Anda di halaman 1dari 47

UJIAN AKHIR SEMESTER

RANCANGAN PERCOBAAN
Dosen Pengampu: Dr. Wardono, M.Si.

Disusun oleh:
Astetika Rosyana

4112311023

Statistika Terapan dan Komputasi


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Semarang
2013

1. a) Tuliskan tujuan secara umum dari perancangan percobaan.


Adapuntujuansecara umumdarisuatuperancanganpercobaanini adalah:
1. Memilih perubah terkendali (X) yang paling berpengaruh terhadap
respon (Y)
2. Memilih gugus perubah X yang paling mendekati nilai harapan Y
3. MemilihgugusperubahXyangmenyebabkankeragamanrespon
2
( )paling kecil
4. MemilihguguspeubahXyangmengakibatkanpengaruhperubah

tak

terkendali paling kecil.


b) Sebutkan tiga prinsip dasar percobaan dan berikan penjelasannya.
1. Pengacakan setiap unitpercobaan harusmemiliki peluang yang sama
untuk diberi suatu perlakuan tertentu. Pengacakan perlakuan pada
unit-unit percobaan dapat menggunakan tabel bilangan acak, sistem
lotere secara manual atau dapat juga menggunakan komputer
2.

Pengulanganyaitu pengalokasiansuatu perlakuan tertentu terhadap


beberapaunit percobaanpadakondisiyang seragam.

3.

Pengendalianlingkunganyaitu

usaha

untuk mengendalikan

keragaman yang munculakibatkeheterogenan kondisi lingkungan


c) Jelaskan pengertian perlakuan, unit percobaan dan satuan amatan.
1.

Perlakuan merupakan suatu prosedur atau metode yang diharapkan pada


unit percobaan.Prosedur atau metode yang diterapkan dapat berupa
pemberianjenis pupuk yang berbeda, dosis pemupukan yang berbeda,
jenis varietas yang digunakan berbeda, pemberian jenis pakan yang
berbeda, kombinasi dari semua taraf-tarafbeberapa faktor dan lain-lain.

2.

Unit percobaan adalah unit terkecil dalam suatu percobaan yang diberi
suatuperlakuan.Unitterkecilinibisaberupa

petaklahan,

individu,

sekandang ternak dll tergantung pada bidangpenelitian yang sedang


dipelajari.
3.

Satuan amatan adalah anak gugus dari dari unit percobaan


tempatdimanaresponperlakuandiukur.

2. Apakah

perbedaan

percobaan

perbandingan

rancangan acak lengkap (RAL) dengan

sederhana

antara

rancangan perbandingan

berpasangan (RPB)?
Jawab:
Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Rancangan acak lengkap merupakan rancangan dimana unit eksperimen
yang dikenai perlakuan secara acak dan menyeluruh lengkap untuk setiap
perlakuan.Hal ini menunjukkan bahwa unit-unit eksperimen tidak saling
berinteraksi. Dalam RAL, diasumsikan bahwa semua subjek yang
dikenai perlakuan adalah identik,artinya dalam RAL belum ada variabel
blok. Sehingga dapat dikatakan pula bahwa RAL adalah rancangan yang
dilakukan dalam kondisi homogen , tidak ada lokal kontrol. Yang diamati
dalam RAL hanyalah pengaruh satu faktor.
Kelebihan RAL meliputi :
a. Mudah menyusun rancangan.
b. Analisis statistik yang digunakan cukup sederhana.
c. Banyak unit percobaan untuk tiap perlakuan tidak harus sama.
Kekurangan RAL yang paling pokok adalah bahwa rancangan ini
biasanya hanya cocok untuk digunakan dengan beberapa
perlakuan (yang tidak banyak) serta untuk unit percobaan yang
relatif homogen.
Rancangan Perbandingan Berpasangan (RPB)
Rancangan perbandingan berpasangan (RPB) ini menjelaskan mengenai
prinsip pemblokan yaitu salah satu dari ketiga prinsip dasar yang telah
dijelaskan pada kegiatan belajar 1 dari modul ini. Sebenarnya RPB ini
adalah hal istimewa dari rancangan yang lebih umum yaitu Rancangan
Blok Random Lengkap, dimana bila rancangan ini digunakan, maka unit
eksperimen yang serupa (homogen) dikumpulkan dalam blok-blok,
perlakuan-perlakuan akan dikenakan secara random lengkap dalam
masing-masing blok secara lenkap (keseluhannys) terhadap unit-unit
eksperimennya.

Jadi

adanya

blok-blok

akan

memberikan

pembatasan(retribusi) dari randomisasi secara keseluruhan dari unit-unit


eksperimen seperti kalun kita melakukan eksperimen dengan rancangan
random lengkap (RBRL).
Pada eksperimen untuk membedakan 2 buah mean dimana rancangan
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) data yang

digunakan untuk menguji adalah data yang independen. Elemen-elemen


dari sampel lain yang satu adalah independen terhadap elemen-elemen
dari sampel yang lain. Untuk Rancangan Perbandingan Berpasangan
(RPB), hal ini tidak demikian, elemen-elemen dari sampel ukuran n akan
diobservasikan dibawah perlakuan A dan perlakuan B jadi data yang
diperoleh padaumumnya akan berkolerasi. Perbedaan antara kedua
pengukuran dari masing-masing perlakuan A dan perlakuan B pada
elemen yang sama akan merupakan sebuah pengukuran dari perbedaan
keefektifan dari masing-masing dari kedua perlakuan pada elemen.

3. Seorang ahli pertanian akan mengadakan percobaan membandingkan


tinggi tanaman jagung pada umur 10 hari antara yang diberi pupuk
buatan dengan yang diberi pupuk alami. Rencana percobaannya akan
membandingkan 20 tanaman jagung yang diberi pupuk buatan dan 20
tanaman jagung diberi pupuk alami.
a) Buatlah rancangan percobaannya
b) Hasil percobaan tinggi tanaman jagung (dalam cm) pada kelompok yang
diberi pupuk buatan adalah Xi sedangkan tinggi tanaman jagung (dalam cm)
pada kelompok yang diberi pupuk alami adalah Yi.
Xi 15 15 18 19 15 14 13 17 15
Yi 16 14 18 19 14 15 15 16 14
Analisis data tersebut dan uat kesimpulannya!

13
15

15
16

15
14

18
18

19
19

15
14

Jawab :
a. Raancangan Percobaannya :
Buatlah rancangan percobaannya!
Siapkan sampel 30 tanaman jagung .
Sipakan kocokan kertas berisi no 1 30.
Dibuat kesepakatan yaitu apabila yang terambil adalah nomor genap
maka sampel
tersebut akan di uji / dicoba dengan diberi pupuk buatan, dan sebaliknya
jika yang
terambil nomor ganjil maka sampel tersebut akan di uji / dicoba dengan
diberi
pupuk alami.
Kocok kocokan tersebut, ambil satu persatu dan tanpa pengambilan.
Didapatkan 15 tanaman yng diberi pupuk buatan dan 15 tanaman yang
di beri pupuk alami.
Catat hasil percobaan 15 tanaman yang diberi pupuk buatan dan 15
tanaman yang di beri pupuk alami.
Untuk 15 tanaman yang di beri pupuk buatan adalah (xi), dan 15 tanaman
yang diberi pupuk alami adalah (yi).
Ukur tinggi tanaman yang di beri pupuk buatan dan yang diberi pupuk
alami selama 10 hari dan catat hasilnya.
Di buat tabel data seperti data berikut:
Xi
Yi

15 15 18
16 14 18

19
19

15
14

14
15

13
15

17 15
16 14

13
15

15
16

15
14

18
18

19
19

15
14

b. Analisis Data
- Hipotesis
H0 : 1 = 2 (Tidak terdapat perbedaan tinggi tanaman jagung (dalam
cm) pada kelompok yang diberi pupuk buatan sedangkan tinggi
tanaman jagung yang diberi pupuk alami)
H1 : 1 2 (Terdapat perbedaan tinggi tanaman jagung (dalam cm)
pada kelompok yang diberi pupuk buatan sedangkan tinggi tanaman
-

jagung yang diberi pupuk alami)


Kriteria Pengujian
H0 diterima jika nilai t hitung < nilai t tabel
H0 ditolak jika nilai t hitung nilai t table
Taraf signifikan
= 5% = 0,05

Statistik Pengujian
3,92
3,93

sp2=

sp = 1,98
|t0| =

Derajat bebas:

= -0,006
+ 20 2 = 28

Jika H1 : 1 2 dan = 0,05


Maka dari tabel t diperoleh t (0,025)(28) = 2,048
Karena |t0| < t tabel (0,006 < 2,048) maka H0 diterima.
Kesimpulan:
Jadi tidak terdapat perbedaan tinggi tanaman jagung (dalam cm) pada
kelompok yang diberi pupuk buatan sedangkan tinggi tanaman jagung
yang diberi pupuk alami

4. Seorang ahli obat ingin melakukan percobaan terhadap obat peninggi


badan merk The highes body ,dari percobaan ini diambil 10 sampel dan
diberi obat tersebut, percobaan dilakukan selama 1 bulan.
a) Buatlah rancangan percobaannya!
b) Dari hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut:
Responden

Tingggi (cm) Sebelum


Tinggi (cm) sesudah
Percobaan
percobaan
1
165
167
2
158
161
3
167
168
4
168
168
5
156
158
6
176
177
7
172
176
8
163
166
9
160
163
10
159
162
Analisis data tersebut dan buat kesimpulannya

Jawab :
a. Rancangan Percobaannya
Siapkan sampel 10 orang yang akan di uji tinggi badannya.
Ukur dan catat tinggi badan masing-masing ke sepuluh orang tersebut
sebelum nantinya diberi obat peninggi badan. Data yang terkumpul
merupakan data sebelum dilakukan pengujian.
Setelah beberapa hari, kesepuluh sampel tersebut masing-masing diberi
obat peninggi badan dan tunggu sekitar satu bulan kemudian ukur dan
catat hasil pengukuran tinggi badan. Data yang terkumpul merupakan
data sesudah dilakukan pengujian.
Lalu didapat data sebelum dan sesudah 10 orang tersebut diberi obat

peninggi badan.
b. Analisis Data
- Hipotesis :
H0 :

Tidak ada perbedaan tinggi badan antara orang yang

tidak diberi obat peninggi badan dengan tinggi badan orang yang diberi
obat peninggi badan.
H0 :

Ada perbedaan tinggi badan antara orang yang tidak

diberi obat peninggi badan dengan tinggi badan orang yang diberi obat
-

peninggi badan.
Kriteria pengujian :
Tolak H0 jika

Terima H0 jika
-

Statistik peerhitungan :

1
2
3
4
5

tinggi sebelum tinggi


percobaan
sesudah
percobaan
165
167
158
161
167
168
168
168
156
158

(d- d bar)^2

-2
-3
-1
0
-2

0,04
0,64
1,44
4,84
0,04

6
7
8
9
10
jumlah
ratarata

176
172
163
160
159
1644
164,4

177
176
166
163
162
1666
166,6

-1
-4
-3
-3
-3
-22
-2,2

1,44
3,24
0,64
0,64
0,64
13,6
1,36

Mencari

Mencari standart deviasi

o Kesimpulan
Karena

) maka

ditolak.Dapat

disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata rata-rata tinggi


badan antara orang yang tidak diberi obat peninggi badan dengan
tinggi badan orang yang diberi obat peninggi badan.
o Uji lanjutan bila

ditolak

Mencari interfal konfidensi

5. Dilakukan pengamatan oleh Lembaga Konsumen Indonesia mengenai


lama waktu insulasi sabun merk A, B, C, D, E, dan F sebelum dapat
dicetak. Pengamatan selama satu bulan tersebut akan digunakan 5
pengamatan.
a. Buatlah langkah-langkah melakukan rancangan percobaan acak untuk
data tersebut.
b. Analisislah data hasil percobaan di bawah ini dan buatlah kesimpulannya!
A

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Jawab :
a. Rancangan Percobaannya :
i. Mengacak 30 pengamatan tersebut dan membuat tabel data hasil
pengamatan. Pengacakan dilakukan dengan cara pengundian seperti
beriut :
Beri nomor urut pada samper seperti berikut :
A
B
C
D
E
F

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Kita buat gulungan kertas sebanyak 30 buah. Nantinya gulungan itu


berisi huruf A sebanyak 5 buah, huruf B sebanyak 5 buah, huruf C
sebanyak 5 buah, huruf D sebanyak 5 buah, huruf E sebanyak 5
buah

Kemudian kita ambil gulungan tersebut satu per satu setelah

terlebih dahulu dikocok


Misalnya gulungan pertama yang terambil berii huruf B, maka
letakkan hasil pengamatan pertama ke kolom B seperti berikut :
A

Lakukan cara yang sama pada gulungan ke-2 sampai ke-30. Setelah

itu masukkan pada kolm yang tersedia.


ii. Kita akan mendapatkan data acakan yang diinginkan.
iii. Data siap dianalisis.
b. Analisis Data

a. Hipitesis
(semua perlakuan mempunyai mean-mean
yang sama)
(terdapat perlakuan yang mempunyai mean berbeda,
palingsedikit sebuah i)
b. Kriteria Pengujian
diterima jika

diterima jika
c. Statistik Uji

1 + 7 +...+ 30 = 465

Tabel Analisis Varians untuk Data Pengunjung


Sumber
Varians

Derajat
Kebebasan
(dk/db)

Jumlah
Kuadrat
(JK)

Rata-rata
Kuadrat
(RK)

Perlakuan

87,5

17,5

Sesatan

24

2160

90

Total

29

2247,5

0,194

d. Kesimpulan
Karena

maka kita

diterima dan dapat disimpulkan bahwa

mean-mean perlakuan adalah sama.

6. Seorang kepala pabrik merasa bahwa batch-batch bahan mentah yang


diterimanya dari supliernya berbeda kualitas persentase bahan bajanya.
Terdapat sejumlah besar batch di dalam gudangnya. Percobaan
dilakukan dengan memeriksa berapa % dari bahan baja dari batchbatch tersebut. Untuk itu dipilih secara random (batch-batch dan dari
masing-masing batch itu dilakukan 4 pengujian bahan baja oleh seorang
analis.
a. Buatkan rancangan percobaan ini.
b. Misalkan dari percobaan tadi diperoleh data sebagai berikut:
Data dari persentase kandungan baja:
Batch
Hasil Pengamatan %

50

55

50

50

53

60

53

54

56

53

55

65

55

53

59

55

56

62

56

56

55

56

57

67

Analisislah data tersebut!


Jawab :
a. Rancangan Percobaannya :
Pertama, kepala pabrik memilih enam batch-batch bahan mentah
(A,B,C,D,E,F) lalu mengambil secara acak masing-masing dari batchbatch itu. Hingga diperoleh data seperti yang tersebut diatas. Setelah itu
seorang analis akan menguji masing-masing bahan itu dengan perulangan
sebanyak empat kali.

b. Analisis Data :
Batch
Hasil Pengamatan %

Jumlah

Banyak pengamatan :
Rata-rata

50
53
55
56
214
4
53,5
11470

55
54
53
56
218
4
54,5
11886

50
56
59
55
220
4
55
12142

50
53
55
56
214
4
53,5
11470

53
55
56
57
221
4
55,25
12219

60
65
62
67
254
4
63,5
16158

1. Hipotesis
(kualitas persentase bajanya identik/ sama)
(terdapat variansi/ perbedaan antar kualitas persentase
baja)
2. Kriteria Pengujian
diterima jika

3. Statistik Uji

Tabel ANOVA untuk persoalan bentuk benda R


Sumber

Derajat bebas
(db)

Jumlah
Kuadrat
(JK)

Rata-rata
Kuadrat
(RK)

Perlakuan

289,875

57,975

Sesatan

19

7,042

25,35

Total

24

296,917

2,287

4. Kesimpulan
Karena nilai F0 = 8,233 > Ftabel=2,77 maka H0 ditolak.Dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan/ variansi antar kualitas
persentase baja adalah benar dan dapat dipertahankan.
5. Menghitung nilai taksiran dari

dan

Taksiran dari
Taksiran dari
Taksiran dari

ialah

= 25,35

ialah

ialah

Karena H0 ditolak, maka dilanjutkan Uji Rank Berganda Duncan, langkahlangkahnya:


1. Mula-mula mean dari masing-masing a buah perlakuan diurutkan dari
nilai yang terkecil sampai yang terbesar.

2. Kemudian standar error masing-masing mean perlakuan dihitung


dengan rumus:

3. Setelah itu kita gunakan tabel Rank Berganda Duncan dan mencari

4. Cari nilai-nilai

5. Mencari selisih-selisih dari mean perlakuan. Bandingkan selisih meanmean dengan nilai R yang sesuai. Bila selisih 2 buah mean lebih besar
dari nilai R yang dipasangkan, maka kita simpulkan bahwa kedua
buah mean tersebut berbeda secara signifikan.

, berbeda
, berbeda
, berbeda
, berbeda
, berbeda
, sama
, sama
, sama
, sama
, sama
, sama

, sama
, sama
, sama
, sama
6. Kemudian dibuat urutan mean dalam satu baris/ kolom sehingga tau
rangkingnya. Jika ingin melihat pengaruh antar perlakuan dapat dibuat
garis hubung.
A

Ternyata hanya terdapat 5 pasangan yang berbeda signifikan yakni FE,


FC, FB, FD, dan FA.Jika dilihat secara keseluruhan dapat disimpulkan
bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas antar kualitas persentase baja.
7. Seorang koki di sebuah hotel ternama bintang lima di sebuah Kota A
ingin

membandingkan 4 buah merk Baking Powder (Bubuk

pengembang kue) untuk menentukan merk mana yang paling baik


untuk mengembangkan adonan kue muffin. Merk-merk baking powder
tersebut adalah merk A, merk B, merk C dan merk D. Merk-merk
tersebut berasal dari berbagai negara. Merk A berasal dari Amerika,
merk B berasal dari Belgia, merk C berasal dari Chili dan merk D
berasal dari Denmark.

Sedangkan kue muffin yang akan dibuat

penelitian adalah Kue muffin I (rasa coklat), kue muffin II (rasa


strawberry), kue muffin III (rasa Blueberry) dan kue muffin IV (rasa
Vanilla).Penelitian tersebut akan dilakukan selama satu hari. Data hasil
penelitian tersebut merupakan hasil dari pengukuran tinggi kue muffin
dalam satuan cm.
Berikut adalah data hasil penelitian tersebut:

Hasil pengamatan (dalam cm)


Kue I
:
A(7,1)
B(6,8)
D(6,5)
C(6,3)
Kue II
:
B(6,4)
D(6,5)
C(7,2)
A(6,4)
Kue III :
C(6,2)
B(6,8)
A(6,7)
D(6,7)
Kue IV :
D(6,8)
A(6,2)
B(6,2)
C(7,0)
a. Buatlah Rancangan percobaan dari penelitian koki tersebut dengan
menggunakan Rancangan Blok Random Lengkap.
b. Analisislah data hasil penelitian tersebut dan simpulkan.
Jawab :
a. Rancangan Percobanya :
1. Sebelum melakukan pengacakan dengan RBRL,kita tentukan dahulu
banyaknya perlakuan dan kelompok(blok) yang akan dibuat. Dalam
hal ini banyaknya perlakuan ada 4 dan banyak blok ada 4. Jadi total
sampel adalah 16.
2. Buat undian dengan menggunakan lintingan kertas sebanyak 16 sesuai
dengan banyaknya sampel.
3. Tulislah pada lintingan kertas yang berisi nama perlakuan: huruf A
sebanyak 5 buah, huruf B sebanyak 5 buah, huruf C sebanyak 5 buah,
huruf D sebanyak 5 buah, huruf E sebanyak 5 buah, dan huruf F
sebanyak 5 buah.
4. Lakukan pengacakan pada blok pertama dengan mengambil satu
lintingan kertas untuk masing-masing perlakuan.
5. Misalnya lintingan yang terambil pertama adalah D , maka letakan
pada blok 1 ke perlakuan D.
6. Lakukan cara yang sama pada pengambilan ke 2 sampai ke 16 sesuai
urutan.
7. Kita akan mendapat data acak yang diinginkan.
8. Lakukan pengamtan pada sesuai dengan data hasil pengacakan.
9. Analisislah hasilnya dengan RBRL.
b. Analisis Data :
1. Hipotesis Penelitian
(Tidak terdapat perbedaan pengembangan
pada keempat merk baking powder A, B, C dan D)
(Terdapat

perbedaan

pengembangan pada keempat merk baking powder A, B, C dan


D)

2. Kriteria Pengujian
ditolak jika

3. Statistik Uji
Untuk mempermudah perhitungan, maka perlu dibuat tabel seperti
berikut:
Merk baking Powder (Perlakuan)
Blok
Benda
Uji
Kue I
Kue II
Kue III
Kue IV

4. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan dan grafik di atas diketahui bahwa
yaitu

, maka

diterima dan

ditolak. Jadi,

tidak terdapat perbedaan mean perlakuan-mean perlakuan pada


Rancangan Blok Random Lengkap dalam percobaan pengujian
apakah terdapat perbedaan pengembangan dari 4 buah merk baking
powder yaitu baking powder merk A, merk B, merk C dan merk D
pada pembuatan kue muffin.
Karena tidak terdapat perbedaan pada mean perlakuan-mean perlakuan
tersebut maka data hasil percobaan tersebut tidak diuji dengan Uji Rang
Berganda Duncan.
8. Seorang peneliti dalam bidang kimia memperkirakan bahwa waktu reaksi dari
suatu proses kimia adalah fungsi dari jenis katalisator yang digunakan.Ia
ingin menyelidiki mengenai 4 buah katalisator. Diperkirakanya juga bahwa
batch-batch bahan mentah yang berbeda mungkin mempunyai pengaruh,
karena itu peneliti tersebut memutuskan untuk menggunakan batch-batch
bahan mentah sebagai blok-blok. Tetapi sebuah sebuah batch bahan mentah
jumlahnya

hanya

akan

cukup

untuk

menguji

buah

katalisator

saja.Diputuskan menggunakan RBRTLS dalam penelitian ini


a. Buatlah Rancangan Percobaanya!
b. Analisislah data hasil percobaan di bawah ini dan buat kesimpulannya.

Blok (batch bahanmentah)


Perlakuan
(katalisator)
1
2
3
4

9
0
4
10

5
4
6
0

0
8
6
13

3
6
0
2

Jawab
a. Rancangan Percobaannya :
1. Langkahpertamaadalahmenentukanbanyaknya

perlakuan

(katalisator)dan blok (batch bahan mentah) untuk kasus penelitian


diatas

didapatkan

perlakuan

karenakatalisatornyaada4buahkemudianblok
=4karenapenelitiinginmenguji4 buah katalisator. Seperti berikut:
Blok ("batch bahan mentah)
perlakuan
(katalisator)
1
2
3
4
1
2
3
4
2. Kemudian,Karena ketersedian batch bahan mentah terbatas dan
hanya

biasdigunakanuntuk3katalisatorsajamaka

langkahberikutnyaadalahmengosongkan salah satu blok padablok1,


blok 2, blok 3, dan blok 4.
3. Carauntukmengosongkansalahsatublokyaitudenganmengocokgulunga
nkertasyangsudahditulisperkatalisatornyayaitukatalisator1,katalisator2
,katalisator3, dankatalisator4. Apabila pada pengambilan pertama
yang muncul adalah gulungan bertuliskan katalisator 2, maka pada
blok 1 untuk katlisator 2 yang dikosongi.Untukpengambilan
gulungankertasnyayaitutanpa pengembalian.Seperti berikut:

4. Kemudian dilanjutkan sampai ke blok 4. Seperti berikut:

5. Kemudian kitalakukan pengamatan berapalamawaktu reaksi dari


proseskimiayaitu katalisator 1 dengan blok1 sampai 4,katalisator
2dengan blok 1 sampai 4,katalisator3 dengan blok 1 sampai4,
katalisator 4 dengan blok 1 sampai 4. Maka akan didapatdapat sebagai
berikut:

b. Analisis Statistik
1. Hipotesis Penelitian
(Tidak terdapat perbedaan mean
perlakuan-mean perlakuan padapercobaanpenggunaan bahan
mentahyangberbeda)
(Terdapat perbedaan
mean perlakuan- mean perlakuan padapercobaanpenggunaanbahan
mentahyangberbeda)
2. Taraf signifikan

3. Statistik Uji

4. KriteriaPengujian
ditolak jika

5. Perhitungan Statistik Uji

Untuk mempermudah perhitungan, datatersebut disusun seperti


berikut:

a=4, b =4, k=3,r =3,N =12

Jadi

=20,44

Tabel ANOVAuntuk Persoalan diatas

6. Kesimpulan

Karena
tidak

yaitu 0,92<5,41 maka


terdapat

perbedaan

diterimadan

ditolak jadi

meanperlakuan-mean

perlakuan

padapercobaanpenggunaan bahan mentahyangberbeda padakatalisator.

9. Pada persoalan membadingkan 4 merk ban, factor posisi ban yaitu


posisi/letak ban di roda depan kanan, roda depan kiri, roda belakang
kanan atau roda belakang kiri dijadikan sebuah restriksi lagi dalam
randomisasi, demikian sehingga setiap merk ban tidak hanya akan
digunakan hanya satu kali untuk tiap-tiap mobil, tetapi juga hanya
sekali dalam tiap dari keempat posisi tersebut.
a. Buatlah rancangan percobaan untuk soal diatas!
b. Analisis data percobaan di bawah ini dan buat kesimpulannya
Posisi Ban
1
2
3
4

Kolom Mobil
A
P = 3,1
Q = 2,8
R = 3,5
S = 2,9

B
Q = 2,5
P = 3,5
S = 2,8
R = 3,4

C
R = 3,2
S = 2,5
P = 3,4
Q = 2,4

D
S = 2,2
R = 3,0
Q = 2,2
P = 3,2

Jawab :
a. Rancangan Percobaannya
1. Tentukan banyaknya perlakuan. Pada soal diatas telah ditentukan
banyaknya perlakuan adalah 4.
2. Buat rancangan denah percobaan berdasarkan jumlah perlakuan.
Jumlah perlakuan = jumlah baris = jumlah kolom/lajur. kemudian kita
acak perbaris dan perkolom seperti pada kolom berikut:
Posisi
ban
1
2
3
4

I
P
Q
R
S

II
Q
P
S
R

Mobil
III
R
S
P
Q

IV
S
R
Q
P

3. Lakukan percobaan berdasarkan denah tersebut.


4. Data siap dianalisi.

b. Analisis Data
- Hipotesis:
H : Tidak terdapat perbedaan pada keempat merk ban dalam ukuran
ketebalannya.

H : Terdapat perbedaan pada keempat merk ban dalam ukuran


-

ketebalannya
Kriteria Pengujian:
H diterima jiak F<
F<
F<
F< 4,76

Statistik Uji
JKT =
= 138,74 = 138,74 135,7275
= 3,017
JK Mobil =
=

=
= 136,85 135,7225
= 0,462
Posisi ban
1
2
3
4

P
3,1
3,5
3,4
3.2
13,2
46,66

Q
2,8
2,5
2,4
2,2
9,9
24,69

R
3,5
3,4
3,2
3,0
13,1
43,05

S
2,9
2,8
2,5
2,2
10,4
27,34

JK Perlakuan (Merk Ban) =


=
= 138,005 135,7225
= 2,282

JK Posisi Ban =
=
= 135,865 135,7225
= 0,142
JK Sesatan =
= 3,017 0,142 0,462 2,282
= 0,131
RK Perlakuan =
=
= 0,76
RK Sesatan =

= 0,021

Hitung

=
=

Kesimpulan:
Karena

yaitu 36,19> 4,76, maka H ditolak. Artinya

terdapat perbedaan pada keempat merk ban dalam ukuran ketebalannya.

10. Seorang pemilik perusahaan pengangkutan ingin membandingkan 4


merk ban untuk menentukan merk ban mana yang paling awet setelah
pemakaian 30.000 km. Merk ban tersebut ialah merk P, merk Q, merk
R, dan merk S. Karakteristik yang digunakan awetnya ban ialah
perbedaan ketebalan ban sebelum dan sesudah menjalani jarak 30.000
km. Percobaan mengukur ban ini dilaksanakan dengan pemakaian pada
mobil sehari-hari. Selain itu, faktor posisi ban yaitu posisi/letak ban

(depan kanan atau depan kiri atau belakang kanan atau belakang kiri)
dijadikan faktor retriksi (pembatasan) dalam pengacakan dan ada lagi
faktor restriksi ban yaitu adanya 4 orang pengukur yang akan
melaksanakan pengukuran ketebalan ban-ban, sehingga keempat
pengukur tersebut ialah

a. Tentukan rancangan percobaannya.


b. Analisis hasil percobaan di bawah ini dan buatlah kesimpulannya.
Mobil

Posisi ban
1
2
3
4
Jawab :

a. Rancangan Eksperimen
1. Dalam kasus ini peneliti memilih untuk meneliti perbandingan empat
buah merk ban (merk , , , ). Ke empat merk ban tersebut akan di
retriksi oleh pengukur (misal:

).

2. Maka disini kita dapat menentukan faktor baris, faktor kolom, faktor
huruf Latin dan faktor huruf Greeknya. Faktor barisnya adalah posisi
ban. Faktor kolomnya adalah empat buah mobil. Faktor huruf Latinnya
adalah keempat merk ban

dan faktor huruf Greeknya adalah

.
3. Lalu kita siapkan 2 buah bujur sangkar
faktor kolom seperti tabel berikut

dengan faktor baris dan

4. Kemudian letakkan secara acak faktor huruf Latin pada salah satu bujur
sangkar dan faktor huruf Greek pada bujur sangkar lainnya seperti tabel
berikut :

5. Langkah berikutnya adalah menyatukan kedua bujur sangkar tersebut


menjadi satu, sehingga menjadi seperti berikut:

6. Setelah didapat desain rancangan tadi, kita lakukan percobaan sesuai


dengan rancangan tersebut. Maka diperoleh hasil data sebagai berikut;

b. Analisis Data
1. Hipotesis:
Tidak ada perbedaan pada keempat merk ban dalam ukuran
ketebalannya
Ada perbedaan pada keempat merk ban dalam ukuran
ketebalannya
2. Taraf sig

3. Kriteria pengujian hipotesis:


diterima jika

4.

Perhitungan:
Posisi ban
(baris)

Mobil (kolom)
2
3

11

11,8

11,9

11,9
12,3

12,2

11,5

10,6

46,6

Untuk mempermudah perhitungan

atau

kita buat

tabel berikut:
P
3,1
3,5
3,4
3,2
13,2
Maka

Q
2,5
2,8
2,4
2,2
9,9

R
3,2
3,5
3,4
3
13,1

S
2,2
2,9
2,8
2,5
10,4

Untuk mempermudah perhitungan

atau

kita

buat tabel sebagai berikut:

3,1
3,4
2,5
2,2
11,2

Jadi

2,5
2,9
3,4
3
11,8

3,2
2,8
2,8
3,2
12

2,2
3,5
3,5
2,4
11,6

5. Kesimpulan
Untuk

dan

maka kita tolak

Karena

,yaitu

. Dapat di simpulkan bahwa keempat

merk ban tersebut mempunyai ketebalan yang berbeda-beda.


Karena

ditolak maka kita gunakan uji lanjut LSD untuk mengetahui

perbedaan antara mean-mean perlakuannya:


Langkah-langkah:
1. Kita hitung dan urutkan mean-mean dari yang terkecil kebesar
2. Kita tentukan RKSnya dan hitung LSDnya
Dari data di atas diketahui bahwa:

Maka LSD :

3. Kita cari selisih-selisih dari

. Jika nilai selisihnya

lebih besar dari nilai LSD maka kita simpulkan bahwa kedua buah
mean tersebut berbeda secara signifikan.
, sama
, beda
, beda
, beda
, beda

,beda
Kesimpulan:
Q
S

Terlihat dari gambar tersebut terdapat perbedaan yang signifikan


kecuali Q dan S.
11. Ada lima cara menanam tanaman yang ingin diteliti, apakah cara tanam
mempengaruhi hasil produksi tanaman? Cara mana yang menghasilkan
produk tanaman yang paling baik? Untuk percobaan tersebut tersedia
lima lokasi, akan tetapi disetiap lokasi hanya tersedia empat petak tanah
percobaan. Hasil percobaan dari setiap petak diperoleh data sebagai
berikut:

a. Buatlah rancangan percobaannya


b. Analisislah data di atas dan buatlah kesimpulannya
Jawab :
a. Rancangan Percobaannya
1. Tentukan banyaknya taraf perlakuan, banyaknya baris, dan banyaknya
kolom. Pada soal tersebut terdapat 5 buah taraf perlakuan, 4 kolom
(petak percobaan), dan 5 baris (lokasi)
2. Lakuan pengacakan pada baris dan kolom sehingga sdalam tiap baris
ke-i dan kolom ke-i perlakuan hanya muncul satu kali.
3. Lakukan pengamatan, dan letakkan data berdasarkan denah percobaan
diatas.
b. Analisis Data
1. Hipotesis
: tidak terdapat pengaruh lima cara tanam terhadap hasil produksi
tanam.
: terdapat pengaruh cara tanam terhadap hasil produksi tanaman.

2.
3.

= 0,05
ditolak jika

4. Statistik Uji

JKTotal

=
=

JKBlok

=
=
=

JKPosisi

=
=

=
Untuk j = 1 (perlakuan A)
Q1

=
=

Untuk j = 2 (perlakuan B)
Q2

=
=

Untuk J = 3 (perlakuan C)
Q3

=
=

Untuk j = 4 (perlakuan D)
Q4

=
=

Untuk j = 5 (perlakuan E)
Q5

=
=

JKPerlakuan =

=
JKSesatan = JKTotal JKPerlakuan JKBlok JKPosisi
=
Tabel Anova

5. Kesimpulan
Karena F = 4,6785 >

= 3,84 maka

ditolak yang artinya

terdapat pengaruh cara tanam terhadap hasil produksi tanaman.

12. Misalkan ada seorang

peneliti yang ingin mempelajari pengaruh

varietas jagung (faktor A) dan pemupukan nitrogen (faktor B) terhadap


produksi tanaman jagung. Ia menduga bahwa tingkat kesuburan tanah
percobaannya relatif homogen sehingga dipilih rancangan dasar adalah
RAL aengan merencanakan ulangan sebanyak lima kali.
Faktor varietas jagung terdiri atas dua taraf, yaitu: varietas X (dinotasikan
dengan a1 ) dan varietas Y (dinotasikan-dengan a2). Faktor pemupukan
nitrogen terdiri atas dua taraf, yaitu: dosis pemupukan 0 kg, N/ha.
(dinotasikan dengan bl) dan dosis pemupukan 60 kg N/ha (dinotasikan dengan
b2). Percobaan dilakukan di atas petak tanah berukuran tertentu. Selain faktor
varietas dan pemupukan nitrogen yang berbeda, semua manajemen usaha tani
dalam percobaan ini tidak berbeda, dalam arti baik mengenai pengairan,
pemberantasan hama dan lain-lain, adalah sama. Produksi tanaman jagung
diukur dalam satuan kg/petak.
a.Buatlah rancangan percobaan dari penelitian tersebut!
b.Setelah rancangan percobaan dilakukan, didapat data sebagai berikut,
Perlakuan
varietas X

dosis nitrogen
O gr (b1)
8,53

dosis nitrogen 60 gr
(b2)
17,53

(a1)

Varietas Y
(a2)

20,53
12,53
14

21,07
20,8
17,33

10,8
32
23,8
28,87
25,06

20,07
39,14
26,2
31,33
45,8

29,33

40,2

Analisislah data hasil percobaan tersebut buat kesimpulan dan beri


rekomendasimu!

Jawab :
a. Rancangan Percobaannya
(1) Mencari faktor pemupukan terdiri dari dua taraf, yaitu: dosis 0 kg
(2)

N/ha (bl),dan 60 kg N/ha (b2).


Mencari faktor varietas tanaman terdiri dari varietas X (a1) dan

(3)

varietas Y (a2).
Percobaan akan dilakukan dengan rancangan dasar RRL yang

(4)

masing-masing diulang sebanyak 5 kali.


Percobaan di atas merupakan percobaan faktorial 2 x 2, sehingga
terdapat empat kombinasi perlakuan, yaitu:
a1b1

: kombinasi perlakuan varietas X yang tidak dipupuk

a2 b1

: kombinasi perlakuan varietas Y yang tidak dipupuk

a1b2

: kombinasi perlakuan varietas X yang dipupuk dengan


dosis 60 kg N/ha

a2 b2

: kombihasi perlakuan varietas Y yang dipupuk dengan


dosis 60 kg N/ha.

(5)

Karena masing-masing kombinasi perlakuan ingin diulang 5 kali,


berarti kita harus menyediakan satuan percobaan (dalam hal ini
petak tanah percobaan ukuran tertentu) sebanyak.4 x 5 = 20 petak

(6)

Satuan percobaan (petak tanah) tersebut diberi nomor dari 1, 2,,

(7)

20.
Kemudian pengacakan dilakukan dengan menggunakan tabel

(8)

angka acak.
Tempatkan ujung pensil secara sembarang pada tabel acak
tersebut. Misalkan ujung pensil jatuh pada baris ke-20 kolom
pembacaan dapat dilakukan secara horizontal atau vertikal.
Misalkan membaca secara vertikal, maka pilih 20 angka acak
dalam susunan tiga digit dari tabel angka acak tersebut. Angka
acak yang terbaca adalah: 978, 076, 477, 542, 675, 865, 280, 425,

(9)

472, 248, 163, 890, 377, 829, 317, 938, 655, 880, 966, 041.
Angka-angka acak dalam susunan tiga digit ini kemudian
diberikan

pangkat

(rank)

seperti

terlihat

pada

Tabel

10.1.Berdasarkan pangkat (rank) dalam tabel di atas maka berikan


kombinasi perlakuan 1 (a1 b1) kepada petak-petak (satuan
percobaan) nomor 20, 2, 10, 11, dan 13. Perlakuan 2 (a 2 b1)
diberikan pada petak-petak nomor 15, 5, 8, 9, 4. Perlakuan 3
(a1b2) diberikan pada petak-petak nomor 3, 17, 7, 14, dan 6.
Kombinasi perlakuan 4 (a2b2) diberikan pada petak-petak nomor
18, 12, 16, 19, dan 1.
(10) Dengan demikian, denah percobaan faktorial dengan rancangan
dasar RRL menjadi sebagai berikut:
Pangkat (Rank) dari 20 Angka Acak
Angka acak
978
076
477
542
675
965
280
425
472
248
163
890
377
829

Urutan pemilihan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Pangkat (Rank)
20
2
10
11
13
15
5
8
9
4
3
17
7
14

317
938
655
880
966
041

15
16
17
18
19
20

6
18
12
16
19
1

No. Petak
a2b2

a1b1

a1b2

a2b1

a1b2

a1b1

a2b1

a1b1

a1b1

a2b2

10

11

12

a1b1

a1b2

a2b1

a2b2

13
a1b2

14
a2b2

15
a2b2

16
a1b1

17

18

19

20

1
a2b1
5

a2b1
9

(11) Berdasarkan denah lapangan, kita melihat bahwa penempatan


kombinasi perlakuan dalam RAL dilakukan secara acak. Sebagai
contoh, petak tanah nomor 1 dikenakan perlakuan varietas
tanaman (a2)dengan dosis pemupukan 60 kg N./ha (b2). Dengan
kata lain, petak tanah nomor 1 ditanami tanaman varietas Y
kemudian diberi pupuk nitrogen dengan dosis 60 kg/ha. Demikian
seterusnya pada petak tanah yang lain.
Berdasarkan permasalahan di atas, kita mengetahui bahwa
peneliti menggunakan percobaan faktorial 2 x 2 (taraf faktor A

dan taraf faktor B, masing-masing sebanyak dua taraf) dengan,


rancangan dan yang dipilih adalah rancangan acak lengkap
(RRL).

b. Analisis Data
Hipotesis penelitian
Hipotesis yang akan diuji melalui percobaan ini, misalnya hipotesis
alternative adalah:
1. Ada pengaruh interaksi antara varietas jagung dan berat
pemupukan nitrogen terhadap hasil produksi jagung.
2. Ada pengaruh jenis varietas jagung yang dicobakan terhadap
hasil produksi jagung.
3. Ada pengaruh berat pupuk Nitrogen yng diberikan terhadap
hasil produksi jagung
Kriteria pengujian :
diterima jika
Faktor A =

: 4,49

Faktor B =

: 4,49

Faktor AB=

: 4,49

Perhitungan
Perlakuan
varietas X
(a1)

Varietas Y
(a2)

dosis nitrogen O gr
(b1)

dosis nitrogen 60 gr
(b2)

8,53
20,53
12,53
14
10,8

17,53
21,07
20,8
17,33
20,07

32

39,14

23,8
28,87
25,06
29,33
Perlakuan O gr

60 gr

26,2
31,33
45,8
40,2
yi...

var X

66,39

96,8

163,19

var Y

89,86

118,41

208,27

156,25

215,21

371,46

y.j.

Sumber

Db

Jk

Rk

Erk

Kesimpulan
a.

= -8,0095< 4,49 =

. Jadi menolak

dan terima

Terdapat pengaruh jenis varietas jagung terhadap hasil produksi.


b.

= -7,8879< 4,49 =

. Jadi menolak

dan terima

Terdapat pengaruh dosis pemupukan nitrogen terhadap hasil produksi.


c.

= 8,18090>4,49 =

. Jadi menerima

dan tolak

Tidak ada pengaruh interaksi antara varietas jagung dan berat pupuk
nitrogen terhadap hasil produksi.
Uji Lanjut Faktor A (Pemupukan Nitrogen)
Misal kita ambil sampel pada varietas jangung x :

1.

Mula-mula mean dari masing-masing a buah perlakuan diurutkan dari


nilai yang terkecil sampai yang terbesar.

2.

Kemudian standar error masing-masing mean perlakuan dihitung


dengan rumus:

3.

Setelah itu kita gunakan tabel Rank Berganda Duncan dan mencari
nilai-nilai:

4.

Cari nilai-nilai

5.

Mencari selisih-selisih dari mean perlakuan. Bandingkan selisih meanmean dengan nilai R yang sesuai. Bila selisih 2 buah mean lebih besar
dari nilai R yang dipasangkan, maka kita simpulkan bahwa kedua
buah mean tersebut berbeda secara signifikan.

untuk p = 2,3,...,a sebagai berikut:

6.

Kemudian dibuat urutan mean dalam satu baris/ kolom sehingga tahu
rangkingnya. Jika ingin melihat pengaruh antar perlakuan dapat dibuat
garis hubung.

Pada contoh ini mean-meannya ada perbedaan yang signifikan .

Uji Lanjut Faktor B (Dosis Pemupukan Nitrogen)


Misal kita ambil sampel pada dosis pemupukan nitrogen 60 gr :

1.

Mula-mula mean dari masing-masing a buah perlakuan diurutkan dari


nilai yang terkecil sampai yang terbesar.

2.

Kemudian standar error masing-masing mean perlakuan dihitung


dengan rumus:

3.

Setelah itu kita gunakan tabel Rank Berganda Duncan dan mencari
nilai-nilai:

4.

Cari nilai-nilai

5.

Mencari selisih-selisih dari mean perlakuan. Bandingkan selisih mean-

untuk p = 2,3,...,a sebagai berikut:

mean dengan nilai R yang sesuai. Bila selisih 2 buah mean lebih besar

dari nilai R yang dipasangkan, maka kita simpulkan bahwa kedua


buah mean tersebut berbeda secara signifikan.

6.

Kemudian dibuat urutan mean dalam satu baris/ kolom sehingga tahu
rangkingnya. Jika ingin melihat pengaruh antar perlakuan dapat dibuat
garis hubung.

Pada contoh ini mean-meannya ada perbedaan yang signifikan .