Anda di halaman 1dari 12

No. ID/ Nama Peserta : dr.

Octiara Gisca Amilia


No. ID/ Nama Wahana : RSUD Sungai Dareh
Topik : Hiperemesis Gravidarum
Presenter : dr. Octiara Gisca
Tanggal Kasus : 9 November 2015
Amilia
Tanggal Presentasi : 18 November 2015
Pendamping : dr.Sujito
Tempat Presentasi : RSUD Sungai Dareh
Objektif Presentasi :
Tinjauan
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Bayi
Anak
Dewasa
Lansia
Bumil
Neonatus
Remaja
Deskripsi : Perempuan , 24 tahun. Mengeluh mual dan muntah sejak 1bulan
SMRS , yang memberat sejak 1 hari yang lalu. Pasien muntah lebih dari 10
kali dalam sehari. Muntah setiap diisi makanan (+). Lemas (+).Nafsu makan
menurun. Keluhan disertai nyeri pada ulu hati.Saat ini pasien sedang hamil
12 minggu. Hamil anak pertama. HPHT 7 Agustus 2015. BAB dan BAK dbn.
Tujuan : Mendiagnosis dan menatalaksana yang tepat pada kasus
Hiperemesis Gravidarum
Bahan
Tinjauan
Bahasan
Cara

Riset

Pustaka
Diskusi

Membahas
Diskusi
Data Pasien
Nama : Ny. N / 24 Tahun
Nama Wahana : RSUD Sungai Dareh
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
Diagnosis / Gambaran Klinis :

Presentasi &

Kasus

Audit

Email

Pos

No. Registrasi :
Terdaftar Sejak : 09 -11- 2015

Pasien sedang hamil anak pertama , umur kehamilan 12 minggu.


mual dan muntah sejak 1bulan SMRS , yang memberat sejak 1 hari yang lalu.
Pasien muntah lebih dari 10 kali dalam sehari.
Muntah setiap diisi makanan (+).
Lemas (+)
Nafsu makan menurun.
Nyeri ulu hati (+)
Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ada riwayat HT,DM,Jantung, Asma,Alergi.Maag.
Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada keluarga yang mengalami sakit serupa dengan pasien

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum / Kesadaran : tampak sakit sedang / compos mentis


Tekanan darah : 90/60 mmHg
Frekuensi nadi : 104 x/mnt

Frekuensi nafas : 22 x/mnt


Suhu : 36,8 oC
Status Generalis
o Kepala : Normocephal
o Mata : konjungtiva anemis (-/-), skela ikterik (-/-), pupil bulat isokhor,
o Hidung : pernafasan cuping hidung (-)
o Telinga : normotia, liang telinga lapang.
o Mulut : mukosa kering, sianosis (-)
o Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis tidak teraba
Perkusi : batas jantung kanan : ICS IV PSL dextra, batas jantung

Paru

kiri : ICS 5 MCL sinistra, pinggang jantung : ICS 3 PSL sinistra


Auskultasi : BJ I/II regular, murmur (-), gallop (-)
Inspeksi : simetris, retraksi (-)
Palpasi : vocal fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : suara nafas vesicular (+/+), rhonki (-/-), wheezing

(-/-)
Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi :TFU: 2 jari diatas simpisis, turgor kembali agak lambat,

nyeri tekan (-)


Perkusi : tympani seluruh kuadran
Auskultasi : bising usus (+) normal
o Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik CRT < 2 , edema (-).
Pemeriksaan Penunjang
Lab darah :
-

Hb
: 12,9 gr%
Leukosit
: 9.900/mm3
Trombosit : 256.000/mm3
Hematokrit : 42 vol%
Plano test (+)

Diagnosis
G1P0A0 gravida 11-12 minggu dengan Hiperemesis Gravidarum
Penatalaksanaan
Non farmakologi
Bedrest total
Farmakologis
IVFD D10% guyur 1kolf
IVFD D5% : RL 3:1 + drip neurobion 1 amp dalam D5% 20 tts/i
Ondansetron 4 mg 3x1 (i.v)
Ranitidin 2x1 amp (i.v)
Prognosis

Quo ad vitam : ad bonam


Quo ad fungsionam : ad bonam
Quo ad sanationam : ad bonam

Daftar Pustaka
1. Wibowo B, Soejono A: Hiperemesis Gravidarum dalam Ilmu Kebidanan. Edisi ketiga
cetakan ketujuh. Jakarta; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. 2005: 275-280.
2. Mochtar R. Hiperemesis Gravidarum dalam Sinopsis Obstetri.Edisi 2 cetakan pertama.
EGC.Jakarta.1998.195-197
3. Hiperemesis Gravidarum, www.medicastore.com.

Hasil Pembelajaran

Menegakkan diagnosis Hiperemesis Gravidarum


Memberikan penatalaksanaan yang tepat terhadap kasus Hiperemesis
Gravidarum

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN


1. SUBJEKTIF

Perempuan , 24 tahun. Mengeluh mual dan muntah sejak 1bulan SMRS ,


yang memberat sejak 1 hari yang lalu. Pasien muntah lebih dari 10 kali
dalam sehari. Muntah setiap diisi makanan (+). Lemas (+).Nafsu makan
menurun. Nyeri ulu hati (+). Saat ini pasien sedang hamil 12 minggu. Hamil
anak pertama. HPHT 07 Agustus 2015. BAB dan BAK dbn.

2. OBJEKTIF

Keadaan Umum / Kesadaran : tampak sakit sedang / compos mentis


Tekanan darah : 90/60 mmHg
Frekuensi nadi : 104 x/mnt
Frekuensi nafas : 22 x/mnt
Suhu : 36,8 oC
Status Generalis
o Kepala : Normocephal
o Mata : konjungtiva anemis (-/-), skela ikterik (-/-), pupil bulat isokhor,
o Hidung : pernafasan cuping hidung (-)
o Telinga : normotia, liang telinga lapang.
o Mulut : mukosa kering, sianosis (-)
o Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis tidak teraba
Perkusi : batas jantung kanan : ICS IV PSL dextra, batas jantung

o
o

Paru

kiri : ICS 5 MCL sinistra, pinggang jantung : ICS 3 PSL sinistra


Auskultasi : BJ I/II regular, murmur (-), gallop (-)
Inspeksi : simetris, retraksi (-)
Palpasi : vocal fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : suara nafas vesicular (+/+), rhonki (-/-), wheezing

(-/-)
Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi :TFU: 2 jari diatas simpisis, turgor kembali agak lambat,
nyeri tekan (-)
Perkusi : tympani seluruh kuadran
Auskultasi : bising usus (+) normal
Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik CRT < 2 , edema (-).
Status Obstetri : Strie gravidarum (-)
TFU 2 jari diatas simpisis pubis.

3. ASSESMENT ( Penalaran Klinis)

Definisi
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berat pada
wanita hamil, sehingga pekerjaan sehari-harinya terganggu dan
keadaan umum menjadi buruk. Hiperemesis gravidarum biasanya
terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu sering terjadi pada
kehamilan pertama dan cendrung untuk terjadi lagi pada kehamilan
berikutnya.
Etiologi
Penyebab pasti hiperemesis gravidarum belum diketahui. Tidak ada
bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik, juga tidak
ditemukan

kelainan

biokomia.

Beberapa

faktor

predisposisi

hiperemesis gravidarum yaitu:


1

Faktor yang paling sering adalah primigravida, mola hidatidosa dan


gemelli.

Masuknya vili korialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan


metabolik akibat kehamilan serta resistensi yang menurun dari
pihak ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik.

Alergi sebagai salah satu respon dari jaringan ibu terhadap anak
juga disebut sebagai salah satu faktor organik.

Faktor psikologik memegang peranan penting pada penyakit ini.

Patofisiologi
Ada yang menyatakan bahwa perasaan mual adalah akibat dari
meningkatnya kadar estrogen, oleh karena keluhan ini terjadi pada
trimester I. Pengaruh fisiologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin
berasal dari susunan syaraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan
lambung. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil, meskipun
demikian mual dan mutah dapat berlangsung berbulan-bulan.
Hiperemesis

gravidarum.

ini

dapat

menghabiskan

cadangan

karbohidrat dan lemak yang dipakai untuk keperluan energi. Karena


oksidasi lemak yang tidak sempurna terjadilah ketosis. Kekurangan cairan
yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan

dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi sehingga aliran darah


ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan
oksigen ke jaringan berkurang dan tertimbunnya zat metabolik yang toksik.
Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan pada kehamilan muda dan
muntah terus-menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun
harus dipikirkan pula kehamilan muda dengan penyebab lain seperti
neoplasma, hipertiroidisme, gangguan saluran cerna, pielonefritis, infeksi
keracunan dan lain-lain. Batas jelas antara mual dalam kehamilan yang
masih fisiologik dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. Ada yang
mengatakan bisa lebih dari 10 kali muntah, akan tetapi bila keadaan umum
penderita

terpengaruh,

sebaiknya

ini

dianggap

sebagai

hiperemesis

gravidarum.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan pasien lemah, apatis
sampai koma, nadi meningkat sampai 100 kali per menit, suhu meningkat,
tekanan darah turun, atau ada tanda dehidrasi lain. Pada pemeriksaan
elektrolit

darah

ditemukan

kadar

natrium

dan

klorida

turun.

Pada

pemeriksaan urin dapat ditemukan keton.


Hiperemesis gravidarum yang terus-menerus dapat menyebabkan
kekurangan makanan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin,
sehingga pengobatan perlu segera diberikan.
Menurut berat ringannya gejala dapat dibagi dalarn 3 tingkatan yaitu:
Stadium

I :

Terjadi muntah yang terus menerus, ibu lemah, nafsu

makan menurun, berat badan menurun, nyeri epigastrium,


nadi > 100x/menit, tekanan darah sistole menurun, turgor
menurun, lidah mengering dan mata cekung.
Stadium

II :

Penderita tampak lemah dan apati, turgor menurun, lidah

kering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu


kadang-kadang meningkat dan mata sedikit ikterik. Berat
badan menurun, tekanan darah turun, hemokonsentrasi,

oliguria, serta aseton dapat tercium dalam pemafasan dan


dapat ditemukan dalam urine.
Stadium III : Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran
menurun dari somnolen sampai koma. Bisa berakibat fatal
berupa terjadinya ensefalopati wernickke dengan gejala
nistagmus, diplopia dan perubahan mental

Penatalaksanaan
Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum dengan jalan
memberikan penjelasan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu
proses yang fisiologis, berikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang
muntah merupakan hal yang fisiologis pada kehamilan muda dan akan
hilang kemudian.
1 Obat-obatan. Apabila dengan cara tersebut di atas keluhan dan gejala
tidak berkurang maka diperlukan pengobatan. Tetapi perlu diingat
untuk tidak memberikan obat yang teratogen. Sedativa yang sering
diberikan adalah phenobarbital, vitamin yang dianjurkan yaitu vitamin
B1 dan B6, antihistaminika juga dianjurkan seperti dramamin, avomin.
Pada

keadaan

metoklopramide,

lebih

berat

disiklomin

diberikan

hidrokhloride

antiemetik
atau

seperti

khlorpromazin.

Penanganan hiperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di


rumah sakit. Apabila muntah terus berlangsung perlu diambil langkahlangkah yang sesuai untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit
lain, misalnya gastroenteritis, kolesistitis, pankreatitis, hepatitis, ulkus
peptikum, pielonefritis, dan perlemakan hati pada kehamilan.

2 Hiperemesis gravidarum tingkat I, II dan III harus dirawat inap di


rumah sakit.
a Yang menjadi pegangan untuk memasukkan pasien ke rumah
sakit sebagai berikut:
i Semua yang dimakan dan diminum dimuntahkan, apalagi
bila telah berlangsung lama
ii Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berat badan normal
iii Dehidrasi, yang ditandai dengan turgor yang kurang dan
lidah kering
iv Adanya keton dalam urine.
b Kadang-kadang pada beberapa wanita, hanya tidur di rumah
sakit saja telah banyak mengurangi mual muntahnya.
c Isolasi. Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, cerah
dan peredaran udara yang baik hanya dokter dan perawat yang
boleh keluar masuk kamar sampai muntah berhenti dan pasien
mau makan. Catat cairan yang masuk dan keluar dan tidak
diberikan makan dan minum dan selama 24 jam. Kadangkadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau
hilang tanpa pengobatan.
3 Terapi psikologik. Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit
dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan,

kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik, yang


kiranya

dapat

menjadi

latar

belakang

penyakit

ini.

Dengan

diperbaikinya faktor-faktor psikologik ini, wanita yang bersangkutan


biasanya mengalami perbaikan bermakna selagi di rawat inap namun
biasanya kambuh setelah dipulangkan. Penanganan yang positif
terhadap masalah psikologis dan sosial akan bermanfaat.
4 Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan
protein dengan glukose 5% dalam cairan fisiologis sebanyak 2-3 liter
sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnya
vitamin B komplek dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein,
dapat diberikan pula asam amino secara intra vena. Dibuat daftar
kontrol cairan yang masuk dan yang dikeluarkan. Infus dilepas bila
kondisi pasien benar-benar telah segar dan dapat makan dengan porsi
wajar (lebih baik lagi bila telah dibuktikan hasil laboratorium telah
normal) dan obat peroral telah diberikan beberapa saat sebelum infus
dilepas. Air kencing perlu diperiksa sehari-hari terhadap protein,
aseton, khlorida dan bilirubin. Suhu dan nadi diperiksa setiap 4 jam
dan tekanan darah 3 kali sehari. Dilakukan pemeriksaan hematokrit
pada permulaan dan seterusnya menurut keperluan. Bila selama 24
jam penderita tidak muntah dan keadaan umum bertambah baik
dapat dicoba untuk diberikan minuman, dan lambat laun minuman
dapat

ditambah

dengan

makanan

yang

tidak

cair.

Dengan

penanganan diatas, pada umumnya gejala-gejala akan berkurang dan

keadaan akan bertambah baik. Jika pasien dengan usaha di atas tetap
muntah, makanan diberikan melalui sonde hidung.
5 Penghentian kehamilan. Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak
menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan
medik dan psikiatrik jika memburuk. Delirium, kebutaan, takikardi,
ikterus, anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi
organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk
mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapuetik
sering sulit diambil, oleh karena disatu pihak tidak boleh dilakukan
terlalu cepat, tetapi dilain pihak tidak boleh menunggu sampai terjadi
gejala

irreversibel

pada

organ

vital.

Gejala-gejala

untuk

mempertimbangkan abortus terapeutikus, ialah:


a Ikterus
b Delirium atau koma
c Nadi yang naik berangsur-angsur sampai di atas 130 kali/menit
d Suhu meningkat di atas 38 oC
e Perdarahan dalam retina
f

Uremi,

proteinuri,

intoksikasi.
Prognosa

silinder

yang

merupakan

tanda-tanda

Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gravidarum


sangat memuaskan. Namun demikian pada tingkat yang berat penyakit ini
dapat mengancam jiwa ibu dan janin.

4. PLAN
a) Diagnosis

: G1P0A0 gravida 11-12 minggu dengan

Hiperemesis Gravidarum

b) Penatalaksanaan :
Non farmakologi
Bedrest total
Farmakologis
IVFD D10% guyur 1kolf
IVFD D5% : RL 3:1 + drip neurobion 1 amp dalam D5% 20 tts/i
Ondansetron 4 mg 3x1 (i.v)
Ranitidin 2x1 amp (i.v)
Puasakan 6-8 jam
Diet makanan bertahap lunak
EDUKASI

Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit dan meyakinkan

pasien bahwa penyakit dapat disembuhkan


Memotivasi ibu dan menghilangkan rasa takut oleh karena kehamilan
Istirahat yang cukup dan mengurangi pemikiran terhadap masalah
Edukasi keluarga pentingnya motivasi dari keluarga dan suasana yang
tenang saat perawatan di rumah.

PROGNOSIS
Ad vitam

: ad bonam

Ad functionam : ad bonam

Ad Sanationam : ad bonam Pada hari ini tanggal

17 November

2015 telah dipresentasikan portofolio oleh :


Nama peserta

: dr. Octiara Gisca Amilia

Dengan judul

: Hiperemesis Gravidarum

Nama pendamping : dr. Sujito


Nama Wahana
N
O
1
2
3
4
5
6

Nama Peserta

: RSUD Sungai Dareh


Tanda Tangan

1
2
3
4
5
6
Berita acara ini disampaikan sesuai dengan yang

sesungguhnya.

Sungai Dareh ,18 November


2015
Pembimbing

(
)

dr.Sujito