Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN AKHIR MODUL III

A. Judul
: VARIASI KONTINYU DAN STOKIOMETRI
B. Tujuan
:
1) Mahasiswa dapat mengamati salah satu cara termudah untuk mempelajari
stokiometri beberapa reaksi.
2) Dapat menentukan temperatur optimum beberapa reaksi stokiometri system.
C.

Dasar Teori
Dasar percobaan ini adalah metode JOB atau metode variasi kontinu.Pada metode ini

dilakukan sederetan pengamatan yang kuantitas molar totalnya sama,tetapi masing-masing


kuantitas molar pereaksinya berubah-ubah (bervariasi).Salah satu sifat fisika tertentu dipilih
untuk diperiksa seperti misalnya massa,volume,suhu dan daya serap.Oleh karena kuantitas
pereaksinya berlainan,maka perubahan harga sifat-sifat fisika dari system ini dapat
digunakan untuk meramal stokiometri system. Stoikiometri system dapat ditulis dengan
persamaan :
2 Ag

(aq)

CrO42- (aq)

Ag2CrO4 (s)

Perubahan kalor pada reaksi kimia bergantung pada jumlah pereaksi mol bereaksi dengan
diubah namun volum totalnya tetap, maka stoikiometri reaksi dapat ditentukan dari titik
perubahan kalor maksimum, yakni dengan cara mengalurkan kenaikan tempratur terhadap
komposisi campuran.
Ilmu kimia mempelajari tentang perubahan peristiwa yang ditandai dengan berubahnya satu
zat menjadi zat lain, contohnya pembakaran etanol dan oksigen berubah menjadi karbon
dioksida dan uap air. Perubahan itu dapat dituliskan sebagai :
Etanol
+

oksigen

karbon dioksida

air

Zat mula-mula disebut peraksi dan zat yang terbentuk disebut hasil reaksi .
Stokiometri (stoichion=unsure,metron=pengukuran) adalah cabang fisika yang mempelajari
perbandingan massa unsur dalam senyawa dan perhitungan variabel yang langsung
berhubungan dengan susunan dan reaksi fisika. Penelitian yang cermat terhadap pereaksi
dan hasil reaksi telah melahirkan hukum-hukum dasar kimia yang menunjukkan hubungan

kuantitatif itu. Hukum tersebut adalah hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap,
dan hukum perbandingan berganda.. Hukum kekekalan massa dinyatakan oleh Lavoiser,
yaitu Pada reaksi kimia, massa zat pereaksi sama dengan massa zat hasil reaksi dan materi
tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Dalam versi modern yaitu, Dalam reaksi kimia
dapat dideteksi perubahan massa. Hukum perbandingan tetap oleh Proust menyatakan,
Pada suatu reaksi kimia, massa zat yang bereaksi dengan sejumlah tertentu zat lain selalu
tetap, atau Suatu senyawa selalu terdiri atas unsur-unsur yang sama dengan perbandingan
massa yang tetap. Hukum perbandingan berganda oleh John Dalton menyatakan, Bila dua
unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, maka perbandingan massa unsur yang satu,
yang bersenyawa dengan unsur lain yang tertentu massanya, merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
Reaksi kima dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu reaksi kimia yang berlangsung
tanpa perpindahan elektron, dan reaksi kimia yang berlangsung dengan perpindahan
electron. Reaksi tanpa perpindahan electron biasanya meliputi penggabungan atau
pemisahan ion-ion atau molekul-molekul.
Reaksi penetralan (neutralization reaction) merupakan reaksi antara asam-basa. Reaksi
asam-basa dalam medium air biasanya menghasilkan air dan garam (salt), yang merupakan
senyawa ionic yang terbentuk dari suatu kation selain H+ dan suatu anion selain OH- atau O2Banyak resksi kimia berlangsung dalam larutan, dan pada keadaan ini susun atau konsentrasi
larutan lebih tepat dinyatakan berdasarkan molar. Molaritas atau konsentrasi molar
menyatakan jumlah mol zat terlarut per liter larutan. Dari definisi-definisi ini dapat
dilakukan perhitungan yang berhubungan dengan konsentrasi molar, volume larutan, dan
jumlah zat terlarut. Perhitungan ini dapat dilakukan untuk larutan yang hanya mengandung
satu zat atau untuk larutan campuran, larutan yang diencerkan (dengan menambah pelarut),
atau larutan yang dikentalkan (dengan menguapkan pelarut). Konsentrasi molar dapat juga
digunakan sebagai fakor konversi dalam perhitungan stoikiometri.

D. Alat dan Bahan

Alat
N

Nama Alat

o
1.

Gelas Kimia

Gambar

Fungsi

Sebagai wadah larutan

2.

Gelas Ukur

3.

Mengukur suatu larutan

Termometer
Mengukur Suhu

Bahan

N
O

Nama

Sifat Fisik

Sifat Kimia

CuSO4

-Berbentuk putih padat dan


tersedia dalam bentuk
serpihan.
-Bersifat lembab air
-secara spontan menyerap
karbon dioksida
Kpadatan 3,603 g/mol

HCL

Larutan

H2SO4

Cairan

NaOH

-Titik leleh 38,4oC


-Titik didih 1390oC
-Larut dalam etanol tetapi tidak
larut dalam eter

-Titik lebur 200oC


-Tekanan uap 7,299 mmHg
-Titik lebur -27,32oC
-Massa molar 36,48 g/mol
-Berat molekul 96,08
-Titik leleh 10oC
-Titik didih 290oC
-Tekanan uap (146oC)

E. Prosedur Kerja
1. Stokiometri Sistem CuSO4-NaOH
a

NaOH 2 M

CuSo4 1 M

-Mengukur 20 mL

-Mengukur 5 mL

-Menghitung temperatur

-Menghitung temperatur
Campuran
larutan
NaOH+CuSO4
25 mL

-Mengukur temperatur campuran


35oC

NaOH 2 M

CuSo4 1 M

-Mengukur 15 mL

-Mengukur 10 mL

-Menghitung temperatur

-Menghitung temperatur
Campuran
larutan
NaOH+CuSO4
25mL

-Mengukur temperatur campuran


33oC
c

NaOH 2 M

CuSo4 1 M

-Mengukur 10 mL

-Mengukur 15 mL

-Menghitung temperatur

-Menghitung temperatur
Campuran
larutan
NaOH+CuSO4
25 mL

-Mengukur temperatur campuran


35oC

NaOH 2 M

CuSo4 1 M

-Mengukur 5 mL

-Mengukur 20 mL

-Menghitung temperatur

-Menghitung temperatur
Campuran
larutan
NaOH+CuSO4
25 mL

-Mengukur temperatur campuran

2. Stokiometri Asam-Basa

31oC

NaOH-HCL
a

NaOH

HCL

-Memasukan 2,5 mL

-Memasukan 15 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+HCL
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)
33oC
b

NaOH

HCL

-Memasukan 5 mL

-Memasukan 12,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rat-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+HCL
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)
33oC

NaOH

HCL

-Memasukan 7,5 mL

-Memasukan 10 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata

Campuran
larutan
NaOH+HCL
-Diamati,
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)
34 C
o

NaOH

HCL

-Memasukan 10 mL

-Memasukan 7,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+HCL
17,5 mL

-mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

35oC

NaOH

HCL

-Memasukan 12,5 mL

-Memasukan 5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+HCL
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

33oC

NaOH

HCL

-Memasukan 15 mL

-Memasukan 2,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+HCL
17,5 mL

-Mengamati,Mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

320C

NaOH-H2SO4

NaOH

H2SO4

-Memasukan 2,5 mL

-Memasukan 15 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

35oC

H2SO4

NaOH

-Memasukan 5 mL

-Memasukan 12,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

36oC

NaOH

H2SO4

-Memasukan 7,5 mL

-Memasukan 10 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,Mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

36oC

NaOH

H2SO4

-Memasukan 10 mL

-Memasukan 7,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

38oC

NaOH

H2SO4

-Memasukan 12,5 mL

-Memasukan 5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

37oC

NaOH

H2SO4

-Memasukan 15 mL

-Memasukan 2,5 mL

-Mengukur dan mencatat

-Mengukur dan mencatat

temperatur masing-masing

temperatur masing-

larutan

masing larutan

-Mengambil harga rata-rata

-Mengambil harga rata-rata


Campuran
larutan
NaOH+H2SO4
17,5 mL

-Mengamati,mencatat sebagai
temperatur akhir (TA)

35oC

F. Hasil Pengamatan dan Perhitungan

a. Hasil Pengamatan Stokiometri CuSO4 - NaOH


Volume

Volume

T NaOH

T CuSO4

TM (0C)

TA ( 0C)

NaOH (ml)
20
15
10
5

CuSO4 (ml)
5
10
15
20

(0C)

(0C)
290C
290C
300C
290C

32,50C
31,50C
320C
310C

350C
330C
350C
310C

360C
340C
340C
320C

T (0C)
2,50C
1,50C
30C
00C

b. Stokiometri Asam-Basa
NaOH-HCL
Volume

Volume

T NaOH

NaOH

HCL

(0C)

T HCL

TM (0C)

TA (0C)

320C
310C
310C
380C
31,50C
320C

330C
330C
340C
350C
330C
32oC

T (0C)

(0C)

(mL)
(mL)
2,5
15
5
12,5
7,5
10
10
7,5
12,5
5
15
2,5
NaOH-H2SO4

320C
320C
320C
440C
320C
330C

320C
300C
300C
320C
310C
310C

Volume

Volume

T NaOH

T H2SO4

NaOH(mL)
2,5
5
7,5
10
12,5
15

H2SO4(0C)
15
12,5
10
7,5
5
2,5

(oC)
33oC
32oC
33oC
32oC
31oC
31 oC

(0C)
30,5 oC
33 oC
32 oC
31 oC
31 oC
31 oC

G. Pembahasan
Perhitungan
a. Stokiometri CuSO4 NaOH
1. Menghitung Suhu Mula-Mula (TM)

TM (OC)
31,75 oC
32,5 oC
32,5 oC
31,5 oC
31 oC
31 oC

TA (OC)
35 oC
36 oC
36 oC
38 oC
37 oC
35 oC

10C
20C
30C
30C
1,50C
00C

T (0C)
3,25 oC
3,5 oC
3,5 oC
6,5 oC
6 oC
4 oC

T m 1=

T 1 NaOH +T 1CuSO 4 36 c+ 29 c
=
=32,5 c
2
2

T m 2=

T 2 NaOH + T 2CuSO 4 34 c +29 c


=
=31,5 c
2
2

T m 3=

T 3 NaOH +T 3 CuSO 4 34 c+30 c


=
=32 c
2
2

T m4 =

T 4 NaOH +T 4 CuSO 4 32 c +30 c


=
=31 c
2
2

2. Menghitung Perubahan Suhu (T)


T1=TA1-TM1=35oC-32,5oC=2,5oC
T2=TA2-TM2=33oC-31,5oC=1,5oC
T3=TA3-TM3=350C-32oC=3oC
T4=TA4-TM4=31oC-31oC=0oC

Stokiometri NaOH-HCL

1. Menghitung Suhu Mula-Mula (TM)

T m 1=

T 1 NaOH +T 1 HCL 32 c +32 c


=
=32 c
2
2

T m 2=

T 2 NaOH + T 2 HCL 32 c +30 c


=
=31 c
2
2

T m 3=

T 3 NaOH +T 3 HCL 34 c+30 c


=
=31 c
2
2

T m4 =

T 4 NaOH +T 4 HCL 44 c +32 c


=
=38 c
2
2

2)

T m 5=

T 5 NaOH +T 5 HCL 32 c+ 31 c
=
=31,5 c
2
2

T m 6=

T 6 NaOH +T 6 HCL 33 c+31 c


=
=32 c
2
2

Menghitung Perubahan Suhu (T)


T1=TA1-TM1=33oC-32,oC=1oC
T2=TA2-TM2=33oC-31,5oC=2oC
T3=TA3-TM3=350C-32oC=3oC
T4=TA4-TM4=38oC-35oC=3oC
T5=TA5-TM5=33oC-31,5oC=1,5oC
T6=TA6-TM6=31oC-31oC=0oC

c. Stokiometri NaOH-H2SO4
1) Menghitung Suhu Mula-Mula (TM)
T m 1=

T 1 NaOH +T 1 H 2 SO 4 33 c+ 30,5 c
=
=31,75 c
2
2

T m 2=

T 2 NaOH + T 2 H 2 SO 4 32 c+ 33 c
=
=32,5 c
2
2

T m 3=

T 3 NaOH +T 3 H 2 SO 4 33 c+32 c
=
=32,5 c
2
2

T m4 =

T 4 NaOH +T 4 H 2 SO 4 32 c+31 c
=
=31,5 c
2
2

T m 5=

T 5 NaOH +T 5 H 2 SO 4 31 c+31 c
=
=31 c
2
2

T m 6=

T 6 NaOH +T 6 H 2 SO 4 31 c+ 31 c
=
=31 c
2
2

2)

Menghitung Perubahan Suhu (T)


T1=TA1-TM1=35oC-31,75,oC=3,25oC
T2=TA2-TM2=36oC-32,5oC=3,5oC
T3=TA3-TM3=360C-32,5oC=3,5oC
T4=TA4-TM4=38oC-31,5oC=6,5oC
T5=TA5-TM5=37oC-31oC=6oC
T6=TA6-TM6=35oC-31oC=4oC

GRAFIK

Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume NaOH

Hubungan T NaOH terhadap Volume NaOH


37
36
35
34

T NaOH (0 c) 33
32
31
30

10

15

Volume NaOH (mL)

Grafik hubungan antara T CuSO4 terhadap volume CuSO4

20

Hubungan T CuSO4 terhadap Volume CuSO4


30.2
30
29.8
29.6
29.4

T CuSO4 (0 c) 29.2
29
28.8
28.6
28.4

10

15

20

Volume CuSO4 (mL)

Grafik Hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan

Stokiometri CuSO4-NaOH
36
35
34
33

T A NaOH CuSO (o c) 32
31
30
29

Perlakuan NaOH-CuSO4 Ke-

Grafik hubungan antara T terhadap banyaknya perlakuan

Hubungan T terhadap banyaknya perlakuan


3.5
3
2.5
2

T NaOH-HCL(0 c) 1.5
1
0.5
0

Perlakuan NaOH-CuSO 4 ke-

Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume NaOH

Hubungan T NaOH terhadap volume NaOH

T NaOH (0 c)

35.5
35
34.5
34
33.5
33
32.5
32
31.5
31
30.5
2,5

7,5

10

12,5

15

Volume NaOH (mL)

Grafik hubungan antara T HCL terhadap volume HCL

Hubungan T HCL terhadap volume HCL


32.5
32
31.5
31

T HCL (0 c) 30.5
30
29.5
29
2,5

7,5

10

Volume HCL (mL)

Grafik hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan

12,5

15

Hubungan TA terhadap banyaknya perlakuan

TA NaOH-HCL(0 c)

35.5
35
34.5
34
33.5
33
32.5
32
31.5
31
30.5

Perlakuan NaOH-HCL ke-

Grafik hubungan antara T terhadap banyak perlakuan

Hubungan T terhadap banyaknya perlakuan


3.5
3
2.5
2

T NaOH-HCL (0 c) 1.5
1
0.5
0

Perlakuan NaOH-HCL ke-

Grafik hubungan antara T NaOH terhadap volume H2SO4

Hubungan T NaOH terhadap volume NaOH


33.5
33
32.5
32

T NaOH (0 c) 31.5
31
30.5
30
2,5

7,5

10

12,5

15

Volume NaOH (mL)

Grafik hubungan antara T H2SO4 terhadap volume H2SO4

Hubungan T H2SO4 terhadap volume H2SO4

T H2SO4 (0 c)

33.5
33
32.5
32
31.5
31
30.5
30
29.5
29
28.5
2,5

7,5

10

Volume H2 SO4 (mL)

Grafik hubungan antara TA terhadap banyaknya perlakuan

12,5

15

Hubungan TA terhadap banyaknya perlakuan

TA NaOH-H2 SO4 (0 c)

38.5
38
37.5
37
36.5
36
35.5
35
34.5
34
33.5

Perlakuan NaOH-H 2SO 4 ke-

Grafik hubungan antara T terhadap banyak perlakuan

Hubungan T terhadap banyaknya perlakuan


40
35
30
25

T NaOH-H2 SO4 (0 c) 20
15
10
5
0

Perlakuan NaOH-H 2 SO 4 ke-

Pembahasan

a) Stokiometri CuSO4-NaOH
Memasukan 20 ml larutan NaOH lalu diukur temperaturnya menghasilkan 360C
kemudian tambahkan 5 ml CuSO4yang temperaturnya 290C,setelah tercampur volumenya
berubah menjadi 25 ml dan temperaturnya menjadi 350C,kemudian masukan lagi 15 ml
NaOH temperaturnya 34oC lalu tambahkan 10 ml CuSO4yang temperaturnya 290C kemudian
dicampurkan sehinga volumenya menjadi 25 ml dan temperaturnya menjadi 33oC,berikutnya
masukan lagi 10 ml NaOH yang temperaturnya 34oC kemudian tambahkan 15 ml CuSO4
yang temperaturnya 30oC,lalu dicampurkan menghasilkan volume 25 ml dan temperaturnya
32oc lalu ditambahkan 20 ml CuSO4 yang temperaturnya 30oC kemudian dicampurkan maka
volumenya menjadi 20 ml dan temperaturnya menjadi 31oC.
Persamaan Reaksi : CuSO4(aq) + NaOH(aq)

Cu(OH)2 (aq) + Na2SO4 (aq)

b) Memasukan 2,5 ml larutan NaOH kedalam gelas kmia kemudian diukur


temperaturnya yaitu 32o C . berikutnya dicampurkan dan menghasilkan volume 17,5
mL dan temperaturnya menjadi 33o C. kemudian tambahkan 12,5 HCl yang
temperaturnya 30o C kemudian dicampurkan menghasilkan volume 17,5 mL dan
temperature 33o C lalu masukkan lagi 7,5 mL NaOH yang temperaturnya 32o C lalu
ditambahkan 10 mL HCL yang temperaturnya 30o C. lalu campurkan dan
menghasilkan volume 17,5 mL dan temperaturnya 34o C. berikutnya masukkan 10
mL NaOH yang temperaturnya 44o C lalu ditambahkan 7,5 mL HCl yang
temperaturnya 31o C kemudian dicampurkan dan menghasilkan volume 17,5 mL dan
temperaturnya 33o C . selanjutnya masukkan 7,5 mL NaOH yang temperaturnya 32 oC
lalu tambahkan 10 ml HCL yang temperaturnya 30 oC.lalu dicampurkan dan masukan
volume 17,5 ml dan temperaturnya 34 oC.berikutnya masukan 10 NaOH yang
temperaturnya 31oC kemudian di campurkan dan menghasilkan volume 17,5 ml
yang temperaturnya 35oC .Selanjutnya masukan 12,5 ml NaOH yang temperaturnya
31oC menghasilkan volume 17,5 ml dan temperaturnya 33oC di tambahkan 5 ml HCL
yang temperaturnya 31oC menghasilkan volume 17,5 ml dan temperaturnya
33oC,berikutnya masukan 5 ml NaOH yang temperaturnya 33oC.
Persamaan reaksi : NaOH (aq) + HCL (aq)
NaCL (aq) + H2O (aq)
c) Stokiometri NaOH-H2SO4
Memasukan 25 ml NaOH kedalam gelas kimia kemudian di ukur temperaturnya
yaitu 32oC,setelah itu tambahkan 15 mL H2SO4 yang temperaturnya 30,5oC lalu
dicampurkan menghasilkan volume 17,5 ml dan temperaturnya 30,5oC,berikutnya

masukan 5 ml NaOH yang temperaturnya 32oC lalu tambahkan 12,5 ml H2SO4 yang
temperaturnya 33oC,lalu di campurkan menghasilkan volume 17,5 ml dan
temperaturnya 36o.
Persamaan reaksi : NaOH (aq) + H2SO4 (aq)

Na2SO4 (aq) + H2O (aq)

H. Kesimpulan

Stoikiometri (stoichion=unsure,metron=pengukuran)adalah cabang fisika yang


mempelajari perbandingan massa unsur dalam senyawa dan perhitungan variabel

yang langsung berhubungan dengan susunan dan reaksi fisika.


Menentukan temperatur optimum

1. CuSO4-NaOH
a. 20 NaOH+5 CuSO4=35oC
b. 15 NaOH+10 CuSO4=33oC
c. 10 NaOH+15 CuSO4=35oC
d. 5 NaOH+20 CuSO4=31oC

2. NaOH-HCL
a. 2,5 NaOH+15 HCL=33oC
b. 5 NaOH+12,5 HCL=33oC
c. 7,5 NaOH+10 HCL=34oC
d. 10 NaOH+7,5 HCL=35oC
e. 12,5 NaOH+5 HCL=33oC
f. 15 NaOH+2,5 HCL=32oC
3. NaOH-H2SO4
a. 2,5 NaOH+15 H2SO4=35oC
b. 5 NaOH+12,5 H2SO4=36oC

c. 7,5 NaOH+10 H2SO4=36oC


d. 10 NaOH+7,5 H2SO4=38oC
e. 12,5 NaOH+5 H2SO4=37oC
f. 15 NaOH+2,5 H2SO4=35oC
I.

Kemungkinan Kesalahan
Kurang teliti dalam perhitungan

Daftar Pustaka
Buku Penuntun Praktikum,2012. Kimia Dasar.Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Gorontalo:UNG
Chang. Raymond, 2002. Kimia dasar. Konsep-konsep inti, Jakarta. Erlangga.
Chemistry.2012 stokiometri.dapat di akses di Hhtp://www.chem-15-try.org/kimia
dasar/stokiometri.html (di akses pada tanggal 22 November 2012 pukul 19.00 wita)
Jurnal Pdf.2012 variasi kontinyu dan stokiometri.dapat di akses di
http://jurnalpdf.info/pdf/variasi kontinyu dan stokiometri.html (di akses pada tanggal 22
November 20112 pukul 19.00 wita)
Petrucci, Ralph H. 1985. Kimia Dasar, Prinsip dsn Terapan Modern. Jakarta: Erlangga.

TUGAS AWAL

1. Buatlah grafik stokiometri CuSO4-NaOH


2. Grafik stokiometri NaOH-HCL
3. Grafik stokiometri NaOH-H2SO4

JAWABAN
1. Grafik stokiometri CuSO4-NaOH

Stokiometri CuSO4-NaOH
36
35
34
33

T A (0 c) 32
31
30
29

3
Perlakuan ke-

2. Grafik stokiometri NaOH-HCL

Stokiometri NaOH-HCL

T A (0 c)

35.5
35
34.5
34
33.5
33
32.5
32
31.5
31
30.5

Perlakuan ke-

3. Grafik stokiometri NaOH-H2SO4

Stokiometri NaOH-H2SO4

T A (0 c)

38.5
38
37.5
37
36.5
36
35.5
35
34.5
34
33.5

3
Perlakuan ke-