Anda di halaman 1dari 15

TANGGUNG JAWAB INVESTOR DALAM PENANAMAN

MODAL DI INDONESIA

DISUSUN OLEH :
AZIZ SUSANTO

(125140411)

ERIC RAYNALD

(125140433)

ERICK LEONARDY

(125140409)

DIANE CAHYONO

(125140423)

YOVITA BUNTARI

(125140399)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TARUMANAGARA


JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Penanaman modal sangatlah berpengaruh bagi perkembangan dan juga
kemajuan setiap bangsa terutama Indonesia, karena dengan adanya
penanaman modal asing maka pemerintah Indonesia dapat menarik para
investor asing untuk menanamkan modal, saham, atau dananya kepada
Indonesia sehingga akan membantu masyarakat Indonesia dalam mengurangi
tingkat penggangguran untuk masyarakat Indonesia, khususnya daerah yang
telah disepakati oleh masing-masing pihak yang bersangkutan. Makalah ini
mengacu pada pokok permasalahan mengenai tanggung jawab investor dalam
melakukan kegiatan penanaman modal bersama masyarakat di lokasi tempat
berlangsungnya kerjasama untuk kemajuan bangsa Indonesia. Tidaklah
sedikit hambatan ataupun kendala-kendala yang di alami oleh investor, maka
dari itu harus terdapat dasar dan kepastian hukum agar dapat mendorong
terciptanya keteraturan dalam hubungan kerja sama antar investor dan
masyarakat sehingga kedua pihak merasa saling diuntungkan. Makalah ini
dapat menyimpulkan bahwa tanggung jawab penanam modal diatur secara
khusus guna memberikan kepastian hukum, mempertegas kewajiban
penanam modal terhadap penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang
sehat, memberikan penghormatan atas tradisi budaya masyarakat, dan
melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengaturan tanggung jawab
penanam modal diperlukan untuk mendorong iklim persaingan usaha yang
sehat, memperbesar tanggung jawab lingkungan dan pemenuhan hak dan
kewajiban tenaga kerja, serta upaya mendorong ketaatan penanam modal
terhadap peraturan perundang-undangan.

A. PERMASALAHAN
Permasalahan yang akan pemakalah analisa dalam makalah ini antara lain,

1.

Bagaimana pelaksanaan tanggung tawab investor dalam penanaman

modal di Indonesia.
2. Faktor-faktor apa yang menjadi kendala dari pelaksanaan tanggung
jawab investor dalam penanaman modal di Indonesia.

B. TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan yang pemakalah harapkan dengan disusunnya makalah ini adalah :
untuk mengetahui tanggung jawab investor menurut Undang-Undang No. 25
Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Sedangkan manfaat yang pemakalah harapkan antara lain,

1.

Dapat

memberikan

sumbangan

pemikiran

dalam

rangka

perkembangan ilmu hukum ekonomi pada umumnya, khusunya

2.

penanaman modal di Indonesia.


Dapat memberikan masukan kepada para pihak yang berkecimpung
dalam kegiatan penanaman modal untuk mencegah penyimpanganpenyimpangan dalam penanaman modal baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang

BAB II
LANDASAN TEORI

A. KERANGKA TEORI

1.

Pengertian Penanaman Modal Asing Langsung menurut Todaro


(2000) adalah penanaman modal atau lebih sering disebut investasi
merupakan sumber daya yang akan digunakan untuk meningkatkan
pendapatan dan konsumsi di masa yang akan datang. Suparmoko dan
Maria R (2000) menyatakan investasi adalah pengeluaran yang
ditujukan untk menambah atau mempertahankan persediaan kapital
(capital stock). Persediaan kapital ini terdiri dari pabrik-pabrik, mesinmesin kantor dan barang tahan lama lainnya yang dipakai dalam
proses produksi, termasuk dalam persediaan kapital seperti rumahrumah dan persediaan barang-barang yang belum dijual atau dipakai
pada tahun yang bersangkutan.

2.

Teori Investasi dari Keynes John Maynard Keynes menyatakan


The social object of skilled investment should be to defeat the dark
forces of time and ignorance which envelope our future. Pengeluaran
untuk konsumsi barang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan
rumah tangga saat ini, sedangkan pengeluaran untuk barang-barang
investasi bertujuan meningkatkan standard hidup untuk tahun-tahun
mendatang (jangka panjang). Investasi adalah komponen Produk
Domestik Bruto yang mengkaitkan masa kini dan masa depan.
Pembelanjaan investasi memainkan peranan penting, tidak hanya pada
pertumbuhan jangka panjang namun juga pada siklus bisnis jangka
pendek. Investasi merupakan unsur Produk Domestik Bruto yang

paling sering berubah, sehingga hal tersebut telah menarik minat para
ahli ekonomi untuk mempelajari perilaku investasi untuk memahami
fluktuasi dalam output barang dan jasa perekonomian dengan lebih
baik. Model-model Produk Domestik Bruto didasarkan pada fungsi
investasi sederhana yang mengkaitkan investasi dengan tingkat bunga
riil : I = I(r). Fungsi tersebut menyatakan bahwa kenaikan tingkat
bunga riil menurunkan investasi.

B. PENELITIAN YANG RELEVAN


Naveed Shahzad dan M. Zahid dalam jurnalnya The Determinants of
Foreign Direct Investment in Pakistan menyatakan bahwa variabel-variabel
yang mempengaruhi penanaman modal asing di Pakistan adalah Produk
Domestik Bruto dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kemudian
Sarwedi (2002) dalam penelitiannya Investasi Asing Langsung di Indonesia
dan Faktor yang Mempengaruhinya menyatakan bahwa dalam jangka
pendek ditemukan bahwa variabel Produk Domestik Bruto, pertumbuhan
ekonomi, upah pekerja dan ekspor menunjukkan pengaruh positif dan
signifikan untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal
Asing (PMA) di Indonesia. Sedangkan dalam jangka panjang, seluruh
variabel bebas menunjukkan pengaruh yang cenderung negatif.

C. KERANGKA PEMIKIRAN
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang sedang giat- giatnya
untuk melakukan pembangunan di segala sektor. Terutama untuk negara yang
mempunyai penduduk yang banyak dan permasalahan social yang kompleks,
maka peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang sangat
penting dan mendesak. Namun dalam perkembangannya Indonesia nyatanya

tidak mampu untuk membiayai semua sector pembangunan nasional. Utang


merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan karena berbagai macam
alasan yang rasional. Selain untuk dapat membantu dalam hal perdagangan
juga dapat meningkatkan kerja sama antar negara dalam berbagai sektor.
Utang pemerintah terhadap luar negeri dapat merangsang perekonomian
dalam negeri sehingga akan sangat berpengaruh terhadap perutmbuhan
ekonomi.
Menurut Sadono Sukirno (1985) memberikan defenisi bahwa pinjaman
luar negeri merupakan suatu pinjaman yang diberikan suatu negara ke negara
lain yang berkewajiban untuk membayar kembali dan membayar bunga atas
pinjaman tersebut sebagai balas jasa dari pemlik ekonomi sedangkan
Penanaman Modal Asing berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi
40 modal negara bersangkutan. Dari Umar Juoro pada tahun 1950 dan 1960an, dalam semangat duet ekonomi Harrod-Domar, bantuan luar negeri
dipandang mempunyai dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan tabungan masyarakat sebagai dampak lanjutannya termasuk
dampak terhadap lingkungan.
Gambar 2.C.1
SUMBER DATA YANG
DIGUNAKAN

PENANAMAN MODAL
ASING

PERTUMBUHAN EKONOMI

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DAN


MASYARAKAT

KESIMPULAN

Dengan dasar kerangka pemikiran seperti flowchart pada Gambar 2C.1,


dapat diinterpretasikan bahwa pemakalah pada awalnya akan meneliti dan
menganalisa sumber data yang digunakan di mana data tersebut berupa data
sekunder dalam bentuk kepustakaan maupun daring (online). Kemudian datadata tersebut pemakalah menyangkutpautkan dengan teori-teori investasi dan
fakta-fakta mengenai penanaman modal asing yang kemudian akan diteliti
kembali apakah dengan adanya investasi dan penanaman modal asing akan
memberikan dampak atau pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi suatu negara. Kemudian setelah dilakukan penganalisaan dan
penelitian terhadap data dan fakta tersebut, maka pemakalah melihat dampakdampak apa saja yang telah dihasilkan dari penanaman modal asing terhadap
pertumbuhan ekonomi dan dampak lanjutannya terhadap masyarakat dan
lingkungan. Jika dinilai bahwa penanaman modal asing sudah mengikuti
peraturan, regulasi, dan prosedur yang benar, maka seharusnya investasi
dalam bentuk Penanaman Modal Asing ditafsirkan akan memiliki pengaruh
yang siginfikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta masyarakat dan
lingkungan suatu negara.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini bertempat di seluruh Negara ASEAN, tapi lebih khusus


untuk kemajuan Negara Indonesia. Penelitian makalah ini menggunakan metode
penelitian normatif. Penelitian hukum yang diteliti bersifat kepustakaan dan juga
diambil konsep dari kaidah atau norma-norma yang berlaku. Biasanya, Pada
penelitian hukum normatif yang diteliti hanya bahan pustaka atau data sekunder,
yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum primer
adalah bahan hukum yang terdiri dari peraturan perundang-undangan dibidang
hukum perdata yang mengikat. Pendekatan hukum normatif dipergunakan untuk
mengetahui maupun mengkaji mengenai apa yang menjadi tanggung jawab
investor dalam penanaman modal di negara Indonesia.
Data yang dikumpulkan adalah studi dokumen, yaitu mempelajari bahanbahan yang berupa kepustakaan baik secara fisik maupun daring (online), yakni
data sekunder. Pertama-tama, pemakalah mempelajari peraturan hukum
berdasarkan Undang-undang No. 25 Tahun 2007 mengenai Penanaman Modal dan
mengkaji apa yang menjadi tanggung jawab investor menyangkut soal investasi
yang berlangsung di Indonesia. Selanjutnya disusun berdasarkan kerangka yang
sistematis guna mempermudah penganalisaannya.

BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN

A. Tanggung Jawab Penanam Modal Asing


Data terakhir dari Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan
kecenderungan peningkatan arus investasi. Secara kumulatif, realisasi
investasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri
selama Januari-Desember 2011 adalah Rp. 251,3 triliun. Apabila dibandingkan
dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2010 yang sebesar Rp. 208,5
triliun terdapat peningkatan 20,5%. Investasi juga telah menjadi mesin utama
pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto milik Tiongkok. Pertumbuhan
ekonomi Tiongkok memang mengagumkan. Pada saat krisis ekonomi menerpa
kebanyakan negara di dunia, bahkan terjadi resesi global pada tahun 20082009, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto negara Tiongkok malah
mampu mencapai 10,3%. Menurut data NBS Investment Bulletin, investasi
atas aset-aset tetap berjumlah 2,25 miliar Yuan atau setara dengan USD 329,64
juta.
Belajar dari pengalaman Tiongkok tersebut, pemerintah Indonesia perlu
berinisiatif untuk mendorong sektor riil melalui kegiatan investasi, baik oleh
sektor swasta maupun BUMN. Apabila pemerintah dan BUMN agresif
membelanjakan anggaran untuk investasi jangka panjang (multiyears), maka
permintaan kredit investasi akan meningkat secara signifikan. Bagi para
penanam modal asing, keberadaan perjanjian internasional dirasa lebih
bermanfaat bagi kepentingan mereka daripada jika sekedar mengacu pada
prinsip-prinsip umum hukum internasional; sedangkan bagi negara tuan rumah
perjanjian internasional merupakan jaminan bahwa, sebagai pemegang

kedaulatan, ia berhak melakukan pengaturan penanaman modal asing. Jadi


akan terdapat semacam keseimbangan. Penanaman Modal merupakan segala
bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri
maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara
Republik Indonesia.
Adapun modal asing dalam Undang-undang ini tidak hanya berbentuk
valuta asing, tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan
untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, penemuan-penemuan milik
orang/badan asing yang dipergunakan dalam perusahaan di Indonesia dan
keuntungan yang boleh ditransfer ke luar negeri tetapi dipergunakan kembali
di Indonesia.
Tanggung jawab penanam modal diatur dalam Pasal 16 yang menyatakan
bahwa setiap penanam modal bertanggung jawab untuk:
a. Menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak
bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Undang-undang No.25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal
disebutkan bahwa modal adalah segala asset dalam bentuk uang atau
bentuk lain yang bukan uang yang dimiliki oleh penanam modal yang
mempunyai nilai ekonomis.
c. Menanggung dan menyelesaikan segala kewajiban dan kerugian jika
penanam modal menghentikan atau meninggalkan atau menelantarkan
kegiatan usahanya secara sepihak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Penanam modal meninggalkan
atau menghentikan atau menelantarkan kegiatan usahanya. Penanam
modal harus menyelesaikan kewajibannya seperti membayar segala
hutang yang timbul selama kegiatan usahanya berjalan, membayar
upah/gaji tenaga kerja apabila belum dibayar dan serta memenuhi apa
yang menjadi hal tenaga kerja menurut peraturan perundang-undangan
9

yang berlaku/ serta mengembalikan segala fasilitas-fasilitas yang


diberikan pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
d. Menciptakan iklim usaha persaingan yang sehat, mencegah praktik
monopoli dan hal lain yang merugikan negara.
Setiap penanam modal harus menciptakan persaingan usaha yang sehat
artinya setiap penanam modal atau pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan
produksi dan atau pemasaran barang atau jasa harus dilakukan dengan jujur
atau tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
serta penanam modal harus mencegah terjadinya praktek monopoli, yaitu
pemusatan kegiatan oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan
dikuasainya produksi atau pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga
menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat yang dapat merugikan
kepentingan umum. Dan setiap penanam modal dilarang melakukan hal-hal
yang merugikan negara seperti: tindakan-tindakan yang bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan, melakukan kejahatan korporasi berupa tindak
pidana perpajakan, penggelembungan biaya pemulihan, dan penggelembungan
biaya lainnya untuk memperkecil keuntungan sehingga mengakibatkan
kerugian negara.

B. Kendala

dari

Pelaksanaan

Tanggung

jawab

Investor

dalam

Penanaman Modal di Indonesia


Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, setiap penanam modal harus
memperhatikan keadaan lingkungan disekitar lokasi kegiatan usaha tersebut.
Seperti dalam hal pembuangan limbah atau sisa-sisa barang diproduksi.
Apakah limbah tersebut mencemari lingkungan terutama kehidupan ikan dan
biota sungai, dan cerobong asap dari perusahaan tersebut. Di sini perusahaan
harus berusaha mencegah terjadinya polusi udara supaya tidak menimbulkan
10

berbagai kerugian bagi perusahaan. Karena asap dari perusahaan sangat


berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia dan mahluk hidup lain
yang hidup disekitarnya.
Undang-undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal mengatur
mengenai hak, kewajiban, dan tanggung jawab secara khusus guna
memberikan kepastian hukum, mempertegas kewajiban penanaman modal
terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang sehat, memberikan penghormatan
terhadap tradisi budaya masyarakat, dan melaksanakan tanggung jawab sosial
perusahaan. Dan pengaturan tanggung jawab penanam modal diperlukan
untuk mendorong iklim persaingan usaha yang sehat, memperbesar tanggung
jawab lingkungan dan pemenuhan hak dan kewajiban tenaga kerja, serta upaya
mendorong ketaatan penanam modal terhadap peraturan perundang-undangan.

11

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Tanggung jawab penanam modal (Pasal 16 Undang Undang Pasar Modal)


yaitu: menjamin tersedianya modal yang berasal dari sumber yang tidak
bertentangan dengan undang-undang, menanggung, dan menyelesaikan
kewajibannya jika penanam modal menghentikan kegiatan usahanya,
menciptakan iklim usaha yang sehat, menciptakan keselamatan, kesehatan,
kenyamanan, dan kesejahteraan pekerja, serta mematuhi semua peraturan
perundang-undangan.
Tanggung jawab penanam modal diatur secara khusus guna memberikan
kepastian hukum, mempertegas kewajiban penanam modal terhadap
penerapan

prinsip

tata

kelola

perusahaan

yang

sehat,

memberikan

penghormatan atas tradisi budaya masyarakat, dan melaksanakan tanggung


jawab sosial perusahaan. Pengaturan tanggungjawab penanam modal
diperlukan untuk mendorong iklim persaingan usaha yang sehat, memperbesar
tanggung jawab lingkungan dan pemenuhan hak dan kewajiban tenaga kerja,
serta upaya mendorong ketaatan penanam modal terhadap peraturan
perundang-undangan.

12

Jadi dapat disimpulkan bahwa sebenarnya investasi atau Penanaman


Modla Asing memang dibutuhkan bagi setiap negara karena memang pada
dasarnya tidak ada satu negara pun yang mampu menghidupi dirinya sendiri.
Selagi investasi tersebut mengikuti syarat, regulasi, peraturan, dan prosedur
yang telah disetujui baik secara domestik maupun hokum internasional, maka
kesalahgunaan dan pelepasan pertanggungjawaban dapat dihindari sehingga
Penanaman Modal Asing dapat memberikan dampak yang baik terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selanjutnya akan memberikan dampakdampak yang lainnya terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia sehingga
kebutuhan, kesejahteraan rakyat, dan kelestarian lingkungan akan tetap terjaga
selama investasi atau Penanaman Modal Asing ini tidak melenceng dari
hokum dan tidak terdapat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, maka
bukanlah suatu yang tidak mungkin bahwa investasi atau Penanaman Modal
Asing ini akan

memberikan dampak yang baik dan menyejahterakan

kehidupan rakyat Indonesia. Jadi, hipotesa pemakalah di mana bahwa terdapat


pengaruh yang signifikan Penanaman Modal Asing terhadap pertumbuhan
ekonomi serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungannya.

B. SARAN

1. Dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal,


sanksi yang dikenakan terhadap investor yang melanggar ketentuan
peraturan ini sangatlah ringan yaitu hanya sanksi administratif sedangkan
sanksi pidana tidak jelas disebutkan dalam undang-undang ini, dan untuk
itu bagi pejabat yang berwenang atau pemerintah harus membuat sanksi
pidana dalam undang-undang ini supaya ada kepastian hukum dan
menghindari kesewenang-wenangan pejabat dalam menjatuhkan hukuman
kepada pihak yang melanggar undang-undang.

13

2. Mengatasi terjadinya kejahatan dalam penanaman modal, diperlukan


aparatur pemerintahan yang cukup aktif dan memiliki pengetahuan yang
cukup untuk mengatasi atau mencegah terjadinya pelanggaran dan
kejahatan. Untuk itu pemerintah hendaknya membekali aparaturnya
dengan ilmu pengetahuan atau pendidikan serta perlengkapan sesuai
dengan bidangnya.
3. Mengatasi kejahatan dan pelanggaran dalam penanaman modal,
dibutuhkan peran serta masyarakat. Untuk itu diharapkan kepada
masyarakat

agar

membantu

pemerintah

dan

aparaturnya

dalam

memberikan informasi tentang kejahatan dan pelanggaran dalam kegiatan


penanaman modal.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2007/25TAHUN2007UU.html
http://koirula.blogspot.co.id/2015/01/kewajiban-dan-hak-serta-tanggungjawab.html
http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/uubi/Documents/UU25Tahun2007PenanamanModal.pdf

14