Anda di halaman 1dari 12

DULU SAMPAH

SEKARANG BERKAH

Posko Bank Sampah RW 03


Bekasi Regensi I

Sejarah

Posyandu Sari Flamboyan I, berdiri tahun 1999,


sejak kepengurusan I RW 03
Sudah 3 kali berganti kepengurusan (Ibu
Purwanto, Ibu Akib, Ibu Happiyati)
Seluruh kader baru aktif mengikuti kegiatan sejak
kepengurusan Ibu Happi, bersamaan dengan
kepengurusan RW 03 ke 3 (Bapak M. Suhud)
Saat ini jumlah kader
berjumlah 15 orang,
per RT diwakili oleh
1-2 orang kader.

Mulai bergelut dengan


sampah

Sejalan dengan visi dan misi RW 03, untuk


meningkatkan perekonomian warga, menjaga
kebersihan dan mengurangi pemulung yang
masuk di lingkungan
Pengurus RW bekerjasama dengan posyandu
berinisiatif mendirikan bank sampah
Pengurus RT dan warga RW 03 mendukung
pendirian bank sampah tersebut.
Seluruh kader memiliki motivasi yang sangat
tinggi untuk mengelola bank sampah

Tujuan

Meningkatkan perekonomian
warga
Menjaga kebersihan lingkungan
RW 03
Mengurangi pemulung yang
masuk di lingkungan
Menambah kas Posyandu, yang
bisa dipergunakan berbagai
kegiatan, seperti: penambahan gizi
balita, lomba balita sehat, dll.
Meningkatkan kebersamaan
seluruh kader posyandu dan warga

Kegiatan di Bank Sampah

Sosialisasi ke seluruh warga, oleh pengurus RW,


pengurus Posyandu dan Pengurus RT 01 RT 09.
Persiapan lokasi (gudang penyimpanan) yang
selanjutnya disebut Posko Bank Sampah RW 03
Peresmian Posko oleh Ketua RW 03, 9 Nopember
2013
Posko dibuka 2 kali seminggu, setiap hari Sabtu
dan Minggu, jam 09.00 s/d 13.00.
Dan apabila ada acara Pengajian bulanan, Posko
Bank Sampah di buka jam 13:00 s/d 16:00.
Penjualan dilakukan satu bulan sekali kepada
pengepul.

Teknis Pengelolaan

Warga mengumpulkan barang bekas di rumah


masing-masing.
Kemudian mengantarkan barang tersebut ke
posko, atau petugas posko menjemput ke rumahrumah warga.
Di Posko, barang dipilah berdasarkan jenisnya
lalu di timbang dan dilakukan pencatatan di buku
besar serta buku tabungan nasabah.
Barang yang sudah ditimbang, kemudian disortir
dan dibersihkan, agar nilai jualnya menjadi tinggi.
Barang di jual ke pengepul.
Sebagian barang bekas digunakan untuk
membuat kerajinan: tas, dompet, dll.

Bekerja tanpa pamrih

Pengelola tidak digaji

Mendapat keuntungan dari selisih


pembelian dan penjualan

Contoh: barang-barang plastik


Pembelian dari warga rata-rata
Rp 1.000/kg, setelah dibersihkan
dan dipilah, dijual ke pengepul sbb:
* Gelas air mineral super Rp 6.000/kg

* Plastik ember

Rp 1.400/kg

* Plastik gelas

Rp 1.400/kg

Selisih harga tersebut yang menjadi pemasukan kas


Posyandu Sari Falamboyan I, untuk berbagai kegiatan
Posyandu bersama masyarakat RW 03.

Alur Pengelolaan
Warga
Mengumpulkan
Barang Bekas

Kerajinan
Tangan

Penjualan ke
Pengepul

Mengantar ke
Posko
Jemput
Bola

Buku
Besar
Harian

Packing
sederhana dan
penyimpanan

Klasifikasi
Barang
dan
Penimbangan
Pencatatan di:
Buku
Besar
Anggota

Buku
Anggota

Sortir dan
Pembersihan

Jenis barang

Plastik (plastik ember, gelas dan botol


mineral)
Kertas (kardus, koran, buku, duplex)
Besi (besi murni, besi stal)
Alumunium
Tembaga
Barang elektronik (TV, Monitor,
Dispenser, kulkas, mesin cuci,
kipas angin)
Aki bekas, kompor, kaleng
dll

Perlengkapan kerja

Timbangan
Pisau, cutter, gunting
Tali rafia
Karung
Buku besar harian
Buku besar anggota
Buku tabungan
nasabah
Gerobak

Tim kerja

Penasehat: Pengurus RW 03
Pelaksana: Seluruh kader Posyandu RW
03, dibagi dalam 2 tim kerja untuk hari
Sabtu dan Minggu
Pembantu umum: Pakde Tugiman

Kesimpulan

Sampah yang selama ini kita anggap tidak berguna ternyata


mempunyai nilai ekonomis

Telah melakukan 3 x penjualan

Jumlah nasabah semakin bertambah

Saldo per 31 Januari (3 bulan) Rp 757.000

Warga mendukung dan semakin antusias dengan program


pengelolaan barang bekas

Kami berharap bisa mengelola barang bekas basah untuk menjadi


pupuk kompos.

Harapan lainnya, bisa mendapat pelatihan membuat kerajinan tangan


menggunakan barang-barang bekas. Agar nila jualnya bisa lebih tinggi
lagi.