Anda di halaman 1dari 4

BAB 28

PENELUSURAN ASET DAN PEMULIHAN KERUGIAN.

Penelusuran aset merupakan kelanjutan dari perhitungan kerugian negara yang bertujuan untuk
menelusuri aset-aset yang disembunyikan yang tujuannya adalah pada pemulihan kerugian
(loss recovery), pemulihan terutama uang di bank (recovery of asset), atau dalam hal korupsi
istilah pemulihan hasil korupsi (recovery of proceeds from corruption). Penelusuran aset sangat
diperlukan ketika pelaku TPK atau pihak yang harus membayar tuntutan ganti rugi sengaja
menolak membayar dan menyembunyikan hartanya sehingga tidak dapat dirampas untuk
negara atau dikenakan penyitaan. Pada kasus dimana pelaku dengan inisiatif sendiri melunasi
tuntutan ganti rugi ini,penelusuran aset tidak diperlukan.
Autokrat dan Kleptokrat.
Koruptor terbesar di dunia, yang umumnya autokrat (diktator) mempunyai beberapa kesamaan,
yaitu mereka adalah pemimpin politik, presiden, atau perdana menteri dengan kekuasaan yang
sangat besar. Mereka menguasai semua unsur trias politika. Pers dan oposisi dibungkam atau
dihabisi dengan alasan keamanan negara. Kaum kleptokrat memiliki kesamaan lain, yaitu
mereka menyimpan jarahan mereka di luar negeri, di tempat yang mereka persepsikan aman.
Harapannya ialah jarahan ini tetap dapat dinikmati sanak keluarga dan para kroni ketika mereka
meninggal. Korupsi merupakan opportunity cost untuk program kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan rakyat, keamanan negara dan lain-lain.
Taksiran Nilai Jarahan.
Beberapa taksiran dilakukan untuk memperkirakan nilai jarahan yang dilakukan oleh koruptor di
dunia dalam bentuk rentang tertinggi dan terendah.
1. 2% s.d 5% dari GDP global (Camdessus 1998) atau US$800 miliar sampai US$ 2 triliun dari
segala macam tindakan melawan hukum.
2. US$3,4 triliun angka tertinggi (diukur oleh Router dan Trauman 2004). Angka ini didasarkan
pada perekonomian yang tidak teramati (the unobserved economy) yang merupakan definisi
yang luas untuk kegiatan sah (legal activities) serta kegiatan melawan hukum diluar GDP 21
negara OECD berdasarkan Schneder dan Ernste (2000) dan Schenider (2002).

Gilang Andika/A31115704

Page 1

3. USS$20 miliar sampai US$40 miliar (2001 nyanga declaration). Ini adalah taksiran aset
yang dijarah pemimpin korup dari negara-negara miskin, khususnya di Afrika, yang
disimpan di luar negara mereka.
4. US$500 miliar dalam kegiatan kriminal, US$20 miliar sampai US$40 miliar uang hasil
korupsi, dan US$500 miliar dalam penyelundupan pajak per tahun (Baker 2003 dan lain-lain
2005). Jumlah total melampaui US$ 1 triliun, separuhnya dari negara berkembang dan
negara yang baru meningkat dari perekonomian berkembang (transition economies).
5. 25% dari GDP negara-negara Afrika hilang dikorupsi setiap tahunnya, atau US$148 miliar
(U4 anti-corruption center 2007).
StAR Dalam Berita.
Bang dunia mengajak Kejaksaan agung bergabung dalam prakarsa StAR (stolen asset
recovery) yang dibentuk pada tanggal 18 September 2007. Prakarsa StAR tersebut bertujuan
untuk mendesak negara-negara kaya mengembalikan aset hasil korupsi dan mendorong
negara-negara berkembang menginvestasikan dana tersebut ke program sosial dan
pemberantasan kemiskinan. Bank Dunia pada tanggal 19 September 2007 memberikan data
kekayaan mantan presiden Soeharto di luar negeri. Menanggapi prakarsa StAR, ketua pusat
kajian anti korupsi fakultas hukum (FH) Universitas Gajah Mada UGM Yogyakarta, Denny
Indrayana menekankan pemerintah Indonesia seharusnya bersikap tegas untuk mengejar asetaset rakyat yang masuk dalam harta kekayaan Pak Harta. Kalaupun sekarang sudah digagas
oleh PBB dan Bank Dunia, Denny menyayangkan kelambanan pemerintah dalam penyelesaian
pengembalian kekayaan negara tersebut. Pemerintah ini relatif jalan ditempat, relatif tidak
bergerak.
Pelajaran dari Kasus Marcos.
Ferdinand Marcos adalah mantan presiden Filipina yang terkenal korup. Hal-hal yang yang
dapat dipelajari dari kasus Marcos adalah :
1. Sesuai dengan ungkapan Lord Acton mengenai kekuasaan cenderung mendorong korupsi,
dan kekuasaan yang mutlak menyebabkan korupsi secara mutlak pula. Tidak terdapat
check and balance dalam tatanan kelembagaan pada masa pemerintahan Marcos, upaya
untuk mewujudkan check and balance diatasi dengan cara kekerasan.
2. Pencarian harta haram memakan waktu yang lama dengan proses yang berjalan lambat
(mencapai 20 tahun).
3. Pemilik dan pewaris berusaha mencuci kekayaan haram mereka. Sementara itu elit politik
dan presiden-presiden pengganti sang diktator juga melakukan korupsi dan disibukkan
dengan drama politik.

Gilang Andika/A31115704

Page 2

4. Pemerintah

harus

mendemonstrasikan

kesungguhannya

dalam

menelusuri

(dan

memulihkan) harta-harta haram denganmembentuk Presidential Comission on Good


Government (PCGG).
5. Karena harta Marcos tersembunyi rekaan mengenai jumlah pastinya sering kali menjadi
mengada-ada dan terlalu fantastis, apalagi jika yang mereka-reka tersebut memiliki
kepentingan pribadi.
6. Karena berbagi pertimbangan kroni dimasa kejayaan Marcos menjadi pembocor informasi.
7. Meskipun ada keterangan yang berbeda-beda dari para saksi ada konsistensi mengenai
informasi tertentu.
8. Dengan banyaknya kerjasama antar negara, membuat makin sulit bagi keluarga diktator
untuk mentransfer dana-dana dari rekening bank yang sudah diidentifikasikan sebagai
penampung hasil dari kegiatan yang dikriminalisasikan.
9. Pemerintah-pemerintah berikutnya senantiasa antusias mengumumkan upaya mengejar
harta karun sang kleptokrat sebelumnya. Ini umumnya bagian dari janji janji kampanye
atau taktik menghadapi demonstran yang marah dan anarkis. Namun semangat itu surut
dengan berjalannya waktu.
10. Selalu ada orang-orang idealis kalau pemerintah berdiam diri.
11. Kelompok-kelompok mayoritas terdiri dari mereka yang mengharamkan penjatuhan
hukuman kepada mantan kepala negara dengan alasan apapun.
Penelusuran Aset.
Informasi mengenai aset yang disembunyikan dapat diperoleh dari sumber-sumber berikut :
1. Laporan transaksi keuangan yang mencurigakan (suspicious transaction reports) dan
transaksi keuangan tunai (cash transaction reports) yang dikirim penyedia jasa keuangan ke
PPATK.
2. Informasi yang diperoleh dari kerjasama dengan lembaga-lembaga luar negeri.
3. Informasi dari orang-orang yang mengkhususkan diri pada perburuan harta haram seperti
Goerge Aditjondro.
4. Informasi dari badan-badan pemerintah yang memberikan informasi terkait dengan
kepemilikan aset pihak-pihak yang terlibat korupsi;
5. Orang dalam yang dekat dengan pelaku koruptor;
6. Informsi yang terungkap setelah terjadi persengketaan perebutan harta antara anggota
keluarga.
7. Mengetahui kebiasaan etnik terkait dengan pengelolaan kekayaan yang diperoleh.
8. Mengamati gaya konsumsi yang tidak biasa karena mendadak punya uang banyak dari hasil
kejahatan.

Gilang Andika/A31115704

Page 3

9. Informasi yang terdapat pada iklan kematian, contoh informasi perusahaan yang
memberikan ucapan belasungkawa mungkin saja merupakan perusahaan anak yang tidak
diungkapkan;
Pemulihan Kerugian.
Pemulihan kerugian merupakan proses mengubah aset yang sudah ditemukan lewat
penelusuran aset menjadi aset untuk diserahkan kepada pihak yang dimenangkan dalam
penyelesaian sengketa. Proses ini baik di di dalam maupun di luar negeri, antara lain meliputi
penyelidikan (search) atas bukti-bukti mengenai kepemilikan harta, pembekuan atau
pemblokiran rekening di perbankan dan lembaga keuangan lainnya, dan penyitaan. Karena
seringkali para koruptor menyembunyikan harta jarahannya di luar negeri, maka penting bagi
setiap negara untuk membuat perjanjian dengan negara-negara tujuan koruptor dalam
menyembunyikan harta jarahannya seperti perjanjian ekstradisi dan mutual legal agreement.

Gilang Andika/A31115704

Page 4