Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ANALISIS JURNAL SOSIOLOGI

PERTANIAN

Dzikri Khalifatullah
150610130025
Agribisnis A

Universitas Padjadjaran
2014

ANALISIS JURNAL LOKAL


Problema Pendidikan Anak pada Keluarga Nelayan
Studi Kasus: Desa Marga Mulya,
Kecamatan Mauk, Tangerang
1)
Masyarakat nelayan Desa Marga Mulya memiliki wawasan pengetahuan yang baik
terhadap dunia pendidikan, khususnya mengenai pendidikan anak.

Pernyataan mengenai anggapan sementara bahwa masyarakat nelayan Desa Marga Mulya
memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak yang kurang , sesungguhnya tidak seperti
itu.Kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sebenarnya sungguh tinggi namun hanya
soal biaya yang memberatkan bagi mereka untuk sampai ke jenjang lebih tinggi.

Kemampuan masyarakat untuk menyekolahkan anak tergolong rendah. Hal ini terlihat
dari jawaban responden yang 70% (21 orang) hanya mampu menyekolahkan anak pada
level sekolah dasar, 20% (6 orang) mampu sampai level SLTP, dan hanya 10% (3 orang)
yang mampu sampai level SLTA, sementara untuk level pendidikan tinggi, sama sekali

tidak ada yang mampu.


Yang menjadi akar permasalahan pendidikan anak pada masyarakat nelayan, khususnya
pada masyarakat nelayan di Desa Marga Mulya Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang
adalah masalah ekonomi.

2)
a) Teori Homo Educandum (1982)
Teori ini menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang harus dididik, dimana
teori

ini

berkaitan

dengan

problem

pendidikan

anak

pada

desa

keluarga

nelayan.Pendidikan sudah seharusnya dirasakan oleh semua manusia dimanapun mereka

tinggal di bumi ini, dan manusia juga harus dididik sejak mereka dibesarkan oleh orang
tua mereka.
b) Teori Faktor lingkungan (fenotif) dan faktor bawaan (genotif)
Teori ini menjelaskan dari segi psikis bahwa pembentukan kepribadian anak
dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan bawaan.Ada kemungkinan bahwa seluruh anak
pembentukan

kepribadiannya

dipengaruhi

lingkungan

contohnya

lingkungan

sekolah,keluarga dan teman-teman, dan faktor bawaannya sudah diturunkan bahwa


kepribadian anak mirip seperti orang tuanya.
c) Teori Spiritual Rawayulis (2000)
Teori ini berkaitan dengan status manusia sebagai makhluk religi. Sebagai
makhluk religi manusia dituntut untuk beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
serta berakhlak mulia. Dalam kaitan ini pendidikan mengemban misiuntuk
mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia.
3)

Penulis Jurnal menyampaikan bahwa kita sebagai manusia harus peduli terhadap
pendidikan diri sendiri dan maupun keluarga, karena pendidikan adalah kebutuhan
mutlak manusia jadi kita harus sepatutnya menyadari siapa sesungguhnya yang harus
bertanggung jawab atas pendidikan kita sendiri dan orang lain.Khususnya pada bahasan
jurnal kali ini penulis berharap kontribusi pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus
sedapat mungkin membantu para nelayan, dengan memberikan bantuan modal usaha agar
mereka bisa melakukan usaha lain disamping sebagai nelayan. Dengan demikian,
diharapkan mereka dapat meningkatkan pendapatan/penghasilan, sehingga kemampuan
mereka untuk menyekolahkan anaknya juga meningkat.

ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL

Malaysian Education Index (MEI): An online


indexing and repository system
1.

TIK telah menjadi alat pemersatu dan efektif dalam meningkatkan kualitas
belajar-mengajar dan kegiatan penelitian yang sangat banyak terjadi di lembagalembaga tinggi belajar dan sekolah. Hal ini diterima secara luas bahwa TIK sudah
mengubah lanskap pendidikan menengah dan tinggi, di mana dampak ICT pada
pendidikan mencakup sebuah meningkatkan penggunaan teknologi di kelas dan

akses yang jauh lebih besar untuk segudang informasi.


Pengajaran sebagai proses penyelidikan di mana siswa belajar untuk pertanyaan
bingkai, menggunakan penelitian yang sesuai instrumen, dan mendorong
pemikiran kritis dan pembelajaran aktif daripada menghafal dan regurgitasi fakta.
Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa pascasarjana yang perlu menunjukkan
kemampuan di atas untuk melakukan penelitian dan melaporkan temuan mereka

dalam paling efektif dan efisien.


Di Internet, ada jenis database, sistem repositori dan website yang menyediakan
dan menawarkan referensi kualitas dan ide-ide penelitian yang berguna untuk
belajar-mengajar dan penelitian tujuan dalam pengaturan pendidikan tinggi. Ini
referensi dan ide dalam bentuk konferensi makalah, artikel jurnal, tesis dan skripsi
abstrak, laporan ilmiah, penelitian laporan, penelitian abstrak, catatan penelitian,
ulasan, instrumen penelitian dan ahli yang saat ini, dicapai dan dapat diakses oleh

siapa saja, di mana saja.


Dalam sebuah survei internasional repositori institusional atau database, van
Westrienen dan Lynch (2005) berpendapat bahwa penelitian dan eksplorasi ke
dalam aspek akademis adalah belum matang dan berkembang pesat bagian dari

infrastruktur untuk komunikasi beasiswa dan ilmiah.


Terwujudnya sistem repositori Malaysia online yang berfungsi sebagai clearing
house untuk pendidikan penelitian dan indeks pendidikan (untuk dokumen
katalog dan materi yang berhubungan dengan penelitian, publikasi dan kegiatan

akademik lainnya) akan memungkinkan dan mendorong penelitian berkualitas


yang didasarkan pada, dan berasal dari sebuah penelitian saat sistematis dan

menyeluruh dan tinjauan kritis sastra.


MEI akan menjadi titik acuan bagi Departemen Tinggi Pendidikan dan
Departemen Pendidikan dan juga mahasiswa dan akademisi dari universitas dan
perguruan tinggi di Malaysia, maupun di luar Malaysia, terutama wilayah Asia
Pasifik, untuk berbagai penelitian dan belajar-mengajar tujuan. Fungsi pertama
MEI adalah sebagai sistem pengindeksan. Sebagai sistem pengindeksan, MEI
akan mengindeks dan peringkat penelitian dan peneliti, konferensi dan makalah
konferensi, dan artikel yang diterbitkan dalam jurnal lokal dan internasional dan
menetapkan Dampak faktor kepada mereka. Faktor-faktor dampak mengacu pada
sejauh dalam hal jumlah mereka memiliki telah disebut dalam publikasi lokal

dan internasional.
Fungsi kedua MEI adalah sebagai sistem penyimpanan online yang bertujuan
untuk konferensi rumah makalah, artikel jurnal, tesis dan skripsi abstrak, laporan
ilmiah, laporan penelitian, penelitian abstrak, catatan penelitian, ulasan, instrumen
penelitian dan para ahli yang berkaitan dengan pendidikan di semua tingkat.
Namun, MEI hanya akan mendokumentasikan, katalog dan indeks ini pendidikan
berbasis benda / item / dokumen / referensi / bahan yang didasarkan pada konteks
Malaysia dan pengaturan (oleh penulis Malaysia dan peneliti atau orang asing).

2.

Albirini (2004)
Dua dekade terakhir telah menyaksikan perkembangan di seluruh dunia informasi
dan komunikasi teknologi (ICT) dalam bidang pendidikan dan pendidikan tinggi
di negara-negara berkembang.

Abbott (2001)

Dampak TIK pada bagaimana pencarian pendidik dan peserta didik, mengambil
dan mendapatkan akses ke informasi yang luar biasa dalam hal jumlah dan
kekayaan informasi yang diperoleh dan juga dalam hal kecepatan arus informasi
dan akses. Ini berarti metode baru mengakses informasi dan berhubungan
informasi kepada orang lain perlu dicari dan diakui.

Clark (1997)
Dinamika fungsi dalam ekonomi pengetahuan, perubahan sifat pembelajaran dan
perubahan kebutuhan peserta didik telah memaksa lembaga pendidikan
pendidikan tinggi, khususnya, untuk mempertimbangkan cara-cara baru dalam
mengelola belajar mengajar dan kegiatan penelitian, baik sebagai kedua entitas ini
saling berkaitan dan saling mempengaruhi.

Van Westrienen dan Lynch (2005)


Pengayaan dan peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di tingkat
pendidikan yang lebih tinggi serta tingkat pendidikan lainnya, misalnya sekolah.
Juga, itu akan berkontribusi kekosongan infrastruktur untuk beasiswa antarnasional atau intra-nasional dan pengembangan akademik dan praktik.

3.
Pelaksanaan Metode MEI yang telah dilakukan oleh negara Malaysia hendaknya
patut dijadikan contoh bagi Kementrian pendidikan yang ada di negara
kita

indonesia,karena perkembangan komunikasi tekhnologi ( ICT ) makin hari

makin

berkembang sehingga perlu adanya sistem penyimpanan karya-karya

peneliti
terarah ke arah
lakukan oleh kementrian

yang valid secara online.Indeks pendidikan indonesia akan lebih


yang lebih maju kedepannya seperti apa yang telah di
pendidikan negara malaysia.

DAFTAR PUSTAKA
Diakses pada 14 Mei 2014 : http://ijedict.dec.uwi.edu//viewarticle.php?id=1041