Anda di halaman 1dari 71

POSBINDU PTM

Kementerian Kesehatan RI
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan
Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular

TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM
Setelah mengikuti sesi ini peserta
latih mampu memahami cara
pembentukan dan penyelenggaraan
POSBINDU

05/26/16

TUJUAN PEMBELAJARAN
KHUSUS
Peserta latih mampu menjelaskan pengertian
POSBINDU
Peserta latih mampu menjelaskan konsep
POSBINDU
Peserta latih mampu menjelaskan langkahlangkah pengembangan POSBINDU
Peserta latih mampu menjelaskan
penyelenggaraan POSBINDU
Peserta latih mampu menjelaskan
pembinaan POSBINDU
05/26/16

FAKTA DI LAPANGAN
2 dari 3 kematian setiap tahunnya terjadi karena
penyakit tidak menular.
9 juta kematian terjadi pada usia kurang dari 60
tahun.
90% kematian akibat penyakit tidak menular terjadi
di negara berkembang termasuk Indonesia.
Lebih dari 70% penderita penyakit tidak menular
tidak tahu kalau dirinya sakit dan 30%nya tidak
berobat secara teratur di Indonesia
Milyaran Rupiah hilang terbuang percuma akibat
penyakit tidak menular dan memperburuk
kemiskinan.
05/26/16

Masalah PTM yang kian meningkat dan


mengancam pertumbuhan ekonomi nasional.
Masyarakat kurang menyadari tentang PTM
dan faktor risiko untuk timbulnya PTM di
masyarakat
Fasilitas yankes yang ada belum memadai
untuk pencegahan & penanggulangan PTM
Kegiatan Pencegahan & Penanggulangan PTM
masih terkotak kotak & belum terkoordinasi
secara terpadu
Perlu Reformasi Pelayanan Kesehatan &
Perencanaan
Yang
Komprehensif
dan
Berbasis Masyarakat.

PENGENDALIAN PTM BERBASIS


MASYARAKAT
Memperhatikan Masalah PTM di Masyarakat
Morbiditas & Mortalitas Tinggi
Faktor Risiko PTM Tidak Memberikan Gejala
Menggunakan Sumberdaya Masyarakat
Memberdayakan Potensi Masyarakat
Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat
Sesuai dengan Budaya & Kebiasaan Masyarakat

Posbindu PTM PPTM Berbasis Masyarakat Fungsi


Koordinatif dan Konsultatif
Pemerintah hanya motivator, fasilitator
dan kendali
mutu yanKes

Monitoring :
Obesitas
Hipertensi
Hiperglikemi
Hiperkolesterol
Pem.Klinis
Payudara
Faktor lain
Aktifitas bersama :
KIE
Aktifitas Fisik
Sarasehan

Konseling :
Diet,
Stop
merokok
Stress
Self Care

Tujuan & Manfaat


Penyelenggaraan Kegiatan
Posbindu PTM (5M)

Membudayakan Gaya Hidup Sehat (berperilaku CERDIK) dalam


lingkungan yg kondusif di rutinitas kehidupannya

Mawas Diri Faktor risiko PTM yg kurang menimbulkan gejala


secara bersamaan dpt terdeteksi & terkendali secara dini

Metodologis & Bermakna secara klinis


Kegiatan dpt dipertanggung jawabkan secara medis
Dilaksanakan oleh kader khusus dan bertanggung jawab yg telah
mengikuti pelatihan metode deteksi dini atau edukator PPTM

Mudah Dijangkau Diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal


masyarakat/ lingkungan tempat kerja dgn jadual waktu yang
disepakati

Murah Dilakukan oleh masyarakat secara kolektif dgn biaya yg


disepakati/sesuai kemampuan masyarakat

TUJUAN
Meningkatkan peran serta masyarakat
dalam pencegahan dan penemuan dini
faktor risiko PTM

SASARAN KEGIATAN
Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan
Penyandang PTM

05/26/16

JENIS KEGIATAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor risiko


keturunan dan perilaku.
Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks
Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh.
Melakukan pengukuran tekanan darah.
Melakukan pemeriksaan gula darah.
Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan
trigliserida).
Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter)
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga bidan terlatih
Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lainlain) dan penyuluhan kelompok termasuk sarasehan.
Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya.
Melakukan rujukan ke Puskesmas

Untuk jadwal sebaiknya diatur berdasarkan kesepakatan bersama


dengan memperhatikan anjuran jangka waktu monitoring yang
bermanfaat secara klinis (lihat pada tabel anjuran pemantauan).
.

Meja 5 : Konseling dan


Tindak Lanjut FR. PTM
Perorangan / kelompok
Menggunakan media KIE Posbindu
PTM

12

MEDIA EDUKASI
DALAM KONSELING

13

KONSELING BERHENTI MEROKOK

14

KONSELING POLA MAKAN


SEHAT DAN SEIMBANG
PERENCANAAN MAKAN
Jumlah
Jumlah Kalori sesuai kebutuhan
Jadwal
Waktu Makan Terjadwal dengan baik
Jenis
Komposisi karbohidrat, Protein dan
Lemak Seimbang
Nutrien spesifik Terpenuhi
15

Jumlah kalori
Makanlah sesuai kebutuhan

Energi Masuk

Energi Keluar

Jumlah kalori sesuai


kebutuhan
Tentukan Berat badan ideal/normal
Berdasarkan berat badan ideal
Berat ideal : (TB 100) x 1 kg
Berat idaman : 90% (TB 100) X 1 kg
Berat badan lebih : 110% (TB 100) X
1 kg

Tentukan Kebutuhan Kalori per Kg BB Idaman


Kriteria
(IMT)

Aktifita
s
Ringan

Aktifita
s
Sedang

Aktifita
s Berat

Gemuk
Normal
Kurus

25
30
35

30
35
40

35
40
40-45

Kegemukan
Tujuan Diet
Diet rendah kalori seimbang tinggi
serat
Mencapai penurunan BB - 1 kg
per minggu (mengurangi 500 1000
kalori asupan energi)

Dianjurkan : makanan rendah kalori


dan tinggi serat seperti : sayuran,
buah-buahan.

Dibatasi sumber KH : nasi, roti,


mie, kentang,singkong, ubi, dll.

Dihindari : makanan berlemak dan


banyak gula

Makan Pagi
Nasi goreng
Teh manis
908 kalori
Bubur ayam
Air jeruk
266 kalori

Makan Siang
Nasi putih
Mie goreng & acar sayuran
Sirup
2284 kalori
Gado-gado
Semangka
Air putih
469 kalori

Makan Malam
Nasi
Sate kambing
Gulai kambing
Krupuk
1290 kalori
Nasi
Soto
510 kalori

Pisang
The manis

Jeruk

KONSELING MELAKUKAN
AKTIVITAS FISIK
Setiap gerakan tubuh
pengeluaran
tenaga / energi

Mencuci
Menyeterika
Memasak
Berkebun
Naik-turun tangga
Mencuci mobil
29

LATIHAN FISIK
AF
Terukur
Teratur
Berkesinambungan
KJ
Jalan kaki
Jogging
Berenang
Senam aerobik
Bersepeda
Dansa
30

OLAHRAGA
AF
Terstruktur
Terencana
Berkesinambungan
Aturan2 tertentu

Sepakbola
Bulutangkis
Bola basket
Tenis meja
Balap sepeda

KJ
PRESTASI

31

LF/OR BAIK
Sejak usia dini
OR ~ kondisi fisik medis
Dampak merugikan (-)

32

LF/OR BENAR
Bertahap
Pemanasan (peregangan) 510
Latihan inti 20-60
Pendinginan 5-10

33

LF/OR TERUKUR
Latihan dilakukan sekitar : 30-60 menit
Intensitas latihan : Zona Latihan
Denyut Nadi Latihan (DNL)
DNL : 60-80% Denyut Nadi Maksimal
Denyut Nadi Maksimal = 220 - umur

34

Mengelola Stres
Membiasakan diri berpikir positif
Tuntutan yang realistis terhadap
diri sendiri
Menjalin interaksi dengan orangorang yang memberikan
dukungan, afeksi, dan penerimaan
Menghargai usaha yang telah
dilakukan, bukan hasil akhir.

Perubahan Gaya Hidup


Modifikasi Gaya Hidup Sehat
1

Tekanan Darah
(mmHg)

2
3
4
5
6
7
8

Batasi Konsumsi Garam


1 sendok teh per hari
Aktifitas Fisik 30 menit/hari
Banyak makan buah
dan sayur
IMT ; 18,5-23 Kg/m2

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Sumber; JNC VII, 2004

TD Ideal ; 120/80 mmHg

Perubahan Gaya Hidup


Pengaruh modifikasi gaya hidup
terhadap PTM
Hipertensi Bekurang 55%
Stroke dan PJK Berkurang 75%
DM Berkurang 50%
Tumor Berkurang 35%
(Prof. Hung Zhan Guan, 2002)

PESAN UTAMA
POSBINDU PTM MERUPAKAN
AKTIFITAS
PERAN
SERTA
MASYARAKAT
DALAM
PENGENDALIAN
FAKTOR
RISIKO PTM
PENCEGAHAN
PTM
MELALUI POSBINDU PTM
ADALAH
KEWAJIBAN
SEMUA PIHAK

MARI MENUJU MASA MUDA SEHAT


HARI TUA NIKMAT TANPA PTM
DENGAN PERILAKU CERDIK
Cek kondisi kesehatan anda
secara rutin dan teratur
Cegah Sekarang
Juga

Ajak Masyarakat kita


ke Posbindu PTM
Untuk mawas diri Ancaman
PTM

Enyahkan asap rokok dan polusi


udara lainnya
Rajin aktifitas dengan gerak olah
raga dan seni
Diet yang sehat dengan kalori
seimbang (rendah gula, garam
dan lemak serta tinggi serat)
Istirahat yang cukup
Kendalikan stres

MEJA 1 : PENDAFTARAN

MEJA 2: WAWANCARA

MEJA 3 :PENGUKURAN TT, BB, IMT, LEMAK PERUT

MEJA 4: PEMERIKSAAN TD, GD, CHOL


MEJA 5: EDUKASI/KONSELING

kegiatan lainnya dalam posbindu

KEGIATAN LAINNYA DALAM


PENYELENGGARAN POSBINDU

DETEKSI DINI
DAN TATA LAKSANA FAKTOR RISIKO
PENYAKIT TIDAK MENULAR SECARA MAND

Sepeda
Gembira

Senam
Bersama

Demo Masak Menu


Sehat dan seimbang
Penyuluhan melalui Kegiatan
Keagamaan

KLASIFIKASI
LAYANAN DETEKSI DAN TINDAK
LANJUT DINI POSBINDU-PTM

POSBINDU PTM DASAR KIT

ALAT ANALISA LEMAK TUBUH

PEAKFLOW
METER

ALAT UKUR LINGKAR PERUT

ALAT UKUR TB

ALAT UKUR
TEKANAN DARAH

LANGKAH PENGEMBANGAN
KEGIATAN POSBINDU PTM
Menyelenggarakan pertemuan khusus dengan mengundang
pimpinan kelompok/lembaga/organisasi dan anggota masyarakat
terpilih sesuai dengan tata cara yang berlaku. Pada pertemuan ini
dihasilkan;
Kesepakatan menyelenggarakan Posbindu PTM
Pembagian peran dan fungsi kader sebagai tenaga pelaksana
Posbindu PTM
Penetapan jadwal pelaksanaan Posbindu PTM
Besaran dan sumber pembiayaan.
Sarana dan prasarana
Jenis layanan Posbindu PTM
Mekanisme kerja antara kelompok potensial dengan petugas
kesehatan
Rencana pelatihan bagi kader Posbindu PTM
.

POSBINDU PTM UTAMA KIT

ALAT ANALISA LEMAK TUBUH

IVA

ALAT UKUR LINGKAR PERUT

ALAT UKUR GULA DAN


LEMAK DARAH

ALAT UKUR
TEKANAN DARAH

SYARAT DAN TUGAS


KADER POSBINDU PTM
Syarat menjadi seorang kader;
a. Berasal dari anggota kelompok masyarakat/lembaga/institusi
b. Peduli terhadap masalah penyakit tidak menular dan bersedia
melaksanakan kegiatan Posbindu PTM
c. Pendidikan sebaiknya minimal setingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat
Atas)
Tugas Kader;
a. Melakukan pendekatan kepada pimpinan kelompok/lembaga/institusi.
b. Melakukan survai mawas diri/pendataan bersama petugas.
c. Melaksanakan musyawarah bersama dalam penyelesaian masalah
termasuk penentuan jadwal penyelenggaraan posbindu PTM.
d. Mendorong anggota kelompok masyarakat/kelompok/lembaga/institusi
untuk datang ke posbindu PTM ( mengajak anggota keluarga/masyarakat
agar hadir, memberikan serta menyebarluaskan informasi kesehatan,
menggali dan menggalang sumber daya termasuk dana yang berasal
dari masyarakat).
e. Melaksanakan kegiatan posbindu PTM termasuk kunjungan rumah bila
diperlukan.
.
f. Melakukan pencatatan hasil kegiatan Posbindu PTM

TAHAP PENYELENGGARAAN POSBINDU


1. Satu hari sebelum pelaksanaan ( Tahap Persiapan)
a. Mengadakan pertemuan kelompok untuk menentukan jadwal kegiatan.
b. Menyiapkan tempat dan peralatan yang diperlukan.
c. Membuat dan menyebarkan pengumuman mengenai waktu pelaksanaan.
2. Hari Pelaksanaan
a.
Melakukan pelayanan dengan sistem 5 meja atau modifikasi sesuai dengan
kebutuhan dan kesepakatan bersama.
b.
Aktifitas bersama seperti berolahraga bersama, demo masak, penyuluhan,
sarasehan atau peningkatan ketrampilan bagi para anggotanya.
3. Satu hari setelah pelaksanaan ( Tahap evaluasi )
a. Menilai kehadiran (para anggotanya, kader dan undangan lainnya)
b. Catatan pelaksanaan kegiatan
c. Masalah yang dihadapi
d. Mencatat hasil penyelesaian masalah
Catatan :
Untuk tahapan pelaksanaan Posbindu dapat saja
disesuaikan dengan situasi dan kondisi
setempat
sesuai
dengan
kebutuhan
masyarakat, karena para kader pada
pelaksanaannya
menggabungkan
untuk
tahap satu hari dengan tahap pelaksanaan

KETENAGAAN
No

Tenaga

Peranan

Koordinator

Ketua
dari
perkumpulan
dan
penanggungjawab kegiatan serta
berkoordinasi terhadap Puskesmas
dan Para
Pembina terkait di
wilayahnya.

Kader Penggerak

Anggota perkumpulan yang aktif,


berpengaruh
dan
komunikatif
bertugas
menggerakkan
masyarakat, sekaligus melakukan
wawancara
dalam
penggalian
informasi

Kader Pemantau

Anggota Perkumpulan yang aktif


dan
komunikatif
bertugas
melakukan pengukuran Faktor risiko
PTM

Kader
Konselor/Edukator

Anggota Perkumpulan yang aktif,


komunikatif dan telah menjadi

PRASARANA DAN
SARANA PENUNJANG

Tipe

Peralatan Deteksi Dini

Posbindu PTM

dan Monitoring Faktor Risiko PTM

Posbindu PTM Dasar

Alat ukur Lingkar Perut


Alat ukur tinggi badan
Tensimeter Digital
Alat Analisa Lemak Tubuh
Feakflow meter

Posbindu PTM Dasar kit


Posbindu PTM Utama Alat Ukur
Kadar Gula,
kolesterol
total
dan
Trigliserid
Alat Ukur Kadar Alkohol
Pernafasan
Tes Amfetamin Urin
Bahan
IVA
dan
alat
kesehatan dan penunjang
lainnya
.

: 1 Unit
: 1 Unit
: 1 Unit
: 1 Unit
: 1 Unit

Peralatan KIE dan Penunjang

: 1 Paket

Lembar Balik
Leaflet / brosur
Poster
Buku
Pencatatan
Buku Panduan
Buku Formulir
Rujukan
KMS FR-PTM
Kursi dan Meja
Kamar khusus

: 1 Unit

Alat
kantor

: 1 Unit
: 1 Paket
: 1 Paket
:

: 2 Buah
: 1 Buah
: 1 Buah
: 1 Buah
: Serial

: 1 Buah
: 1 Buah
: Sesuai kebutuhan
: Untuk
pemeriksaan IVA
Tulis : 1 Set
: 1 Paket

Model
Makanan

RUJUKAN
Merupakan bagian dari Sistem Rujukan Kesehatan
Nasional.
Bila terdapat peserta yang memiliki kriteria harus
dirujuk, sesegeranya dirujuk ke Puskesmas dengan
terlebih dahulu memotivasi agar mau dirujuk ke
Puskesmas.
Pada saat merujuk, sertakan KMS dan lembar rujukan
ke Puskesmas sebagai media informasi Petugas
Puskesmas dalam menerima rujukan dari masyarakat.
Pada kondisi tertentu bila memerlukan pendamping
rujukan dari kader Posbindu PTM agar dipersiapkan
dengan sebaik-baiknya.
.

KRITERIA RUJUKAN
Bila Faktor Risiko yang ditangani masuk dalam kriteria buruk.
Bila penanganan faktor risiko kriteria sedang tidak berhasil pada kunjungan
3 bulan berikutnya.
Bila dari hasil pemeriksaan/pengukuran faktor risiko diperlukan konfirmasi
lanjutan dari tenaga kesehatan.
Pada penyandang faktor risiko yang memerlukan obat-obatan atau yang
dalam pengobatan memerlukan konsultasi dengan dokternya.
Bila pada pemeriksaan uji fungsi paru sederhana terdapat nilai APE< nilai
prediksi
Ditemukan IVA (+) pada perempuan yang telah diperiksa.
Dicurigai kanker leher rahim dan kelainan ginekologis lain pada
pemeriksaan ginekologi
Ditemukan benjolan dan kelainan lain pada Pemeriksaan Payudara.
Kondisi-kondisi gawat yang memerlukan penanganan cepat dari tenaga
kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke, serta terjadi penurunan
kadar gula darah yang cepat berakibat dengan penurunan kesadaran,
serangan sesak nafas pada penderita penyakit paru yang menahun
maupun cidera akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.
.

Gambar 2. Alur Tindak lanjut dan


Rujukan Hasil Deteksi Dini di Posbindu
PTM

05/26/16

53

FORMAT RUJUKAN
Yth.
Puskesmas..
Di..
Bersama ini kami kirimkan ;
Nama : Tn/Ny/Nn.
Umur :.Tahun
Alamat::.
Dengan Kondisi masalah kesehatan:..............................................................
Penanganan yang telah dilakukan :.................................................................
Mohon dilakukan penanganan lebih lanjut. Demikian disampaikan dan sekiranya hasil tindak lanjut dapat
disampaikan kepada kami untuk penatalaksanaan berikutnya.
Terima Kasih
.., //20

Yang merujuk,

(Nama dan TTD)


.

Kriteria pengendalian
faktor risiko PTM
Faktor Risiko

Baik

Sedang

Buruk

Gula darah puasa

80-109

110-125

126

Glukosa darah 2 jam

80-144

145-179

180

Glukosa darah sewaktu

80-144

145-199

200

Kolesterol darah total

< 150

150-189

190

Trigliserida

<140

140-150

> 150

Tekanan darah

<130/80

140/90

Indeks Masa Tubuh (IMT)

18,5-22,9

130-139/8090
23-24
-

P >90 cm; W >80


cm
Nilai APE Nilai
Prediksi

Lingkar Perut
Arus Puncak Ekspirasi

P < 90cm; W
<80cm
Nilai APE> Nilai
Prediksi

>25

Frekuensi dan Jangka


Waktu Pemantauan
Faktor Risiko PTM

PEMBINAAN POSB
KLINIK
SWASTA

PUSKE
SMAS

DOKTER
KELUAR
DESA/KELURAHANGA
SIAGA AKTIF

POSBIND
U PTM
PEM
DA

PROF
ESI

MASYARAKAT

PROM
P2PL
KES

BUK

PENILAIAN DAN
EVALUASI
Penilaian keberhasilan dari kegiatan, harus dilakukan
dengan membandingkan keberhasilan yang dicapai
pada saat pelaksanaan kegiatan dengan nilai
keberhasilan yang telah ditetapkan dan disepakati
sejak awal.
Penilaian tersebut meliputi berapa jumlah tenaga
kader aktif mengikuti kegiatan, berapa peserta yang
datang berkunjung teratur setiap bulannya, berapa
kali
olahraga
bersama
dan
penyuluhan
kesehatan/konseling yang dilakukan dalam setahun,
berapa peserta yang terkendali faktor risikonya,
serta berapa banyak peserta yang dirujuk ke
Puskesmas.
.

PEMBINAAN POSBINDU PTM


Pembinaan secara periodik oleh
Puskesmas atau Dinkes
Kabupaten/Kota.
Kegiatan Pembinaan :
1. Penyelenggaraan forum komunikasi min
2x setahun
2. Pemilihan kader teladan
3. Pemilihan Posbindu teladan
4. Pelaksanaan studi banding
05/26/16

59

PENCATATAN DAN
Pencatatan PELAPORAN
dan
pelaporan faktor risiko
individu pada KMS Faktor Risiko Penyakit
Tidak Menular dilakukan oleh Kader dalam
rangka mawas diri individu.
Pencatatan dan pelaporan faktor risiko
masyarakat pada Buku Pencatatan Hasil
Kegiatan Posbindu PTM dilakukan oleh kader
untuk meningkatkan mawas diri kelompok.

PANDUAN PENYELENGGARAAN POSBINDU DALAM MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK


MENULAR

Bulan :................
Tahun:................

Lb.1

LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
Konsums
Riway Mero Aktifit Makan
i
N NO. Nama Um P/W
Riwayat
at
O KTP
ur
kok
as
Sayur minuma
Penyakit Penya
n
Fisik
dan
Tidak
kit
Buah beralkoh
Menular Tidak
ol
Pada Menul
Keluarg
ar
a
Pada
diri
sendir
i

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

Tahun:................

Lb.2
LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

No.

No.
KTP

Nama

Umur

Tekanan Darah (mmHg)

P/W
1

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

10

11

12

Tahun:................

Lb.3

LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
No.

No.
KTP

Nama

Umur

IMT (Kg/m2)

P/W
1

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

10

11

12

Tahun:................

Lb.4

LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

No.

No. KTP

Nama

Umur

Lingkar Perut (cm)

P/W
1

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

10

11

12

Lb.5

Bulan :................
Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
NO

NO. KTP

Nama

Umu P/ Gula Kolest Triglise Uji


Benjola IVA
r
W Dara erol
rida Fungsi
n
h Darah
Paru
Pada
Sederha Payudar
Sewa
na
ktu
a

PENCATATAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

Lb.6

Bulan :................
Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN KONSELING


FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR
N
O

NO. KTP

Nama

Umur
P/W

Masalah
Kesehatan
Yang
Ditemukan

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

Saran
Tindak
Lanjut

Lb.7

Bulan :................
Tahun:................

LEMBAR PENCATATAN RUJUKAN

N
No. KTP
o.

Nama

Tang
Puske
gal
Tang smas /
Alasan Kemb Keter
gal
Umu
RS
ali anga
P/W
Diruju
r
Rujuk yang
Ruju n
k
an Diruju
an
k

MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR

MARI MENUJU MASA MUDA SEHAT

TANPA PTM
DENGAN PERILAKU CERDIK

HARI TUA NIKMAT

Cek kondisi kesehatan anda secara berkala


Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas fisik

Diet yang sehat dengan kalori seimbang


Istirahat yang cukup
Kelola stres

JANGAN MENUNGGU SAMPAI TERLAMBAT

KESIMPULAN
Posbindu-PTM merupakan model
peran serta masyarakat yang
dapat diterapkan pada BERBAGAI
TATANAN dalam
pengendalian
faktor
risiko
penyakit
tidak
menular.
Peranan semua pihak dalam
Mengembangkan Posbindu PTM
sangat diperlukan

Terimakasih

71