Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Rumah Sakit Pemerintah merupakan sarana pemerintah dalam
memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Era dewasa ini,
masyarakat Indonesia sebagai objek utama pelayanan mulai memiliki
sifat kritis pada seluruh aspek pelayanan sebagaimana hak mereka
yang tercantum dalam Undang-Undang 1945 Pasal ............... Hal ini
menjadi faktor utama bagi Rumah Sakit untuk peningkatan mutu
pelayanan yang diberikan secara terus menerus.
Bentuk pelayanan di Rumah Sakit melibatkan banyak unit. Farmasi
merupakan salah satu unit yang berperan penting dalam alur pelayanan
terkait sediaan farmasi baik obat maupun BMHP (Bahan Medis Habis
Pakai). Sediaan farmasi yang akan diberikan kepada pasien harus
terjamin mutu dan stabilitasnya. Mutu obat dapat terjaga apabila obatobat pada tiap sub-unit Instalasi Farmasi dikelola dengan baik oleh
Apoteker dan tenaga farmasi lainnya. Pengelolaan tersebut menjadi
tanggung jawab Instalasi Farmasi dimulai saat sediaan farmasi diterima
di Gudang Farmasi sampai ketika akan diberikan kepada pasien di depo
farmasi dan dilakukan seluruh tenaga farmasi yang berada dalam
pengawasan Apoteker Pelaksana.
Gudang Farmasi merupakan

sub-unit

pertama

dimulainya

pengelolaan obat secara baik dan benar. Oleh karena itu, kegiatan
pelayanan yang dilakukan di Gudang Farmasi merupakan tolak ukur
awal yang akan berlanjut di sub-unit lain yaitu depo-depo farmasi.

Penanggung jawab Gudang Perbekalan Farmasi adalah Apoteker yang


berada langsung di bawah pengawasan Kepala Instalasi Farmasi.
Pada Rumah Sakit Pemerintah, ASN (Aparatur Sipil Negara)
memegang peran penting dalam proses pelayanan tersebut. Hal ini
berkaitan dengan 3 fungsi ASN yaitu pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. ASN pada lingkup
Instalasi Farmasi sebagai pengawas sekaligus pelaksana dalam
pelayanan kefarmasian. Dalam melakukan tugasnya, ASN harus
menerapkan nilai ANEKA sebagai bentuk tanggung jawabnya, yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Oleh karena itu, setelah pembelajaran ASN diharapkan dapat
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam setiap kegiatannya di SKPD. ASN
men
B.

TUJUAN
Tujuan penyusunan Rancangan aktualisasi nilai dasar ANEKA ini adalah
sebagai dasar rencana dalam melakukan aktualisasi nilai-nilai dasar
tersebut di tempat kerja

C.

RUANG LINGKUP
Penulisan ini dibatasi pada kegiatan yang mengandung nilai-nilai dasar
Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti orupsi yang dilaksanakan pada lingkup
Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram.

BAB II
ORGANISASI
A.

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dapat
dilihat di bagan 1

B.

VISI DAN MISI ORGANISASI


a. Visi
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram adalah Rumah Sakit
pilihan masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan
dan penelitian yang berstandar internasional.
b. Misi
1. Memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian
yang berstandar internasional
2. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang berdaya
saing
3. Meningkatkan kerjasama antar instansi dalam bidang pelayanan
kesehatan, pendidikan dan penelitian
4. Meningkatkan sarana prasarana sesuai standar RS pendidikan
dan kemajuan IPTEKDOK
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan/ karyawati.

C.

TUGAS DAN FUNGSI


Apoteker sebagai tenaga kesehatan melakukan tugas pokok dan
fungsinya demi pelayanan yang baik untuk masyarakat. Dengan
menyadari adanya tugas pokok dan fungsi tersebut, apoteker dapat
mengerti lingkup kerja mereka dan bekerja secara profesional. Tugas
pokok dan fungsi apoteker, yaitu:
1) Mengumpulkan dan mengolah data-data dalam rangka menyiapkan
rencana perbekalan farmasi tahunan, per tiga bulanan, bulanan, dan
harian
2) Mengadakan perbekalan farmasi
3) Membuat surat permintaan obat
4) Mengawasi distribusi perbekalan

farmasi

ke

unit-unit/depo

pelayanan
5) Mengawasi pendistribusian obat narkotika dan psikotropika yang ada
di Gudang Perbekalan Farmasi ke depo-depo farmasi

6) Menganalisis bahan obat dalam rangka membuat sediaan obat jadi


dan racikan
7) Melaksanakan pengawasan mutu eksternal dan internal berdasar
aturan yang berlaku
8) Melaksanakan penyimpanan perbekalan farmasi yang dimiliki oleh
Rumah Sakit pada kondisi yang sesuai
9) Melakukan konsultasi terhadap tenaga kesehatan lain (dokter,
perawat, bidan, dan lain-lain) mengenai permasalahan terkait obat
10)Melakukan skrining resep
11) Meracik obat
12)Meningkatkan akurasi pelayanan resep
13)Melakukan pemeriksaan ulang dan menyerahkan obat kepada
pasien dengan memberi edukasi (penjelasan informasi) tentang
sediaan farmasi baik obat maupun bahan medis habis pakai
14)Melaksanakan penghapusan resep yang telah lama disimpan
(selama 5 tahun) dan obat kadaluarsa lalu membuat berita acara
15)Memantau dan mencatat penggunaan sediaan farmasi baik obat
maupun bahan medis habis pakai kepada pasien rawat jalan, rawat
inap, pasien IGD, maupun pasien di ruang operasi baik pada kartu
stok obat maupun dalam bentuk laporan
D.

DATA KEPEGAWAIAN

A.

BAB III
AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR ASN
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada

kewajiban

setiap

individu,

kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang


menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai publik seperti mampu

mengambil keputusan yang tepat saat terjadi konflik kepentingan,


menghindari keterlibatan dalam politik praktis, perlakuan secara
sama dan adil dalam pelayanan publik, dan menunjukkan sikap yang
dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau
tanggung jawab. Padahal kedua konsep tersebut memiliki arti yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung
jawab.

Sedangkan,

akuntabilitas

adalah

kewajiban

pertanggungjawaban yang harus dicapai.


2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan Negara, serta tetap menghormati bangsa
lainnya. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa
menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan
bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai
ASN, bukan sekedar wawasan kebangsaan saja, tetapi memiliki
kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan
fungsi dan tugasnya.
3. Etika Publik
Etika terkait dengan ajaran-ajaran moral yakni standar
tentang benar dan salah yang dipelajari melalui proses hidup
bermasyarakat. Etika publik merupakan penuntun perilaku yang
paling mendasar, norma etika justru sangat menentukan perumusan
kebijakan maupun pola tindakan yang ada di dalam organisasi
publik.

Kode etik adalah rumusan ekspilisit tentang kaidah-kaidah


atau norma yang harus ditaati secara sukarela oleh pegawai di
dalam organisasi publik.
Etika kehidupan berbangsa

merupakan

rumusan yang

bersumber dari ajaran agama, khususnya yang bersifat universal,


dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila
sebagai acuan dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku
dalam kehidupan berbangsa.
4. Komitmen Mutu
Pelayanan

publik

yang

bermutu

merupakan

wujud

akuntabilitas dari pemerintah selaku penyedia layanan publik.


Standart mutu pelayanan yang berbasis kebutuhan dan kepuasan
masyarakat sebagai pelanggan. Target utama kinerja aparatur yang
berbasis komitmen mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat
yang menerima layanan (customer satisfaction).
Aspek komitmen mutu adalah organisasi,

pemimpin,

komitmen, proses serta produk. Kelima aspek diatas memiliki


keterkaitan dan ketergantungan yang tinggi. Organisasi merupakan
aspek yang membuat kerangka kerja berorientasi mutu. Produk yang
bermutu sebagai hasil kerja organisai diperoleh melalui proses yang
bermutu pula, dengan didukung komitmen tinggi dari seluruh
komponen organisasi.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corrupti yang artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Dampak korupsi tidak
hanya sekedar menimbang kerugian keuangan Negara namun dapat

menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka


pendek tetapi dapat pula dalam jangka panjang.
Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun
pendekatan

spiritual,

dengan

selalu

ingat

akan

melalui
tujuan

keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat


ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan,
dapat menjadi benteng kuat untuk anti korupsi.

B.

KEGIATAN AKTUALISASI
C. Formulir 1. ALAT BANTU RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR

D.
NO

E.

KEGIAT
AN

F.

TAHAPAN
KEGIATAN

K.
1.

L.
Melakuk 1. Mengumpulkan
dataan pemesanan
data obat yang perlu
sediaan
dipesan di seluruh subFarmasi (obat
unit Instalasi Farmasi,
dan BMHP)
usulan obat baru
2. Menghubungi PBF atau
distributoryang
bersangkutan
untuk
menanyakan
ketersediaan obat.
3. Menghadap
Kepala
Instalasi Farmasi untuk
memverifikasi
daftar
obat yang akan dipesan
4. Setelah
diverifikasi,
menghubungi PBF atau
distributor
untuk
memesan obat dan
menulis
SP
(Surat
Permintaan) yang akan
ditanda tangani
oleh

G.

OUTPUT/HAS
IL KEGIATAN

H.
NILAI
NILAI DASAR

M.
Dalam
1.1 Akuntabilitas
1.2 Etika Publik
melakukan
pemesanan sediaan 1.3 Anti Korupsi
farmasi, saya akan
melakukan dengan
cermat dan hatihati. Surat pesanan
diajukan
terlebih
dahulu ke Kepala
Instalasi
Farmasi
untuk
disesuaikan
dengan data obat
yang telah direkap
sebelumnya,
sehingga
sistem
pengerjaan menjadi
transparan. Ketika
menghubungi
distributor atau PBF,
saya akan menjalin
kerja sama yang

I.

KONTRIBUSI
TERHADAP VISI
MISI ORGANISASI

N.

J.

PENGUAT
AN NILAI
NILAI
ORGANISASI
O.
Dalam
pemesanan
sediaan farmasi,
saya
mengacu
pada
PP
51
tentang
Pekerjaan
Kefarmasian dan
berlaku
nilai
kejujuran
agar
sesuai
dengan
apa
yang
dibutuhkan
di
Instalasi Farmasi.
Selain itu, dalam
membuat
keputusan
pemesanan
semua
sistem
harus
secara
transparansi

Kepala
Farmasi.

Instalasi

baik
dan
menunjukkan
profesionalisme
sebagai apoteker

P.
2.

Q.
Melakuk
an penerimaan
sediaan
Farmasi

1. Menerima obat dan


BMHP yang masuk ke
Gudang Farmasi dari
ekspedisi
2. Memeriksa kesesuaian
obat
dan
BMHP
dengan
faktur
pembelian (nama obat,
bentuk sediaan, nomor
batch, jumlah, tanggal
kadaluarsa)
3. Menandatangani faktur
dan
memberi
cap
stempel
Instalasi
Farmasi
4. Mengambil kartu stok
untuk
memasukkan
jumlah obat yang telah
diterima

R.
Saat
melakukan
penerimaan barang

W.

X.

1. Obat-obat yang masuk

Y.

Melakuk

2.1 Komitmen
Mutu
2.2 Etika Publik
S.
T.

Z. 3.1Komitmen

U.

AB.

sehingga
bertanggung
jawab terhadap
jumlah dan jenis
barang
yang
dipesan.
V.
Saat saya
berada
dalam
proses
penerimaan
barang,
saya
harus
berhatihati
dalam
pemeriksaan
kesesuaian
sediaan farmasi
yang dipesan dan
diterima.
Obat
dan BMHP yang
datang diperiksa
dan dicatat pada
kartu stok dengan
cermat, teratur,
dan
bertindak
sesuai
prosedur.
AC. Proses

3.

an pelabelan
obat

AD.

AE.

Melakuk

ke Gudang Farmasi
dilabeli
dengan
keterangan
nama
distributor dan tanggal
faktur pembelian.
2. Pada obat LASA (Look
Alike Sound Alike) dan
HIGH ALERT diberi
label/stiker
khusus
lingkaran
berwarna
hijau dengan tulisan
putih untuk obat LASA,
dan lingkaran merah
dengan huruf berwarna
putih untuk obat HIGH
ALERT
3. Label
obat
LASA
diletakkan
pada
kemasan obat dengan
nama yang hampir
serupa, bentuk mirip,
obat dengan kekuatan
yang
berbeda.
Sementara label HIGH
ALERT pada kemasan
daftar
obat
HIGH
ALERT
1. Menyimpan
obat4.1

Mutu
AA. 3.2
Akuntabilitas

4.2 Akuntabilitas

pelabelan
obat
dilakukan
sebagai bentuk
tanggung jawab
dan
untuk
menyimpan
bukti
dalam
penjaminan obat
yang
telah
diperiksa kondisi
nya dan lolos
pada
saat
penerimaan.

AF.

AG.

Saat

4.

an
penyimpanan
dan
penyusunan
obat

sesuai bentuk sediaan,


temperatur
sesuai
kondisi
obat,
dan
memisahkan
obat
untuk
pasien
JKN
dengan pasien umum.
2. Peletakan
atau
penyusunan
obat
dengan
sistem
alfabetis dan FIFO
(First
In
First
Out)/FEFO
(First
Expired First Out)
3. Kartu
stok
obat
diletakkan di smping
obat

AI.
5.

AJ.
an

1. Mengambil obat sesuai


5.1
dengan permintaan di

Melakuk
distribusi

4.3 Komitmen
Mutu

5.2 Komitmen
Mutu

AK.

melakukan
penyimpanan dan
penyusunan obat,
saya
menata
sesuai tata letak
obat secara teliti
dan cermat.
AH.
Penyimpa
nan
dilakukan
pada temperatur
yang sesuai dan
dalam
pengawasan
secara kontinyu
agar kualitas obat
tetap
terjaga.
Untuk obat-obat
High
Alert
disimpan
pada
tempat
lemari
khusus
karena
butuh
kewaspadaan
tinggi
sehingga
dilakukan secara
hati-hati.
AL.
Saat
melakukan

obat

Lembar
Permintaan
obat tiap depo farmasi
atau
unit-unit
pelayanan/ruangan
2. Mencatat pada kartu
stok
nama
depo
farmasi
atau
unit
pelayanan
yang
meminta dan jumlah
obat-BMHP
yang
diberikan.
3. Mengecek
kembali
obat dan BMHP yang
akan diberikan
4. Menandatangani
Lembar
Permintaan
dengan 2 rangkap
tersebut yang akan
diberikan
untuk
Gudang Farmasi dan
unit yang meminta.

5.3 Akuntabilitas
5.4 Anti Korupsi
5.5 Nasionalisme

distribusi
obat,
pengambilan obat
disesuaikan
dengan
kebutuhan depo
farmasi dan unit
pelayanan agar
efisien
dan
efektif. Pengisian
jumlah obat dan
BMHP
pada
lembar
surat
permintaan
harus
sesuai
dengan
yang
telah
disiapkan
secara jujur.
AM. Lembar
permintaan obat
ditandatangani
oleh kedua belah
pihak dan terdiri
dari 2 rangkap
sebagai
bukti
serta tanggung
jawab apoteker
pelaksana.
AN. Distribusi

AO.
6.

AW.
7.

AP. Pemerik
saan
obat
narkotika dan
psikotropika

AX. Pemerik
saan obat-obat
rusak
dan
kadaluarsa

1. Mengecek kartu stok


obat narkotika dan
psikotropika
2. Melakukan
pemeriksaan
obat
narkotika
dan
psikotropika
dan
mengecek kesesuaian
jumlah obat dengan
kartu stok
3. Memeriksa
buku
distribusi
obat
narkotika
dan
psikotropika
dan
mengecek kesesuaian
dengan kartu stok obat
1. Mengecek
tanggal
kadaluarsa obat dan
BMHP, lalu membuat
daftar
obat
yang

AQ.

AZ.

AR. 6.1
Akuntabilitas
AS. 6.2
Korupsi
AT.
6.3

BA.

AU.
Anti

BB.

sediaan farmasi
ke depo farmasi
dan
unit
pelayanan
dilakukan
oleh
tenaga kesehatan
lain dengan kerja
sama yang baik.
AV.
Memeriksa
kesesuaian
jumlah stok obat
dengan
kartu
karena apoteker
bertanggung
jawab
dalam
pengelolaan obat
narkotika
dan
psikotropika.

BC.

2.

3.

BD.
8.

BE. Membu
at SOP

1.

2.

3.

mendekati
expired
date.
Obat dengan waktu
kadaluarsa
terdekat
diberi label NEAR ED
Daftar obat ditempel
pada lemari obat dan
sebagian disebarkan
ke depo-depo farmasi
sebagai
pemberitahuan untuk
pengeluaran
obat
tersebut
AY.
Membuat
SPO
(Standar
Prosedur
Operasional) sebagai
acuan
kegiatan
pelayanan
yang
dilakukan di Gudang
Farmasi.
SOP
yang
dibuat
disesuaikan
dengan
Pedoman Pelayanan
dan
KebijakanKebijakan terkait.
SOP yang telah dibuat
diajukan
kepada

BG.

BH.

BI.

BJ.

Direktur Rumah Sakit


untuk diverifikasi.
BF.

BL.

BK.
JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI
BM.

Anda mungkin juga menyukai