Anda di halaman 1dari 10

BAB II

PEMBAHASAN

A. Teori Singkat
1) Pengertian keselamatan kerja Keselamatan kerja merupakan upaya untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja dan menjamin proses produksi agar berlangsung secara
aman, efisien dan produktif. Prosedur Keselaman Kerja banyak diterapkan dalam
industri maupun sekolah, dan bisanya bersifat aturan atau anjuran yang baik. Mesinmesin modern sudah dilengkapi pelindung dan dirancang untuk melindungi keselamatan
operator, serta menjamin semua perlengkapan dalam proses pengerjaan menjadi aman.
Tetapi statistic kecelakaan yang terjadi di sekolah dan industri menunjukkan hanya
sekitrar 15% yang dapat dijamin oleh alat-alat keselamatan tersebut. Sekitar 85%
kecelakaan yang terjadi di sekolah dan industri dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tak
dapat terjangkau oleh alat-alat keselamatan kerja tersebut. Jadi unsur kelalaian manusia
merupakan faktor yang paling banyak mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja.
Kekurang hati-hatian, sedikit pengetahuan/informasi dan kurang pertimbangan dalam
memutuskan sesuatu dengan benar mungkin dapat dicegah dengan membiasakan
berfikir sebelum bekerja.
2) Mengidentifikasi langkah-langkah keselamatan kerja. Dalam kegiatan praktek
dibengkel atau industri, keselamatan kerja adalah hal utama yang perlu mendapat
perhatian serius oleh pihak pengelola. Oleh karena itu sebelum kita melaksanakan
praktek kita harus mampu mengidentifikasikan (mengelompokkan keselamatan kerja)
antara lain : a) Keselamatan operator b) Keselamatan mesin c) Keselamatan alat-alat
pendukung seperti: pahat, alat ukur (jangka sorong, mikro meter dll) serta alat
pendukung pelaksanaan kerja lainnya. d) Keselamatan benda kerja. Keempat hal diatas
adalah urutan keselamatan kerja yang harus benar-benar kita perhatikan sebelum kita
bekerja.
3) Mengidentifikasi dan spesifikasi alat keselamatan kerja yang akan digunakan.

B. Alat Keselamatan dan Perlengkapan Kerja


1. Safety Helmet
Safety helmet didesain untuk melindungi kepala dari special resisting penetration
seperti terantuk dengan pipa, atap dan kemungkinan jatuhnya benda dari atas.
Pemakaian safety helmet secara tepat dan benar dapat mengurangi konsekwensi yang
mungkin timbul pada saat terjadinya hal-hal yang disebutkan di atas. Cara pemakaian
safety helmet yang benar akan memberikan proteksi maksimal bagi kepala. Daerah
kerja seperti di kilang minyak, pabrik pupuk, petro kimia, proyek pembangunan gedung
dan lainnya biasanya menetapkan safety helmet sebagai alat pelindung diri yang
mandatory. Karena potensi hazard yang berasal dari atas kepala manusia banyak
terdapat di lingkungan kerja seperti itu. Dalam menggunakan safety helmet, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya,

Sebelum digunakan, yakinkan bahwa helmet tersebut dapat digunakan, pas dan
nyaman di kepala anda (tidak longgar dan tidak terlalu sempit), tidak rusak dan
cacat.

Pasang dikepala dengan benar (tidak miring, terlalu mendongak, menunduk


sehingga menutupi pandangan, atau terbalik.

Jika berada pada tempat yang tinggi dan kondisi ber-angin, chain strip harus
digunakan untuk menghindari safety helmet yang dikenakan terbang karena
tiupan angin kencang.

Gambar 1.1 Safety Helmet


Dalam penggunaannya, safety helmet sering terjadi insiden seperti benturan atau
tertimpa benda yang jatuh. Setelah terjadi insiden, biasanya safety helmet mengalami

kerusakan. Sekecil apapun kerusakan yang terjadi, safety helmet harus didiganti dengan
yang baru. Jangan menggunakan safety helmet yang sudah mengalami cacat atau
kerusakan. Contoh kerusakan pada helmet yang perlu segera diganti.

Gambar 1.2 Cacat pada Helmet


Selain penggunaan helmet yang cacat yang tidak diperbolehkan, penggunaan helmet
yang baikpun ada batasannya. Rata-rata umur pakai sebuah safety helmet adalah 5
tahun, namun ini sangat tergantung kepada bahan pembuatnya. Setiap manufacturer
akan mencantumkan batas maksimum pemakaian safety helmet produksinya pada setiap
helmet. Periksalah dengan teliti. Perlu juga menjadi perhatian kita adalah bersihkan
safety helmet setelah digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari rusaknya
material akibat kotoran yang menempel. Karena bisa saja kotoran tersebut adalah bahan
kimia, minyak atau solvent yang bisa memicu rusaknya bahan pembuat safety helmet
tersebut.
2. Sabuk Keselamatan (safety belt)

Gambar 2.1 Safety Belt


Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun
peralatan lain yang serupa (mobil,pesawat, alat berat, dan lain-lain)
3. Sepatu Karet (sepatu boot)

Gambar 3.1 Sepatu Karet


Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur.
Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat,
benda panas, cairan kimia, dsb.
4. Sepatu pelindung (safety shoes)

Gambar 4.1 Safety Shoes

Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan
kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa
benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
5. Sarung Tangan

Gambar 5.1 Sarung Tangan


Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang
dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan
dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
6. Tali Pengaman (Safety Harness)

Gambar 6.1 Tali Pengaman


Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat
ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.
7. Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)

Alat ini digunakan untuk menjaga dan melindungi telinga dari bunyi-bunyi yang
bersumber atau dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara yang cukup
keras dan bising. Alat perlindungan telinga harus dilindungi terhadap loncatan api,
percikan logam, pijar atau partikel yang melayang. Perlindungan tehadap kebisingan
dilakukan dengan sumbat atau tutup telinga.

Gambar 7.1 Pelindung Telinga


8. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
Kaca mata digunakan untuk melindungi mata operator dari bram-bram yang
melayang pada saat kerja di mesin bubut. Oleh karena itu kaca mata yang dipakai oleh
operator harus memenuhi syarat-syarat berikut: mampu menutup semua bagian-bagian
mata dari kemungkinan terkena bram, tidak mengganggu penglihatan operator dan yang
terakhir harus memiliki lubang sebagai sirkulasi udara ke mata.
Mata harus terlindung dari panas, sinar yang menyilaukan dan juga dari debu.
Kelangkapan lensa untuk pengelasan dengan gas dan untuk melakukan pemotongan
jangan dibiasakan dipakai untuk pengelasan lengkung atau busur, karena lensa untuk
mengelas lengkung telah disediakan tersendiri.

Gambar 8.1 Kaca Mata Pengaman

9. Masker (Respirator)
Masker digunakan untuk pada tempat-tempat kerja tertentu dan seringkali udaranya
kotor yang diakibatkan oleh bermacam-macam hal antara lain :
a.
b.
c.
d.

Debu-debu kasar dari penggerinderaan atau pekerjaan sejenis


Racundan debu halus yang dihasilkan dari pengecatan atau asap
Uap sejenis beracun atau gas beracun dari pabrik kimia
Gas beracun seperti CO2 yang menurunkan konsentrasi oksigen di udara

Gambar 9.1 Alat Pelindung Mulut dan Hidung


Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas
udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).
10. Pelindung wajah (Face Shield)

Gambar 10.1 Pelindung Wajah


Alat yang digunakan untuk melindungi seluruh pemakainya wajah (atau bagian dari itu)
dari dampak bahaya seperti benda terbang dan puing puing jalan , percikan kimia (di

industri), atau cairan yang berpotensi menular (dalam medis). Berfungsi sebagai
pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda)
11. Jas Hujan (Rain Coat)

Gambar 11.1 Jas Hujan


Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan
atau sedang mencuci alat).
12. Pakaian Kerja
Pakaian kerja harus di anggap suatu alat perlindungan terhadap bahaya kecelakaan.
Pakaian tenaga kerja pria yang bekerja melayani mesin seharusnya berlangan pendek,
pas (tidak longgar) pada dada atau punggung, tidak berdasi dan tidak ada lipatan-lipatan
yang mungkin mendatangkan bahaya.

Gambar 12.1 Pakaian Kerja

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap kegiatan perbengkelan hendaklah selalu dilengkapi dengan APD (Alat
Pelindung Diri) yang aman, cocok, rapi dan tidak mengganggu pemakainya. Khusus
untuk di bengkel umum hendaknya APD yang digunakan harus bersih dan rapi agar
tidak mengotori kendaraan pelanggan, selain itu pentingnya keteraturan dalam
manajemen bengkel juga diperlukan demi menjaga ketertiban dan keteraturan dalam
bengkel saat menyervis atau yang lainnya.
B. Saran
Sebaiknya gunakanlah alat perlengkapan kerja yang sudah ditetapkan sesuai aturan
di bengkel yang berguna untuk menjaga keselamatan dan kesehatan tenaga kerja selama
melakukan pekerjaan di bengkel.

DAFTAR PUSTAKA

http://cemompong-bello.blogspot.com/2012/12/alat-keselamatan-kerja-padabengkel.html
http://deboralexandra2.blogspot.com/2013/05/keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di.html
http://xlusi.com/alat-keselamatan-kerja-dan-fungsinya.html
http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/departemenbangunan-30/911-wijanarko

10