Anda di halaman 1dari 16

KAJIAN

TEKNIS

OPTIMALISASI EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGGUNAAN ALAT GALI MUAT


DAN
ALAT ANGKUT TERHADAP PRODUKSI BATUBARA PADA TAMBANG
BATUBARA SWAKELOLA PT. BUKIT ASAM, TBK

PROPOSAL TUGAS AKHIR


Diajukan Untuk Tugas Akhir Penelitian Mahasiswa
Pada Jurusan Teknik Pertambangan

Oleh :
Yudi Arista Yulanda
NIM. 03091002001

UNIVERSITAS
SRIWIJAYA FAKULTAS
TEKNIK
2013

A. Judul Penelitian
Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas Dan Efisiensi Penggunaan Alat Gali Muat Dan
Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang Batubara Swakelola PT. Bukit
Asam, Tbk.
B. Bidang Ilmu
Teknik Pertambangan
C. Latar Belakang
Energi merupakan sumber daya yang vital bagi kemajuan suatu bangsa dan negara.
Semakin maju suatu negara maka semakin besar kebutuhan enegi yang dibutuhkan. Sampai
saat ini, kebutuhan energi dunia dipenuhi oleh 87,7% bahan bakar fosil, yang terdiri dari
minyak bumi 36,7% , batubara 27,2% , dan gas alam 23,7%.
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya energi batubara.
Data Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan cadangan
batubara di Indonesia mencapai 28 milliar ton. Selain itu, Indonesia merupakan negara
pengekspor batubara kedua terbesar di dunia setelah Australia. Kebijakan Energi Nasional
Indonesia pada 2025 bahkan menyatakan bahwa batubara akan menjadi sumber energi
utama dengan penggunaan meningkat menjadi 30,7% sedangkan penggunaan minyak bumi
akan dikurangkan menjadi 23,7%. Hal ini menunjukkan bahwa batubara merupakan sumber
daya yang mempunyai peran yang sangat strategis dan vital.
Batubara merupakan sumber daya mineral yang bersifat sebagai wasting asset, artinya
bila sumber daya tersebut telah ditambang di suatu tempat maka tidak dapat diperbaharui
kembali. Oleh karena itu, di dalam industri pertambangan selalu berhadapan dengan sesuatu
yang terbatas. Maka diperlukan penerapan sistem penambangan yang sesuai dan tepat, baik
ditinjau dari segi teknis, ekonomis, maupun lingkungan, agar didapat perolehan yang
optimal.
Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk merupakan tambang terbuka yang menggunakan
sistem kombinasi excavator truck untuk melakukan kegiatan penambangan dalam rangka
mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Penggunaan alat mekanis yang tidak efektif
dan efisien dapat berpengaruh terhadap pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.

Tidak efektif dan efisiennya penggunaan alat mekanis dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, salah satu diantaranya adalah banyaknya waktu kerja yang terbuang dengan tidak
efektif. Ada banyak pula faktor yang menyebabkan waktu kerja menjadi tidak efektif. Hal
ini tentu bisa merugikan perusahaan. Oleh karena itu penulis merasa perlu untuk melakukan
penelitian tentang Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas Dan Efisiensi Penggunaan Alat
Gali Muat Dan Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang Batubara
Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk
D. Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui kemampuan produksi dari alat gali muat dan alat angkut yang

digunakan di lokasi penambangan.


2. Untuk mengetahui faktor-faktor serta hambatan yang menjadi penyebab tidak

tercapainya sasaran produksi.


3. Melakukan upaya peningkatan produksi dengan memperbaiki penyebab terjadinya

hambatan.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terhadap Kajian Teknis Optimalisasi Efektifitas dan Efisiensi
Penggunaan Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Terhadap Produksi Batubara Pada Tambang
Batubara Swakelola PT. Bukit Asam, Tbk adalah dapat memberikan masukan dan saran
mengenai usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan
serta dapat digunakan sebagai bahan kajian di lokasi penambangan lain dalam usaha
peningkatan produksi alat gali muat dan alat angkut.
F.

Metode Penelitian
Metodologi yang akan diterapkan pada penelitian ini meliputi :
1. Pengumpulan Data, yang mencakup :
a.

Data Primer, yang terdiri dari :


1.

Data Target Produksi Bulanan tahun 2013

2.

Data Jumlah Alat yang tersedia tahun 2013

3.

b.

Data Kondisi Kerja yang meliputi :


a.

Jarak Angkut

b.

Grade Resistance

c.

Rolling Resistance

d.

Digging Resistance

e.

Waktu Kerja Efektif

f.

Waktu antrian

4.

Data Ketersedian Mekanis dan Ketersediaan Fisik

5.

Data cycle time

6.

Data Produktifitas alat mekanis

7.

Data Match Factor

Data sekunder, yang terdiri dari :


1.

Data target produksi batubara

2.

Data waktu kerja dan shift kerja

3.

Data curah hujan 2 tahun ke belakang

4.

Data spesifikasi alat mekanis

2. Pengolahan dan Analisis data berdasarkan data yang telah dikumpulkan, baik secara

analisa deduktif maupun induktif.


3. Penyusunan laporan disertai dengan melakukan bimbingan secara berkala.

G. Jadwal Pelaksanaan
Sesuai dengan surat pertmohonan yang kami ajukan, kami bermaksud melaksanakan
Penelitian Tugas Akhir pada tanggal 4 Maret s/d 27 April 2013. Adapun rincian kegiatan
yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
N
o.
1.
2.
3.
4.

Kegiatan
Orientasi
Pengambilan Data
Pengolahan Data
Penyusunan Laporan

Minggu Ke :
4
5

H. Tinjauan Pustaka
1. Produktivitas Alat
Produktivitas alat merupakan kemampuan alat yang digunakan untuk memindahkan
material dalam ukuran waktu tertentu (biasanya dihitung per jam). Umumnya pemindahan
material dihitung berdasarkan volume baik dalam satuan m3, yard3 ataupun ton.
Peralatan mekanis yang biasa digunakan pada operasi penambangan ditinjau dari
fungsinya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam alat yaitu :
a. Alat gali muat

Alat gali muat adalah alat produksi untuk menggali dan mengisikan material hasil
galiannya ke dalam alat angkut. Contohnya Backhoe, Dragline, Front-End Loader,
Claimshell, Bucket Wheel Excavator (BWE), Bucket Chain Excavator (BCE) dan
sebagainya.
b. Alat angkut

Alat angkut adalah alat-alat produksi untuk mengangkut material menuju proses
berikutnya. Contohnya Truck, Lori Lokomotif, Belt Conveyor, Pipa Lumpur (Slurry),
Scrapper dan sebagainya
c. Alat bantu.

Sedangkan alat bantu adalah alat-alat berat yang digunakan untuk membantu kelancaran
produksi.Contohnya Bulldozer, Ripper, Grader, Lubrication Truck, Water Truck, Fuel
Truck dan sebagainya.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Alat


Salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk mengetahui baik buruknya hasil
kerja (Keberhasilan) suatu alat pemindahan tanah mekanis adalah besarnya produksi yang
dapat dicapai oleh alat tersebut. Oleh sebab itu usaha dan upaya untuk dapat mencapai
produksi yang tinggi selalu menjadi perhatian yang serius. Untuk memperkirakan lebih
teliti produksi alat-alat yang sudah dibicarakan di atas, perlu dipelajari faktor-faktor yang
langsung mempengaruhi hasil kerja alat-alat tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Jenis Material

Karena perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi.
Maka sering dilakukan pengelompokkan sebagai berikut:
a. Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging), misalnya tanah atas atau top soil,
pasir (sand), lempung pasiran (sandclay), pasir lempungan (clayedsand).
b. Agak keras atau Medium hard digging, misalnya tanah liat atau lempung (clay)
yang basah dan lengket. Batuan yang sudah lapuk (wheathered rock).
c. Sukar digali atau keras (hard digging), misalnya batu sabak (slate), material yang
kompak (compacted material), batuan sedimen (sedimentary rock), konglomerat,
breksi (breccia).
d. Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh
rock) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya
batuan beku segar (fresh igneous rock), batuan malihan segar (fresh metamorphic
rock).
b. Tahanan Gali (Digging Resistance)
Tahanan gali merupakan tahanan yang dialami oleh alat gali pada waktu
melakukan penggalian tanah. Tahanan ini disebabkan oleh :
a. Gesekan antara alat gali dengan tanah. Pada umumnya semakin besar kelembaban
dan kekasaran butiran tanah, semakin besar pula gesekan yang terjadi.
b. Kekerasan tanah yang umumnya bersifat menahan masuknya alat gali kedalam
tanah.
c. Adanya adhesi antara tanah dengan alat gali, dan kohesi antara butiran-butiran tanah
itu sendiri.
d. Berat jenis tanah, hal ini terutama sangat berperan terhadap alat gali yang juga
berfungsi sebagai alat muat.
c. Tahanan gulir (Rolling resistance)
Tahanan gulir merupakan jumlah segala gaya-gaya luar yang berlawanan dengan
arah gerak kendaraan yang berjalan diatas jalur jalan atau permukaan tanah. Dengan
sendirinya yang mengalami tahanan gulir ini secara langsung adalah bagian luar ban
sebuah kendaraan.
Tahanan gulir ini tergantung dari banyak hal, diantaranya yang tepenting adalah :

a. Keadaan jalan, yaitu kekerasan dan kemulusan permukaannya : semakin keras dan
mulusnya atau rata jalan tersebut, semakin kecil tahanan gulirnya. Jenis tanah atau
material yang dipergunakan untuk membuat jalan tidak terlalu berpengaruh.
b. Keadaan bagian kendaraan yang bersangkutan dengan permukaan jalan

jika

memakai ban karet maka yang berpengaruh adalah ukuran ban, tekanan dan
permukaan bannya apakah masih baru atau sudah gundul, sedangkan jika memakai
crawler track maka keadaan dan macam track nya kurang berpengaruh akan tetapi
kondisi jalannya yang berpengaruh. Berikut angka-angka tahanan gulir yang
dinyatkan dalam persen.
d. Tahanan Kemiringan (Grade resistance)
Merupakan besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan
karena kemiringan jalur jalan yang melaluinya. Jika jalur jalan itu naik, disebut
kemiringan positif maka tahanan kemiringan akan melawan gerak kendaraan, sehingga
memperbesar tenaga yang diperlukan. Sebaliknya jika jalur jalan itu turun disebut
kemiringan negatif maka tahanan kemiringannya akan membantu gerak kendaraan
artinya mengurangi tenaga yang dibutuhkan. Tahanan kemiringan tergantung dari dua
faktor yaitu :
a. Besarnya kemiringan yang biasa dinyatakan dalam persen (%). Kemiringan 1 %
berarti jalan-jalan itu naik atau turun 1 meter untuk tiap jarak mendatar sebesar 100
meter atau naik/turun 1 ft untuk setiap 100 ft jarak mendatar.
b. Berat kendaraan itu sendiri dinyatakan dalam gross ton.
e. Coefficient Of Traction
Merupakan suatu faktor yang menunjukkan berapa bagian dari seluruh berat
kendaraan itu pada ban atau track yang dapat dipakai untuk menarik atau mendorong.
Faktor ini akan mempengaruhi kondisi kendaraan seperti slip atu tidaknya kendaraan
tersebut ketika tenaga yang dibutuhkan tidak seimbang dengan tenaga yang diberikan.
f. Rimpull
Merupakan besarnya kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat
kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan.

Untuk menghitung berapa Besar rimpull yang diberikan oleh kendaraan dapat
menggunakan komparasi data pada spesifikasi kendaraan.
g. Percepatan
Merupakan waktu yang diperlukan untuk mempercepat kendaraan dengan
memakai kelebihan rimpull yang tidak dipergunakan untuk menggerakkan kendaraan
pada jalur jalan tertentu. Biasanya hal ini terjadi disaat kendaraan menempuh jalan yang
menurun.
h. Ketinggian dari permukaan air laut (Altitude)
Ketinggian letak suatu daerah ternyata berpengaruh terhadap hasil kerja mesinmesin, karena mesin-mesin tersebut bekerja dipengaruhi tekanan dan temperatur.
Semakin tinggi tempat bekerja maka kekeurangan tenaga terhadap mesin mesin akan
berkurang pula. Untuk kendaraan 4 tak maka akan berkurang sebesar 3% pada
ketinggian setelah 1000 ft pertama. Untuk kendaraan 2 tak akan berkurang 1 %.
i. Effisiensi Operator
Merupakan faktor manusia yang menggerakkan alat-alat yang sangat sukar untuk
ditentukan effisiensinya secara tepat karena selalu berubah-ubah dari hari kehari bahkan
dari jam ke jam tergantung dari keadaan cuaca, keadaan alat yang dikemudikan,
suasana kerja dan lainnya. Sebenarnya effisiensi operator tidak hanya disebabkan oleh
kemalasan pekerja itu sendiri, tetapi juga karena kelambatan-kelambatan dan
hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindari seperti : melumasi kendaraan,
mengganti yang aus, membersihkan bagian-bagian terpenting sesudah sekian jam
dipakai, memindahkan ketempat lain, tidak adanya keseimbangan antara alat gali muat
dan alat angkut, menunggu peledakan, perbaikan jalan dan sebagainya.
j. Efektifitas Penggunaan Alat Mekanis
Efektifitas penggunaan alat mekanis merupakan faktor yang menunjukan kondisi
alat-alat mekanis dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu
selama kerja.
Adapun parameter efektifitas dalam penggunaan alat-alat mekanis meliputi :

1) Kesediaan Mekanis (Mechanical Availability )


Mechanical Availability (MA) adalah angka yang menunjukan tingkat suatu
alat dapat bekerja dengan memperhitungkan kehilangan waktu karena alasan-alasan
mekanis seperti perawatan atau reparasi mesin, penggantian suku cadang (sparepart)
dan lain-lain. Kesiapan mekanis merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi
mekanis yang sesungguhnya dari alat yang sedang dipergunakan.
Persamaan untuk Mechanical Availability adalah sebagai berikut :
MA

W
W

x 100 %

Keterangan :
W=Working hours atau jumlah jam kerja merupakan waktu yang dibebankan
kepada seorang operator suatu alat yang dalam kondisi dapat dioperasikan
artinya tidak rusak, meliputi setiap keterlambatan yaitu pulang ke lokasi kerja,
pindah tempat, pelumasan dan pengisian bahan bakar serta keadaan cuaca.
R= Repair hours merupakan waktu untuk perbaikan dan waktu yang hilang karena
menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang
serta waktu untuk perawatan preventif.
2) Kesediaan Fisik (Physical Availability)
Faktor yang menunjukan kesediaan alat untuk melakukan kerja dengan
memperhitungkan waktu yang hilang karena rusaknya jalan, faktor cuaca dan lainlain. Kesediaan fisik selalu lebih besar dari kesediaan mekanis, berarti bahwa alat
belum digunakan sesuai dengan kemampuannya
PA

W
W

S
S

x 100 %

Keterangan :
S = Standby hours atau jumlah jam kerja suatu alat yang tidak dapat dipergunakan
padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap operasi.
ST = Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam kerja dimana
alat dijadwalkan untuk beroperasi.

3) Penggunaan Kesediaan (Use of Availability)


Faktor yang menunjukkan efisiensi kerja alat selama waktu kerja yang
tersedia dimana kondisi alat tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
berapa efektif alat yang tidak rusak dimanfaatkan dan menjadi ukuran seberapa baik
pengelolaan peralatan yang digunakan. Persentase rendah menunjukkan bahwa
pengoperasian alat tidak maksimal.
UA

W
W

x 100 %

Keterangan :
W= Working hours atau jumlah jam kerja.
S= Standby hours atau jam kerja suatu alat yang tidak dapat dipergunakan padahal
alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap operasi.
4) Penggunaan Efektif (Effective Utilization)
Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang
tersedia dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan
oleh alat untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia. Effective
Utilization ini sama dengan pengertian efisiensi kerja alat mekanis.
EU

W
W

x 100 %

Keterangan :
W = Working hours atau jumlah jam kerja.
ST= Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam kerja dimana alat
dijadwalkan untuk beroperasi.
k. Faktor pengembangan (Swell Factor)
Pemberaian merupakan prosentase pengembangan volume material dari volume
asli, yang dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah material yang harus dipindahkan
dari kedudukan aslinya. Ketika digali, material akan lepas dan terberai sedemikian rupa
dan tidak akan kembali ke bentuk semula. Pemberaian tejadi karena terbentuk ronggarongga udara di antara partikel-partikel material lepas tersebut. Misalnya, satu kubik
material pada kondisi asli (bank) setelah digali volumenya mengembang atau

bertambah 30%, artinya volume bertambah 1.3 kali volume aslinya, namun beratnya
tetap sama sebelum dan sesudah digali. Rumus-rumus yang berkaitan dengan
pemberaian material sebagai berikut:
%Swell

Volume..Loose
1) *100%
Volume..Bank

Swell..Faktor
l.

Volume..Bank
) *100%
Volume..Loose

Faktor Mangkuk ( Bucket Faktor)


Merupakan perbandingan antara volume material yang dapat ditampung oleh
mangkuk terhadap kemampuan tampung mangkuk secara teoritis. Biasanya faktor ini
untuk menentukan secara pasti harus dilakukan pengukuran dilapangan. Bila tidak bisa
manggunakan komparasi pendekatan data sesuai material yang digali (Tabel 1).
Tabel 1: Angka Bucket Faktor Sesuai Material Penggalian

Bucket Factor
Kondisi Operasi/ Penggalian
Mudah
Tanah clay, agak lunak
Sedang
Tanah asli kering, berpasir
Agak Sulit
Tanah asli berpasir dan berkerikil
Sulit
Tanah keras bekas ledakan

Bucket Factor
1.20-1,10
1,10-1,00
1,00-0,80
0,80-0,70

m. Berat Material

Berat material yang akan diangkut oleh alat-alat angkut dapat mempengaruhi :
a. Kecepatan kendaraan.
b. Membatasi kemampuan kendaraan untuk mengatasi tahanan kemiringan dan tahanan

gulir dari jalur jalan yang dilaluinya.


c. Membatasi volume material yang dapat diangkut.

Oleh sebab itu berat jenis material pun harus diperhitungkan pengaruhnya
terhadap kapasitas alat muat maupun alat angkut.

n. Waktu Edar
Waktu edar adalah waktu yang diperlukan oleh alat mekanis untuk menyelesaikan
sekali putaran kerja, dari mulai kerja sampai dengan selesai dan bersiap-siap
memulainya kembali.
a. Waktu edar alat gali-muat
Waktu edar alat gali-muat dapat dirumuskan sebagai berikut :
CT = T1 + T2 + T3 + T4
Keterangan :
CT

= Waktu edar alat gali-muat, detik

T1

= Waktu menggali material, detik

T2

= Waktu putar dengan bucket terisi, detik

T3

= Waktu menumpahkan muatan, detik

T4

= Waktu putar dengan bucket kosong, detik

b. Waktu edar alat angkut


Waktu edar alat angkut dapat dirumuskan sebagai berikut :
CT = T1 + T2 + T3 + T4 + T5 + T6
Keterangan :
CT

= Waktu edar alat angkut,

menit

T1

= Waktu mengambil posisi untuk dimuati,

T2

= Waktu diisi muatan, menit

T3

= Waktu mengangkut muatan,

T4

= Waktu mengambil posisi untuk penumpahan,

T5

= Waktu pengosongan muatan,

T6

= Waktu kembali kosong,

menit

menit
menit

menit

menit

3. Produktivitas Alat gali muat dan alat angkut


Untuk memperkirakan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dari beberapa
referensi setelah digabungkan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Produktivitas alat gali muat
Di dalam menghitung kemampuan produksi dari alat gali muat digunakan rumus
sebagai berikut :

KB * Bf * Sf * 60 *
E CT

Keterangan :
KB : Kapasitas Bucket (m3)
Bf

: Bucket fill factor (%)

Sf

: swell factor (%)

: Efektifitas Kerja alat mekanis (%)

CT : Cycle time alat gali muat (Menit)


q.

: Produktivitas Alat gali muat (Bcm/Jam)

2. Produktivitas Alat Angkut


Dalam perhitungan produktivitas alat angkut, perlu dihitung kapasitas vessel
dump truck dengan persamaan:
KB * Bf * Sf * n * 60 *
E CT
Keterangan :
Q

KB : Kapasitas Bucket (m3)


Bf

: Bucket fill factor (%)

Sf

: Swell factor (%)

n.

: No Load Bucket

: Efektifitas Kerja alat mekanis (%)

CT : Cycle time alat angkut (Menit)


Q

: Produktivitas alat angkut (Bcm/Jam)

4. Keserasian Kerja (Match Factor)


Untuk mendapatkan hubungan kerja yang serasi antara alat gali muat dan alat angkut,
maka produktivitas alat gali muat harus sesuai dengan produktivitas alat angkut. Faktor
keserasian alat gali muat dan alat angkut didasrkan pada produktivitas alat gali muat dan
produktiivitas alat angkut, yang didasarkan dalam Match Factor (MF). Secara perhitungan
teoritis produktivitas alat gali muat haruslah sama dengan produktivitas alat angkut, yaitu:

MF : Jumlah pengisian * jumlah alat angkut * cycle time alat gali muat

Jumlah alat gali muat * Cycle time alat angkut


Bila hasil perhitungan diperoleh:
a. Jika MF = 1; berarti kemampuan alat gali muat sama dengan alat angkut sehingga tidak
ada waktu tunggu. faktor kerja alat gali muat 100% dan alat angkut mempunyai faktor
kerja 100%.
b. Jika MF > 1; berarti kemampuan alat angkut lebih besar dari pada kemampuan alat gali
muat, sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut. Faktor kerja alat muat 100% dan
faktor kerja alat alat angkut < 100%.
c. Jika MF < 1; berarti kemampuan alat gali muat lebih besar dari pada kemampuan alat
angkut sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat muat. Faktor kerja alat gali muat <
100% dan faktor kerja alat angkut yaitu 100%.
I. Penutup
Demikianlah proposal ini diajukan dengan harapan bapak dapat menerima saya untuk
melakukan Penelitian Tugas Akhir di perusahaan yang bapak pimpin. Atas bantuan dan
kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2000), Catterpillar Hand Book 31th Edition, Catterpillar Inc, Peoria, Illinois, U.S.A.
Anonim, (2003), Komatsu Hand Book 24th Edition, Komatsu Ltd, Japan.
Anonim, (

), Hitachi Product Guide Book, Hitachi Ltd, Japan.

Arthur B Cummins, (1973), SME Mining Engineer Handbook, Volume 2, Society of Mining
Engineers, The American Institute of Mining, Metallurgical, and Petroleoum Engineers,
Inc
Johan lensa, (2006), Panduan lapangan untuk foreman dan supevisor, PT BUMA, Jakarta.
Prodjosumarto, P., (1993). Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik Pertambangan,
Institut
Teknologi Bandung.
Robert L Peurifoy, (1996), Construction Planning, Equipment, and Method, 5th Edition,
McGraw-Hill Companies, Inc, New York, USA