Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

ALEL GANDA

Disusun oleh:
Maghfira Jihan Mahani
14304241034
Pendidikan Biologi A 2014

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

A. Topik
Alel Ganda
B. Tujuan
Mengenal salah satu sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan menentukan
genotipnya sendiri.
C. Alat dan Bahan
1. Buku catatan
2. Alat tulis
3. Mahasiswa kelas Pendidikan Biologi A 2014
D. Cara Kerja
4.
5.
Mengamati sisi atas jari-jari tangan

Memperhatikan dengan seksama pada segmen digitalis tengah dari jari-jari tangan tampak tumbuh

6.

Menentukan alel yang mana anda

Mencatat data kemungkinan alel yang dimiliki oleh teman-teman yang lain

E. Hasil Pengamatan
Alel ganda

Hasil pribadi
(beritanda X)

Hasil kelas
Jumlah
Presentase

H1
H2
H3
H4
H5

0
2
7
3
19

0%
6,4%
22,5%
9,7%
61,3%

Keterangan:
H1 : rambut terdapat pada semua jari
H2 : rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
H3 : rambut pada jari manis dan jari tengah
H4 : rambut hanya pada jari manis saja
H5 : tidak ada rambut pada semua jari

Konversi persen ke dalam desimal


H1 = 0/100 x 31 = 0
H2 = 6,4/100 x 31

= 1,98

H3 = 22,5/100x 31

= 6,97

H4 = 9,7/100x 31 = 3,00
H5 = 61,3/100x 31

= 19,03

F. Pembahasan
Praktikum Alel Ganda dilakukuan pada hari selasa 26 april 2016 di lab genetika.
Praktikum ini betujuan untuk mengenal salah satu sifat manusia yang ditentukan oleh
pengaruh alel ganda dan menentukan genotipnya sendiri dengan membandingkan tangan
dari setiap mahasiswa terkait rambut pada setiap jari

Konsep alel ganda biasanya terjadi pada warna kulit kelinci. Karena pengaruh
peranan alel ganda menyebabkan beberapa warna dasar kulit pada kelinci, yaitu normal,
chinchilla, himalaya, dan albino. Kelinci liar (normal) berwarna abu-abu polos yang
disebabkan oleh alel c+, kelinci chinchilla berwarna abu-abu bercampur dengan rambut
mengkilat seperti perak yang disebabkan oleh alel cch, kelinci himalaya berwarna putih,
kecuali ujung hidung, telinga, ujung kaki, dan ekor yang berwarna hitam yang disebabkan
oleh alel ch, dan kelinci albino berwarna putih putih polos yang disebabkan oleh alel c
(Suryo, 2008:342)
Berbagai percobaan perkawinan pada bermacam-macam kelinci itu memberi
petunjuk bahwa dominansi alel-alel tersebut ialah : c+ > cch > ch > c. Perkawinan antara
kelinci normal dengan chinchilla menghasilkan keturunan F1 yang semuanya berupa
kelinci normal. Tetapi keturunan F2 memperlihatkan perbandingan fenotip = 3 normal : 1
chinchilla. Hal ini memberikan pengertian bahwa gen yang menyebabkan warna abu-abu
dan chinchilla merupakan alel (Suryo, 2008:343-344).
Alel dapat menunjukkan derajat dominansi dan keresesifan yang berbeda-beda satu
sama lain. Dalam persilangan ercis Mendel, keturunan F1 selalu terlihat seperti salah satu
dari kedua varietas induk sebab salah satu alel dalam satu alel tersebut menunjukkan
dominani sempurna terhadap alel yang satu lagi. Dalam situasi semacam itu, fenotip
heterozigot dan homozigot dominan tidak dapat dibedakan (Campbell, dkk., 2010).
Golongan darah seseorang ditetapkan berdasarkan macam antigen dalam eritrosit
yang dimilikinya. Breinstein tahun 1925 menegaskan bahwa antigen-antigen itu diwariskan
oleh suatu seri alel ganda. Alel itu diberi simbol I (berasal dari kata isoaglutinin, suatu
protein yang terdapat pada permukaan sel eritrosit). Orang yang mampu membentuk
antigen A memiliki alel IA dalam kromosom, yang mampu membentuk antigen B memiliki
alel IB, yang memiliki alel IA dan IB dapat membentuk antigen A dan antigen B, sedangkan
yang tidak mempu membentuk antigen sama sekali memiliki alel resesif (Rosana Agus dan
Sjafaraenan, 2013).
Selain pada golongan darah, alel ganda pada manusia juga dapat ditunjukkan dari
letak rambut pada ruas tengah jari tangan. Namun, tidak seluruh jari tangan yang dapat
ditumbuhi rambut tersebut. Hanya ibu jari saja yang tidak mungkin ditumbuhi rambut. Jika
rambut tumbuh pada semua jari, yaitu jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari

kelingking, maka sifat ini ditentukan oleh seri alel ganda H 1. Sedangkan jika hanya jari
telunjuk yang tidak ditumbuhi rambut, dalam hal ini adalah kelingking, jari manis dan jari
tengah, sifat ini ditentukan oleh seri alel ganda H2. Namun, jika rambut ini hanya tumbuh
di jari manis dan jari tengah, maka hal ini menunjukkan pengaruh dari seri alel ganda H 3..
Jika rambut hanya tumbuh pada jari manis, sifat ini diatur oleh seri alel ganda H 4. Dan
terakhir, jika tidak satu jaripun yang ditumbuhi oleh rambut itu, maka fenotip ini diatur
oleh seri alel ganda H5. Alel ganda pada tumbuhnya rambut pada segmen digitalis jari-jari
tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari tangan adalah sebagai
berikut.
H1 > H2 > H3 > H4 > H5
Dimana
H1 = Rambut terdapat pada semua jari
H2 = Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
H3 = Rambut pada jari manis dan jari tengah
H4 = Rambut hanya pada jari manis saja
H5 = Tidak ada rambut pada keempat (Tim Genetika, 2012:24).
Berdasarkan data pengamatan, diketahui bahwa mahasiswa kelas Pendidikan
Biologi A tidak ada yang memiliki alel ganda H 1 (rambut terdapat pada semua jari)
sehingga presentasenya adalah 0%. Untuk alel ganda H 2 yaitu dimana rambut terdapat pada
jari kelingking, jari manis, dan jari tengah dimiliki oleh 2 mahasiswa Pendidikan Biologi A
dengan presentase 6,4%. Kedua mahasiswa tersebut kemungkinan memiliki genotip H 2H2
atau H2H3. Untuk alel ganda H3 yaitu dimana rambut terdapat pada jari manis dan juga jari
tengah dimiliki oleh 7 mahasiswa Pendidikan Biologi A dengan presentase sebanyak
22,5%. Tujuh mahasiswa tersebut kemungkinan memiliki genotip H 3H3 atau H3H4. Alel
ganda H4 dimana rambut hanya terdapat pada jari manis saja dimiliki oleh 3 mahasiswa
Pendidikan Biologi A dengan presentase 9,7%. Tiga mahasiswa tersebut kemungkinan
memiliki genotip H4H5 atau H4H4. Alel ganda yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa
Pendidikan Biologi A yaitu sebanyak 19 mahasiswa adalah H 5, dimana tidak ada rambut

pada semua jari. Presentase jumlah alel ganda H 5 di kelas Pendidikan Biologi A adalah
61,3%. Kemungkinan genotip dari 19 mahasiswa tersebut memiliki genotip H5H5.
LangkahLangkah yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah mengamati ruas
tengah jarijari tangan memperhatikan dengan seksama apakah pada segmen digitalis
tengah dari jarijari tangan tampak tumbuh rambut, menentukan alel yang sesuai dengan
kita, kemudian mencatat data kemungkinan alel yang dimiliki oleh temanteman lainnya
(satu kelas).
Pada praktikum ini, praktikan sendiri memiliki alel ganda H 5, dimana tidak ada
rambut pada semua ruas jari. Dengan melihat urutan penentuan dominansi pada rambut
digitalis tengah jari-jari tangan secara umum yaitu H1 > H2 > H3 > H4 > H5, maka dalam
hal ini, praktikan mungkin memiliki genotip H5H5 yang pada data ini dapat dikatakan
bahwa praktikan memiliki sifat dominan pada H5.
Berdasarkan data pengamatan pada rambut di ruas tengah jari tangan yang
dilakukan terhadap 31 sampel, dapat diketahui bahwa H1< H2 < H3> H4< H5. Data
tersebut dapat menunjukkan bahwa seri alel ganda pada H 5 bersifat dominan dibandingkan
dengan seri alel ganda pada tipe lainnya. Jadi, dapat dilihat urutan dominansinya yaitu
sebagai berikut: H5 > H3 > H4 > H2 > H1. Berdasarkan data yang telah dilakukan
perhitungannya, didapatkan bahawa pada percobaan kali ini mengenai rambut yang berada
pada ruas tengah jari tangan tidak dipengaruhi oleh adanya faktor lingkungan atau faktor
luar.
G. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sifat
manusia yang ditentukan oleh alel ganda salah satunya adalah ada atau tidaknya rambut
pada segmen digitalis tengah jari-jari tangan, dan seri alel ganda yang mendominasi pada
mahasiswa yaitu H5 dimana tidak ada rambut pada semua empat jari dan sifat ini tidak
dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau faktor luar.
H. Diskusi

H H

1. Kalau sepasang sejoli dengan genotip

dan

H H

kawin, bagaimanakah

genotip dan fenotip keturunannya andaikata mereka mempunyai 4 orang anak? Dibuat
juga diagram persilangannya.
Jawab:
3
1
3
1
P
H H >< H H
Gamet

H3
H

1
3

H H

H3
H
3

1
3

H H

H H

H H

Maka, fenotip keturunannya berdasarkan perkawinan antara


adalah:
H3 H3
H 3 H 1 dan

H H

dan

H H

: rambut pada jari manis dan jari tengah


H1 H3

: rambut terdapat pada semua jari

H1 H1

: rambut terdapat pada semua jari

2. Mungkinkah golongan darah anak sama sekali berbeda dengan golongan darah
kepunyaan orang tua? Berikan buktinya!
Jawab:
Golongan darah anak dapat sama sekali berbeda dengan golongan darah kepunyaan
orang tua. Hal ini dapat terjadi apabila genotip kedua orang tua heterozigot. Misalnya:
A O
B O
P
I I
>< I I
Gamet

IA

IB

IO

IO

I A I B ; I A IO ; I B IO ; I O I O

Berdasarkan diagram persilangan tersebut, dapat diketahui bahwa apabila ayah memiliki
golongan darah A dengan genotip heterozigot dan ibu memiliki golongan darah B
dengan genotip heterozigot (atau dapat pula sebaliknya) maka keturunannya
kemungkinan dapat memiliki golongan darah yang sama sekali berbeda dengan
golongan darah kedua orang tuanya yaitu golongan darah AB dan O, disamping terdapat
pula kemungkinan keturunan yang bergolongan darah sama dengan orang tuanya yaitu A
dan B.

3. Dalam sebuah keluarga yang mempunyai 4 orang anak, 2 diantaranya mempunyai


golongan darah B, 1 orang AB dan 1 orang lagi A. bagaimanakah kemungkinan fenotip
kedua orang tuanya? Jelaskan dengan buktinya!
Jawab:
Apabila dalam sebuah keluarga terdapat 4 orang anak dimana 2 diantaranya bergolongan
darah B, 1 orang AB dan 1 orang lagi A, maka kemungkinan fenotip kedua orang tuanya
adalah bergolongan darah AB dan B. Hal ini dapat dibuktikan melalui diagram
persilangan berikut:
A B
P
I I
Gamet

B O
>< I I

IA

IB

IB

IO

I A I B ; I A IO ; I B I B ; I B I O

DAFTAR PUSTAKA
Agus, Rosana dan Sjafraenan, 2013. Penuntun Praktikum Genetika Dasar. Universitas
Hasanuddin. Makassar.
Campbell, N.A., Reece, J.B., Mitchell, L.G., 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1.
Erlangga. Jakarta.
Suryo. 2008. Genetika Manusia. Yogyakarta: UGM Press.
Tim Genetika. 2012. Petunjuk Praktikum Genetika. Yogyakarta: FMIPA UNY.