Anda di halaman 1dari 31

1.

PENGKAJIAN
RUANGAN RAWAT

: Bangsal Sadewa RSJ Grhasia

TANGGAL PENGKAJIAN : 8 September 2014


OLEH

: Febrita Laysa S

SUMBER

: Pasien ,perawat/petugas medis,pemeriksaan


medis dan studi dokumen

I.

IDENTITAS KLIEN
Inisial

: Tn. A

Tanggal lahir

: 1 Januari 1975

Umur

: 39 tahun

Alamat

: Prancak Glondong 7/- Panggung harjo Sewon


Bantul

II.

Bangsa

: Indonesia

Suku

: Jawa

Agama

: Kristen

Status perkawinan

: Tidak Kawin

Tanggal Dirawat

: 4 September 2014

RM No.

: 016229

Dx

: F20.0

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama

: Subarenda

Alamat

: Prancak Glondong 7/- Panggung harjo Sewon


Bantul

Pekerjaan

: Pensiunan

Hubungan dengan pasien : Ayah


III.

ALASAN MASUK
Satu minggu yang lalu pasien mengalami peningkatan gejala mengamuk
dengan menghancurkan barang-barang, memukul ayahnya, tidak mau
makan, tidak mau mandi,pada malam hari tidak bisa tidur dan tidak mau
minum obat. Sehingga ayah pasien membawa pasien ke RSJ Grhasia.

IV.

FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ?

Ya

Tidak

2. Pengobatan sebelumnya,
Berhasil

3.

Kurang berhasil

Tidak berhasil

Pelaku/usia

Saksi/Usia

Aniaya fisik

Korban/Usia

10

Aniaya seksual
Penolakan
Kekerasan dalam keluarga
Tindakan criminal
Jelaskan No. 1, 2, 3

: Pasien pernah mengalami gangguan jiwa

di masa lalu. Pasien sering keluar masuk RSJ dengan masalah yang
sama. Pasien putus obat dikarenakan bosan minum. pasien juga malas
untuk minum obat saat dirumah. obat sehingga pengobatannya kurang
berhasil. Pasien mengalami penganiayaan fisik saat pasien masih kecil
karena pasien sering di bully oleh teman-teman sekelasnya. Pasien
mengatakan bahwa orang tuanya mendidiknya secara keras.
4. Adakah anggota keluarga mengalami gangguan jiwa
Ya

Tidak

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Sejak pasien SD sampai SMA pasien sering di bully oleh temantemannya. Pasien merasa bahwa teman-temannya tidak ada yang
suka jika pasien bahagia. Pasien pernah menderita ambien dan
berdoa pada Tuhannya untuk menyembuhkan penyakitnya, namun tak
juga sembuh sehingga pasien kini tidak percaya dengan kehadiran
Tuhannya.

V.

FISIK
1. Tindakan vital : TD : 100/60 mmHg N : 80x/menit RR: 24x/menit
2. Keluhan fisik :
Jelasakan

Ya

Tidak

pasien mengeluh sekarang badannya lemas sudah

sejak kemarin.
VI.

PSIKOSOSIAL
1. Genogram

: Laki-laki
: Perempuan
: Garis perkawinan
: Garis keturunan
: Tinggal serumah
: Pasien
Jelaskan: pasien tinggal serumah dengan ayah dan ibunya. Pasien
anak ke empat dari empat bersaudara. Dalam kelurganya tidak ada
yang mempunyai penyakit serupa dengan pasien.

2. Konsep diri
a. Gambaran diri

pasien mengatakan bagian tubuh yang disukai pasien adalah


giginya. Karena gigi itu untuk mengunyah dan tidak ada dari tubuh
pasien yang tidak disukai oleh pasien.
b. Identitas

Pasien mengatakan tidak puas dengan hidupnya karena pasien


ingin kerja namun belum ada lamarannya yang diterima. Pasien
ingin kerja keluar negri sebagai tukang pipa dan sudah melamar 3
kali di Jepang.
c. Peran

Pasien sebagai anak mengatakan mempunyai tugas untuk bekerja


sehingga bisa menghidupi dirinya dan keluarganya
d. Ideal diri

Harapan pasien di lingkungannya pasien ingin punya banyak


teman.
e. Harga diri

: tidak terkaji

3. Hubungan sosial
a.

Orang yang berarti :


Pasien mengatakan orang yang berarti adalah ibunya.

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat :


Pasien mengatakan tidak pernah mengikuti organisasi
dimasyarakat.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Pasien mengatakan biasa saja saat dia berhubungan dengan orang
lain
4. Spiritual
a.

Nilai dan keyakinan :


Pasien mengatakan agamanya kristen namun pasien mengatakan
saat ini ia tidak percaya dengan adanya Tuhan.

b. Kegiatan ibadah :
Pasien mengatakan tidak pernah beribadah karena mengganggap
itu tidak ada gunanya.
VII.

STATUS MENTAL.
1. Penampilan
Cara

Penggunaan pakaian

Berpakaian biasa

Tidak sesuai

Tidak
rapi

Jelaskan :
Pasien berpenampilan seperti biasa,rapi dan bersih.
2. Pembicaraan
Cepat
Apatis

Keras

Gagap

Lambat

Membisu

Inkoheren
Tidak mampu
Memulai

Jelaskan :
saat diajak berbicara oleh perawat praktikan pasien berbicara tidak
lambat dan sulit untuk dipahami.
3. Aktivitas Motorik

Lesu
Tik

Tegang
Grimasen

Gelisah
Tremor

Agitasi
Kompulsif

Jelaskan : aktivitas motorik pasien terlihat lesu dan tidak bersemangat.


Cenderung untuk malas berinteraksi dengan orang lain. Dan memilih
untuk tidur dikamarnya. Karena pasien mengeluh badannya lemas
4.

Alam perasaan
Sedih

Ketakutan

Putus asa

Khawatir

Jelaskan :
Pasien mengatakan bahwa ia putus asa tidak ada gunanya ia hidup
didunia sehingga pernah melakukan tindakan bunuh diri dengan
gantung diri sebanyak 5 kali. Dan bosan untuk hidup. Sekarang pasien

mengatakan tidak ada keinginan untuk bunuh diri karena pasien ingin
bekerja.
5. Afek
Datar

Tumpul

Labil

Tidak sesuai

Jelaskan:
Pasien hanya bereaksi bila stimulus emosi yang kuat seperti saat
praktikan bertanya dengan pertanyaan yang tidak ia suka maka otot
wajahnya akan tegang dan nada suaranya akan meninggi. Namun
saat ditanya dengan pertanyaan biasa saja maka pasien akan bersikap
datar.
6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan

Tidak kooperatif

Kontak mata (-)

Definsif

Mudah
tersinggung
Curiga

Jelaskan :
Selama wawancara pasien tidak kooperatif, mudah tersinggung apalagi
saat diberi pertanyaan yang tidak sesuai. Kontak mata (+). Pasien
selalu mempertahankan pendapatnya sendiri,sehingga pendapatnya
tidak bisa dibantah karena pasien akan tersinggung dan marah kalau
dibantah.
7. Persepsi
Pendengaran

Penglihatan

Pengecapan

Penghidu

Perabaan

Jelaskan : pasien tidak mengalami gangguan persepsi


8. Proses Pikir
Sirkumtansial

Tangensial

Kehilangan
asosiasi

Flight of idea

Blocking

Pengulangan
Pembicaraan
/persevarasi

Jelaskan:
Saat proses wawancara pasien berbicara berbelit-belit sehingga susah
untuk menafsirkan maksud dari pasien. Pasien juga berbicara hal-hal
yang tidak realistis.
9. Isi pikir
Obsesi

Fobia

Hipokondria

Depersonalisasi

Ide yang terkait

Pikiran
magis

Waham
Agama

Somatik

Nihilistie

Sisip pikir

Curiga
Kontrol pikir

Jelaskan: pasien tidak mengalami gangguan isi pikir dan waham.


10. Tingkat kesadaran
Bingung
Disorientasi waktu

Sedasi

Stupor

Tempat

Orang

Jelaskan : pasien tidak mengalami gangguan tingkat kesadaran.


11. Memori
Gangguan daya ingat

Gangguan daya ingat

Jangka panjang

jangka pendek

Gangguan daya ingat saat ini

Konfabulasi

Jelaskan: pasien memiliki memori daya ingat yang bagus. Pasien masih
mampu mengingat kejadian lampau.
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Mudah beralih

Tidak mampu konsentrasi

Tidak
Mampu

Berhitung sederhana
Jelaskan: pasien dapat berhitung.
13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan

Gangguan bermakna

Jelaskan:
Pasien tidak mengalami gangguan dalam kemampuan penilaian. Saat
ditanya mandi dulu apa makan dulu. Pasien menjawab mandi dulu
karena pagi hari itu yang pertama ya mandi.
14. Daya tilik diri

Mengingkari penyakit yang


Diderita

Menyalahkan

hal-hal

diluar dirinya

Jelaskan :
Saat ditanya apakah pasien mengerti tentang penyakitnya pasien malah
bertanya kembali memangnya saya sakit apa mbk?saya tidak sakit.
sehingga daya tilik diri pasien ,pasien cederung mengingkari penyakit
yang dideritanya.
VIII.

KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Bantuan minimal

Bantuan total

2. BAB / ABK
Bantuan minimal

Bantuan total

Jelaskan:
Pasien makan, BAB dan BAK secara mandiri, tidak perlu bantuan oleh
orang lain.
3. Mandi
Bantuan minimal

Bantuan total

4. Berpakaian / berhias
Bantuan minimal

Bantuan total

5. Istirahat dan tidur


Tidur siang lama

: .s/d.

Tidur malam lama

: .s/d

Kegiatan sebelum / sesudah tidur


6. Penggunan obat

Bantuan minimal

Bantuan total

7. Pemeliharaan kesehatan
Perawatan lanjutan

Ya

Tidak

Perawatan pendukung

Ya

Tidak

8. Kegiatan di dalam rumah


Mempersiapkan makanan

Ya

Menjaga kerapian rumah

Ya

Mencuci pakaian

Ya

Tidak
Tidak
Tidak

Pengaturan keuangan
Ya

Tidak

9. Kegiatan di luar rumah


Belanja
Transportasi

Ya

Tidak
Ya

Tidak
Lain - lain

Ya

Tidak

Jelaskan:
Untuk berpakaian pasien rapi. Pasien hanya mandi sekali sehari pada
pagi hari saja, untuk sore pasien malas mandi apalagi cuaca dingin.
Pasien mengatakan gosok gigi hanya sekali pada mandi pagi. Dan untuk
keramas selama pasien dirawat diRS pasien baru keramas satu kali sejak

tanggal 4 September 2014. Gigi pasien terlihat kotor dan rambutnya


berketombe. Pasien sering tidur pada malam hari dan siang hari.
Kebanyakan aktivitasnya ia habiskan dengan tidur.
IX.

MEKANISME KOPING
Adaptif

Maladaptif

Bicara dengan orang lain

Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah

reaksi lambat
/berlebihan

Tekhnis relaksasi

Bekerja berlebihan

Aktivitas konstruktif
Olah Raga

Menghindar

Lainnya ________________
X.

Mencederai diri

Lainnya ________________

MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik
Masalah dengan dukungan lingkungan, spesifik
Masalah dengan pendidikan, spesifik

Masalah pekerjaan, spesifik


Masalah dengan perumahan, spesifik

Masalah ekonomi, spesifik


Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik
Masalah lainya, spesifik

XI.

PENGETAHUAN KURANG TENTANG

Sistem pendukung

Faktor presiptasi

Penyakit fisik

Koping

Obat-obatan

Lainnya

XII.

Penyakit jiwa

ASPEK MEDIK
Diagnosis Medik :
F 20.0
Terapi Medik

No
Obat
1. Trihexyphenidyl

Dosis
-0-

2mg

2. Risperidone

1-0-1

2mg

Clopromazine3.

0 -0-1

Indikasi
- Parkinson
- Gangguan
ekstrapiramidal
yang
disebabkan
obat SSP

Efek Samping
Mulut kering, penglihatan
kabur,

pusing,

konstipasi,

cemas,

retensi

urin,

takikardi, dilatasi pupil, TIO

meningkat, sakit kepala.


- Skizofrenia akut Insomnia,
agitasi,
& kronik
ansietas,somnolen,
- kondisi psikotik fatigue.Kadang-kadang,
dengan
takikardia atau hipertensi,
halusinasi
ekstrapiramidal,peningkatan
- menarik diri
BB.
- Meringankan
gejala
berhubungan
Skizofrenia.
Psikosis, neurosis, ikterus,
dermatitis
dan
gangguan susunan leucopenia,gejala
saraf pusat yang

ekstrapiramidal,

membutuhkan

atau mulut dan tenggorokan

sedasi
skizofrenia

XIII.

PEMERIKAAN PENUNJANG
Tanggal : 5 September 2014

takikardia

dan kering,mengantuk,
konstipasi dan retensi urin

Kategori

Nama

Item

Batas

Hasil

HEMATOLOGI

Pemeriksaan
Pemeriksaan

Pemeriksaan
Hemoglobin

Normal
14-18 gr/dL

13.6

Penyaring
Pemeriksaan

Leukosit

5-11

6.9

ribu/mmk
0-15

mm/jam
1-4%

Leukosit
Hitung Jenis Basofil

0-1%

Leukosit
Hitung Jenis Netrofil

2-5%

Leukosit
Batang
Hitung Jenis Netrofil

36-66%

80

Leukosit
Segmen
Hitung Jenis Limfosit

22-40%

14

Leukosit
Hitung Jenis Monosit

4-8%

4.5-5.5

4.52

Penyaring
Pemeriksaan

KED

Penyaring
Hitung Jenis Eosinofil

Leukosit
Pemeriksaan

Eritrosit

Tambahan
Pemeriksaan

Hematokrit

juta/mmk
40-50%

39.9

Tambahan
Pemeriksaan

Trombosit

150-450

232

Tambahan

ribu/mm

2. ANALISIS DATA
Data
DS:
-

Pasien
mencoba

Masalah
Risiko bunuh diri
mengatakan
bunuh

diri

pernah
dengan

gantung diri sebanyak 5 kali.


-

Pasien mengatakan bosan hidup.

DO:
-

Ekspresi muka murung.

Tidak bersmangat.

Lebih

suka

tidur

dan

sendiri

dikamar.
DS :
-

Risiko perilaku kekerasan

Pasien

mengatakan

pernah

memukul ayahnya.
-

Pasien mengatakan alasan dibawa


masuk ke RSJ karena mengamuk.

Pasien

mengatakan

mengamuk

dengan

menghancurkan

barang-

barang karena hanya diberi makan


nasi putih saja.
DO:
-

Wajah pasien kadang tegang saat


bercerita

Pasien

juga

akan

pertanyaanya

emosi

tidak

jika

sesuai

dengannya.
-

Pembicaraannya
bercerita

kasar

tentang

masa

jika
lalunya

yang tidak menyenangkan.


DS:
- Pasien

mengatakan

Penatalaksanaan regimen terapeutik


bosan

minum obat
- Pasien tidak mau minum obat
saat dirumah
- Pasien

mengatakan

malas

minum obat
DO:
- Kemajuan

pasien

kurang

sehingga pasien sering kembali

tidak efektif

dirawat di RSJ.
DS:

Distress spiritual

- Pasien mengatakan agamanya


kristen
- Pasien

mengatakan

tidak

percaya dengan adanya Tuhan


- Pasien

mengatakan

tidak

peracaya Tuhan karena saat


pasien

berdoa

menyembuhkan

untuk
ambiennya,

Tuhan

tidak

menyembuhkannya.
- Pasien mengatakan tidak lagi
mau beribadah
DO: DS:

Isosalisasi Sosial

- Pasien

mengatakan

belum

mengenal teman sekamarnya


- Pasien mengatakan malas untuk
berinteraksi

dengan

teman

sekamarnya maupun yang lain.


DO:
- Setelah makan , mandi pasien
langsung kembali kekamarnya
dan tidur
- Pasien

jarang

berinterkasi

dengan orang lain.


- Pasien hipoaktiv
DS:
- Pasien mengatakan mandi hanya
sekali pada pagi hari karena
pada sore hari pasien malas
dan dingin.
- Pasien mengatakan gosok gigi
hanya sekali pada mandi pagi

Defisit perawatan diri:mandi

- Pasien mengatakan selama di


rawat pasien baru keramas
sekali

sejak

tanggal

September 2014.
DO:
- Gigi tampak kotor.
- Rambut berketombe.

3. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


-

Risiko bunuh diri

Risiko perilaku kekerasan

Penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif

Distress spiritual

Isolasi sosial

Defisit perawatan diri

4. DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN


a.

Risiko perilaku kekerasan ditandai dengan:


DS :
-

Pasien mengatakan pernah memukul ayahnya.

Pasien

mengatakan

alasan

dibawa

masuk

ke

RSJ

karena

mengamuk.
-

Pasien mengatakan mengamuk dengan menghancurkan barangbarang karena hanya diberi makan nasi putih saja.
DO:

Wajah pasien kadang tegang saat bercerita

Pasien juga akan emosi jika pertanyaanya tidak sesuai dengannya.


Pembicaraannya kasar jika bercerita tentang masa lalunya yang tidak
menyenangkan.

b.

Risiko bunuh diri ditandai dengan:


DS:
-

Pasien mengatakan pernah mencoba bunuh diri dengan gantung diri


sebanyak 5 kali.

Pasien mengatakan bosan hidup.


DO:

Ekspresi muka murung.

Tidak bersmangat.
Lebih suka tidur dan sendiri dikamar.

c.

Penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif ditandai dengan:


DS:
-

Pasien mengatakan bosan minum obat

Pasien tidak mau minum obat saat dirumah

Pasien mengatakan malas minum obat


DO:
Kemajuan pasien kurang sehingga pasien sering kembali dirawat di
RSJ.

d.

Isosalisasi Sosial ditandai dengan :


DS:
- Pasien mengatakan belum mengenal teman sekamarnya
- Pasien

mengatakan malas untuk berinteraksi dengan teman

sekamarnya maupun yang lain.


DO:
- Setelah makan , mandi pasien langsung kembali kekamarnya dan
tidur
- Pasien jarang berinterkasi dengan orang lain.
Pasien hipoaktiv
e.

Distress spiritual ditandai dengan :


DS:
- Pasien mengatakan agamanya kristen
- Pasien mengatakan tidak percaya dengan adanya Tuhan
- Pasien mengatakan tidak peracaya Tuhan karena saat pasien berdoa
untuk menyembuhkan ambiennya, Tuhan tidak menyembuhkannya.
- Pasien mengatakan tidak lagi mau beribadah
DO: -

f.

Defisit perawatan diri:mandi ditandai dengan :


DS:

- Pasien mengatakan mandi hanya sekali pada pagi hari karena pada
sore hari pasien malas dan dingin.
- Pasien mengatakan gosok gigi hanya sekali pada mandi pagi
- Pasien mengatakan selama di rawat pasien baru keramas sekali
sejak tanggal 4 September 2014.
DO:
- Gigi tampak kotor.
- Rambut berketombe.

5. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


Tanggal : 8 September 2014
Dx

Risiko

Tujuan
TUM :

Perencanaan
RASIONAL
Kriteria
Intervensi
Setelah
5
kali 1. Bina hubungan saling Hubungan saling

perilaku

Pasien

interaksi,pasien

kekerasan

mengontrol

menunjukkan

perilaku

tanda

percaya

kekerasan

kepada

perawat

Keperawatan

TUK :

dapat

tanda-

dengan kriteria hasil:

percaya dengan :

percaya merupakan

Beri salam setiap

dasar untuk

berinteraksi

kelancaran interaksi

Perkenalkan
nama

panggilan

1. Pasien dapat - Wajah cerah

perawat

membina

tujuan

- mau berkenalan

hubungan saling - ada kontak mata


percaya.

dan
perawat

berinteraksi

-bersedia

Tanyakan

nama

menceritakan

dan

perasaanya

kesukaan pasien
-

panggilan

Tunjukkan

sikap

empati dan janji


menjaga
kerahasian.
-

Tanyakan
masalah
dan

pasien
perasaan

pasien
-

Buat

kontak

interkasi

yang

jelas
-

Dengarkan
dengan

penuh

perhatian
ungkapan
perasaan pasien.
2. Pasien dapat

Setelah

mengindentifikas

interaksi,pasien

mengungkapkan

menceritakan

perasaan marahnya:

penyebab

kali 2. Bantu

perilaku

penyebab

perilaku

kekerasan yang

kekerasan

yang

dilakukannya

dilakukan

Motivasi

pasien Sebagai titik awal


penanganan

pasien

untuk

dengan

menceritakan

kriteria hasil:

penyebab

rasa

kesal

dan

menceritakan

penyebab

perasaan

jengkel/kesal baik dari


diri

sendiri

lingkungnnya.

maupun

marahnya
-

Dengarkan tanpa
menyela.

3. Pasien dapat
mengidentifikasi

Setelah

akibat

interaksi,pasien dapat

pasien akibat negatif akibat perilaku

menjelaskan

cara yang dilakukan kekerasan diharapkan

perilaku

kekerasan.

tindak
yang

kali 3. Diskusikan
akibat

kekerasan
dilakukannya

dengan kriteria hasil:

dengan Dengan mengetahui

pada

Diri

sendiri pasien dapat

orang

lain/keluarga mengubah perilaku

dan lingkungan.

destruktidf menjadi

- diri sendiri : luka .

konstruktif.

dijauhi teman ,dll


- orang lain/ keluarga:
luka,tersinggung,
ketakutan,dll.
- lingkungan : barang
atau benda rusak.
4. Pasien dapat
mengidentifikasi

Setelah

cara

interaksi,pasien

pasien:

dalam

dapat:

mengungkapkan

kemarahanya.

sehat

cara

mengungkapkan

mengungkapkan

marah.

marah

konstruktif

menjelaskan

kali 4. Diskusikan

cara

Apakah

dengan Membantu
menentukan
pasien cara kontstruktif yang

mau mempelajari sesuai untuk


baru mengungkapkan
yang

sehat.
-

Jelaskan
berbagai
alternatif

pilihan

untuk
mengungkapkan
marah

selain

perilaku
kekerasan

yang

diketahui pasien.
-

Jelaskan
sehat

cara
untuk

kemarahannya

mengungkapkan
marah:
-Fisik : tarik nafas dalam,
memukul bantal kasur
-Verbal:mengungkapkan
perasaan kesal /jengkel
pada orang lain tanpa
5. Pasien dapat
mendemontrasik
an

menyakiti.
Setelah

kali 5. Diskusikan cara yang Penyaluran rasa

cara interaksi,pasien dapat


cara

mungkin dipilih dan marah yang

mengontrol

memperagakan

anjurkan

perilaku

mengontrol

perilaku

memilih

kekerasan.

kekerasan

dengan

mungkin

pasien konstruktif dapat


cara

yang menghindari perilaku


untuk

kriteria hasil:

mengungkapkan

- Fisik : tarik nafas

perasaan marahnya

dalam,

memukul 5.1 Latih

pasien

bantal kasur

memperagakan cara

yang dipilih

Verbal:mengungkapka
n

perasaan

kesal

kekerasan.

5.2 Anjurkan

pasien

menggunakan
sudah

cara

/jengkel pada orang

yang

dilatih

lain tanpa menyakiti.

saat marah/jengkel.

6.Pasien
menggunakan
obat

Setelah

sesuai pertemuan

dengan program dapat


yang
ditetapkan

kali 6. Jelaskan
pasien

menjelaskan

telah manfaat minum obat,


kerugian tidak minum
obat, cara pemakaian
dan efek sampingnya.

manfaat Pasien dapat memiliki

penggunaan

obat kesadaran pentingnya

secara

dan minum obat dan

kerugian

teratur
jika

tidak bersedia minum obat

minum obat.

dengan kesadaran

6.1 Jelaskan jenis obat, sendiri.


dosis,

waktu

pemakaian,cara dan
efek samping.
6.2 Beri pujian terhadap

pasien

terhadap

kedisiplinan

pasien

minum obat.
Risiko

TUM:

Setelah 5 kali

Bunuh diri

Pasien tidak

pertemuan pasien

yang mendasari

langkah terapi

melakukan

tidak melakukan

pasien ingin bunuh

selanjutnya yang

tindakan bunuh

tindakan bunuh diri

diri

sesuai untuk

diri

dengan kriteria hasil:

TUK:

Dapat

1. Identifikasi masalah

1. Menentukan

pasien
2. Identifikasi pola

2. Menentukan

- Pasien tidak

mengidentifika

koping yang

keefektifan

melakukan

si ide-ide

digunakan.

mekanisme

aktivitas yang

bunuh diri

mencederai

Dapat

koping pasien
3. Identifikasi aspek

3. Menggali hal

dirinya

mengidentifika

positif yang ada

positif pasien

- pasien dapat

si pola koping

pada diri pasien.

guna

mengidentifikasi

yang dimiliki

mempertahankan

aspek positif

kualitas hidup

yang ada pada

pasien

dirinya.

4. Motivasi pasien

4. Banyak aktivitas

- Pasien akan

untuk melakukan

bisa mengalihkan

mengimplement

aktivitas yang disukai

pikiran pasien

asikan respons

dan sesuai dengan

untuk melakukan

protektif-diri

kemampuannya.

tindakan bunuh

yang adaptif

diri
5. Motivasi pasien

5. Berbagi cerita

untuk berbagi cerita

dapat mengurangi

dengan orang

beban hati pasien

terdekatnya.
6. Ajarkan pasien untuk

6. Mengurangi

mengendalikan

pikiran untk bunuh

dorongan bunuh diri

diri dan dapat

dengan cara: berfikir

meningkatkan

positif,terlibat

kualitas hidup

dengan kegiatan

pasien

kelompok dan
minum obat.
7. Sarankan pasien

7. Jadual harian

memasukkan cara

membantu pasien

mengendalikan

untuk memanage

dorongan bunuh diri

kegiatannya

yang telah dipilih

sehingga lebih

dalam jadual

mengingatkan

kegiatan harian.
1. Identifikasi faktor

pasien
Obat mampu

Penatalaks

Pasien dapat

Setelah 5 kali

anaan

siap untuk

interaksi, tujuan

penyebab dan

Mencegah

regimen

melakukan

teratasi dengan

pendukung yang

kekambuhan pasien

terapeutik

pengelolaan

kriteria hasil:

menghambat

tidak efektif

penyakit dan

- dapat

pengelolaan yang

pengobatan

mengidentifikasi

efektif.

dirumah

faktor pendukung dan

2. Identifikasi harapan

penghambat

pasien tentang

pengelolaan yang

lingkungan, rutinitas

efektif.

dan pemberian

- dapat

perawatan dalam

mengidentifikasi

keluarga.

kekuatan pasien dan

3. Motivasi pasien

keberhasilan dimasa

untuk rutin minum

lalu.

obat

Dapat

4. Penkes tentang

mengidentifikasi

pentingnya minum

harapan pasien

obat, akibat jika tidak

tentang lingkungan,

minum obat, efek

rutinitas dan

samping , perubahan

perawatan keluarga

gaya hidup

- dapat menggunakan
obat dengan bantuan
minimal

5. Obs vital sign secara


periodik
6. Beri obat-obatan
sesuai program dari

dokter.

Isolasi

TUM:

Setelah dilakukan 5

Sosial

Pasien mampu

kali interaksi pasien

mendemontrasik

mampu

memulai

an keterlibatan

interkasi

dengan

sosial secara

kriteria hasil:

mandiri dan

Pasien

1. Tingkatkan
sosialisasi dengan :

intervensi yang

b. Obs perilaku

sesuai

menarik diri
mampu

pasien.

memperkenalkan

sistem

dirinya

pendukung yang

orang

dapat membantu

berjabat

mengekspresika

ada

n perasaan dan

matadan

pasien untuk

pikirannya.

meluangkan

mengutarakan

TUK:

waktunya

1. Pasien dapat

duduk

memulai

berdampingan

hubungan/

dengan orang lain

interaksi dengan

atau perawat.
-

Pasien

menentukan

a. BHSP

mempunyai

orang lain

Langkah awal

dengan
lain,
tangan,
kontak

untuk

c. Diskusikan dengan
pasien alasan
pasien menarik
diri.
d. Beri kesempatan

perasaannya
terkait dengan isos
e. Dukung pasien
untuk jujur

mampu

menyebutkan
alasan menarik diri
-

Pasien

mampu

mengutarakan
masalahnya.
2. pasien dapat

Setelah dilakukan 5 2. Tingkatka sosialisasi:

Dengan berinteraksi

mengembangka

kali interaksi pasien

meningkatkan

n hubungan/

dapat

mengidentifikasi

kualitas diri pasien

interaksi sosial

mengembangkan

kelebihan ,

di masyarakat

dengan orang

hubungan/

hambatan dan

interaksi

a. Bantu pasien

lain

sosial dengan orang

kesulitan dalam

lain

berkomunikasi

dengan

kriteria

hasil :
-

dengan orang lain

Pasien

mau

melakukan

mengembangkan

interaksi

dengan

perawat/petugas
dan orang lain
-

hubungan/interaksi
yang telah terbina.
c. Dukung dalam

Pasien

aktifitas diruangan.

berpartisipasi
dalam

b. Dukung pasien

d. Beri reinforcement

aktifitas

atas kemampuan

diruang

dan keberhasilan

keperawatan.

pasien

Distress

TUM:

Setalah dilakukan 5 1. Identifikasi penyebab

spiritual

Pasien percaya

kali interaksi pasien

pasien tidak percaya

untuk

dengan adanya

dapat pecaya dengan

dengan tuhannya.

menyelesaikan

tuhan.

adanya tuhan dengan

konflik yang

kriteria hasil :

sedang dihadapi

Pasien mampu
menjelaskan

1. Langkah pertama

pasien
2. Lakukan pendekatan

2. Berfokus pada

penyebab

dengan pasien

perasaan pasien

masalahnya.

dengan cara tidak

tanpa menilai

Pasien

menghakimi.

mereka benar

mau

melakukan

atau salah,

ibadah lagi.

baik atau buruk

Pasien

mau 3. Dorong pasien untuk

3. Meningkatkan

percaya

terus melakukan

rasa pecaya

dengan

praktik keagamaan

dengan adanya

adanya Tuhan.

tuhan
4. Kolaborasi degan
rohaniawan

4. Memberikan
perawatan yang
konsisten dan

menyediakan
data yang lebih
komplit.

Defisit

TUM:

Setelah

perawatan

Pasien mampu

interaksi,pasien dapat pasien:

menentukan

diri:mandi

melakukan

menyebutkan:

- penyebab pasien tidak

intervensi yang

perawatan diri/

- penyebab tidak

merawat diri.

sesuai untuk pasien.

memenuhi

merawat diri

kebutuhan

- manfaat menjaga

perawatan

personal

perawatan diri

keadaan

hygiene

gangguan

dialami

kali 1.

diskusikan

Manfaat

dengan

Langkah awal untuk

menjaga
diri

fisik,

untuk
mental

yang dan sosial.


jika - tanda-tanda perawatan

TUK:

perawatan diri tidak diri yang baik

1. Pasien

diperhatikan.

mengetahui
pentingnya
perawatan diri.
2. Pasien dapat

Setelah

kali 2. Diskusikan frekuensi

mengetahui

interaksi,pasien dapat menjaga perawatn diri

tepat akan

cara-cara

menyebutkan

mendorong pasien

melakukan

frekuensi

dan

perawatan diri.

menjaga

perawatan - gosok gigi

selama ini:
cara - mandi

diri:

- keramas

- mandi

- berpakain

- gosok gigi

- gunting kuku

Cara mandi yang

untuk meningkatkan
kebersihan personal
pasien

- keramas
- berpakain
- gunting kuku
3. Pasien dapat

Setelah 5 kali

3. Pantau pasien dalam

Meningkatkan kualitas

melaksanakan

interaksi,pasien dapat

melaksanakan

pasien untuk menjaga

perawatan diri

mempraktekkan

perawatan diri:

dirinya secara mandiri

secara mandiri

perawatan diri secara

- mandi

bantuan orang lain.

mandiri:

- gosok gigi

- mandi 2x sehari

- keramas

- gosok gigi sehabis

- berpakain

makan

- gunting kuku

keramas

2x 3.1 beri pujian saat

Penguatan atau

seminggu

pasien melaksanakan

penghargaan akan

- berpakain

secara mandiri

mendorong pasien

- gunting kuku saat

untuk terus berusaha

kuku panjang.

6. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Tanggal
dan Jam

Diagnosa Kep

Implementasi

Evaluasi

Senin,

Risiko perilaku -

Membina

hubungan Senin,08-09-2014 pukul 12.00

08-09-

kekerasan

saling percaya

S: - pasien menyebutkan nama

2014

panggilannya.

09.00

Pasien mengatakan mau bercerita


dengan perawat.

Pasien mengatakan masalahnya dibawa


ke RS

Pasien mengatakan badannya lemas

O: - kontak mata bagus


-

Pasien tampak tidak bersmangat dan


terlihat lemah

A: BHSP tercapai
P:perawat : Mengindentifikasi penyebab
perilaku kekerasan.
Pasien : lanjutkan BHSP
09.10

Memotivasi pasien untuk S: - pasien mengatakan dibawa kesini


mengungkapkan
marahnya

karena marah dengan ayahnya.


-

Pasien mengatakan marah dengan


ayahnya karena hanya diberi makan
nasi saja.

O: - pasien mau menceritakan marahnya


-

Pasien

tampak

lemas

saat

diwawancara
A:Memotivasi pasien untuk mengungkapkan
marahnya tercapai
P:perawat

Identifikasi

akibat

perilaku

kekerasan.
Pasien
Selasa,

Risiko perilaku

09-09-

kekerasan

Mendiskusikan
pasien

akibat
yang

melatih

pasien

mengungkapkan marahnya
dengan Selasa, 09-09-2014 pukul 13.00
negatif S:- pasien mengatakan saat marah

2014

cara

dilakukan akibatnya barang-barang dirumahnya

10.00

pada diri sendiri orang hancur dan orang tuanya akan terluka.

mau

lain/keluarga

dan O: -pasien tampak tenang

lingkungan.

Pasien masih tampak lemas

Pasien terlihat mengantuk , matanya


sering kali terpejam.

A: Mendiskusikan dengan pasien akibat


negatif cara yang dilakukan pada diri sendiri
orang lain/keluarga dan lingkungan tercapai
P: perawat : diskusikan dengan pasien cara
mengungkapkan maear yang sehat.
Pasien : Identifikasi cara konstruktif dalam
mengungkapkan kemarahanya.
Rabu,

Risiko perilaku

10-09-

kekerasan

Mendiskusikan

dengan Rabu,10-09-2014 pukul 13.00

pasien:

2014

09.00

S: - pasien mengatakan mau mempelajari

Apakah pasien mau mengungkapkan marah yang sehat.


mempelajari

cara O: - pasien tenang

baru

mengungkapkan
marah yang sehat.
-

Menjelaskan
berbagai

mendengarkan
-

Pasien mampu menjelaskan kembali


apa yang perawat jelaskan

alternatif A: mengidentifikasi cara konstruktif dalam

pilihan

untuk mengungkapkan kemarahanya tercapai.

mengungkapkan
marah
perilaku

Pasien tampak lemas namun masih

P: perawat :Demontrasikan cara mengontrol

selain perilaku kekerasan.


kekerasan Pasien : melatih pasien cara mengontrol

yang

diketahui perilaku kekerasan

pasien.
-

Menjelaskan
sehat

cara
untuk

mengungkapkan
marah

dengan

verbal dan fisik.


09.15

Mendiskusikan

cara S: - pasien mengatakan memilih gebuk

yang mungkin dipilih dan bantal dibandingkan dengan nafas dalam


menganjurkan
memilih

pasien supaya lebih lega dan puas.

cara

yang

mungkin

untuk

Pasien akan mencoba mengontrol


marahya dengan gebuk bantal.

mengungkapkan

O: - pasien bisa memperagakan cara

perasaan marahnya

mengontrol marah dengan nafas dalam

Melatih

pasien

memperagakan

Pasien hipoaktiv

cara A: Mendemontrasikan cara mengontrol

yang dipilih
-

perilaku kekerasan tercapai

Menganjurkan

pasien P: perawat :Menjelaskan pentingnya

menggunakan cara yang kepatuhan minum obat.


sudah
Kamis,

Risiko perilaku

11-09-

kekerasan

dilatih

marah/jengkel
Menjelaskan

saat Pasien : memasukkan jadwal minum obat


pada jadwal harian pasien
manfaat Kamis,11-09-2014 pukul 12.30

penggunaan obat secara S:- pasien mengatakan mengerti dengan

2014

teratur dan kerugian jika penjelasan perawat.

09.30

tidak minum obat.

Pasien mengatakan lemas

Menjelaskan jenis obat,

Pasien mengatakan akan minum

dosis,
pemakaian,cara

waktu

obat secara teratur

dan O: - Pasien mampu mengulang kembali apa

efek samping.

yang dijelaskan oleh perawat.


A: memotivasi pentingnya rutin
mengonsumsi obat tercapai.
P: perawat : Obs. Minum obat
Pasien : pasien melakukan 5 benar pada
saat minum obat

09.45

Mengidentifikasi

S: - pasien mengatakan ingin bunuh diri

Risiko bunuh

penyebab pasien ingin karena bosan hidup namun sekarang tidak

diri

bunuh diri
-

Mengidentifikasi

ingin bunuh diri.


-

kelebihan yang dimiliki


oleh pasien.

Pasien mengatakan kelebihan yang


dimilikinya adalah memasang pipa.

Pasien mengatakan aktivitas yang

Mengidentifikasi aktivitas

disukainya adlah menonton tv acara

yang disukai

musik.

Memotivasi

melakukan

aktivitas

Pasien mengatakan malas


beraktivitas karena lemasnya.

Pasien memahami manfaat


beraktivitas.

O: - pasien mampu menjelaskan kembali aa


yang dijelaskan oleh perawat.
-

Pasien masih tampak lemas.

Pasien hipoaktiv

A: tujuan tercapai
P: Terus motivasi pasien untuk melakukan
aktivitas yang bermanfaat dan ia sukai
10.05

Mengidentifikasi faktor

S: - pasien mengatakan yang sering

Penatalaksana

penyebab dan

mengingatkan untuk minum obat adalah

an regimen

pendukung yang

ibunya.

terapeutik

menghambat

tidak efektif

pengelolaan yang

menghambat dia minum obat adalah

efektif.

rasa bosannya.

mengidentifikasi

Pasien mengatakan harapannya


adalah ingin bekerja, tidak ingin

lingkungan, rutinitas dan

menikah dan punya anak karena

pemberian perawatan

tidak punya uang.


-

Memotivasi pasien untuk


rutin minum obat

Pasien mengatakan yang

harapan pasien tentang

dalam keluarga.
-

Pasien mengatakan mengerti


dengan penjelasan perawat.

Pasien mengatakan akan rutin

Memberikan penkes

minum obat supaya cepat keluar dar

tentang pentingnya

RS

minum obat, akibat jika

O: - pasien mampu mengulang kembali apa

tidak minum obat.

yang dijelaskan oleh perawat.


-

Pasien tampak lemas.

Pasien hipoaktiv

A: penatalaksanaan regimen terapeutik

tidak efektif tercapai sebagian.


P:perawat : lanjutkan untuk terus
memotivasi pasien agar rutin mengonsumsi
obat.
Pasien : memandirikan pasien dalam
minum obat