Anda di halaman 1dari 8

Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu

negara dalam mengatur pemerintahannya.


Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini
dibedakan menjadi:
Presidensial
Parlementer
Semipresidensial
Komunis
Demokrasi liberal
liberal
Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk
menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara
sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan
yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat.
Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak
bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan
mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal
itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan
kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga
kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas
maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga
kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga
menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi
dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam
pembangunan sistem pemerintahan tersebut.Hingga saat ini
hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem
pemerintahan itu secara menyeluruh.
Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana
kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga
kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah
adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu
sendiri
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pemerintahan
PENGERTIAN PEMERINTAHAN
a. Dalam arti luas : Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang
dilakukan oleh badab legislatif, eksekutif, dan yudikatif di suaru negara
dalam mencapai tujuan negara.
b. Dalam arti sempit : Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang
dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam mencapai tujuan
negara.
c. Mmenurut Utrecht ada 3 pengertian :
1. Pemerintahan adalah gabunagn dari semua badan kenegaraan yang
memiliki kekuasaan untuk memerintah (legislatif,Eksekutif, Yudikatif).
2. Pemerintahan adalah gabungan badan-badan kenegaraan tertinggi
yang memiliki kekuasaan memerintah (Presiden, Raja, Yang dipertuan
Agung).

3. Pemerintahan dalam arti kepala negara (Presiden) bersama


kabinetnya.
e. Menurut Offe Pemerintahan adalah hasil dari tindakan administratif dalam
berbagai bidang, bukan hanya hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah
dalam melaksanakan undang-undang melainkan hasil dari kegiatan
bersama antara lembaga pemerintahan dengan klien masing-masing.
f. Menurut Kooiman Pemerintahan adalah proses interaksi antara berbagai
aktor dalam pemerintahan dengan kelompok sasaran atau berbagai
individu masyarakat.
g.
Menurut Austin Ranney pemerintahan adalah proses kegiatan
pemerintah dalam membuat dan menegakkan hukum dalam suartu
negara.
h. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia pemerintahan berarti :
1. Proses, cara, perbuatan memerintah.
2. Segala urusan yang dilakukan negara dalam menyelenggarakan
kesejahteraan rakyat dan kepentingan negara.
BENTUK PEMERINTAHAN KLASIK
a. Ajaran Plato ada 5 bentuk pemerintahan :
1. Aristokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kaum
endekiawan sesuai dengan pikiran keadilan.
2. Timokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orangorang yang ingin mencapai kemasyhuran dan kehormatan.
3. Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh golongan
hartawan.
4. Demokrasi adalah bentuk pemerintahanyang dipegang oleh rakyat
jelata.
5. Tirani adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seorang tiran
(sewenang-wenang) dan jauh dari keadilan.
b. Ajaran Aristoteles ada 6 bentuk pemerintahan :
1. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang
demi kepentingan umum.
2. Tirani adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seorang demi
kepentingan pribadi.
3. Aristokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh
sekelompok cendekiawan untuk kepentingan umum.
4. Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok
cendekiawan demi kepentingan kelompoknya.
5. Politeia adalh bentuk Pemerintahan yang dipegang oleh seluruh rakyat
untuk kepentingan umum.
6. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orangorang tertentu demi kepentinagn sebagian orang.
-->
c. Ajaran POLYBIOS yanitu dikenal denagn teori siklus Polybios, yang
dapat
digambarkan
sbb:
- See more at: http://halil-materipkn.blogspot.com/2009/08/bab-2sistem-pemerintahan_30.html#sthash.qxxJcfPW.dpuf

Pengertian / definisi Sistem pemerintahan - Sistem berarti suatu


keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan
fungsional. Pemerintahan dalam arti luas adalah pemerintah / lembagalembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai
lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Sistem pemerintahan
mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu.
Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme
karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun
merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat
dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan
mempunyai sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan
berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas
untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan
masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas,
menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan,
ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontiniu
dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam
pembangunan sistem pemerintahan tersebut. Hingga saat ini hanya sedikit
negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara
menyeluruh.
Pengelompokan Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan Presidensial. Merupakan sistem pemerintahan di
mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak
bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung
jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala
Negara sekaligus kepala pemerintahan. Contoh Negara: AS, Pakistan,
Argentina, Filiphina, Indonesia
Sistem pemerintahan Parlementer. Sistem parlementer adalah sebuah
sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam
pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam
mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan
pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak
percaya. Berbeda dengan sistem presidensiil, di mana sistem parlemen
dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang
berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden
berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem
parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.
Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah
tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang
legislatif, atau parlemen, sering dikemukakan melalui sebuah veto
keyakinan. Oleh karena itu, tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas

antara cabang eksekutif dan cabang legislatif, menuju kritikan dari


beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang
ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.
Sistem parlemen dipuji, dibanding dengan sistem presidensiil, karena
kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. Kekurangannya
adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil, seperti
dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Sistem
parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala
pemerintahan dan kepala negara, dengan kepala pemerintahan adalah
perdana menteri, dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan
sedikit atau seremonial. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki
seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara,
memberikan keseimbangan dalam sistem ini.
Sumber : http://hipni.blogspot.com/2012/07/sistempemerintahan.html
Bentuk Pemerintahan Indonesia
Setiap negara memiliki bentuk pemerintahan masingmasing. Bentuk pemerintahan adalah rangkaian institusi
politik yang dipakai untuk mengorganisasikan suatu negara untuk
menegakkan kekuasaan atas suatu komunitas politik. Bentuk
pemerintahan didunia ini secara umum diklasifikasikan menjadi
bentuk pemerintahan klasik dan bentuk pemerintahan modern.
Sumber : http://sistempemerintahanindonesia.blogspot.com/2013/04/bentuk-pemerintahanindonesia.html
istem Pemerintahan Indonesia - Indonesia adalah negara yang
berasaskan pancasila dan sistem pemerintahannya adalah sistem
kepresidenan,dan sampai hari ini kita dipimpin oleh seseorang yang
bernama presiden,namum mari kita pelajari mengenai sistem
pemerintahan negara indonesia secara detail melalui tulisan dibawah in.
Sumber : http://artikelampuh.blogspot.com/2013/08/sistempemerintahan-indonesia.html
BENTUK- BENTUK PENYIMPANGAN
Bentuk- Bentuk Penyimpangan Terhadap UUD 1945 dari Masa
Orde Lama Sampai UUD S 1945
Penyimpangan pada awal kemerdekaan banyak, antara lain:
1. Keluarnya Maklumat Wakil Presiden Nomor X tanggal 16
Oktober 1945 yang mengubah fungsi KNIP dari pembantu
menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislative dan ikut serta
menetapkan GBHN sebelum terbentuknya DPR, MPR, dan DPA.
2. Keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945
yang mengubah sistem pemerintahan presidensial menjadi
sistem pemerintahan parlementer.

Pada masa Orde Lama dan Orde Baru, ada begitu banyak
penyimpangan konstitusi. Adapun bentuk-bentuk penyimpangan
UUD 1945 pada masa Orde Lama, misalnya:
1. Kekuasaan Presiden dijalankan secara sewenang-wenang, hal
ini terjadi karena kekuasaan MPR, DPR, dan DPA yang pada waktu
itu belum dibentuk dilaksanakan oleh Presiden.
2. MPRS menetapkan Oresiden menjadi Presiden seumur hidup,
hal ini tidak sesuai dengan ketentuan mengenai masa jabatan
Presiden.
3. Pimpinan MPRS dan DPR diberi status sebagai menteri, dengan
demikian, MPR dan DPR berada dibawah Presiden.
4. Pimpinan MA diberi status menteri, ini merupakan
penyelewengan terhadap prinsip bahwa kekuasaan kehakiman
merupakan kekuasaan yang merdeka.
5. Presiden membuat penetapan yang isinya semestinya diatur
dengan undang-undang (yang harus dibuat bersama DPR),
dengan demikian Presiden melampaui kewenangannya.
6. Pembentukan lembaga negara yang tidak diatur dalam
konstitusi, yaitu, Front Nasional.
7. Presiden membubarkan DPR; padahal menurut konstitusi,
Presiden tidak bisa membuabarkan DPR.
Sedangkan, bentuk-bentuk penyimpangan UUD 1945 pada masa
Orde Baru meliputi, antara lain:
1. Terjadi pemusatan di tangan Presiden, sehingga pemerintahan
dijalankan secara otoriter.
2. Berbagai lembaga kenegaraan tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, hanya melayani keinginan pemerintah (Presiden).
3. Pemilu dilaksanakan secara tidak demokratis, pemilu hanya
menjadi sarana untuk mengukuhkan kekuasaan Presiden,
sehingga Presiden terus menerus dipilih kembali.
4. Terjadi monopoli penafsiran Pancasila, ditafsirkan sesuai
keinginan pemerintah untuk membenarkan tindakantindakannya.
5. Pembatasan hak-hak politik rakyat, seperti hak berserikat,
berkumpul, dan berpendapat.
6. Pemerintahan campur tangan terhadap kekuasaan kehakiman,
sehingga kekuasaan kehakiman tidak merdeka.
7. Pembentukan lembaga-lembaga yang tidak terdapat dalam
konstitusi, yaitu kopkamtib yang kemudian menjadi Bakorstanas.
8. Terjadi Korupsi Kolusi Napolisme (KKN) yang luar biasa
parahnya sehingga bisa merusak segala aspek kehidupan, dan
berakibat pada terjadinya krisis multimensi.
Pada Periode 1959-1966

Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945,


diantaranya:
1. Presiden mengangkat Ketua dan Wakil ketua MPR/DPR dan MA
serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara.
2. MPRS menetapkan Soekarno sebagai Presiden seumur hidup.
3. Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui gerakan 30
September Partai Komunis Indonesia.
Pada Periode 1966-1998
Terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantarnya:
1. Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa
MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak
berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya.
2. Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang
antara lainmenyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah
UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui
referendum.
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum,
yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.
Sumber : http://karw21anto.wordpress.com/tugas-2/semester-1/bentuk-bentukpenyimpangan/
A. Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan
Bentuk negara adalah merupakan batas antara peninjauan secara
sosiologis dan peninjauan secara yuridis mengenai negara. Peninjauan
secara sosiologis jika negara dilihat secara keseluruhan (ganzhit) tanpa
melihat isinya, sedangkan secara yuridis jika negara\peninjauan hanya
dilihat dari isinya atau strukturnya.
Machiavelli dalam bukunya II Prinsipe bahwa bentuk negara (hanya ada
dua pilihan) jika tidak republik tentulah Monarkhi. Selanjutnya menjelaskan
negara sebagai bentuk genus sedangkan Monarkhi dan republik sebagai
bentuk speciesnya.
Sumber : http://mshafid.wordpress.com/2011/02/02/bentuk-negara-bentukpemerintahan-dan-sistem-pemerintahan/
SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRASI INDONESIA
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang
kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik
secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui
perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah ini berasal
dari bahasa Yunani (dmokrata) "kekuasaan
rakyat", yang dibentuk dari kata (dmos) "rakyat"
dan (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem

politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4


SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena,
menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. Istilah
demokrasi
diperkenalkan
pertama
kali
oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan,
yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan
berada di tangan orang banyak (rakyat). Abraham
Lincoln dalam pidato
Gettysburgnya mendefinisikan
demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan
tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat
dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang
sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui
demokrasi,
keputusan
yang
diambil
berdasarkansuara terbanyak.
Sumber : http://lenamegawati.blogspot.com/2012/01/normal-0-false-false-falsein-x-none-x.html
Demokrasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk pemakaian kata "demokrasi" untuk menyebut sistem yang


melibatkan pemilu multipartai, pemerintahan perwakilan, dan kebebasan
berbicara, lihat Demokrasi liberal. Untuk kegunaan lain, lihat Demokrasi
(disambiguasi).

Seorang wanita memasukkan surat suara pada putaran kedua pemilu


presiden Perancis tahun 2007
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya
memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah
hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasibaik
secara langsung atau melalui perwakilandalam perumusan,
pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi
sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya
praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Kata ini berasal dari bahasa Yunani (dmokrata) "kekuasaan
rakyat",[1] yang terbentuk dari (dmos) "rakyat" dan (kratos)
"kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem
politik negara-kota Yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan

antonim dari (aristocratie) "kekuasaan elit". Secara teoretis,


kedua definisi tersebut saling bertentangan, namun kenyataannya sudah
tidak jelas lagi.[2] Sistem politik Athena Klasik, misalnya, memberikan
kewarganegaraan demokratis kepada pria elit yang bebas dan tidak
menyertakan budak dan wanita dalam partisipasi politik. Di semua
pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern,
kewarganegaraan demokratis tetap ditempati kaum elit sampai semua
penduduk dewasa di sebagian besar negara demokrasi modern benarbenar bebas setelah perjuangan gerakan hak suara pada abad ke-19 dan
20. Kata demokrasi (democracy) sendiri sudah ada sejak abad ke-16 dan
berasal dari bahasa Perancis Pertengahan dan Latin Pertengahan lama.
Suatu pemerintahan demokratis berbeda dengan bentuk pemerintahan
yang kekuasaannya dipegang satu orang, seperti monarki, atau
sekelompok kecil, seperti oligarki. Apapun itu, perbedaan-perbedaan yang
berasal dari filosofi Yunani ini[3] sekarang tampak ambigu karena beberapa
pemerintahan kontemporer mencampur aduk elemen-elemen demokrasi,
oligarki, dan monarki. Karl Popper mendefinisikan demokrasi sebagai
sesuatu yang berbeda dengan kediktatoran atau tirani, sehingga berfokus
pada kesempatan bagi rakyat untuk mengendalikan para pemimpinnya
dan menggulingkan mereka tanpa perlu melakukan revolusi.[4]
Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar.
Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya.
Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua
warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan
keputusan pemerintahan. Di kebanyakan negara demokrasi modern,
seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun
kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan;
ini disebut demokrasi perwakilan. Konsep demokrasi perwakilan muncul
dari ide-ide dan institusi yang berkembang pada Abad Pertengahan
Eropa, Era Pencerahan, dan Revolusi Amerika Serikat dan Perancis.[5]
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

Beri Nilai