Anda di halaman 1dari 11

MATA KULIAH

PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN II


REVIEW TUGAS

DOSEN PEMBIMBING:
Ir. H. SYaferius., M.Si

DI SUSUN OLEH:
ANDI MAHFUZ HAREFA
1310015111067

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR


UNIVERSITAS BUNG HATTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

Arsitektur, sebuah kosa kata yang identik dengan rancang bangun (desain), yang sudah ada
sejak manusia secara sadar bahwa salah satu kebutuhan yang hakiki adalah wadah yang dapat
memfasilitasi mereka untuk melakukan aktivitas sehar-hari. Mskipun pada awalnya desain wadah
(bangunan) yag dimaksud sangat primitif sesuai kondisi dan kebutuhan manusia pada awalnya,
namun dari masa ke masa kompleksitas aktivitas, kebutuhan dan pengetahuan juga mengalami
peningkatan seiring dengan kemajuan pengetahuan maupun pengenalan terhadap aspek arsitektur.
Dengan demikian arsitektur tidak hanya berkenaan dengan kebutuhan hunian semata-mata sebagai
manifestasi dari pemenuhan kebutuhan terhadap wadah penyelenggaraan aktivitas sepanjang hari
hingga malam, akan tetapi juga terkait dengan aktivitas lainnya semisal berdagang, rekreasi,
transportasi, penginapan maupun perkantoran.
Arsitektur pada umumnya didefinisikan sebagaiIlmu yang mempelajari tentang lingkungan
binaan ruang (ruang dalam=bangunan dan ruang luar=alam) atau seni penciptaan ruang dan
bangunan untuk memberi wadah kepada kehidupan bersamaDefenisi lain mengenai perancangan
arsitektur ialah mengintegrasikan sejumlah komponen dengan suatu metoda dan sesuai
persyaratan-persyaratan tertentu sehingga tercipta suatu ruang atau komposisi ruang bagi kegiatan
dan kehidupan manusia.
Arsitektur memang suatu seni, tetapi berbeda dengan seni lukis atau seni pahat, arsitektur
sangat terikat pada banyak persyaratan fungsional, sosial, teknis, iklim dan lainnya. Kepekaan estetis
perlu bagi calon arsitek, tetapi diimbangi dengan kepekaan sosial dan pengembangan rasio.
Arsitektur berpijak diantara keduanya.SenidanTeknologi bagaikan dua kutub yang
berseberangan dan aspek nilai guna satu titik lain di atasnya, sehingga membentuk segitiga (bentuk
stabil). Seni dan teknologi harus seimbang saling mengisi, bagaikan tubuh dan roh. Arsitektur yang
didominasi oleh teknologi akan terasa hambar, kaku,monotonuntuk itu diperlukan seni. Arsitektur
yang didominasi oleh seni akan terasamubazir,over actingdan diragukan kekuatannya. Arsitektur
yang tidak memenuhi aspeknilai gunaadalah sampah (seperti garam yang tidak asin).
Arsitektur adalah sebuah usaha untuk mempertemukan teori dan aplikasi praktis, sehingga
didapatkan praxis. Sebagai contoh, ketika Vitruvius yang hidup di jaman Romawi menulis kesepuluh
buku Tentang Arsitektur (Decem Libri de Architectura)-nya, ia mengajukan tiga prinsip arsitektur:
venustas (keindahan), utilitas (kegunaan), dan firmitas (kekokohan). Di satu sisi, dengan mengajukan
tiga prinsip tersebut Vitruvius meletakan apa yang ia anggap sebagai prinsip perancangan bagi
seorang arsitek yang ingin menghasilkan karya bermutu. Sedangkan di sisi lain, dalam ide Vitruvius
tersirat sebuah teori estetika yang bisa dirunut asalnya dari pemikiran Klasik Yunani; sebuah
pemikiran yang menghubungkan keindahan, kebaikan, dan kebenaran menjadi sebuah trinitas. Jadi,
ketika Vitruvius meletakan ketiga prinsip aplikasi arsitektural dalam bukunya, tersirat sebuah niatan
untuk mempertemukan aspek praktikal dengan aspek teoritis (mungkin dapat dikatakan bahwa buku
ini merupakan sebuah transisi dari ranah teoritis ke ranah praktek). Melalui ketiga prinsip itu, sebuah
teori estetika (beserta berbagai implikasinya) akan menjiwai proses perancangan sebuah karya
arsitektur.
Kisah Vitruvius bukan satu-satunya narasi tentang niatan untuk mempertemukan teori dan
praktek dalam arsitektur. Ada banyak sekali contoh narasi seperti ini, seperti kisah perwujudan
pemikiran humanis Renaissance dalam sebuah teknik representasi yang dikembangkan pada masa
Renaissance; yakni teknik gambar perspektif (teknik gambar perspektif ini juga dipraktekan dalam
TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

seni lukis Barat semenjak quattrocento). Contoh kisah yang lain adalah kerja sama antara arsitek
Peter Eisenman dan filsuf Jacques Derrida dalam perancangan Choral Works di dekade 1980an.
Marcus polio vitruvius . Tentu nama ini sedikit asing bagi sebagian orang. Namun siapa
sangka, ia adalah perintis arsitektur klasik yang cukup melegenda di seluruh dunia. Karyanya pun
sangat mempengaruhi peradaban manusia, bahkan sampai saat ini. Ahli sejarah menyebutnya
sebagai arsitek Romawi yang besar. Sebagian besar buku yang ia tulis berhubungan dengan
bangunan dan arsitektur. Tapi bila dilihat lebih dekat, ia juga banyak berbicara tentang perencanaan
kota, material bangunan, dan akustik. Dia juga banyak menjelaskan tentang jam air dan jam
matahari. Selain itu ia juga menulis artikel-artikel tentang astronomi, obat-obatan, musik, seni, dan
bahkan hukum.
Sekitar satu abad sebelum masehi, seorang ilmuwan besar bernama Marcus Vitruvius Pollio
dilahirkan. Vitruvius adalah seorang penulis romawi, arsitek, dan juga seorang ahli mesin selama ia
melakukan wajib militer untuk Romawi. Sedikit tentang kehidupan Vitruvius, nama panggilannya
adalah Marcus. Sejarah kehidupannya dapat ditemukan pada karyanya yang masih bertahan, yaitu
buku berjudul De Architectura. Lahir di masyarakat Romawi, Vitruvius kemudian menjadi seorang
arsitek dan ahli mesin. Ia kemudian mengabdikan dirinya untuk militer dibawah kekuasaan Julus
Caesar di kota Hispania dan Gaul. Sebagai seorang ahli mesin di bidang militer ,spesialisasinya adalah
membuat mesin perang untuk angkatan bersenjata Romawi. Pada tahun-tahun terakhir masa
pemerintahan kaisar Augustus, melalui saudara perempuannya Octavia Minor, mendorong Vitruvius
untuk pensiun dari pekerjaannya. Octavia juga menjamin kebebasan finansialnya. Setelah Augustus
wafat, Vitruvius memutuskan untuk pensiun. Kemudian, ia menuliskan karya-karyanya dibawah
perlindungan Octavia. Tanggal kematiannya tidak diketahui, hal ini menunjukkan bahwa dia hanya
menikmati sedikit popularitas selama hidupnya.
Buku De architectura adalah karyanya yang paling fenomenal. Saat ini lebih dikenal dengan
nama The Ten Book on Architecture, adalah karya bangsa Yunani yang dipersembahkan untuk kaisar
Augustus. Buku ini adalah satu-satunya buku utama dalam arsitektur yang bisa bertahan dari zaman
Yunani. Dikarenakan banyak karya-karya yang musnah karena peperangan dan lain hal. Selain
dikenal melalui tulisannya, ia juga adalah seorang arsitek. Satu-satunya bangunan yang diketahui
dirancang oleh Vitruvius, adalah Basilika di Fanum Fortunae, cikal bakal dari kota Fano. Basilika
adalah bangunan yang dipakai untuk pengadilan, bangunan administrasi, pernah pula beralih fungsi
menjadi gereja pada masa Kristen awal. Basilika sudah lama hancur, namun pemerintah Yunani
melakukan usaha untuk merekonstruksinya kembali.
Pada makalah ini akan membahas tentang teori yang telah dilahirkan oleh marcus pollio
Vitruvius yang kita kenal dengan teori Vitruvius, bagaimana sejarah teori tersebut di lahirkan dan
bagaimana perkembangannya melewati zaman yang kemudian selalu berkembang bahkan sebagian
teorinya telah digunakan oleh tokoh tokoh arsitek dunia dari dulu hingga sekarang. Pada dasarnya
teori Vitruvius adalah teori yang lahir pada zaman klasik yaitu zaman kerajaan yunani kuno dan
romawi kuno, namun teori Vitruvius berkembang seiring zaman mulai dari zaman renaissance, pasca
modern, post modern, modern, hingga sekarang ini.
Selain teori Vitruvius yang tetap berkembang, berkat beliau lah jasa seorang arsitek di
butuhkan dan nama arsitektur di kenalkan kepada masyarakat. Walaupun defenisi dari arsitektur
berbeda setiap analogy para ahli dalam bidangnya masing masing, namun yang pasti adalah arsitek
selalu berbeda dengan seni lukis dan seni pahat. Arsitektur merupakan seni dalam perancangan
sehingga hasil dan desainnya berupa sesuatu yang real (nyata) sehingga tidak hanya berupa
imajinatif atau hanya berupa kesenangan batin saja.

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

BAB II
TINJAUAN TERHADAP TEORI VIRTUVIUS

Marcus pollio Vitruvius atau kita kenal dengan nama Vitruvius merupakan nama besar yang
legendaris sebagai arsitek dan insinyur di Romawi yang hidup pada abad 1 yang menulis buk
buku
arsitektur tertua yang sempat ditemukan oleh pakar barat.
Vitruvius telah membuat sebuah karya tulis dalam sepuluh buku yang dikenal dengan the
ten book on architecture. Kesepuluh buku terbut merupakan cikal bakal dari sebuah teori arsitketur
yang sampai
ampai saat ini masih terus di gunakan. Buku I memuat tentang pendidikan mendasar bagi
seorang arsitek, hal - hal yang berhubungan dengan dasar
dasar-dasar
dasar estetika serta berbagai prinsip
tentang teknik bangunan, mekanika, arsitektur domestik bahkan sampai perencanaan
perencanaan perkotaan.
Buku II memaparkan evolusi arsitektur utamanya yang berkaitan bengan masalah material. Buku III,
tentang bangunan peribadatan. Buku IV menguraikan berbagai tipe bangunan peribadatan
khususnya yang berhubungan dengan tata atur (orders) dan teori proporsi. Buku V memuat tentang
bangunan-bangunan
bangunan fasilitas umum seperti teater. Buku VI mengulas tentang keberadaan rumah
pribadi. Buku VII berisikan penggunaan material bangunan sedangkan pada buku VIII berisi tentang
sistem perolehan atau pasok air.
r. Adapun buku IX mengungkapkan hal
hal-hal
hal yang berhubungan dengan
astronomi dan buku X menjelaskan tentang konstruksi, mekanika dan permesinan.
Dari kesepuluh buku tersebut para arsitek dapat merumuskan tentang teoti Vitruvius yang
tertuju pada pengertian arsitektur terurai dalam tiga komponen pokok. Komponen komponen
tersebut yang dalam pengertiannya sering disebut sebagai komponen struktur atau konstruksi atau
kekuatan Firmistas,, komponen fungsi atau guna Utilitas dan komponen keindahan dan estetika
Venustas.

UTILITAS
THE TEN BOOKS ON
ARCHITECTURE

FIRMITAS

VENUSTAS

Diagram Perumusan Teori Vitruvius.


Teori tersebut dirumuskan dalam buku Architecture and Phylosophys, Winand Klassen
(1992) mengungkapkan bahwa ketiga komponen diatas firmistas terwujud dalam istilah daya tahan
atau keawetan (durability).Di dalam bahasa arsitektur istilah tersebut adalah aspek struktur atau
konstruksi. Komponen utilitas dimaksudkan sebagai perangkat yang dapat menyamankan kehidupan
penghuni atau pemakai (convenience) ditafsirkan sebagai fun
fungsi
gsi atau manfaat. Adapun komponen
ketiga venustas, adalah dimaksudkan sebagai aspek keindahan (beauty). Hal ini oleh bahasa
arsitektur pantas disebut dengan istilah estetika.

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

BAB III
APLIKASI TEORI VITRUVIUS

A. UTILITAS (FUNGSI)
Makna Fungsi dalam pengertian sederhana adalah kegunaan, Fungsi juga dapat dimaknai
sebagai suatu cara untuk memenuhi keinginan.Fungsi timbul sebagai akibat adanya kebutuhan
manusia dalam mempertahankan dan mengembangkan hidup.
Fungsi Menurut GEOFFREY BROADBENT:
Fungsi adalah apa saja yang diekspresikan dan diinformasikan arsitektur. Ada 6 fungsi

ENVIRONMENTAL FILTER (Penangkal Faktor Lingkungan)


CONTAINER ACTIVITY (Wadah Kegiatan)
CAPITAL INVESTMENT (Investasi/ Penanaman Modal)
SYMBOLIC FUNCTION (Fungsi Simbolik)
BEHAVIOR MODIFIER (Pengarah Perilaku)
AESTHETIC FUNCTION (Fungsi Estetika)

Fungsi Menurut CHRISTIAN NORBERG SCHULTZ:


Fungsi adalah tugas dan pekerjaan yang harus dijalankan oleh sebuah lingkungan Ada 4 fungsi :

PHYSICAL CONTROL (Pengendali Faktor Alam)


FUNCTIONAL FRAME (Kerangka Fungsi)
SOCIAL MILIEU (Lingkungan Sosial)
CULTURAL SYMBOLIZATION (Simbol Budaya)

Fungsi Menurut LARRY R. LIGO


Fungsi adalah tugas atau efek yang ditimbulkan arsitektur Ada 5 fungsi :

STRUCTURE FUNCTIONAL (Fungsi Struktur)


PHYSICAL FUNCTION (Fungsi Fisik)
PSYCHOLOGICAL FUNCTION (Fungsi Psikologis)
SOCIAL FUNCTION (Fungsi Sosial)
CULTURE / EXISTENTIAL FUNCTION (Fugsi Budaya)
Fungsi Menurut JAN MUKAROWSKY

Fungsi adalah segenap potensi arsitektur untuk memberikan makna terhadap lingkungan Ada 5
fungsi :

EXPRESSIVE FUNCTIONAL (Fungsi Ekspresi)


AESTHETIC FUNCTION (Fungsi Estetik)
ALLUSORYFUNCTION (Fungsi Kenangan)
TERRITORIAL FUNCTION (Fungsi Teritori/ Batas)
REFERENTIAL FUNCTION (Fugsi Acuan)

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

Dari beberapa pendapat yang mengungkapkan tentang makna dan penegertian fungsi, jika kita
berbicara dalam konteks arsiterktural makan pendapat tersebut ada kaitannya dengan metode
perancangan dalam arsitektur.
Makna Fungsi dalam Arsitektur:
1) Fungsionalisme Bentuk
Peran fungsi dalam bentuk arsitektur memiliki makna paling awal. Paling banyak dikenal dan paling
lazim.Form Follow Function memiliki pengertian bahwa segala rancangan arsitektur terjadi karena
fungsi. Setiap bangunan yang memiliki fungsi akan mengalami Pembedaan bagian bangunan
menurut tujuannya.Rancangan bangunan di peruntukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan
bentuk berasal dari keinginan pemakai.
2) Fungsionalisme Konstruksi
Struktur, konstruksi dan bahan bangunan sampai batas tertentu memiliki kedudukan yang lebih
tinggi Form Follow Structure Function mengandung makna bahwa bentuk berasal dari syarat
sistem struktur, konstruksi dan bahan bangunan. Sebuah rancangan pembangunan menurut
penggunaan struktur, konstruksi yang jujur, jelas dan wajar tanpa disembunyikan dan rancangan
struktur untuk tujuan estetik melalui elemen strukturnya sendiri
3) Fungsionalisme Ekspresi
Memperlihatkan GUNA dan STRUKTUR secara bersama sama dalam arsitektur. Bentuk merupakan
wujud dari kegunaan / fungsi di dalamnya, secara simbolik melukiskan fungsi. Rancangan bangunan
memperlihatkan struktur & konstruksi serta peralatan bangunan secara menonjol
4) Fungsionalisme Geometris
Mencoba mengabaikan guna dan memusatkan perhatian pada cara dimana geometri bangunan
berfungsi secara visual.Function Follow Form memiliki arti makna Penciptaan bentuk bukan untuk
menyesuaikan dengan guna, tetapi akibat penyesuaian bentuk geometris itu sendiri, kesederhanaan
bentuk dengan geometri dan bebas dari ornament, nilai estetis didapat dari pengolahan elemen
geometri
5) Fungsionalisme Organis
Karya arsitektur tidak hanya fungsional tetapi juga organis(bentuk sebagai suatu proses kehidupan
yang alamiah) Bentuk dan Fungsi Identik bahwa karya arsitektur berwawasan lingkungan, bentuk
tercipta dari fenomena alam dan penggalian gagasan dari mahluk hidup. Fungsi bangunan adalah
aktifitas yang menciptakan bentuk, sehingga bentuk adalah fungsi dari keseluruhan
6) Fungsionalisme Ekonomis
Pendekatan ekonomi dalam proses penciptaan karya arsitektur, bentuk terjadi akibat pemakaian
peralatan dan bahan secara ekonomis, penggunaan metode dan cara yang paling efektif dan efisien

7) Fungsionalisme Kultural
Penciptaan karya arsitektur dengan menempatkan manusia secara sentral Form Follow Culture,
bentuk berasal dari pola perilaku, kondisi sosial budaya pemakai. Bentuk dijiwai oleh kehidupan
manusia, watak, kecenderungan dan nafsu serta cita-cita

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

Di ilhami dari teori yang telah di tulis oleh Vitruvius yang mennyatakan bahwa
convenience, when the arrangement of the apartments is faultless and presents no hindrance to
use, and when each class of building is assigned to its suitable and appropriate exposure;..
(Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.) Pada utilitas yang ditekankan adalah
pengaturan ruang yang baik, didasarkan pada fungsi, hubungan antar ruang, dan teknologi bangunan
(pencahayaan, penghawaan, dan lain sebagainya). Pengaturan seperti ini juga berlaku untuk
penataan kota. Misalnya : dimana kita harus menempatkan kuil, benteng, dan lain-lainya di ruang
kota.
Dalam proses penciptaan suatu karya arsitektur fungsi juga sejalan dengan proses tersebut.
Unsur pemakai/pengguna, pemilihan komponen bangunan, penyusunan ruang, pengolahan bentuk
dan proses penciptaan lainnya akan dideteksi dari fungsi setiap aspek. Karena fungsi adalah proses,
maka akan mengarah pada satu tujuan dan karenanya arsitektur diciptakan. Fungsi mengacu pada
keseluruhan / totalitas karya arsitektur. Dalam sistem arsitektur, fungsi dipengaruhi oleh
kecenderungan perilaku yang timbul dalam setiap tahapan prosesnya. Sebagai suatu sistem, maka
fungsi berada dalam keterkaitan antara komponen satu dengan lainnya

B. FIRMITAS (STRUKTUR)
Firmitas adalah syarat bahwa suatu bangunan harus kuat, kokoh memikul beban sendiri dan
beban lain. Dalam komponen virmitas Vitruvius memberikan pemahaman bahwa sebuah bangunan
yang dirancang membutuhkan sistem konstruksi agar bangunan dapat dihuni dan digunakan, inilah
yang memberikan pembeda antara arsitektur dan seni rupa, atau seni pahat.
Struktur dan arsitektur sangat terkait dalam beragam hubungan, mulai dari dominasi
struktur secara penuh pada arsitektur hingga pengabaian yang penuh tethadap aspek struktural
demi memperoleh bentuk dan pengolahan estetika . Menurut Macdonald (2002), hubungan antara
arsitektur dan struktur (konstruksi) dapat dikelompokkan menjadi lima bagian
a) Ornamentasi struktur merupakan salah satu versi yang mana bangunan hanya memiliki
perlindungan struktur yang terlihat dengan beberapa penyesuaian yang minimal terhadap
alasan visual.
b) Struktur sebagai ornament, meliputi penggunaan pendekatan yakni struktur diekspresikan
dalam rangka menghasilkan bangunan yang estetik melalui penggunaateknologi yang
terkenal, akan tetapi tujuan visualnya tidak sesuai dengan logika structural.
c) Struktur sebagai arsitektur, dimana implementasi penggunaan struktur bukan sebagai
ornament.
d) Struktur sebagai penghasil bentuk, adalah penggambaran dari hubungan antara struktur dan
arsitektur yang kriterianya lebih mengedepankan aspek struktur sangat mempengaruhi
bentuk bangunan meskipun strukturnya tidak diekspos.
e) Struktur diabaikan dalam proses pengolahan bentuk dan bukan bagian dari pembentukan
estetika, pengembangan struktur baja dan beton, yang sangat fleksibel untuk perencanaan
banguna tanpa mempertimbangkan bagaimana struktur dapat dibangun, sehingga
kebebasan bentuk dapat dibangun selama bentuknya tidak terlalu besar.
Selain dari pada konstruksi, sebuah struktur juga akan dibantu kekokohannya dengan
pemilihan bahan material yang tepat sehingga beban yang terjadi pada bangunan dapat tersalurkan
dengan baik ke tanah. suatu bangunan itu tersusun secara benar (constructed firmly) sehingga
konstruksi tersebut akan kokoh, memang semua pihak akan sependapat. Namun dalam pengamatan
secara sekilas, diinformasikan bahwa material material bangunan yang ada bukan hanya sekedar
dituntut kekokohan atau kekuatannya belaka, tetapi perlu kualitas lainnya juga terungkap.
TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

Dikutip dalm buku Vitruvius then ten book on architecture, Durability will be assured
when foundations are carried down to the solid ground and materials wisely and liberally
selected; (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III). Firmitas yang dimaksud
Vitruvius mencakup penyaluran beban yang baik dari bangunan ke tanah dan juga pemilihan
material yang tepat. Vitruvius menjelaskan setiap material yang ia pakai dalam bangunannya, seperti
batu bata, pasir, kapur, pozzolana, batu dan kayu. Setiap material dijelaskan mulai dari karakteristik
dari tiap jenis-jenisnya hingga cara mendapatkanya/membuatnya. Kemudian, ia menjelaskan
metode membangunnya (konstruksi).

C. VENUSTAS (ESTETIKA)
Venustas secara harafiah berarti sifat-sifat utamaDewi Venus, diartikan keindahan yang memang
menjadi ciri lahirah dewi ini.
Perspektif arsitektur barat memandang estetika sebagai sebuah aspek yang berhubungan
dengan fenomena keindahan alam ataupun keindahan obyektif pada sebuah benda yang dilihat.
Berdasarkan sudut pandang ini, maka secara garis besar basis tingkatan estetika terdiri dari tiga
bagian yaitu (1). tingkatan pertama yang berfokus pada kulaitas material warna, suara, gerak, sikap
serta reaksi fisik lannya; (2). tingkatan kedua yakni penyusunan dan pengorganisasian terhadap
konfigurasi struktur bentuk melalui pertimbangan harmonis, kontras, seimbang, kesatuan yang
selaras dan kesatuan yang utuh danSusunan hasil pengamatan yang terkait dengan perasaan
(Dharsono dalam Soebroto, 2008).
Pada sisi lain perspektif nusantara (Indonesia) memandang estetika dari filsafat, karena
keragaman kebudayaan nusantara menempatkan estetika pada filsafat keindahan, melalui
paradigma mikrokosos (alam kecil) dan makrokosmos (alam raya). Paradigma ini memposisikan
manusia sebagai unsur mikrokosmos yang tidak terpisahkan dengan Tuhannya sebagai
makrokosmos, yang seringkali tidak dapat diungkapkan melalui bahasa sehingga dimanifestasikan
melalui simbol atau kiasan.
Dalam kutipan karya tulis Vitruvius menyatakan and beauty, when the appearance of the
work is pleasing and in good taste, and when its members are in due proportion according to correct
principles of symmetry. (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III). Proporsi dan
simetri merupakan faktor yang dianggap Vitruvius mempengaruhi keindahan. Hal ini ia dasarkan
pada tubuh manusia yang setiap anggota tubuhnya memiliki proporsi yang baik terhadap
keseluruhan tubuh dan hubungan yang simetrikal dari beberapa anggota tubuh yang berbeda ke
pusat tubuh. Hal ini, kemudian, diilustrasikan oleh Leonardo daVinci pada Vitruvian Man.
The Vitruvian Man yang terkenal di dunia gambar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci di
sekitar tahun 1487 . Hal ini disertai dengan catatan berdasarkan pekerjaan Vitruvius. Yang
menggambar, yang berada di pena dan tinta di atas kertas, menggambarkan seorang laki-laki
telanjang dalam dua angka dilapiskan keatasnya dengan posisi tangan dan kaki terpisah dan secara
bersamaan ditulis dalam lingkaran dan persegi. Teks dan gambar yang kadang-kadang disebut dari
proporsi atau Canon, sering kurang, proporsi Man. Akan disimpan di Gallerie dellAccademia di
Venesia, Italia, dan, seperti kebanyakan karya di atas kertas, hanya kadang-kadang ditampilkan.
Gambar yang didasarkan pada correlations proporsi manusia yang ideal dengan geometri
yang dijelaskan oleh Arsitek Romawi kuno Vitruvius dalam Buku III dari risalah-Nya Architectura De.
Vitruvius menggambarkan manusia sebagai tokoh utama sumber proporsi antara Klasik pesanan
arsitektur. Seniman telah berusaha untuk menggambarkan konsep, dengan kurang sukses.
Menggambar secara tradisional yang bernama dalam kehormatan dari arsitek.

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

Venustas merupakan daya seni yang ditonjolkan dalam sebuah sebuah bangunan sehingga
rancangan bangunan tidak monoton dan hanya berupa onggokan batu saja. Untuk menghadirkan
unsure seni dalam arsitektur dapat diterapkan dalam sebuah desain.
Dalam buku III misalnya, Vitruvius menetapkan unsur simetri sebagai prinsip pertama di
dalam penataan bangunan. Prinsip berikutnya adalah proporsi perbandingan bagian yang terdapat
dalam satu benda atau bentuk yang terutama diaplikasikan pada tiang-tiang yang oleh Vitruvius
dikelompokan menjadi berbagai jenis sesuai dengan temuannya di kuil Romawi. Di sini bagianbagian bangunan yang berhubungan dengan tiang dan balok diatasnya mendapat perhatian penuh.
Dalam buku yan ke IV, Vitruvius mengemukakan asal-usul ketiga order dan proporsi Capital
Corintian. Dari sini ia lebih jauh menjabarkan ornamen order tersebut serta melanjutkannya dengan
penjelasan mengenai proporsi Kuil Doric. Pembagian ruangan, penghadapan kuil yang harus
kebagian langit Barat (bila ada upacara perngorbanan pelaksanaan acara akan menghadap ke Timur)
juga diaturnya. Ketentuan tersebut berhubungan dengan pintu yang juga tunduk pada kaidah
proporsi dan tata letak vertikal maupun horizontal.

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067

BAB IV
KESIMPULAN
Tujuan umum Arsitektur menurut Marcus Vitruvius Pollio adalah Arsitektur tergantung pada
susunan penataan, keselarasan dalam pergerakan simetri, kesesuaian dan ekonomi. Seperti halnya
media komunikasi yang lainnya, arsitektur memiliki bahasa tersendiri di dalam mengungkapkan
pesan, keinginan dan harapan. Bahasa / alat komunikasi dalam arsitektur adalah Bangunan(bentuk
dan ruang). Bangunan yang menampilkan kearsitekturan dengan baik adalah bangunan yang
mengandung sejumlah komunikasi secara menyeluruh, terpadu dan seimbang. Keseimbangan ini
menurut Vitruvius adalah berdasarkan asas-asasconvenience, solid and lasting strength, beauty
Convenienceberarti ketepatan atau pencarian pada kecocokan fungsi,solid and lasting strength
berarti kekuatan bangunan tersebut,sedangkanbeautydalah keindahan atau pencarian pada
rancangan yang peka dan imajinativ.
Secara garis besar ketiga komponen yang menjadi acuan utama dalam metode perancangan
teori Vitruvius akan terus mengalami kemajuan dan melewati zaman ke zaman. Keselarasan
komponen utilitas, firmitas, dan venustas merupakan keberhasialan desain dalam sebuah
perancangan arsitektur tanpa menginggalkan ketiga komponen komponen.
Sampai saat sekarang ini, teori Vitruvius terus diterapkan dan mengalami tahap
perkemabangan di setiap komponennya. Hal ini di sesuaikan dengan kebutuhan humanism dan
perkembangan kebudayaan mansyarakat, sehingga terjadi penekanan dan pemngembangan unsure
pada setiap komponennya.

TEORI ARSITEKTUR, FTSP, Jurusan Teknik Arsitektur UNIVERSITAS BUNG HATTA.

ANDI MAHFUZ HAREFA


1310015111067