Anda di halaman 1dari 12

A.

BOLA BASKET
1. Sejarah permainan bola basket.
Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru
pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets,
Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang
olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung
sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota
dalam mengikuti latihan olahraga Senamyang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan
yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin
mendesak.
Beberapa catatan penting dalam perkembangan sejarah bola basket.
1. Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
2. Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket
kepada masyarakat (Amerika)
3. Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali
mengeluarkan peraturan permainan resmi.
4. Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam
perbendaharaan bahasa Inggris.
5. Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada
kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
6. Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan
permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
7. Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk
salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.Tahun 1932 : Untuk pertama kali
diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir
adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss.
Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket
Internasional Federation International de Basketball (FIBA)
8. Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket
Mahasiswa di kota Turin Italia.

9. Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima
sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
10. Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin.
Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
11. Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.
2. Mengenal permainan bola basket
Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang
melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti
sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.
Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu,
baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu
mempunyai kesempatan untuk menyerangdan memasukkan bola sebanyak-banyaknya
keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan. Secara garis besar permainan
Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok
permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola
(dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi
berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan
bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara
seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan
(bounce pass),dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot
yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai
seabgai tumpuan. Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki
yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu
gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring
bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan. Teknik menembak
berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik
permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk
diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur
teknik pokok tadiserta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan
Bola Basket, walaupun tidak sempurna.
3. Ketentuan bermain dan bertanding
Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masingmasing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa
berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat

10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat
pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi
pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang
dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu
diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.Khusus untuk
permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan
peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih
ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3
kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain.
4. Ukuran lapangan
Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar
14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna
menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi
ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah,
dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di
bawah nanti.
Papan Pantul Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan
transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm..
Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak
tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian
selengkapnya, lihat gambar).
Keranjang Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan
garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan
dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari
tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.
B. Badminton ( Bulu Tangkis )
1. Sejarah permainan badminton
Permainan ini ada yang berpendapat telah berkembang di Mesir kuno pada 2000
tahun lalu tetapi ada yang beranggapan juga berkembang di India dan Republik
Rakyat Cina. Asal mula dari permainan ini ialah sebuah permainan etnis
Tionghoa, Jianzi yang menggunakan kok tetapi tanpa raket. objeknya seolah olah
dimanipulasi dengan kaki. Objek atau misi permainan yaitu menjaga kok agar
tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Di daratan
eropa yaitu Inggris sejak zaman pertengahan sebuah permainan untuk anak-anak
yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Sebelumnya anakanak biasanya akan memakai

pemukul /tongkat (Battledores) dan bersiasat

bersama untuk bisa menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya jatuh ke

tanah. Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik

Rakyat

Cina,

dan

Siam

(sekarang

Thailand)

pada

waktu

mereka

mengolonisasi Asia. Dan akhirnya anak anak memainkannya.


Olah raga yang bersifat kompetitif ini diciptakan oleh petugas Tentara
Britania di Pune, India sekitar abad ke-19 saat adanya tambahan jaring
dan memainkannya secara bersaingan. Karean berada kota Pune yang
dulunya sebagai Poona, permainan ini akhirnya dikenali sebagai Poona.
Kemudian tentara itu membawa permainan itu kembali ke Inggris sekitar
1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860
dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur berbagai
mainan Inggris, judulnya"Badminton Battledore - a new game" (Battledore
bulu tangkis - sebuah permainan baru). Olahraga ini tersebut dimainkan di
Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di kota,
Inggris yaitu Gloucestershire.
2. Mengenal permainan badminton

Perlengkapan Permainan Bulutangkis :


Raket Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan
lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional
berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki
kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi
kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau
aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
Senar Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah
senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara
umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai
dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran
yang kuat dalam seleksi senar.
Kok Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian
bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk
setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi
digunakan juga kok dari plastik.
Sepatu Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain
membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu
tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang
agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk
melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan
pergelangan kaki.

Area servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring
ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang
diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan
keluar dan poin untuk penerima servis.
Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah
dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah
poingenap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga
dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan
dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set
sebelumnya.
Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin
menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
Sistem pindah bola
Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap
pasangan sebagai orang pertama. Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi orang pertama saat melakukan servis.
Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap
pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak
mendapat kesempatan kedua.
Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah
kanan, bukan oleh orang pertama.
Scoring System bulutangkis / Sistem perhitungan poin bulu tangkis :

Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 321
reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set. Sistem
perhitungan poin bulu tangkis telah mengalami beberapa kali perubahan, mulai dari sistem
klasik pindah bola 15 poin sampai sistem terbaru, sistem reli 21 poin.
3. Cara bermain
Tunggal Putra/Putri
Merupakan permainan bulutangkis yang dimainkan oleh dua orang bisa putra dengan
putra atau putri dengan putri saja.
Ganda Putra
Permainan bulutangkis dimainkan empat orang dengan berkelompok dua-dua.
Ganda Putri
Sama seperti ganda putra tetapi yang bermain adalah wanita.
Ganda campuran
Seperti permainan ganda tetapi setiap kelompok terdiri putra dan putri.

Untuk partai tunggal putra dan semua partai ganda


Satu set terdiri dari 15 poin.
Bila terjadi kedudukan 14 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 14
akan menentukan apakah terjadi jus 3 (permainan akan berakhir pada poin 17) atau tidak
(permainan tetap berakhir pada poin 15).
Untuk partai tunggal putri
Satu set terdiri dari 11 poin.
Bila terjadi kedudukan 10 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 10 akan
menentukan apakah terjadi jus 2 (permainan akan berakhir pada poin 12) atau tidak
(permainan tetap berakhir pada poin 11).
Sistem reli/rally 321 poin
Sistem ini mulai diberlakukan pada bulan Mei 2006. Tidak ada perbedaan system
perhitungan baik untuk tunggal atau ganda maupun untuk putra atau putri.
Sistem yang berlaku adalah sistem reli poin atau dengan kata lain setiap seorang pemain
melakukan kesalahan, lawan langsung memperoleh poin.
Seorang/sepasang pemain akan memenangkan pertandingan bila telah memenangkan dua set
permainan. Dengan sistem perhitungan poin tiap setnya sebagai berikut:
Satu set terdiri dari 21 poin.
Bila terjadi kedudukan 20 sama, otomatis akan terjadi jus 2 (permainan akan berakhir
pada poin 22).
Yus 2 akan otomatis diberlakukan bila kemudian terjadi lagi kedudukan sama (permainan
akan berakhir dengan selisih 2 poin).
Bila terjadi kedudukan 29 sama, tidak lagi diberlakukan jus (permainan akan berakhir
pada poin 30).
Jika dari penjelasan scoring system di atas adalah secara rinci, sedangkan untuk sistem
pertandingan secara umum adalah sebagai berikut;

Pertandingan hanya berlangsung dalam 3 set dengan skor masing-masing adalah 21.
Ketika telah dilakukan servis, maka harus ada poin setelahnya oleh salah satu tim.
Tim yang menang pada saat rally mendapatkan poin pada score-nya.
Jika kedua tim mendapatkan poin masing-masing 20 poin pada satu set, maka tim yang

memimpin 2 poin selanjutnya adalah pemenang set.


Jika kedua tim mendapatkan poin masing-masing 29 poin pada satu set, maka tim yang

mendapatkan 30 poin selanjutnya adalah pemenang set.


Tim yang memenangkan set mendapatkan giliran servis pertama pada set selanjutnya.
Jeda Waktu dan Pergantian Sisi
Ketika poin telah mencapai 11 poin, pemain mendapatkan jeda waktu 60 detik.
Jeda waktu yang diperbolehkan antar set adalah 2 menit.
Pada set ketiga, kedua tim berganti sisi ketika mencapai 11 poin.

Peraturan Bulutangkis Tunggal


Pada awal set (0 0) dan ketika poin pemain yang melakukan servis adalah genap maka
servis dilakukan dari sisi kanan lapangan. Sebaliknya ketika poin pemain yang
melakukan servis adalah ganjil maka servis dilakukan dari sisi kiri lapangan.
Jika pemain yang melakukan servis memenangkan rally dan mendapatkan poin maka
pemain tersebut melakukan servis pada sisi sebelahnya, misal sebelumnya dari sisi kanan
lapangan berpindah ke sisi kiri,dst.
Jika pemain yang menerima servis memenangkan rally dan mendapatkan poin maka
pemain tersebut melakukan servis untuk rally selanjutnya dengan aturan apabila poin
pemain tersebut adalah ganjil maka servis dilakukan dari sisi kiri lapangan, sebaliknya
apabila poin pemain tersebut adalah genap maka servis dilakukan dari sisi kanan
lapangan.
Peraturan Bulutangkis Ganda
Setiap sisi hanya melakukan satu kali servis, maksudnya ketika pemain
lawan yang mendapatkan poin maka servis tidak dilakukan oleh
pemain lainnya dalam satu tim melainkan berpindah ke pemain lawan
seterusnya sampai akhir set.
Servis dilakukan sesuai dengan diagram di bawah.(maaf ga sempet
diterjemahin, buru-buru mau latihan dulu, hehe).
Pada awal set permainan ( 0 0 ) dan ketika poin pemain yang
melakukan servis adalah genap maka servis dilakukan dari sisi kanan
lapangan, sebaliknya ketika poin pemain yang melakukan servis adalah
ganjil maka servis dilakukan dari sisi kiri lapangan.
Jika pemain yang melakukan servis memenangkan rally dan
mendapatkan poin maka servis dilakukan pada lapangan sebelahnya,
misal dimulai dari sisi kanan berpindah ke sisi kiri kemudian ke sisi
kanan dan seterusnya.
Jika pemain yang menerima servis memenangkan rally dan
mendapatkan poin maka servis berpindah ke pemain tersebut dengan
aturan jika poin pemain tersebut adalah ganjil maka servis dilakukan
dari sisi kiri, sebaliknya apabila poin pemain tersebut adalah genap
maka servis dilakukan dari sisi kanan.
4. Lapangan Badminton
Lapangan bulutangkis harus berbentuk empat persegi panjang dengan
ukuran panjang 6,71 meter dan lebar 6,10 meter, serta tinggi net 1,52
meter.
Net terbuat dari tali halus dan berwarna gelap, lubang-lubangnya
berjarak antara 15 mm. Panjang net sebaiknya sesuai dengan lebar

lapangan yaitu 6,10 meter dan lebarnya 76 cm, dengan bagian


atasnya mempunyai pinggiran pita putih selebar 7,5 cm.
Tiang net ditancapkan tepat pada titik tengah ujung garis samping
lapangan. Untuk ganda tinggi tiang 155 cm. Bagian paling atas net di
bagian tengah berjarak 1,524 meter dari permukaan20 lantai dan
pinggiran lapangan berjarak 1,55 meter di atas garis tepi permainan
20 ganda .
C. TENIS MEJA
1. Sejarah permainan tenis meja
Tenis meja atau ping pong adalah suatu olahraga raket yang dimainkan
secara perorangan (untuk tunggal) atau beregu (untuk ganda) yang di
ciptakan oleh Dr. George Lehman. Di Tiongkok, nama resmi olahraga ini
ialah bola ping pong (Tionghoa: Pinyin: pngpng qi). Permainan tenis
meja bermula pada tahun 1880-an di Inggris. Saat itu, masyarakat kelas
atas Victoria menganggap permainan ini sebagai hiburan seusai santap
malam. Untuk pertama kalinya pertandingan tenis meja dipertandingkan
pada Olimpiade Seoul tahun 1988. Perkembangan permainan tenis meja
menjadi sumber inspirasi bagi PONG, sebuah video game terkenal yang
dirilis pada tahun 1972. Awal 1970-an, para pemain tenis meja Amerika
Serikat diundang turut serta dalam sebuah turnamen di Tiongkok.
2. Mengenal permainan tenis meja
Meja
Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi
empat dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar
dengan ketinggian 76 cm di atas lantai.
Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus
menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari
ketinggian 30 cm.
Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan
garis putih selebar 2 cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap
lebar meja 1,525 m.
Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh
net paralel dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan
masing-masing bagian meja.
Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang
sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3 mm, paralel

dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah


tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.
Net
Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang
penyangga, termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada ke dua sisi
atas tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan ke dua tiang di
setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.
Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas
permukaan meja.
Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja
dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang
penyangga.
Bola
Bola harus bulat dengan diameter 40 mm.
Berat bola harus 2,7 gram.
Bola harus terbuat dari bahan selulosa (celluloid) atau sejenis bahan
plastik, berwarna putih atau oranye, dan tidak mengkilap.
Raket atau Bet
Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket
harus datar dan kaku.
Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya;
lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang
berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass
fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak
boleh lebih dari 7,5 % dari sum ketebalan atau berukuran 0,35 mm,
yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan.
Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi
oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik
yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk
lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika
menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya
menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih
dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat.
Karet bintik biasa adalah lapisan tunggal karet yang bukan seluler
(cellular), sintetik atau alami, dengan bintik yang menyebar
dipermukaannya secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari

10 per-cm2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.


Karet lapis (sandwich rubber) adalah lapisan tunggal karet seluler
(biasa disebut spons) yang ditutupi/ditumpuk dengan satu lapisan luar

karet bintik biasa (biasa disebut topsheet), ketebalan dari karet bintik
tidak lebih dari 2 mm.
Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali
pada bagian yang terdekat dari pegangan raket dan yang ditutupi oleh
jari-jari dapat ditutupi oleh bahan lain atau tidak ditutupi.
Daun raket, lapisan yang ada di dalam dan lapisan yang menutupinya
baik karet atau lemnya pada sisi yang digunakan untuk memukul bola
harus tiada sambungan dan ketebalannya juga merata.
Permukaan karet yang menutup daun raket di satu sisi harus berwarna
merah menyala di satu sisi dan hitam di sisi lain (tidak sama dengan
warna sebelahnya), atau permukaan daun raket yang dibiarkan polos
tanpa penutup harus berwarna pudar.
Karet penutup raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan
kimia, merubah karakterisktik karet secara fisik, atau hal lainnya.
Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan
kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh
kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah
karakteristik dari permukaan karet.
Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya
selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan
raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit
dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.
D. ATLETIK
1. Pengertian Atletik & Sejarah Atletik
Dalam Atletik juga kita pernah menjumpai kata "Pentahtlon", Pentahtlon
sendiri terdiri dari dua kata yaitu Penda dan Athlon. Penda mempunyai arti
Lima atau Panca sedangkan Athlon mempunyai arti Lomba. Jadi artinya
adalah perlombaan yang terdiri dari lima nomor.
Dari pengertian di atas maka kita dapat menyimpulkan jika Atletik adalah
sebuah cabang olahraga yang diperlombakan terdiri dari nomor jalan, lari,
lempar dan lompat.
Atletik dalam bahasa Inggris adalah "Athletic", berbeda dengan bahasa
Yunani, dalam bahasa Inggris dan Jerman Atletik mempunyai arti yang
lebih luas yaitu berbagai macam cabang olahraga yang bersifat
perlombaan atau pertandingan seperti bolabasket, sepakbola,tenis,
renang, senam dan beberapa olahraga lainnya.

10

Dalam Sejarah, Yunani adalah bangsa pertama yang menyelenggarakan


perlombaan Atletik. Hal ini dapat kita ketahui dari karya pujangga asal
Yunani Purba bernama Homerus. Atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu
"Athlos" artinya adalah Lomba. Pada waktu itu cabang olahraga atletik
dikenal dengan pentahhlon atau panca lomba dan decathlon atau dasa
lomba. Pada sebuah Buku Odysus karya dari Hemerun menjelaskan jika
petualangan Odysus saat berkunjung ke kepulauan di sebelah selatan
Yunani disambut oleh kepala suku dengan mengadakan upacara
penyambutan. Diacara tersebut ada beberapa lomba yang diperlombakan
seperti lompat,lari,lempar cakram, gulat dan tinju. Sedangkan pada tahun
776 SM bangsa Yunani mengadakan Olympiade. Dalam lomba tersebut
pemenang adalah yang menjadi juara Petahlon. Olympiade yang modern
dilaksanakan atas usulan dari seorang berasal dari Perancis yang bernama
Baron Peire Louherbin pada tahun 1896 di Athena, Yunani. Dalam ajang ini
cabang atletik merupakan tambang medali yang menjadi perebutan.
Organisasi Olahraga Atletik Internasional terbentuk pada 17 Juli 1912 di
Stockhom, Swedia. Pembentukan tersebut bersamaan dengan Olympiade
ke-5, Organisasi tersebut bernama International Amateur Athletic
Federation atau dapat disingkat dengan IAAF.
Sejarah Atletik di Indonesia mulai terbentuk pada 3 September 1950, pada
tahun tersebut Indonesia mendirikan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
atau biasa disingkat dengan PASI.

2. Jenis Atletik
a. Jalan
Yang terdiri dari :
Jalan santai
Jalan cepat (3, 5, 10 dan 20 km)
b. Lari
Lari termasuk cabang atletik paling disukai banyak orang, bahkan
hampir semua orang melakukannya walaupun tanpa sengaja, misalnya
berlari, berjalan cepat sudah termasuk salah satu kegiatan yang
terdapat dalam cabang ini.
Lari dibagi menjadi beberaa macam yaitu :
Jarak pendek (100, 200, 400 meter)
Jarak Menengah (800 , 1500 meter)

11

jarak Jauh (5000, 10000 meter dan marathon 42,195 km)


Halang Rintang (3.000 meter)
Estafet
1.) Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan
bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah
suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi
disini tidak terjadi penggantian tongkat.
2.) Lari Estafet(Lari Beranting) Lari Estafet atau sering disebut dengan lari
beranting merupakan salah satu dari cabang atletik. Lari Estafet hanya
membutuhkan empat (4) orang pemain untuk melakukan olahraga tersebut. Jarak
Tempuh Lari estafet : 4400 M (Putra/Putri) Dan 4100 M Start yang sering
digunakan dalam Lari Estafet: Start Jongkok sering digunakan pada pelari
pertama(1), Sedangkan Start Berlari sering digunakan pada pelari ke-Dua,keTiga,dan ke-Empat (2,3,4)
c. Lempar
Lempar terdiri dari beberapa macam yaitu :
Lempar cakram
Lempar Lembing
Tolak peluru
d. Lompat
Lompat terdiri dari beberapa macam yaitu :
Lompat Jauh
Lompat tinggi
Lompat Galah

12