Anda di halaman 1dari 28

1

BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Makhluk hidup memiliki beberapa komponen penyusun di antaranya sel,
jaringan, organ, sistem organ, organisme, dan populasi. Tanpa komponen
tersebut makhluk hidup tidak bisa melangsungkan hidupnya.Organ tumbuhan
seperti halnya pada hewan, tersusun atas jaringan (sekelompok sel yang
mempunyai keaktifan khas). Jaringan tersusun atas sel. Di dalam setiap sel
hidup terdapat protoplasma yang dibatasi oleh dinding sel dan di dalam sel
itulah semua proses metabolisme terjadi. Secara umum organ tumbuhan
terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Akar tumbuh ke dalam tanah
sehingga memperkuat berdirinya tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk
mengambil air dan garam mineral dari dalam tanah. Seperti halnya beberapa
organ lain pada tumbuhan, akar juga berfungsi untuk menyimpan makanan.
Pada batang terdapat daun yang berfungsi menghasilkan makanan melalui
fotosintesis dan mengeluarkan air melalui transpirasi. Selain itu, batang juga
berperan untuk lewatnya air dan garam mineral dari akar ke daun dan
lewatnya hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.
Organ (alat-alat tumbuhan) adalah bagian dari suatu tumbuhan yang
tersusun dari jaringan-jaringan tertentu, sehingga merupakan suatu kesatuan
yang mempunyai bentuk dan fungsi yang khusus (sudah terdefirensiasi
spesialisasi). Pada tumbuhan tingkat rendah organnya disebut thallus dan
tumbuhannya disebut Thallophyta atau Thallus. Pada tumbuhan tingkat tinggi
organnya disebut chormat atau chormus dan tumbuhannya disebut
chormophyta. Organ pada tumbuhan tingkat tinggi dibagi kedalam dua bagian
yaitu organ vegetatif dan organ reproduktif. Organ vegetatif berperan dalam
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sedangkan organ vegetatif
berperan dalam perkembangan seksual(pembiakan generatif).

I.2 Maksud Praktikum


Adapun maksud dari praktikum tentang organ tumbuhan tersebut,
diantaranya:
1. Untuk mengetahui susunan dan letak jaringan pada akar jagung (Zea
mays) dan bawang merah (Allium cepa).
2. Untuk mengetahui susunan dan letak jaringan pada batang (Zea mays),
bawang merah (Allium cepa), kumis kucing (Otrhosiphon stamineus), dan
kangkung darat (Ipomea reptans Poir).
3. Untuk mengetahui susunan dan letak jaringan pada daun kumis kucing
(Otrhosiphon stamineus),
I.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum tentang organ tumbuhan tersebut, diantaranya:
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui susunan dan letak jaringan pada akar
jagung (Zea mays) dan bawang merah (Allium cepa).
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui susunan dan letak jaringan pada batang
(Zea mays), bawang merah (Allium cepa), kumis kucing (Otrhosiphon
stamineus), dan kangkung darat (Ipomea reptans Poir).
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui susunan dan letak jaringan pada daun
kumis kucing (Otrhosiphon stamineus).
I.4 Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan praktikum organ tumbuhan adalah mengidentifikasi
atau mengamati susunan dan letak jaringan pada akar jagung (Zea mays) dan
bawang merah (Allium cepa). Mengamati susunan dan letak jaringan pada
batang (Zea mays),

bawang merah (Allium cepa), kumis kucing

(Otrhosiphon stamineus), dan kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Dan


mengamati susunan dan letak jaringan pada daun kumis kucing (Otrhosiphon
stamineus) dengan menggunakan mikroskop. Pengidentifikasian organ
tumbuhan dilakukan dengan teliti dan sesuai dengan prosedur kerja yang
telah ditetapkan. Dengan adanya hipotesis awal yaitu memperkirakan susunan
dan letak dari sampel-sampel tersebut praktikum dapat berjalan dengan baik
dan menunjang system pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Dasar Teori


II.2.1 Definisi Organ
Organ (alat-alat tumbuhan) adalah bagian dari suatu tumbuhan
yang tersusun dari jaringan-jaringan tertentu, sehingga merupakan suatu
kesatuan yang mempunyai bentuk dan fungsi yang khusus (sudah
terdefirensiasi

spesialisasi). Organ adalah

kelompok jaringan

yang

melakukan dan memberikan beberapa fungsi (Sudirman, 2007).


Organ tumbuhan mencakup akar,batang, daun, bunga,dan buah bes
erta biji

Sekelompok

organ

berhubungan

secara

fungsional

menyusun sistem organ. Organeladalah analog organ untuk struktur


sub-selular. Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar,
batang, daun. Akar, batang dan daun merupakan alat tubuh pokok
(organ pokok) pada tumbuhan, sedangkan Bunga, buah, dan biji
merupakan organ khusus pada tumbuhan. Sedang bagian lain dari
ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi
akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun. Selain itu, terdapat pula
organ-organ aksesori, seperti trikoma(rambut daun atau batang), duri,
dan sulur, atau organ-organ penyimpanan cadangan makanan/penyintas
(survival), seperti umbi,rimpang, dan stolon.
II.2.1 Organ Tumbuhan
Tumbuhan terdiri atas beberapa jaringan, antara lain akar, batang,
daun, bunga, buah yang masing-masing disebut dengan alat tumbuhan
atau organ tumbuhan, berikut ini pendeskripsian tentang organ
tumbuhan.
1. Akar (radix)
Akar adalah salah satu organ tumbuhan terpenting yang letaknya
didalam tanah. Fungsi akar antara lain:

Mengokohkan berdirinya batang, kedalaman, dan luasnya

akarsebanding dengan ketinggian dan rindangnya daun


Pada
beberapa
tumbuhan
akar
berfungsi

menyimpancadangan makanan
Untuk menyerap air dan mineral dalam tanah

untuk

Untuk bernapas

Jika diperhatikan pada ujung akar muda terlihat adanya empat


daerahpertumbuhan (primer), yaitu sebagai berikut:
a. Tudung akar (kaliptra), tudung akar terdapat diujung akar
melindungi
b. meristem akar dari kerusakan mekanik pada semua akar
c.
d.
e.
f.

tumbuhan kecuali
pada akar tumbuhan parasit dan akar yang membentuk mikoriza.
Daerah pembelahan
Daerah pembelahan sel (daerah pemanjangan)
Daerah diferensiasi sel

Penampang akar muda dari luar kedalam adalah sebagai berikut :


a. Epidermis
Dinding selnya tipis, tidak mempunyai ruang antarsel. Sifatnya
semipermiabel, terdapat rambut akar yang fungsinya mengisap air dan
garam mineral dari tanah,serta memperluas permukaan akar.
b. Korteks
Dindingnya tipis,banyak ruang antarsel. Fungsinya untuk pertukaran
zat dan
menyimpan zat tepung.
c. Endodermis
Merupakan pemisah antara korteks dan stele.Fungsinya untuk
mengatur
masuknya air dan zat yang terleetak kedalam silinder pusat
d. Stele
Tersusun dari jaringan parenkim, lapisan luarnya disebut perisikel
atau
perikambium.Terdiri dari :

Perisikel atau perikambium, merupakan jaringan yang letaknya

sejajar dengan endodermis untuk pembentukan akar cabang.


Kambium vasikuler, berfungsi untuk membentuk floem dan xilem
sekunder, pada permulaannya berbentuk bintang (radial), tetapi
akhirnya membulat.

Xilem atau berkas pembuluh kayu, sel-selnya mati, tersusun


membujur, seratnya lenyap, berfungsi untuk mengangkut makanan

dari akar ke daun, terdiri dari unsur tracheal dan trachea.


Floem, terdiri dari pembuluh tapis, sel pengiring yang menghasilkan
hormone traulin, jaringan pengisi (parenkim) berfungsi menjadi

bagian yang kosong.


2. Batang (caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting
dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan.
Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang memiliki fungsi sebagai
berikut:
a. Sebagai tempat cadangan makanan, misal pada tebu
b. Tempat tumbuhnya daun dan akar
c. Untuk mengangkut zat hara dari akar kedaun atau sebaliknya
d. Untuk menegakkan tanaman
e. Untuk bernapas
Pada batang terdapat tiga daerah pokok yaitu epidermis, korteks,
dansilinder pusat. Batang dikotil berkambium sehingga dapat
tumbuh membesar,memiliki endodermis dan perisikel, berikatan
pembuluh kolateral terbuka, danberkas pembuluh pengangkut teratur
dalam lingkaran. Batang monokotil tidakberkambium, sehingga
tidak tumbuh membesar, memiliki endodermis danperisikel. Ikatan
pembuluh kolateral tertutup dan berkas pengangkutkelihatan
tersebar.

3. Daun (folium)
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan
pada umumnya tiap tumbuhan memiliki daun. Daun merupakan
tempat fotosintesis,makin tipis permukaan daun, makin cepat

terjadinya fotosintesis. Berikut ini adalah beberapa fungsi daun,


diantaranya:
a. Untuk fotosintesis dan pernapasan
b. Alat pengeluaran pada waktu penguapan (evaporasi) dan gutasi
c. Tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida
Hal ini terjadi karena adanya stomata dan emiserium (alat
pengeluaran
air pada tumbuhan). Pada tumbuhsn yang lain daun berfungsi
sebagai
alat perkembangbiakan vegetative. Jaringan penyusun daun
diantaranya:
a. Epidermis
Epidermis daun terdiri atas sel dengan dinding tebal berlapiskan
kutikula dan kadang-kadang tidak berlignin, tidak berklorofil,
terdapat dipermukaan bawah dan atas serta berfungsi sebagai
pelindung.
b. Parenkim atau mesofil
Pada daun tumbuhan monokotil belumberdeferiensi, sedangkan
pada daun dikotil sudah berdefiriensi menjadi jaringan tiang dan
pagar (palisade) yang terdapat dibagian luar dan yang didalam
jaringan spons (bungan karang) dibagian dalam.
c. Pengangkut
Jaringan pengangkut daun merupakan bagian akhir dan awal
dari floem. Daun (morfologi daun yang lengkap) yaitu:
Pelepah daun (upih daun/vaginula)
Tangkai daun (ptiolus)
Helaian daun (lamina)
Contoh pada pisang,palem,pinang
Adapun daun yang tidak lengkap yaitu misal pada
Biduri (Calotropis gigantea) hanya memiliki helaian daun saja
Akasia (Acasia auruculiformis-Acunn), daunnya merupakan
pelebaran tangkai

Perbedaan daun pada dikotil dan monokotil adalah daun tumbuhan


monokotil mempunyai tulang daun sejajar atau melengkung,
sedangkan pada tumbuhan dikotil tulang daun menyirip atau
menjari.
4. Bunga (flos)
Bunga merupakan organ tumbuhan yang muncul hanya pada
saat-saat tertentusaja yaitu jika tumbuhan telah mencapai usia
tertentu. Struktur bunga terdiri:
a kelopak bunga (calyx) yaitu melindungi kuncup bunga.
b mahkota bunga (corola) yaitu menarik perhatian serangga.
c benang sari (stamen) yaitu penghasil serbuk sari.
d putik (pistilum) yaitu penghasil gamet betina.
5. Buah (fructus)
Buah merupakan salah satu organ tumbuhan yang berfungsi
sebagai berikut:
a. Menyimpan cadangan makanan
b. Alat perkembangbiakan karena mengandung biji
c. Buah merupakan pertumbuhan dari bakal buah setelah terjadi
fertilisasi.
d. Bijiadalah calon individu baru yang tumbuh didalam buah,
terdiri dari endopermyang dibungkus oleh kulit biji.

II.2 Uraian Tanaman


II.2.1 Bawang Merah (Alliium cepavar. aggregatum L.
1. Klasifikasi Bawang Merah
Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Liliidae

Ordo

: Liliales

Famili

: Liliaceae

Genus

: Allium

Spesies

: Allium cepa var. aggregatum L.

2. Morfologi
Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah yaitu sekitar
India. Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk
tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan
pangkal tangkai mengecil dan dibagian tengah menggembung,
bentuknya seperti pipa yang berlubang didalamnya. Tangkai tandan
bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan
mencapai 30-50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna
yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Bakal buah
sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang disebut carpel, yang
membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut terdapat 2
calon biji.Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji
agak pipih, biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan
perbanyakan tanaman secara generatif. Bawang merah mengandung
vitamin C,potassium, serat dan Acid Folic selain itu juga mengandung
kalsium, zat besi dan protein dengan kandungan yang tinggi. Bawang
merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon
auksin dan giberein. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat
tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung
efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase
selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai
anti mikoba yang bersifat bakterisida.
3.

Kandungan Kimia
Energi

: 166 kJ (40 kcal)

Karbohidrat

: 9,34 g

Gula

: 4,24 g

4.

Diet serat

: 1,7 g

Lemak

:0,1 g

jenuh

:0,042 g

monounsaturated

:0,013 g

polyunsaturated

:0.017 g

Protein

:1,1 g

Air

:89,11 g

Vitamin A equiv.

:0 mg (0%)

Thiamine (Vit. B1)

:0,046 mg (4%)

Riboflavin (Vit. B2)

:0,027 mg (2%)

Niacin (Vit. B3)

:0.116 mg (1%)

Vitamin B6

:0,12 mg (9%)

Folat (Vit. B9)

:19 mg (5%)

Vitamin C

:7.4 mg (12%)

Vitamin E

:0,02 mg (0%)

Vitamin K

:0,4 mg (0%)

Kalsium

:23 mg (2%)

Besi

:0,21 mg (2%)

Magnesium

:0,129 mg (0%)

Fosfor

: 29 mg (4%)

Kalium

:146 mg (3%)

Sodium
Khasiat dan kegunaan

:4 mg (0%)

Karena mengandung flavonglikosida, ia dianggap anti radang,


pembunuh bakteri, sedangkan kandungan saponinnya mengencerkan
dahak. Ia juga memiliki sejumlah zat lain yang berkhasiat menurunkan
panas, menghangatkan, memudahkan pengeluaran angin dari perut,
melancarkan pengeluaran air seni, mencegah penggumpalan darah,
menurunkan kolesterol, dan kadar gula dalam darah. Menurut
penelitian terakhir, bawang merah juga bisa mencegah kanker karena
kandungan sulfurnya. Umbi lapisnya mengandung zat-zat seperti
protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1 dan C. Kegunaannya
adalah sebagai berikut:

10

1. Demam pada anak


2. Perut kembung, muntah-muntah
3. Masuk angin
4. Kerokan
5. Batuk
6. Disentri
7. Hipertensi
8. Diabetes
9. Kutu air / kakirangen
10. Bisul/ luka
11. Payudara bengkak / mastitis
12. Melancarkan air seni pada anak
disertai demam
13. Sariawan
II.2.2 Kumis Kucing (Otrhosiphon stamineus)
1. Klasifikasi
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Sub divisi
: Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Tubiflorae
Famili
: Labiatae
Genus
: Orthosiphon
Spesies: Orthosiphon stamineus Benth
2. Morfologi
Tanaman kumis kucing biasanya tumbuh di sepanjang anak
sungai
atau selokan. Atau biasanya ditanam di pekarangan rumah untuk
digunakansebagai tanaman obat keluarga, karena kumis kucing
memiliki banyak khasiat dan mudah ditanam yaitu dengan cara
menebar biji atau setek batang. Tanaman ini dapat ditemukan di
dataran rendah pada ketinggian 700 m di atas permukaan
laut.Tanaman kumis kucing tumbuh tegak dengan tinggi antara 50150 cm. Batang berkayu, segi empat agak beralur, beruas,
bercabang, berambut pendek atau gundul, berakar kuat. Daun

11

tunggal, bulattelur, elips atau memanjang, berambut halus, tepi


bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis, panjang 2-10 cm, lebar
1-5 cm, warna hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di
ujung percabangan, berwarna ungu pucat atau putih, benang sari
lebih panjang dari tabung bunga. Buah berupa buah kotak, bulat
telur, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna coklat.Biji
kecil, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam.
(Dalimartha,2000)
3. Kandungan
Daun kumis kucing mengandung beberapa senyawa kimia,
antara lain
minyak atsiri 0,1%, dan flavonoid tidak kurang dari 0,1 %
(Sudarsono dan
Pudjoarinto, 1996).
a. Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang banyak
terdapat di alam. Flavonoid terdapat pada hampir semua
tumbuhan

hijau.Jika

dilihat

dari

strukturnya

flavonoid

merupakan senyawa yang terdiri dari dua gugus C6 (Cincin


benzene tersubstitusi) yang disambungkan oleh rantai alifatik
tiga karbon. Penggolongan flavonoid didasarkan pada perbedaan
cincin heterosiklik-oksigen tambahan dan gugus hidroksil yang
tersebar menurut pola berlainan. Flavanoid mempunyai efek
yang sangat banyak pada tiap-tiap organisme. Hal ini dapat
menjelaskan mengapa flavonoid mempunyai manfaat yang besar
dalam dunia pengobatan.
b. Minyak atsiri
Senyawa yang mudah menguap atau atsiri biasanya terdapat
padasemua tumbuhan, walaupun berada dalam jumlah yang
sangatsedikit. Minyak atsiri biasanya digunakan sebagai
pengaroma makanan,pengobatan, dan parfum. Dalam satu
tanamn biasanya ditemukan banyakatsiri yang bercampur untuk
memberikan aroma khas tanamanpenghasilnya. Beberapa sifat
khas atsiri antara lain yaitu memiliki bau khas yang spesifik,
menguap pada suhu kamar, tidak bisa disabunkan, tidak bias

12

tengik, dan kelarutan dalam air kecil. Ada dua jalur utama
biosintesisminyak atsiri, yaitu jalur asam mevalonat untuk
turunan terpena, dan jalurasam sikimat untuk turunan benzena
(Robinson, 1995).
4. Khasiat dan kegunaan
Tanaman kumis

kucing

mempunyai

banyak

manfaat

untukpengobatan, antara lain sebagai antiradang, peluruh kencing


(diuretik),menghilangkan panas dan lembab, serta menghancurkan
batu salurankencing. Dari penelitian

yang

telah dilakukan oleh Prayoga pada

tahun

2008menunjukkan

etanol

dari

daun

memilikiaktivitas

bahwa
kumis

ekstrak
kucing

antiinflamasi

setelah

dilakukan pengujian secara in vivo


terhadaptikus putih jantan galur wistar.

II.2.3 Jagung (Zea maysL.)


1. Klasifikasi
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermathophyta
Subdivisi
: Angiospermae
Kelas
: Monocotyledonenae
Ordo
: Graminae
Famili
: Graminaceae
Genus
: Zea
Spesies : Zea Mays L.
2. Morfologi
Akar jagung terdiri atas tiga tipe akar yaitu akar seminal, akar
adventif, danakar udara. Akar seminal tumbuh dari radikula dan
embrio. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar ini tumbuh
dari buku paling bawah, yaitu sekitar 4 cm di bawah permukaan
tanah. Akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku
terbawah dekat permukaan tanah.

13

Batang menyerupai bambu, berlubang, beruas-ruas, dan


berwarna hijau.Tingginya antara 180-210 cm. Batang tanaman
diselimuti oleh pelepah-pelepah daun yang berwarna hijau tua. Daun
jagung merupakan daun sempurna berbentuk memanjang dengan
ujung meruncing, lurus dan tipis. Di antara pelepah terdapat ligula,
tulang daun sejajar dengan tulang daun, permukaan daun ada yang
licin berambut.
Bunga jantan dan bunga betina hidup dalam satu tanaman
(monoecious).Bunga jantan berbentuk karangan bunga (inflorosence)
yang terdapat di batang, sedangkan bunga betina berbentuk rambut
yang terdapat di dalam ketiak daun ke- 6 atau ke-8 dari bunga jantan
(Purworno dan Hartono, 2008).
Biji tersusun rapi pada tongkol. Dalam satu tongkol terdapat
200-400 biji. Biji terdiri dari empat bagian yaitu: kulit luar
(pericarp), endosperma, tudung biji(tin cap) dan embrio atau
lembaga (Budiman, 2008).
3. Kandungan
Biji jagung kaya akan karbohidrat, sebagian besar berada
padaendospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80%
dari seluruh bahan kering biji. Biji jagung terdiri dari empat bagian
utama, yaitu: kulit luar (perikrap) 5%, lembaga 12%, endosperma
82% dan tudung biji (tin cap) 1%. Kulit luar merupakan bagian yang
banyak mengandung serat kasar atau karbohidrat yang tidak larut
(non pati), lilin dan beberapa mineral. Lembaga banyak mengandung
minyak, total kandungan minyak dari setiap biji jagung adalah 4%.
Sedangkan untuk bagian tudung biji dan endosperma banyak
mengandung pati. Pati dalam tudung biji adalah pati yang bebas
sedangkan pati pada endosperma terikat kuat dengan matriks protein
(gluten). Tongkol jagung mengandung air 7,68%, serat 38,99%,
selulosa 19,49%, 12,4 % xylan, dan lignin 12,4% (Budiman, 2009).
Sedangkan untuk rambut jagung mengandung flavonoid, alkaloid,
fenol, steroid, glikosida karbohidrat, terpenoid, tanin, protein,
mineral, garam, karbohidrat dan komponen senyawa volatil
(Bhaigyabati dkk., 2011., Sholihah dkk., 2012). Kandungan senyawa

14

metabolit sekunder yang terdapat pada rambut jagung (stigma


maydis) sangat berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa
metabolit sekunder tersebut adalah senyawa flavonoid atau fenolik
(Sholihah dkk., 2012).
4. Khasiat
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia
dan

hewankarena

hampir

semua

bagian

tanaman

dapat

dimanfaatkan. Bagian jagung yang dapat dimanfaatkan adalah


batang, daun, biji, tongkol dan rambut jagung. Batang dan daun
muda digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan batang dan daun
tua (setelah panen) digunakan sebagai pupuk hijau atau kompos.
Buah jagung muda dibuat sebagai sayuran, bergedel, bakwan dan
sambel goring sedangkan biji jagung tua sebagai pengganti nasi,
marning, brondong, roti jagung, tepung, bihun, bahan campuran kopi
bubuk, biskuit, kue kering, pakan ternak, bahan baku industri bir,
industri farmasi, dextrin, perekat, industry tekstil dan bias juga
dibuat menjadi roti jagung. Bagian tongkol dan rambut jagung
berkhasiat sebagai obat. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang
dapat

ditanggulangi

antara

lain:

melancarkan air seni, diabetes, diare,


batu empedu, batu ginjal, busung air
pada radang ginjal, hepatitis, kencing
manis, radang kandung empedu, sirosis
dan tekanan darahtinggi (Budiman,
2008).
II.2.4 Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir)
1. Klasifikasi
Kingdom

: Plantea

Superdivisio

: Spermatophyta

Divisio

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliapsida

Sub kelas

: Asteridae

Ordo

: Solanales

15

Familia

: Convolvulaceae

Genus

: Ipomea

Spesies
2. Morfologi

: Ipomea reptans Poir

Kangkung merupakan tanaman yang dapat tumbuh lebih dari


satu tahun. Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran
tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah,
dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan
melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama
pada jenis kangkung air (Djuariah, 2007).
3. Kandungan
a. Mengandung zat besi
Zat besi ini berjumlah 2,5mg untuk setiap 100 gramnya.
Pemenuhanzat besi sangat penting bagi tubuh untuk membentuk sel
darah merah. Bilamana seseorang kekurangan zat ini atau
kekurangan sel darah merah, maka bisa menimbulkan rasa pusing,
lemas dll. resiko ini terjadi karena tubuh tak memiliki zat besi yang
cukup, bila terus terjadi kekurangan, maka menimbulkan resiko
yang lebih buruk. Oleh karena itu, kangkung bisa dijadikan sebagai
alternatif untuk membantu mengobati anemia atau kurang darah.
b. Kandungan vitamin A
Kangkung memiliki vitamin A dan mempunyai kandungan beta
karotin yang tinggi. Unsur ini sangat baik untuk kesehatan mata,
menjaga dan melindungi mata agar tetap sehat dan normal. Seperti
halnya pada masalah mata minus, menu ini sangat cocok untuk
Anda agar mencegah adanya pertambahan minus yang dimiliki.
Sebab, beta karotin pada kangkung ini relative tinggi dan baik
untuk menutrisi mata.
c. Kandungan vitamin C
Kandungan vitamin C pada kangkung ini sangat dipercaya
dapat menyembuhkan sariawan dan masalah gusi berdarah. Selain
itu, mengkonsumsi sayur ini juga bisa dijadikan sebagai pencegah
dari adanya penyakit tersebut. Dalam artian, Anda bisa terhindari
dari sariawan yang membuat tak nyaman, seperti bibir berdarah,

16

gusi

yang

terluka

hingga

membuat

seseorang

tak

ingin

mengkonsumsi makanan. Pada kondisi sakit tersebut, Anda bisa


mengkonsumsi sayur kangkung tanpa menimbulkan efek pedih
atau sakit pada bagian yang terluka.
4. Khasiat
a. Mencegah Penyakit Sariawan
Kangkung yang berwarna hijau ini, mampu mencegah penyakit
sariwan.

Seperti

pada

penjelasan

sebelumnya,

kangkung

mengandung Vitamin C, yang dapat mencegah sariawan dan gusi


berdarah.
b. Sebagai Obat Insomnia (Sulit Tidur)
Kangkung sangat booming sebagai pemicu kantuk. Nah, bagi yang
terkena insomnia, sangat di sarankan untuk mengkonsumsi
kangkung. Dengan cara yang mudah, kangkung cukup di tumis
layaknya makanan sebagai pelengkap nasi.
c. Mengurangi Nyeri Haid
Sering kali kita merasa nyeri pada saat haid. Kangkung dapat
mengurangi rasa nyeri tak tertahankan pada saat haid. Cukup
menumbuk daun kangkung lalu tambahkan air hangat, kemudian
saring dan tambahkan madu agar ada rasa manis.
d. Sebagai Pengontrol Darah
Kangkung juga bermanfaat untuk pengontrol darah dalam tubuh.
Karena kangkung mempunyai zat kimia yang dapat mencegah
pembekuan darah di pembuluh darah jantung dan otak.
e. Mencegah Bau Mulut
Bau pada mulut tentu sangat menggangu aktifitas kita. bau mulut
sering terjadi pada saat kita berpusa atau mengkonsumsi makanan
yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tidak perlu khawatir
sayuran kangkung dapat menghilang bau pada mulut, karena
kangkung mempunyai minyak esential yang dapat mengurangi bau
pada mulut.
II.3 Uraian Bahan
II.3.1 Alkohol (FI IV, 1995)
Nama resmi

: Aethanolu

Nama ilmiah

: Etanol alcohol

Rumus molekul

: C2H6O

17

Rumus struktur

H
H

C O C
H

Berat molekul
Pemerian

H
H

: 46.07 g/mol
: Jernih, tidak berbau, cairan pelarut, menghasilkan bau
yang khas dan rasa terbakar pada lidah.

II.3.2 Aqusdes (FI IV, 1995)


Nama resmi

: Aqua Destilata

Nama ilmiah

: Aquades dan air suling

Rumus molekul

: H2O

Rumus struktur

:H

Berat molekul

: 18,02 gr/mol

Pemerian

O H

: cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan


tidak mempunyai rasa.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup

Kegunaan

: Sebagai air minum

II.4 Prosedur Kerja


II.4.1 Akar bawang merah (Allium cepa), akar jagung (Zea mays), akar kumis
kucing (Orthosiphon stamineus Benth)
1. Menyiapkan mikroskop sesuai proseddur penggunaanya
2. Buat seara melintang akar bawang merah, akar jagung dan akar
kumis kucing
3. Amati di bawah mikroskop dari perbesar lemah ke kuat
4. Gambarlah bagian jaringan-jaringan seperti e[idermis, korteks,
endodermis dan daerah meristematik sel
II.4.1 Batang bawang merah (Allium cepa), batang jagung (Zea mays),batang
kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)dan batang kangkung
(Ipomea repans)
1. Buat preparat basah dengan mengiris setipis mungkin batang
tanaman secara melintang
2. Letakan diatas objek gelas yang diberi air lalu ditutup
3. Amati dibawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat

18

4. Gambar bagian jaringan menyusun organ tanaman tersebut


sebutkan tipe-tipe berkas pengangkutnya
II.4.1 Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)
1. Buat preparat basah sesuai prosedur pembuatanya
2. Letakan preparat diatas obek gelas yang telah diberi air lalu
ditutup
3. Amati dibawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat
4. Tunjukan nama jaringan yang menyusun daun tersebut antara lain
epidermis, jaringan mesofil dan sebagainya.

19

BAB III
METODE PENELITIAN
III.1 Waktu Dan Tempat
III.1.1 Waktu
Kegiatan praktikum sel tumbuhan dilaksanakan pada hari jumat,
tanggal 4 desember 2015 pukul 7.30 sampai dengan 11.00 WITA.
III.1.2 Tempat
Tempat pelaksanaan praktikum sel tumbuhan di laboratorim Botani
dan Morfologi Tumbuhan jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan
Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo.
III.2 Alat Dan Bahan
III.2.1 Alat
N
o

Nama Alat Dan Gambar

Fungsi

Kaca Preparat

1.

Untuk meletakkan objek

Kapas

2.

Untuk mengusap kaca preparat

20

N
o

Nama Alat Dan Gambar

Fungsi

Mikroskop

3.

Untuk melihat hasil pengamatan

Pinset dan jarum pentul


Untuk mengerok sampel yang akan

4.

dijadikan objek pengamatan


Pipet

5.

Untuk menetesi air pada objek

Silet
6.

III.2.2 Bahan

Untuk mengiris sampel secara tipis

21

No

Nama Bahan Dan Gambar

Fungsi

Alkohol
Untuk membersihkan atau
1. No

preparat dan
Nama Bahan Dan Gambar mengawetkan kaca
Fungsi
cover glass dari debu atau minyak

a Batang dan daun kumis kucing


Aquades
(Orthosiphon stamineus)
- Untuk membersihkan sampel

tanaman dan peralatan yang akan


2.

digunakan
- Untuk memberikan tetesan pada
bBatang dan akar Bawang merah

(Allium cepa)

preparat

Sampel
aAkar dan batang Jagung (Zea

mays)

4.

Tisu

Untuksampel
membersihkan
Sebagai
yang akanserta sebagai
penyerap
air objek
dijadikan
sebagai

3.
b

Batang kangkung (Ipomea

pengamatan

repans)

III.3 Cara Kerja


1. Disediakan alat dan bahan.
2. Dibersihkan mikroskop,kaca preparat dan cover glass menggunakan
alkohol 70%.
3. Cara kerja memperoleh sampel untuk preparat yang akan diamati:
a.pada sampel akar bawang merah diiris titpis secara membujur dan pada
akar jagung dan kumis kucing diiris tipis secara melintang
b. pada sampel batang jagung dan batang kumis kucing diiris tipis secara
melintang
c. pada daun kumis kucing diiris tipis secara melintang

22

4. Diletakkan hasil irisan di kaca preparat.


5.Ditetesi sedikit air di sampel yang berada di kaca preparat.
6.Ditutup menggunakan cover glass dengan cara mendorong cover glass dari
samping sehingga angin terdorong keluar.
7.Diletakkan preparat pada mikroskop.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
N

Nama

o
1.

Tumbuhan
Akar bawang

Hasil pengamatan

Keterangan

(Allium cepa)
Irisan membujur

a. Stele

Perbesaran 400

23

2.
a. Empulur
b. floem
c. Endodermis
Akar jagung

d. Xyem

(Zea mays)
Irisan melintang
Perbesaran 400

3.
a. jaringan
pengangkut

25

b. epidermis
Batang bawang
(Allium cepa)
Irisan melintang
Perbesaran 400

24

4.

Batang jagung
(Zea mays)
Irisan melintang

a. Kolenkim

Perbesaran 100

b. Jaringan
pembuluh
c. Parenkim

a. Kambium
5.

vaskulas
b. pith

Batang kumis

c. endodermis

kucing
(Orthosiphon
stamineus)
Irisan melintang

Perbesaran 100

6.

a. jaringan
Batang
kangkung

pengangkut
b. epidermis

25

(Ipomea repans)
Irisan melintang
Perbesaran 100

7.

Daun kumis
kucing

a. epidermis

Orthosiphon
stamineus)
Irisan melintang
Perbesaran 400

a.

4.2 Pembahasan

26

Anatomi akar dapat diamati dengan melakukan pemotongan akar secara


melintang. Struktur anatomi akar dari urutan terluar ke dalam silinder pusat
(stele).Pada bagian sebelah dalam epidermis, terdapat korteks yang tersusun
atas jaringan parenkima. Bentuk sel korteks relatif bulat (isodiametris)
dengan ruang interselular yang jelas. Air dan garam-garam mineral dari
rambut akar akan melewati sel-sel korteks melalui ruang interseluler.
Perisitiwa ini disebut transportasi ekstravaskular. Struktur korteks banyak
terdapat sel-sel parenkim oleh karena itu korteks mengandung makanan
cadangan berupa amilum (parenkim cadangan makanan) dan substansi lain.
Namun pada tumbuhan monokotil, pada praktikum diamati pada akarZea
mays sering membentuk serabut sklerenkim dari berbagai sel yang berdinding
tebal sebagai penguat. Bagian sebelah dalam dari korteks terdapat jaringan
endodermis yang terdiri atas satu lapis sel dengan dinding sel tebal yang
mengandung lilin (suberin) dan lignin. Penebalan pada dinding sel
endodermis tersebut menghasilkan tampilan seperti pita, dinamakan pita
Kaspari. Endodermis berada diantara silinder pusat dan korteks. Pada dinding
sel-sel endodermis terdapat plasmodesmata. Endodermis merupakan jaringan
yang dapat mengatur pemasukan air ke dalam jaringan angkut (xilem) yang
berada di dalam silinder pusat. Endodermis juga berfungsi menyimpan
makanan cadangan.
Pada batang jagung terdapat bagian yang mendukung bagian tumbuhan
di atas tanah, selain itu juga sebagian alat transportasi yaitu jalan
pengangkutan air dan zat makanan dari akar kedaun dan jalan pengangkutan
hasil amilasi dari daun ke bagian lain, baik yang berada di bawah maupun
diatas tanah. Struktur batang tumbuhan berpembuluh sangat bervarisi. Pada
batang monokotil tidak mengalami pertumbuhan sekunder karena tidak
memiliki kambium. Pada batang monokotil terdapat: xilem, floem, rongga
protoxilem, seludang serat

ikatan pembuluh, dan tersebar dalam empulur.

Penampang melintang batang jagung (Zea mays) dengan perbesaran 40 x 10.


Di antara berkas-berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan
parenkim. Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim
baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Selain

27

terdapat parenkim, dalam pengamatan pada bagian batang juga terdapat


kolenkim angular (kolenkim sudut): penebalan dinding sel terdapat pada
suddut sel dan memanjang mengikuti sumbu sel. Adanyadan juga batang
yang jaringan penangkut makanya tumbuhan dapat berdiri tegak dan
batangnya keras. Pada tumbuhan bawang merah yakni akar diiris secara
melintang membujur menampilkan pembuluh angkut yang bmana terdapat
xylem dan floem. Pada batang bawang merah juga terlihat sama dengan akar
yang diris secara membujur terlihat silinder pusat dimana dalam silinder pusat
terdapat pembuluh tapis.
Pada batang kumus kucing yaitu tumbuhan dikotil. Pada tumbuhan
dikotil di antara xilem dan floem, terdapat kambium vasikuler, sebuah
jaringan meristematik. Kambium tumbuh ke arah luar membentuk floem
sekunder, sedangkan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Jaringan
pembuluh pada batang dikotil tersusun dalam lingkaran. Floem di bagian luar
lingkaran dan berbatasan langsung dengan korteks. Sementara itu, xilem
berbatasan dengan empulur dan terletak berhadapan dengan floem. Di antara
kedua jaringan tersebut, terdapat kambium pembuluh yang bersifat
meristematik. Pada kayu yang dewasa, kambium pembuluh telah tumbuh ke
arah luar membentuk floem sekunder dan ke arah dalam membentuk xilem
sekunder.Perbedaan antara struktur akar, batang, dan daun antara tanaman
dikotil dan tanaman monokotil
Pengamatan mengenai persamaan pada susunan akar dan batang yaitu
epidermis, floem, dan korteks. Bentuk sel yang dapat diamati adalah
epidermis, xylem, floem, kortes, dan stele.

BAB V
PENUTUP

28

V.1 Kesimpulan
Pada praktikum diamati pada akarZea mays sering membentuk serabut
sklerenkim dari berbagai sel yang berdinding tebal sebagai penguat. Bagian
sebelah dalam dari korteks terdapat jaringan endodermis yang terdiri atas satu
lapis sel dengan dinding sel tebal yang mengandung lilin (suberin) dan
lignin. Pada batang jagung terdapat bagian yang mendukung bagian
tumbuhan di atas tanah, selain itu juga sebagian alat transportasi yaitu jalan
pengangkutan air dan zat makanan dari akar kedaun dan jalan pengangkutan
hasil amilasi dari daun ke bagian lain, baik yang berada di bawah maupun
diatas tanah.Pada tumbuhan bawang merah yakni akar diiris secara melintang
membujur menampilkan pembuluh angkut yang bmana terdapat xylem dan
floem.Pada batang kumus kucing yaitu tumbuhan dikotil. Pada tumbuhan
dikotil di antara xilem dan floem, terdapat kambium vasikuler, sebuah
jaringan meristematik. Kambium tumbuh ke arah luar membentuk floem
sekunder, sedangkan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Jaringan
pembuluh pada batang dikotil tersusun dalam lingkaran.
V.2 Saran
1. Untuk Laboratorium
Diharapkan untuk prosedur yang dilakukan pada saat praktikum dan
prosedur

yang

dilakukan

sebelum

praktikum

dijalankan

dengan

transparansi dan memiliki prinsip tertentu sebagai acuan.


2. Untuk Jurusan
Pelaksanaan kegiatan praktikum perlu adanya perhatian yang lebih dari
para penanggungjawab.
3. Untuk Praktikan
Diharapkan dalam proses belajar, praktikan harus sudah mempersiapkan
diri sebelum pelaksanaan praktikum seperti mencari sumber terpercaya
sebagai acuan hipotesis agar pelaksanaan praktikum dapat terlaksana
dengan rinci.
4. Untuk Asisten
Diharapkan agar pembimbingan terhadap praktikan lebih diperhatikan dan
membangun kehidupan sosial untuk kebaikan bersama.