Anda di halaman 1dari 7

PENYULUHAN

PEMBERIAN NUTRISI BAYI DAN BALITA PADA POSYANDU BALITA

Oleh :
dr. Rifaatun Nur Mahmudah

Pendamping:
dr. Soediro

UPT PUSKESMAS PUNUNG


DINAS KESEHATAN KABUPATEN PACITAN
2016
BAB I
LATAR BELAKANG
1

Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak
karena faktor eksternal maupun intaernal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi
keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor
internal adalah faktor yang terdapat di dalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai
problema makan pada anak.
Intake gizi yang baik berperan penting didalam mencapai pertumbuhan badan yang
optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang
sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Faktor yang paling terluhat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan
ibu mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya
memberikan makan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut
mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan
sehat yang mengandung banyak gizi.
Indonesia sebagai negara berkembang selalu berupaya melakukan peningkatan derajat
kesehatan masyarakat, karena pemerintah memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan
masyarakat salah satunya melalui peningkatan kesehatan. Contoh upaya peningkatan derajat
kesehatan adalah perbaikan gizi masyarakat, karena gizi yang seimbang dapat meningkatkan
ketahanan tubuh, Namun sebaliknya, gizi yang tidak seimbang menimbulkan masalah yang
sangat sulit sekali ditanggulangi oleh Indonesia. Masalah gizi yang tidak seimbang itu seperti
Kurang Energi Protein (KEP), Kurang Vitamin A (KVA), Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium (GAKY), dan anemia zat besi. Masalah Kurang Energi Protein (KEP) atau biasa
dikenal dengan gizi kurang yang sering ditemui pada anak balita, masih merupakan masalah
yang sangat sulit ditanggulangi, walaupun penyebab gizi buruk itu sendiri pada dasarnya
sederhana yaitu kurangnya intke (konsumsi) makanan terhadap kebutuhan makan seseorang,
namun tidak ditingkat rumah tangga, tapi anehnya di daerah-daerah yang telah swasembada
pangan bahkan terdistribusi merata sampai ketingkat rumah tangga, masih sering ditemukan
kasus gizi buruk.

BAB II
PERMASALAHAN
2

Anak di bawah lima tahun atau sering disebut sebagai Anak Balita adalah anak yang
telah menginjak usia diatas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak
dibawah lima tahun (Muaris.H, 2006) atau bisa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 12-59
bulan. Di Indonesia banyak terjadi ketidakseimbangan gizi sehingga bisa mempengaruhi
status gizi dan imunitas balita.
Status gizi anak balota diukur berdasarkan umur (U), berat badan (BB) dan Tinggi
Badan (TB). Berat badan anak balota ditimbang menggunakan timbangan digital yang
memiliki presisi 0,1 kg, panjang atau tinggi badan diukur menggunakan alat ukur
panjang/tiggi dengan presisi 0,1 cm. Variabel BB dan TB/PB anak balita disajikan dalam
bentuk tiga indeks antropometri yaitu BB/U, TB/U, dan BB/TB.
Berdasarkan Riskesdas 2013, kecenderungan prevalensi status gizi anak balita
menurut ketiga indeks BB/U, TB/U dan BB/TB, terlihat prevalensi gizi uruk dan gizi kurang
meningkat dari tahun 2007 ke tahun 2013. Prevalensi sangat pendek turun 0,8% dari tahun
2007, tetapi prevalensi pendek naik 1,2% dari tahun 2007. Prevalensi sangat kurus turun
0,9% tahun 2007. Prevalensi kurus turun 0,6 dari tahun 2007. Prevalensi gemuk turun 1,2%
dari tahun 2010 dan turun 0,3% dari tahun 2007.
Kecenderungan prevalensi status gizi gabungan indikator TB/U dan BB/TB secara
nasional. Berdasarkan Riskesdas 2007,2010 dan 2013 terlihat adanya kecenderungan
meningkatnya prevalensi anak balita pendek-kurus, meningkatnya anak balita pendek-normal
(2,1%) dan normal gemuk (0,3%) dari tahun 2010. Sebaliknya, ada kecenderungan
penurunan prevalensi pendek-gemuk (0,8%), normal-kurus (1,5%) dan normal-normal (0,5%)
dari tahun 2010.

BAB III
PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

3.1.Perencanaan
Sasaran :
Kegiatan penyuluhan Pemberian Nutrisi Pada Bayi dan Balita ini ditujukan pada orang tua
yang hadir di posyandu balita yang bertempat di Dusun Krajan, Desa Piton, Kecamatan
Punung.
Waktu Kegiatan :
Kegiatan ini dilakukan pada saat acara penyuluhan Pemberian Nutrisi Pada Bayi dan Balita
pada orang tua yang hadir di posyandu balita yang bertempat di Dusun Krajan, Desa Piton,
Kecamatan Punung, pada tanggal 26 Desember 2015
Lokasi Kegiatan
Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Dusun Krajan, Desa Piton, Kecamatan Punung.
3.2. Pemilihan Intervensi
Pemilihan intervensi berupa pemberian materi tentang Pemberian Nutrisi Pada Bayi dan
Balita, bagaimana cara pemberian makanan yang bergizi seimbang dan kapan mulai
diberikan pada bayi untuk makanan pendamping ASI, kebutuhan gizi balita melalui
persentasi dengan menggunakan alat bantu leflet. Kemudian, dilanjutkan dengan tanya jawab.

BAB IV
PELAKSANAAN

Pada tanggal 26 Desember 2015 dilakukan Penyuluhan Pemberian Nutrisi Pada Bayi dan
Balita di Dusun Krajan, Desa Piton, Kecamatan Punung, yang dihadiri 40 balita, 5 kader
posyandu dan 2 staff Puskesmas Punung.
Materi yang diberikan berupa
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Gizi Seimbang


Kelompok Gizi Seimbang
Kebutuhan Gizi Seimbang
Cara Pemberian Gizi Seimbang
Makanan Pendamping ASI

Setelah dilakukan pemberian materi, para peserta dipersilahkan bertanya dengan narasumber.
Kemudian dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta sebagai evaluasi.
Peserta diharapkan dapat lebih terbuka wawasannya dan cara-cara pemberian gizi seimbang
pada bayi dan balita.

BAB V
MONITORING DAN EVALUASI
Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada peserta penyuluhan
berupa pertanyaan balik ke peserta untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta
5

penyuluhan terhadap materi yang diberikan. Juga diberikan kesempatan bertanya kepada nara
sumber.

Laporan Penyuluhan
Nama Peserta
Nama Pendamping
Nama Wahana

: dr. Rifaatun Nur Mahmudah


: dr. Soediro
: UPT Puskesmas Punung
6

Tanda tangan :
Tanda tangan :

Tema Penyuluhan
Tujuan Penyuluhan

: Pemberian Nutrisi Pada Bayi dan Balita


: Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai Pemberian Nutrisi
Pada Bayi dan Balita, kebutuhan gizi pada balita, cara pemberian

Hari/Tanggal
Waktu
Tempat
Jumlah Peserta

makanan pendamping ASI


: Sabtu / 26 Desember 2015
: 08.30 WIB
: Dusun Krajan, Desa Piton, Kecamatan Punung.
: 40 balita, 5 kader posyandu dan 2 staff Puskesmas Punung.