan tegangan antar fasa
juga ada arus fasa nol dan arus antar fasa. Transformator tiga fasa digunakan untuk daya yang
lebih besar.
aar.Trafor 1x3 fasa harganya lebih murah dan praktis dibanding dengan trafo 3x1 fasa.

aas.
Kekurangan dari trafo 1x3 fasa bila ada salah satu belitan yang rusak maka
penyaluran tenaga listrik akan terputus total. Sedang untuk trafo 3x1 fasa masih bisa bekerja
dengan memanfaatkan hubungan open delta.
aat.P3=3VL-L IL-LCos3
W
aau.
Q3=3VL-L IL-LSin3 VAR
aav.
S3=3VL-L IL-L VA
aaw.
P3=3Vp IpCos3
W
aax.
Q3=3Vp IpSin3 VAR
aay.
S3=3Vp Ip
VA
aaz.
S3=P3 + jQp
aba.
=arc tg Q/P
abb.
dan besarnya daya semu S=P2+Q2
abc.

abd.
abe.
abf.
abg.
abh.

Dimana :
VL-L = Tegangan line to line
IL-L = Arus line to line
VL-N = Tegangan line to netral
IL-N = Arus line to netral

abi.
abl.
abn.

abj.Persamaan daya tiga fasa ini berlaku untuk semua hubungan trafo tiga fasa
abk.
Efisiensi transformator berbeban :
= P1/P1 x 100%
abm. Rugi total Transformator
Plosses = P1 P2
abo. Dimana :
P1 = Daya input yang masuk trafo (W)
P2 = Daya Output yang keluar trafo (W)
Plosses = Rugi daya trafo (W)

abp.
abq.
abr.
abs.
abt.
abu.
C. PERALATAN
1. Sumber tiga phasa
2. Auto trafo tiga fasa
3. Voltmeter AC
4. Trafo rating 3000 VA
5. Amperemeter AC
6. Wattmeter tiga fasa
7. Cosphi meter tiga fasa
8. Beban lampu pijar
9. Beban lampu neon
10. Panel beban
11. Kabel konektor
abv.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
abw.

abx.

aby.
E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Pastikan semua peralatan dalam keadaan ready.
2. Menyiapkan peralatan yang diuji,alat ukur dan kabel yang akan digunakan percobaan
VIII.
3. Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan percobaan VIII.
4. Pastikan bahwa sumber tiga phasa AC 380 volt dalam keadaan siap digunakan.
5. Pastikan bahwa ketiga alat ukur voltmeter digunakan pada range yang sesuai dengan yang
diukur.
6. Setelah merangkai rangkaian percobaa IV.
7. Laporkan kepada dosen pengampu praktikum untuk mengecek rangkaian saudara yang
sudah dirangkai tersebut.
8. Setlah dicek oleh dosen pengampu praktikum lakukan percobaan step by step seperti yang
ditunjukkan dalam tabel percobaan dan penunjukan alat ukur voltmeter
9. Catat hasil pengukuran voltmeter 1, amperemter 1, wattmeter tiga pahsa 1,voltmeter 2,
amperemeter 2, wattmeter tiga phasa 2 dan cosphimeter.
10. Hasil percobaan dimasukkan kedalam tabel yang sudah disediakan.
11. Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut dan lanjutkan
percobaan 4a
12. Pastikan bahwa sumber AC 380 volt dalam keadaan off (mati)
13. Gantikan beban resistif tiga phasa dengan beban induktif tiga phasa
14. Lakukan percobaan step bys tep seperti yang ditunjukkan dalam tabel percobaan dan
penunjukkan alat ukur voltmeter 1
15. Catat hasil pengukuran voltmeter 1, amperemter 1, wattmeter tiga pahsa 1,voltmeter 2,
amperemeter 2, wattmeter tiga phasa 2 dan cosphimeter.
16. Hasil percobaan dimasukkan ke dalam tabel yang sudah disediakan
17. Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut dan lanjutkan
percobaan 4b
18. Pastikan bahwa sumber AC 380 volt dalam keadaan off (mati)
19. Gantikan beban resistif tiga phasa dengan beban induktif tiga phasa
20. Lakukan percobaan step bys tep seperti yang ditunjukkan dalam tabel percobaan dan
penunjukkan alat ukur voltmeter 1
21. Catat hasil pengukuran voltmeter 1, amperemter 1, wattmeter tiga pahsa 1,voltmeter 2,
amperemeter 2, wattmeter tiga phasa 2 dan cosphimeter.
22. Hasil percobaan dimasukkan ke dalam tabel yang sudah disediakan
23. Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut dan lanjutkan
percobaan 4c
24. Pastikan bahwa sumber AC 380 volt dalam keadaan off (mati)
25. Lepas semua rangkaian percobaan dan kembalikan peralatan ketempat semula
26. Buat laporan sementara dan mintakan tanda tangan kepada dosen pengampu
27. Praktikum telah selesai.

abz.
F. FOTO PERCOBAAN
aca.

acb.
acc.
G. DATA PERCOBAAN
acd. ace.
acf. I acg.
No. V1(V)
1(A)
P1(W
)
acm. acn.
aco. 1 acp.
1
200
320
acv. acw.
acx. 1 acy.
2
200
,88
640
ade. adf.
adg. 2 adh.
3
200
,7
920
adn. ado.
adp. 3 adq.
4
200
,5
1220
adw. adx.
ady. 4 adz.
5
200
,35
1500
a.

No.
j.

1
s.

2
ab.

3
ak.

4
at.

5
bc.

ach.
V2(V
)
acq.
380
acz.
380
adi.
380
adr.
380
aea.
380

V c.
I d.
1(V)
1(A)
P1(W
)
k.
2 l.
0 m.
00
,65
40
t.
2 u.
1 v.
00
,1
60
ac.
2 ad.
1 ae.
00
,7
80
al.
2 am. 2 an.
00
,5
100
au.
2 av.
3 aw.
00
,55
140
bd.
2 be.
4 bf.
00
,75
160
b.

aci.
I2(A
)
acr.
0,5
ada.
0,94
adj.
1,39
ads.
1,82
aeb.
2,25
aef.

acj.
P2(W
)
acs.
190
adb.
357,2
adk.
528,2
adt.
691,6
aec.
855

ack.
Cos p

acl.

act.
1
adc.
1
adl.
1
adu.
1
aed.
1

acu. Resista
nce Load

e.

f.

g.

h.

V2(V
)

I2(A
)

P2(W
)

Cos p

n.

o.

p.

q.

380
w.

380
af.

380
ao.

380
ax.

380
bg.

380

aeg.
H. ANALISA PERHITUNGAN
aeh.
Rugi total trafo dan Efisiensi Trafo
aei.Tabel 1
1. Ploss = P1 P2
aej.
= 320 190
aek.
= 130 W

0,2
x.

0,5
ag.

0,8
ap.

1,2
ay.

1,25
bh.

2,45

30
y.

0,96
z.

50
ah.

70
aq.

90
az.

120
bi.

150

0,8
ai.

0,5
ar.

0,32
ba.

0,23
bj.

0,18

Beban

i.

Beban

r.

Induct
ance Load

ael.
= P2/P1 x 100%
aem.
= 190/320 x 100%
aen.
= 59,4%
2. Ploss = 640 357,2
aeo.
= 282,8 W
aep.
= 357,2/640 x 100%
aeq.
= 55,8 %
3. Ploss = 920 528,2
aer.
= 391,8 W
aes.
= 528,2/920 x 100%
aet.
= 57,4 %
4. Ploss = 1220 691,6
aeu.
= 528,4 W
aev.
= 691,6/1220 x 100%
aew.
= 56,7 %
5. Ploss = 1500 855
aex.
= 645 W
aey.
= 855/1500 x 100%
aez.
= 57 %
afa.Tabel 2
6. Ploss = P1 P2
afb.
= 40 30
afc.
= 10 W
afd.
= P2/P1 x 100%
afe.
= 30/40 x 100%
aff.
= 75%
7. Ploss = 60 50
afg.
= 10 W
afh.
= 50/60 x 100%
afi.
= 83,3 %
8. Ploss = 80 70
afj.
= 10 W
afk.
= 70/80 x 100%
afl.
= 87,5 %
9. Ploss = 100 90
afm. = 10 W
afn.
= 90/100 x 100%
afo.
= 90 %
10. Ploss = 140 120
afp.
= 20 W
afq.
= 120/140 x 100%
afr.
= 85,7 %
11. Ploss = 160 150
afs.
= 10 W
aft.
= 150/160 x 100%
afu.
= 93,75 %
afv.
I. ANALISA DATA
afw. Pada percobaan mesin listrik kali ini, kami melakukan percobaan
mengenai tes pembebanan trafo 3 phasa, percobaan ini sendiri terdiri dari 2 tahap. Yang
pertama saat beban resistif dan saat beban induktif.

afx. Trafo yang terhubung dengan beban resisitif murni pada rangkaian tertutup
akan mengalir aris I2 dari kumparan sekunder ke beban dikarenakan pada kumparan
sekunder trafo terdapat R2 dan X2. Maka ini mengakibatkan beda fasa antara I2 dan E2
afy.
Saat trafo dihubungkan dengan beban induktif, arus sekunder I2 akan
afz.
mengalir dari kumparan sekunder menuju ke beban diasumsikan beban
memiliki faktor
aga. daya tertinggal (lagging),
agb. Pada sisi sekunder terdapat beban induktif (RL + jXL) maka I2 tertinggal
agc.
terhadap V2 sebesar tan 2 = XL/RL, sedangkan beda fasa I2 dan E2 dipengaruhi
oleh
agd.
(RL + jXL) dan (R2 + jX2) sebesar tan 2 = (X2+XL) / (R2+RL). Jatuh resistansi
age.
sekunder terhitung oleh I2R2 yang paralel terhadap I2.Gaya gerak magnet
sekunder I2N2 memberikan kenaikan fluks (2) yang melingkupi hanya kumparan
sekunder
agf.
dan tidak pada kumparan primer. Fluks lingkup sekunder 2 sefasa dengan I2,
dengan
agg.
alasan yang sama fluks lingkup primer 1 sefasa dengan I1. Fluks lingkup
sekunder
agh.
menginduksi gaya gerak listrik E2 pada kumparan sekunder, fluks tertinggal 900
agi.
agj.
Apabila beban yang terhubung disisi sekunder beban kapasitif (ZC), arus
agk.
beban I2 mendahului V2 dengan faktor daya mendahului (leading), Beda fasa I2
dan V2 yang dikarenakan beban kapasitif (Rc - jXc) yaitu tan 2 = XC/RC sedangkan
beda fasa I2 dan E2 yaitu sebesar tan 2 = (XC - X2)/(RC - R2).
agl.
J. KESIMPULAN
- Rugi total Trafo dapat diketahui dengan mengurangi daya input dengan daya output
- Efisiensi trafo dapat diketahui dengan membagi daya output dengan daya input dikali
100 %
- Efisiensi saat beban induktif lebih baik dibandingkan saat beban resistif.
agm.

agn.
ago.

FOTO KELOMPOK

agr.

PERCOBAAN 9

agp.
agq.

ags.

TES BEBAN NOL MOTOR INDUKSI 1 PHASA

agt.
A. TUJUAN
- Untuk mengetahui cara menguji beban nol motor induksi 1 phasa
- Untuk mengetahui sifat dasar dan karakterisktik motor induksi 1 phasa pada beban nol
- Mampu memahami cara menentukan parameter-parameter beban nol motor induksi 1
phasa
agu.
B. DASAR TEORI
agv.
Prinsip kerja motor induksi berdasar induksi fluks magnetis, bila
lilitan stator dihubungkan tegangan bolak-balik 1 fas atau 3 fasa maka arus akan mengalir
pada kumparan stator. Arus menimbulkan medan bolak-balik dengan kecepatan sebanding
dengan kecepatan sinkron dan akan mengikuti persamaan :
n=

agw.
agx.

120 f
P

dengan arti :

agy.

n = kecepatan putar medan stator (rpm)

agz.

f = frekuensi

aha.

P = banyaknya kutup

(Hz)

ahb.
ahc.

Fluks magnit bergerak menghasilkan resultance fluks sebesar :

ahd.
ahe.

r=2

m
2
sin =mSin
2
2

Jadi besarnya fluks resultance ( r ) motor induksi 1 fasa adalah setiap saat

mengalami perubahan, nilai terbesarnya r=m


ahf.

Persamaan daya :

ahg.

Daya input

: P1 = V . I1 Cos

ahh.

Rugi daya (CU) pada lilitan stator

: Pcu = I12 R1
Pg=

( 12s )

I22 R2

ahi.

Daya masuk pada rotor

ahj.

Torsi

1 12
: Tg= 2 n s

( )

I22 R2

ahk.

Tg=

Dengan : n = ns-(1-s),maka

=k

2
1 I 2 R2
2 n s

( )

I 22 R 2
s

ahl.

Besarnya nilai slip (s) adalah :

ahm.
1

nsn
ns

n
ns

ahn.
Torsi motor induksi 1 fasa menghasilkan torsi arah maju dan arah mundur masingmasing besarnya :
I 22 R 2
Tf =k
s

( )

aho.
ahp.

Total torsi :

dan Tb= -k

I 22 R 2
2s

T = Tf-Tb

ahq.
Dalam keadaan diam besarnya slip 0 dan +2, s=1 dan (2-s)=1, oleh karena itu
motor induksi 1 fasa tidak dapat starting dengan sendirinya. Starting memerlukan
bantuan.
C. PERALATAN
ahr.
1. Autotrafo (Variac)
2. Voltmeter AC
3. Amperemeter AC
4. Wattmeter
5. Cosphimeter
6. Alliance Motor 0,3kW
7. Panasonic Motor 125 W
ahs.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
aht.

E. LANGKAH PERCOBAAN

1
1
1
1
1
1
1

ahu.
Mengetahui arus input, daya serta cosphi motor induksi 1 phasa terhadap pengaruh
perubahan tegangan input kondisi tanpa beban/beban nol.
ahv.

Langkah:

1.
2.
3.
4.

Rangkai sesuai gambar percobaan dengan menggunakan motor Alliance Motor 0,3 KW.
Naikkan tegangan V dengan menggeser variac hingga menunjukkan nilai 180 Volt.
Amati dan catat nilai Arus, Daya,dan Cosphi lalu catat pada tabel.
Ulangi langkah 2-3 dengan mengubah nilai tegangan input menjadi 190, 200, 210, 220
dan 230 Volt.
5. Ulangi langkah 1-4 dengan menggunakan motor Panasonic 125 W
ahw.
ahx.
ahy.
ahz.
aia.
F. FOTO RANGKAIAN
aib.
aic.
aid.
aie.
aif.
aig.
aih.
aii.
G. DATA PERCOBAAN
aij.

Alliance Motor 0,3 KW

aik.
N

ail. V (Volt)

aip.
1
aiu.
2
aiz.
3
aje.
4
ajj.
5
ajo.
6
ajt.

aiq.180

aim.

ais. 0,78 lead


aix.0,8 lead

aiy.170

aja.200

05
ajb.1,05

ajc.0,83 lead

ajd.185

ajf. 210

ajg.1,04

ajh.0,87 lead

aji. 200

ajk.220

ajl. 1,03

ajm.

ajn.215

ajp.230

ajq.1,03

aiw.

1,

ower
Factor

aio.

aya
tanpa
beban
(Watt)
ait. 160

aiv.190

tanpa
beban
(Ampere
)
air. 1,05

ain.

0,
92 lead
ajr. 0,95 lead

ajs. 230

aju.

Panasonic 125 W

ajv. ajw.
V
N
(Volt)

aka.
1
akf.
2
akk.
3
akp.
4
aku.
5
akz.
6
ale.

akb.

2
2

akw.

80
1

90
akl.200
akq.
10
akv.
20
ala.230

02
alb.1,24

alf.
H. ANALISA PERHITUNGAN
alg.Motor 1
1. V = 180 V;
alh. P = V. I . Cos phi
ali. = 180 . 0,48. 0,89
alj. = 76,896 W
2. V = 190 V;
alk.P = V. I . Cos phi
all. = 190 . 0,58. 0,81
alm.
= 89,262 W
3. V = 200 V;
aln.P = V. I . Cos phi
alo. = 200 . 0,72. 0,7
alp. = 100,8 W
4. V = 210 V;
alq.P = V. I . Cos phi
alr. = 210 . 0,87. 0,63
als. = 115,1 W
5. V = 220 V;
alt. P = V. I . Cos phi
alu. = 220 . 1,05. 0,6
alv. = 136,6 W
6. V = 230 V;
alw.
P = V. I . Cos phi
alx. = 230 . 1,25. 0,58
aly. = 166,75 W
alz.
ama.

tanpa
beban
(Ampere
)
akc.
0,
46
akh.
0,
55
akm.
0,
7
akr.0,85

akg.

ajx.

Motor 2

1. V = 180 V;

1,

ajy.

P
ower
Factor

ajz.

0,
98 lag
aki.0,82 lag

aya
tanpa
beban
(Watt)
ake.
6
0
akj.70

akn.

ako.

akd.

0,
69 lag
aks.
0,
63 lag
akx.
0,
59 lag
alc.0,57 lag

0
akt.210
aky.
25
ald.150

amb.
P = V. I . Cos phi
amc.
= 180 . 1,2 . 0,76
amd.
= 164,16 W
2. V = 190 V;
ame.
P = V. I . Cos phi
amf.
= 190 . 1,2. 0,78
amg.
= 177,84 W
3. V = 200 V;
amh.
P = V. I . Cos phi
ami.
= 200 . 1,2. 0,8
amj.
= 192 W
4. V = 210 V;
amk.
P = V. I . Cos phi
aml.
= 210 . 1,2. 0,82
amm.
= 206,6 W
5. V = 220 V;
amn.
P = V. I . Cos phi
amo.
= 220 . 1,2. 0,84
amp.
= 221, 76W
6. V = 230 V;
amq.
P = V. I . Cos phi
amr.
= 230 . 1,2. 0,89
ams.
= 245,64 W
amt.
I. ANALISA DATA
amu.
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan dengan judul Tes Beban Nol
Motor Induksi 1 Phasa. Dimana motor induksi ini banyak digunakan di industri karena
konstruksi yang sederhana, perawatan yang mudah, harga yang lebih terjangkau serta
memiliki efisiensi dan kehandalan yang tinggi. Berbeda dengan motor sinkron yang
kecepatan putarnya sama dengan perputaran medan magnet, pada motor induksi ini
terdapat slip sehingga kecepatan putar motor akan berbeda dengan perputaran medan
magnet.
amv.
Pada percobaan ini motor dalam keadaan tidak berbeban atau beban nol.
Dalam melakukan percobaan ini variabel yang diubah adalah tegangan input. Pengubahan
tegangan ini dilakukan dengan cara tidak menghubungkan motor pada jala-jala PLN
melainkan motor dihubungkan pada Autotrafo (Variac). Sedangkan variabel yang diamati
adalah arus, power faktor dan daya motor. Terdapat 2 motor yang digunakan pada
percobaan ini yaitu Alliance Motor 0,3 kW dan Panasonic 125 W.
amw.
Pada motor Alliance saat tegangan input 180 Volt, arus yang mengalir
adalah 1,05 A dengan daya 160 Watt serta power factor 0,78 lead. Nilai power factor yang
lead pada kondisi ini bisa disebabkan karena nilai kapasitor yang terpasang pada motor
terlalu besar sehingga beban bersifat kapasitif. Saat tegangan input dinaikkan secara
bertahap sampai 230 Volt arus yang mengalir turun namun dengan nilai yang kurang
signifikan. Daya beban naik secara bertahap dengan kenaikan rata-rata 15 Watt tiap
kenaikan tegangan sebesar 10 Volt. Sedangkan sifat kapasitif beban berkurang yang
ditunjukkan dengan nilai power factor yang semakin mendekati 1 saat tegangan input
dinaikkan.
amx.
Pada motor Panasonic saat tegangan input 180 Volt, arus yang mengalir
adalah 0,46 A dengan daya 60 Watt serta power factor 0,98 lag. Saat tegangan input
dinaikkan secara bertahap sampai 230 Volt arus yang mengalir ikut naik hingga menjadi

1,24 A. Daya beban naik secara bertahap dengan kenaikan rata-rata 10 W tiap kenaikan
tegangan sebesar 10 Volt pada tegangan 180-200 V dan 25 W tiap kenaikan tegangan
sebesar 10 Volt pada tegangan 210-230 V. Sedangkan sifat beban semakin induktif yang
ditunjukkan dengan nilai power factor yang semakin berkurang saat tegangan input
dinaikkan.
amy.
Dari data percobaan diatas saat tegangan input dinaikkan, maka sifat beban
akan semakin induktif hal ini sesuai dengan persamaan:
P=V I Cos

amz.
ana.

Cos=

P
VI

anb.
Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa nilai cos berbanding terbalik dengan
nilai tegangan. Sehingga jika tegangan dinaikka maka nilai cos akan semakin kecil
(beban semakin induktif).
anc.
and.
ane.

KESIMPULAN

1. Daya beban sebanding dengan nilai tegangan yang yang diberikan ke beban.
2. Semakin besar nilai tegangan yang diberikan ke beban, maka beban akan semakin bersifat
induktif (cos turun)
anf.
ang.
anh.

ani.
anj.FOTO KELOMPOK
ank.
anl.
anm.
ann.
ano.
anp.
anq.
anr.
ans.

ant.
anu.
anv.
anw.
anx.
any.
anz.
aoa.
aob.
aoc.
aod.
aoe.
aof.
aog.
aoh.
aoi.
aoj.
aok.
aol.

aon.

aom.
PERCOBAAN 10
TEST BEBAN NOL MOTOR INDUKSI SATU PHASA

aoo.
A. TUJUAN
- Mahasiswa mampu memahami cara merangkai rangkaian percobaan dengan benar
- Mahasiswa mengerti prinsip kerja test beban nol motor AC satu phasa
- Mahasiswa mengerti untuk menentukan rugi inti besi dan rugi rotasional motor AC satu
phasa melalui percobaan
- Mahasiswa mengerti cara menentukan parameter Xm (reaktansi magnitasi) motor AC satu
phasa melalui percobaan
aop.
B. DASAR TEORI
aoq. Motor induksi dalam keadaan beban nol dibuat dalam keadaan berputar tanpa
memikul beban pada rating tegangan dan frekuensinya. Besar tegangan V1 yang digunakan ke
belitan stator perphasanya adalah (tegangan nominal) arus masukan sebesar I o dan dayanya
Po. Nilai ini semua didiapat dengan melihat alat ukur pada saat percobaan beban nol.
aor.
aos. Dalam percobaan beban nol, kecepatan motor induksi mendekati kecepatan
sinkronnya. Dimana besar slip=0, sehingga R2/s sehingga besar impedansi total bernilai tak
terhingga yang menyebabkan arus pada gambar berikut bernilai nol sehingga rangkaian
ekuivalen motor induksi pada pengukuran beban nol ditunjukkan pada gambar berikut.
Namun karena pada umumnya nilai kecepatan motor pada pengukuran nro ini yang diperoleh
tidak sama dengan ns maka slip tidak sama dengan nol sehingga ada arus I 2 yang sangat kecil
mengalir pada rangkaian rotor, arus I2 tidak diabaikan tetapi digunakan untuk menghitung
rugi-rugi gesek + angin dan rugi rugi inti pada percobaan beban nol. Pada pengukuran ini
didapat data2 antara lain : arus input (I1 = Io), tegangan input (V1 = Vo), daya input perphasa
(Po) dan kecepatan poros motor (nro). Frekuensi yang digunakan untuk eksitasi adalah
frekuensi sumber f.
aot.

aou.
aov.
aow.
Dengan tidak adanya beban mekanis yang terhubung ke rotor dan tegangan
normal diberikan ke terminal, dari gambar didapat besar sudut phasa antara arus I o antara
dan Vo adalah :
Cos o = Po/Po Pio
aox.
aoy.
Dengan Po adalah daya input perphasa. Sehingga besar E1 dapat dinyatakan
dengan
aoz.
E1 = V1 <0o ( I<0) (R1+jX1) (volt)
apa.
nro adalah kecepatan rotor pada saat beban nol. Daya yang dissipasikan oleh Rc
dinyatakan dengan :
apb. Pc = Po Io2R1
apc.
R1 didapat pada saat percobaan test DC motor induksi satu phasa
apd.
Harga Rc dapat ditentukan dengan
ape.
apf. Rc = E12/Po
apg.
aph.
Dalam keadaan R1 yang sebenarnya lebih kecil jika dibandingkan dengan dan juga
Rc jauh
api.lebih besar dari JXm sehingga impedansi yang dedapat dari percobaan beban nol dianggap
JX1 dan JXm yang diserikan.
apj.Zo=V1/IoJ(X1+JXm)
apk.
Sehingga diperoleh
apl. Xm=V1/Io-X1
apm.

C. PERALATAN
12. Sumber AC satu phasa
13. Variac satu phasa
14. Voltmeter AC
15. Ampere meter AC
16. Wattmeter AC satu phasa
17. Cosphimeter
18. Motor AC 1 phasa
19. Tachometer
20. Kabel secukupnya
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
apn.

apo.
app.
E. LANGKAH PERCOBAAN
1. Pastikan semua peralatan dalam keadaan ready.
2. Menyiapkan peralatan yang diuji,alat ukur dan kabel yang akan digunakan percobaan test
beban nol motor induksi phasa
3. Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan percobaan test
beban nol motor induksi satu phasa
4. Pastikan bahwa sumber tiga phasa AC 220 volt dalam keadaan siap digunakan
5. Pastikan bahwa alat ukur voltmeter,amperemeter,wattmeter dan cosphimeter yang
digunakan pada range yang sesuai dengan yang akan diukur
6. Setelah melakukan merangkai rangkaian percobaan test beban nol motor induksi satu
phasa
7. Laporkan kepada dosen pengampu praktikum untuk mengecek rangkaian saudara yang
sudah dirangkai tersebut
8. Setelah cek oleh dosen pengampu praktikum lakukan percobaan step by step seperti yang
ditunjukan dalam tabel percobaan dan penunjukan alat ukur voltmeter
9. Catat hasil pengukuran voltmeter,amperemeter,wattmeter satu phasa dan cosphi meter
10. Hasil percobaan dimasukkan kedalam tabel yang sudah disediakan
11. Setelah melalukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut, pastikan bahwa sumber
AC 220volt dalam keadaan off (mati)
12. Lepas semua rangkaian percobaan saudara lakukan dan kembalikan peralatan ketempat
semula
13. Buat laporan sementara dan mintakan tanda tangan kepada dosen pengampu
14. Praktikum selesai
apq.
F. FOTO RANGKAIAN
apr.

aps.
apt.
apu.
G. DATA PERCOBAAN
1. Motor I alliance (A-YL-712-4B3)
apv.
apw.
V
apx.

apy.

Pow

apz.

Day

N
aqa.
1
aqf.
2
aqk.
3

tanpa
beban (V)
aqb.
180

tanpa
beban (A)
aqc.
1,1
8

aqg.

aqh.

190

aql.200

aqm.

210

aqu.
5

aqv.

220

1,1

aqr.1,17

aqw.

1,1

asd.
4
asi.
5
asn.
6

aqj.195

aqn.

0,8

aqs.

0,83

aqx.

0,86

aqo.

200

aqt.220

aqy.

225

ard.

235

arn.

Day
a tanpa
beban
ars.65

5
ara.230

arb.

1,1

arc.0,88

are.Teganan 220/50 Hz
arf. Daya : 370 W
arg.
Arus : 2,8 A
arh.
Cos p : 0,92
ari.
2. Motor II Panasonic (GP-129 JXK)
arj.
ark.
V
arl.I tanpa
N
tanpa
beban (A)
beban (V)
aro. arp.
180
arq.
0,5
1
1

ary.
3

aqi.0,79

8
aqq.

art.
2

a tanpa
beban
aqe.
180

aqp.
4

aqz.
6

1,1

er factor
(lag)
aqd.
0,78

aru.

190

arz.200

arv.0,61

asa.

0,7

arm.

Pow
er factor
(lag)
arr. 0,86

arw.

0,78

arx.

75

asb.

0,72

asc.

90

asg.

0,78

ash.

110

asm.

132

4
ase.

210

asj. 220

asf.0,89

ask.

1,0

asl. 0,8

5
aso.

230

ass.Teganan 220/50 Hz
ast. Daya output : 125 W
asu.
Arus : 1,55 A
asv.
H. ANALISA DATA

asp.

1,2
5

asq.

0,83

asr. 150

asw.
Pada percobaan mesin listrik kali ini kami melakukan percobaan mengenai
test beban nol motor induksi satu phasa. Pada percobaan ini kami menggunakan 2 jenis
motor yaitu motor dengan merk alliance dan motor dengan merk panasonic.
asx.
Pada percobaan pertama tegangan input diberi 180 hingga 230 dengan step
10, dan ternyata arus yang terbaca berada di sekitar 1 ampere sehingga menyebabkan
dayanya tidak jauh berbedan dengan tegangan input lain halnya dengan percobaan kedua,
arus yang dihasilkan tidak menentu ada yang 0,5 dan ada yang 1,25 hal ini mengakibatkan
terdapat perbedaan yang mencolok di dayanya. Hal ini menunjukkan bahwa motor 1 lebih
baik daripada motor II karena daya yg dihasilkan oleh motor 1 lebih besar dibandingkan
motor II
asy.
asz.
I. KESIMPULAN
ata.Motor I menghasilkan daya yang lebih baik dibandingkan motor II sehingga motor I lebih
baik dibandingkan motor II
atb.
atc.

atd.
ate.
atf.
atg.
ath.
ati.
atj.

FOTO KELOMPOK

atk.
atl.

PERCOBAAN 11

KERJA PARALEL TRANSFORMATOR SATU PHASA

atm.
A. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa memahami cara menguji kerja paralel transformator dengan benar
Mahasiswa mampu membandingkan arus melalui trafo 1 dan trafo 2 dengan
menanggung beban yang sama.
Mahasiswa mengerti cara merangkai rangkaian kerja paralel transormator satu phasa.
atn.
B. DASAR TEORI
ato. Kerja paralel transformator digunakan untuk memperbesar kemampuan rating
terhadap penambahan beban. Ketika beban listrik semakin bertambah dan melebihi

kemampuan dari transformator yang digunakan, maka rating atau kemampuan transformator
perlu dinaikan agar tidak terjadi over load dan pemanasan berlebih pada transformator. Salah
satu cara untuk menaikan rating trafo adalah dengan merangkainya secara paalel.
atp. Syarat yang harus dipenuhi untuk merangkai transformator adalah sebagai berikut:
1. Perbandingan tegangan tegangan harus sama.
2. Polaritas transformator harus sama.
3. Tegangan impedansi pada keadaan beban penuh harus sama.
4. Perbandingan reaktansi terhadap tahanan (R/X) sebaiknya sama, sehingga
ransformator akan bekerja pada faktor kerja yang sama.
atq.
C.

PERALATAN
Sumber satu phasa
Variac satu phasa
Transformator satu phasa
Wattmeter
Voltmeter AC
Amperemeter AC
Kabel Secukupnya
Beban dengan daya lebih 1000 watt

atr.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN

ats.

att.
atu.
E. LANGKAH PERCOBAAN

1 buah
2 buah
2 buah
3 buah
2 buah

1. Menyiapkan peralatan yang diuji, alat ukur dan kabel yang digunakaan dalam
percobaan.
2. Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan pada
percobaan ini.
3. Pastikan sumber AC 220 V siap digunakan.
4. Pastikan semua alat ukur digunakan pada range yang sesuai dengan yang diukur.
5. Lapor dosen pengampu praktikum untuk mengecek rangkaian yang sudah selesai
dirangkai.
6. Lakukan percobaan step by step dengan dilihat dosen pengampu dan tunjukan
penunjukan alat ukur percobaan.
7. Catat hasil pengukuran alat ukur dan hasil percobaan dalam tabel percobaan.
8. Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian dan lanjutkan percobaan.
9. Pastikan bahwa sumber AC 220 V dalam keadaan off (mati).
10. Naikan tegangan V1 sampai tegangan 120 V, catat P1, V1, P2, V2,I2, dan I3 masukan ke
dalam tabel yang sudah disediakan.
11. Ulangi langkah 10 dengan menurunkan tegangan sebesar 110 V.
12. Ulangi langkah 10 dengan menurunkan tegangan sebesar 100 V.
13. Ulangi langkah 10 dengan menurunkan tegangan sebesar 90 V.
14. Praktikum telah selesai, lepaskan steker yang terhubung pada stop kontak, dan lepas
semua konektor yang terpasang.
15. Kembalikan semua modul dan peralatan yang digunakan selama percobaan pada
tempat semula.
16. Buat laporan sementara, selanjutnya mintakan tanda tangan kepada Dosen Pengampu.
17. Praktikum selesai, anda bisa meninggalkan ruang praktikum.
atv.
atw.
atx.
F. FOTO RANGKAIAN
aty.

atz.
G. DATA PERCOBAAN
aua.

V
1

aub.

I
1

auc.

aud.

V2

aue.

I
-

auf.

aug.

V3

auh.

L
OAD

aui.
81,
5

auj.0
,
7
8

auk.
125
W

aul.
18

aum.
0,6
A

aun.
100
W

auo.
18

aup.
L
ampu pijar
2 buah
lampu TL

V
auq.
84
V

A
aur.0
,
8
4

aus.
137,5
W

aut.
19

auu.
0,6
5

auv.
110
W

auw.
19

ave.
20

avj.
21

A
avk.
0,8
2

avd.
127
,
5
W
avl.1
4
5

avr.
22

A
avs.
0,9
A

W
avt.1
6
0

2 buah
motor 1
phasa.
(dipasang
paralel)

A
auy.
86
V

avg.
89
V

avo.
102
V

avw.
104
V

A
auz.
0,9
A

avh.
1A

avp.
1,1
A

avx.
1,2
2

ava.
162,5
W

avi.1
7
5
W
avq.
200
W

avy.
225
W

avb.
20

avc.
0,7
3

avz.
23

awa.
1A

A
awe.
awf.
awg.
awh.
H. ANALISA PERHITUNGAN

awi.

awm.

Mencari nila arusi I3

awn.

Saat V2 = 180 V
awo.

awp.

I 3 =I 1 + I 2=0,78+0,6=1,38 A
Saat V2 = 190 V

awq.
awr.

I 3 =I 1 + I 2=0,84+ 0,65=1,49 A
Saat V2 = 200 V

aws.
awt.

I 3 =I 1 + I 2=0,9+0,73=1,63 A
Saat V2 = 210V

awu.
awv.

I 3 =I 1 +I 2=1+0,82=1,82 A
Saat V2 = 220 V

aww.

I 3 =I 1 + I 2=1,1+0,9=2 A

W
awb.
187
,
5
W
awj.

avm.
21

avu.
22

awc.
23

awk.

awl.

awx.

Saat V2 = 230 V
awy.

I 3 =I 1 +I 2=1,22+1=2,22 A

awz.

Mencari Daya I3

axa.

Saat V2 = 180 V
axb.

axc.

P3=P1 + P2=125+100=225 W
Saat V2 = 190 V

axd.
axe.

P3=P1 + P2=137,5+110=247,5 W
Saat V2 = 200 V

axf.
axg.

P3=P1 + P2=162,5+127,5=290 W
Saat V2 = 210 V

axh.
axi.

P3=P1 + P2=175+145=320 W
Saat V2 = 220 V

axj.
axk.

P3=P1 + P2=200+160=360 W
Saat V2 = 230 V

axl.

P3=P1 + P2=225+187,5=412,5 W

axm.

Menghitung Impedansi Trafo A dan Trafo B

axn.

Saat V2 = 180 V

axo.
Z B=
axp.
axq.
Z B=
axr.

Z A=

V 2 180
=
=230,8
I 1 0,78

V 2 180
=
=230,8
I 1 0,78
Saat V2 = 190 V
Z A=

V 2 190
=
=226,2
I 1 0,84

V 2 190
=
=226,2
I 1 0,84
Saat V2 = 200 V

Z A=

axs.
Z B=

V 2 200
=
=223
I 1 0,9

V 2 200
=
=223
I 1 0,9

axt.

Saat V2 = 210 V
Z A=

axu.
Z B=

V 2 210
=
=210
I1
1

V 2 210
=
=210
I1
1

axv.

Saat V2 = 220 V
Z A=

axw.
Z B=

V 2 220
=
=200
I 1 1,1

V 2 220
=
=200
I 1 1,1

axx.

Saat V2 = 230 V
Z A=

axy.
Z B=

V 2 230
=
=188,5
I 1 1,22

V 2 230
=
=188,5
I 1 1,22

I. ANALISA DATA
axz.
Pada percobaan Kerja Paralel Transformator satu phasa , digunakan 2 trafo
dengan karakteristik sama. Artinya, kemampuan atau rating, perbandingan lilitan primer dan
sekunder, dan fakor daya kedua trafo sama. Dalam dasar teori dijelaskan bahwa kerja paralel
transformator digunakan untuk memperbesar kemampuan rating terhadap penambahan
beban. Artinya beban trafo, akan dibagi ke masing-masing trafo.
aya.
Salah satu parameter yang membuktikan atau menunjukan pembagian beban
dalam trafo yang dirangkai paralel adalah arus beban yang dipecah ataupun dibagi pada
masing-masing trafo.
I 3 =I 1 + I 2

ayb.
ayc.

Dimana :
ayd. I 3 : Arus Beban
aye.

I 1 : Arus pada trafo A

ayf.
ayg.
dan

I 2 : Arus pada trafo B

Karena trafo yang digunakan sama karakteristiknya, pada praktikum ini nilai

I1

I 2 selalu sama pada setiap masing-masing tegangan.

ayh. Parameter yang ke dua yang membuktikan atau menunjukan pembagian beban dalam
trafo yang dirangkai paralel adalah dibaginya beban daya pada beban ke masing-masing
trafo.
ayi.
ayj.

P3=P1 + P2

Dmana :
ayk. P3 : Daya Beban
ayl.

P1 : Daya yang ditanggung Trafo A

aym.
ayn.
dan

P2 : Daya yang ditanggung Trafo B

Karena trafo yang digunakan sama karakteristiknya, pada praktikum ini nilai

P1

P2 selalu sama pada setiap masing-masing tegangan.

ayo. Parameter yang ke tiga yang membuktikan atau menunjukan pembagian beban dalam
trafo yang dirangkai paralel adalah impedansi yang bernilai sama untuk trafo yang dirangkai
paralel di mana trafo tersebut karakteristiknya sama. Hal ini dibuktikan pada perhitungan
impedansi pada masing-masing trafo di atas.
ayp. Dari tiga parameter yang telah dipaparkan rating trafo yang diparalel pada dasarnya
adalah penjumlahan dari rating masing-masing trafo. Untuk aplikasi kerja paralel
transformator satu phasa, misalkan ada trafo dengan rating 50 MVA, beban yang ditanggung
70 MVA. Agar trafo tetap bisa digunakan, dapat dilakukan dengan merangkainya secara
paralel dengan trafo lain, misal dengan rating 50 MVA. Dengan merangkainya secara paralel,
maka ratingnya akan menjadi 100 MVA, sehingga dapat menanggung beban sebesar 70
MVA>
ayq. Dalam percobaan ini, saat teganganya diybah-ubah, beban yang digunakan tetap.
Artinya tidak ditambah, dikurangi maupun diganti dengan beban lain. Seharusnya, pada
perhitungan impedansi beban nilainya tetap untuk setiap perubahan tegangan. Kenyataanya
ada sedikit perubahan nilai impedansi setiap perubahan tegangan, hal ini menunjukan adanya
kesalahan atau error pada pengukuran, kesalahan ini bisa terjadi dari human error seperti
kesalahan dalam pembacaan atau kesalahan dari alat ukur.
J. KESIMPULAN
ayr.
Kerja paralel transformator satu phasa berfungsi untuk menaikan rating atau
kemampuan transformator dimana beban daya pada transformator akan dibagi pada masingmasing trafo. Kerja paralel transformator memiliki syarat dimana perbandingan tegangan
trafo harus sama, polaritas transformator harus sama, dan tagangan impedansi saat beban
penuh harus sama.

ays.
ayt.
ayu.

ayv.
ayw.

FOTO KELOMPOK

azk.

PERCOBAAN 12

ayx.
ayy.
ayz.
aza.
azb.
azc.
azd.
aze.
azf.
azg.
azh.
azi.
azj.

azl.

KERJA SERI TRANSFORMATOR SATU PHASA

azm.

A. TUJUAN
Mahasiswa memahami cara menguji kerja seri transformator dengan benar
Mahasiswa mapu membandingkan dua tegangan yang melalui transformator A dan
transformator B dengan menanggung tegangan yang sama atau tegangan yang berbeda

Mahasiswa mengerti cara merangkai ragkaian kerja seri transformator satu phasa
Mahasiswa mampu memahami persyaratan untuk menseri transformator satu phasa

azn.
B. DASAR TEORI
azo.
1.
2.
3.
4.

Kerja Seri Transformator satu phasa adalah :

Kerja seri transformator dilakukan untuk memperoleh tegangan yang lebih tinggi
Kedua yang diseri harus mempunyai rating trafo yang sama
Tegangan kedua transformator yang diseri tidak harus sama
Polaritas transformator berbeda dihubungkan
azp.
Gambar Rangkaian kerja seri transformator

azq.

C.

PERALATAN
Sumber satu phasa
Variac satu phasa
Transformator satu phasa
Wattmeter
Voltmeter
Amperemeter
Kabel
Beban transformator

azr.
D. RANGKAIAN PERCOBAAN

1 buah
2 buah
2 buah
4 buah
1 buah
Secukupnya

azs.
E.
1.
2.
3.
4.
5.

LANGKAH PERCOBAAN
Menyiapkan peralatan yang akan diuji, alat ukur dan kabel yang akan digunakan
Memasang rangkaian percobaan sesuai dengan gambar yang digunakan percobaan ini
Pastikan bahwa sumber AC 220 volt dalam keadaan siap digunakan
Pastikan bahwa semua alat ukur digunakan pada range yang sesuai dengan yang diukur
Naikkan tegangan pada voltmeter sekunder sampai menunjukkan 230 volt. Catat
penunjukan voltmeter 1, voltmeter A, voltmeter A dan voltmeter A serta Amperemeter
sekunder. Cosphimeter dan hasil percobaan dimasukkan ke dalam table
6. Ulangi langkah 5 dengan menurunkan tegangan V2 sebesar 220 volt
7. Ulangi langkah 5 dengan menurunkan tegangan V2 sebesar 210 volt
8. Ulangi langkah 5 dengan menurunkan tegangan V2 sebesar 200 volt
9. Ulangi langkah 5 dengan menurunkan tegangan V2 sebesar 190 volt
10. Setelah melakukan percobaan lepas rangkaian percobaan tersebut dan lanjutkan
percobaan
11. Pastikan bahwa sumber AC 220 V dalam keadaan off
12. Lepas semua rangkaian percobaan dan kembalikan peralatan dan konektor ketempat
semula
azt.
F. FOTO RANGKAIAN
azu.

azv.

G. DATA PERCOBAAN
azw.
V1 (volt)

azx.
Va (volt)

azy.
Vb (volt)

azz.
V2 (volt)

bac.
110
bai.
105
bao.
101
bau.
96
bba.
91
bbg.

bad.
55
baj.52,5

bae.
55
bak.
52,5
baq.
50,5
baw.
48
bbc.
45,5

baf.
230
bal.220

bap.
50,5
bav.
48
bbb.
45,5

bar.210
bax.
200
bbd.
190

baa.
I2
(amp
ere)
bag.
1,85
bam.
1,65
bas.
1,45
bay.
1,25
bbe.
1,15

bab.
Cosphime
ter
bah.
1
ban.
1
bat.1
baz.
1
bbf.
1

H. ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN


bbh.
Pada praktikum ini kami melakukan percobaan kerja seri transformator
satu phasa. Kerja seri trafo satu phasa dilakukan untuk memperoleh tegangan yang lebih
tinggi, dimisalkan apabila memerlukan tegangan tinggi tidak perlu membutuhkan trafo
dengan spesifikasi yang tinggi pula cukup dengan menghubungkannya seri maka kerja
transformatornya akan meningkat dari sebelumnya. Pada praktikum ini hal tersebut
ditunjukkan dengan nilai V1 yang merupakan penjumlahan antara Va dan Vb. Seperti
yang ditunjukkan pada percobaan pertama diketahui besarnya V1 adalah 116 V dan
diketahui pula besar Va dan Vb masing-masing 60 V dan 56 V, jumlah dari kedua
tegangan ini sama dengan yang ditunjukkan pada V1. Kerja seri transformator ini hanya
bisa dilakukan pada spesifikasi rating transformator yang sama.
bbi.
Jika dilihat dari besarnya nilai tegangan yang ditunjukkan oleh Va dan Vb
tidaklah sama untuk setiap percobaan, hal ini mengindikasikan bahwa tegangan yang
dimabil dari masing-masing trafo tidak sama, namun bukan berarti tegangan tersebut
tidak harus sama. Polaritas untuk menseri trafo ini polaritas yang tidak sama
dihubungkan, maksudnya polaritas negatif pada trafo A dihubungkan dengan polaritas
positif trafo B. Untuk polaritas positif trafo A dihubungkan dengan phasa sumber
sedangkan polaritas negatif trafo B dihubungkan dengan netral sumber. Untuk menseri
trafo keempat persyaratan diatas harus dipenuhi.
bbj.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Berikut ini perhitungan daya semu dan daya reaktif beban :

S = V2 x I2
= 230 x 1,85 = 425,5 VA
Q = S x sin
= 425,5 x 0,49 = 208,5 VAR
S = V2 x I2
= 220 x 1,65 = 363 VA
Q = S x sin
= 363 x 0,49 = 177,87 VAR
S = V2 x I2
= 210 x 1,45 = 304,5 VA

k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.

Q = S x sin
= 304,5 x 0,49 = 149,2 VAR
S = V2 x I2
= 200 x 1,25 = 250 VA
Q = S x sin
= 250 x 0,49 = 122,5 VAR
S = V2 x I2
= 190 x 1,15 = 218,5 VA
Q = S x sin
= 218,5 x 0,49 = 107,065 VAR

u.
I.

v.

KESIMPULAN
Kerja seri transformator dilakukan untuk memperoleh tegangan yang lebih tinggi
Kedua yang diseri harus mempunyai rating trafo yang sama
Tegangan kedua transformator yang diseri tidak harus sama
Polaritas transformator berbeda dihubungkan

w.
x.
y.
z.
aa.
ab.

FOTO KELOMPOK