Anda di halaman 1dari 51

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PELAJARAN PRODUKTIF
REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL)

STANDAR KOMPETENSI

Membuat Program Basis Data


KELAS XII

SMK AL AZHAR Sempu


Jl. Imam Syafii No. 45 Sempu - Banyuwangi
http://www.smkalazhar.sch.id

2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
MATA PELAJARAN
KELAS / SEMESTER
ALOKASI WAKTU

: SMK AL AZHAR SEMPU


: Membuat Program Basis Data
: XII / 1
: 10 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI :
Membuat program basis data
KOMPETENSI DASAR :
Menjelaskan konsep pembuatan DBMS berbasis Client-Server
INDIKATOR :
1. Menggunakan alat-alat pemrograman untuk SQL
2. Menggunakan sintaks SQL
3. Menjalankan perintah SQL
TUJUAN PEMBELAJARAN :
A. PERTEMUAN 1
1. Siswa dapat mengetahui arti dari basis data
2. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian DBMS
3. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian SQL
B. PERTEMUAN 2
4. Siswa dapat menggunakan alat pemrograman SQL
5. Siswa dapat mengerti sintaks-sintaks SQL
C. PERTEMUAN 3
6. Siswa dapat menggunakan sintaks-sintaks SQL
7. Siswa dapat menjalankan perintah SQL
8. Siswa dapat membuat database sederhana dengan perintah SQL
MATERI AJAR :
Pengertian Basis Data :
Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara
data yang sudah diolah atau informasi, dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan.
Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan
mudah dan cepat.
Pengertian DBMS :
DBMS (Database Management System) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut
sebagai Sistem Manajemen Basis Data adalah suatu sistem aplikasi yang digunakan untuk
menyimpan, mengelola, dan menampilkan data.
Suatu sistem aplikasi disebut DBMS jika memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut :
Menyediakan fasilitas untuk mengelola akses data
Mampu menangani integritas data
Mampu menangani akses data yang dilakukan
Mampu menangani backup data
Karena pentingnya data bagi suatu organisasi/perusahaan, maka hampir sebagian besar

perusahaan memanfaatkan DBMS dalam mengelola data yang mereka miliki. Pengelolaan
DBMS sendiri biasanya ditangani oleh tenaga ahli yang spesialis menangani DBMS yang
disebut sebagai DBA (Database Administrator).
Berikut ini adalah 4 macam DBMS versi komersial yang paling banyak digunakan di dunia
saat ini, yaitu :
Oracle
Microsoft SQL Server
IBM DB2
Microsoft Access
Sedangkan DBMS versi open source yang cukup berkembang dan paling banyak
digunakan saat ini adalah sebagai berikut :
MySQL
PostgreSQL
Firebird
SQLite
Hampir semua DBMS mengadopsi SQL sebagai bahasa untuk mengelola data pada
DBMS.
Pengertian SQL :
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data
pada RDBMS (Relational Database Management System).
MySQL (My Structured Query Language) atau yang biasa dibaca mai-se-kuel adalah
sebuah program pembuat dan pengelola database atau yang sering disebut dengan DBMS
(Database Management System), sifat dari DBMS ini adalah Open Source yang bisa
didapatkan secara gratis pada alamat http://www.mysql.com.
Selain itu MySQL juga merupakan program pengakses database yang bersifat jaringan,
sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Banyak Pengguna). Kelebihan lain
dari MySQL adalah menggunakan bahasa query (permintaan) standar SQL (Structured
Query Language). SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur, SQL telah di
standarkan untuk semua program pengakses database seperti Oracle, PosgreSQL, SQL
Server dan lain-lain.
Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak mungkin berjalan sendiri tanpa
adanya sebuah aplikasi pengguna (interface) yang berguna sebagai program aplikasi
pengakses database yang dihasilkan. MySQL dapat didukung oleh hampir semua program
aplikasi baik yang Open Source seperti PHP maupun yang tidak Open Source yang ada
pada platform windows seperti Visual Basic, Delphi dan lainnya.
Program-Program aplikasi yang mendukung MySQL :
PHP (Page Hipertext Preprosesor)
Borland Delphi, Borland C++ Builder
Visual Basic 5.0/6.0 dan .Net
Visual FoxPro
Cold Fusion, dan masih banayak lagi

MySQL termasuk ke dalam arsitektur aplikasi Client-Server


Aplikasi Client-Server (sesuai namanya) memiliki dua aplikasi yaitu :
Server : merupakan program yang biasanya berjalan sebagai background process
atau proses dibelakang layar sistem operasi. User biasanya tidak dapat berhubungan
dengan server secara langsung, tetapi harus melalui aplikasi client.
Client : merupakan aplikasi / program yang memiliki user interface (antar muka)
seperti terminal / command prompt, tombol, kotak teks, menu toolbar dan
sebagainya.
Jadi aplikasi Client-Server adalah dimana sistem terdiri atas beberapa aplikasi dan mereka
saling tergantung satu dengan lainnya (tidak dapat berdiri sendiri).
Menggunakan alat pemrograman SQL
Untuk mengelola database MySQL menggunakan :
Prompt DOS (tool command line)
Program Utility (PHP MyAdmin)
Untuk melakukan akses ke database menggunakan :
Koneksi ke database
Query / permintaan data
Pemutusan koneksi
Installasi MySQL
Untuk bisa bekerja dengan software MySQL, tentunya software tersebut harus terinstall
terlebih dahulu di komputer kita. Untuk mendapatkan software tersebut kita dapat
download dari website resmi MySQL yaitu http://www.mysql.com. Di website tersebut ada
beberapa software MySQL dari yang terlama sampai yang terbaru.
Dalam modul ini kita akan menggunakan MySQL versi mysql-essential-5.0.24-win32.
Setelah anda download, selanjutnya ikuti instruksi yang ada ketika installasi.
Untuk mengetahui bahwa MySQL ini sudah bekerja dengan baik buka Command prompt.
Klik Start > Run ketik cmd > OK. kemudian lakukan langkah berikut ini :

Jika telah nampak sintak :


mysql>
maka kita telah masuk kedalan system database MySQL tersebut.

Cara Installasi XAMPP


XAMPP merupakan sebuah paket instalasi untuk PHP, APACHE dan MySQL. Dengan
menggunakan XAMPP, kita tidak perlu lagi repot menginstall ketiga software itu secara
terpisah. XAMPP dapat di download di http://www.apachefriends.org/en/index.html.
Berikut ini adalah cara menginstall XAMPP.
1. Jalankan file xampp-win32-1.6.8-installer.exe (atau versi lain)
2. Kemudian akan tampil pilihan untuk memilih bahasa ketika proses instalasi berjalan.

3. Proses installasi akan dimulai. Klik Next untuk memulainya.

4. Memilih lokasi untuk penginstallan XAMPP, kemudian klik Next untuk


melanjutkan.

5. Pada tampilan XAMPP options, pilih centang semuanya dan klik Install.

6. Tunggu beberapa saat hingga proses installasi selesai.


7. Installasi selesai. Klik Finish.

8. Sampai tahap ini, berarti kita sudah menginstal XAMPP. Itu berarti kita sudah
selesai menginstall PHP, APACHE dan MYSQL. Langkah selanjutnya adalah
menjalankan servicenya.
9. Jalankan XAMPP Control Panel yang ada di desktop. Atau anda juga dapat
menjalankan XAMPP Control Panel dari menu Start -> All Programs ->
apachefriends -> xampp -> xampp control panel.

10. Nyalakan Apache dan Mysql dengan mengklik tombol Start. Buka web browser
anda, lalu ketikkan http://localhost. Jika tampilannya seperti di bawah ini, maka
apache sudah terinstall dengan benar.

Masuk Ke-Server MySQL


Sebagai dasar menggunakan database MySQL akan dibahas cara mengakses dan
menggunakan database MySQL. Ada beberapa cara diantaranya yaitu :
1. Memahami Folder Server MySQL
MySQL secara standar dapat di install pada drive utama (drive C, apabila di
Windows). Semua utility dan penempatan database/tabel diletakkan pada folder
C:\XAMPP\mysql. Untuk database (basis data) yang telah dibuat dapat ditemukan
pada sub folder C:\XAMPP\mysql\data.

2. Menggunakan User Tamu


Pada pertama kali mysql diinstall, server telah menyediakan user dengan tanpa ada
verifikasi apapun. Artinya, kita dapat melakukan login dengan tidak menggunakan
username dan password apapun. Kita dapat masuk pada prompt MySQL dengan cara
masuk pada folder bin, dan kemudian dapat menjalankan MySQL Klien yang telah
disediakan bernama mysql.exe. Perhatikan cara berikut apabila dilakukan dari
komputer Windows.
1. Membuka jendela MS DOS atau Command Prompt melalui menu Run
dengan cara menuliskan perintah cmd apabila menggunakan Windows XP, dan
menuliskan perintah command pada Win 9x.

2. Setelah masuk pada jendela CMD atau MS DOS, tulis perintah DOS seperti
berikut CD\ kemudian enter, akan muncul seperti dibawah ini :

3. Setelah itu tuliskan perintah CD XAMPP kemudian tekan enter, akan muncul
seperti dibawah ini :

4. Langkah selanjutnya tulis perintah CD mysql kemudian tekan enter, akan


muncul seperti tampilan dibawah ini :

5. Kemudian tuliskan kembali perintah CD bin kemudian tekan enter, akan


muncul tampilan sebagai berikut :

6. Setelah masuk pada sub folder C:\XAMPP\mysql\bin, sekarang kita dapat


menjalankan klien MySQL yang bernama mysql.exe. Caranya adalah dengan
menuliskan perintah mysql, kemudian tekan tombol Enter. Berikut
contohnya:

7. Apabila telah mendapat prompt dengan nama mysql>, berarti database


MySQL telah siap menerima perintah kita.
Membuat dan Mengaktifkan Database
Sebelum membuat tabel dan kolom, kita harus mempersiapkan databasenya terlebih
dahulu. MySQL memiliki perintah yang dapat digunakan untuk membuat database baru,
yaitu CREATE DATABASE. Berikut ini contohnya :

Pada perintah diatas, pernyataan Query OK, 1 row affected (0.57 sec) menandakan
perintah yang dituliskan berjalan dengan baik, sehingga sekarang telah berhasil memiliki
database baru bernama data_sekolahdb. Kita dapat membuktikannya dengan
menggunakan perintah SHOW DATABASES.
Untuk bekerja pada database data_sekolahdb, harus mengaktifkan (masuk pada) database
yang bersangkutan terlebih dahulu. Perintah yang digunakan untuk mengaktifkan database
adalah USE. Berikut ini contohnya :

Setelah mendapatkan pesan Database changed, berarti sekarang telah berada di dalam
database bernama data_sekoalhdb. Sekarang apabila kita mengetikkan sebuah perintah,
maka secara otomatis efeknya akan ditujukan pada database aktif.
Melihat Daftar Tabel :
Apabila akan melihat informasi mengenai keberadaan tabel pada suatu database, dapat
menggunakan perintah SHOW TABLES. Berikut ini contohnya :

Bahasa SQL memiliki beberapa bagian penting, yaitu :


1. Data Definition Language (DDL). SQL DDL menyediakan perintah-perintah untuk
mendefinisikan skema relasi, menghapus relasi, serta memodifikasi skema relasi.
2. Data Manipulation Language (DML). SQL DML mencakup bahasa SQL untuk
menyisipkan rekaman pada relasi, menghapus rekaman pada relasi, serta
memodifikasi rekaman pada relasi.
3. View Definition. SQL memuat perintah-perintah untuk mendifinisikan tampilantampilan (view) yang dikehendaki pengguna.
4. Transaction Control. SQL memuat perintah-perintah untuk menspesifikasi awal dan
akhir transaksi.
5. Embedded SQL dan Dynamic SQL. Terminologi ini mencakup kemampuan SQL
untuk disisipkan pada beberapa bahasa pemrograman, misalnya pada Visual Basic,

Delphi, C++, Java dan sebagainya.


6. Integrity. SQL DDL mencakup perintah-perintah untuk menspesifikasi batasanbatasan integritas.
7. Authorization. SQL DDL mencakup perintah-perintah untuk membatasi akses pada
basis data demi alasan keamanan.
Bekerja dengan perintah DDL (Data Definition Language)
1. Menggunakan Perintah CREATE
Perintah CREATE merupakan bagian dari perintah DDL (Data Definition
Language) yang digunakan untuk membangun atau mendesain struktur tabel baru.
Untuk membuat tabel, sintak yang digunakan adalah :
CREATE TABLE nama_tabel
(Kolom_a TYPE (lebar),
Kolom_b TYPE (lebar),
............. ........... ..............
Kolom_n TYPE (lebar)
);
Dengan menggunakan sintaks di atas, kita dapat mengimplementasikan perencanaan
tabel bernama guru, tabel ini kita buat pada database data_sekolahdb yang telah kita
buat sebelumnya. Untuk mempermudah pemahaman, struktur dari tabel guru
adalah:
Kolom
Nip
Nama
Kelamin
Agama
Alamat
Keahlian

Tipe
CHAR
VARCHAR
ENUM
VARCHAR
VARCHAR
VARCHAR

Lebar
5
35

Keterangan
(P,W)

15
60
100

Dari struktur desain tabel guru di atas, apabila diimplementasikan dengan perintah
CREATE, maka perintah lengkapnya adalah :

Pada perintah di atas, pernyataan NOT NULL menandakan bahwa kolom yang
dimaksud harus diisi dengan data, atau berarti setiap ada record baru kolom tersebut
tidak boleh dibiarkan kosong. Setelah tabel tersebut terbuat kita dapat melihat

rancangan tabel tersebut dengan cara mendiskripsikannya kembali. Perintah yang


digunakan adalah DESC atau DESCRIBE. Berikut ini contohnya :

2. Menggunakan Perintah ALTER


Semua bentuk tabel yang pernah dibuat bukan merupakan tabel akhir yang mati
(tidak dapat diubah), akan tetapi kita masih dapat memanipulasi bentuk tabel yang
telah ada menjadi bentuk lain. ALTER merupakan perintah DDL yang digunakan
untuk melakukan perubahan desain tabel menjadi tabel dengan struktur baru.
Sebagai contoh, pada tabel guru yang telah dibuat memiliki kolom bernama
keahlian, kita akan merubahnya menjadi kolom lulusan. Berikut ini contohnya :

Dari perintah di atas, maka dihasilkan tampilannya sebagai berikut :

Apabila hendak menambahkan kolom baru, maka perlu menggunakan option ADD
dalam perintah ALTER. Sedangkan untuk alamat penempatan atau posisi kolomnya,
dapat menggunakan option AFTER. Sebagai contoh, apabila hendak menambahkan
kolom dengan nama keahlian pada tabel guru, tipe datanya adalah
VARCHAR(100), kolom baru ini akan diletakkan setelah kolom alamat. Sehingga
perintahnya adalah :

3. Menggunakan Perintah DROP


Apabila akan menghapus kolom lama yang sudah tidak digunakan lagi, maka
perintah yang dapat digunakan adalah DROP <nama kolom>. Sebagai latihan,
mencoba untuk menghapus kolom agama pada tabel guru. Berikut perintahnya :

Dari Perintah diatas, perhatikan perubahannya seperti pada tampilan berikut :

Dengan menggunakan DROP juga dapat menghapus tabel yang ada di dalam
database aktif. Teknik penggunaannya adalah dengan menuliskan perintah DROP
<namatabel>. Apabila akan menghapus tebel dengan nama guru, maka perintahnya
adalah :

Bekerja dengan perintah DML (Data Manipulation Language)


1. Persiapan Database dan Tabel
Sebagai latihan, kita akan menggunakan database yang berguna untuk mengelola
data sekolah tinggi. Relasional tabel yang akan digunakan adalah seperti gambar
berikut :

Pada latihan ini database yang digunakan adalah data_kampusdb, untuk itu
sebelumnya kita harus membuat database tersebut. Pada rancangan database diatas,
tabel jeniskampus digunakan untuk merekam data-data kampus berdasarkan
jenisnya. Tabel ini akan memiliki hubungan satu kebanyak (one to many) dengan
tabel datakampus. Berikut adalah perintah untuk membuat database
data_kampusdb, tabel datakampus dan tabel jeniskampus pada server MySQL :

CREATE DATABASE data_kampusdb;


USE data_kampusdb;
CREATE TABLE jeniskampus (
kd_jenis CHAR(3) NOT NULL,
nm_jenis VARCHAR(60) NOT NULL,
PRIMARY KEY (kd_jenis) );
Selanjutnya kita dapat membuat tabel kedua yang bernama datakampus. Tabel ini
akan digunakan untuk merekam data-data kampus secara detail. Di dalam tabel ini
terdapat kunci tamu yang berasal dari tabel jeniskampus. Kita dapat membuat tabel
ini dengan mengetikkan perintah dibawah ini :
CREATE TABLE datakampus (
kd_kampus CHAR(4) NOT NULL,
kd_jenis CHAR(3) NOT NULL,
nm_kampus VARCHAR(35) NOT NULL,
thn_berdiri VARCHAR(4) NOT NULL,
jum_fakultas INT(2) NOT NULL,
domisili VARCHAR(35) NOT NULL,
status ENUM(NEGERI,SWASTA) NOT NULL,
PRIMARY KEY (kd_kampus) );
2. Menggunakan Perintah INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk memasukkan data ke dalam tabel tertentu.
Dengan menggunakan perintah ini kita dapat menambah data baru ke dalam tabel
yang masih kosong ataupun tabel yang telah berisi. Berikut adalah sintak dasar
untuk memasukkan data :
INSERT INTO namatabel (koloma, kolomb, ...., kolomn)
VALUES (isi_koloma,isi_kolomb,....,isi_kolomn);
Dengan menggunakan sintaks diatas, maka kita dapat memasukkan data baru ke
dalam tabel jeniskampus dengan cara sebagai berikut :

Pada cara diatas kita hanya memasukkan data untuk satu record (satu baris) saja,
sebenarnya untuk menghemat waktu kita dapat memasukkan beberapa baris data
secara bersamaan. Berikut ini contohya :

Selanjutnya memasukkan data-data kampus kedalam tabel datakampus dengan


menjalankan perintah seperti sebelumnya.
3. Menggunakan PerintahSELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menyeleksi atau memilih atau menampilkan
sebagian atau semua data yang ada di dalam sebuah kolom. Dalam database
relasional, perintah ini digunakan untuk mengambil data dari beberapa tabel yang
berelasi. Dengan menggunakan cara biasa, perintah SELECT dapat digunakan untuk
menampilkan semua data (kolom dan baris) dari sebuah tabel. Parameter yang
digunakan untuk menunjuk pada semua kolom adalah tanda bintang (*). Berikut
adalah sintaksnya :
SELECT * FROM namatabel;
Dengan menggunakan sintaks diatas, kita dapat mencobanya untuk menampilkan
semua data dari tabel jeniskampus. Berikut ini contoh hasilnya :

Selain menggunakan tanda bintang, kita juga dapat langsung membaca direktori
yang datanya akan ditampilkan. Berikut contoh penggambaran sintaksnya :
SELECT koloma, kolomb, kolomn FROM namatebel;
Sebagai contoh, kita dapat menjalankan perintah berikut :

4. Menggunakan Perintah UPDATE


Perintah UPDATE, sesuai dengan namanya perintah ini digunakan untuk mengupdate atau memperbarui data lama menjadi data terkini (terbaru). Berikut cara
penggunaan sintaksnya :
UPDATE namatabel SET koloma=databaru,
kolomb=databaru, ...., kolomn=databaru
WHERE kolomkunci=kodebaris;
Pada sintaks di atas, pernyataan WHERE dengan satu kondisi berarti data yang
akan diperbarui hanya satu baris. Sebagai latihan, kita akan mengubah data
jeniskampus dari Politeknik menjadi Politeknik (POLTEK), maka perintah
yang digunakan adalah :

Pada perintah di atas, pernyataan WHERE kd_jenis=J06 berguna untuk


menunjuk baris yang memiliki kode=J06 untuk diedit. Sehingga dengan perintah
tersebut akan mengakibatkan perubahan seperti berikut :

5. Menggunakan Perintah DELETE


Perintah DELETE digunakan untuk menghilangkan atau menghapus sebagian atau
semua data yang ada di dalam tabel. Seperti halnya dengan perintah UPDATE,
untuk menggunakan perintah DELETE juga diperlukan kondisi dengan klausa
WHERE untuk menunjuk baris mana yang akan dihilangkan. Sintaks dasar perintah
DELETE dapat dilihat dibawah ini :
DELETE FROM namatabel WHERE kolomkunci=kunci;
Dengan menggunakan sintaks di atas, maka kita dapat menggunakannya untuk
mengahapus salah satu baris data yang ada di dalam tabel jeniskampus. Misalnya
kita akan menghapus data pada baris ke-5, yaitu kodenya (J05), maka perintahnya
adalah sebagai berikut :

Dengan menggunakan perintah diatas, maka perubahan datanya dapat dilihat


sebagai berikut :

METODE PEMBELAJARAN :
A. Penjelasan / ceramah
B. Demonstrasi
C. Praktikum
D. Tanya jawab dan diskusi
E. Presentasi tugas
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
PERTEMUAN 1
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan
memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru memperkenalkan diri dan kenalan dengan pesertaa didik dengan mengabsen
satu per satu.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran juga penjelasan awal tentang materi yang
akan diajarkan.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a. Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham tentang
materi yang disampaikan
b. Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.
PERTEMUAN 2.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan
memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.

B.

KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a. Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham tentang
materi yang disampaikan.
b. Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.

PERTEMUAN 3.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan
memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a. Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham tentang
materi yang disampaikan.
b. Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.
PENGGUNAAN ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR
A. Komputer untuk setiap peserta didik.
B. Spidol , penghapus, papan tulis.
C. Alat peraga presentasi.
D. Software yang dibutuhkan : XAMPP, Mozilla Firefox atau Google Chrome
E. Modul tentang MySQL
PENILAIAN

A.

SOAL
1. Apa kepanjangan SQL dan jelaskan secara singkat tentang SQL ? (bobot nilai 10)
2. Sebutkan 5 contoh DBMS ! (bobot nilai 25)
3. Apa fungsi dari Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation
Language (DML) ? (bobot nilai 25)
4. Apa fungsi dari perintah insert pada sintaks mysql ? ( bobot nilai 15)
5. Tuliskan sintaks mysql untuk membuat satu tabel guru yang tersusun atas field nip,
nama, kelamin dan alamat ! (bobot nilai 25)

SUMBER BELAJAR
A.S, Rosa dan M.Shalahuddin. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
(Terstruktur Dan Berorientasi Objek). Bandung : Modula
Nugroho, Adi. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data. Yogyakarta :
Andi
Nugroho, Bunafit. 2009. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta : Gava Media

Banyuwangi, 16 Juli 2012


Mengetahui
Kepala SMK AL AZHAR Sempu

Guru Mata Pelajaran

ASNAN, S.Pd.

SUGENG HARI WIBOWO, S.Kom.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
MATA PELAJARAN
KELAS / SEMESTER
ALOKASI WAKTU

: SMK AL AZHAR SEMPU


: Membuat Program Basis Data
: XII / 1
: 12 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI :
Membuat program basis data
KOMPETENSI DASAR :
Menggunakan SQL
INDIKATOR :
1. Menjalankan utility MySQL
2. Membuat database dengan ketentuan khusus
3. Menentukan Struktur tabel
4. Memanipulasi database
TUJUAN PEMBELAJARAN :
A. PERTEMUAN 1
1. Siswa dapat menjalakan dan menggunaka utility MySQL
2. Siswa dapat merancang database yang baik
B. PERTEMUAN 2
3. Siswa dapat mengetahui tipe-tipe data yang didukung oleh MySQL
4. Siswa dapat membuat database dengan ketentuan khusus
5. Siswa dapat menentukan struktur tabel dalam database yang di buat
C. PERTEMUAN 3
6. Siswa dapat mengetahui perintah-perintah MySQL yang berguna
memanipulasi database
7. Siswa dapat memanipulasi database dengan menggunakan perintah MySQL
MATERI AJAR :
Menggunakan Utility MySQL (PHP MyAdmin)
Langkah menggunakan utility MySQL menggunakan PHP MyAdmin :
1. Aktifkan Xampp Control Panel
2. Klik tombol Admin pada Apache
3. Tools PHPMyAdmin
Atau dapat juga melalui halaman browser :
1. Buka halaman browser http://localhost

untuk

2. Tools PHPMyAdmin
Menjalankan SQL Query di PHPMyAdmin
Salah satu database software yang umum digunakan untuk mengelola suatu web database
adalah phpMyAdmin. Untuk membuat dan mengelola tabel di phpMyAdmin sebenarnya
kita sudah diberi kemudahan dengan cara memilih dan mengklik menu-menu yang ada.
Tapi bagi yang ingin belajar mengenai SQL Query seperti DDL (Data Definition
Language) dan DML (Data Manipulation Language) untuk mengelola tabel secara
manual, Anda juga bisa menggunakan phpMyAdmin. Berikut caranya :
1. Jika menggunakan Xampp, buka phpMyAdmin di URL http://localhost, kemudian
Tools phpMyAdmin
2. Buat database baru di kolom Create new database, misal dengan nama database
dbperpustakaan, lalu klik Create.

Atau jika ingin menggunakan SQL Query, pada sidebar klik icon Query window
(icon ke dua dari kiri), maka window baru akan muncul.

Pada window baru tersebut ketikkan saja SQL Query yang diinginkan, sebagai
contoh disini saya membuat sebuah database dengan nama dbperpustakaan. Jika
sudah, klik Go.

3. Kemudian untuk membuat sebuah tabel beserta field-fieldnya ada dua cara juga,
misal membuat sebuah tabel dengan nama anggota dengan 3 buah field, yakni nis,
nama_siswa dan alamat dengan field nis sebagai Primary Key-nya.
Pertama buka database yang akan ditambahkan tabelnya, misalnya dbperpustakaan
kemudian isikan pada Create new table on database dbperpustakaan dengan
nama tabel dan jumlah field-nya. Jika sudah, klik Go.

Selanjutnya isikan tabel tersebut sesuai dengan ketentuan strukturnya, jika sudah
klik Save.

Atau jika ingin menggunakan SQL Query, pada sidebar klik icon Query window
(icon ke dua dari kiri), maka window baru akan muncul. Pada window baru tersebut
ketikkan saja SQL Query yang diinginkan, jika sudah klik Go.

Jika Query yang dimasukkan sudah benar maka akan muncul notifikasi Your SQL
query has been executed successfully.
Perancangan Basis Data
Untuk merancang basis data kita perlu mengetahui terlebih dahulu komponen-komponen
basis data tersebut. Komponen yang paling penting adalah entitas dan atribut.
Entitas dan Atribut
Entitas adalah sesuatu atau objek di dunia nyata (real word) yang dapat dibedakan dengan
sesuatu atau objek lainnya. Sebagai contoh, setiap mahasiswa dalam suatu universitas
adalah suatu entitas. Setiap fakultas dalam satu universitas juga suatu entitas. Dapat
dikatakan bahwa entitas bisa bersifat konseptual / abstrak atau nyata hadir di dunia nyata
(entitas yang bersifat abstrak, misalnya persamaan kuadrat, rumus-rumus fisika dan
sebagainya). Entitas pada umumnya memiliki sejumlah properti yang dapat digunakan
untuk membedakan suatu entitas dengan entitas lainnya. Sebagai contoh, karyawan suatu
perusahaan umumnya memiliki NIP yang membedakan seorang karyawan dengan

karyawan lainnya, misalnya NIP 5184025 berarti karyawan dengan identitas Adi Nugroho,
dan NIP 5184030 berarti karyawan dengan identitas Sapto Budi Hartono. Properti-properti
tersebut dinamakan atribut.
Suatu entitas direpresentasikan dengan sejumlah atribut. Atribut adalah properti deskriptif
yang dimiliki oleh setiap anggota dari himpunan entitas. Dengan mengambil contoh entitas
Mahasiswa, atribut-atribut yang mungkin adalah NIM, nama mahasiswa, alamat, serta
nomor telepon. Setiap entitas memiliki nilai untuk setiap atributnya. Misalnya, mahasiswa
tertentu memiliki nilai Jl.Cisaranten Kulon No.227 untuk atribut alamatnya. Atau,
mahasiswa yang lain memiliki nilai 7203148 untuk atribut nomor teleponnya.
Relasi
Relasi adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas yang
lainnya. Misalnya, entitas Mahasiswa memiliki hubungan tertentu dengan entitas
Matakuliah (Mahasiswa mengambil Matakuliah). Pada penggambaran model EntitasRelasional, relasi adalah perekat yang menghubungkan suatu entitas dengan entitas
lainnya.
Kunci
Kunci (key) merupakan suatu atribut yang unik yang dapat digunakan untuk membedakan
suatu entitas dengan entitas lainnya dalam suatu himpunan entitas. Secara konseptual,
sebuah entitas individual memiliki batas yang jelas. Dari sudut pandang basis data,
perbedaan diantara mereka harus dicerminkan lewat perbedaan dalam nilai atributnya.
Misalnya, untuk entitas mahasiswa, atribut kuncinya mungkin adalah NIM-nya sebab tidak
diperkenankan lebih dari satu mahasiswa memiliki nilai atribut NIM yang sama, walaupun
mungkin mahasiswa-mahasiswa itu memiliki katakanlah nilai atribut nama yang sama
(mungkin ada beberapa mahasiswa dengan nama yang sama, misalnya Esti Nugraheni di
suatu Universitas tertentu).
Membuat Rancangan Database

Relasi yang dianut tabel-tabel diatas adalah relasi One-to-Many, misalnya relasi antara
tabel user dan tabel berita yang dihubungkan oleh field username, dalam konteks One-toMany, maka seorang user dapat menulis banyak berita (tidak bisa sebaliknya).
Tanda * menandakan bahwa field tersebut merupakan kunci primer dalam suatu tabel.
Tanda ** menandakan bahwa field tersebut merupakan kunci secondary (kunci tamu) yang
menghubungkan antara satu tabel dengan tabel lainnya.
Type Data Pada MySQL
Tipe data yang didukung MySQL antara lain yaitu :
1. Tipe data untuk bilangan
No Tipe Data
Keterangan
1. TINYINT
Ukuran 1 byte. Bilangan bulat terkecil, dengan jangkauan
untuk bilangan bertanda -128 sampai dengan 127 dan
untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan 255. Bilangan
tak bertanda ditandai dengan kata UNSIGNED.
2. SMALLINT
Ukuran 2 byte. Bilangan bulat dengan jangkauan untuk
bilangan bertanda -32768 sampai dengan 32767 dan untuk
yang tidak bertanda 0 sampai dengan 65535.
3. MEDIUMINT Ukuran 3 byte. Bilangan bulat dengan jangkauan untuk
bilangan bertanda -8388608 sampai dengan 8388607 dan
untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan 16777215.
4. INT
Ukuran 4 byte. Bilangan bulat dengan jangkauan untuk
bilangan bertanda
-2147483648 sampai dengan
2147483647 dan untuk yang tidak bertanda 0 sampai
dengan 4294967295.
5. INTEGER
Sama dengan INT.
6. BIGINT
Ukuran 8 byte. Bilangan bulat dengan jangkauan untuk
bilangan bertanda -9223372036854775808 sampai dengan

7.
8.
9.

FLOAT
DOUBLE
DECIMAL

9223372036854775807 dan untuk yang tidak bertanda 0


sampai dengan 184467440737079551615.
Ukuran 4 byte. Biilangan pecahan.
Ukuran 8 byte. Bilangan pecahan.
Ukuran M byte. Bilangan pecahan. Misalnya
DECIMAL(5,2) dapat digunakan untuk menyimpan
bilangan -99,99 sampai dengan 99,99.

2. Tipe data untuk tanggal dan jam


No Tipe Data
Keterangan
1.
DATETIME
Ukuran 8 byte. Kombinasi tanggal dan jam dengan
jangkauan dari 1000-01-01 00:00:00 sampai dengan
9999-12-31 23:59:59.
2.
DATE
Ukuran 8 byte. Kombinasi tanggal dan jam dengan
jangkauan dari 1000-01-01 sampai dengan 9999-12-31 .
3.
TIMESTAMP Ukuran 4 byte. Kombinasi tanggal dan jam dengan
jangkauan dari 1970-01-01 sampai dengan 2037 .
4.
TIME
Ukuran 3 byte.waktu dengan jangkauan dari -838:59:59
sampai dengan 838:59:59.
5.
YEAR
Ukuran 1 byte. Data tahun antara 1901 sampai dengan
2155.

3. Tipe data untuk karakter dan lain-lain


No Tipe Data
Keterangan
1.
CHAR
Ukuran M byte, 1<=M<=255. Data string dengan
panjang yang tetap. CHAR(1) cukup ditulis dengan
CHAR.
2.
VARCHAR
Ukuran L+1 byte dengan L<=M dan 1<=M<=255. Data
string dengan panjang bervariasi tergantung datanya.
3.
TINYBLOB,
L+1 byte, dengan L<28 . Tipe TEXT atau BLOB dengan
TINYTEXT
panjang maksimum 255 karakter.
4.
BLOB,
L+2 byte, dengan L<216 . Tipe TEXT atau BLOB
TEXT
dengan panjang maksimum 65535 karakter.
5.
MEDIUMBLOB, L+3 byte, dengan L<224. Tipe TEXT atau BLOB
MEDIUMTEXT dengan panjang maksimum 1677215 karakter.
6.
LONGBLOB,
L+4 byte, dengan L<232. Tipe TEXT atau BLOB
LONGTEXT
dengan panjang maksimum 4294967295 karakter.
7.
ENUM
Ukuran 1 atau 2 byte tergantung nilai enumerasinya
maks 65535 nilai.
8.
SET
Ukuran 1,2,3,4 atau 8 byte tergantung jumlah anggota
himpunan maks 64 anggota.
Membuat Database Dengan Struktur Dan Ketentuan Khusus
Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembuatan database agar dapat
memenuhi kriteria sebagai suatu database, yaitu :
1. Redudansi dan inkonsistensi data : penyimpanan data yang sama dibeberapa tempat
disebut redudansi, hal ini menyebabkan pemborosan dan menimbulakan
inkonsistensi data (data tidak konsisten) karena bila terjadi perubahan terhadap data
maka data harus diubah dibeberapa tempat, hal ini tentunya tidak efisien.
2. Pengaksesan data : data dalam database harus siap diakses oleh siapa saja yang

3.

4.

5.

6.

membutuhkan dan mempunyai hak untuk mengaksesnya. Oleh karena itu perlu
dibuat suatu program pengelolaan atau suatu aplikasi untuk mengakses data yang
dikenal sebagai DBMS.
Data terisolasi : jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang
tidak sama, maka akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk
mengambil dan menyimpan data. Oleh karena itu data dalam satu database harus
dibuat satu format sehingga mudah dibuat program apliaksinya.
Masalah keamanan (security) : tidak setiap pemakai sistem database diperbolehkan
untuk mengakses semua data, misalnya data mengenai gaji pegawai hanya boleh
dibuka oleh bagian keuangan dan personalia, sedangkan bagian gudang tidak
diperkenankan untuk membukanya. Keamanan dapat diatur dan disesuaikan baik
ditingkat dtabase atau aplikasinya.
Masalah integritas (integrity) : database berisis file yang saling berhubungan,
masalah utama adalah bagaimana kaitan antar file tersebut terjadi meski diketahui
bahwa file A terkait dengan file B, namun secara teknis ada field yang mengaitkan
kedua file tersebut. Oleh karena itu field kunci tidak dapat diabaikan dalam
membuat suatu database.
Multi user : salah satu alasan database dibangun adalah karena nantinya data
tersebut digunakan oleh banyak orang, baik dalam waktu berbeda maupun
bersamaan sehingga kebutuhan database yang handal yang mendukung banyak
pemakai perlu dipertimbangkan.

Memanipulasi Database MySQL


Untuk memanipulasi database MySQL dapat menggunakan perintah DDL dan DML
1. Data Definition Language (DDL). SQL DDL menyediakan perintah-perintah
untuk mendefinisikan skema relasi, menghapus relasi, serta memodifikasi skema
relasi. Perintah DDL amtara lain : CREATE, ALTER dan DROP.
2. Data Manipulation Language (DML). SQL DML mencakup bahasa SQL untuk
menyisipkan rekaman pada relasi, menghapus rekaman pada relasi, serta
memodifikasi rekaman pada relasi. Perintah DML antara lain : CREATE, INSERT,
SELECT, UPDATE dan DELETE.
METODE PEMBELAJARAN :
A. Penjelasan / ceramah
B. Demonstrasi
C. Praktikum
D. Tanya jawab dan diskusi
E. Presentasi tugas
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
PERTEMUAN 1
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran juga penjelasan awal tentang materi yang
akan diajarkan.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi

2.

3.

Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :


Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik
apakah mereka paham tentang materi yang disampaikan
b.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum
dipahami peserta didik.

PERTEMUAN 2.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham
tentang materi yang disampaikan.
b.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.
PERTEMUAN 3.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham

b.

tentang materi yang disampaikan.


Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.

PENGGUNAAN ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


A. Komputer untuk setiap peserta didik.
B. Spidol , penghapus, papan tulis.
C. Alat peraga presentasi.
D. Software yang dibutuhkan : XAMPP, Mozilla Firefox atau Google Chrome
E. Modul tentang MySQL
PENILAIAN
A. SOAL
1.
Tuliskan langakah-langkah menggunakan utility MySQL !
(bobot nilai 20)
2.
Jelaskan apa yang disebut primary key ! (bobot nilai 10)
3.
Sebut dan jelaskan minimal 5 tipe data yang didukung oleh
MySQL ! (bobot nilai 30)
4.
Apa yang dimaksut dengan redudansi dan inkonsistensi
data ? ( bobot nilai 20)
5.
Sebutkan perintah-perintah yang berfungsi untuk
memanipulasi database! (bobot nilai 20)

SUMBER BELAJAR
A.S, Rosa dan M.Shalahuddin. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
(Terstruktur Dan Berorientasi Objek). Bandung : Modula
Nugroho, Adi. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data. Yogyakarta :
Andi
Nugroho, Bunafit. 2009. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta : Gava Media

Banyuwangi, 16 Juli 2012


Mengetahui
Kepala SMK AL AZHAR SEMPU

Guru Mata Pelajaran

ASNAN, S.Pd.

SUGENG HARI WIBOWO, S.Kom.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
MATA PELAJARAN
KELAS / SEMESTER
ALOKASI WAKTU

: SMK AL AZHAR SEMPU


: Membuat Program Basis Data
: XII / 2
: 12 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI :
Membuat program basis data
KOMPETENSI DASAR :
Menggunakan stored procedures
INDIKATOR :
1. Memanipulasi stored procedures (dibuat, modifikasi dan hapus)
2. Membuat programming stored procedures
TUJUAN PEMBELAJARAN :
A. PERTEMUAN 1
1. Siswa mengetahui apa yang dimaksud dengan stored procedures
2. Siswa mengetahui manfaat dari stored procedures
3. Siswa mengetahui kelemahan stored procedures

B.

PERTEMUAN 2
4. Siswa mengetahui dan dapat membuat sintaks pembuatan stored procedures
5. Siswa mengetahui perintah pemanggilan stored procedures
6. Siswa dapat mengetahui pendeklarasian variabel pada stored procedures
C. PERTEMUAN 3
7. Siswa dapat menampilkan stored procedures yang tersimpan di database
8. Siswa dapat menghapus stored procedures yang pernah dibuat
9. Siswa dapat membuat programming stored procedures
MATERI AJAR :
Stored Procedures
Stored Procedures adalah kode-kode atau perintah SQL yang disimpan di dalam katalog
database. Sebuah stored procedures dapat dipanggil oleh program, trigger, maupun stored
procedures lainnya.
Stored procedure yang memanggil dirinya sendiri disebut dengan Recursive Stored
Procedures. Hampir semua software RDBMS mampu menjalankan Recursive Stored
Procedures.
Stored Procedures di MySQL
MySQL termasuk software pengolah database yang cukup terkenal dan banyak digunakan.
Pada awalnya MySQL belum mendukung stored procedures, namun sejak versi 5, MySQL
sudah mendukung stored procedures.
Manfaat Stored Procedures
1. Stored Procedures dapat meningkatkan performa atau kinerja program, khususnya
yang berkaitan dengan pengolahan database.
2. Stored Procedures dapat mengurangi trafik atau lalulintas data, karena program
hanya cukup memanggil nama procedures dari pada mengirimkan perintah SQL
yang panjang.
3. Stored Procedures dapat digunakan kembali oleh programmer lain yang ingin
menggunakannya, sehingga programmer tersebut tidak perlu membuat sendiri kodekode program untuk mengakses tabel tertentu.
4. Stored Procedures memiliki tingkat keamanan yang tinggi, karena seorang
administrator database dapat memberikan hak akses tertentu kepada seorang user
untuk mengakses stored procedures ini.
Kelemahan Stored Procedures
1. Stored Procedures membuat beban kerja server menjadi tinggi, khususnya pada
Processor dan memory.
2. Stored Procedures hanya berisi kode SQL yang bersifat deklaratif, sehingga tidak
dapat digunakan untuk menulis prosedur yang membutuhkan logika yang kompleks.
3. Stored Procedures sulit untuk dilakukan proses debugging.
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan Stored Procedures, maka sebaiknya di
dalam mengembangkan sebuah aplikasi, perlu dipertimbangkan apakah perlu untuk
menggunakan stored procedures atau tidak, hal ini tergantung dengan tingkat kompleksitas
aplikasi yang akan dibuat.
Sintaks Pembuatan Stored Procedures
Format perintah untuk membuat Stored Procedures adalah sebagai berikut :

DELIMITER //
CREATE PROCEDURE Nama_Procedure([parameter1, parameter2, parameter n])
BEGIN
SQL STATEMENTS;
END //
DELIMITER ;
Atau, jika Stored Procedures tersebut mengembalikan nilai balik formatnya adalah sebagai
berikut :
DELIMITER //
CREATE FUNCTION Nama_Function([parameter1, parameter2, parameter n])
RETURNS tipe_data
BEGIN
SQL STATEMENTS;
RETURN results;
END //
DELIMITER ;
Berikut ini adalah contoh kode untuk membuat Stored Procedures pertama untuk bahanan
analisa :

Penjelasan:
1. Pada kode diatas terdapat statement DELIMITER //, statement ini bukan perintah
untuk membuat Stored Procedures, akan tetapi perintah ini untuk mengubah tanda
akhir eksekusi perintah yang awalnya berupa tanda semi-colon (titik koma) menjadi
tanda double-slash.
2. Pada baris kedua terdapat perintah CREATE PROCEDURE, statement ini
digunakan untuk membuat Stored Procedures. Pada contoh kode diatas,
GetAllProducts() adalah nama Stored Procedures yang dapat dipanggil.
3. Selanjutnya perintah yang berkaitan dengan pengolahan database diletakkan di
antarablok BEGIN dan END. Pada contoh kode diatas, terdapat perintah SQL
SELECT * FROM products;.
4. Pada baris terakhir terdapat perintah DELIMITER;. Statement ini mengembalikan
tanda akhir eksekusi perintah SQL menjadi tanda semi-colon (titik koma).
Memanggil Stored Procedures
Untuk memanggil stored procedures adalah dengan menggunakan perintah SQL berikut :
CALLNama_Stored_Procedure;
Berkaitan dengan contoh diatas, untuk memanggil Stored Procedures GetAllProducts()
dapat dilakukan dengan mengetik perintah :
CALL GetAllProducts();
Dengan memberikan perintah tersebut, maka akan ditampilkan seluruh data yang terdapat
di dalam tabel products.
Deklarasi Variabel Pada Stored Procedures
Format perintah untuk mendeklarasikan variable di dalam stored procedures adalah :

DECLARE variable_namedata_type(size) DEFAULT default_value;


Penjelasan :
1. Statement DECLARE, statement ini untuk menyatakan variable
2. Variable_name adalah nama variable
3. Data_type adalah tipe data yang digunakan oleh variabel, misalnya INT untuk
integer, FLOAT untuk float, CHAR untuk Character.
4. Size adalah ukuran atau panjang data.
5. DEFAULT untuk memberikan nilai default atau nilai awal variable.
Contoh-contoh Pendeklarasian Variabel
DECLARE quantity INT(3) DEFAULT 0;
Maksud statement diatas adalah mendeklarasikan variable bernama quantity bertipe data
Integer dan memiliki lebar data 3 byte serta memiliki nilai awal 0.
DECLARE i, j INT(2) DEFAULT 0;
Maksud statement diatas adalah mendeklarasikan dua buah variable yaitu i dan j, keduanya
bertipe data Integer dengan lebar data 2 byte dan memiliki nilai awal 0.
Memberikan Nilai Ke Dalam Variabel
Setelah memahami cara mendeklarasikan variable di dalam stored procedures, maka
selanjutnya adalah mempelajari cara memberikan nilai kedalam variabel.
Untuk memberikan nilai kedalam suatu variable dapat menggunakan perintah SET dan
perintah SELECT INTO. Berikut ini contoh bagaimana penerapan perintah SET dan
perintah SELECT INTO :
DECLARE keliling INT(3) DEFAULT 0;
SET keliling = 80;
Penjelasan mengenai perintah-perintah diatas :
1. DECLARE keliling INT(3) DEFAULT 0, maksudnya mendeklarasikan variabel
bernama keliling yang bertipe data Integer dengan lebar data 3 byte dan memiliki
nilai awal 0.
2. SET keliling = 80, maksudnya memberikan nilai 80 kedalam variabel keliling,
sehingga nilai variabel keliling sekarang adalah 80, bukan 0 lagi.
Disamping menggunakan perintah SET untuk memberikan nilai variabel, dapat juga
digunakan perintah SELECT INTO. Perhatikan contoh berikut ini:
DECLARE total_products INT DEFAULT 0
SELECT COUNT(*) INTO total_products FROM products;
Penjelasan mengenai perintah-perintah di atas :
1. DECLARE total_products INT DEFAULT 0, maksudnya adalah mendeklarasikan
variabel bernama total_products yang bertipe data integer dengan nilai awal 0.
2. SELECT COUNT(*) INTO total_products FROM products, maksudnya adalah
menghitung seluruh jumlah record dan hasil perhitungannya dimasukkan kedalam
variabel total_products.
Menampilkan Stored Procedures Yang Tersimpan Di Database

Untuk menampilkan semua Stored Procedures yang tersimpan di database, dapat dilakukan
dengan memberikan perintah :
SHOW PROCEDURE STATUS;
Sedangkan untuk menampilkan isi suatu Stored Procedures yang sudah dibuat perintahnya
adalah :
SHOW CREATE PROCEDURE Nama_Stored_Procedure;
Contoh:
SHOW CREATE PROCEDURE GetAllProducts;
Menghapus Stored Procedures Yang Pernah Dibuat
Untuk menghapus suatu Stored Procedures yang terdapat dalam database atau yang sudah
pernah dibuat, perintahnya adalah :
DROP PROCEDURE Nama_Stored_Procedure;
Contoh:
DROP PROCEDURE GetAllProducts;
Programming Stored Procedures
Membuat dan Memanggil Stored Procedures
1. Buka COMMAND WINDOW

2.

Masukke folder dimana mysql.exe berada dengan mengetik


perintah : CD C:\XAMPP\MySQL\bin[ENTER]

3.

Selanjutnya masuk kelingkungan MySQL dengan mengetik


perintah: mysql uroot p [ENTER], kemudian masukkan password MySQL Anda
dan tekan [ENTER].

4.

Selanjutnya jika proses login ke MySQL berhasil, Anda akan


disajikan lingkungan pengolah data MySQL.

5.

Buat sebuah database


mengetikkan perintah :
CREATE DATABASE db_latihsp; [ENTER]
USE db_latihsp; [ENTER]

bernama

db_latihsp

dengan

6.

Buat sebuah tabel dengan nama products dengan struktur :


Field Name
product_id
product_name
price

Data Type
Char
Char
Double

Length
3
50

Perintahnya adalah :
CREATE TABLE products(product_id char(3), product_name char(50), price
double); [ENTER]

7.

Kemudian isilah tabel products tersebut dengan beberapa


baris data beriku tini :
product_id
001
002
003
004

product_name
Kertas A4
Kertas F4
Spidol XYZ
LemKertas

Price
30000
34000
5000
1500

Perintahnya adalah sebagai berikut :


INSERT INTO products VALUES (001, KERTAS A4, 30000);[ENTER]
INSERT INTO products VALUES (002, KERTAS F4, 34000);[ENTER]
INSERT INTO products VALUES (003, SPIDOL XYZ, 5000);[ENTER]
INSERT INTO products VALUES (004, LEM KERTAS, 1500);[ENTER]

8.

Agar lebih yakin, coba tampilkan seluruh data yang terdapat


di dalam tabel products dengan memberikan perintah : SELECT * FROM
products; [ENTER]

9.

Sekarang saatnya membuat stored procedures yang bernama


GetAllProducts. Perintahnya adalah sebagai berikut :
DELIMITER //
CREATE PROCEDURE GetAllProducts()
BEGIN
SELECT * FROM products;
END //
DELIMITER ;

10.

Perintah diatas maksudnya adalah membuat Stored


Procedures yang bernama GetAllProducts dan output dari pada Stored Procedures

tersebut adalah menampilkan seluruh data yang terdapat di dalam tabel products.
11.

Untuk menjalankan Stored Procedures GetAllProducts yang


telah dibuat diatas, perintahnya adalah:
CALL GetAllProducts();[ENTER]
Hasilnya adalah seluruh data di dalam tabel products akan ditampilkan. Perhatikan
gambar berikut:

Membuat dan Memanggil Stored Function


Masih di lingkungan MySQL yang masih aktif, pada praktikum kali ini akan dijelaskan
mengenai cara membuat Stored Function yang bernama GetProductName, di mana stored
function ini akan memberikan nilai balik berupa nama produk.
1. Pada jendela MySQL yang masih aktif, ketiklah perintah berikut ini :
DELIMITER //
CREATE FUNCTION GetProductName(varID char(3))
RETURNS text
BEGIN
DECLARE vNamaCHAR(50);
SELECT product_name INTO vNama FROM products WHERE
product_id=varID;
RETURN vNama;
END //
DELIMITER ;

2. Untuk menguji-coba Stored Function diatas, missalkan kita ingin mengetahui nama
produk yang memiliki product_id=002, perintahnya adalah sebagai berikut :
SELECT GetProductName(002); [ENTER]

METODE PEMBELAJARAN :
A. Penjelasan / ceramah
B. Demonstrasi
C. Praktikum
D. Tanya jawab dan diskusi
E. Presentasi tugas
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
PERTEMUAN 1
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran juga penjelasan awal tentang materi yang
akan diajarkan.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik
apakah mereka paham tentang materi yang disampaikan
b.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum
dipahami peserta didik.
PERTEMUAN 2.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :

1.

2.

3.

Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham
tentang materi yang disampaikan.
b.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.

PERTEMUAN 3.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
a.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham
tentang materi yang disampaikan.
b.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.

PENGGUNAAN ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


A. Komputer untuk setiap peserta didik.
B. Spidol , penghapus, papan tulis.
C. Alat peraga presentasi.
D. Software yang dibutuhkan : XAMPP, Mozilla Firefox atau Google Chrome
E. Modul tentang MySQL
PENILAIAN

A.

SOAL
1.
Apa yang dimaksud dengan stored procedures ? (bobot nilai
15)
2.
Sebutkan 4 manfaat stored procedures ! (bobot nilai 20)
3.
Sebutkan kelemahan stored procedures ! (bobot nilai 15)
4.
Tuliskan sintaks pembuatan stored procedures ! ( bobot nilai
30)
5.
Tuliskan perintah untuk menghapus stored procedures yang
pernah dibuat ! (bobot nilai 20)

SUMBER BELAJAR
A.S, Rosa dan M.Shalahuddin. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
(Terstruktur Dan Berorientasi Objek). Bandung : Modula
Nugroho, Adi. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data. Yogyakarta :
Andi
Nugroho, Bunafit. 2009. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta : Gava Media

Banyuwangi, 16 Juli 2012


Mengetahui
Kepala SMK AL AZHAR SEMPU

Guru Mata Pelajaran

ASNAN, S.Pd.

SUGENG HARI WIBOWO, S.Kom.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
MATA PELAJARAN
KELAS / SEMESTER
ALOKASI WAKTU

: SMK AL AZHAR SEMPU


: Membuat Program Basis Data
: XII / 2
: 12 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI :
Membuat program basis data
KOMPETENSI DASAR :
Menggunakan triggers
INDIKATOR :
1. Membuat dan mengelola triggers
2. Membuat programming triggers
TUJUAN PEMBELAJARAN :
A. PERTEMUAN 1
1.
Siswa mengetahui apa yang dimaksud dengan triggers
2.
Siswa mengetahui perbedaan triggers dengan stored procedures
3.
Siswa mengetahui manfaat triggers
B. PERTEMUAN 2
4.
Siswa bisa membuat dan mengelola triggers
C. PERTEMUAN 3
5. Siswa bisa membuat programming triggers
MATERI AJAR :
Triggers
Trigger juga termasuk kumpulan perintah SQL yang tersimpan di katalog database. Trigger
dapat diaktifkan pada saat database menjalankan proses INSERT, UPDATE, dan DELETE.
Perbedaan Triggers dengan Stored Procedures
Perbedaan Trigger dengan Stored Procedure terletak pada cara mengaktifkannya. Jika pada
Stored Procedure diaktifkan dengan memberika perintah CALL, maka pada trigger
pengaktifannya justru terjadi secara otomatis pada saat database mengalami event
INSERT, UPDATE, maupun DELETE.
Manfaat Triggers
1. SQL Trigger dapat digunakan untuk melakukan pengecekan atas integritas data
pada level database.
2. SQL Trigger dapat digunakan untuk menangkap kesalahan-kesalahan logika pada
level database.
3. SQL Trigger dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk menjalankan perintah
yang terjadwal pada level database.
Penerapan Trigger di MySQL
Sejak versi 5.0.2, MySQL sudah memiliki fitur trigger. Dimana pada versi sebelumnya
MySQL belum memiliki fitur trigger ini, dan fitur ini hanya dapat ditemukan pada MySQL
versi Enterprises saja.

Pada saat kita membuat sebuah trigger di MySQL, maka perintah-perintah trigger tersebut
tersimpan ke dalam file yang berekstensi .TRG di dalam folder database. File ini berupa
teks biasa, sehingga kita dapat mengeditnya menggunakan teks editor apapun.
Penerapan trigger di MySQL harus mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:
a. Tidak diperbolehkan melakukan pemanggilan stored procedure.
b. Tidak diperbolehkan membuat trigger untuk menampilkan tabel temporer.
c. Tidak diperbolehkan untuk melakukan proses transaksi pada sebuah trigger.
d. Trigger tidak memberikan nilai balik (Return) seperti pada stored function.
e. Semua nama trigger pada database harus memiliki nama yang unique, tidak boleh ada
nama trigger yang sama dengan perintah yang berbeda.
Membuat Dan Mengelola Programming Triggers
Untuk membuat trigger, gunakan format sebagai berikut :
(BEFORE | AFTER) _NamaTabel_(INSERT | UPDATE | DELETE).
Untuk lebih jelasnya praktikkan langkah-langkah berikut ini untuk membuat trigger :
1. Buka COMMAND WINDOW

2. Masuk ke folder dimana mysql.exe berada dengan mengetik perintah : CD


C:\XAMPP\MySQL\bin [ENTER]

3. Selanjutnya masuk ke lingkungan MySQL dengan mengetik perintah: mysql uroot


p [ENTER], kemudian masukkan password MySQL Anda dan tekan [ENTER].

4. Selanjutnya jika proses login ke MySQL berhasil, Anda akan disajikan lingkungan
pengolah data MySQL.

5. Buat sebuah database bernama db_trigger dengan mengetikkan perintah :


CREATE DATABASE db_trigger; [ENTER]
USE db_trigger; [ENTER]

6. Selanjutnya ketik perintah SQL berikut ini :


CREATE TABLE `employees` (
`employeeNumber` int(11) NOT NULL,

`lastName` varchar(50) NOT NULL,


`firstName` varchar(50) NOT NULL,
`extension` varchar(10) NOT NULL,
`email` varchar(100) NOT NULL,
`officeCode` varchar(10) NOT NULL,
`reportsTo` int(11) default NULL,
`jobTitle` varchar(50) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`employeeNumber`)
); [ENTER]

7. Kemudian isilah tabel employees dengan mengetik perintah SQL berikut ini :
INSERT INTO employees VALUES
(001,Jaya,Adhi,Staff,adhi@yahoo.com,CBN,10,Staff);

8. Sekarang, jika kita ingin agar perubahan data yang terjadi pada tabel employee dapat
diketahui, maka kita dapat mebuat sebuah tabel lagi untuk menampung data
perubahan tersebut. Tabel ini kita beri nama employees_audit, yang berfungsi untuk
melakukan pelacakan atas perubahan data yang terjadi pada tabel employee. Ketik
perintah SQL berikut untuk membuat tabel employees_audit :
CREATE TABLE employees_audit (
id int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
employeeNumber int(11) NOT NULL,

lastname varchar(50) NOT NULL,


changedon datetime DEFAULT NULL,
action varchar(50) DEFAULT NULL,
PRIMARY KEY (id)) ; [ENTER]

9. Untuk dapat melacak perubahan yang terjadi pada tabel employee, kita dapat
membuat sebuah trigger yang akan dijalankan pada saat SEBELUM kita melakukan
perubahan data pada tabel employee. Ketik perintah ini untuk membuat trigger :
DELIMITER $$
CREATE TRIGGER before_employee_update
BEFORE UPDATE ON employees
FOR EACH ROW BEGIN
INSERT INTO employees_audit
SET action = 'update',
employeeNumber = OLD.employeeNumber,
lastname = OLD.lastname,
changedon = NOW(); END$$
DELIMITER ; [ENTER]

10. Selanjutnya kita dapat melakukan test atas trigger yang sudah kita buat, misalnya
dengan mengubah data pada field lastName. Ketikkan perintah SQL berikut ini :
UPDATE employees SET lastName = Wakidi WHERE
employeeNumber=001;

11. Sekarang, kita dapat melihat perubahan secara otomatis di tabel employees_audit
dengan mengetikkan perintah berikut ini :
SELECT * FROM employees_audit;

12. Kesimpulannya : data pada tabel employees_audit terisi secara otomatis oleh trigger
yang kita buat pada saat kita melakukan perubahan data pada tabel employees.
METODE PEMBELAJARAN :
A. Penjelasan / ceramah
B. Demonstrasi
C. Praktikum
D. Tanya jawab dan diskusi
E. Presentasi tugas
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
PERTEMUAN 1
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran juga penjelasan awal tentang materi yang
akan diajarkan.

B.

KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
c.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik
apakah mereka paham tentang materi yang disampaikan
d.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum
dipahami peserta didik.

PERTEMUAN 2.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.
3. Konfirmasi
c.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham
tentang materi yang disampaikan.
d.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.
PERTEMUAN 3.
A. KEGIATAN AWAL / PENDAHULUAN :
1. Guru menyiapkan psikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
dengan memerintahkan ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
2. Guru mengabsen peserta didik satu persatu, memastikan bahwa peserta didik sudah
lengkap.
B. KEGIATAN INTI :
1. Ekplorasi
Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan :
Memberikan kesempatan pada peserta didik mencari materi lain yang berhubungan
dengan materi yang disampaikan lewat internet ataupun buku referensi yang
terkait.
2. Elaborasi
Memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil saat pembelajaran berlangsung, sehingga
peserta didik yang mengerti dapat mengangkat tangan dan menjawab pertayaan
tersebut.

3.

Konfirmasi
c.
Guru menanyakan kembali pada peserta didik apakah mereka paham
tentang materi yang disampaikan.
d.
Guru menjelaskan kembali apa yang belum dipahami peserta didik.

PENGGUNAAN ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


A. Komputer untuk setiap peserta didik.
B. Spidol , penghapus, papan tulis.
C. Alat peraga presentasi.
D. Software yang dibutuhkan : XAMPP, Mozilla Firefox atau Google Chrome
E. Modul tentang MySQL
PENILAIAN
A. SOAL
1.
Apa yang dimaksud dengan triggers ? (bobot nilai 20)
2.
Sebutkan 3 manfaat triggers ! (bobot nilai 20)
3.
Buat trigger insert ->
Buat TRIGGER -> test BEFORE INSERT ON testa
untuk menambahkan data pada -> testb SET a2 = NEW.a1;

Lakukan proses insert pada tabel -> testa values (1),(2),(3);

Tes dengan select :


Lihat semua data testa;
Lihat semua data testb;
(bobot nilai 60)
SUMBER BELAJAR
A.S, Rosa dan M.Shalahuddin. 2011. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
(Terstruktur Dan Berorientasi Objek). Bandung : Modula
Nugroho, Adi. 2011. Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data. Yogyakarta :
Andi
Nugroho, Bunafit. 2009. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan
Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8. Yogyakarta : Gava Media

Banyuwangi, 16 Juli 2012


Mengetahui
Kepala SMK AL AZHAR SEMPU

Guru Mata Pelajaran

ASNAN, S.Pd.

SUGENG HARI WIBOWO, S.Kom.