Anda di halaman 1dari 25

SPEKTROSKOPI MASSA

1.
2.
3.
4.
5.

Kelompok 2:
Artika Rizqi N. K3314006
Bella Seba S. U. K3314008
Desita Kamila U. K3314010
Didik Kurnianto
K3314012
Eva Nia Umi C K3314016

Pengertian
Spektrometri
Massa

Prinsip
Spektrometri
Massa

Proses dan
Instrument
Spektrometri
Massa

Kegunaan
Spektrometri
Massa

Syarat
sampel
Spektrometri
Massa

Contoh dari
spektrometri
Massa

Pengertian Spektrometri Massa


Suatu alat instrumen yang digunakan untuk
menentukan struktur kimia dari molekul organik
berdasarkan perhitungan massa dari molekul
tersebut serta pola fragmentasinya.

Prinsip Dasar
Dalam spektrometri massa, molekul sampel

dalam fase uap dibombardir dengan elektron


berenergi tinggi (70 eV) yang menyebabkan
lepasnya satu elektron dari kulit valensi molekul
tersebut.
Molekul yang kehilangan satu electron akan
menjadi suatu kation radikal
(M) + e- (M+.) + 2eKation radikal tersebut mengandung semua
atom-atom dari molekul asal, minus satu
elektron, dan disebut ion molekul/molecular
ion, dan dinyatakan denganM+..

Misal
Sebagai hasil dari tabrakan dengan elektron

berenergi tinggi, ion molekul akan mempunyai


energi yang tinggi dan dapat pecah menjadi
fragmen yang lebih kecil (kation, radikal atau
molekul netral).

Ion

molekul, ion fragmen dan ion radikal


fragmen dipisahkan menggunakan medan
magnet
sesuai
dengan
perbandingan
massa
/muatannya
(m/z),
dan
menghasilkan arus listrik (arus ion) pada
kolektor/detektor yang sebanding dengan
kelimpahan relatifnya. Fragmen dengan m/z
yang besar akan turun terlebih dahulu diikuti
fragmen dengan m/z yang lebih kecil.
Partikel netral (yang tak bermuatan) yang
dihasilkan dalam fragmentasi tidak terdeteksi
secara langsung dalam spektrometer massa.

Kebanyakan kation yang dihasilkan dalam


spectrometer massa mempunyai muatan = 1 (z
= 1), sehingga m/z secara langsung
menunjukkan massa dari kation tersebut

Instrumen dan Proses yang terjadi

diagram Spektrometer Massa

Kegunaan spektroskopi massa


Struktur dan massa fragmen memberi petunjuk mengenai

struktur molekul induk


Untuk menentukan bobot molekul suatu senyawa

Interpretasi Spektrum Massa


Harus mengetahui mengenai proses ionisasi yang terjadi

sebelum ion mencapai pengumpul ion


Mengetahui pola fragmentasi menjelaskan bagaimana

fragmentasi terjadi
Biasanya hanya puncak utama yang yang dapat

diinterpretasikan
Sifat fisika dan kimia dari sampel dapat membantu

interpretasi spectrum

SYARAT SAMPEL SPEKTROMETRI


MASSA
1. Sampel berbentuk gas / cairan volatil
2. Sampel mudah mengion menjadi ion positif
Proses ionisasi menghasilkan partikel-partikel
bermuatan positif, dimana massa terdistribusi adalah
spesifik terhadap senyawa induk.Umumnya spektrum
massa diperoleh dengan mengubah senyawa suatu sampel
menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan
berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan.

CONTOH SPEKTRA SPEKTROSKOPI


MASSA

Spektrum massa adalah suatu plot antara kelimpahan

relatif vs m/z
Jenis puncak:
Puncak ion molekul, M+ : m/e sesuai dengan Mr molekul

netral, paling kanan.


Puncak utama (base peak): puncak tertinggi, intensitas
100, m/e < Mr senyawa asli
Puncak isotop: m/e ion utama/molekul. Intensitasnya
tergantung jumlah relatif dialam.

Fragmentasi

PUNCAK ISOTOP
Terjadi pada massa>dari ion utama dengan

1-4 bagian massa


Contoh untu metilen klorida:

Interpretasi spektra MS

Fragmen dengan m/z = 94 = M+, sedangkan m/z =

96 = M2+ dengan limpahan relatif masing-masing


6,3 dan 2,1 dan harga M2+/ M+ = 33%.
Ini menunjukkan bahwa M+ mengandung sebuah
atom klor.
Fragmen m/z = 77, diperoleh dengan lepasnya OH,
adalah ClCH2-C=O dan adanya klor dapat terlihat
masih munculnya puncak isotop m/z = 79.
Puncak dasar m/z = 50 dengan puncak isotopnya
m/z = 52 yang idhasilkan dengan lepasnya CO2 (M+
- CO2) adalah CH3Cl+ sedangkan fragmen m/z = 45,
yaitu CO2H+ diperoleh dengan lepasnya CH2Cl atau
(M+ - 49).

Interpretasi spektra