Anda di halaman 1dari 7

TOKOH TOKOH ILMU

PENGETAHUAN PADA MASA


BANI ABBASIYAH

Disusun Oleh :
Nama : Anindia Arifah
Kelas : VIII 1
SMPN 253 JAKARTA

1. Ibnu Sina (370 H 428 H / 980 M 1037 M)

Abu Ali Al-Husaini bin Abdullah bin Sina (Ibnu Sina) adalah seorang ahli
kedokteran Muslim. Ia dilahirkan di Bukhara 370 H/980 M. Beliaau
dibesarkan di lembah Sungah Daljah dan Furat, tepi selatan Laut
Kaspia, kawasan Bukhara. Di sana ia banyak belajar ilmu pengetahuan
dan ilmu agama. Ia mendalami filsafat, biologi dan kedokteran.
Pada usia 17 tahun, ia telah emmahami seluruh teori kedokteran
melebihi sipa pun. Ibnu sina diangkat menjadi penasihat para dokter
yang praktik pada masa itu. Ia dikenal sebagai Bapak Kedokteran
Dunia. Bukunya yang terkenal adalah Qanun fi Al-Thibb (Dasar-Dasar
Ilmu Kedokteran). Ia juga menulis buku berjudul Asy-Syifa' dan An-Najat.

2. Al-Farabi (870 M 950 M)

Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlagh al-Farabi
dilahirkan di Farab dan meninggal di Aleppo. Pada masa kecil, ia dikenal
sebagai anak yang cerdas. Ia banyak belajar ilmu agama, bahasa Arab,
Turki dan Persia. Ia berpindah di Bagdad selama 20 tahun. Berikutnya
pindah ke Haran untuk belajar filsafat Yunani kepada beberapa orang
ahli seperti Yuhana bin Hailan.
Ia menguasai 70 bahasa, sehingga ia menguasai banyak ilmu
pengetahuan, yang paling menonjol adalah ilmu mantik. Kemahirannya
dalam

ilmu

mantik

melebihi

Aristoteles.

Ia

kemudian

dikenal

sebagai guru kedua dalam ilmu filsafat. Al-Farabi memasukkan ilmu


logika dalam kebudayaan Arab.
Dalam bidang filsafat, AlFarabi lebih menitikberatkan pada persoalan
kemanusiaan, seperti akhlak, kehidupan intelektual, politik dan seni. Ia
termasuk ke dalam filsuf kemanusiaan dan berpendapat bahwa antara
filsafat dan agama tidak bertentangan.

3. Ibnu Rusyd

Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd (w. 595 H / 1198 M) lahir
di Kordoba, Spanyol. Ia dibesarkan dalam keluarga yang tegun
menegakkan agama dan berpengetahuan luas. Neneknya seorang ahli
fikih dan tokoh politik yang berpengaruh serta hakim agung di Andalusia.
Ibnu Rusyd belajar matematika, astronomi, filsafat, dan kedokteran
kepada Ibnu Basykawal, Ibnu masarroh dan Abu Ja'far Harun. Beliau
dikenal orang barat dengan nama Averroes, lewat karyanya yaitu AlKulliyat yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Pemikiranpemikiran Ibnu Rusyd sangat berpengaruh di negara-negara Eropa, dan
banyak dikaji di tingkat universitas. Ia adalah seorang tokoh muslim
yang ahli dalam bidang filsafat dan kedokteran.

4. Al-Khawarizmi ( 780 M 850 M)

Nama lengkapnya adalah Abu Ja'far Muhammad bin Musa AlKhawarizmi. Ia termasuk tokoh dalam bidang matematika. Dia dikenal
sebagai bapak Aljabar. Di barat, dikenal dengan sebutan Algoarismi /
Algorism,

yaitu

aritmatika

atau

ilmu

hitung

desimal

dengan

menggunakan angka arab. Istilah algoritma disandarkan pada namanya


tersebut. Ia juga ahli dalam bidang astronomi dan geografi.
Pemikiran Al-Kawarizmi dalam bidang matematika diakui oleh dunia,
bahkan masih berpengaruh dan dimanfaatkan hingga sekarang. Hasil
karyanya adalah penemuan angka nol, dan tabel-tabel trigonometri.
Aljabar dalam matematika merujuk pada karyanya, yaitu Hisab al-Jabr
wal Muqabalah (kalkulasi integral dan persamaan). Ia memiliki karya
tentang teori segitiga sama kaki, yang dijelaskan cara menghitung luas
segitiga, jajar genjang, lingkaran, dan cara menghitung tinggi sebuah

segitiga sampai pada harga phi (), perbandingan keliling sebuah


lingkaran terhadap garis tengah.
Karyanya dalam bidang astronomi adalah Zij As-Sindhind, yang
menjelaskan tetnang penanggalan, perhitungan letak matahari, bulan
dan planet-planet secara benar. Buku ini juga menjelaskan tetnang
peredaran benda-benda angkasa, astrologi, perhitungan gerhana dan
penampakan bulan.
Dalam bidang geografi, Al-Khawarizmi menuulis buku Surah Al-Ardh
(bentuk bumi), yang membahas tentang garis lintang, garis bujur kotakota, gunung-gunung, laut, pulau dan sungai-sungai pada peta bumi.
Dialah

yang

pertama

kali

menciptakan

geografi

bumi

dan

menggambarkan peta Benua Afrika.


Para tokoh ilmuwan Muslim setelah Al-Khawarizmi adalah Al-Khazim,
Giyatuddin Jamsid al-Kasyi, Abu Wafa Al-Bayazani dan Umar Khayam
Al-Khazim adalah ilmuwan muslim dalam bidang matematika yang
mampu memecahkan soal-soal archimides. Ia berasal dari Khurasan.
Karya-karyanya dalam bidang matematika antara lain Al-Masail AlAdadiyah, Mathalib Juz'iyyah fil Qura Al-Mustaqimah dan Syakl Al-Katta.
Ghiyatuddin Jamsid al-Kasyi, adalah seorang tokoh dalam bindang ilmu
falak. Teori bilangannya dan teknik komputasinya tidak ada yang
menandingi saat itu. Ia berhasil memecahkan dalil binamial, menghitung
nilai dan menciptakan mesin hitung. Hasil karyanya yang terkenal
adalah Ar Risalah al-Muhtiyyah.
Abu Wafa Al-bayazani ahli dalam bidang astronomi dan matematika. Ia
mengembangkan trigonometri. Karyanya antara lain Fi Ma Yahtaju Ilaihil
Kitab wal Ummal min Ilmil Hisab. Yang mebahas tentang aritmetika.
Alkamil yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Al Handasah yang
ditulis dalam bahasa Rab dan persia.

5. Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah seorang tokoh ahli tasawuf. Dia termasuk tokoh alrian
tasawuf sunni, bersama Abu Qasim Al-Qusairi. Perkembangan ilmu
tasawuf

ditandai

degnan

peralihan

dari

tasawuf

ke

zuhud.

Perkembangan selanjutnya adalah tasawuf akhlaki dan falsafi. Tasawuf


falsafi berdasarkan pada AL_Qur'an dan Hadis. Tasawuf ini dinamakan
tasawuf sunni.
Tasawuf falsafi bercampur dengan metafisika. Tasawuf ini disebtu
tasawuf flsafat. Tokohnya adalah Zunnun Al-Misri dan Abu Yazid al
Bustami. Al-Ghazali sebagai tokoh tasawuf, banyak mengkritik ahli
filsafat, seperti yang tertuang dalam karyanya Tahafutul Falasifah
maupun Tahafut al-Tahafut. Di antara karyanya yang terkenal adalah
Ihya' Ulumuddin (Menghidupkan kembali ilmu-Ilmu agama), maupun
'Ajaibul Qalbi (keajaiban-keajaiban hati)