Anda di halaman 1dari 9

Praktikum mandiri

Siput telanjang (Ariolimax columbianus)

Untuk memenuhi tugas matakuliah zoologi avertebrata yang dibimbing oleh


Ibu Sofia Ery Rahayu, S.pd, M.Si

Oleh:
Anugrah Tesia Pramuktia Juni
NIM: 407342408152

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Mei 2008
Siput Telanjang (Ariolimax columbianus)

Taxonomy

• Kingdom:Animalia
• Phylum:Mollusca
• Class:Gastropoda
• Order:Pulmonata
• Suborder:Stylommatophora
• Family:Arionidae
• Genus:Ariolimax

Ariolimax californicus
Ariolimax columbianus
Ariolimax dolichophallus

Asal usul
Siput telanjang ini ditemukan sepanjang Pantai Pacific. Populasi nya menjangkau
dari utara Seperti Alaska Selatan seperti California. Konsentrasi yang paling berat siput
telanjang ditemukan California.
Siput telanjang Pisang tinggal di lantai hutan di Pasifik Barat laut. Sebab mereka
bernafas melalui kulit mereka, siput talanajang Pisang memerlukan suatu lingkungan
lembab untuk hidup. Siput telanajng Pisang bertindak sebagai decomposers di (dalam)
hutan. Mereka memecahpecah material tumbuhan. Mereka juga menyebar benih dan
spora selagi yang makan. Mereka menggunakan banyak waktu mereka sepanjang hari di
area yang gelap lembab seperti di bawah batang kayu atau lain bekas peninggalan hutan.

Habitat
Ariolimax columbianus, biasanya dikenal dengan siput telanjang pisang, yang
endemic pada daerah Pacific, di kawasan barat laut Amerika Utara banyak di temukan
pada daerah ini. Mereka dapat ditemukan pada tempat hutan bagian tenggara yang
berkabut dan lembab berkabut kawasan Alaska, Columbia Britania, Washington, Oregon,
dan California. Siput telanjang pisang menunjukkan arboreal atau kecenderungan tetapi
biasanya ditemui ditempat itu atau di dalam tempat penyimpanan teluk dan akar pohon
sepanjang bulan musim panas yang kering.
Mereka pada umumnya aktif pada malam hari, terkaitan dengan ketergantungan
embun yang tinggi, tetapi sepanjang bulan musim dingin, musim hujan yang lebih dingin
mereka sering dilihat sepanjang hari, Mereka adalah stenotopic, maksud mereka
mempunyai pilihan yang sangat spesifik dan membatasi toleransi ekologis. Pada suatu
waktu siput telanjang pisang telah dituduh sebagai penyebab kerusakan yang yang
dilaksanakan ke semaian bibit. Suatu studi yang kemudiannya dibuktikan yang suatu
hubungan mutualistic di antara keduanya. Siput telanjang Pisang lebih suka akan makan
karton dibanding makan semaian bibit suatu Sequoia sempervirens. Ariolimax
columbianus sering kembali ke tempat perlindungan mereka sekalipun hanya tinggal
untuk pada suatu malam.

Uraian tubuh
Siput telanjang Pisang adalah peluru gotri paling besar yang kedua. dapat
menjangkau suatu panjangnya 25 cm. Mayoritas Siput telanjang Pisang dengan mudah
dikenali oleh resemblence mereka bagi suatu Siput telanjang. Mereka mempunyai warna
yang menguning di badan dengan noda coklat. Beberapa Siput telanjang Pisang dapat
ditemukan dengan warna hijau, warna coklat, atau badan putih. Pewarnaan Pisang Siput
telanjang dapat berubah maka dengan diet mereka dan jumlah embun di dalam
lingkungan mereka. Badan Siput telanjang mempunyai suatu kaki berotot untuk daya
penggerak. Mereka juga memiliki suatu punuk dan gundukan pada atas punggung mereka
dan suatu mantel. Siput telanjang Pisang mempunyai paru-paru yang terbuka bagi yang
luar melalui suatu pneumostone untuk pernapasan menempatkan pada sisi kanan sisi
mantel mereka. Siput telanjang Pisang mempunyai dua tentakel. Yang lebih besar untuk
dua teltakel lagi digunakan untuk perasa terang. Pasangan yang kedua digunakan untuk
perasaan membaui. Siput telanjang Pisang bisa menarik kembali penghembus kedua-
duanya lengan gurita untuk melindungi mereka dari lingkup lingkungan

.
Reproduksi

Seperti kebanyakan Siput telanjang, Siput telanjang Pisang adalah hermaphrodit.


satu Siput telanjang mempunyai alat kelamin jantan dan wanita kedua organ berada di
bagian badan reproduktif. Walaupun diri mereka mampu untuk pemupukan, mereka lebih
sering melewati betina. Ketika suatu siput siap untuk kawin, mereka meninggalkan di
belakang suatu zat kimia dalam lumpur-nya ke isyarat betina yang berpotensial untuk
kawin, Siput telanjang akan makan lumpur satu sama lain. kawin Pada umumnya terjadi
pada malam hari. Siput telanjang menukar mani yang digunakan memupuk telor secara
internal. Siput telanjang Pisang menggerogoti mulai penis nya ketika pelepasan dari
kelamin. Siput telanjang mampu untuk menyimpan mani yang mereka punyai untuk
banyak minggu untuk pemasukan memupuk telor yang waktu itu belum didewasakan
ketika kawin. Siput telanjang Pisang menghasilkan duapuluh telor tembus cahaya. Telor
yang dipupuk diletakkan di bawah batang kayu atau di dalam/antara daun-daun.

Tingkah laku
Satu disitinctive perilaku Peluru gotri Pisang adalah bagaimana menggerogoti
mulai penis nya ketika pelepasan dari perhubungan. Perilaku menarik lain bahwa Siput
telanjang Pisang terlibat dalam estivation. Siput telanjang menguburkan dirinya sendiri di
dalam tanah lembab d daerah bayak daun-daun yang sudah lapuk, mengeluarkan suatu
lapisan ingus bersifat melindungi, dan menjadi non-aktif. Estivation terjadi periode
kering panas untuk mencegah Siput telanjang itu dari dessication. Siput telanjang Pisang
juga tidur musim dingin ketika temperatur mencapai sangat rendah.

Kebiasaan Makanan
Siput telanjang Pisang adalah pemakan tumbuhan. Mereka makan daun-daun,
material tumbuhan mati, jamur, dan rabuk binatang. Siput telanjang Pisang menyukai
jamur di atas makanan. Siput telanjang Pisang makan makanan menggunakan radula
mereka. Suatu radula terdiri dari dari banyak baris gigi yang digunakan untuk
menggerinda partikel butir makanan atas.

Fungsi lendir
Lumpur yang dikeluarkan Siput telanjang Pisang memilikis banyak tujuan. Satu
fungsi lumpur adalah untuk pernapasan. Respirtaion terjadi secara parsial pada kulit
siput. Gas Pertukaran hanya dapat berlangsung jika kulit adalah lembab. Lumpur juga
melayani untuk menarik betina kepada jantan. Fungsi yang ketiga lumpur adalah daya
penggerak. Fungsi yang terakhir lumpur adalah untuk perlindungan. Lumpur menjadi
suatu anasthetic ketika datang dalam hubungan dengan suatu permukaan lembab. Ini
menghalangi pemangsa untuk memakan Siput telanjang Pisang.

Kerugian lendir
Dua kerugian-kerugian dari lem merayap gastropod, bahwa daya rekat lumpur
harus diperdaya oleh binatang, dan bahan ingus harus diproduksi untuk menggantikan
lumpur yang dibelanjakan selama pergerakan. Faktor ini membatasi jarak bagi siput
untuk merayap, merangkak mencari-cari makanan atau mualim. Lumpur siput telanjang
Pisang juga bertindak sebagai pertahanan dari pemangsa, bantuannya untuk
mempertahankan kelembapan, reproduksi, dan boleh juga bertindak sebagai ilmu gizi jika
perlu.

Distribusi
Pembatasan faktor abiotic seperti embun, temperatur, dan kebutuhan akan tanah
padat membuatan tempat kediaman sempurna untuk siput hutan di hutan yang terestrial.
Ariolimax columbianus hampir bisa dipastikan paleoendemics membatasi ke suatu
cakupan yang meluas jauh seperti Sitka, Alaska, kepada sisi barat Air terjun kecil
mencakup Columbia Britania, pada pantai barat Washington Dan Oregon, dan akhirnya
ke dalam California, terutama semata pada pantai dan selatan sama jauhnya seperti
Salinas Lembah, kedudukan Ariolimax columbianus di Daerah California pada
keserongan yang barat Sierra Nevada.
Ini adalah pengangkatan yang paling tinggi ( 1,097 meter) siput telanjang pisang
sudah pernah mendokumentasikan. pada Suatu faktor biotic yang membatasi cakupan
distribusi siput telanjang pisang telah dipelajari. yang menujukan daya penggerak.
Datar Pustaka

Anonim, tanpa tahun, BANSLUG, (Online: http://www-


geoimages.berkeley.edu/GeoImages/BainCalif/CAL400/BANSLUG.HTML
diakses tanggal 12 april 2008)
Branson, B. 5/1/96. Keong Tanpa Kulit/Kerang. Dunia& I, jilid 11: 166
Bukit, D. 1997. "Siput Pisang" (Online http://www.naturepark.com/bslug.html
(Translate) yang diakses 4 april 2008)
Grzimek, B. 1972. Kehidupan Hewan Grzimek'S Encyclopedia. Vol 3. New York: Van
Nostrand Reinhold.
Murphy, R. 1967. The Larousse Encyclopedia of Animal Life. New York: McGraw-Hill
Book Company
Nichols, D., J. Cooke. 1979. The Oxford Book of Invertebrates. Oxford: Oxford
University Press.
Walker, Laurence. 1999. The North American Forests. United States: CRC Press.