Anda di halaman 1dari 7

http://www.alkhoirot.

com/bahasa-arab-klasik-al-quran-al-khoirot/

Bahasa Arab Klasik Al-Quran Al-Khoirot


Post on November 25, 2015 by Pondok Pesantren Al-Khoirot tagged: pesantren salaf,
Program

Bahasa Arab Klasik atau Bahasa Arab Al-Quran Al-Khoirot adalah program unggulan
utama Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) Malang. Karena, sebagian besar program
pendidikan di Madrasah Diniyah dan Pengajian Pengasuh PPA mengharuskan santri
untuk memiliki kemampuan menguasai Bahasa Arab Al-Quran ini. Sekali lagi, ini
menunjukkan bahwa PPA memiliki akar kuat sebagai pesantren salaf. Baca: Beda Pondok
Modern, Pesantren Salaf dan Mahad Salafi
DAFTAR ISI
1. Penguasaan Ilmu Gramatika Bahasa Arab
2. Tiga Tipe Bahasa Arab: Klasik, Modern, Dialek Lokal
3. Manfaat Menguasai Bahasa Arab Klasik Al-Quran
4. Definisi Bahasa Arab Klasik Al-Quran
1. Morfologi
2. Gramatika
3. Fonologi
5. Cara Dapat Membaca dan Memahami Kitab Klasik

1. Penguasaan Gramatika Dasar


2. Banyak Membaca Kitab Klasik
3. Memilih Bidang Studi
4. Belajar Menerjemah dan Menulis
6. Bidang Studi
1. Bahasa Al-Quran Dan Tafsir
2. Bahasa Hadits Dan Ilmu Hadits
3. Bahasa Fiqih Dan Ilmu Ushul Fiqih
4. Bahasa Akidah, Akhlak Dan Sejarah
7. Beda Bahasa Arab Klasik dan Modern
8. Bahasa Arab Amiyah (Dialek Lokal)
Identitas sebagai pesantren salaf ini bisa dilihat dari (a) kewajiban santri untuk mengikuti
program Madrasah Diniyah; (b) materi yang dipelajari pada lembaga pendidikan
madrasah diniyah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Mahad Aly); (c) materi yang dipakai
pada pengajian kitab kuning oleh pengasuh semuanya bertujuan untuk meningkatkan
penguasaan keilmuan agama Islam dalam berbagai bidang studi yang ditulis dalam
Bahasa Arab Klasik Al-Quran yang biasa disebut dengan kitab kuning (Arab: al-kutub alturatsiyah) dan menjadikan Bahasa Arab Klasik sebagai lingua franca (bahasa pengantar
utama) dari kitab-kitab kajian.
PENGUASAAN ILMU GRAMATIKA BAHASA ARAB
Penguasaan Bahasa Arab Klasik Al-Quran di Al-Khoirot dimulai dari pembelajaran hal
yang paling fundamental yaitu gramatika dasar bahasa Arab meliputi ilmu Nahwu dan
Sharaf. Kitab yang digunakan mulai dari bawah antara lain Matan Ajurumiyah (
)karya Muhammad bin Ajurum, Al-Amtsilah Al-Tashrifiyah ()
karya Muhammad bin Mashum bin Ali, Nazham Al-Durroh Al-Bahiyyah lebih dikenal
dengan sebutan Nazham Imrithi karya Al-Imrithi, Nadzam Maqshud fi Ilm Al-Sharf
karya Al-Tahtawi, Mutammimah Al-Ajurumiyah karya Al-Ruaini, Alfiyah Ibnu Malik
karya Al-Andalusi, dan Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyah ibni Malik karya Abdullah bin
Abdurrahman bin Aqil.
Selanjutnya pada level pendidikan yang lebih tinggi dikaji pula ilmu sastra Arab dan
logika yaitu ilmu balaghah, maany, bayan, badi dan ilmu mantiq. Kitab yang dikaji
antara lain Al-Jauhar Al-Maknun fi Shinf Tsalatsah Al-Funun karya Abu Zaid
Abdurrahman bin Muhammad Al-Shaghir Al-Akhdari, Sullam Al-Munawraq juga karya
Abu Zaid Abdurrahman bin Muhammad Al-Shaghir Al-Akhdari.

Walaupun kajian Bahasa Arab Klasik menempati porsi yang cukup besar di Al-Khoirot,
sebagaimana di pesantren salaf yang lain, namun satu hal yang perlu dicatat bahwa
penguasaan Bahasa Arab baik klasik maupun yang modern hanyalah sarana, bukan
tujuan. Itulah sebabnya kami menyebutnya sebagai ilmu alat karena ia menjadi sarana
atau jembatan untuk memahami ilmu-ilmu Islam yang begitu luas.
Jadi, menguasai gramatika bahasa Arab dan menguasai cara membaca dan memahami
kompleksitas artikulasi dan struktur kalimat yang ada pada kitab-kitab kuning adalah
jembatan untuk mencapai tujuan utama yakni memahami khazanah keilmuan Islam dari
sumbernya yang asli yakni bahasa Arab klasik Al-Quran.
TIGA TIPE BAHASA ARAB: KLASIK, MODERN, DIALEK LOKAL
Tidak banyak yang tahu bahwa bahasa Arab ada tiga jenis yaitu bahasa Arab klasik,
bahasa Arab modern, dan bahasa Arab amiyah. Antara bahasa Arab klasik dan modern
ada kemiripan, namun bahasa Arab amiyah atau bahasa Arab dialek lokal berbeda jauh
baik apabila dibandingkan dengan BAK dan BAM dan bahkan antara satu negara Arab
dengan negara Arab yang lain yang bisa tidak saling memahami. Baca detail: Beda Arab
modern, klasik dan Amiyah.
Oleh karena itu, di Pesantren Al-Khoirot dua jenis bahasa Arab yakni modern dan klasik
sama-sama dipelajari. Bahasa Arab klasik dipelajari untuk dapat memahami literatur
keilmuan Islam, sedangkan bahasa Arab modern dipelajari untuk memahami bahasa Arab
kekinian yang dipakai pada media (TV, cetak, online, jurnal), dokumen resmi,
korespondensi, percakapan resmi di negara yang berbahasa Arab, dan lain-lain. Baca:
Manfaat Bahasa Arab Modern, Klasik, dan Amiyah
MANFAAT MENGUASAI BAHASA ARAB KLASIK
Belajar dan menguasai bahasa Arab Klasik (Al-Arabiyah Al-Turatsiyah) memiliki
manfaat antara lain:
a. Dapat membaca dan memahami makna Al-Quran, Al-Sunnah (hadits Nabi) dari
sumbernya yang asli beserta penjelasan para ulama ahli tafsir (mufassir) tentang maksud
suatu ayat dan ahli hadits (Arab: muhaddits, al-hafizh) tentang pengertian dan
pemahaman suatu hadits dari berbagai konteksnya. Baik konteks syariah maupun dari
segi status kesahihan hadits.
b. Dapat membaca dan memahami segala bentuk literatur akademis klasik (al-kutub alturatsiyah) yang ditulis oleh para ulama salaf dalam berbagai bidang ilmu agama Islam
meliputi Tauhid, fiqih, lughoh, tashawwuf, mantiq, tajwid, dan lain-lain yang dikenal di
Indonesia dengan sebutan Kitab Kuning.
c. Dapat menjadi peneliti dan pakar di segala bidang studi ilmu-ilmu Islam dan menjadi
ulama Islam yang betul-betul mumpuni.

Dari ketiga manfaat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang ulama yang
ahli di bidang Quran, hadits, fiqih, sejarah, sastra Arab, ilmu hisab, ilmu falak, dan
lainnya maka diperlukan kemampuan dan penguasaan Bahasa Arab Klasik.
DEFINISI BAHASA ARAB KLASIK AL-QURAN
Bahasa Arab Klasik (BAK), juga dikenal dengan Bahasa Arab Quran (BAQ) atau
terkadang disebut Bahasa Arab Mudhari, adalah bentuk bahasa Arab yang dipakai sebagai
teks literatur dari zaman Umayah dan Abbasiyah (abad ke-7 sampai ke-9 masehi). BAK
berdasarkan pada dialek suku-suku Arab abad pertengahan. Sedangkan bahasa Arab
Modern (BAM) adalah keturunan langsung yang dipakai saat ini di seluruh dunia Arab
dalam penulisan dan pembicaraan formal, misalnya, untuk pidato tertulis, siaran radio,
dan kandungan selain entertainment. Walaupun leksikan dan gaya BAM berbeda dengan
BAK, tapi morfologi dan sintaksnya pada dasarnya tidak berubah. Di dunia Arab, antara
BAK dan BAM sama-sama disebut sebagai al-fuasha (), artinya yang fasih.
MORFOLOGI
Bahasa Arab Klasik (BAK) adalah salah satu bahasa Semitik, dan karena itu memiliki
banyak persamaan dalam segi pengucapan dan konjugasi dengan bahasa Assyiria,
Hebrew, Akkadian, Aramaik dan Amharik. Sebagaimana bahasa Semitik yang lain,
bahasa Arab memiliki morfologi yang tidak konkatenatif.
Contoh:
kataba (), dia (sudah) menulis
yaktubu (), dia (akan, sedang) menulis
maktubun (), ditulis (kata-kata)
kitaabun (), buku
kutubun (), buku-buku (jamak taksir)
kitaabatun (), tulisan
kitaabaatun (), tulisan-tulisan (jamak muannas salim)
maktabun (), meja
maktabatun (), perpustakaan
kaatibun (), penulis
kaatibuuna (), penulis-penulis (jamak mudzakkar salim)
kuttaabun (), penulis-penulis (jamak taksir)
miktaabun (), alat tulis
Kata-kata di atas semuanya memiliki keterkaitan dengan menulis, dan semuanya
mengandung tidak konsonan K-T-B () . Grup konsonan ini disebut akar (Arab:
ashal). Ahli gramatika berasumsi bahwa akar ini memiliki makna dasar dari tulisan, yang
meliputi seluruh obyek atau aksi yang melibatkan tulisan. Oleh karena itu, seluruh kata di
atas dianggap sebagai bentuk modifikasi dari akar ini, dan diperoleh atau berasal darinya
dalam hal tertentu.

GRAMATIKA
Kaidah tata bahasa dalam bahasa Arab mengalami perkembangan pada akhir abad ke-8.
Ahli gramatika paling awal adalah Abdullah bin Abu Ishaq. Usaha-usaha yang dilakukan
pada tiga generasi sebelumnya berpuncak pada buku karya sarjana asal Persia bernama
Sibawaih.
FONOLOGI
Bahasa Arab Klasik (BAK) memiliki tiga pasang vowel panjang dan pendek yaitu a, i,
dan u.
BAK pada esensinya memiliki kesamaan kuat dengan gaya bahasa puitis penyair pra
Islam (syair jahili), dialek standar yang berbasis dialek konservatif semenanjung Arabia
timur. Ciri khas ini diadopsi di Makkah, dalam bentuk yang diadaptasi pada fonologi
dialek Makkah sehari-hari pada saat itu. Dari bentuk inilah yang dipakai dalam Al-Quran.
Al-Quran kemudian secara fonetis menjadi standar gaya puitis bahasa Arab.
CARA DAPAT MEMBACA KITAB KLASIK
Tujuan utama menguasai Bahasa Arab Klasik adalah untuk dapat membaca dan
memahami buku-buku literatur Islam dalam berbagai bidang studi keilmuan yang
mayoritas tidak memakai harkat (kecuali teks Quran dan hadits) dan memiliki perbedaan
dalam pemakaian kosa kata dengan Bahasa Arab Modern.
Penguasaan Bahasa Arab Al-Quran ini bukan untuk mampu berbicara, berpidato,
mendengar berita di televisi Arab, membaca dokumen resmi, membaca berita di media
cetak dan online. Karena, kemampuan-kemampuan ini menjadi tugas Bahasa Arab
Modern.
1. Penguasaan Gramatika Dasar
Karena bahasa Arab klasik dan bahasa Arab modern sama-sama masuk dalam kategori alfusha (bahasa standar), maka syarat dasar untuk menguasai keduanya tidak berbeda yaitu
harus menguasai gramatika dasar bahasa Arab meliputi ilmu nahwu dan ilmu sharaf.
Kitab standar yang direkomendasikan untuk dipelajari, lihat di sini.
2. Banyak Membaca Kitab Klasik
Setelah menguasai dasar-dasar gramatika bahasa Arab, maka langkah selanjutnya adalah
yang terpenting dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar yaitu banyak berlatih
menambah kosa kata dengan cara banyak membaca dan memahami kitab-kitab literatur
klasik. Pastikan kamus bahasa Arab selalu ada di samping kita. Untuk kamus ArabIndonesia, Al-Munawwir sangat direkomendasikan kalau yang lebih kecil Arab-Indonesia
karya Mahmud Yunus bisa juga dipakai walaupun kurang lengkap.

Pada saat berlatih membaca dan menambah perbendaharan kosa kata, jangan lupa untuk
selalu mencatat dan mengingat (a) kata kerja yang intransitif (lazim) dan transitif
(mutaaddi); (b) membedakan antara transifit langsung dengan transitif dengan huruf jar
(bil ghair); (c) harkat ain fiil madhi dan mudharik dari fiil tsulatsi; (d) bentuk masdar
dan isim fail dari fiil tsulatsi.
3. Pilih Bidang Studi
Dapat membaca dan menerjemah literatur Arab klasik belum tentu kita dapat
memahaminya. Karena, sebagaimana disebut di muka, literatur Arab klasik terdiri dari
banyak disiplin ilmu. Dan setiap disiplin ilmu memiliki kesulitannya masing-masing.
Filsafat, aqidah, mantiq, sastra Arab, ushul fiqih, fiqih memiliki kerumitan yang lebih
tinggi dibanding, misalnya, sejarah Islam, akhlak, hadits atau tafsir.
Oleh karena itu, untuk tahap awal pilih kitab kuning yang bergenre tafsi, hadits, fiqih,
sejarah, akhlak yang umumnya lebih mudah dibaca dibading yang lain.
4. Belajar Menerjemah dan Menulis
Setelah cukup kosa kata yang dikuasai, maka mulailah belajar menulis dengan dua cara
yaitu: (a) menerjemah kitab-kitab kuning klasik; dan (b) menulis dengan gaya bahasa
Arab klasik. Menulis dan menerjemah adalah cara terbaik untuk mengingat kosa kata
yang sudah dihafal dan sekaligus mempraktikkan kemampuan gramatika kita.
Sebagaimana diketahui, Bahasa Arab Klasik hanya untuk dua tujuan yaitu untuk dapat
memahami literatur klasik, menerjemah dan menuliskannya. Untuk berbicara dan
memahami berita portal dan tv, diperlukan kemampuan lain yaitu bahasa Arab Modern.
Baca: Bahasa Arab Modern
BIDANG STUDI
Kitab literatur yang menggunakan bahasa Arab klasik tidak terbatas meliputi berbagai
bidang studi agama, sains, filsafat, dan lain-lain. Namun di pesantren Al-Khoirot kami
membatasi kajian pada buku-buku literatur bidang studi agama Islam. Di bidang inipun,
kajian masih terbagi pada beberapa bidang studi keislaman meliputi Al-Quran dan Tafsir
Al-Quran, hadits, ilmu hadits, fiqih, ushul fiqih, aqidah, sejarah Islam, dan akhlak, dan
lain-lain.
BAHASA AL-QURAN DAN TAFSIR
Bahasa Arab klasik digunakan sebagai bahasa Al-Quran dan semua tafsir Al-Quran baik
yang ditulis ulama salaf (klasik) maupun ulama kontemporer (muashir).
BAHASA HADITS DAN ILMU HADITS

Kemampuan bahasa Arab klasik diperlukan untuk memahami bahasa yang digunakan
dalam hadits Nabi, kitab-kitab syarah hadits dan ilmu mustholah hadits yaitu ilmu untuk
memahami status hadits sahih, hasan atau dhaif.
BAHASA FIQIH DAN ILMU USHUL FIQIH
Fiqih adalah ilmu hukum Islam yang bersumber dari Quran, hadits, ijmak ulama, qiyas
dan ijtihad ulama. Kitab-kitab fiqih dipakai untuk menjawab persoalan hukum yang
dihadapi umat Islam dan memberikan solusinya.
Dalam melakukan suatu pengambilan hukum (istinbath al-hukm), ulama mujtahid
meramu dua sumber utama yakni Quran, hadits berdasarkan pemahamannya dan
pandangan ulama lain berdasarkan suatu metode yang disebut dengan ushul fiqih.
BAHASA AKIDAH, AKHLAK DAN SEJARAH
Bahasa Arab klasik juga diperlukan untuk memahami ilmu akhlak, sejarah Islam dan
ilmu akidah yaitu ilmu yang terkait dengan sifat-sifat Allah dan hubungannya dengan
makhluknya. Akidah adalah ilmu tentang keimanan yang diformulasikan dengan
memakai sarana ilmu mantiq dan filsafat.[]