Anda di halaman 1dari 3

Bangun Musholah DI Rumah Dinas Bupati

Curup - Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi beserta Wakilnya Iqbal Bastari memilik
i misi yang selalu ditargetkan yaitu membangun Rejang Lebong sebagai kota religi
us, hal ini telah direalisasikan dengan beberapa program yang telah dibuat seper
ti pada setiap Kepala Dinas, Kantor, Badan maupun Kepala Sekolah wajib diatas me
janya terdapat Al-Quran.
langkah lain untuk membangun kota religius,Hijazi rencananya akan membangun mush
olah di rumah dinas Bupati Rejang Lebong meskipun dalam pembangunannya nanti men
ggunakan biaya pribadi.
"musholah itukan Rumahnya masyarakat, rumah kebanggaan masyarakat Rejang Lebong,
Musholah itu akan kita bangun memang belum ada duitnya, duit pribadi untuk memb
angun itu untuk sementara inikan, kalau ada penggantiannya syukur, kalu tidak ad
a itu buat bekal mati nanti".terang hijazi usai mealukan pelantikan juri HUT kot
a Curup Kemarin (17/5).
bila ada pihak yang mempermasalahkan dalam pembangunan mushola hijazi mengatakan
, ada yang mempermasalahkan perlu diragukan ahlak orang tersebut."kalau ada yang
protes itu perlu diragukan ahlak orang itu untuk Rejang Lebong ini, kita bangun
musholah di permasalahkan, sedangkan orang bangun warung tuak dibiarkan saja".u
ngkapnya
Menurut Hijazi,rencana pembangunan musholah di Rumah kediaman Bupati tersebut di
lakukan mengingat rumah tersebut sangat besar tetapi tidak terdapat tempat untuk
mendekatkan diri dengan sang pencipta, dan hal itu juga akan menjadi cerminan k
ota religius.
"karena melihat dirumah itukan sangat besar tapi sholat dimana tempatnya, kita p
erlu solat, kalau ada yang meragukan itu dicurigai ahlak orang itu kalu musholah
jadi persoalan, berarti dia tidak mau membangun ahlak masyarakat Rejang Lebong,
itu cerminan kota religius, dari situ kita melangkah dan sebagai cerminan."ucap
nya.(Cw5)
Anggaran Pembinaan Atlet
Bupati:Laporan Bukan untuk mencari kesalahan
curup - Anggaran untuk pembinaan atlet disediakan Pemkab Rejang Lebong untuk men
cetak atlet-atlet yang berbakat, tetapi anggaran yang disediakan tersebut harus
diikuti dengan laporan terkait pembinaannya agar dana tersebut tidak terbuang pe
rcuma.
Bupati rejang Lebong Ahmad Hijazi mengatakan, anggaran Pembinaan atlet telah dia
jukan melalui KONI dan telah tersdia tetapi laporan dibutuhkan untuk melihat sej
auh mana pembinaan atlet tersebut.
"kalau anggaran itu sudah tersedia cuma selama ini saya telah meminta kepada kon
i, saya minta anggaran serlama lima tahun, pembinaan prestasi itu saya mintak la
poran prestasi apa selama setahun yang sudah didapati, pembinaan olahraga apa ya
ng dilakukan dan sebatasmana pembinaannya" Ungkapnya
dari laporan yang diberikaqn tersebut, Hijazi mengungkapkan, dapat dilihat perke
mbangannya dan tujuan lainnya bukan untuk mencari-cari kesalahan serta penggunaa
n anggaran tersebut lebih efektif.
"kita lihat perkembangannya dari laporan tersebut, nantikan kita tahu sehingga k
ita akan nyambung dari situ nanti, bukan untuk mencari kesalahan bukan, anggaran
itu ada manfaatnya jangan anggaran itu nanti hilang ditengah dijalan."paparnya
Disisi lain Ia mengapresisai atas pencapaian yang telah diraih oleh atlet karate
yang berlaga sesumbagsel mulai daqri SD, SMP hingga SMA, yang berhasil menjadi
juara.
"saya sangat bangga, baru dua bulan jadi bupati anak ini berprestasi dari bimbin
gan pak Dandim, saya punya pemikiran ini harus didorong terus, yang memiliki pre
stasi harus kita dorong dan bina ters, agar menjadi remaja dan dewasa akan mewak
ili Rejang Lebong dan Provinsi bengkulu kedepan nya".Sampainya
Sebelumnya Atlet karate mengikuti kejuaraan Sesumbagsel mulai tanggal 19-23 Mare
t, Atlet Yang dibina oleh Forki Rejang Lebong tersebut berhasil menyabet 3 emas,
3 perak dan 6 perunggu. Adapun peraih emas antara lain Ghifari.M, Siswa SMK2 Cu
rup Timur, Vebi Dwi P.Siswi SMPN Sindang Kelingi dan Naura ghonyiu Yama yang ter
golong usia dini. (Cw5)

Tidak Tahan Dalam Hutan, Pelaku Pembunuh Yuyun Menyerahkan Diri


Curup - salah satu pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (15) yang sempat menj
adi buron selama 1 bulan lebih akhirnya berhasil diamankan pihak Polres Rejang L
ebong.
Ja (13) salah satu terduga pelaku yang ikut dalam aksi kekejian terhadap Yuyun t
elah diamankan pihak Polres Rejang Lebong setelah diserahkan langsung oleh orang
tuanya bersama Kades Kasie Kasubun pada hari sabtu (14/5) kemarin sekitar pukul
07.00 wib ke Polsek Padang Ulak Tanding (PUT).
Kapolres Rejang Lebong AKBP. Dirmanto, SH, Sik didampingi Kapolsek Padang Ulak
Tanding Iptu Eka Chandera dalam Press Confrence yang digelar selasa (17/5) kema
rin mengatakan, pelaku sempat kabur sejak Sabtu 2 april yang lalu, "anak ini wak
tu kita kejar pertama dan kita tangkap teman-temannya pada sabtu 2 april lalu Ja
merasa ketakutan karena mengetahui teman-temanya telah ditangkap sehingga dia l
ari kehutan untuk bersembunyi . Terang kapolres
dijelaskan Kapolres, selama dalam pengejaran Timsus Polres Rejang Lebong Ja bers
embunyi dikawasan hutan Taman Nasionakl Kerinci Seblat (TNKS) di daerah desa kas
ie kasubun , dan dalam persembuannya tersebut Ia bertahan hidup hanya dengan mak
an umbut yang didapatkan didalam hutan.
Ja ini dalam hutan hanya makan umbut dari hasil pemeriksaan yang didapat dari keb
un-kekebun di hutan TNKS didaerah Kasie Kasubun dalam, yang jalannya sampai 10 j
am, karena sudah tidah tidak tahan makanya dia menyerahkan diri dibantu orang tu
anya yang . ungkapnya
Dalam pelariannya dari kejaran petugas dijelaskan Kapolres, para pelaku terpisah
dalam pelariannya mereka kabur sendiri-sendiri dan mereka tidak saling mengetah
ui dimana posisi temannya yang lain.
Ja yang masih dibawah 14 tahun tersebut saat ini diamankan di Mapolres Rejang Le
bong, menurut Kapolres karena di daerah RL tidak ada tempat penitipan anak yang
bermasalah dengan hukum. Kalau pun harus dititipkan di Lapas kelas II-Curup, kon
disi tersangka ini masih berumur kurang dari 14 tahun sehingga dititipkan di Map
olres.
Jadi terhadap Ja masih akan dilakukan proses hukum, hanya saja perlakuan terhada
pnya agak berbeda dengan tersangka lainnya. Lantaran, Ja masih berumur 13 tahun
dan tidak bisa ditahan, maka kedepannya akan dilakukan pembinaan, apakah dititip
kan di tempat pembinaan anak yang bermasalah dengan hukum atau pun bentuk pembin
aan lainnya, tutup Dirmanto
Dari pantauan dalam Confrence Pers yang digelar di Mapolres Rejang Lebong kemari
n turut hadir juga Kadis Sosial Rejang Lebong, Kepala Kejaksaan Negeri Curup, pi
hak Lapas kelas II A Curup, PPA (Perlindungan perempuan dan Anak) Rejang Lebong.
Terpisah//
Yayan Kakak Yuyun Akan sekolah di Malang
Yayan (14) Kakak dari korban pemerkosaan dan Pembunuhan keji di PUT akan disekol
ahkan dipesantren yang ada di Malang Jawa Timur, hal ini diungkapkan oleh Yakin
(32) orangtua yayan dan Yuyun ketika ditemui di Kantin Polres RL kemarin.
"Ini kami akan ke Bengkulu dan mengantar Yayan ke Malang, kami akan dijemput ole
h orang dari Kemensos. Disana Yayan akan sekolah di Pondok Pesantren yang dijanj
ikan oleh ibu Khofifah saat berkunjung ke rumah kami beberapa waktu lalu," katan
ya.
menurut Yakin, Yayan sendiri sudah tidak mau lagi sekolah di desanya Kasie Kasub
un setelah terjadi peristiwa keji yang menimpa Yuyun, meskipun telah dibujuk ole
h kedua orangtuanya dengan segala upaya, seperti antar jemput maupun ditunggu di
sekolah Ia tetap tidak mau, dengan kondisi tersebut ketika ada tawaran dari ment
eri Sosial untuk menyekolahkan Yayan di malang, Yakin bersama istrinya mendukung
yayan untuk sekolah di Malang agar dapat melupakan kejadian yang menimpa kembar
anya.

Yuyun itu cita-citanya ingin jadi Guru di Desanya kalau Yayan itu Cita-citanya in
gin jadi kiyai, kami mendukung yayan untuk sekolah diMalang, apalagi Ibu Menteri
Khofifah sudah menjanjikan untuk menyekolahkannya di pondok pesantren. Ujar Yakin
Disisi lain Yakin menambahkan, dirinya pun bersama isterinya Yana akan pindah ke
Kota Bengkulu. Hal ini dilakukan guna menghindari kejadian yang tidak diinginka
n mengingat mereka tinggal di Dusun V Desa Kasie Kasubun sebagai perantau dari K
ecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Sebelum pindah ke Bengkulu dirinya akan menjual kebun seluas satu hektare yang m
ereka tanami kopi sebanyak 3.000 batang dan saat ini sudah berumur 1,5 tahun kep
ada keluarganya atau orang lainnya yang berminat.
Sementara itu Mardiani dari WCC Bengkulu menambahkan, langkah yang diambil oleh
kedua orang tua almarhumah Yuyun itu merupakan tindakan tepat guna menghilangkan
trauma yang dialami Yayan dan keluarganya. Untuk itu dia berjanji akan terus me
ngawal jalannya proses hukum yang dialami Yuyun ini sampai selesai. (Cw5)
Dewan Juri HUT Curup Dilantik
CURUP - Memeriahkan perayaan HUT Kota Curup ke 136 tahun 2016 yang pembukaannya
akan dilaksanakan pada 19 Mei 2016 besok, panitia kegiatan telah menyiapkan 22
cabang perlombaan yang akan ditampilkan dalam perayaan HUT Kota Curup tersebut.
Perlombaan itu antaranya diperuntukkan khusus bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan anak
-anak. Mulai dari kesenian tradisional hingga musik kreasi termasuk pemilihan bu
jang semulen tahun 2016. Bahkan ada pula prlombaan yang bernuasan adat dan buday
a yang ada di Rejang Lebong seperti lomba kesenian tradisional, lomba busana PEI
KAGANGA, lomba menulis hurf KAGANGA dan lomba lagu daerah Rejang Lebong.
Ketua Panitia kegiatan HUT Kota Curup Plt. Sekkab Rejang Lebong Zulkarnain, MT t
idak menyangkal soal adanya berbagai perlombaan tersebut."Itu dalam rangka memer
iahkan HUT Kota Curup, termasuk nanti akan ada pameran, bazar serta kegiatan lai
nnya, dan rangkaian kegiatan ini juga akan dimulai dengan Zikir Akbar (Zikir Ist
ighotsah) yang dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Makmur Curup,"ujar Zulkarnain
.
Sementara itu, untuk memastikan berbagai perlombaan tersebut berjalan, kemarin (
17/6) Bupati Rejang Lebong telah melantik dewan juri lomba selama perayaan HUT K
ota Curup. Pelantikan sendiri dilaksanakan di gedung Pola Pemkab Rejang Lebong o
leh Bupati DR.H.Ahmad Hijazi, SH, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati meminta kepada para dewan juri lomba untuk dapat menja
lankan tugasnya sesuai dengan apa yang seharusnya, tidak memaksakan seseorang un
tuk menjadi pemenang jika memang tidak layak untuk dimenangkan."Berlaku adil, pr
ofesional dan tidak memihak kepeserta, jangan memilih pemenang yang bukan wajar
jadi pemenang, karena itu akan merusak bukan akan membuat Rejang Lebong menjadi
lebih baik, saya ucapkan selamat bertugas kepada para dewan juri yang dilantik h
ari ini (kemarin),"sampai Bupati.
Bupati menambahkan Perayaan Hari jadi kota Curup merupakan perayaan milik semua,
bukan golongan tertentu, selain itu iya juga menyampaikan dalam peraan HUT Curu
p tahun ini akan ditingkatkan kesenian Rejang Lebong agar tidak hilang."perayaan
ini merupakan milik kita semua, saya tegaskan sekali lagi dewan juri untuk prof
rsional, jangan ada titipan-titipan, harus objektif, bagi juri yang tidak objekt
if tahun depan jangan gunakan lagi juri tersebut, perayaan ini juga kita tingkat
kan kesenian Rejang Lebong agar tidak Pudar.Ungkapnya
Berdasar keputusan bupati Rejang Lebong nomor 180.284.V Tahun 2016 tanggal 9 Mei
2016 diketahui ada 22 cabang perlombaan yang dipertandingkan dalam rangkaian HU
T Kota Curup ke 136 sedangkan jumlah dewan juri yang terlibat dalam kegiatan ter
sebut disesuaikan dengan jenis perlombaan, seperti lomba pawai adat ada 5 juri,
kemudian lomba B2SA ada 5 juri, serta lomba Balitas Sehat tingkat Kabupaten ada
10 juri. sedangkan cabang lomba lainnya dikawal oleh masing-masing 3 juri.(Cw5)