Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa dalam

kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan ekonomi yang
sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu sendiri maupun untuk
masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama,
melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para
anggotannya.
Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari
orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalamrangka usaha untuk
memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka
Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulanperkumpulan Koperasi.
1.2

Rumusan Masalah
1. Apa pengertian koperasi dari segi ekonomi dan hukum?
2. Bagaimana tata cara pendirian koperasi?
3. Apa saja bentuk dan jenis koperasi?
4. Apa saja hak dan kewajiban anggota koperasi?
5. Apa perangkat organisasi koperasi?
6. Apa sajakah sumber modal koperasi?

1.3

Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian koperasi dari segi ekonomi dan hukum
2. Mengetahui tata cara pendirian koperasi
3. Mengetahui jenis-jenis koperasi
4. Mengetahui hak dan kewajiban anggota koperasi
5. Mengetahui perangkat organisasi koperasi
6. Mengetahui sumber-sumber modal koperasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Koperasi dalam Pengertian Ekonomi dan Hukum

2.1.1 Koperasi dalam Pengertian Ekonomi


Koperasi dalam pengertian ekonomi adalah perhimpunan yang memiliki empat ciri
khusus yaitu (Abdulkadir, 1981: 24):
a. Sekelompok orang, yang disatukan paling sedikit satu kepentingan ekonomis yang
sama bagi semua anggota kelompok itu
b. Tujuan kelompok yaitu memajukan kepentingan bersama dengan tindakan
bersama berdasarkan solidaritas dan gotong royong
c. Alat untuk mencapai tujuan, yaitu membentuk badan usaha yang dimiliki bersama,
dibiayai bersama, dan dikelola bersama
d. Tujuan utama badan usaha yang dimiliki bersama tersebut yaitu memanukan
kepetingan ekonomis para anggota kelompok
2.1.2 Koperasi dalam pengertian hukum
Abdulkadir (1981:24) dalam bukunya yang berjudul Hukum Koperasi
menuliskan;
a. Pasal 828 Kitab UU Hukum Perdata Swiss menentukan: Koperasi adalah suatu
badan hukum dengan keanggotaan berubah-ubah yang dibentuk dari orang-orang
secara individual, perhimpunan- perhimpunan, atau perkumpulan-perkumpulan
berdasarkan hukum dagang dengan tujuan utama menjamin kemajuan kepentingan
ekonomis tertentu para anggotnya atas dasar tolong menolong. Koperasi tidak
boleh dibentuk dengan modal awal yang ditetapkan.
b. Pasal 1 UU Koperasi Jerman menentukan: Perkumpulan yang keanggotaannnya
tidka tertutup, mempunyai tujuan memajukan kegiatan ekonomis para anggotanya
dengan menggunakan badan usaha yang dijalankan bersama....
c. Pasal 2 Dekrit Perkumpulan Koperasi Perancis menentukan: Koperasi adalah
bentuk khusus perkumpulan berdasarkan hukum perdata denagn keanggotaan
berubah-ubah dan modal berubah-ubah. Tujuan utamanya ialah atas dasar tidak
mencari untung, mewakili para anggotanya untuk melaksanakan fungsi ekonomis
tertentu yang memuaskan kepentingan para anggota. Koperasi tidak boleh
melakukan kegiatan politik atau keagamaan.
Dengan demikian koperasi dalam pengertian hukum adalalah perhimpunan orangorang:
- Dengan keanggotaan berubah ubah
- Didasarkan atas asas berdikari
- Memajukan keuntungan ekonomis para anggotanya
- Menjalankan usaha yang dimiliki bersama
2.1.2.1Dasar Hukum Koperasi Indonesia

Dasar hukum koperasi di Indonesia meliputi:


1) Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
2) Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara
Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
3) Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh
Pemerintah
4) Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan
Simpan Pinjam oleh Koperasi
5) Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1998 tentang Modal Penyertaan pada
Koperasi.
6) Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PPK No. 36/Kep/MII/1998
tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan dan Peleburan Koperasi
7) Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PKM

No.

19/KEP/Meneg/III/2000 tentang Pedoman kelembagaan dan Usaha Koperasi


8) Peraturan Menteri No. 01 tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar
Koperasi.
2.1.2.2 Prinsip Koperasi di Indonesia
Prinsip koperasi dalam UU No. 25 tahun 1992 mengenai Perkoperasian, sebagai
berikut :
1) Pengelolaan koperasi dijalankan secara demokrasi
2) Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan secara adil sesuai dengan jasa yang
di jual anggotanya
3) Koperasi harus bersifat mandiri
4) Balas jasa yang diberikan bersifat terbatas terhadap modal.
2.2

Tata Cara Pendirian Koperasi


Syarat pendirian koperasi sebagai berikut:1
1. Orang yang mendirikan koperasi harus mempunyai kepentingan ekonomi yang
sama
2. Memiliki tujuan yang sama
3. Memenuhi syarat wilayah tertentu
4. Telah membuat konsep anggaran dasar koperasi
Dalam pendirian koperasi pemrakrasa pembentuk koperasi mengundang anggotanya
untuk menghadiri rapat pendirian koperasi, konsep anggaran dasar sudah dipersiapkan
lebih dulu oleh panitia pendiri dan disahkan dalam rapat pendirian (dibentuk pengurus

1 Winanto Wiryomartani, Media Notariat, hlm.41


3

dan pengawas). Setelah itu, pengurus dan pendiri berkewajiban mengajukan


pengesahan kepada pejabat yang berwenang (notaris), dengan melampirkan akta
pendirian Koperasi dan berita acara rapat pendirian. Akta pendirian berisi anggaran
dasr koperasi yang telah disahkandalam rapat pendirian dengan mencantumkan namanama anggota pengurus. Selanjutnya dalam jangka waktu 3 bulan sejak diterimanya
permohonan pengesahan, pejabat yang berwenang (notaris) wajib memberikan
keputusan apa diterima atau ditolak.
Status koperasi menjadi badan hukum pada saat mendapat pengesahan dari notaris,
yaitu dengan dicantumkannya akta pendirian koperasi dalam Berita Negara RI.
Dengan disahkannya koperasi menjadi badan hukum, koperasi mempunyai status
sebagai badan hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum didalam dan diluar
pengadilan.
2.3

Bentuk dan Jenis Koperasi


Bentuk koperasi di Indonesia ada koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi

primer sekurang-kurangnya beranggotakan 20 orang. Koperasi sekunder meliputi semua


koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi primer dan sekunder. 4 tingkat
organisasi koperasi (Budi, 2005:20)
a. Koperasi primer: beranggotakan sekurang-kurangnya 20 orang
b. Pusat koperasi: terdiri sekurang-kurangnya 5 koperasi primer(kabupaten)
c. Gabungan koperasi: terdiri sekurang-kurangnya 3 koperasi gabungan yang
berbadan hukum (provinsi)
d. Induk koperasi: 3 gabungan koperasi yang berbadan hukum (ibukota)
Jenis koperasi di Indonesia dibagi menjadi empat yaitu, koperasi berdasar sejarah
timbulnya, lapangan usahanya, golongan fungsional dan beradasr sifat khusus dari aktivitas
dan kepentingan ekonominya. Namun dalam makalah ini, hanya koperasi berdasarkan
lapangan usaha saja yang akan penulis cantumkan. Berdasarkan lapangan usahanya, koperasi
dibagi menjadi:
a. Koperasi desa : anggotanya penduduk desa yang memiliki kepentingan yang sama,
menjalankan suatu usaha tertentu
b. Koperasi unit desa :gabungan koperasi pertanian atau koperasi desa yang dilebur
menjadi KUD
c. Koperasi konsumsi : anggotanya memiliki kepentingan langsung dalam lapanagna
konsumsi

d. Koperasi pertanian : anggota terdiri dari para petani atau buruh tani atau mata
pencaharian lain yang berhubungan dengan pertanian
e. Koperasi peternakan : anggota terdiri dari para peternak atau buruh peternakan
f. Koperasi perikanan : anggota terdiri dari para nelayan, pemilik kolam dan pihak
lain yang usaha dibidang perikanan
g. Koperasi industri : anggota terdiri dari pengrajin industri
h. Koperasi kredit : anggota terdiri dari orang yang punya kepentingan langsung
dalam perkreditan
2.4

Hak dan Kewajiban Anggota Koperasi2


Hak dan kewajiban anggota koperasi timbul secara langsung dari kenyataan sebagai

anggota koperasi dan ditetapkan untuk semua anggota koperasi yang ada sekarang dan yang
akan datang secara umum dan obyektif dalam undang-undang koperasi , dalam peraturan
pelaksanaannya atau dalam anggaran dasar daripada perhimpunan masing-masing.
Hak dan kewajiban keanggotaan dapat diklarifikasikan sebagai hak dan kewajiban
pribadi dan hak dan kewajiban keuangan ( financial )

Hak dan Kewajiban Pribadi ( personal )


Hak dan kewajiban ini bernilai sama bagi semua anggota ( bersifat mutlak )
dan tidak dapat dihilangkan dari seorang anggota selama keanggotaannya.Hak
dan kewajiban ini secara langsung dihubungkan dengan pribadi anggota ( hak
dan kewajiban yang dimiliki oleh seorang anggota koperasi ) dan tidak dapat
diwariskan kepada orang lain.Karena hak dan kewajiban pribadi ini timbul
hanya antar anggota dan koperasi tidak antara sesama anggota.
Hak hak perorangan dalam koperasi :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Hak untuk menghadiri rapat dan mengajukan usul.


Hak untuk memberi suara.
Hak untuk memilih pengurus dan untuk dipilih.
Hak untuk memanfaatkan fasilitas koperasi.
Hak memperoleh informasi yang berkaitan dengan koperasi.
Hak untuk mengundurkan diri dari perhimpunan.

Kewajiban Perseorangan
a. Kewajiban ikut serta secara perorangan dalam usaha bersama supaya
tercapai tujuan bersama.
b. Kewajiban untuk setia dengan koperasi.
Turut serta dalam kehidupan koperasi
Memanfaatkan fasilitas koperasi
Mengambil tindakan kapan saja diperlukan
2 Budi Untung, Hukum Koperasi dan Peran Notaris Indonesia, hlm.33
5

Hak dan Kewajiban Keuangan ( financial )


Hak dan kewajiban keuangan ini adalah kewajiban yang berhubungan dengan
keikutsertaan keuangan para anggota dalam harta kekayaan dan dana
koperasi.Biasanya kontribusi minimum atas modal saham ditetapkan dalam
jumlah yang sama bagi semua anggota koperasi.Didalam hak dan kewajiban
keuangan terdapat asas keamanan relatif , yaitu setiap anggota berhak
menerima keuntungan atas modal saham ,jumlah keuntungan adalah sama bagi
setiap anggota, namun demikian para anggota menerima jumlah yang berbeda
tergantung pada jumlah modal saham yang mereka bayar.
Hak Keuangan
a. Hak untuk menggunakan dan menarik keuntungan keuagan dari fasilitas
badan usaha koperasi.
b. Hak untuk menerima kembali uang keanggotaan , keuntungan , bonus ,
atau bunga atas saham yang disetor.
c. Hak untuk menuntut pembayaran kembali kontribusi modal saham dari
dana korupsi karena pengunduran diri dari keanggotaan.
d. Hak untuk menerima kembali saham dari kekayaan koperasi yang
dilikwidir , setelah koperasi itu dibubarkan atau berakhir.
Kewajiban Keuangan
a. Kewajiban untuk membayar kontribusi keuangan yang ditentukan oleh
anggaran dasar.
b. Kewajiban bertanggung jawab atas hutang koperasi.
c. Kewajiban memanfaatkan fasilitas badan usaha koperasi.

2.5Perangkat Organisasi Koperasi 2


Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian pada pasal 21 dinyatakan
bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri atas : (a) rapat anggota, (b)pengawas, (c) rapat
pengurus.3
A. Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.Keputusan rapat
anggota diambil berdasarkan musyawaran untuk mencapai mufakat, dan apabila belum dapat
diputuskan maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Rapat anggota diadakan sekali dalam setahun dan dihadiri minimal setengah ditambah
satu dari jumlah anggota.Keputusan yang diambil dalam rapat anggota mengikat semua
3 https://ahmadsayutinurreza.wordpress.com/2013/11/19/sumber-modal-koperasi/ , 7 April
2016, 21.17
6

anggota dan pengurus untuk ditaati dan dilaksanakan.Koperasi dapat melakukan rapat anggota
luar biasa jika keadaan membutuhkan keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat
anggota.Rapat anggota luar biasa dapat diadakan berdasarkan permintaan sejumlah anggota
koperasi atau berdasarkan keputusan pengurus yang tata caranya diatur dalam anggaran dasar.
Menurut UU No. 25 Tahun 1992 pasal 33 rapat anggota berwenang menetapkan:
1.
2.
3.
4.

Anggaran Dasar
Kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen, dan usaha Koperasi
Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas
Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta

pengesahan laporan keuangan


5. Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
6. Pembagian sisa hasil usaha
7. Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi
B. Pengawas
Pengawas dipilih oleh anggota koperasi dalam rapat anggota, sehingga juga
bertanggung jawab kepada rapat anggota, Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat
sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
1. Tugas Pengawas
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 39 pengawas bertugas dan berwenang :
1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan
Koperasi
2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
2. Wewenang Pengawas
1. Meneliti catatan yang ada pada Koperasi
2. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
C. Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota.Masa
jabatan pengurus ditentukan dalam anggaran dasar (AD) yaitu paling lama 5 tahun.Jika
pengurus telah habis masa jabatannya maka dapat dipilih kembali.Pengurus merupakan
pelaksana kebijakan - kebijakan yang telah ditetapkan dalam rapat anggota koperasi.
1. Tugas Pengurus
Pada UU No. 25 Tahun 1992 pasal 30 dijelaskan pengurus bertugas :
1. Mengelola Koperasi dan usahanya
2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran
pendapatan dan belanja Koperasi
3. Menyelenggarakan Rapat Anggota
4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
7

5. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib


6. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
2. Wewenang Pengurus
Pada UU No. 25 Tahun 1992 pasal 30 dijelaskan pengurus berwenang :
1. Mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan
2. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian
anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar
3. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi
sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.
2.6

Sumber Modal Koperasi3


Ada dua sumber modal yang dapat dijadiakn modal usaha koperasi yaitu :4
a. Secara Langsung
Dalam mendapatkan modal secara langsung ini ada tiga cara klasik yang dapat

dilakukan oleh para pengurus koperasi,yaitu :


1. Mengaktifkan simpanan wajib anggota sesuai dengan besar kecil penggunaan
volume penggunaan jasa pelayanan koperasi yang dimanfaatkan oleh anggota
tersebut.
2. Mengaktifkan pengumpulan tabungan para anggota
3. Mencari pinjaman dari pihak bank atau non-bank dalam menunjang kelancaran
operasional koperasi.
b. Secara Tidak langsung
Modal yang didapat dari cara ini bukan merupakan modal yang langsung digunakan
oleh koperasi tetapi mengambil manfaat dari kemampuan koperasi itu sendiri dalam rangka
menekan biaya,caranya antara lain:
1.
2.
3.
4.

Menunda Pembayaran yang seharusnya dikeluarkan


Memupuk dana cadangan
Melakukan Kerja Sama-Usaha
Mendirikan Badan-Badan Bersubsidi

Sumber-Sumber Modal Koperasi Menurut UU No.25/19925


a. Modal Sendiri (Equity Capital)
Modal sendiri terdiri dari modal anggota, baik yang bersumber dari simpanan pokok,
simpanan wajib, simpanan-simpanan lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan
simpanan pokok atau simpanan wajib, modal penyertaan, modal sumbangan, dana cadangan,
43https://ahmadsayutinurreza.wordpress.com/2013/11/19/sumber-modal-koperasi/, 7 April
2016, pukul 21.30
5 Republik Indonesia, UU Pokok Perkoperasian 25/1992, Pasal 41
8

dan SHU yang belum dibagi.


b. Modal Pinjaman (Debt capital)
1. Pinjaman dari Anggota
Pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi dapat disamakan dengan simpanan
sukarela anggota.Kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil dari nilai yang
disimpan tergantung dari kerelaan anggota.sebaliknya dalam pinjaman, koperasi
meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang berasal dari anggota.
2. Pinjaman dari Koperasi Lain
Pada dasarnya diawali dengan adanya kerja sama yang dibuat oleh sesama badan
usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal. Bentuk dan
lingkup kerja sama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam lingkup yang
sempit; tergantung dari kebutuhan modal yang diperlukan.
3. Pinjaman dari Lembaga Keuangan
Pinjaman komersial dari lembaga keuangan untuk badan usaha koperasi mendapat
prioritas dalam persyaratan.Prioritas tersebut diberikan kepada koperasi sebetulnya
merupakan komitmen pemerintah dari negara-negara yang bersangkutan untuk
mengangkat kemampuan ekonomi rakyat khususnya usaha koperasi.
4. Obligasi dan Surat Utang
Koperasi juga dapat menjual obligasi atau surat utang kepada masyarakat investor
untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi. Mengenai
persyaratan untuk menjual obligasi dan surat utang tersebut diatur dalam ketentuan
otoritas pasar modal yang ada.
5. Sumber Keuangan Lain
Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana yang tidak
sah dapat dijadikan tempat untuk meminjam modal.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan tentang koperasi, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Koperasi memiliki pengertian dalam ekonomi dan hukum, masing-masing


memiliki pengertian yang berbeda-beda. Di dalam hukum koperasi memiliki dasar
dan prinsip hukum koperasi di Indonesia.
2. Koperasi juga memiliki bentuk dan jenis, bentuk koperasi dibedakan lagi menjadi
2 yaitu primer dan sekunder. Dan Jenis koperasi di Indonesia dibagi menjadi empat
yaitu, koperasi berdasar sejarah timbulnya, lapangan usahanya, golongan
fungsional dan beradasr sifat khusus dari aktivitas dan kepentingan ekonominya.
3. Koperasi juga memiliki hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban meliputi hak da
kewajiban personal dan hak dan kewajiban keuangan. Yang dimana setiap dari hak
dan kewajiban ini memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda
4. Koperasi memiliki perangkat-perangkat koperasi yang memilik fungsi dan tujuan
untuk menjalankan koperasi itu sendiri. Perangkat koperasi ini terdiri atas: rapat
anggota, pengawas, dan pengurus.
3.2

Saran
Koperasi berdiri sebagai lembaga ekonomi yang berlandaskan hukum. Koperasi juga
memberikan manfaat bagi orang-orang untuk menyusun usaha bagi orang yang
memiliki ekonomi rendah. Membangun koperasi juga dapat membangun kesejahteraan
dalam aspek ekonomi bagi anggota-anggotanya maupun masyarakat sekitar,agar
masyarakat sekitar dan anggota koperasi juga perduli dengan adanya koperasi dapat
membantu perekonomian masyarakat. Masyarakat juga diajak untuk membangun
koperasi, karena koperasi juga memberikan banyak manfaat yang dihasilkan dari
koperasi untuk anggotanya.

DAFTAR PUSAKA

Muhammad,Abdulkadir. 1982. Hukum Koperasi. Bandung:Alumni Universitas


Indonesia.
Republik Indonesia, 1967 Undang Undang Pokok Perkoperasian, Jakarta:
Sekretariat Negara
10

Republik Indonesia, 1992 Undang Undang Pokok Perkoperasian, Jakarta:


Sekretariat Negara
Reza,Ahmad Sayuti Nur. 2013. Sumber Modal Koperasi,(Online),
(https://ahmadsayutinurreza.wordpress.com/2013/11/19/sumber-modalkoperasi/), diakses 7 April 2016.
Untung,Budi. 2007. Hukum Koperasi dan Peran Notaris Indonesia.
Yogyakarta:Andi Publisher.

11