Anda di halaman 1dari 30

MINYAK BUMI DAN

PENCAIRAN GAS
ALAM
KRISTINA ANGGI P.S
D1121141023
MUNAWAROH N.C
D1121141027

MINYAK BUMI??

Bahan bakar yang dihasilkan


oleh alam yang berasal dari
fosi-fosil yang telah
terpendam berjuta tahun.

KOMPOSISI MOLEKUL
HIDROKARBON DALAM
MINYAK BUMI
No Hidrokarb
.
on
1.

Naptena

RataRata
49%

2.

Parafin

30%

15-60%

3.

Aromatik

15%

3-30%

6%

sisa-sisa

4. Aspaltena

Rentang
30-60%

Hidrokarbon
dalam Minyak
Bumi

Parafin:
Hidrokarbon
terbuka penghasil
Gasolin
Naftalena:
Hidrokarbon
siklis/tertutup
sebagai pengeras
jalan dan pelumas
Campuran:
mengandung
Parafin-Naftalena
berbentuk
hidokarbon
terbuka dan
tertutup

Teori
Pembentukan
Minyak Bumi

1.
. Teori Biogenesis (Organik)
Macquir (Prancis, 1758) merupakan orang pertama yang
pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi
berasal darri tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W Lamanosow
(Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama.
Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lain seperti,
Nem Beery, Engler, Bruk, bearl, Hofer. Mereka mengatakan
bahwa minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut
yan telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk
sebuah lapisan dalam perut bumi. Minyak bumi termasuk
sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Teori Abiogenesis (Anorganik)


Barth Barthelot (1866) mengemukakan di

2.dalam minyak bumi terdapat logam alkali,


yang dalam keadaan bebas dengan
temperatur tingi akan bersentuhan denagn
C02 membentuk asitilena. Kemudian
Mendeleyev (1877) mengemukakan bahwa
minyak bumi tebentuk akibat adanya
pengaruh kerja uap pada kabida-karbida
logam di dalm bumi. Yang lebih ekstrim lagi
adalah pernyataan beberapa ahli yang
mengemukakan bahwa minyak bumi mulai
terbentuk sejak zamn prasejarah, jauh
sebelum bumi terbentuk dan besamaan

3.
Teori Duplex
Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori
Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori Duplex yang
banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan
bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai
jenis organisme laut baik hewani maupun nabati.
Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi
hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati

PROSES PEMBENTUKAN
MINYAK BUMI

PROSES
PENGOLAHAN
MINYAK BUMI

PROSES KILANG MINYAK


BUMI

DESTILASI ATAU FRAKSINASI

PROSES PEMISAHAN FRAKSI-FRAKSI DALAM MINYAK


BUMI BERDASARKAN PERBEDAAN TITIK DIDIH.

Fraksi yang memiliki titik didih terendah akan berada di bagian atas tanur,
sedangkan fraksi yang memiliki titik didih tinggi akan berada di dasar
tanur.

FRAKSI-FRAKSI MINYAK
BUMI
Residu
digunakan sebagai bahan baku aspal,
bahan pelapis antibocor, dan bahan
bakar boiler (mesin pembangkit uap
panas). Bagian minyak bumi yang
menguap akan naik ke atas dan
kembali diolah menjadi fraksi minyak
bumi lainnya.

OLI

CRACKING
Fraksi-fraksi yang dihasilkan dari proses
destilasi kemudian dimurnikan (refinery)
melalui proses cracking. Cracking adalah
tahapanpengolahan minyak bumiyang
dilakukan untuk menguraikan molekulmolekul besar senyawa hidrokarbon
menjadi molekul-molekul hidrokarbon
yang lebih kecil, misalnya pengolahan
fraksi minyak solar atau minyak tanah
menjadi bensin. Proses cracking dapat
dilakukan dengan 3 cara, yaitu cara

REFORMING
Setelah dilakukan pemurnian melalui
cracking, tahappengolahan minyak
bumidilanjut dengan proses reforming.
Reforming adalah proses merubah struktur
molekul fraksi yang mutunya buruk (rantai
karbon lurus) menjadi fraksi yang mutunya
lebih baik (rantai karbon bercabang) yang
dilakukan dengan penggunaan katalis atau
proses pemanasan. Karena dilakukan untuk
merubah struktur molekul, maka proses ini
juga bisa disebut sebagai proses
isomerisasi

ALKILASI DAN
Alkilasi dan Polimerisasi
POLIMERISASI
Setelah diperbaiki struktur molekulnya,

fraksi-fraksi yang dihasilkan daripengolahan


minyak bumimentah kemudian melalui
proses alkilasi dan polimerisasi. Alkilasi
adalah tahap penambahan jumlah atom pada
fraksi sehingga molekul fraksi menjadi yang
lebih panjang dan bercabang. Proses alkilasi
menggunakan penambahan katalis asam
kuat seperti HCl, H2SO4, atau AlCl3 (suatu
asam kuat Lewis). Sedangkan polimerisasi
adalah tahap penggabungan molekulmolekul kecil menjadi molekul yang lebih
besar dalam fraksi sehingga mutu dari
produk akhir akan lebih meningkat.

TREATING

Treating adalah proses pemurnian fraksi


minyak bumi melalui eliminasi bahan-bahan
pengotor yang terikut dalam proses
pengolahan atau yang berasal dari bahan baku
minyak mentah. Bahan-bahan pengotor yang
dihilangkan dalam proses treating tersebut
antara lain bau tidak sedap melalui copper
sweetening dan doctor treating, lumpur dan
warna melalui acid treatment, parafin melalui
dewaxing, aspal melalui deasphalting, dan
belerang melalui desulfurizing.

BLENDING
Tahap terakhir yang dilalui dalam
prosespengolahan minyak bumisehingga
menghasilkan bahan siap guna adalah proses
blending. Blending adalah tahapan yang
dilakukan untuk meningkatkan kualitas
produk melalui penambahan bahan-bahan
aditif ke dalam fraksi minyak bumi. Bahanbahan aditif yang digunakan tersebut salah
satunya adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL
adalah bahan aditif yang digunakan

MANFAAT

Bahan Lipstik
Panel Surya
Permen Karet
Aspirin
Krayon

DENGAN MENGGUNAKAN RESIN DAN PLASTIK (SEL


FOTOVOLTAIK) YANG MERUPAKAN PRODUK TURUNAN
DARI MINYAK BUMI, PANEL SURYA DAPAT DIGUNAKAN

PRODUK TURUNAN MINYAK BUMI,


PETROLEUM JELLY ATAU VASELINE
DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR LIPSTIK DAN
BAHKAN BISA DIGUNAKAN SEBAGAI
EYELINER

POLIMER MINYAK BUMI SEBAGAI BAHAN DASARNYA.


BIASANYA PERMEN KARET YANG DIHASILKAN AKAN
LEBIH KUAT KETIKA DIBENTUK GELEMBUNG ATAU DITIUP.

DAMPAK

Dampak positif : mengurangi


penggunaan batu bara ,
membantu dalam memenuhi
kebutuhan hidup manusia , dapat
digunakan untuk membuat aspal

DAMPAK NEGATIF

TERIMAKASIH