Anda di halaman 1dari 31

Tugas Kelompok

Dosen Pembimbing : Ns.Ilhamsyah.,S.Kep.,M.Kep

Manajemen Keperawatan

Oleh :

KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.
5.
6.

NURFADILLAH SABIR
NUR AMALINA RAHMANG
SITI NUR AISYAH HAMID
RISKAWATI
RATNA JUWITA BONRO
NUR ISLAMIYAH

:
:
:
:
:
:

70300111063
70300111053
70300111075
70300111069
70300111067
70300111057

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014
KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr. Wb


Segala puji dan syukur senantiasa tercurahkan kepada Sang Agung, pemilik
segala-Nya, pemilik yang sesungguh-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali datang
dari Nya. Tiada kata yang patut diucapkan kecuali syukur Alhamdulillah atas
segala curahan rahmat dan hidayah-Nya serta limpahan kesehatan yang diberikan
kepada

kami,

sehingga

kami

dapat

menyelesaikan

tugas

Manajemen

Keperawatan tepat pada waktunya.


Tidak lupa juga kami kirimkan shalawat junjungan kami kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah memberikan harta yang tak ternilai harganya bagi
umat di dunia ini, semoga kebaikan senantiasa tercurahkan padanya.
Semoga saja makalah ini dapat memberikan pengetahuan baru dalam dunia
keperawatan maupun dalam dunia kesehatan, sebagai suatu acuan proses
pembelajaran selanjutnya.
Kami sadar dalam makalah ini, tidak lepas dari kesalahan ataupun
kekuarangan, sehingga kritik dan saran dari dosen pembimbing sangat kami
harapkan.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Samata-Gowa, 08 Oktober 2014

KELOMPOK 3

DAFTAR ISI

HalamanSampul
Kata pengantar..................................................................................................

Daftar isi............................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN..............................................................

A. Latar Belakang......................................................................................
B. Rumusan masalah.................................................................................
C. Tujuan...................................................................................................

1
1
2

BAB II PEMBAHASAN..........................................................................

A. Definisi dan Pentingnya perencanaan dalam manajemen keperawatan.........


B. Komponen (5 W + 1 H) .......................................................................

C. Kriteria Perencanaan ............................................................................


D. Lingkup Aplikasi Rencana Strategi......................................................
E. Metode Perhitungan Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit kesehatan.

7
9
11
22

BAB III PENUTUP...................................................................................

29

A. Kesimpulan...
B. Saran.....................................................................................................

29
29

Daftar Pustaka...................................................................................................

30

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
3

Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setap kegiatan


organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan
baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya.
Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk
memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena
itu, organisasi harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai
sebelum melakukan proses perencanaan.
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi,
sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam
mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam
jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi, perusahaan maupun kegiatan di
masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen,
karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusankeputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi
manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah
dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan
prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan
firasat (dugaan).
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan pentingnya perencanaan dalam manajemen keperawatan?
2. Bagaimana Komponen (5 W + 1 H) dan Kriteria Perencanaan (S :
Sistematis, M : Measurable, A : Accountable, R : Realistsi, T : Orientasi
pd waktu) dalam manajemen keperawatan ?
3. Bagaimana lingkup aplikasi rencana strategi kabid, kepala bangsal, pj
shift, kepala tim dan pembimbing klinik ?
4. Bagaimana metode perhitungan tenaga keperawatan di rumah sakit ?
C. Tujuan
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perencanaan dalam bidang
manajemen keperawatan, komponen dan kriteria dalam perencanaan

keperawatan, tugas-tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan yang ada di


rumah sakit serta perhitungan tenaga keperawatan yang dibutuhkan di sebuah
rumah sakit.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi dan Pentingnya perencanaan dalam manajemen keperawatan

1. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi
melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan
manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan
keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan
keperawatan, pengobatan dan rasa aman, kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
Manajemen mempunyai 4 fungsi yaitu :
a. Planning (perencanaan) sebuah proses yang dimulai dengan
merumuskan tujuan organisasi, sampai dengan menyusun dan
menetapkan rangkaian kegiatan untuk mencapainya. Melalui
perencanaan akan dapat ditetapkan tugas-tugas staf. Dengan tugastugas ini seorang pemimpin akan mempunyai pedoman untuk
melakukan supervisi dan evaluasi serta menetapkan sumber daya
yang dibutuhkan oleh staf dalam menjalankan tugas-tugasnya.
b. Organizing

(pengorganisasian)

adalah

rangkaian

kegiatan

manajemen untuk menghimpun semua sumber daya (potensi) yang


dimiliki oleh organisasi dan memanfatkannya secara efisien untuk
mencapai tujuan organisasi.
c. Actuating (directing, commanding, coordinating) atau penggerakkan
adalah proses memberikan bimbingan kepada staf agar mereka
mampu bekerja secara optimal dan melakukan tugas-tugasnya sesuai
dengan ketrampilan yang mereka miliki sesuai dengan dukungan
sumber daya yang tersedia.
d. Controling

(pengawasan,

monitoring)

adalah

proses

untuk

mengamati secara terus menerus pelaksanaan rencana kerja yang


sudah disusun dan mengadakan koreksi terhadap penyimpangan
yang terjadi.
2. Pengertian Perencanaan
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan
tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan

mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan


merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan

fungsi-fungsi

lain

pengorganisasian,

pengarahan,

dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana
informal atau rencana formal.
Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan
merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana
formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi
dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana
bersama anggota korporasi artinya, setiap anggota harus mengetahui dan
menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi
ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus
dilakukan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah : planning is the
selecting andrelating of fact and the making and using of assumption
regarding the future in thevisualization and formulating of proposed
activities believed necessary to achieve desired result.
Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan
apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau
perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat
diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.
Landasan dasar setiap perencanaan adalah kemampuan manusia untuk
secara sadar memilih alternatif masa depan yang dikehendakinya dan
kemudian mengarahkan daya upayanya untuk mewujudkan masa depan
yang dipilih tersebut. Perencanaan merupakan langkah utama yang
penting dalam keseluruhan proses manajemen agar faktor produksi yang
terbatas dapat diarahkan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Perencanaan merupakan spesifikasi dari tujuan
perusahaan yang ingin dicapai serta cara-cara yang akan ditempuh untuk
mencapai tujuan tersebut, hal ini berarti mengandung arti :
a. Penentuan tujuan

b. Pemilihan dan penentuan cara yang akan ditempuh


c. Usaha untuk mencapai tujuan tersebut
d. Kegunaan perencanaan/rencana kerja
e. Dapat membedakan arah bagi setiap kegiatan denganjelas
f. Dapat mengetahui apakah tujuan tersebut telah dicapai
g. Dapat memudahkan mengindentifikasikan hambatan
h. Dapat menghindarkan pertumbuhan dan perkembanganyang tak
terkendali.
3. Tipe-tipe perencanaan
a. Berdasarkan luasnya
1) Strategi,

rencana

yang

berlaku

bagi

organisasi

secara

keseluruhan, menjadi sasaran umum organisasi tersebut, dan


berusaha

menetapkan

organisasi

tersebut

ke

dalam

lingkungannya.
2) Operasional, rencana yang memerinci detail cara mencapai
sasaran menyeluruh. Rencana strategi cenderung mencakup
kerangka waktu yang lebih panjang, sedangkan rencana
strategik biasanya hanya kisaran bulanan, mingguan, dan harian.
Rencana

strategik

juga

mencakup

perumusan

sasaran,

sedangkan rencana operasional mendefinisikan berbagai cara


untuk mencapai sasaran
b. Berdasarkan kerangka waktu
1) Jangka Panjang
2) Jangka Pendek

c. Berdasarkan kekhususan
1) Pengarah, rencana yang fleksibel dan yang menjadi pedoman
umum
2) Pemerinci, rencana yang mendefinisikan dengan jelas dan
tidakmember ruang untuk penafsiran

d. Berdasarkan frekuensi
1) Sekali Pakai; rencana yang digunakan satu kali saja yang secara
khususdirancang untuk memenuhi kebutuhan situasi yang unik
2) Terus Menerus; rencana yang berkesinambungan yang menjadi
pedoman bagi kegiatan-kegiatan ang dilakukan secara berulangulang.
4. Hakekat Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang
akandilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya
yang akandialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun ke
depan.
a. Karakteristik dari Perencanaan Strategis
1) Hubungan dengan Formulasi Strategis
2) Evolusi dari Perencanaan Strategis
3) Manfaat dan keterbatasan dari Perencanaan Strategis
4) Struktur dan Isi Program
5) Hubungan Organisasional
b. Tujuan Perencanaan
1) Standar pengawasan
2) Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya
3) Mengetahui siapa saja yang terlibat Mendapatkan kegiatan yang
sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
4) Meminimalkan kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya,tenaga dan waktu Memberikan gambaran menyeluruh
mengenai kegiatan pekerjaan.
5) Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan.
6) Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemuig.
7) Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
c. Manfaat Perencanaan
1) Standar pelaksanaan dan pengawasan
2) Pemilihan alternatif terbaik

3) Penyusunan skala perioritas


4) Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5) Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan
lingkungan
6) Alat memudahkan dalam berkordinasi dengan pihak terkait
7) Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti
B. Komponen (5 W + 1 H)
Ada suatu target yang akan dicapai yaitu program. Di dalam suatu
perencanaan ada 5W dan 1H yaitu What, where, who, when. Why dan How.
1. What (apa)
Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah
perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
perencanaan tersebut.
a) Apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.
b) Dana sumber yang didapat.
c) Dana apa yang akan dihubungkan.
d) SDM
e) Sarana dan prasarana agar tercapai.
2. Where (dimana)
Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut
dilaksanakan.
a) Dimana kita melakukan kegiatan.
b) Berpegang kepada aspekbilitas (kemampuan untuk menyelesaiakan
diri)
c) Tersedianya tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan guna
menjamin kelancaran tugas.
3. When (kapan)
Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan
diakhiri.
a) Kapan kita melakukan tugas.
b) Kemampuan untuk mengelola waktu.

10

c) Memilih waktu yang tepat untuk mengisi waktu yang luang


4. Who (siapa)
Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.
a) Menganalisis kebutuhan tenaga kerja baik kuantitatif maupun
kwlalitatif.
b) Pola pembinaan karier.
c) Kebijaksanaan didalam pengolahan dan pengajian.
d) Metode dan teknik tentang pengadaan tenaga kerja yang
akandilaksanakan.
5. Why (mengapa)
Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan
mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
a) Rencana itu harus mempermudah suatu pekerjaan sehingga
mudahdilaksanakan.
b) Rencana itu harus mempunyai rincian yang cermat
6. HOW (bagaimana)
Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang
direncanakan tersebut.
Dengan melakukan kategori diatas, maka seorang manager akan mudah
dalam melaksanakan program atau kegiatan yang direncanakannya. Hal ini
dikarenakan,

metode

yang

dilakukannya

terpola

secara

baik

dan

berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang


pelaksanaan program atau kegiatan.

C. Kriteria Perencanaan (S: Sistematis, M : Measurable, A : Accountable, R :


Realistis, T : Orientasi pd waktu)
1. Sistematis
Kata yang pertama ini menekankan pentingnya menetapkan target
yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum

11

atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan
dipaparkan dengan bahasa yang lugas. Misalnya, tetapkan target seperti
ini: tingkatkan penjualan dari 500 menjadi 1000 buah apel dalam
sehari dan hindari tingkatkan omset dari penjualan apel per-hari.
Untuk menetapkan tujuan yang spesifik, anda harus menyampaikan
kepada tim seluruh harapan dan keinginan dengan spesifik, mengapa hal
ini penting, siapa yang akan terlibat, dimana akan dijalankan, dan atribut
apa saja yang penting. Suatu tujuan (target) yang spesifik biasanya akan
menjawab pertanyaan 5W ini:
a. What: apa yang ingin saya capai?
b. Why: Mengapa harus dicapai? (alasan yang spesifik; tujuan dan
keuntungan dari pencapaian target tersebut)
c. Who: Siapa yang terlibat?
d. Where: Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
e. Which: Identifikasi persyaratan untuk mencapai target dan kendala
yang menghalagi tercapainya target.
2. Measurable
Kata yang kedua menekankan pentingnya kriteria yang digunakan
untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target.
Filosofi yang melatar-belakangi poin ini adalah: Jika target tidak dapat
diukur, mustahil untuk mengetahui apakah anda telah membuat
kemajuan dalam mencapai tujuan akhirnya. Mengukur kemajuan akan
membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati
tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh
hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka
lebih dekat kepada tujuan.
Target yang terukur akan mampu menjawab salah satu pertanyaan :
a. Berapa banyak?
b. Bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai?
3. Accountable
Kata yang ketiga menekankan bahwa target harus realistis dan
dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa
12

standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa
mustahil untuk dicapai. Target yang ditetapkan akan dapat dicapai jika :
anda telah menentukan apa yang paling penting, lalu mampu
membayangkan langkah-demi-langkah untuk mewujudkannya. Untuk itu,
anda akan mengembangkan perilaku, kemampuan, keahlian, dan
kapasitas finansial untuk mencapainya.
Target yang accountable akan menjawab pertanyaan seperti :
a. How: Bagaimana target tersebut akan dicapai?
4. Realistis
Kata keempat menekankan pentingnya memilih target yang tepat.
Target yang dibuat oleh bank manager untuk membuat 50 sandwich isi
mentega kacang dan jeli sebelum jam 2 siang bisa jadi merupakan target
yang Sistematis, Measurable, Accountable, dan Timely, namun tidak
realistis. Seringkali anda membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk
mencapai target : sumber daya, masukan dari Champion, dan apapun
yang dapat membantu meruntuhkan tembok penghalang. Target yang
relevan untuk atasan anda, tim anda, dan organisasi anda akan
mendapatkan dukungan yang anda butuhkan itu.
Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim,
departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung
atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target
yang relevan.
Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ya untuk
semua pertanyaan ini :
a. Apakah target ini layak diperjuangkan?
b. Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
c. Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang
lain?
d. Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?
5. Timely
Kata kelima menekankan pentingnya menepatkan target dengan
kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target.
Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap fokus
menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan
lebih cepat. Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi

13

target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi.
Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.
Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut :
a. Kapan?
b. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari
sekarang?
c. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari
sekarang?
d. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?
D. Lingkup Aplikasi Rencana Strategi
1. Kepala Bidang
a. Tanggung Jawab
Secara struktural Kepala Bidang Perawatan bertanggung jawab
kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dalam :
1) Pelaksanaan Asuhan keperawatan
2) Kualitas Asuhan Keperawatan
3) Ketersediaan standar asuhan keperawatan
4) Pengembangan SDM Keperawatan
5) Usulan dan rekomendasi penempatan SDM Keperawatan

b. Wewenang
Kepala Bidang

Perawatan

dalam

melaksanakan

tugasnya

mempunyai wewenang:
1) Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan Asuhan
Keperawatan
2) Melakukan supervisi dalam rangka menjaga mutu Asuhan
Keperawatan
3) Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan
4) Mengawasi,
mengendalikan
dan
mengkoordinasikan
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan.
5) Memberikan usulan dan pertimbangan kepada atasan khususnya
yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.
c. Uraian Tugas
1) Melaksanakan Fungsi Perencanaan, meliputi:
a) Menyusun Visi dan Misi keperawatan yang menunjang Visi
dan misi rumah sakit.

14

b) Menyusun rencana kebutuhan tenaga perawat secara


keseluruhan

baik

secara

kuantitas/jumlah

dan

kualitas/kualifikasi
c) Menyusun rencana penempatan tenaga keperawatan sesuai
dengan kualifikasi, minat dan jumlah.
d) Menyusun program pengembangan Staf keperawatan sesuai
dengan kebutuhan pelayanan dirumah sakit.
e) Menyusun rencana program pengendalian mutu asuhan
keperawatan dan berperan serta dalam perencanaan
pelayanan rumah sakit.
f) Menyusun rencana anggaran biaya untuk kebutuhan
pengembangan staf perawatan
g) Menyusun rencana pengembangan sistem informasi Asuhan
Keperawatan.
h) Berperan serta dalam pengembangan pelayanan rumah

a)

sakit.
i) Merencanakan rapat koordinasi dengan instalasi terkait.
2) Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi:
Mensosialisasikan dan menjabarkan visi misi keperawatan kepada seluruh

b)

lapisan perawat.
Membuat indikator-indikator dan Standar Operasional Prosedur yang
menunjang pengendalian mutu pelayanan asuhan keperawatan dirumah

c)

sakit.
Membimbing dan mengarahkan kepala seksi, kepala ruangan dan ketua
tim serta perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang

d)

sesuai dengan visi misi keperawatan.


Membimbing dan mengarahkan kepala ruangan dan ketua tim serta
perawat pelaksana dalam penerapan standar operasional prosedur

e)

pelaksanaan asuhan keperawatan.


Melakukan supervisi secara berkala untuk menjaga mutu asuhan

f)

keperawatan dan menindaklanjuti hasil dari supervisi tersebut.


Berkoordinasi dengan instalasi/bidang terkait demi lancarnya pelaksanaan

g)

asuhan keperawatan
Menghitung kebutuhan tenaga perawat dan mengajukan usulan rekrutmen
tenaga perawat sesuai kebutuhan.

15

h)

Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait dalam penempatan

i)
j)

tenaga keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi.


Mengatur proses orientasi perawat baru.
Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait untuk pengembangan

k)

kemampuan perawat.
Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait serta institusi pendidikan
keperawatan untuk kelancaran proses bimbingan mahasiswa, khususnya

l)

yang menggunakan rumah sakit sebagai lahan praktek


Membimbing tenaga keperawatan dalam hal pendayagunaan dan

pemeliharaan alat.
m) Memberikan usulan kebutuhan fasilitas penunjang pelayanan asuhan
n)

keperawatan dirumah sakit.


Memberikan usulan dan pertimbangan kepada direksi untuk pemberian

o)

reward dan punishmant terhadap perawat.


Membuat laporan berkala dan laporan khusus bidang keperawatan dengan
menganalisa data pelaksanaan informasi, dokumen/laporan yang dibuat
oleh kasie/kepala ruangan untuk disampaikan kepada Wakil Direktur
Pelayanan Medik atau kepada Direktur.
3) Melaksanakan fungsi Pengawasan, pengendalian dan penilaian,

a)

meliputi :
Mengawasi, mengendalikan dan menilai penerapan kebijakan pelayanan

b)

asuhan keperawatan.
Mengawasi, mengendalikan

c)

keperawatan secara efektif dan efisien


Melaksanakan penilaian kinerja staf tenaga keperawatan, berkoordinasi

d)

dengan instalasi terkait dan bidang SDM.


Mengawasi, mengendalikan dan menilai mutu pelayanan asuhan

e)

keperawatan.
Berperan serta dalam penilaian pelaksanaan program bimbingan

f)

pendidikan keperawatan.
Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan peralatan secara

dan

menilai

pendayagunaan

tenaga

efektif dan efisien


d. Nama Jabatan Bawahan Langsung
Dalam melaksanakan tugasnya kepala bidang perawatan dibantu
oleh dua orang kepala seksi, yaitu :
1) Kepala Seksi Asuhan Keperawatan

16

2) Kepala Seksi Etika dan mutu Keperawatan


2. Kepala Bangsal/Kepala Ruangan
Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab
dan mengelola kegiatan pelayanan perawatan di satu ruang rawat.
a. Tugas Pokok
Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan Keperawatan di
ruang rawat yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
b. Uraian Tugas
1) Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :
a) Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan serta
tenaga lain sesuai kebutuhan.
b) Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang
diperlukan sesuai kebutuhan.
c) Merencanakan dan menetukan

jenis

kegiatan/asuhan

keperawatan yang akan diselenggarakan sesuai kebutuhan


pasien.
2) Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi :
a) Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan
pelayanan ruang rawat.
b) Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan
tenaga lain sesuai kebutuhan dan ketentuan atau peraturan
yang berlaku.
c) Melaksanakan program orientasi kepada tenaga perawatan
baru atau tenaga lain yang akan bekerja diruang rawat.
d) Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga
perawatan untuk melaksanakan asuhan keperawatan sesuai
ketentuan/standar.
e) Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara
bekerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam
pelayanan di ruang rawat.
f) Mengadakan pertemuan

berkala

dengan

pelaksana

perawatan dan tenaga lain yang berada diwilayah tanggug


jawabnya.
g) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang
perawatan antara lain melalui pertemuan ilmiah.

17

h) Mengenal jenis dan kegunaan barang/peralatan serta


mengusahakan pengadaannya sesuai kebuthan pasien agar
tercapai pelayanan yang optimal.
i) Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat
dan bahan lain yang diperlukan diruang rawat.
j) Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan
agar selalu dalam keadaan siap pakai.
k) Mempertangungjawabkan
pelaksanan

inventarisasi

peralatan.
l) Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan
keluarganya, meliputi penjelasan tentang peraturan rumah
sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada cara
penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari di ruangan.
m) Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite
dokter) untuk pemeriksaan pasien dan mencatat program
pengobatan,

serta

menyampikan

kepada

staf

untuk

melaksanakannya.
n) Mengelompokan pasien dan mengatur penempatannya di
ruang rawat menurut tingkat kegawatannya, infeksi dan non
infeksi untuk memudahkan pemberian asuhan keperawatan.
o) Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat
untuk mengetahui keadaanya dan menampung keluhan serta
membantu memecahkan masalah yang dihadapinya.
p) Mejaga perasan pasien agar merasa aman dan terlindungi
selama pelaksanaan pelayanan perawatan berlangsung.
q) Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien atau
keluarga dalam batas kewenangan.
r) Menjaga perasaan petugas agar merasa aman
terlindungi selama pelaksanaan

dan

pelayanan perawatan

berlangsung.
s) Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan dan
pelaporan asuhan keperawatan dan kegiatan lain yang
dilakukan secara tepat dan benar. Untuk tindakan perawatan
selanjutnya.

18

t) Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala ruang


yang lain, seluruh kepala bidang, kepala bagian, kepala
instalasi dan kepala unit di RS.
u) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik
antara

petugas,

pasien

dan

keluarganya,

sehingga

memberikan ketenangan.
v) Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.
w) Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan
makanan berdasarkan macam dan jenis makanan pasien,
kemudian memeriksa dan meneliti ulang saat penyajian
sesuai dengan diitnya.
x) Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
y) Membuat laporan harian dan bulanan mengenai
pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan, serta kegiatan
lain di ruang rawat.
3) Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian
meliputi :
a) Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
yang telah ditentukan.
b) Melaksanakan penilaian

terhadap

upaya

peningkatan

pengetahuan dan ketrampilan di bidang perawatan.


c) Mengawasi dan mengendalaikan pendayagunaan peralatan
perawatan serta obat-obatan secara efektif dan efisien,
d) Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan
kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain di
ruang rawat.
3. Pj Shift
Seorang perawat profesional yang diberi wewenag dan tanggung jawab
oleh kepala ruangan dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan
diruang perawatan pada shift pagi/sore/malam.
a. Uraian tugas
1. Tugas pokok
Membantu kepala ruangan dalam mengelola dan mengawasi
pelayanan asuhan keperawatan pada pasien dan keluarga
2. Tugas pelengkap :
a) Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas perawat
pengganti secara lisan maupun tulisan dengan benar dan
19

melakukan operan secara lepas atau langsung ketiap-tiap


pasien
b) Membantu kelancaran tersedianya alat-alat medis dan alat
kesehatan lainnya sesuai dengan standar
c) Memberikan tugas kepada perawat

pelaksana

agar

memberikan asuhan keperawatan berdasarkan kebutuhan


pasien serta selalu mendokumentasikannya sesuai SAK
yang berlaku pada format yang sudah tersedia
d) Memberikan pelayanan keperawatan diunit kerjanya dan
bekerjasama dengan tim medis dan non medis lainnya
dalam mengkoordinasikan seluruh pelayanan diruang
perawatan
e) Memelihara lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien
dan keluarga
f) Memberikan informasi kepada pasien dan kelurganya
tentang fasilitas rumah sakit, lingkungan perawatan dan tata
tertib yang berlaku dirumah sakit
g) Mendampingi dokter dan memberikan bantuan sesuai
dengan kebutuhan dokter disaat visite
a. Mempersiapkan dan memelihara catatan klinis pasien
b. Membantu kepala ruangan dalam menilai dan mengevaluasi
penampilan kerja perawat pelaksana dalam memberikan
pelayanan keperawatan secara individual melalui observasi
c. Mengidentifikasikan masalah yang timbul diruang
perawatan dan memecahkannya bersama-sama kepala
ruangan
d. Melaksnakan sistem pencatan dan pelaporan yang maksimal
sehingga tercipta sistem informasi rumah sakit yang dapat
dipercaya
e. Memelihara peralatan ( sarana dan prasarana ) agar selalu
dalam keadaan siap pakai
f. Mengawasi bawahan langsung

dalam

melaksanakan

tugasnya secara berkesinambungan


g. Memberikan pendapat/teguran/nasehat kepada bawahan
h. Menjaga agar kebutuhan standar keperawatan tersedia
lengkap dalam keadaan siap pakai diruangan
20

i. Mewakili kepala ruangan apabila berhalangan hadir atau


tidak masuk kerja
3. Tanggung jawab
Bertanggung jawab atas

kelancaran

keiatan

pelayanan

keperawatan diunit perawatan


4. Kepala Tim
Sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik
kepemimpinan. Ketua tim harus dapat membuat keputusan tentang
prioritas perencanaan, supervisi, dan evaluasi asuhan keperawatan.
Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi ketua tim, yakni
apakah berorientasi pada tugas atau pada klien. Tanggung jawab ketua
tim adalah :
a. Mengkaji setiap klien dan menetapkan rencana asuhan keperawatan.
b. Mengoordinasikan rencana asuhan keperawatan dengan tindakan
medis
c. Membagi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota
kelompok dan memberikan bimbingan melalui konferensi
d. Mengevaluasi pemberian asuhan keperawatan dan hasil yang dicapai
serta mendokumentasikannya.
e. Pengkajian merupakan proses yang berlanjut dan berkesinambungan.
Dapat dilakukan serah terima tugas.
f. Mengkoordinasikan rencana perawatan

yang

tepat

waktu,

membimbing anggota tim untuk mencatat tindak kepemimpinan


yang telah dilakukan
g. Meyakinkan semua hasil evaluasi berupa respon klien terhadap
tindakan keperawatan tercatat.
h. Menilai kemajuan semua klien dari hasil pengamatan langsung atau
laporan anggota tim
5. Pembimbing Klinik
a. Mengorientasikan mahasiswa meliputi ruang, lokasi dan fungsi
peralatan, kasus/ pasien dan lain-lain yang dipandang perlu.
b. Menetapkan dan membagi pasien kelolaan bagi masing-masing
mahasiswa untuk dilakukan asuhan keperawatan.
c. Mengkoordinasikan shift jaga / jadual praktek mahasiswa dalam 3
(tiga) shift pagi, sore dan malam.
d. Melakukan pre conference :
1) Mengkaji kesiapan mahasiswa melakukan praktek :
a) Menandatangani presensi mahasiswa di buku pedoman.
21

b) Mengecek dan menandatangani laporan pendahuluan


kebutuhan dasar ( LP ) menandatanganinya, dan kontrak
belajar.
c) Mendiskusikan laporan pendahuluan asuhan keperawatan.
Sesuai kontrak belajar
d) Mendiskusikan laporan pendahuluan target ketrampilan.
Sesuai kontrak belajar.
2) Mendiskusikan rencana praktek yang akan dilakukan sesuai
LP/Kontrak belajar mahasiswa :
a) Mengidentifikasi masalah klien.
b) Merencanakan asuhan keperawatan.
e. Melakukan intra conference : membimbing pelaksanaan praktek
mahasiswa secara umum dan pasien kelolaan secara khusus.
f. Melakukan post conference :
1) Membahas pelaksanaan praktek.
2) Membahas masalah yang dijumpai pada saat praktek.
3) Mengevaluasi dan menandatangani kompetensi mahasiswa di
buku target ketrampilan.
g. Membimbing pembuatan dan dokumentasi asuhan keperawatan
pasien yang menjadi tanggung jawab mahasiswa.
h. Mengesahkan laporan asuhan keperawatan mahasiswa

( pada

lembar pegesahan) sebelum diberikan ke pembimbing akademik.


i. Memantau perkembangan kesiapan, sikap, kedisiplinan, keaktifan
dan ketrampilan mahasiswa.
j. Menilai penampilan praktek klinik keperawatan mahasiswa dengan
format

instrumen

penilaian

penampilan

praktek

klinik

keperawatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa.


k. Melaksanakan evaluasi sumatif baik bersama pembimbing akademik
atau sesuai dengan permintaan mahasiswa.
l. Berhak menegur mahasiswa apabila dijumpai ada mahasiswa yang
bertindak di luar ketentuan yang berlaku dan mencatat di kolom
catatan pembimbing (buku mahasiswa)
m. Berhak mendapatkan reward sesuai dengan waktu pembimbingan
berdasarkan jurnal keperawatan.
E. Metode Perhitungan Tenaga Keperawatan Di Rumah Sakit

22

Tenaga perawat merupakan tulang punggung bagi rumah Sakit. Oleh


sebab itu perlu disusun metode perencanaan tenaga perawat yang cocok
terhadap kebutuhan rumah sakit dan kebutuhan pelanggan.
1. Cara Rasio
Metode ini menggunakan jumlah tempat tidur sebagai denominator personal
yang diperlukan.Metoda ini paling sering digunakan karena sederhana dan mudah.
Permenkes 262 / Menkes / per / VII / 1979. menyebutkan bahwa kebutuhan
Tipe RS
TM/TT
TPP/TT TPNP/TT
TNM/TT
A&B
1/(4-7)
(3-4)/2
1/3
1/1
C
1/9
1/1
1/5
3/4
D
1/15
1/2
1/6
2/3
Khusus
Disesuaikan
tenaga perawat di rumah sakit adalah perbandingan jumlah tempat tidur
dibandingkan dengan jumlah perawat sebagai berikut :

Keterangan :
TM : Tenaga Medis
TT

: Tempat Tidur

TPP : Tenaga Para Medis Perawatan


TPNP: Tenaga para medis non perawatan
TNP : Tenaga non medis

2. Berdasarkan Derajat Ketergantungan Klien dengan menggunakan


Rumus Douglas (1984)
Menurut Douglas (1994) Loveridge & Cummings (1996) klasifikasi
derajat ketergantungan pasien dibagi menjadi 3 kategori yaitu : 1)
23

Minimal care memerlukan waktu 12 jam / 24 jam. 2)Partial care


memerlukan waktu 34 jam/24 jam. 3) Total care memerlukan waktu lebih
dari 5 jam. Sebagai contoh, suatu ruang rawat dengan 22 klien (3 klien
dengan klasifikasi minimal, 14 klien dengan klasifikasi parsial dan 5
klien dengan perawatan total) maka jumlah perawat yang dibutuhkan
untuk jaga pagi ialah :
KLASIFIKASI PASIEN
Jumlah
Klien

Minimal
Pag

Sian

0,17

2
3
Dst

Parsial

Total

Malam

Pagi

Siang

Malam

Pagi

Siang

Malam

0,14

0,07

0,27

0,15

0,10

0,36

0,30

0,20

0,34

0,28

0,14

0,54

0,30

0,20

0,72

0,60

0,40

0,51

0,42

0,21

0,81

0,45

0,30

0,108

0,90

0,60

3. Berdasarkan Pedoman Cara Perhitungan Kebutuhan Tenaga


Keperawatan (Direktorat Pelayanan Keperawatan, Depkes 2002).
Untuk menentukan kebutuhan tenaga keperawatan di ruangan dapat
diperhitungkan dan di pertimbangkan berdasarkan :
a. Menetapkan jumlah tenaga perawat sesuai

dengan

tingkat

ketergantungan pasien.
Klasifikasi pasien dibagi menjadi lima :
1) Tingkat ketergantungan I (self care)
Makan sendiri atau dengan bantuan minimal, kebersihan diri
hampir seluruhnya dilakukan sendiri, eliminasi dilakukan di
kamar mandi tanpa bantuan, tidak mengalami inkontinentia.
24

2) Tingkat ketergantungan II (minimal care)


Makan perlu bantuan dalam menyiapkan, mengatur posisi dapat
makan sendiri, kebersihan diri dapat dapat melakukan sendiri
atau dengan bantuan minimal, eliminasi perlu bantuan, dapat
mobilisasi sendiri atau engan bantuan minimal, tidak mengalami
inkontinentia.
3) Tingkat ketergantungan III (moderate care)
a) Pasien tidak dapat mengunyah dan menelan, tidak mampu
melaksanakan kebersihan diri sendiri, eliminasi perlu
bantuan

bedpan,

kurang

mampu

mobilisasi

sendiri.

Inkontinentia .2 kali setiap shift perlu bantuan untuk


kenyamanan.
4) Tingkat ketergantungan IV (extensif care)
Pasien tidak dapat makan sendiri, kesulitan untuk mengunyah
dan menelan, kemungkinan dipasang slang. Kebersihan diri
perlu bantuan secara total, eliminasi mengalami inkontinentia 2
kali tiap shift, tidak mampu mengatur posisi sendiri perlu
bantuan 2 orang untuk mengatur posisi.
5) Tingkat ketergantungan V (intensif care)
Diperlukan satu orang perawat untuk satu pasien dalam
melakukan observasi atau monitoring secara terus meneruis tiap
shift.
Sesuai klasifikasi pasien tersebut diatas, rata rata kebutuhan
perawatan untuk self care adalah 1-2 jam /hari, minimal care 3-4
jam/hari, moderate care 5-6 jam/hari, extensif care 7-8 jam/hari, dan
intensif care 10-14 jam/hari.
b. Ditinjau dari keperawatan langsung dan keperawatan tidak langsung.
(perhitungan gillies)
Perkiraan jumlah tenaga dapat dihitung berdasarkan tingkat
ketergantungan pasien.
1) Waktu untuk keperawatan langsung
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk keperawatan langsung
pada pasien yang didasarkan pada tingkat ketergantungan pasien
adalah 4-5 jam per pasien.
2) Waktu untuk keperawatan tidak langsung

25

Selain dibutuhkan waktu keperawatan langsung juga dibutuhkan


waktu keperawatan

tidak langsung. Keperawatan tidak

langsung

kegiatan

mencakup

perencanaan,

menyediakan

persiapan peralatan, berbicara debngan anggota tim kesehatan


lain, menulis dan membaca dokumentasi pasien, melaporkan
pada atasan maupun pada tim kesehatan lain. Pada umumnya
kebutuhan perawatan tidak langsung relatif sama meski tingkat
ketergantungan dan penyakitnya berbeda. Dari hasil penelitian
di R.S. Detroit rata-rata waktu keperawatan tidak langsung
adalah 38 menit/pasien per hari, sedang menurut Wolf (1965)
adalah 60 menit/pasien per hari.
3) Waktu untuk penyuluhan kesehatan
Waktu untuk memberikan pendidikan kesehatan merupakan
aspek yang juga perlu diperhitungkan dalam menentukan
kebutuhan tenaga. Penyuluhan bersifat individu sesuai diagnose,
pengobatab dan keadaan pasien masing-masing.Waktu untuk
pendidikan kesehatan adalah 15 menit/pasien/hari termasuk
dukungan emosional.
Maka untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk perawatan
pasien adalah = waktu perawatan langsung + waktu perawatan tidak
langsung + waktu untuk penyuluhan kesehatan.
c. Kebutuhan tenaga dihitung berdasarkan beban kerja perawat.
Hal hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan beban kerja
perawat :
1) Jumlah pasien yang di rawat per hari, bulan, tahun.
2) Tingkat ketergantungan pasien.
3) Rata-rata hari perawatan pasien.
4) Pengukuran perawatan Iangsung, tidak langsung

dan

penyuluhan kesehatan.
5) Frekuensi tindakan keperawatan yang dibituhkan pasien.
6) Rata-rata waktu untuk setiap tindakan.
d. Berdasarkan pembagian ruangan di rumah sakit
1) Rawat Inap
Cara perhitungan berdasarkan :
a) Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus
b)Rata-rata pasien perhari
c) Jam perawatan yg diperlukan/hari/pasien
26

d)Jam perawatan yg diperlukan/ruangan/hari


e) Jam kerja efektif setiap perawatn-> 7 jam/hari
Contoh : Cara perhitungan dalam satu ruangan

Jenis/kategori

Rata-rata

Rata-rata jam

Jml jam

pasien/hari

pwt/pasien/hari

perawat/hari

10

3,5

35

32

10

10

4,5

13,5

2,5

2,5

Pasien
peny.dalam
Pasien bedah
Pasien gawat
Pasien anak
Pasien kebid.
Jumlah

23

93,0

Keterangan :
Jadi jumlah tenaga keperawatan yang diperlukan adalah :
=

jumlah jam perawatan


93
= =13 perawat
jam kerja efektif per shift 7

rawat

Untuk perhitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah (faktor


koreksi) :
Hari

libur/cuti/hari

besar

(loss

day)

52+12+14
=78 hari x 13=3,5
286

Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non kep.


(non-nursing jobs) seperti contoh : membuat perincian pasien
pulang, kebersihan ruangan, kebersihan alat-alat makan pasien, dll
diperkirakan 25% dari jam pelayanan keperawatan.
Jumlah tenaga = tenaga yg tersedia + faktor koreksi 16.5 + 4.1 =
20.6 (dibulatkan 21 perawat).

27

Jadi tenaga keperawatan yg dibutuhkan untuk contoh di atas adalah


21 orang.
e. Berdasarkan Tingkat Ketergantungan Pasien
Pasien diklasifikasikan dalam beberapa kategori yg didasarkan pada
kebutuhan terhadap asuhan keperawatan, meliputi :
1) Askep minimal, kriteria :
a) Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri
b) Makan dan minum dilakukan sendiri
c) Ambulasi dg pengawasan
d) Observasi ttv dilakukan setiap shift
e) Pengobatan minimal, status psikologis stabil
2) Askep sedang, kriteria :
a) Kebersihan diri dibantu. Makan minum dibantu
b) Observasi ttv setiap 4 jam
c) Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali
3) Askep agak berat, kriteria :
a) Sebagian besar aktifitas dibantu
b) Observasi ttv setiap 2-4 jam sekali
c) Terpasang folley catheter. Intake output dicatat
d) Terpasang infus
e) Pengobatan lebih dari sekali
f) Persiapan pengobatan memerlukan prosedur
4) Askep maksimal, kriteria :
a) Segala akifitas diberikan oleh perawat
b) Posisi diatur. Observasi ttv setiap 2 jam
c) Makan memerlukan NGT. Terapi intravena
d) Penggunaan suction
4. Keuntungan

dan

Kerugian

Metode

Perhitungan

Tenaga

Keperawatan Di Rumah Sakit


a. Berdasarkan Derajat Ketergantungan Klien dengan menggunakan
Rumus Douglas (1984)
1) Kelebihan :

28

a) Mampu menggambarkan jumlah kebutuhan perawat pada


setiap shift kerja
b) Dapat menggambarkan kebutuhan terhadap setiap kategori
derajat ketergantungan pasien.
2) Kekurangan :
a) Memerlukan data pasien yang perlu diperbarui setiap
harinya, sehingga agak menyulitkan.
b) Memerlukan observasi atau pengukuran untuk dapat
mengetahui secara pasti kategori pasien
b. Berdasarkan Pedoman Cara Perhitungan Kebutuhan

Tenaga

Keperawatan (Direktorat Pelayanan Keperawatan, Depkes 2002)


1) Kelebihan :
a) Tingkat ketergantungan pasien dibedakan atas 5 tingkatan,
yang dapat membantu perawat agar lebih fokus pada pasien
sesuai tingkat ketergantungannya.
b) Memperhitungkan beban kerja perawat
c) Memperhitungkan kebutuhan terhadap perawat langsung,

a)
b)

perawat tidak langsung, dan waktu penyuluhan kesehatan.


2) Kekurangan:
Kebutuhan jumlah perawat tiap shift kerja kurang jelas.
Pengkategorian pasien ke dalam tiap tingkatan derajat
ketergantungan rumit.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui
upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan manajemen
keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan
melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan
dan rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
29

Manajemen mempunyai 4 fungsi yaitu : Planning (perencanaan),


Organizing

(pengorganisasian),

Actuating

(directing,

commanding,

coordinating) atau penggerakkan, Controling (pengawasan, monitoring).


Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.

DAFTAR PUSTAKA
Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Jakarta : Erlangga.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta : BPFE.
Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional edisi:3. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam. 2011. Proses dan dokumentasi keperawatan, konsep dan praktek. edisi
2. Jakarta : Salemba Medika.
Usman, Husaini. 2008. Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

30

Wiludjeng, Sri. 2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Garaha Ilmu.

31