Anda di halaman 1dari 6

No

STANDAR/
ELEMEN
PENILAIAN
RS. Telah
mengimplementasika
n strategi penurunan
resiko infeksi pada
seluruh proses

PERENCANAAN PERBAIKAN STRATEGIS


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)
RS. Baptis Batu
LANGKAH
METODE INDIKATOR
PENANGUN
PEMENUHA PERBAIKA PENCAPAI
WAKTU
G JAWAB
N EP
N
AN
Indikator PPI
sudah
ditetapkan :
1. Kepatuhan
cuci tangan
80%
2. Kepatuhan
pemakaian
APD 80%
3. Tertusuk
jarum 0
4. Insidet rate
HAIs 1,5%

1. Validasi
hasil
Pengukura
n indicator
yang
dilakukan
IPCLN dan
Ka. Unit
2. Audit
pelaksana
an PPI
(Cuci
tangan,
pemakaia
n
APD,
3. Audit
pembuang
an benda
tajam
4. Audit
kepatuhan
pelaksana
an Bundle
Prevention
pasien
yang

1. Kepatuhan
cuci
tangan
80%

2. Kepatuhan
pemakaia
n APD
sesuai
paparan
80%
3. Kejadian
tertusuk
jarum 0
4. Insident
Rate HAIs
1,5%
(Sesuai
SPM)

Kurnia, IPCLN

KETERANG
AN
Sudah
dilakukan

terpasang
alat
invasif
dan
operasi
2

Ada kebijakan dan


prosedur yang
konsisten dengan
peraturan dan
perundangan di
tingkat nasional dan
ada standar profesi
yang mengidentifikasi
proses pengelolaan
peralatan yang
kadaluwarsa

1. Kebijakan
pengelolaan
barang2 re
use
Sudah ada
2. Membuat
list barang
re use di
unit
3. Kebijakan
dan SPO
peralatan
kadaluwars
a sdh ada di
MPO

1. Membuat
list barang
re use di
masingmasing
unit

Benda tajam dan


jarum dikumpulkan
pada wadah yang
khusus yang tidak
dapat tembus
(puncture proof) dan
tidak direuse.

1. Sudah ada
kebijakan
2. Benda
tajam
dimasukkan
ke dalam
kardus yang
sudah
diberi label
jarum,
ampul dan

Sudah
dilakukan

2. Sosialisasi
ke unit

1. Jenis
barang re
use di unit
sesuai
dengan
kebijakan
dan list
yang
dibuat

Agustus

B Lia, Kurnia

1. Kejadian
NSI 0
2. Hasil audit
pengelola
an benda
tajam >
80%

Audit setiap
bulan

Kurnia

dibakar
4

Sanitasi dapur dan


penyiapan makanan
ditangani dengan baik
untuk meminimalisasi
risiko infeksi

1. Pedoman
pelayanan
inst dapur
2. Panduan
pengelolaan
makanan
dari PPI
3. Audit
pengelolaan
makanan di
instalasi gizi
oleh PPI

Sudah ada

Hasil audit
kegiatan PPI
di inst gizi >
80%

Dilakukan
sesui jadwal
audit

Kurnia

Pengontrolan
engineering/Engineeri
ng control diterapkan
untuk meminimalisasi
risiko infeksi di area
yang tepat di rumah
sakit

1. Penyediaan
peraltan di
inst. Gizi
sesuai
standart
2. Pemberian
label/identit
as sesuai
penggunaa
nya

Penyediaan
pisau dan
talenan
sesuai jenis
bahan

Tersedianya
alat sesuai
kebutuhan

Agustus

B. Titin
B. Ria

Kebijakan dan
prosedur mengatur
bagaimana cara
mengelola pasien
dengan infeksi
airborne untuk jangka
waktu pendek ketika
ruangan bertekanan

1. Kebijakan
PPI tentang
pengelolaan
Airborne
disesase
2. SPO
pengelolaan
pasien

Audit
pelaksanaan
panduan
/SPO tsb

100% Pasien
dengan
airborne
disease di
kelola sesuai
SPO/Panduan

Audit bila
ada pasien
dengan
airborne
disease

Kurnia

Sudah
dilakukan

negatif tidak tersedia

dengan
airborne
disease
3. Daftar
pasien
dengan
airborne
disease
yang tidak
bisa
diterima
(SARS,
Diptheria)

RS. Mempunyai
strategi untuk pasien
dengan penyakit
menular

1. Keijakan
dan
panduan
Isolasi
2. Alur
penerimaan
pasien
dengan
penyakit
menular

Sudah ada

100% Pasien
dengan
penyakit
menular
dikelola
sesuai
kebijakan
yang
ditentukan

Setiap ada
pasien
dengan
penyakit
menular

Kurnia

Ruangan bertekanan
negatif tersedia, di
monitor secara rutin
untuk pasien infeksius
yg membutuhkan
isolasi untuk infeksi
airborne; bila ruangan
bertekanan negatif
tidak segera tersedia,
ruangan dengan

1. Penyediaan
ruang
isolasi
dengan
ventilasi
alami yang
sudah
dihitung
pertukaran
udara dan

1. Tanda
peringata
n dan
tanda
pengguna
an APD di
setiap
pintu

1. Pengeloal
aan
pasien
dengan
airborne
disease
sesuai
prosedur

Setiap ada
pasien
dengan
penyakit
menular

Kurnia

sistem filtrasi HEPA


yang diakui bisa
digunakan.

cukup
paparan
matahari
2. SPO
cleaning
dan
desinfeksi
baik harian
maupun
genera
cleaning
setelah
pasien
pulang

Pendidikan staf untuk


pengelolaan pasien
infeksius

Pelatihan

SPO Pemakaian APD

Sdh ada SPO


pemakaian
APD

Perbandinga angka
infeksi dengan angka
infeksi RS lain Dan
acuan data dengan
acuan terbaik

1. Data infeksi
dari RS.
Imanuel
Lampung
2. Acuan dari
laporan

2. Monitoring
pelaksana
an
Cleaning
dan
desinfeksi
oleh
petugas
kebersiha
n
Pelatihan
pengelolaan
pasien
infeksius

2. Pelaksana
an
Cleaning
dan
desinfeksi
sesuai
SPO

100%
keperawatan
telah
mendapatkan
pelatihan
pengelolaan
pasien
infeksius

September

P. Diba,
Kurnia

Sdh ada

Pertukaran
data

Setiap tahun
akan ada
data
pembanding
angka infeksi
dari RS lain

Januari
2015

Kurnia

CDC/NHSN
8

Seluruh staff dilatih


tentang praktekpraktek dan program
PPI

Pelatihan

Koordinasi
dengan Kom.
Kep untuk
jadwal
pelatiahn

Pelatihan
akan
terlaksana
sesuai jadwal
yang
ditetapkan

Sesuai
jadwal yang
sudahdibuat

P. Diba,
Kurnia

Data infeksi harus


diketahui seluruh staff

Sosialisasi
angka infeksi

Memasang
incident rate
angka infeksi
di unit dan di
papan
belakang IGD

Ada informasi
angka infeksi
di masingmasing unit

Agustus

Kurnia

Sudah ada
jadwal
pelatihan