Anda di halaman 1dari 21

HUBUNGAN INDUSTRIAL/

INDUSTRIAL RELATIONS/
LABOR RELATIONS/
LABOR MANAGEMENT
RELATIONS.
UU No 13 tahun 2003 Bab I (16), XI (102)
1

HUBUNGAN INDUSTRIAL

Pandangan yg keliru: anggapan bhw yg


mempunyai kepentingan atas suatu
perusahaan hanyalah pengusaha/pemilik
modal.
2

Munculnya pandangan yg keliru tsb krn:

1.Sikap pengusaha:
terlalu menonjolkan kekuasaan dan
haknya atas modal
mengutamakan keuntungan shg
kurang memperhatikan kepentingan
pekerja & masyarakat.
3

2. Prasangka pekerja:
Menganggap pengusaha selalu
mengambil keuntungan terlalu banyak
dan memberi bagian pekerja terlalu
sedikit.
4

Kepentingan yang sama antara


pengusaha & pekerja thd perusahaan
adalah perusahaan sebagai sumber
penghidupan.
5

HUBUNGAN INDUSTRIAL/
INDUSTRIAL RELATIONS/
LABOR RELATIONS/ LABOR
MANAGEMENT RELATIONS

adalah keseluruhan hubungan


kerjasama antara semua fihak
yang tersangkut dalam proses
produksi di suatu perusahaan.
6

Dinegara berkembang pekerja &


serikat pekerja sering dlm posisi yg
lemah bila berhadapan dg
pengusaha, hal ini disebabkan:

1. Kualitas serikat pekerja


(pengurus) masih rendah, shg
kegiatan kurang efektif dan
tuntutan thd pengusaha mjd
kurang berpengaruh.
8

2. Banyak pengangguran dan


setengah menganggur.
9

3. Tidak banyak perusahaan besar


dengan tenaga kerja yg besar pula.
Kebanyakan pekerja tersebar pada
banyak perusahaan kecil dg jumlah
TK yg kecil, shg dianggap tidak
perlu membentuk Serikat Pekerja.
10

Di Indonesia Konsep Hubungan


Industrial Pancasila (HIP)
antara lain mengandung pokokpokok:

11

1. HIP berdasarkan ke 5 sila


di dalam suatu pengertian
yang utuh dan bulat.
12

2. HIP yang berdasarkan


Ketuhanan Yang Maha Esa.
13

3. HIP yang berdasarkan


Kemanusiaan yang adil dan
beradab.

14

4. HIP yang berdasarkan


Persatuan Indonesia
15

5. HIP yang berdasarkan


prinsip musyawarah
untuk mufakat.
16

6. HIP yang berdasarkan


pada Keadilan Sosial
17

7. Dalam HIP pekerja dan


pengusaha merupakan
satu keluarga dlm
perusahaan.

18

8. Dalam HIP dituntut


saling pengertian antara
pekerja dan pengusaha

19

9. Para pekerja dan serikat


pekerja juga harus
menyadari, mengerti dan
menerima keadaan
perusahaan.
20

21