Anda di halaman 1dari 10

Pengantar Sistem Informasi

Database dan file akses


Hirarki Data
Secara tradisional, data diorganisasikan dalam suatu hirarki yang terdiri atas :

Elemen Data, merupakan unit data terkecil yang tidak dapat dibagi lagi
menjadi unit yang berarti. Contoh elemen data dalam record mahasiswa
adalah nama mahasiswa, nomor pokok mahasiswa, dan alamat.

Record (Catatan), terdiri dari semua elemen data yang berhubungan dengan
suatu objek atau kegiatan tertentu.

File, Kumpulan semua catatan data (Data Record) yang berhubungan dengan
suatu subyek tertentu. Contoh File data mahasiswa menjelaskan data-data
mahasiswa per fakultas atau jurusan.
ELEMEN DATA

RECORD

FILE

1 Record

File : Data IPK Mahasiswa


No.
NPM
Nama Mahasiswa
record
1.
30201201 Adi

Alamat

IPK

Jl. Margasatwa, Depok

2,75

2.

32101202

Budi

Jl. Arwana, Jaksel

3,25

3.

30201203

Catur

Jl. Gandaria, Jaksel

3,53

4.

32101204

Novi

Jl. Kenanga, JakUt

2,94

5.

33101205

Susi

Jl. Kapuk, Depok

3,16

Elemen Data

D3 Manajemen Informatika / Hal 1

Pengantar Sistem Informasi

Model Data
Representasi abstrak dari data mengenai entity, kejadian, kegiatan dan
hubungannya dalam organisasi.
Tujuan Model Data :
1. Menampilkan / menggambarkan data
2. Membuat data menjadi lebih mudah dimengerti
3 Klasifikasi Model Data (Skema/Arsitektur Data)

Model Data External (View)


Berdasarkan pandangan / pemahaman pemakai. Di sini terdapat Skema
pandangan (view) yang menspesifikasikan model data DBMS untuk
pengaksesan data yang disesuaikan dengan ragam pemakai atau kelompok
pemakai.
Model Data Konseptual
Menuangkan gambaran seluruh pemakai yang beragam menjadi 1 deskripsi
(menyatukan persepsi seluruh user). Skema ini mendeskripsikan data / semua
relasi yang disimpan di basis data.
Model Data Internal (Fisik)
Merealisasikan Konsep/gambaran menjadi bentuk sebenarnya. Di sini juga
direpresentasikan rincian-rincian penyimpanan / cara penyimpanan di
penyimpanan sekunder. Pada skema ini harus diputuskan organisasi file yang
digunakan untuk mempercepat pengaksesan data.

Sasaran utama dari skema/arsitektur tersebut adalah memberikan


ketidakbergantungan data di mana modifikasi skema di satu tingkat tidak
mempengaruhi definisi skema di tingkat yang lain. Terdapat dua macam
ketidakbergantungan data, yaitu :

Logical Data Independence (Ketidakbergantungan data secara Logik)


Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan model datanya, skema konseptual
bisa berkembang tanpa merubah skema externalnya.
Physical Data Independence (Ketidakbergantungan data secara Fisik)
Menunjukkan bahwa skema internal dapat berubah / berkembang tanpa
mempengaruhi skema konseptual.

D3 Manajemen Informatika / Hal 2

Pengantar Sistem Informasi

Sorting Data
Sortir dilakukan untuk mengurutkan sekumpulan record sehingga memudahkan
dalam pemanggilan record yang merupakan himpunan elemen data yang bersifat
heterogen (mempunyai tipe data yang berlainan).
Ada 2 kategori sortir berdasarkan media yang digunakan :
1. Sortir Internal. Metode ini dipakai apabila himpunan data yang akan disortir
jumlahnya kecil sehingga tidak membutuhkan tempat yang besar di memori
utama komputer.
2. Sortir External. Sebaliknya metode ini baik dipakai jika himpunan data yang
akan disortir cukup besar Sehingga dibutuhkan media penyimpanan
tambahan seperti magnetic tape, disket dan sebagainya.
Secara garis besar ada tiga teknik utama yang dapat dilakukan dalam melakukan
Sortir. Yakni :
1. Penyisipan (Insertion Sort)
2. Pemilihan (Selection Sort)
3. Penukaran (Exchange Sort)
Teknik Sortir Penyisipan (Insertion Sort)
Prinsip dasar dari teknik ini adalah dengan memasukkan data ke tempat yang
benar secara berulang-ulang. Cara ini biasanya dilakukan oleh para pemain kartu
pada saat menyusun kartunya.
CONTOH :
Akan diurutkan deretan bilangan dari mulai bilangan terkecil sbb :
44 55 12 42 94 18 7 67
caranya dengan membandingkan bil(I) dengan bil (I+1), apabila bil(I+1) lebih
besar dari bil (I) maka tidak perlu dilakukan pemindahan sebaliknya bila lebih kecil
maka dilakukan pemindahan dengan menyisipkannya ke tempat yang
seharusnya. Sehingga didapat 7 12 18 42 44 55 67 94
Teknik Sortir Pemilihan (Selection Sort)
Teknik Sortir ini bekerja berdasarkan prinsip :
1. Pilih data dengan nilai terkecil
2. Tukar data tersebut dengan elemen bil(1).

D3 Manajemen Informatika / Hal 3

Pengantar Sistem Informasi

Kemudian ulangi hal tersebut dengan data yang ada kecuali bil(1). Selanjutnya
dengan sisa data selain bil(1) dan bil (2); dan seterusnya.
Perbedaan utama antara Insertion sort dengan Selection sort adalah pada
insertion sort setiap langkah hanya diperhatikan 1 data saja, kemudian untuk
mencari tempat data diletakkan, dilihat semua data yang akan menjadi tujuan.
Sebaliknya pada Selection sort, pada tiap langkah dipilih data dari semua barisan
data, kemudian diletakkan sebagai satu data baru pada sub daftar tujuan.
Teknik Sortir Penukaran(Exchange Sort)
Teknik ini memiliki ciri khusus yakni dengan membandingkan data berdasarkan
letaknya. Apabila urutan data tidak terpenuhi, maka dilakukan pertukaran.
Algoritma paling sederhana dan termasuk dalam metode ini adalah metode
Bubble Sort.
Cara kerja dari teknik sortir ini adalah dengan membandingkan data dengan dua
letak misalnya data pada letak pertama dibandingkan dengan data di letak kedua,
ketiga, keempat sampai ke-n. apabila ditemui data yang memenuhi syarat
dilakukan pemindahan/pertukaran data.

Jenis-Jenis File
Berdasarkan isinya file (Berkas) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Master File : merupakan jenis file yang paling penting, terdiri dari field yang
isinya tetap. Contoh : File Data Mahasiswa, File Data Pegawai.
2. Transaction File : berisi record-record yang akan memperbaharui /
mengupdate record-record yang ada pada File Master. Contoh : File
Penjualan
3. Report File : Berisi record-record yang disusun sedemikian rupa sehingga
memudahkan user mendapatkan informasi dari file tersebut. Contoh : File
laporan Penjualan.
4. Work File : File yang berisi record-record yang diperlukan sementara (file
berekstension .tmp).
5. Program File : File yang berisi program-program untuk memproses data.
6. Dump File : Dipakai untuk tujuan pengamanan, mencatat tentang kegiatan
pengupdate-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses.
7. Library File : Dipakai untuk menyimpan Program Aplikasi, Program Utilitas.
8. History File : merupakan file akumulasi dari hasil pemrosesan file master dan
file transaksi.

D3 Manajemen Informatika / Hal 4

Pengantar Sistem Informasi

Penyimpanan Sekunder
PENYIMPANAN
BERURUTAN
(SEQUENTIAL
STORAGE)

Suatu organisasi / penyusunan data di suatu media penyimpanan yang


terdiri dari satu record mengikuti record lainnya dalam suatu urutan
tertentu. Pemrosesan data juga harus dilakukan menurut urutan record
dalam file. Misalnya record pegawai disusun dalam urutan Nopeg, dan
data pertama harus diproses pertama sedangkan data kedua diproses
kedua, dan seterusnya.
Contoh media Penyimpanan Berurutan adalah Pita Magnetik.
Pita magnetik memiliki bentuk fisik seperti pita audio. Data dicatat dalam
bentuk bit-bit magnetik yang mewakili tiap karakter yang disusun
melintang terhadap lebar pita. Semua elemen data dalam record dicatat
mengikuti panjang pita sehingga membentuk sebuah File. Jarak kosong
memisahkan record. Pita Magnetik ini biasanya digunakan sebagai media
penyimpanan file historis. Selain itu dapat juga berfungsi sebagai File
Back Up dari file master.

PENYIMPANAN
AKSES LANGSUNG
(DIRECT ACCESS
STORAGE)

Suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan record-record


ditulis dan dibaca (write/read) tanpa pencarian secara berurutan.
Perangkat keras yang digunakan adalah : DASD (Direct Access Storage
Device) . yang paling populer adalah Magnetic Disk (Piringan Magnetik)
Piringan magnetik dapat disusun/ditumpuk secara vertikal. Semua
piringan tersebut ditempelkan ke satu poros tunggal dan berputar melalui
suatu mekanisme akses yang terdiri dari sejumlah lengan akses (access
arm). Pada ujung tiap lengan akses, terdapat read/write head yang
membaca data dari piringan dan menulis data ke pita. Data tercatat pada
permukaan piringan dalam bentuk sejumlah jalur (track) yang merupakan
pola melingkar dari bit-bit data.

D3 Manajemen Informatika / Hal 5

Pengantar Sistem Informasi

ORGANISASI FILE
ORGANISASI
FILE
SEQUENTIAL

Pada organisasi file ini, record-record disusun secara berurutan pada


waktu dibuat dan harus diakses secara berurutan pula. Biasanya record
diurut berdasarkan field tertentu (sorted file), fieldnya disebut sort key.
Karena record pada organisasi ini diakses secara berurut maka lebih
banyak diproses secara batch.
Yang termasuk pembuatan file sequential :
Pengumpulan data
Pemasukan data
Pegeditan data
Penyortiran data yang telah diedit

ORGANISASI
FILE
RELATIF

Pada Organisasi ini, Record-record tidak harus disusun secara urut.


Record-record bisa diakses (retrieve) dengan menyebutkan alamat relatif
dari record.
Alamat relatif adalah posisi record yang dinyatakan dengan angka 0
sampai n (akhir dari record).

AWAL

AKHIR

ORGANISASI
FILE
INDEX
SEQUENTIAL

NILAI KEY
COW
ZEBRA

ALAMAT
1
2

APE
EEL
DOG

I1
I
I+1

CAT
BAT

N-1
N

Merupakan kombinasi dari jenis akses yang didukung oleh sequential file
maupun relatif file. Bila ada sekumpulan data, maka dibuat sebuah index
yang menuju ke file data sequentialnya. Index dapat disusun untuk
mengakses sebuah record tertentu.

D3 Manajemen Informatika / Hal 6

Pengantar Sistem Informasi

Contoh cara kerja organisasi index sequential adalah hubungan daftar isi
dengan indexnya pada sebuah buku (literatur) dimana daftar isi disusun
dengan urutan tertentu (sequential).
INDEX
MAMMOTH

SEQUENTIAL DATA
FILE

N/2

1APE2BAT3CAT4C
OW5DOG6EEL.
.
..

COW

.
.7ZEBRA
BAT

A PE

CA T

DOG

EEL

ZEBRA

KONSEP DATABASE DAN DBMS


DATABASE : Koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan
disimpan dengan satu cara yang memudahkan pengambilan data kembali
(retrieval).
File-file dalam perusahaan dapat terintegrasi secara logis. Integrasi logis dari
record-record dalam file-file tersebut dikenal sebagai KONSEP DATABASE.
Tujuan utama Konsep Database :
Meminimumkan pengulangan data (Redundansi data)
Mencapai independensi data
Dengan adanya Database, hirarki data menjadi :
DATABAS E

FILE

RECORD

D3 Manajemen Informatika / Hal 7

Pengantar Sistem Informasi

ELEMEN DATA

D3 Manajemen Informatika / Hal 8

Pengantar Sistem Informasi

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)


Merupakan perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integrasi logis
antar file. Contoh DBMS untuk komputer mikro adalah dBase dan Ms Access.
Model DBMS
Merupakan model yang menunjukkan elemen-elemen utama DBMS :

Data Description Language Processor


Mengubah kamus data menjadi skema database (Penjelasan dari data).

Performance Statistics Processor


Memelihara statistik penggunaan data seperti siapa yang mengubah, tanggal
berapa, jam berapa, dsb.

Modul Back-Up / Recovery


Menyimpan semua catatan perubahan yang terjadi pada record (Data).

Manajer Database
Menangani permintaan data para pemakai terdiri dari Data Manipulation
Language (DML) dan Query Language.

Database Administrator (DBA)


Spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database.
Tugas tugas DBA :

Melakukan perencanaan database


Penerapan database
Operasi database
Keamanan database

Keuntungan DBMS :

Mengurangi pengulangan data


Mencapai independensi data
Mengintegrasikan data dari beberapa file
Meningkatkan Keamanan

Kerugian DBMS :

Memperoleh perangkat lunak yang mahal


Konfigurasi hardware yang besar
D3 Manajemen Informatika / Hal 9

Pengantar Sistem Informasi

Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

D3 Manajemen Informatika / Hal 10