Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MSDM

RETENSI DAN SEPARASI KARYAWAN

OLEH KELOMPOK MINGGU KE-12


Bq. Nurhasanah
(152145087)
Laela Miftahurrahmah (152145
)
Ekawati Suryani
(152145112)

KELAS/SEMESTER

: IV / C

KONSENTRASI

: PERBANKAN SYARIAH

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) MATARAM
TAHUN AKADEMIK 2016

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, karena atas
ridho-Nya lah makalah Retensi dan Separasi Karyawan ini dapat
terselesaikan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah
Muhammad SAW Serta para pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini.
Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini agar dapat menjadi rujukan untuk
mempelajari bagaimana cara kita dalam memelihara karyawan dan memutuskan
hubungan dengan karyawan.
Dengan makalah ini kami mencoba memaparkan maksud dari retensi dan
separasi karyawan dan cara-caranya.
Dalam penulisan makalah ini penulis mencoba semaksimal mungkin dalam
penyusunannya. Namun tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu pun dengan
makalah ini, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca guna memperbaiki makalah sederhana ini.
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan, wawasan kita mengenai
retensi dan separasi karyawan.
Mataram, 20 Oktober 2016

penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................
i
DAFTAR ISI.......................................................................................
ii
PENDAHULUAN................................................................................
1
A. Latar
Belakang
..............................................................................................
1
PEMBAHASAN..................................................................................
2
A. Retensi karyawan
..............................................................................................
2
1. Pengertian, fungsi,dan tujuan retensi (pemeliharaan)
karyawan
..........................................................................................
2
2. Asas-Asas Pemeliharaan
..........................................................................................
3
3. Metode-Metode Pemeliharaan
..........................................................................................
4
B. Separasi karyawan
..............................................................................................
4
1. Pengerti dan biaya Separasi Karyawan
..........................................................................................
4
2. Manfaat Separasi (bagi organisasi)
..........................................................................................
6
3. Tipe-Tipe Separasi

..........................................................................................
7
PENUTUP.........................................................................................
9
A. Kesimpulan
..............................................................................................
9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................
10

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan atau organisasi begitu banyak
hal yang harus kita perhatikan salah satunya menegenai
karyawan kita, jika kita ingin sebuah perusahaan atau organisasi
berjalan dengan lancar atau berjalan sesuai dengan keinginan
kita, maka jika kita menjadi seorang HRD sanagt perlu kita
melihat

kinerja

karyawan

kita

seperti

apa,

dan

perlu

mengadakan retensi terhadap karyawan tersebut jika karyawan

tersebut memiliki kinerja yang bagus tapi jika karyawan tersebut


tidak sesuai kinerjanya dengan harapan kita maka kita perlu
mengadakan separasi terhadap karyawan tersebut.
Seorang karyawan harus mendapakan perhatian yang
sungguh-sungguh dari manajer,karna kenapa jika pemeliharaan
karyawan kurang diperhatikan maka akan berdampak sangat
beser terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Jika itu
tidak diperhatikan maka semangat kerja, sikap, dan loyalitas
karyawan akan menurun.
Jika kinerja karyawan turun atau tidak sesuai dengan yang
di inginkan atau sudah tidak mampu lagi bekerja maka separasi
karyawan juga sangat perlu di lakukan agar sebuah organisasi itu
menjadi maju dan lancar atau sesuai dengan keinginan. Agar
retensi dan separasi karyawan itu sesuai dengan keinginan kita
dan berdamapak baik bagi perusahaan atau organisasi yang
harus kita lakukan

terlebih dahulu yakni mengetahui apa itu

separasi dan retensi karyawan, dan bagaimana cara kita


memelihara karyawan dan memberhentikanya.

PEMBAHASAN
A. Retensi Karyawan
1) Pengertian, fungsi dan Tujuan retensi
(pemeliharaan) karyawan
Menurut edwin B. Flippo the maintenance function of personnel is
concerned primarily with preserving the physical, mental, and emotional

condition of employees(fungsi pemeliharaan karyawan adalahmenyangkut


perlindungan kondisi fisik,mental, dan emosi karyawan). Karyawan adalah asset
(kekayaan) utama setiap perusahaan, yang selalu ikut aktif berperan dan paling
menentukan tercapai tidaknya tujuan perusahaan.Oleh karena itu, keamanan dan
keselamatannya perlumen dapat pemeliharaan sebaik-baiknya dari pimpinan
perusahaan.
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang
sungguh-sungguh dari manajer.Jika pemeliharaan karyawan kurangdiperhatikan,
semangat kerja, sikap, loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turnover meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan,
kompensasi, dan pengintegrasian karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan
biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Supaya karyawan semangat bekerja, berdisiplin tinggi, danbersikap loyal
dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat
perhatian manajer.Tidak mungkin karyawan bersemangat bekerja dan konsentrasi
penuh terhadap pekerjaanya jika kesejahteraan mereka tidak diperhatikan dengan
baik.
Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dana atau
meningkatkan kondisi fisik, mental, dansikap karyawan, agar mereka tetap loyal
dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Retensi adalah Upaya untuk mempertahankan karyawan. Telah menjadi
persoalan utama dalam banyak organisasi. Oleh karena itu sangatlah penting
organisasi mengakui bahwa retensi karyawan merupakan perhatian SDM yang
berkelanjutan dan tanggung jawab signifikan bagi semuasupervisor dan manajer.
Istilah retensi terkait dengan istilah perputaran (turnover) yang berartiproses
dimana karyawankaryawan meninggalkan organisasi dan harus digantikan
(Mathis dan Jackson, 2009). Perputaran secara sukarela atau karyawan
meninggalkan lembaga karenakeinginannya sendiri dapat disebabkan oleh banyak
faktor, termasuk peluang karier, gaji,pengawasan, geografi, dan alasan keluarga/
pribadi.Menurut Hasibuan (2000) pemeliharaan karyawan harus mendapat

perhatian

yang

sungguh-sungguh.

Jika

pemeliharaan

karyawan

kurang

diperhatikan, semangat kerja, sikap danloyalitas karyawan akan menurun.


Tujuan Pemeliharaan Karyawan sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
2. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
3. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan.
4. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan.
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6. Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan.
7. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
8. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
2) Asas-Asas Pemeliharaan
1. Asas Manfaat dan Efesiensi
Pemeliharaan yang dilakukan harus efesien dan memberikan manfaat yang
optimal

bagi

perusahaan

dan

karyawan.Pemeliharaan

ini

hendaknya

meningkatkan prestasi kerja, keamanan, kesehatan, dan loyalitas karyawan dalam


mencapai tujuan.Asas ini harus deprogram dengan baik supaya tidak sia-sia.
2. Asas Kebutuhan dan Kepuasan
Pemenuhan kebutuhan dan kepuasan harus menja didasar

program

pemeliharaan karyawan.Asas ini penting supaya tujuan pemeliharaan, kesehatan,


dan sikap karyawan baik, sehingga mereka mau bekerja secara efektif dan efesien
menunjuang tercapainya tujuan perusahaan.
3. Asas Keadilan dan Kelayakan
Keadilan dan kelayakan hendaknya dijadikan asas program pemeliharaan
karyawan. Karena keadilan dan kelayakan akan menciptakan ketenangan dan
konsentrasi karyawan terhadap tugas-tugasnya, sehingga disiplin, kerjasama, dan
semangat kerjanya meningkat. Dengan asa sini diharapkan tujuan pemberian
pemeliharaan akan tercapai.
4. Asas Peraturan Legal
Peraturan-peraturan legal yang bersumber dari undang-undang, Keppres,
dan keputusan mentri harus dijadikan asas program pemeliharaan karyawan. Hal

ini penting untuk menghindari konflik dan intervensi serikat buruh dan
pemerintah.
5. Asas Kemampuan Perusahaan
Kemampuan

perusahaan

menjadi

pedoman

dan

asas

program

pemeliharaan kesejahteraan karyawan. Jangan sampai terjadi pelaksanaan


pemeliharaan karyawan yang mengakibatkan hancurnya perusahaan.
3) Metode-Metode Pemeliharaan
Dalam pemeliharaan dibutuhkan strategi dalam pelaksanaannya, pemilihan
metode yang tepat sangat penting, supaya pelaksanaannya efektif dalam
mendukung tercapainya tujuan organisasi perusahaan. Manajer yang cakap akan
menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
Pemeliharaan keamanan, kesehatan, dan sikap loyal karyawan hendaknya dengan
metode yang efektif dan efesien supaya tercapai manfaat yang optimal. Metodemetode pemeliharaan sebagai berikut:
1. Komunikasi.
2. Insentif.
3. Kesejahteraan karyawan.
4. Kesadaran dan keselamtan kerja.
5. Hubungan industrial pancasila.
B. Separasi Karyawan
1) Pengertian, biaya separasi karyawan
Separasi karyawan Terjadi ketika karyawan atau organisasi memutuskan
untuk saling mengakhiri hubungan kerja. Pemutusan hubungan yang terlalu sering
bisa menyebabkan tingginya tingkat perputaran tenaga kerja . Perputaran tenaga
kerja yang tinggi menimbulkan masalah biaya yang tidak sedikit.
Pemberhentian adalah fungsi operatif terakhir manajemen sumber daya
manusia. Istilah perbehentian sinonim dengan sparation, pemisahan, atau
pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dari suatu organisasi perusahaan.
Fungsi pemberhentian harus dapat perhatian dari perusahaan karena telah di atur
oleh undang-undang dan memberikan risiko bagi perusahaan maupun untuk

karyawan bersangkutan. Pemberhentian harus sesuai dengan UUD NO.12 tahun


1964.
Karyawan yang dilepas akan kehilangan pekerjaan dan tidak dapat
memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis, ekonomis, dan kejiwaannya manajer
dalam melaksanakan pemberhentian harus memperhitungkan untung dan ruginya,
apalagi kalau diingat saat karyawan diterima adalah cara baik-baik, sudah
selayaknya perusahaan melepas mereka dengan cara baik pula.
Pemberhentian harus didasarkan atas undang-undang NO. 12 tahun 1964
KUHP, berprikemanusiaan dan menghargai pengapdian yang diberikannya
terhadap perusahaan, misalnya memberikan uang pensiun dan pesangon. Apakah
pengertian atau difinisi yang mencakup semua pemberhentian (sparation) itu?
Untuk merumuskan difinisi yang mencakup semua hakikat pemberhentian sangat
sulit sekali karena pemberhentian mempunyai makna yang sangat luas dan
kompleks, tetapi menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan pemberhentian adalah
pemutusan hubungan kerja seseorang karyawan dengan suatu organisasi
perusahaan. Dengan pemberhentian, berarti berakhirnya keterikatan kerja
karyawan terhadap perusahaan.
Pemberhentian terjadi karena undang-undang, perusahaaan, dan karyawan
bersangkutan.
Pemberhentian terjadi karena perundang-undangan, artinya seorang
karyawanterpaksa diberhentikan dari organisasi perusahaan karena terlibat
organisasi terlarang atau karyawan bersangkuta dihukum karena perbuatannya.
Pemberhentian seperti ini bukan keinginan perusahaan atau keinginan karyawan,
tetapi karyawan diberhentikan berdasarkan ketetapan undang-undang yang
berlaku.
Pemberhentian berdasarkan keinginan perusahaan karena karyawan itu
menurut perusahaan tidak akan memberikan keuntungan lagi. Misalnya, karyawan
kurang cakap, usia lanjut, dan melakukan tindakan yang merugikan.

Pemberhentian atas keinginan karyawan terjadi karena karyawan tersebut


kurang mendapatkan kepuasan kerja di perusahaan bersangkutan. Misalnya, balas
jasanya rendah perlakuan kurang baik dan lingkungan kurang baik.
Besarnya biaya tergantung kepada keputusan organisasi apakah akan
mengisi kembali atau mengeliminasi jabatan kosong. Biaya separasi sebagai
berikut:
Pesangon
Asuransi
Wawancara eksit
Outplacement adalah program yang sengaja diciptakan untuk membantu
karyawan terkena keputusan layoff mengatasi masalah emosi dan
membantu mendapatkan pekerjaan baru atau mengembangkan usaha baru.
Tujuan outplacement :
Mengurangi masalah moral karyawan yang terkena keputusan
layoff
Mengurangi risiko litigasi (Pengadilan)
Membantu

karyawan

mendapatkan

pekerjaan

lain

secepat

mungkin.
Posisi kosong
2) Manfaat Separasi (Bagi Organisasi)
Setiap apapun yang kita lakukan pasti memiliki manfaat masing-masing
termasuk juga separasi memiliki manfaat yang cukup baik bagi suatu organisasi
perusahaan, manfaat separasi bagi organisasi sebagai berikut:

1. Mengurangi biaya tenaga kerja, terutama jika organisasi memutuskan


untuk tidak mengisi kembali jabatan yang kosong.
2. Kesempatan mengganti karyawan yang berkinerja jelek.
3. Meningkatkan inovasi terutama jika organisasi menerapkan kebijakan
promotion within .
4. Peluang meningkatkan program diversitas.
3) Tipe-Tipe Separasi
Tipe-tipe separasi sebagai berikut:
1. Separasi volunter (voluntary separation) Terjadi ketika karyawan
memutuskan, baik karena alasan pribadi atau profesional, mengakhiri
hubungan dengan organisasi tempat yang bersangkutan bekerja. Terdapat
dua bentuk separasi volunter yakni sebagai berikut:
pengunduran diri ( quit )
Pemberhentian atas keinginan karyawan terjadi karena karyawan tersebut
kurang mendapatkan kepuasan kerja di perusahaan bersangkutan. Misalnya, balas
jasanya rendah perlakuan kurang baik dan lingkungan kurang baik.
Keputusan pengunduran diri tergantung kepada:
Tingkat kepuasan karyawan terhadap pekerjaan
Tingkat daya tarik alternatif pekerjaan lain di luar organisasi.
Tingkat ketidakpuasan karyawan dapat dipengaruhi oleh :

pekerjaan

kondisi lingkungan (fisik atau psikologik)

Pengunduran diri bisa terjadi setiap saat jika karyawan tidak merasa
nyaman terhadap suatu organisasi tempat mereka bekerja dll.
pensiun .

Pensiun pada umumnya, terjadi pada akhir masa pengabdian. manfaat


pensiun, seperti THT, pensiun, taperum, dsb. Untuk menurunkan biaya tenaga
kerja dan/atau mengurangi jumlah karyawan, organisasi sering merencanakan
pensiun dini , dengan perlakuan khusus. pensiun dini, terdapat 2 fitur pensiun
dini:
1. Paket insentif finansial khusus yang menarik karyawan senior untuk
mengikuti program pensiun dini.
2. Program open window membuka peluang pensiun dini dengan paket
finansial khusus, dalam jangka waktu tertentu (biasanya pendek), sesudah
ditutup, tidak lagi disediakan insentif khusus.
2. Separasi terpaksa ( involuntary separation ) Terjadi ketika manajemen
membuat

keputusan

untuk

mengakhiri

hubungan

kerja

dengan

karyawannya, atas dasar: alasan ekonomi tidak lagi terdapat kecocokan


antara organisasi dengan karyawan. Terdapat dua tipe separasi terpaksa:
Discharge (pemutusan hubungan kerja PHK)
Discharge biasanya merupakan konsekuensi: kinerja karyawan yang jelek
karyawan gagal mengubah perilaku (jelek) meskipun pihak manajemen telah
berusaha keras untuk mengubahnya. Keputusan discharge harus melalui prosedur
yang benar progressive discipline procedures .
Layoff (pelepasan massal)
Pada layoff , karyawan kehilangan pekerjaan mereka karena dua alasan:
perubahan lingkungan strategi, seperti: retstrukturisasi organisasi, persaingan
global, penurunan volume produksi, perubahan teknologi yang diaplikasi
perusahaan, merger, akuisisi, dsb.; yang memaksa organisasi harus mengurangi
jumlah karyawannya.
Implementasi Layoff sebagai berikut:
Isyu pokok masalah layoff:

Memberitahu karyawan tentang keputusan layoff


Menetapkan kriteria layoff
Berkomunikasi dengan karyawan yang terkena keputusan layoff.
Berkoordinasi dengan masyarakat media
Menjaga keamanan perusahaan.
Memastikaan tidak menyengsarakan karyawan yang terkena layoff.
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dana atau
meningkatkan kondisi fisik, mental, dansikap karyawan, agar mereka tetap loyal
dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Retensi adalah Upaya untuk mempertahankan karyawan. Telah menjadi
persoalan utama dalam banyak organisasi. Oleh karena itu sangatlah penting
organisasi mengakui bahwa retensi karyawan merupakan perhatian SDM yang
berkelanjutan dan tanggung jawab signifikan bagi semuasupervisor dan manajer.
pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerja seseorang karyawan
dengan suatu organisasi perusahaan. Dengan pemberhentian, berarti berakhirnya
keterikatan kerja karyawan terhadap perusahaan.
Pemberhentian adalah fungsi operatif terakhir manajemen sumber daya
manusia. Istilah perbehentian sinonim dengan sparation, pemisahan, atau
pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dari suatu organisasi perusahaan.
Fungsi pemberhentian harus dapat perhatian dari perusahaan karena telah di atur
oleh undang-undang dan memberikan risiko bagi perusahaan maupun untuk
karyawan bersangkutan. Pemberhentian harus sesuai dengan UUD NO.12 tahun
1964.
Jadi retensi dan separasi karyawan sangatlah perlu dilakukan oleh suatau
organisasi perusahaan agar organisasi perusahaan itu berjalan sesuai dengan apa
yang menjadi tujuannya.

DAFTAR PUSTAKA
Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2000.
http://cirebon-indramayu.blogspot.com/2009/11/teoripemeliharaan-karyawan-dalam.html
http://blognyararatatanana.blogspot.com/2012/11/manajemensumber-daya-manusia.html
http://arenamateribelajar.blogspot.com/2012/11/pemeliharaansumber-daya-manusia.html