Anda di halaman 1dari 3

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1.

Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses dimana tumbuhan dapat merubah bahan

anorganik menjadi bahan organik dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
Sugiharto et al. (2011) menyatakan bahwa fotosintesis adalah penggabungan CO 2
dan H2O menjadi zat kompleks yaitu karbohidrat dalam kloroplas dengan bantuan
sinar matahari. Fotosintesis amatlah penting, karena energi dan keberlangsungan
hidup tumbuhan berasal dari proses ini. Maulana (2004) menyatakan bahwa
energi yang menopang hidup tumbuhan ialah berasal dari suatu proses fiksasi
antara CO2 dan H2O dengan bantuan klorofil dan sinar matahari.
3.2.

Fotosintesis Daun Rhoe discolor


Hasil pengamatan pada praktikum acara fotosintesis ditampilkan pada

Ilustrasi 5. Data yang ditampilkan merupakan gambar daun yang tidak ditutup
alumunium foil (sisi kiri) dan sebagai kontrol pembanding serta daun yang ditutup
dengan alumunium foil (sisi kanan) sebagai data yang akan dibandingkan dengan
kontrol.

Daun A

Daun B

Ilustrasi 5. Data Pengamatan Fotosintesis


Berdasarkan hasil praktikum percobaan fotosintesis tidak ditemukan
adanya amilum. Kondisi ini merupakan indikator bahwa pada daun tersebut
proses fotosintesis terjadi gangguan. Reaksi fotosintesis terganggu disebabkan
karena rendahnya input CO2 dan H2O. Kekurangan H2O pada tumbuhan dapat
mempengaruhi proses pertumbuhan pada tumbuhan tersebut. Soeparwan (2013)
menyatakan bahwa fotosintesis yang terjadi pada tanaman selalu membutuhkan
air, khususnya unsur hidrogen yang berasal dari air (H2O) untuk pembentukan
gula. Rendahnya pemasukan CO2 pada tanaman merupakan salah satu faktor
penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Rendahnya pemasukan
CO2 menyebabkan proses fotosintesis terhambat, karena CO 2 berperan sebagai
bahan pokok penghasil glukosa. Prihantini (2007) menyatakan bahwa CO2
merupakan suatu reaktan yang menghasilkan glukosa dan menyediakan energi
melalui fiksasi dengan energi matahari dan klorofil.
Berdasarkan hasil pengamatan pada daun Rhoe discolor diketahui bahwa
didalam Rhoe discolor terdapat karbohidrat kompleks yang tersusun atas serat
kasar yang didalamnya terdapat amilum. Kordi (2010) menyatakan bahwa
keberadaan serat kasar didalam tumbuhan berhubungan erat secara langsung

dengan proses fotosintesis untuk tanaman yang memiliki klorofil. Struktur


hemiselulosa yang terdapat pada Rhoe discolor terlalu tebal, sehingga ketika
ditetesi dengan larutan Iodine menghasilkan warna merah bata. Tidak adanya
perubahan pada larutan Iodine yang diteteskan pada Rhoe discolor diakibatkan
karena dinding sel yang terlalu tebal sehingga amilum tidak terdeteksi. Niosong
(2011) menyatakan bahwa dinding sel atau serat kasar lebih mendominasi pada
tanaman yang lebih tua sehingga amilum yang terdapat pada daun tertutupi.