Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH SPEKTROFOTOMETRI

INFRAMERAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Kimia Analitik Instrumen
Dosen: Dr.Ir.Rusdianasari,M.Si.

Disusun Oleh:

Dina Eka Efran Pranata


Idham Satriawan
Rosalina Mariani
Tri Kurniawan

(061540411909)
(061540411913)
(061540411922)
(061540412261)

P O L I T E K N I K N E G E R I S R I W I J AY A
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI
2016

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena atas perkenaanNYA Tugas Kimia Analitik
Instrumen dapat terselesaikan .Tujuan dari pembuatan tugas ini untuk mengetahui,
memahami dan menyadari konsep spektrofotometri khususnya mengenai inframerah
serta memahami tujuan dan kegunaan alat tersebut dalam dunia industri.
Dalam penyusunan tugas, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.Namun penulis
menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan orang tua, dan dosen serta teman teman.
Tugas ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang
dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya t s ini dapat terselesaikan.
Semoga tugas ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa dan teknisi. Kami sadar bahwa tugas
ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen
pembimbing kami Dr.Ir Rusdianansari,Msi. serta pembaca untuk meminta masukannya
demi perbaikan pembuatan tugas kami di masa yang akan datang dan mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..........................................................................................................................i
Daftar Isi...................................................................................................................................ii
Bab I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang....................................................................................................................1
1.2 Tujuan.................................................................................................................................2
1.3 Rumusan Masalah..............................................................................................................3
Bab II. Tinjauan Pustaka
2.1 Spektrum Infra Merah
.................................................................................................................................................
4-16
Bab III Pembahasan
KELOMPOK 5 | SPEKTROFOTOMETRI INFRA MERAH 2

3.1 Instrumentasi Spektrofotometri Infra Merah


...................................................................................................................................................
17-24
Aplikasi dan Kegunaan Spektrofotometri IR
................................................................................................................................................
.25-28
Bab IV. Penutup
4.1 Kelebihan dan Kegunaan...................................................................................................29
4.2 Kesimpulan........................................................................................................................29
4.3 Saran..................................................................................................................................30
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Spektrofotometri adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya berdasarkan
cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi
tersebut. Spektrofotometri juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
interaksi antara cahaya dan materi. Dalam catatan sejarah, spektrofotometri mengacu
kepada cabang ilmu dimana "cahaya tampak" digunakan dalam teori-teori struktur materi
serta analisa kualitatif dan kuantitatif. Dalam masa modern, definisi spektrofotometri
berkembang seiring teknik-teknik baru yang dikembangkan untuk memanfaatkan tidak
hanya cahaya tampak, tetapi juga bentuk lain dari radiasi elektromagnetik dan nonelektromagnetik seperti gelombang mikro, gelombang radio, elektron, fonon, gelombang
suara, sinar x dan lain sebagainya.
Spektrofotometri umumnya digunakan dalam kimia fisik dan kimia analisis untuk
mengidentifikasi suatu substansi melalui spektrum yang dipancarkan atau yang diserap.
Alat untuk merekam spektrum disebut spektrometer. Spektrofotometri juga digunakan
secara intensif dalam astronomi dan penginderaan jarak jauh. Kebanyakan teleskopteleskop besar mempunyai spektrograf yang digunakan untuk mengukur komposisi kimia
dan atribut fisik lainnya dari suatu objek astronomi atau untuk mengukur kecepatan objek
astronomi berdasarkan pergeseran Doppler garis-garis spektral. Salah satu jenis
spektrofotometri adalah spektrofotometri inframerah (IR), spektrofotometri ini didasarkan
pada vibrasi suatu molekul.
Spektrofotometri inframerah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul
dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0.75 - 1.000
m atau pada bilangan gelombang 13.000 - 10 cm-1.
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari
cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti
"bawah merah" (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya
tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga
"order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm. Inframerah

ditemukan secara tidak sengaja oleh Sir William Herschell, astronom kerajaan Inggris
ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring optik yang akan
digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari dalam tata surya teleskop
Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang mengamati
interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang
gelombang 0,75 1.000 m atau pada Bilangan Gelombang 13.000 10 cm-1. Radiasi
elektromagnetik dikemukakan pertama kali oleh James Clark Maxwell, yang menyatakan
bahwa cahaya secara fisis merupakan gelombang elektromagnetik, artinya mempunyai
vektor listrik dan vektor magnetik yang keduanya saling tegak lurus dengan arah
rambatan.
Aplikasi spektroskopi infra merah sangat luas baik untuk analisis kualitatif
maupunkuantitatif. Penggunaan yang paling banyak adalah pada daerah pertengahan
dengan kisaranbilangan gelombang 4000 sampai 670 cm-1 atau dengan panjang
gelombang 2,5 sampai 15m. Kegunaan yang paling penting adalah untuk identifikasi
senyawa organik karenaspektrumnya yang sangat kompleks terdiri dari banyak puncakpuncak. Dan juga spektruminfra merah dari senyawa organik mempunyai sifat fisik yang
karakteristik artinyakemungkinan dua senyawa mempunyai spektrum sama adalah kecil
sekali.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari
spektrofotometer infra merah, fungsi dan kegunaan dalam bidang industri, prinsip kerja,
serta kelebihan dan kekurangan dari spektrofotometer infra merah.

1.3 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Pengertian FTIR dan spektranya
2. Jenis jenis spektroskopi inframerah
3. Alat yang digunakan
4. Cara penggunaannya
5. Manfaat dari spektroskopi inframerah
6. Kelebihan serta kekurangan dari spektroskopi inframerah tersebut

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Spektrum infra merah (IR) terletak pada daerah dengan bilangan gelombang 12800
sampai 10 cm-1atau panjang gelombang 0,78 1000 m. Umumnya daerah infra merah
terbagi dalam infra merah dekat, infra merah tengah dan infra merah jauh. Daerah
spektruminfra merah dapat dilihat pada Tabel 3.1
Daerah

Panjang
Gelombang (m)

Angka Gelombang
(cm1)

Frekuensi
(Hz)

Dekat

0,78 2,5

12800 4000

3,8x1014 1,2x1014

Tengah

2,5 50

4000 200

1,2x1014 6,0 x1014

Jauh

50 1000

200 10

6,0x1014 3,0x1014

Banyak senyawa organik menyerap radiasi pada daerah tampak dan ultra violet
darispektrum elektromagnetik. Bila senyawa menyerap radiasi pada daerah tampak dan
ultra
violet maka elektron akan tereksitasi dari keadaan dasar ke tingkat energi yang lebih
tinggi.
Senyawa organik juga menyerap radiasi elektromagnetik pada daerah infra merah.Radiasi
infra merah tidak mempunyai energi yang cukup untuk mengeksitasi elektron tetapi dapat
menyebabkan senyawa organik mengalami rotasi dan vibrasi. Bila molekul mengabsorpsi
radiasi infra merah, energi yang diserap menyebabkan kenaikan dalamamplitudo getaran
atom-atom yang terikat itu. Jadi molekul ini berada dalam keadaanvibrasi tereksitasi.
Radiasi

infra

merah

dengan

frekuensi

kurang

dari

100

cm -1atau

dengan

panjanggelombang lebih dari 100 m diserap oleh molekul organik dan dikonversi ke
dalam energi rotasi molekul. Bila radiasi infra merah dengan frekuensi dalam kisaran
10000 sampai 100cm-1 atau dengan panjang gelombang 1 sampai 100 m diserap oleh
molekul organik dan dikonversi ke dalam energi vibrasi molekul.Keadaan vibrasi dari
ikatan terjadi pada keadaan tetap, atau terkuantisasi, tingkat-tingkat energi. Panjang
gelombang eksak absorpsi oleh suatu tipe ikatan tertentu, bergantungpada macam getaran
dari ikatan tersebut. Oleh karena itu, tipe ikatan yang berlainan (C-H, C-C, O-H, dan
sebagainya) menyerap radiasi infra merah pada panjang gelombang karakteristikyang

berbeda. Namun hanya vibrasi yang menghasilkan perubahan momen dwikutub saja yang
teramati di dalam infra merah.
Jenis Vibrasi
Terdapat dua jenis vibrasi molekul yaitu vibrasi ulur (stretching) dan tekuk
(bending).Vibrasi ulur adalah pergerakan atom yang teratur sepanjang sumbu ikatan
antara dua atomsehingga jarak antara atom dapat bertambah atau berkurang. Contoh
vibrasi ulur , yaitu uluransimetri dan asimetri. Vibrasi tekuk adalah pergerakan atom yang
menyebabkan perubahan sudut ikatan antaradua ikatan atau pergerakan dari sekelompok
atom terhadap atom lainnya. Contoh dari vibrasitekuk adalah scissoring, wagging,
twisting, dan rocking. Dari keempat vibrasi tekuk, vibrasi scissoring dan rocking terletak
pada satu bidang sedangkan vibrasi wagging dan twisting terletak di luar bidang. Tanda +
dan - pada vibrasi twisting menunjukkan arah tegak lurusdengan bidang, + arahnya ke
muka, dan - arahnya ke belakang.Suatu ikatan dalam sebuah dapat menjalani pelbagai
macam vibrasi. Oleh karena itu
suatu ikatan tertentu dapat menyerap energi pada lebih daripada satupanjang gelombang.
Misal, suatu ikatan O-H menyerap energi pada kira-kira 3330 cm-1(vibrasi ulur). Selain
itu
ikatan O-H juga menyerap pada kira-kira 1250 cm-1 (vibrasi tekuk).Frekuensi vibrasi
ulur dapat didekati atau dihitung dengan menggunakan rumus Hooke.Dalam hal ini dua
buah atom beserta ikatan kimia dianggap sebagai suatu isolator harmoniksederhana yang
terdiri dari dua massa yang dihubungkan dengan suatu per (spring).
Hukukm Hooke menyatakan bahwa hubungan antar frekuensi isolasi, masa atom dan
konstanta gaya ikatan adalah sebagai berikut:
V=
di mana :

1
2 C

= frekuensi vibrasi (cm-1)

c = kecepatan radiasi (3x1014 cm//detik)


k = konstanta gaya ikatan
= m1m2/m1+m2(m, massa atom)
Nilai k untuk ikatan tunggal kira-kira 5x105 dyne/cm dan bagi ikatan rangkap dua dan
tiga
adalah berturut-turut 1x106dyne/cm dan 15x105dyne/cm. Sebagai contoh, berdasarkan
perhitungan ini, maka frekuensi vibrasi untuk ikatan C-H adalah 3040 cm-1

Tabel daerah spectrum inframerah

Tabel gugus fungsional beserta puncak absorpsi karakteristiknya

Senyawa karbonil
Salah satu puncak absopsi dalam spektrum infra merah yang paling terbedakan ialah
puncak yang disebabkan oleh vibrasi uluran karbonil. Puncak absorpsi ini merupakan
puncak
yang kuat yang dijumpai dalam daerah 1640-1840 cm-1.Gugus karbonil merupakan
bagiandari sejumlah gugus fungsional. Posisi eksak dariabsorpsi karbonil, posisi pita-pita
absorpsi lain dalam spektrum infra merah, dan teknik teknik spektral lain (terutama
NMR) mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi gugus fungsionalitu. Posisi absorpsi
C=O untuk aldehida, keton, asam karboksilat dan ester dicantumkan dalam Tabel.
Asam karboksilat mempunyai gugus karboksil yang paling mudah dideteksi karena
adanya C=O uluran serta menunjukkan absorpsi lebar dari O-H uluran yang sangat
terbedakan(distinctive), yang mulai pada sekitar 3300 cm-1dan miring ke dalam pita
absorpsi CH alifatik. Mengapa OH karboksil mempunyai spektrum melebar yang berbeda
dari spektrum OH alkohol ialah karena asam karboksilat membentuk dimer berdasarkan
ikatan hidrogen.Selain itu spektrum asam karboksilat mempunyai dua pita absorpsi dari
C-O uluran dan O-Htekuk yang muncul berturut-turut dekat 1320-1210 cm -1dan 14401395 cm-1. Salah satukarakteristik dari vibrasi O-H tekuk dalam asam karboksilat dengan

struktur dimer terjadipada frekuensi dekat 920 cm-1.Ester mempunyai pita absorpsi kuat
dar vibrasi C=O uluran dan C-O uluran. Pita absorpsi C=O terjadi pada frekuensi dekat
1740 cm-1,sedangkan pita absorpsi C-O dijumpai dalam daerah sidikjari 1300-1110 cm-1
Pita ini kadang-kadang sukar untuk ditandai. Namun pita C-O ini kuat dan dalam
beberapa hal, dapat digunakan untuk membedakan antara ester dan keton.Aldehida
biasanya dapat dibedakan dari keton oleh pita absorpsi C-H uluran. Aldehida
menunjukkan dua pita uluran karakteristik untuk C-H aldehida (tepat di sebelah kanan
pitaCH alifatik) pada 2900-2800 cm-1serta 2800-2700 cm-1Kedua pita ini runcing, tetapi
lemah, dan pita pada 2900 cm-1dapat tersembunyi oleh absorpsi yang tumpang-tindih dari
ikatanCH alifatik. Sedangkan vibrasi C=O uluran terjadi dekat 1740-1720 cm -1 Anhidrida
asam karboksilat menunjukkan dua pita absorpsi yang berasal dari vibrasi asimetrik dan
simetri C=O uluran pada frekuensi 1810 dan 1760 cm-1Pemecahan pita terjadikarena
ikatan rangkap pada ikatan karbonil-oksigen mengalami resonansi. Dalam hal ini
pitafrekuensi yang tinggi adalah C=O simetri. Keton mempunyai spektra senyawa
karbonil yang tersederhana. Keton alifatk jenuh mempunyai frekuensi pada 1715 cm 1

Metil keton memberikan absorpsi karakteristik yang sangat kuat pada frekuensi dekat

1400 cm-1Amida menunjukkan pita absorpsi karbonil yang dikenal dengan pita amida I.
Letak frekuensi absorpsi dipengaruhi oleh keadaan senyawa berupa padat atau cair
(ikatan hidrogen). Amida primer mempunyai dua pita N-H uluran yang berasal dari
simetri dan asimetri N-H uluran. Amida sekunder hanya mempunyai satu pita N-H uluran.
Senyawa Alkohol dan Eter
Spektrum infra merah alkohol pada konsentrasi rendah menunjukkan sebuah pita bsorpsi
tajam pada 3650 cm-1disamping adanya pita tambahan yang lebar pada 3350 cm -1 Pita
tajam ini merupakan absorpsi O-H uluran dari molekul alkohol bebas, sedangkan pita
lebar berasal dari O-H uluran pada molekul-molekul alkohol yang berikatan hidrogen.
Alkohol dalam keadaan pekat mempunyai ikatan hidrogen yang kuat biasanya dalam
bentuk dimer, trimer, dan tetramer yang semuanya memberikan pita absorpsi yang
melebar. Eter mempunyai satu pita karakteristik C-O uluran. Pita ini mudah diidentifikasi
yaitu pada frekuensi 1300-1000 cm-1.Dalam hal ini bila gugus O-H tidak ada, sebab gugus
O-H juga akan memberikan pita absorpsi yang kuat pada daerah frekuensi tersebut.

Senyawa Nitro

Ikatan hidrogen dalam amina mengakibatkan perubahan pita N-H uluran simetri dan
AsimetriDalam larutan yang encer vibrasi N-H uluran terlihat pada frekuensi dekat 3500
cmPada spektrum infra merah toluidin menunjukkan pita absorpsi karakteristik yaitu N-H
tekuk pada 1620 cm-1 dan C-N uluran pada 1280 cm-1Nitril mempunyai pita
absorpsikarakteristik yang kuat dari vibrasi C=N uluran pada2250 cm-1. Spektrum infra
merah benzonitril menunjukkan C=N uluran yang jelas pada frekuensi tersebut.

Senyawa hidrokarbon
Kebanyakan senyawa aromatik menunjukkan tiga dari empat kemungkinan pita C=C
uluran yaitu pada frekuensi 1450 cm-1dan dua pita pada frekuensi dekat 1600 cm-1. Vibrasi
C-H uluran aromatik dan alkena pada frekuensi di atas 3000 cm -1 sedangkan C-H uluran
alkanapada frekuensi di bawah 3000 cm-1.Alkuna mudah dideteksi karena ada pita
absorpsi C=C uluran yang lemah pada frekuensi dekat 2200 cm-1 terdapat bersama C-H
uluran yang kuat pada frekuensi dekat 3300 cm-1.Alkana sederhana menunjukkan empat
pita absorpsi C-H uluran yaitu asimetri CH 3 dan CH2 di mana masing-masing mempunyai
sepasang pita pada frekuensi yang lebih rendah.Trans alkena sering dapat dibedakan dari
isomer cis. Trans alkena menunjukkan pitaabsorpi pada frekuensi 970 cm-1sedangkan
isomer cis pada frekuensi sekitar 700 cm-1.Berikut ini akan diberikan contoh spektrum
dari berbagai golongan senyawa organik serta interpretasinya.
Spektrum infra merah golongan asam karboksilat Asam etanoat
Asam etanoat mempunyai struktur sebagai berikut:
O
CH3-CO-H
Dari struktur di atas dapat diketahui bahwa senyawa tersebut terdiri dari ikatan-ikatan
sebagai berikut:
a. Ikatan rangkap karbon-oksigen, C=O
b. Ikatan tunggal karbon-oksigen, C-O
c. Ikatan oksigen-hidrogen, O-H
d. Ikatan karbon-hidrogen, C-H
e. Ikatan tunggal karbon-karbon, C-C
Ikatan karbon-karbon mempunyai pita absorpsi yang terjadi pada frekuensi dalam
jangkauan yang luas didalam 'Area sidik jari' sehingga sangat sulit untuk membedakan
spektrum infra-merahnya. Ikatan tunggal karbon-oksigen juga mempunyai pita absorpsi
dalam 'Area sidik jari', yang berkisar antara 1000 - 1300cm-1, tergantung pada molekul

yang mempunyai ikatan tersebut Ikatan lainnya yang sangat berguna adalah ikatan O-H.
Pita absorpsi ini muncul pada frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi
lingkungannya. Ikatan ini akan sangat mudah dikenali dalam sebuah asam karena akan
menghasilkan pita absorpsi yang sangat luas pada daerah sekitar 2500-3300 cm-1..
Spektrum infra-merah untuk asam etanoat dapat diilihat

Gambar Spectrum IR Asam Etanoat


Spektrum infra-merah golongan alkohol Etanol
Pita absorpsi untuk ikatan O-H yang terdapat

pada

alkohol

berada

pada

bilangangelombang (frekuensi) yang lebih besar daripada pita absorpsi untuk ikatan O-H
yangterdapat dalam asam, yaitu sekitar 3230-3550 cm -1. Puncak serapan ini akan terjadi
padabilangan gelombang yang lebih besar lagi jika alkohol ini tidak terikat dengan ikatan
hidrogen, seperti alkohol dalam bentuk gas. Perhatikan bahwa penyerapan karena ikatan
C-H hanya sedikit dibawah 3000cm-1dan jugapada puncak-puncak serapan sekitar 10001100cm-1 dimana salah satunya disebabkan olehikatan C-O.

Spektrum infra-merah golongan alkohol Etanol Pita absorpsi untuk ikatan O-H yang
terdapat pada alkohol berada pada bilangan gelombang (frekuensi) yang lebih besar
daripada pita absorpsi untuk ikatan O-H yangterdapat dalam asam, yaitu sekitar 32303550 cm-1.
Spektrum infra-merah golongan alkohol Etil etanoat

Gambar spektrum IR etiletanoat.


Pada spektrum ini puncak serapanoleh O-H hilang sama sekali. Puncak serapan pada
frekuensi 1740 cm-1.menunjukkankeberadaan ikatan rangkap C=O. Puncak serapan pada
daerah 1000-1300cm-1.Menunjukkan adanya ikatan tunggal C-O. Beberapa tabel data ada
yang memutuskan bahwa penyerapandari 1230-1250 adalah karena ikatan C-O pada
sebuah etanoat.

Spektrum infra-merah golongan keton Propana


Spektrum ini sangat mirip dengan spektrum infra-merah etiletanoat atau ester.
Karena tidak ada puncak serapan yang disebabkan oleh ikatan O-H, dan karena adanya
puncak serapan kuat yang disebabkan oleh ikatan C=O pada daerah sekitar 1700cm-1
Spektrum infra-merah golongan asam hidroksil Asam 2-hidroksipropanoat (asam
laktat)

Gambar Spectrum Asam 2-hidroksipropanoat (asam laktat)


Spektrum ini sangat menarik, karena mempunyai dua macam ikatan O-H dimana yang
satu terikat pada asam dan yang satunya lagi merupakan 'alkohol' yang terikat pada rantai
olongan -COOH. Puncak serapan untuk ikatan O-H dalam golongan asam timbul pada

daerah sekitar 2500-3300 cm-1sedangkan yang terikat pada rantai (alkohol) pada daerah
sekitar 3230-3550 cm-1.Bila digabungkan, akan menjadi lembah dengan jangkauan yang
sangat besar meliputi daerah 2500-3550 cm1Puncak serapan ini juga tumpang-tindih
dengan pita serapan yang disebabkan oleh ikatan C-H. Perhatikan juga bahwa keberadaan
ikatan C=O yang kuat pada daerah sekitar 1730 cm-1
Spektrum infra-merah amina primer Aminobutana

Gambar Spectrum Aminobutana

Pada spektrum infra merah senyawa 1-aminobutana tampak pita serapan kembar
pada daerah sekitar 3100-3500 cm-1yang menunjukkan adanya ikatan N-H. Pita kembar
ini merupakan karakteristik dari amina primer. Selain itu ikatan N-H ini diperkuat dengan
adanya pita serapan pada daerah sekitar 1620 cm-1yang merupakan pita vibrasi tekuk dari
ikatan N-H. Selain itu pita serapan menengah sampai lemah pada daerah sekitar 12501020 cm-1merupakan pita vibrasi uluran dari ikatan C-N.
Spektrofotometri inframerah (IR) merupakan salah satu alat yang dapat digunakan
untuk menganalisa senyawa kimia.Spektra inframerah suatu senyawa dapat memberikan
gambaran dan struktur molekul senyawa tersebut.Spektra IR dapat dihasilkan dengan
mengukur absorbsi radiasi,refleksi atau emisi di daerah IR.Daerah inframerah pada
spektrum gelombang elektromagnetik mencakup bilangan gelombang 14.000 cm-1
hingga 10cm1.n Daerah inframerah sedang (4000-400 cm-1) berkaitan dengan transisi
energi vibrasi dari molekul yang memberikan informasi mengenai gugus-gugus fungsi
dalam molekul tersebut.Daerah inframerah jauh (400-10cm-1) bermanfaat untuk
menganalisis

molekul

yang

mengandungatom-atom

berat

seperti

senyawa

anorganik,namu nmembutuhkan teknik khusus yang lebih baik. Daerah inframerah dekat

(12.500-4000cm-1) yang peka terhadap vibrasi overtone (Schechter,1997).


Pada alat spektrofotometri inframerah, satuan bilangan gelombang merupakan
satuan yang umum digunakan.Nilai bilangan gelombang berbanding terbalik terhadap
frekuensi atau energinya.Bilangan gelombang dan panjan ggelombang dapat dikonversi
satu sama lain menggunakan persamaan dibawah:

Informas iabsorpsi inframerah pada umumnya diberikan dalam bentu kspektrum


dengan panjang gelombang (m) atau bilangan gelombang (cm-1) sebagai absis x dan
intensitas absorpsi atau persen transmitan sebagai ordinat y. Intensitas pita dapat
dinyatakan dengan transmitan (T) atau absorban (A).Transmitan adalah perbandingan
antara fraksisinar yang diteruskan oleh sampel (I) dan jumlah sinar yang diterima oleh
sampel tersebut (Io). Absorban adalah logdari transmitan:

Spektrum yangdihasilkan biasanya relatif

kompleks karena adanya overtone

kombinasi dan perbedaan serapan yang lemah.Overton edihasilkan akibat adanya eksitasi
dari tingkat energi rendah ke

tingkat energi yang lebih tinggi,yang merupakan

kelipatandari frekuensi fundamental (v).bila dua frekuensi vibrasi (v1 dan v2)dalam
molekul bergabung menghasilkan vibrasi frekuensi baru dalam molekul,dan bila
frekuensi tersebut aktif inframerah,maka hal tersebut disebut serapan kombinasi
(Harjono,1992).Apabila vibrasi fundamental bergabung dengan serapan overtone atau
serapan kombinasi lainnya,maka vibrasi gabungan ini disebut resonansi Fermi yang
sering teramati dalam senyawa karbonil.
Terdapat dua macam vibrasi,yaitu vibrasi ulur dan tekuk.Vibrasi ulur merupakan
suatugerakan berirama di sepanjang sumbu ikatan sehingga jarak antar atom akan
bertambah atau berkurang. Vibrasi tekuk dapat terjadi karena perubahan sudut-sudut
ikatan antara ikatan-ikatan pada sebuahatom(silversteinetal,1986).
Berdasarkan pembagian daerah panjang geloma=bang, sinar inframerah dibagi
atas tiga daerah, yaitu:
1. Inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang 0.75 1.5 m

2. Inframerah jarak menengah dengan panjang gelombang 1.50 10 m


3. Inframerah jarak jauh dengan panjang gelombang 10 100 m
Spektrum IR
Hampir setiapsenyawa yang memiliki ikatan kovalen,apakah senyawa organik
atau anorganik,akan menyerap berbagai frekuensi radiasi elektro magnetik dengan
panjang

gelombang()

0,51000m).Dalam

kimia

organik,fungsi

utama

dari

spektrometri inframerah adalah mengenal(elusidasi)struktur moelkul,khususnya gugus


fungsional sepertiOH,C=O,C=C.daerah yang paling berguna untuk mengenal struktur
suatu senyawa adalah pada daerah 1-25 m atau 10.000400 cm-1 .Dalamp raktek satuan
yang lebih umum dipakai adalah satuan frekuensi (cm-1)dan bukan saatuan panjang
gelombang.Serapan setiap tipe ikatan(N- H,C- H,O- H,C- X,C=O,C- O,CC, C=C,
C=N,dan sebagainya) hanya diperoleh dalam bagian-bagian kecil tertentu dari daerah
vibrasi inframerah.Kisaran serapan yang kecil dapat digunakan untuk menentukan setiap
tipe ikatan.Dalam rangka memperoleh informasi struktur senyawa organik yang
dianaliss.frekuensi atau panjang gelombang dimana berbagai gugus fungsional yang
menyerap. Dalam tabel berikut tersusun secara sistematik daerah serapan yang sesuai
dengan ikatan yang terdapat dalam suatu senyawa.
Klasifikasi

Instrumen

Spektrofotometri

Serapan

Infra

Merah

Terdapat 3 Jenis Instrumen spektrofotometri serapan Infra Merah yaitu:


Spektrometer dispersif (spetrofotometer)
SpektrofotometerFT-IR
Fotometer Filter
Spektrometer dispersif
Instrumen ini memisahkan frekuensi tunggal energi yang dipancarkan oleh
sumber IR.Hal ini dicapai dengan penggunaan prisma atau gratting.Prisma IR bekerja
seperti prisma sinar tampak yang memisahkan sinar tampak menjadi warna warna
(frekuensi) Sebuah gratting merupalam elemen dispersif yang lebih moderen yang
memisahkan frekensi energi IR dengan lebih baik .Detektor mengukur jumlah energi
setiap frekuensi yang dilewatkan ke sample yang kemudian menghasilkan spektrum
sebagai

grafik

antara

intensitas

terhadap

frekuensi

Komponen spektrometer dispersif sama dengan spektrometer serapan sinar

tampak/ultra unga .Perbedaan terletak pada lokasi pemegang sampel.Pada SS sinar


tampak /ultra ungu,kuvet terletak antara monokromator dan detektor untuk menghindari
dekomposisi

fotokimia

yang

dapat

terjadi

apabila

terapapar

pada

sumber

cahaya.Sedangkan pada SS infra merah .pemegang sampel terletak antara sumber cahaya
dan monokromator karena pada rasiasi inframerah tak terdapat cukup energi untuk
mengakibatkan terjadinya dekomposisi fotokimia.Hal ini tentu merupakan keuntungan
karena gangguan radiasi dapat diminimalkan oleh monokromator.
2.2

Spektrofotometer FTIR
Spektrofotometer FTIR 8300/8700 merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk
identifikasi senyawa, khususnya senyawa organik, baik secara kualitatif maupun
kuantitatif. Analisis dilakukan dengan melihat bentuk spektrumnya yaitu dengan melihat
puncak-puncak spesifik yang menunjukan jenis gugus fungsional yang dimiliki oleh
senyawa tersebut. Sedangkan analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan
senyawa standar yang dibuat spektrumnya pada berbagai variasi konsentrasi.

Ikatan yang lebihkuat dan atom yang lebih ringan menghasilkan frekuensi yang
lebih tinggi. Semakin kuatsuatu ikatan, makin besa renergi yang dibutuhkan untuk
meregangkan ikatan tersebut.Frekuensi vibrasi berbanding terbalik dengan massa atom
sehingga vibrasi atom yang lebih berat terjadi pada frekuensi yang lebih rendah
( Bruice,2001).

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 INSTRUMENTASI SPEKTROFOTOMETRI INFRA MERAH

Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang
mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah
panjang gelombang 0,75 1.000 m atau pada Bilangan Gelombang 13.000 10 cm-1.
Radiasi elektromagnetik dikemukakan pertama kali oleh James Clark Maxwell, yang
menyatakan bahwa cahaya secara fisis merupakan gelombang elektromagnetik, artinya
mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang keduanya saling tegak lurus dengan
arah rambatan.
Saat ini telah dikenal berbagai macam gelombang elektromagnetik dengan rentang
panjang gelombang tertentu. Spektrum elektromagnetik merupakan kumpulan spektrum
dari berbagai panjang gelombang. Berdasarkan pembagian daerah panjang gelombang
pada Tabel 1 dan Gambar 2, sinar infra merah dibagi atas tiga daerah, yaitu:
1. Daerah Infra merah dekat.
2. Daerah Infra merah pertengahan.
3. Daerah infra merah jauh.
Dari pembagian daerah spektrum elektromagnetik tersebut diatas, daerah panjang
gelombang yang digunakan pada alat spektrofotometer infra merah adalah pada daerah
infra merah pertengahan, yaitu pada panjang gelombang 2,5 50 m atau pada bilangan
gelombang 4.000 200 cm-1. Satuan yang sering digunakan dalam spektrofotometri infra
merah adalah Bilangan Gelombang ( ) atau disebut juga sebagai Kaiser.

Cahaya yang bisa kita lihat itu terdiri dari gelombang elektromagnetik dengan
frekuensi yang berbeda-beda, setiap frekuensi tersebut bisa dilihat sebagai warna yang
berbeda. Radiasi Infra-merah juga merupakan gelombang dengan frekuensi yang
berkesinambungan, hanya saja mata kita tidak bisa melihat mereka. Jika anda menyinari
sebuah senyawa organik dengan sinar infra-merah yang mempunyai frekuensi tertentu,
anda akan mendapatkan bahwa beberapa frekuensi tersebut diserap oleh senyawa
tersebut.
Sebuah alat pendetektor yang diletakkan di sisi lain senyawa tersebut akan
menunjukkan bahwa beberapa frekuensi melewati senyawa tesebut tanpa diserap sama
sekali, tapi frekwensi lainnya banyak diserap. Berapa banyak frekuensi tertentu yang
melewati senyawa tersebut diukur sebagai 'persentasi transmitasi' (percentage
transmittance).
Persentasi transmitasi dengan nilai 100 berarti semua frekuensi dapat melewati
senyawa tersebut tanpa diserap sama sekali. Pada kenyataannya, itu tidak pernah terjadi,
selalu akan ada penyerapan, walaupun kecil, mungkin transmitasi sebesar 95% adalah
yang terbaik yang bisa anda peroleh. Transmitasi sebesar 5% mempunyai arti bahwa
hampir semua frekuensi tersebut diserap oleh senyawa itu. Tingginya penyerapan seperti
ini akan membuat kita mengerti tentang ikatan-ikatan yang ada dalam senyawa tersebut.
Spektrometer infra merah biasanya merupakan spektrometer berkas ganda dan
terdiri dari :
Sumber Radiasi
Radiasi infra merah biasanya dihasilkan oleh pemijar Nernst dan Globar. Pemijar
Globar merupakan batangan silikon karbida yang dipanasi sekitar 1200C, sehingga
memancarkan radiasi kontinyu pada daerah 1-40 m. Globar merupakan sumber radiasi
yang sangat stabil. Pijar Nernst merupakan batang cekung dari sirkonium dan yttrium
oksida yang dipanasi sekitar 1500C dengan arus listrik. Sumber ini memancarkan radiasi
antara 0,4-20 m dan kurang stabil jika dibandingkan dengan Globar.

Monokromator

indonesian.alibaba.com/product-gs-img/gd-s410-kisi-monokromator-inframerahspektrofotometer-60071863927.html
Monokromator ini terdiri dari sistem celah masuk dan celah keluar, alat
pendespersi yang berupa kisi difraksi atau prisma, dan beberapa cermin untuk
memantulkan dan memfokuskan sinar. Bahan yang digunakan untuk prisma adalah
natrium klorida, kalium bromida, sesium bromida dan litium fluorida. Prisma natrium
klorida paling banyak digunakan untuk monokromator infra merah, karena dispersinya
tinggi untuk daerah antara 5,0-16 m, tetapi dispersinya kurang baik untuk daerah antara
1,0-5,0 m.
1. Detektor

http://www.icstation.com/sr505-mini-infrared-motion-sensor-infrared-detectormodule-p-5296.html
Sebagian besar alat modern menggunakan detektor panas. Detektor fotolistrik
tidak dapat digunakan untuk menggunakan infra merah karena energi foton infra merah
tidak cukup besar untuk membebaskan elektron dari permukaan katoda suatu tabung
foton.

Detektor panas untuk mendeteksi infra merah yaitu termokopel, bolometer, dan
sel Golay. Ketiga detektor ini bekerja berdasarkan efek pemanasan yang ditimbulkanoleh
sinar infra merah.

2. Daerah Cuplikan
Daerah cuplikan inframerah dapat terdiri dari 3 jenis yaitu cuplikan yang
berbentuk gas, cairan dan padatan. Gaya intermolekul berubah nyata dari bentuk
padatan ke cairan ke gas dan spektrum infra merah biasanya menunjukkan pengaruh
dari perbedaan ini dalam bentuk pergeseran frekuensi. Oleh karena itu, sangat penting
untuk dicatat pada spektrum cara pengolahan cuplikan ynag dilakukan.
3. Sistem Kerja
Sinar dari sumber dibagi dalam 2 berkas yang sama, satu berkas melalui
cuplikan dan satu berkas lainnya sebagai baku. Fungsi model berkas ganda adalah
mengukur perbedaan intensitas antara 2 berkas pada setiap panjang gelombang.
Kedua berkas itu dipantulkan pada chopper yang berupa cermin berputar. Hal ini
menyebabkan berkas cuplikan dan berkas baku dipantulkan secara bergantian ke kisi
difraksi. Kisi difraksi berputar lambat, setiap frekuensi dikirim ke detektor yang
mengubah energi panas menjadi energi listrik.
Jika pada suatu frekuensi cuplikan menyerap sinar maka detektor akan
menerima intensitas berkas baku yang besar dan berkas cuplikan yang lemah secara
bergantian. Hal ini menimbulkan arus listrik bolak-balik dalam detektor dan akan
diperkuat oleh amplifier. Jika cuplikan tidak menyerap sinar, berarti intensitas berkas
cuplikan sama dengan intensitas berkas baku dan hal ini tidak menimbulkan arus
bolak-balik, tetapi arus searah. Amplifier dibuat hanya untuk arus bolak=balik.
Arus bolak-balik yang terjadi ini digunakan untuk menjalankan suatu motor
yang dihubungkan dengan suatu alat penghalang berkas sinar yang disebut baji optik.
Baji optik ini oleh motor dapat digerakkan turun naik ke dalam berkas baku sehingga
akan mengurangi intensitasnya yang akan diteruskan ke detektor. Baji optik ini
digerakkan sedemikian jauh ke dalam berkas baku sehingga intensitasnya dikurangi
dengan jumlah yang sama banyaknya dengan jumlah pengurangan intensitas berkas
cuplikan, jika cuplikan melakukan penyerapan. Gerakan baji ini dihubungkan secara

mekanik dengan pena alat rekorder sehingga gerakan baji ini merupakan pita serapan
pada spektrum tersebut.
Secara singkat sistem kerjanya seperti ini sebuah cuplikan ynag ditempatkan
di dalam spektrofotometer infra merah dan dikenai radiasi infra merah yang berubah
panjang gelombangnya secara berkesinambungan menyerap cahaya jika radiasi yang
masuk bersesuaian dengan energi getaran molekul tertentu. Spektrofotometer infra
merah memayar daerah rentangan dan lenturan molekul. Penyerapan radiasi dicatat
dan menghasilkan sebuah spektrum infra merah. Hadirnya sebuah puncak serapan
dalam daerah gugus fungsi sebuah spektrum infra merah hampir selalu merupakan
petunjuk pasti bahwa beberapa gugus fungsi tertentu terdapat dalam senyawa
cuplikan. Demikian pula, tidak adanya puncak dalam bagian tertentu dari daerah
gugus fungsi sebuah spektrum infra merah biasanya berarti bahwa gugus tersebut
yang menyerap pada daerah itu tidak ada.

Gambar 1. Sistem Spektrofotometer IR

Spektrofotometer inframerah mempunyai sistem optik yang serupa dengan


ultraviolet atau sinartampak. Perbedaan utama terletak pada sumber energi dan sel.
Sumber

radiasi pada spektrofotometri laser. Oleh karena itu sinar inframerah

mempunyai energi yang lebih rendah dari sinar ultraviolet atau sinar tampak, maka tebal
sel yang dipakai pada spektrofotometer lebih tipis daripada untuk spektrofotometer
lainnya ( 0,002 mm). Sehingga tidak ada pelarut yang sama sekali transparan terhadap
sinar inframerah, maka cuplikan dapat diukur sebagai padatan atau cairan murninya.
Cuplikan padat digerus dalam mortir kecil bersama kristal KBr kering dalam jumlah
sedikit sekali (0,5-2 mg cuplikan + 100 mg KBr kering). Campuran tersebut dipres
diantara dua skrup memakai kunci, kemudian kedua skrupnya dibuka dan band yang

berisi tablet cuplikan tipis diletakkan di tempat sel spektrofotometer inframerah dengan
lubang mengarah ke sumber radiasi.

Gambar 3. Pemadat Cuplikan

Spektrum infra merah mengandung banyak serapan yang berhubungan dengan


sistem vibrasi yang berinteraksi dalam suatu molekul memberikan pita-pita serapan yang
berkarakteristik dalam spektrumnya. Corak pita ini disebut sebagai daerah sidik jari.
1. Alkana
Pita utama yang nampak dalam spektra IR alkana disebabkan oleh stretching CH di daerah 2850-3000 cm-1, scissoring CH2 dan CH3 di daerah 1450-1470 cm-1,
rocking CH3
cm-1.

pada kurang lebih 1370-1380 cm-1. Dan pita rocking, pada 720-7725

Pita- pita ini tidak dapat

dijadikan patokan karena kebanyakan alkana

mengandung gugus-gugus ini.

2. Alkena
Vibrasi stretching C-H alkena terjadi pada panjang gelombang yang lebih
pendek daripada C-H alkana. Ingat bahwa ikatan karbon-hidrogen alkena mempunyai
sifat lebih kuat daripada ikatan karbon-hidrogen alkana. Makin kuat ikatan, makin sukar
bervibrasi dan memerlukan energi yang lebih tinggi. Jadi alkena yang mempunyai paling
sedikit satu hidrogen menempel pada ikatan rangkap dua biasanya mengabsorpsi
didaerah 3050-3150cm-1

Bentuk stretching C=C alkena terjadi didaerah 1645-1670cm

-1

pita ini sangat

jelas bilahanya satu gugus alkil menempel pada ikatan rangkap dua.Semakin banyak

gugu salkil yang menempel,intensitas absorpsi berkurang karena vibrasi terjadi dengan
perubahan momen dipol yang lebih kecil.Untuk alkena-alkena trisubtitusi,tetrasubsitusi
C=C sering mempunyai intensitas yang rendah atau tidak teramati.
3. Alkuna dan Nitrit
Alkuna ujung memperlihatkan pitastretching C-H yang tajam pada 3300-3320 cm1dan bentuk bending C-H yang jelas pada 600-700 cm-1. Stretching C=N pada alkuna
ujung nampak pada 2100-2140 cm-1 dengan intensitas sedang (Gambar 28) untuk
stretching C=C alkuna dalam berupa pita lemah yang terjadi pada 2200-2260 cm-1.
4. Alkil halida
Ciri absorpsi alkil halida adalah pita yang disebabkan oleh stretching C-X. posisi
untuk pita-pita ini adalah 1000-1350 cm-1 untuk C-F, 750-850 cm-1 untuk C-Cl, 500680 cm-1 untuk C-Br, dan 200-500 cm-1 untuk C-I. Absorpsi-absorpsi ini tidak berguna
untuk diagnosisi.
5. Alkohol dan Eter
Alkohol dan eter mempunyai ciri absorpsi infra merah karena stretching COdidaerah 1050-1200 cm-1. oleh karena pita-pita ini terjadi di daerah spektrum
dimanabiasanya terdapat banyak pita lain, maka pita-pita tersebut tidak bermanfaat untuk
diagnosis. Akan tetapi stretching O-H alkohol, yang terjadi di daerah 3200-3600 cm-1,
lebih berguna. Gambar 29 memperlihatkan spektrum infra merah t-butilalkohol stretching
O-H sangat kuat yang berpusat pada 3360 cm-1.
T-butilalkohol dilarutkan dalam karbon tetraklorida (karbon tetraklorida banyak
digunakan sebagai pelarut di dalamstudi inframerah karenanya relatif stabil dan
transparan terhadap cahaya infra merah pada kebanyakan daerahspektra yang berguna).
6. Aldehid dan Keton
Ciri absorpsi inframerah aldehid dan keton adalah vibrasi stretching C=O. oleh
karena gugus karbonil polar sekali, strerching ikatan ini menghasilkan perubahan momen
dipol yang cukup besar. Akibatnyastretching karbonil merupakanspektra yang
intensitasnya tinggi.Oleh karena terjadi di daerah spektrum yang umumnya tidak ada

absorpsi lain, makastretching karbonil merupakanmetode yang dapat diandalkan untuk


mendiagnosis adanya gugus fungsional di dalam suatu senyawa.

3.2 APLIKASI DAN KEGUNAAN SPEKTROFOTOMETRI IR


Kesehatan
Mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena inframerah
mempunyai getaran yang sama dengan molekul air. Sehingga, ketika molekul tersebut
pecah maka akan terbentuk molekul tunggalyang dapat meningkatkan cairan tubuh.
Meningkatkan sirkulasi mikro. Bergetarnya molekul air dan pengaruh inframerah akan
menghasilkan

panas

yang

menyebabkan

pembuluh

meningkatkan temperatur kulit,memperbaiki

kapiler

membesar,dan

sirkulasi darah dan

mengurani

tekanan jantung .
Meningkatkan metabolisme tubuh.

Jika

sirkulasi

mikro

dalam

tubuh

meningkat, racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme. Hal ini dapat
mengurangi beban liver dan ginjal.Mengembangkan Ph dalam tubuh. Sinar inframerah
dapat membersihkan darah, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik karena
asam urat yang tinggi. Inframerah jarak jauh banyak digunakan pada alat-alat kesehatan.
Pancaran panas yang berupa pancaran sinar inframerah dari organ-organ tubuh dapat
dijadikan sebagai informasi kondisi kesehatan organ tersebut. Hal ini sangat bermanfaat
bagi dokter dalam diagnosiskondisi pasien sehingga

ia

dapat

membuat

keputusan

tindakan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Selain itu, pancaran panas
dalam intensitas tertentu dipercaya dapat digunakan untuk proses penyembuhan penyakit
seperti cacar. Contoh penggunaan inframerah yang menjadi trend saat ini adalah adanya
gelang kesehatan Bio Fir. Dengan memanfaatkan inframerah jarak jauh, gelang tersebut
dapat berperang dalam pembersihan dalam tubuh dan pembasmian kuman atau bakteri.
Bidang Komunikasi
Adanya sistem sensor infra merah. Sistem sensor ini pada dasarnya menggunakan
inframerah sebagai media komunikasi yang menghubungkan antara dua perangkat.
Penerapan sistem sensor infra ini sangat bermanfaat sebagai pengendali jarak
jauh, alarmkeamanan, dan otomatisasi pada sistem. Adapun pemancar pada sistem ini
terdiri atas sebuah LED (Lightemitting Diode)infra merah yang telah dilengkapi dengan
rangkaian yang mampu membangkitkan data untuk dikirimkan melalui sinar inframerah,
sedangkan pada bagian penerima biasanya terdapat foto transistor, fotodioda, atau
modulasi]] infra merah yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan
oleh pemancar.

Adanya kamera tembus pandang yang memanfaatkan sinar inframerah. Sinar inframerah
memang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang manusia, namun sinar inframerah
tersebut dapat ditangkap oleh kamera digital atau video handycam. Dengan adanya
suatuteknologi yang berupa filter iR PF yang berfungi sebagai penerus cahaya infra
merah, maka kemampuan kamera atau video tersebut menjadi meningkat. Teknologi ini
juga telah diaplikasikan ke kamera handphone Untuk pencitraan pandangan
seperti nightscoop
Inframerah

digunakan

untuk

komunikasi

jarak

dekat,

seperti

pada remote TV. Gelombang inframerah itu mudah untuk dibuat, harganya relatif murah,
tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, serta memiliki fluktuasi daya tinggi dan
dapat diinterfensi oleh cahaya matahari.
Sebagai alat komunikasi pengontrol jarak jauh. Inframerah dapat bekerja dengan
jarak yang tidak terlalu jauh (kurang lebih 10 meter dan tidak ada penghalang)
Sebagai salah satu standardisasi komunikasi tanpa kabel. Jadi, inframerah dapat
dikatakan sebagai salah satu konektivitas yang berupa perangkat nirkabel yang digunakan
untuk mengubungkan atau transfer data dari suatu perangkat ke parangkat lain.
Penggunaan inframerah yang seperti ini dapat kita lihat pada handphone dan laptop yang
memiliki aplikasi inframerah. Ketika kita ingin mengirim file ke handphone, maka bagian
infra harus dihadapkan dengan modul infra merah pada PC. Selama proses pengiriman
berlangsung, tidak boleh ada benda lain yang menghalangi. Fungsi inframerah pada
handphone dan laptop dijalankan melalui teknologi IrDA (Infra red Data Acquition).
IrDA dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan sistem komunikasi via inframerah.
Bidang keruangan
Inframerah yang dipancarakan dalam bentuk sinar infra merah terhadap
suatu objek, dapat menghasilkan foto infra merah. Foto inframerahyang bekerja
berdasarkan pancaran panas suatu objek dapat digunakan untuk membuat lukisan panas
dari suatu daerah atau objek. Hasil lukisan panas dapat menggambarkan daerah mana
yang panas dan tidak. Suatu lukisan panas dari suatu gedung dapat digunakan untuk
mengetahui dari zona bagian mana dari gedung itu yang menghasilkan panas berlebihann
sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Bidang Industri
Lampu inframerah. Merupakan lampu pijar yang kawat pijarnya bersuhu di atas
2500K. hal ini menyebabkan sinar infra merah yang dipancarkannya menjadi lebih

banyak daripada lampu pijar bisa. Lampu infra merah ini biasanya digunakan untuk
melakukan proses pemanasan di bidang industri.
Pemanasan inframerah. Merupakan suatu kondisi ketika energi inframerah menyerang
sebuah objek dengan kekuatan energi elektromagnetik yang dipancarkan di atas -273 C
(0K dalam suhu mutlak). Pemanasan inframerah banyak digunakan pada alat-alat seperti,
pemanggang danbola lampu (90% panas 10% cahaya)
Kedokteran
NIRS umum dipakai dalam diagnostik medis, terutama dalam pengukuran kadar
oksigen darah, atau juga kadar gula darah. Meskipun bukan tekhnik yang sangat sensitif,
NIRS tidak menakutkan pasien/subjek karena tidak memerlukan pengambilan sampel
(non-invansif) dan dilakukan langsung dengan menempelkan sensor di permukaan kulit.
Tekhnik ini juga dipakai dalam pengukuran dinamika perubahan senyawa tertentu dalam
suatu organ, misalnya perubahan kadar hemoglobin disuatu bagian otak akibat aktivitas
saraf tertentu. Dalam penggunaan fisiologis semacam ini, NIRS dapat dikombinasi
dengan tekhnik lain, seperti T-scan.
Penginderaan jauh
Pencitraan (imaging) NIRS yang diletakkan pada pesawat terbang/balon udara atau
satelit digunakan untuk menganalisis kandungan kimia tanah atau hamparan vegetasi
penutup permukaan tanah. Ini adalah aplikasi di bidang tata ruang, kehutanan, serta
geografi.
Ilmu Pangan dan Kimia Pertanian
Spektroskopi menggunakan NIRS dalam bidang ini disukai karena tidak memerlukan
persiapan sampel yang rumit. Selain itu, seringkali sampel bisa digunakan lagi untuk
keperluan lain: misalnya, benih bisa langsung ditanam setelah diukur kandungan asam
lemaknya. Instrumentasi NIRS yang berkembang pesat dengan penggunaan komputer
membuat alat ini populer. Walaupun demikian, kalibrasi NIRS sangat kritis dalam bidang
ini mengingat bahan sampel mengandung campuran berbagai macam zat. Proses
adjusment dalam analisis untuk menghasilkan informasi dapat memberikan nilai-nilai
yang kuarng akurat.

BAB V
PENUTUP
4.1 Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan inframerah dalam pengiriman data

Pengiriman data dengan infra merah dapat dilakukan kapan saja, karena pengiriman
dengan inframerah tidak membutuhkan sinyal.

Pengiriman data dengan infra merah dapat dikatakan mudah karena termasuk alat
yang sederhana.

Pengiriman data dari ponsel tidak memakan biaya (gratis)

Kelemahan inframerah dalam pengiriman data

Pada pengiriman data dengan inframerah, kedua lubang infra merah harus berhadapan
satu sama lain. Hal ini agak menyulitkan kita dalam mentransfer data karena caranya
yang merepotkan.

Inframerah sangat berbahaya bagi mata, sehingga jangan sekalipun sorotan infra
merah mengenai mata

Pengiriman data dengan inframerah dapat dikatakan lebih lambat dibandingkan


dengan rekannya Bluetooth.

4.2 Kesimpulan
Spektrum infra merah berguna untuk mendeteksi adanya gugus fungsi dalam
senyawa organik.Daerah di bawah frekuensi 650 cm-1 dinamakan infra merah jauh.
Sedangkan

daerah

di

atas

frekuensi

4000

cm-1

dinamakan

infra

merah

dekat.Monokromator terdiri dari celah masuk dan celah keluar yang berupa kisi difraksi
atau prisma.4. Detektor panas digunakan untuk mendeteksi sinar infra merah. Spektrum
infra merah mengandung banyak serapan yang berhubungan dengan sistem vibrasi yang
berinteraksi dalam suatu molekul memberikan pita-pita serapan yang berkarakteristik
dalam spektrumnya. Corak pita ini disebut sebagai daerah sidik jari.

4.3 Saran
Instrumen dengan Spektrofotometer Infamerah merupakan instrumen yang paling
banyak digunakan dalam metode analisis kuantitatif karena metodenya yang cukup
sederhana Untuk pengembangan lebih lanjut pada makalah ini, terdapat beberapa
saranyang sesuai denganinformasi mengenai Spektrofotometer Infarmerah, yaitu seperti
pembuatan standar untuk kalibrasi dan penentuan panjang frekuensi haruslah tepat,
kalibrasi alat harus diupayakan rutin agar mengurangi kesalahan yang terjadi ketika
analisa.
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada
kami.Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya

DAFTAR PUSTAKA
Bassler.1986,PenyidikanSpektrometrik Senya waOrganik,edisikeempat,Erlangga,Jakarta
Gunawan, Budi dan Citra Dewi A,. 2005. Karakterisasi Spektrofotometri
I R Dan
Scanning Electron Microscopy (S E M) Sensor Gas Dari Bahan Polimer Poly Ethelyn
Glycol (P E G). ISSN 1979-6870
Khopkar SM. (1990). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press.
Kristianingrum, Susila..200. Handout Spektroskopi Infra Merah. Jogjakarta
http://www.electrophysics.com/View/Viw_TechPrimer_InfraredTutorial.asp
Modul Kuliah Kimia Analitik Polsri 2016 Dr.Ir Rusdianasari.,M.Si dan Ir.K.A Ridwan,M.T
http://www.infraredheaters.com/fundamen.htm
http://www.optotherm.com/infrared-history.htm
http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_10568.html
http://cctvcamera.co.id/sejarah-infra-merah/
http://www.ceptelefoncunuz.net/etiket/artikel-infra-merah-pada-hp/
http://www.psikotronika.com/saranatel/ca_1a.php
http://dokumen.tips/documents/spektroskopi-ir.html
http://www.chemguide.co.uk/analysis/ir/interpret.html